cover
Contact Name
Vira Setia Ningrum
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6281805071077
Journal Mail Official
jebp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP)
ISSN : -     EISSN : 27981193     DOI : https://doi.org/10.17977/um066
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Pendidikan (JEBP) is a scientific journal in the business, economy, and education fields. This journal focuses on theoretical and empirical studies in the field of economy, business, and education. It welcomes research in the areas of economic development, economic behavior, digital economy, economy education, economy system, finance and banking, small and medium enterprises, financial management, development of a company, finance of a company, business and economic learning, learning instruments, learning achievement, teaching and learning strategies, learning assessment, as well as learning media.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Pengembangan Spot Wisata Bamboo-Construction di Rest Area Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Dian Ariestasi; M. Musthofa Al Ansyorie; Muhammad Aris Ichwanto; Dzul Fikri Muhammad; Alviando Galih Syahdandi; Mohammad Andyko
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um066v3i12023p1-7

Abstract

Abstract Pagersari Village is one of the villages in the administrative area of Ngantang Subdistrict, Malang Regency. Pagersari Village is located on the edge of Ngantang Subdistrict, more precisely on the Malang Regency and Blitar Regency border. Pagersari Village has potential derived from natural resources, most forests. Looking at the existing potential, the opportunity to make Pagersari Village a village not left behind can be wide open. Judging from the layout of Pagersari Village, which is located on the border of the regency and is heavily traversed by residents who want to go to Blitar Regency or vice versa, a rest area facility is needed. Judging from the conditions of the area above, it has the potential to fulfill the needs of the Rest Area. However, the development of rest areas in Pagersari village is still relatively lacking due to limited tourist spots. With the development of bamboo construction tourist spots, it is hoped that visitors to the rest area can increase to open opportunities to improve the surrounding community's economy. Abstrak Desa Pagersari merupakan salah satu desa yang berada dalam kawasan administratif Kecamatan ngantang Kabupaten Malang. Desa Pagersari adalah desa yang terletak di pinggir Kecamatan Ngantang lebih tepatnya terdapat di perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Desa Pagersari memiliki potensi yang berasal dari sumber daya alam yang sebagian besar wilayahnya berupa hutan. Dengan melihat potensi yang ada tersebut maka peluang untuk bisa menjadikan Desa Pagersari menjadi desa yang tidak tertinggal dapat terbuka lebar. Dilihat dari tata letak Desa Pagersari yang terdapat pada perbatasan kabupaten dan banyak dilalui oleh warga yang ingin menuju Kabupaten Blitar ataupun sebaliknya maka diperlukan adanya fasilitas berupa rest area. Dilihat dari kondisi daerah di atas, maka sangat berpotensi untuk pemenuhan kebutuhan Rest Area. Namun, saat ini pengembangan rest area pada desa pagersari masih tergolong kurang karna terbatasnya spot untuk wisata. Dengan adanya pengembangan spot wisata bamboo construction diharapkan pengunjung rest area dapat bertambah banyak sehingga dapat membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Branding Rest Area Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji melalui Video Animasi dan Desain Kawasan Berbasis Cultural-Tourism Mohammad Musthofa Al Ansyorie; M. Aris Ichwanto; Eko Suwarno; Jenvia Rista Pratiwi; M. Aryabima Wicaksana
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um066v3i12023p8-13

