cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 168 Documents
Edukasi dan Demonstrasi Fisioterapi Terkait Masalah Gerak Selama Masa Kehamilan Pada Komunitas Ibu Hamil Pukesmas Cisadea : Physiotherapy Education and Demonstration Related to Movement Problems During Pregnacy in The Pregant Women’s Community at Pukesmas Cisadea Rini Nurhayati; Zidni Immanurohmah Lubis; Rizal Septian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kehamilan adalah proses yang berlangsung selama sembilan bulan atau lebih dimana seorang wanita mengandung embrio dan janin yang tumbuh dan berkembang di dalam rahimnya. Selama proses kehamilan banyak perubahan yang terjadi pada ibu hamil baik perubahan secara fisiologis maupun fisik. Perubahan-perubahan tersebut terjadi untuk mengkompensasi bayi yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Perubahan-peruubahan baik secara fisik maupun secara fisiologis yang terjadi selama kehamilan dapat memunculkan masalah gerak seperti; nyeri punggung bawah, bengkak pada kaki, dan rasa sesak ketika bernafas. Di Puskesmas Cisadea Kota Malang ditemukan banyak sekali para ibu hamil yang mengeluhkan keluhan tersebut selama masa kehamilannya dan kebanyakan terjadi pada trimester ke-3. Namun para ibu hamil ini kebaanyakan belum mengetahui cara untuk mengurangi dan mencegah gangguan-gangguan gerak yang muncul tersebut. Untuk itu kegiatan edukasi dan demonstrasi ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta kemampuan ibu hamil dalam mengelola gangguan gerak yang terjadi selama kehamilan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memberikan edukasi dan demonstrasi fisioterapi terkait dengan masalah gerak yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan. Peserta dalam kegiatan edukasi ini adalah ibu hamil yang mayoritas usia kandungan pada trimester dua dan tiga dengan jumlah total 23 peserta. Dalam kegiatan ini menggunakan media edukasi berupa poster dan leaflet. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan edukasi tersebut rata-rata pengetahuan ibu hamil seputar permasalahan gerak yang dapat terjadi selama kehamilan sebelum diberikan edukasi adalah 31,3% dan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan menjadi 100%. Kesimpulan dari kegiatan edukasi yang dilakukan adalah terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait permasalahan gerak yang dapat timbul selama masa kehamilan.   Abstract: Pregnancy is a process that lasts for nine months or more during which a woman carries an embryo and fetus that grow and develop in her womb. During pregnancy, many changes occur in pregnant women, both physiological and physical. These changes occur to compensate for the growing and developing baby in the womb. These physical and physiological changes that occur during pregnancy can lead to movement problems such as lower back pain, swollen feet, and shortness of breath. At the Cisadea Community Health Center in Malang City, many pregnant women complained of these complaints during their pregnancy, most of which occurred in the third trimester. However, most of these pregnant women did not know how to reduce and prevent these movement disorders. Therefore, this educational activity and demonstration are very important to increase the knowledge, awareness, and ability of pregnant women in managing movement disorders that occur during pregnancy. The research method used was education and physiotherapy demonstrations related to movement problems that occur in pregnant women during pregnancy. Participants in this educational activity were pregnant women, the majority of whom were in their second and third trimesters, with a total of 23 participants. This activity used educational media in the form of posters and leaflets. Data collection was conducted using pre-test and post-test questionnaires. The results of the educational activities showed that the average knowledge of pregnant women regarding movement problems that can occur during pregnancy before the education was 31.3%, and after the education, this increased to 100%. The conclusion from the educational activities was that there was an increase in pregnant women's knowledge regarding movement problems that can arise during pregnancy.
