cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 177 Documents
Edukasi Sarapan Sehat Berbasis Permainan untuk Cegah Stunting di SMPN 3 Bondowoso: Healthy Breakfast Education Based on Games to Prevent Stunting at SMPN 3 Bondowoso Aldiera Vemma Ayundra Putri; Zulia Rahmawati; Aisyah Nafila Ramadhan; Nafisah Amira Mahdyah; Lailah Izza Fakhiroh; Yasmin Nur Sovia; Farida Wahyu Ningtyias
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan remaja. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah pembiasaan sarapan sehat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya sarapan sehat melalui edukasi berbasis permainan (emo-demo) di SMPN 3 Bondowoso. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, permainan edukatif MEMUSAT (Menyusun Menu Makanan Sehat) dan YUPI (Yuk Pilih Kartu Gizi), serta evaluasi pre-test dan post-test pada 60 siswa kelas VII dan VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 81,2% pada pre-test menjadi 95,2% pada post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Edukasi berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai sarapan sehat sebagai upaya pencegahan stunting. Disarankan adanya tindak lanjut berupa edukasi berkelanjutan dan pelibatan orang tua agar kebiasaan sarapan sehat dapat diterapkan secara konsisten di rumah.   Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem that affects adolescents’ growth and development. One of the efforts to prevent stunting is establishing healthy breakfast habits from school age. This community service program aimed to improve students’ knowledge about the importance of healthy breakfast through game-based education (emo-demo) at SMPN 3 Bondowoso. The methods included interactive lectures, educational games MEMUSAT (Arranging Healthy Meal Menus) and YUPI (Let’s Choose Nutrition Cards), as well as pre-test and post-test evaluations involving 60 seventh and eighth grade students. The results showed an increase in students’ average knowledge scores from 81.2% in the pre-test to 95.2% in the post-test. Students also demonstrated high enthusiasm and active participation during the activities. Game-based education proved effective in enhancing students’ understanding of healthy breakfast as an effort to prevent stunting. Continuous education and parental involvement are recommended to ensure sustainable healthy breakfast habits at home.
Edukasi Gaya Hidup Sehat serta Skrining Gula dan Tekanan Darah di Desa Pejangkungan: Healthy Lifestyle Education, Screening Glucose and Blood Pressure in Desa Pejangkungan Kadeq Novita Prajawanti; Febi Hadi Nur Rahma; Tarisa Salsabila Kartika Hidayat; Debi Ayu Paramita; Umi Fadillah; Dian Rachmawati; Rijul Ainiatuzuhro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus. Aktivitas fisik saja belum cukup untuk mencegah komplikasi, sehingga diperlukan edukasi gaya hidup sehat dan skrining kesehatan secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gaya hidup sehat yang disertai skrining kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perbaikan kondisi kesehatan lansia. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pejangkungan selama dua minggu. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pengisian kuesioner pretest dan posttest, serta skrining kesehatan berupa pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dari 58,6% menjadi 93,8% (peningkatan sebesar 60%). Selain itu, terjadi penurunan rata-rata gula darah sewaktu sebesar 18,9%, tekanan darah sistolik sebesar 5,5%, dan tekanan darah diastolik sebesar 5,1%. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan pemahaman dengan perbaikan kondisi kesehatan. Edukasi gaya hidup sehat yang disertai skrining kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku yang berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah dan tekanan darah. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pemantauan rutin guna mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai.   Abstract: Older adults are vulnerable to non-communicable diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus. Physical activity alone is not sufficient to prevent complications; therefore, health education on maintaining a healthy lifestyle and regular health screenings are essential. This study aims to analyze the effect of healthy lifestyle education combined with health screening on improving knowledge and health conditions among older adults. The community service program was conducted in Pejangkungan Village over a two-week period. Activities included health education, pre- and post-test questionnaires, and health screenings through random blood glucose and blood pressure measurements. The results showed an increase in participants’ understanding from 58.6% to 93.8%. In addition, there was a decrease in average random blood glucose levels by 18.9%, systolic blood pressure by 5.5%, and diastolic blood pressure by 5.1%. These findings indicate a positive correlation between increased knowledge and improved health conditions. Healthy lifestyle education accompanied by health screening is effective in improving community knowledge and encouraging behavioral changes that contribute to reduced blood glucose and blood pressure levels. Therefore, this program is recommended to be implemented sustainably with regular monitoring to maintain and further improve the outcomes achieved.pressure. Continuation of such programs with regular monitoring is recommended.