Abstract

Abstract Wonokerso Village is a rural area that has unique characteristics as an industrial area. This is supported by its strategic location, namely near the main route connecting Malang and Kepanjen, making it easier for investors to visit Wonokerso Village. Based on the survey results, the village needs a rest area master plan and rest area branding so that more people visit this area. Another supporting factor is the location of Wonokerso Village itself, which is a stopover area for people traveling either from the Malang area or outside the Malang area, especially the Blitar, Tulungagung areas, and so on. For this reason, there is a need to design a rest area master plan. The method for implementing this service activity includes several stages, namely (1) the preparation stage, (2) the implementation stage, and (3) the final stage. Several activities are carried out at each stage, following the needs and plans for completing this community service activity. Abstrak Desa Wonokerso adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki karakteristik khusus untuk menjadi daerah industri. Hal tersebut didukung dengan lokasi yang strategis yaitu berada di dekat jalur utama yang menghubungkan antara Malang dengan Kepanjen, yang akan memudahkan investor untuk mengunjungi Desa Wonokerso. Berdasarkan hasil survey bahwa desa saat ini membutuhkan masterplan rest area berbasis cultural-tourism dan juga branding kawasan rest area agar masyarakat lebih banyak berkunjung ke daerah ini. Faktor pendukung lainnyaa adalah letak Desa Wonokerso sendiri yang menjadi daerah sanggah untuk masyarakat yang bepergian baik dari daerah Malang atau ke luar daerah Malang khususnya wilayah Blitar, Tulungagung, dan lain sebagainya. Untuk itu, perlu adanya desain masterplan rest area. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa tahapan yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap akhir. Pada masing-masing tahap dilaksanakan beberapa kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan rencana penyelesaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Pengembangan Masterplan Kawasan Wisata Desa Kebobang Berbasis Business-Tourism R. Machmud Sugandi; Mohammad Musthofa Al Ansyorie; M. Aris Ichwanto
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um066v3i12023p14-19

Abstract

Abstract Kebobang Village is in a mountainous area, so it has various potential. The many plantation, agricultural, and forestry potentials owned by Kebobang Village can be an opportunity for Kebobang Village to be developed into a rural tourist destination. The tourist destinations will be combined with the development of rest areas so that later, they can become a place for tourists to stop by to rest while enjoying the village views. It is hoped that developing tourist destinations properly and optimally will improve the economy of rural communities and reduce the number of unemployed by absorbing many workers. The development of tourist destinations also requires promotional media in the form of a business-tourism-based masterplan. Due to the unavailability of a masterplan or business-tourism-based layout design in the Kebobang Village tourist area, it is necessary to have a touch and application of science and technology to create a masterplan or business-tourism based layout design in the Kebobang Village-tourist-area. Abstrak Desa Kebobang merupakan desa yang berada di daerah pegunungan sehingga membuatnya memiliki beragam potensi. Banyaknya potensi perkebunan, pertanian, serta kehutanan yang dimiliki oleh Desa Kebobang dapat menjadi peluang bagi Desa Kebobang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata pedesaan. Destinasi wisata yang dikembangkan akan dipadukan dengan pengembangan rest area, sehingga nantinya hal ini dapat menjadi tempat bagi wisatawan singgah untuk beristirahat sembari menikmati pemandangan desa. Pengembangan destinasi wisata secara baik dan maksimal diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan mengurangi jumlah pengangguran dengan terserapnya banyak tenaga kerja. Pengembangan destinasi wisata juga memerlukan adanya media promosi berupa masterplan berbasis business-tourism. Berhubung belum tersedianya suatu masterplan atau desain layout berbasis business-tourism pada kawasan wisata Desa Kebobang, maka diperlukan adanya sentuhan dan aplikasi IPTEKS untuk keperluan pembuatan masterplan atau desain layout berbasis business-tourism kawasan wisata Desa Kebobang.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Digitalisasi Promosi Para Pengrajin Batik Tulis Area Desa Pait Muhammad Hasan F.; Fanny Iga W.; Gamaliel Brian D.; Alviando Galih S.
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um066v3i12023p20-26