Edukasi Fisioterapi Mengenai Tumbuh Kembang dan Stimulasi Motorik Balita Kepada Orang Tua di Posyandu Balita Puskesmas Cisadea: Physiotherapy Education Regarding Growth and Development and Motor Stimulation of Toddler to Parents at The Posyandu Balita Puskesmas Cisadea Rina Nurhayati; Zidni Imanurrohmah Lubis; Rizal Septian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan dalam tubuh yang berarti peningkatan tersebut termasuk ukuran fisik dan struktur tubuh sehingga dapat diukur dalam satuan panjang dan berat. Sedangkan perkembangan adalah perubahan yang terjadi secara bertahap  yang berhubungan dengan perubahan secara kualitas menuju ke tingkat yang lebih kompleks. Pengabdian ini dilakukan di 4 posyandu balita dilingkup Puskesmas Cisade. Metode pengabdian yang digunakan dengan memberikan edukasi fisioterapi berupa promosi kesehatan  tentang tumbuh kembang dan stimulasi anak usia balita dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak serta stimulasi yang tepat kepada  komunitas balita di posyandu balita dengan menggunakan leaflet dan poster sebagai mediannya. Pengetahuan ibu tentang cara stimulasi motorik yang tepat sebelum diberikan materi sebesar 52,3% dan setelah diberikan materi sebesar 100%, pengetahuan ibu tentang tanda keterlambatan pengetahuan anak sebelum diberikan materi sebesar 19% dan setelah diberikan materi sebesar 100%. berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang dan stimulasi motorik balita di 4 posyandu balita dilingkup puskesmas cisadea mengalami peningkatan.  Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang dan stimulasi motorik balita di 4 posyandu balita dilingkup Puskesmas Cisadea mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang dan stimulasi motorik dengan presentase sebesar 100%. Kegiatan pengabdian serupa juga diharapkan dapat dilakukan di posyandu-posyandu lain di wilayah kerja Puskesmas Cisadea maupun wilayah puskesmas lainnya, agar lebih banyak orang tua yang memperoleh manfaat dari edukasi yang diberikan.   Abstract: Growth is the increase in the size and number of cells and tissues in the body, which means that the increase includes physical size and body structure so that it can be measured in units of length and weight. While development is a change that occurs gradually that is related to changes in quality towards a more complex level. This community service was carried out in 4 toddler posyandu within the Cisade Community Health Center. The community service method used was by providing physiotherapy education in the form of health promotion about growth and development and stimulation of toddlers with the aim of increasing mothers' knowledge about child growth and development and appropriate stimulation to the toddler community at the toddler posyandu using leaflets and posters as the medium. Mothers' knowledge about the right way to stimulate motor skills before being given the material was 52.3% and after being given the material was 100%, mothers' knowledge about signs of delays in children's knowledge before being given the material was 19% and after being given the material was 100%. Based on these results, it can be seen that mothers' knowledge about growth and development and motor stimulation of toddlers in 4 toddler posyandu within the Cisade Community Health Center has increased. From these results, it can be seen that mothers' knowledge regarding toddler growth and development and motoric stimulation at 4 toddler posyandu within the Cisadea Community Health Center has increased. The evaluation revealed a 100% increase in mothers' knowledge about growth and development and motoric stimulation. Similar community service activities are expected to be conducted at other integrated health posts (Posyandu) within the Cisadea Community Health Center's (Puskesmas) area and other community health centers, so that more parents can benefit from the education provided.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Bahan Alam Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengobatan (DBD): Counseling on The Use of Natural Ingredients for The Prevention and Treatment of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) Efrilia, Mega; Bayu Dwi Handono; Nina Rustiana; Yayan Setiawan; Novi Alsyahida
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tingginya tingkat kepadatan penduduk di Jakarta disertai iklim tropis menyebabkan Jakarta sebagai salah satu kota yang berpotensi sebagai wilayah dengan penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Indonesia. Penanganan DBD dapat menggunakan bahan alam seperti pepaya dan serai. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah untuk memberikan edukasi kepada warga di wilayah RW 10 Kelurahan Klender terkait pemanfaatan bahan alam asli Indonesia guna pencegahan dan pengobatan DBD. Kegiatan PkM dilaksanakan pada 26 April 2024 di Kantor Sekretariat RW 10 Kelurahan Klender yang dihadiri oleh 28 orang perwakilan warga dari beberapa RT. Evaluasi pengetahuan diukur dua tahap, yaitu pre-test dan post-test. Ada tidaknya peningkatan pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengolahan data kuesioner menunjukan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diadakannya penyuluhan sebesar 20,8%. Hal ini menunjukan bahwa tujuan kegiatan PkM telah tercapai.   Abstract: The high population density in Jakarta, coupled with its tropical climate, has made it one of the cities with the highest potential for Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) cases in Indonesia. Treatment for dengue fever can involve the use of natural ingredients such as papaya and lemongrass. The aim of the Community Service (PkM) activities was to educate residents in the RW 10 Klender Village area about the use of native Indonesian natural ingredients for preventing and treating dengue fever. The PkM activity took place on April 26, 2024, at the RW 10 Secretariat Office in Klender Village, with 28 resident representatives from several RTs in attendance. Knowledge evaluation is measured in two stages, namely pre-test and post-test. The increase in respondents’ knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires. Data processing from the questionnaires revealed a 20.8% increase in respondents’ knowledge after the counseling session. This indicates that the PKM activities objecties were successfully achieved.