Program KREASI Play-Based Learning Terintegrasi Kompetisi Kreatif sebagai Upaya Penanaman PHBS Anak di Lingkungan Desa Sugihan: Kreasi Program: A Play-Based Learning Approach Integrated with Creative Competition for Improving Children’s PHBS in Sugihan Village Muhammad Buana Firzatulloh; Dwi Inda Sari; Aulia Ghaniya Putri; Ratih Mayuningrum; Heni Angelia Yulise; Johana Nur Lovita; Audy Putri Gumay
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya dasar dalam pencegahan penyakit serta pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak sebagai kelompok usia rentan memerlukan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang sesuai agar nilai-nilai PHBS dapat dipahami dan diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak di Desa Sugihan mengenai PHBS melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif berbasis play-based learning, gamifikasi, serta kompetisi kreatif berupa lomba puisi dan mewarnai. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan meliputi penyampaian materi PHBS, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, permainan edukatif, serta kompetisi yang melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama. Media visual berupa poster digunakan untuk mendukung pemahaman peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test melalui kuesioner sederhana yang diisi oleh peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan anak mengenai PHBS setelah edukasi. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kontekstual efektif dalam menanamkan nilai-nilai PHBS. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan pedesaan.   Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a fundamental effort in disease prevention and the development of healthy habits from an early age. Children, as a vulnerable population group, require health education approaches that are appropriate to their developmental stage to ensure that PHBS values are well understood and sustainably practiced. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of children in Sugihan Village regarding PHBS through enjoyable and participatory educational approaches. The methods employed included interactive education based on play-based learning, gamification, and creative competitions in the form of poetry recitation and coloring contests. The activity was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage consisted of PHBS education sessions, handwashing with soap demonstrations, educational games, and creative competitions involving elementary to junior high school students. Visual media such as posters were used to support participants’ understanding of the material. The evaluation was carried out using a pre-test and post-test design through simple questionnaires administered before and after the educational activities. The results showed an increase in the average level of children’s knowledge regarding PHBS after the intervention. High levels of enthusiasm and active participation among participants indicate that creative and contextual approaches are effective in instilling PHBS values. This activity is expected to serve as an applicable and sustainable health education model in rural settings.
Pemberdayaan Teman Sebaya Dalam Pemantauan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Sekolah : Peer Empowerment in Monitoring The Consumption of Iron Supplement Tablets in Adolescent Girls at Schools Muhammad Rizky Al Mufarid; Herviana Herviana; Sintya Fadli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan masalah gizi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari batas normal. Upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi tersebut melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan, sekolah, dan inisiatif sendiri. Namun, dalam pendistribusian TTD masih belum optimal karena terdapat remaja putri yang tidak mengkonsumsi TTD secara rutin. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri melalui motivasi teman sebaya. Pelaksanaan program dilaksanakan di SMPN 20 Kota Batam pada bulan November 2025 dengan cara pemantauan selama 2 minggu. Pelaksanaan program diawali dengan pembentukan tim yang bertugas untuk edukasi ke teman sebaya dan memonitor kepatuhan konsumsi TTD pada 50 remaja putri. Hasil pelaksanaan program diketahui sebanyak 32 siswi (64%) mengkonsumsi TTD di minggu pertama pemantauan dan mengalami peningkatan menjadi 41 siswi (82%) pada minggu kedua pemantauan.   Abstract: Anemia is a nutritional problem that occurs when the number of red blood cells or hemoglobin levels in them is lower than the normal limit. The government's efforts to overcome this nutritional problem are through the provision of Iron Supplement Tablets (IRS) which can be obtained from health facilities, schools, and personal initiatives. However, the distribution of IRS is still not optimal because some adolescent girls do not consume IRS regularly. The aim of this community service activity is to increase compliance with IRS consumption among adolescent girls through peer motivation. The program was implemented at SMPN 20 Kota Batam in November 2025 with a two-week monitoring process. The program implementation began with the formation of a team whose task was to educate peers and monitor compliance with IRS consumption in 50 adolescent girls. The results of the program implementation were known as 32 female students (64%) consuming TTD in the first week of monitoring and increased to 41 female students (82%) in the second week of monitoring.