Abstract

Abstract Kasembon sub-district is one of the sub-districts that has a local commodity, batik, with an area of 14,780 hectares. The district is located between 500 and 700 meters above sea level. Kasembon District is also an area that has abundant cultural wealth. The community in the area, from the availability of qualified human resources knowledge of making batik with various community cultures to the cool air. Cultural tourism that can be developed is cultural tourism. This is because the human resources in Pait Village have great potential to be used as a written batik industrial area. The human resource potential of Pait Village is so abundant that it needs to be developed further. The output targeted in this community service is in the form of Instagram-based digital marketing, marketplace Shopee and Tokopedia, and insight into massive online sales marketing. To support this, further planning is needed for the cultural tourism village area to increase sales of Batik Tulis in Pait Village. It is hoped that this empowerment can improve the surrounding community's economy. Abstrak Kecamatan Kasembon merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam salah satu daerah yang memiliki komoditi lokal yaitu batik dengan luas wilayah 14.780 Ha. Kecamatan ini berada di ketinggian antara 500 sampai 700 meter dari permukaan laut. Kecamatan Kasembon ini juga merupakan daerah yang memiliki kekayaan budaya bangsa yang melimpah. Masyarakat di daerah tersebut, mulai dari tersedianya SDM yang mumpuni, pengetahuan akan membuat batik dengan kebudayaan masyarakat yang bermacam-macam, sampai udara yang sejuk. Wisata budaya yang dapat dikembangkan merupakan wisata budaya. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang ada pada Desa Pait memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai kawasan industri batik tulis. Potensi SDM Desa Pait sangat melimpah sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Luaran yang ditargetkan pada pengabdian kepada masyarakat ini berupa pemasaran digital berbasis Instagram, marketplace shopee dan Tokopedia dan berwawasan penjualan marketing secara massive di Internet. Demi mendukung hal itu, diperlukan dilakukan perencanaan lebih lanjut terhadap kawasan desa wisata budaya agar dapat meningkatkan penjualan Batik Tulis yang ada di Desa Pait. Diharapkannya dengan adanya pemberdayaan ini dapat meningkatkan perekonomian masyakarat sekitar.
Peningkatan Daya Tarik Desa Wisata Berbasis Edukasi Ketahanan Pangan dengan Optimalisasi Layout Berkelanjutan Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang Muh. Aimar Al Qadri R.; Kevin Reznadya Setia Budi
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um066v3i12023p27-32

Abstract

Abstract Mulyoarjo Village is a village located in Lawang District. As one of the rice granary villages, this village has charm, especially in the food sector. In addition to high rice production, many crops can be found. This makes Mulyoarjo Village can become one of the educational tourism destinations based on food security. Its location, which is not far from the Malang-Pasuruan central road, cannot be denied that this village has excellent potential as a tourist spot for travelers. Diverse crops are promising if a food security-based educational tourism area is created. Sizeable agricultural land allows Mulyoarjo Village to develop into a tourist destination. This tourist area already exists but cannot be maximized because the planning is still imperfect. Therefore, this great potential needs to be maximized so that Mulyoarjo Village can attract the attention of tourists. So, the solution to this problem requires touch and application of science and technology to optimize educational tourism, which can be poured into an Animated 3D Layout of the Mulyoarjo Village Food-Based Educational Tourism Area. Abstrak Desa Mulyoarjo merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Lawang. Sebagai salah satu desa lumbung beras desa ini memiliki daya tarik tersendiri khususnya di bidang pangan. Selain produksi beras yang tinggi banyak pula hasil bumi yang bisa ditemui. Hal ini menjadikan Desa Mulyoarjo dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi berbasis ketahanan pangan. Letaknya yang berada tidak jauh dari jalan utama Malang-Pasuruan tidak dapat dipungkiri bahwa desa ini sangat berpotensi sebagai tempat wisata pelaku perjalanan. Hasil bumi yang beragam sangat menjanjikan jika dibuatkan suatu kawasan wisata edukasi berbasis ketahanan pangan. Lahan pertanian yang luas menjadikan peluang Desa Mulyoarjo untuk berkembang menjadi destinasi wisata. Kawasan wisata ini telah ada akan tetapi masih belum bisa maksimal karena perencanaan yang masih belum sempurna. Oleh karena itu, potensi besar ini perlu dimaksimalkan agar Desa Mulyoarjo dapat menarik perhatian wisatawan. Sehingga solusi dari permasalahan ini perlu adanya sentuhan dan aplikasi IPTEKS untuk keperluan optimalisasi wisata edukasi dalam hal ini dapat dituangkan berupa Layout 3D Animasi Kawasan Wisata Edukasi Berbasis Pangan Desa Mulyoarjo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5