Tingkat Pengetahuan Remaja Terkait Kompres Hangat untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Siswi SMPN 1 Nekamese Kabupaten Kupang: Adolescent Knowledge Level Related to Warm Compresses to Overcome Menstrual Pain in Junior High School Students of SMPN 1 Nekamese in Kupang City Tefa, Stefania Efenhilda; Camelia Bakker; Venida Lak’apu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan pada aspek fisik dan psikis. Salah satu perubahan fisik yang akan dilamai oleh remaja putri yaitu perubahan organ reproduksi yang ditandai dengan datangnya menstruasi. Setiap wanita memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda-beda. Sebagian wanita mendapatkan menstruasi tanpa keluhan apapun, namun tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan menstruasi disertai dengan keluhan sehingga mengakibatkan rasa ketidaknyamanan. Salah satu yang paling sering dikeluhkan oleh wanita pada saat menstruasi adalah dismenore. Dalam menangani dismenore, dapat dilakukan kompres hangat. Pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Sebelum diberikan edukasi adalah 9 siswi (30%) tingkat pengetahuan baik, 11 siswi (37%) tingkat pengetahuan cukup dan 10 siswi (33%) tingkat pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi kesehatan, terjadi perubahan jumlah siswi dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 siswi (67%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 8 siswi (27%), dan masih terdapat 2 siswi (6%) dengan tingkat pengetahuan kurang.   Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. During this period, there are changes in physical and psychological aspects. One of the physical changes that will be experienced by adolescent girls is the change in the reproductive organs which is marked by the arrival of menstruation. Every woman has a different menstrual experience. Some women get their periods without any complaints, but not a few of them get their periods accompanied by complaints that cause discomfort. One of the most common complaints by women during menstruation is dysmenorrhea. In dealing with dysmenorrhea, warm compresses can be applied. This service consists of 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. Before being given education, 9 students (30%) had a good level of knowledge, 11 students (37%) had a sufficient level of knowledge and 10 students (33%) had a poor level of knowledge. After being given health education, it occur.
Deteksi Kecemasan Kesehatan dan Penyuluhan Terapi Menulis Kota Semarang: Health Anxiety Screening and Journaling Therapy, Semarang Ni Made Ayu Wulansari; Rinda Intan Sari; Anis Ardiyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kecemasan Kesehatan adalah salah satu masalah psikososial yang dialami penyakit kronis. Pada hasil penelitian kami, dari rentang usia lanjut usia dan dewasa menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 50 persen yang mengalami kecemasan kesehatan. Kecemasan Kesehatan merupakan kekhawatiran yang muncul karena penyakit yang diderita, kekhawatiran ini menyebabkan penderita penyakit kronis menjadi takut untuk berobat dan melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah berupa kegiatan deteksi kecemasan dengan kuisioner Health Anxiety Inventory dan penyuluhan terapi menulis pada penderita lanjut usia dan dewasa dengan penyakit kronik. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dengan dilakukan penyuluhan penanganan untuk mengurangi kecemasan Kesehatan di Kelurahan Plombokan. Penanganan yang diajarkan adalah terapi menulis. Melalui penyuluhan yang dihadiri 47 orang. diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para audience mengenai  kecemasan kesehatan serta dapat mempraktikan terapi tersebut ketika mengalami kecemasan Kesehatan. Hal ini dapat menjadi tindakan preventif dalam mencegah berkembangnya masalah psikososial di masyrakat.   Abstract: Health anxiety is one of the psychosocial issues experienced by those with chronic illnesses. In our research findings, across the age range of elderly and adults, it was shown that out of 100 respondents, 50 percent experienced health anxiety. Health anxiety is a concern that arises from an illness, causing chronic disease sufferers to be afraid to seek treatment and undergo health examinations at community health centers and hospitals. The methods used in this service activity are anxiety screening using the Health Anxiety Inventory questionnaire and writing therapy education for elderly and adult with chronic disease patients. Community service activities were carried out by providing counselling on handling to reduce health anxiety in Plombokan Village. The treatment taught is writing therapy. Thru the outreach program attended by 47 people, it is hoped that the audience's understanding of health anxiety will increase and that they will be able to practice the therapy when experiencing health anxiety. This can be a preventive measure in preventing the development of psychosocial problems in society.