Edukasi Higiene Peralatan Makan dan Menutup Makanan Bagi Siswa SDN 132/I dan Anak-Anak Suku Anak Dalam Hajran: Education on Hygiene of Eating Utensils and Covering Food for Students of SDN132/I and Children Suku Anak Dalam Hajran Karen Rachma Audina; Fairuz Puteri Fadhillah; Shintia Nadila; Risya Amri; Renandita Fona Wirani Putri; Asywa Keisya Pratika; Nurfauzil Azima; Maitsa 'Aliyyah; Angel Amelia; Lara Setiani; Maria Indriyani Manulang; Arnati Wulansari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah diare yang sering muncul di wilayah tersebut berkaitan dengan kebiasaan menyimpan makanan dalam kondisi terbuka dan penggunaan alat makan yang kurang higienis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai higiene peralatan makan dan cara menutup makanan dengan benar pada siswa kelas 4 SDN 132/I serta kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Hajran, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 melalui edukasi menggunakan media PowerPoint, poster, demonstrasi praktik, ice breaking, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pada siswa sekolah, dan sesi dialog pada kelompok SAD. Hasil pre-test di SDN 132/I menunjukkan kategori Cukup 40%, Kurang 30%, Baik 20%, dan Sangat Baik 10%. Setelah edukasi, terjadi peningkatan dengan Baik naik menjadi 30% dan Sangat Baik menjadi 20%, serta penurunan kategori Cukup menjadi 30% dan Kurang menjadi 20%. Pada kelompok SAD, pre-test menunjukkan Cukup 50%, Baik 33%, dan Sangat Baik 17%. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dengan hanya dua kategori yang muncul, yakni Sangat Baik meningkat menjadi 50% dan Baik menjadi 33%, tanpa kategori Cukup maupun Kurang, menandakan peningkatan pemahaman yang lebih merata.   Abstract: Frequent diarrhea in the area is related to the habit of storing food openly and using unhygienic eating utensils. This community service activity aimed to increase knowledge about eating utensils hygiene and how to properly cover food among fourth-grade students of SDN 132/I and the Suku Anak Dalam (SAD) group in Hajran Village, Bathin XXIV District, Batanghari Regency. The activity was conducted in November 2025 through educational sessions using PowerPoint presentations, posters, practical demonstrations, icebreakers, and evaluations through pre- and post-tests for students, and dialogue sessions for the SAD group. The pre-test results at SDN 132/I showed 40% of students receiving adequate food hygiene, 30% of students receiving inadequate food hygiene, 20% of students receiving good food hygiene, and 10% of students receiving excellent food hygiene. After the education, there was an increase, with 30% receiving good food hygiene and 20% receiving very good food hygiene. The Sufficient category decreased to 30% and 20% for the Sufficient category decreased to 30% and 20% for the Poor category. In the SAD group, the pre-test showed 50% receiving adequate food hygiene, 33% receiving good food hygiene, and 17% receiving very good food hygiene. After the intervention, there was a significant increase with only two categories appearing, namely Very Good increasing to 50% and Good to 33%, with no categories of Sufficient or Less, indicating a more even increase in understanding.