“ VITAMINE “: Aplikasi Virtual Tanaman Obat dan Pengingat Terapi Hipertensi : “VITAMINE”: A Virtual Herbal Medicine and Hypertension Therapy Reminder Application Novianty, Aluh Eka; Artha; Wahyuningsih, Evan; Undariningsih, Sutriani; Farida, Supiah; Sanaah; Susanto, Tantut
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di tengah perkembangan teknologi, aplikasi digital menjadi solusi potensial untuk mengatasi keterbatasan dalam pengelolaan hipertensi, baik melalui pengingat konsumsi obat maupun penyediaan informasi edukatif terkait pengobatan. Program proyek agronursing ini tentang sebuah aplikasi “Virtual Tanaman Obat dan Pengingat Hipertensi “VITAMINE". Nama ini mencerminkan fokus utama program, yaitu pengembangan aplikasi berbasis teknologi yang mengintegrasikan pengingat pengobatan dan informasi edukatif tentang tanaman obat untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara holistik. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan, yang terdiri dari: 2 bulan persiapan dan pengembangan teknologi, 1 bulan uji coba awal, 3 bulan implementasi dan pemantauan secara penuh. Modul yang digunakan mencakup panduan teknis penggunaan aplikasi, materi edukasi tentang hipertensi dan tanaman obat, serta manual bagi tenaga kesehatan untuk mendukung pasien dalam menggunakan aplikasi ini secara efektif. Berdasarkan temuan hasil wawancara dan perbandingannya dengan riset dan teori yang ada, aplikasi virtual yang mengintegrasikan pengingat obat dengan informasi tentang tanaman obat memiliki potensi yang besar untuk membantu pasien hipertensi dalam mengelola kondisi mereka. Aplikasi ini harus dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, penyediaan informasi yang berbasis bukti, dan fokus pada pengingat pengobatan medis yang efektif, sementara juga mendidik pasien tentang manfaat tanaman obat sebagai terapi pelengkap yang aman.   Abstract: Amidst technological developments, digital applications are a potential solution to overcome limitations in hypertension management, both through medication reminders and the provision of educational information related to treatment. This agronursing project program is about an application "Virtual Medicinal Plants and Hypertension Reminder "VITAMINE". This name reflects the main focus of the program, namely the development of a technology-based application that integrates medication reminders and educational information about medicinal plants to support holistic hypertension management. This project is planned to last for 6 months, consisting of: 2 months of preparation and technology development, 1 month of initial testing, 3 months of full implementation and monitoring. The modules used include technical guidelines for using the application, educational materials about hypertension and medicinal plants, and a manual for health workers to support patients in using this application effectively. Based on the findings of the interview results and their comparison with existing research and theories, a virtual application that integrates medication reminders with information about medicinal plants has great potential to help hypertension patients manage their condition. This application should be designed with ease of use in mind, the provision of evidence-based information, and a focus on effective medical treatment reminders, while also educating patients about the benefits of medicinal plants as a safe complementary therapy.