Memperkenalkan Teknologi Digital Aplikasi Dokumentasi Asuhan Keperawatan Berbasis Android pada Perawat: Introducing Digital Technology of Android-Based Nursing Care Documentation Application to Nurses Windu Santoso; Sri Sudarsih; Muhammad Hafidh Taqiuddin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dilakukan upaya pengembangan dan sosialisasi aplikasi dokumentasi keperawatan berbasis Android yang dirancang untuk mendukung standar BPJS Kesehatan KRIS di Indonesia. Tahap awal kegiatan meliputi koordinasi dengan rumah sakit dan tim IT untuk memahami kebutuhan serta kesiapan fasilitas, diikuti dengan penyusunan materi edukasi dan fitur teknologi yang sesuai standar nasional. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi hasil penelitian kebutuhan aplikasi kepada para perawat dan staf rumah sakit,. Selama proses ini, peserta menyampaikan masukan terkait fitur yang diinginkan serta kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga memungkinkan adanya penyesuaian dan pengembangan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari tenaga keperawatan terhadap rencana pengembangan aplikasi yang memudahkan proses dokumentasi dan memenuhi standar nasional. Kolaborasi antara rumah sakit, pengembang teknologi, dan akademisi pun terbentuk untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan implementasi aplikasi. Ke depan, diharapkan aplikasi ini dapat terwujud sehingg dapat meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan mendukung pelayanan kesehatan berkualitas sesuai standar BPJS, serta mempercepat proses dokumentasi di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi teknologi di bidang keperawatan, sekaligus memperkaya kolaborasi lintas sektor dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan di Indonesia.   Abstract: This Community Service activity involved the development and dissemination of an Android-based nursing documentation application designed to support the BPJS Kesehatan KRIS (Indonesian Health Insurance) standards in Indonesia. The initial phase of the activity involved coordinating with hospitals and IT teams to understand facility needs and readiness, followed by the development of educational materials and technological features that meet national standards. Next, the results of the application needs research were disseminated to nurses and hospital staff. During this process, participants provided input on desired features and challenges encountered in the field, allowing for adjustments and ongoing development. The results of the activity demonstrated high enthusiasm from nursing staff for the planned development of an application that would streamline the documentation process and meet national standards. Collaboration between hospitals, technology developers, and academics was established to ensure the sustainability and successful implementation of the application. Going forward, it is hoped that this application will be realized, improving efficiency and data accuracy, supporting quality healthcare services in accordance with BPJS standards, and accelerating the documentation process within the hospital environment. This activity is expected to be the first step in strengthening the technological innovation ecosystem in the nursing field, while also enriching cross-sector collaboration in order to improve the quality of health services in Indonesia.
Pelatihan Basic Life Support (BLS) dan Alat Pemadam Api Ringan STIKES Notokusumo Yogyakarta: Basic Life Support (BLS) and Light Fire Extinguisher (APAR) Training at Notokusumo Health College Yogyakarta Brigitta ayu; Daffa Alin Khoirunnida
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelatihan Basic Life Support (BLS) dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat medis dan kebakaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa baru Stikes Notokusumo Yogyakarta dalam memberikan pertolongan pertama serta penanganan kebakaran ringan. Metode yang digunakan adalah kombinasi penyampaian materi teori dan praktik langsung di lapangan. Peserta kegiatan berjumlah 200 mahasiswa baru. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait tindakan darurat medis, khususnya langkah awal saat menemukan korban tidak sadar, teknik dasar RJP, dan pengetahuan tentang nomor layanan darurat di Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil pre test dengan nilai p=0.005. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat partisipasi 100%. Kegiatan pelatihan BLS dan APAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa baru serta diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan kampus.   Abstract: Basic Life Support (BLS) and the use of Fire Extinguishers (APAR) training are strategic efforts to improve student preparedness in dealing with medical emergencies and fires. This activity aims to improve the knowledge and skills of new students at Notokusumo Health College, Yogyakarta. The activity was attended by 200 new students. Evaluation results using a questionnaire indicated an increase in participants' understanding of medical emergency measures, particularly the initial steps when finding an unconscious victim, basic CPR techniques, and knowledge of emergency service numbers in Indonesia. This was evident in the pre-test results with a p-value of 0.005. All participants participated in the activity with a 100% participation rate. The BLS and APAR training activities have proven effective in improving the knowledge and skills of new students and are expected to improve preparedness and safety on campus.