Sosialisasi Budidaya Jamur Tiram Putih Ramah Lingkungan Dengan Serbuk Kayu di SMA Negeri 12 Medan: Socialization of Eco-Friendly White Oyster Mushroom Cultivation Using Sawdust at Public High School 12 Medan Zebua, Winda Irawati; Silfia, Marti; Arianto Siahaan, Maniur; Stephani Zebua; Slive Rince Dachi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sosialisasi budidaya jamur tiram putih dengan metode ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya siswa, terhadap praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 12 Medan dengan tujuan memperkenalkan teknik budidaya jamur tiram putih menggunakan media serbuk kayu sebagai alternatif limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali. Serbuk kayu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan miselium jamur secara optimal. Metode sosialisasi melibatkan penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta praktik budidaya. Siswa diberikan pemahaman tentang proses sterilisasi media, inokulasi bibit jamur, hingga perawatan dan panen. Selain itu, aspek keberlanjutan juga ditekankan, seperti pemanfaatan limbah serbuk kayu dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan minat siswa terhadap budidaya jamur tiram putih. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa mampu menerapkan teknik budidaya yang telah dipelajari dan mengembangkannya sebagai peluang usaha berbasis lingkungan. Program ini juga berkontribusi dalam mengurangi limbah kayu serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian ramah lingkungan.   Abstract: The socialization of white oyster mushroom cultivation using environmentally friendly methods is an important step in increasing public awareness, especially students, towards sustainable practices. This activity was conducted at SMA Negeri 12 Medan with the aim of introducing white oyster mushroom cultivation techniques using sawdust media as an alternative to organic waste that can be reused. Wood powder was chosen due to its abundant availability and its ability to optimally support the growth of mushroom mycelium. The socialization method involved material delivery, hands-on demonstration, and cultivation practices. Students were given an understanding of the media sterilization process, inoculation of mushroom spawn, to maintenance and harvesting. In addition, sustainability aspects were also emphasized, such as the utilization of sawdust waste and its impact on the environment. The results of the activity showed an increase in students' understanding and interest in white oyster mushroom cultivation. With this socialization, it is hoped that students will be able to apply the cultivation techniques they have learned and develop them as environmentally-based business opportunities. This program also contributes to reducing wood waste and increasing awareness of the importance of environmentally friendly agricultural practices.
Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam dalam Upaya Pengendalian Gula Darah pada Wali Murid di SD Tamanan Kota Kediri: Natural Materials Education in Blood Sugar Control Efforts at Tamanan Elementary School, Kediri City Putri, Luluk Aniqoh Meliana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang banyak diminati masyarakat adalah pemanfaatan bahan alam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam sebagai upaya pengendalian kadar gula darah. Kegiatan dilaksanakan di SD Tamanan Kota Kediri dengan sasaran orang tua/wali murid. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah, serta pemberian edukasi melalui metode diskusi dan sharing menggunakan media booklet dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest sebesar 41 dan meningkat menjadi 93 pada posttest. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam secara tepat sebagai pendukung pengendalian kadar gula darah.   Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that required long-term management through pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological approach that is widely sought after by the community is the use of natural ingredients. This community service activity aims to increase the community's knowledge and skills in utilizing natural ingredients to control blood sugar levels. The activity was held at Tamanan Elementary School in Kediri City, targeting parents/guardians of students. The activity included physical examinations, blood pressure measurements, blood glucose level checks, and educational sessions through discussion and sharing using booklets and leaflets. Evaluation used pre- and post-tests to assess improvements in participants' knowledge. The activity results showed a significant increase in participants' knowledge, demonstrated by an average pre-test score of 41 and an increase to 93 in the post-test. This education is expected to increase community awareness and skills in the appropriate use of natural ingredients to support blood sugar control.
Edukasi Kesehatan Tentang Pemberian Susu Kedelai Kurma pada Remaja Putri untuk Mengatasi Anemia: Health Education : Providing Date Soy Milk to Female Adolescents to Overcome Anemia Handayani, Ririn; Handayani, Yuni; Anggraeni, Ernawati; Puspita Sari, Melati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Masalah Triple burden malnutrition yang dihadapi Indonesia saat ini adalah prevalensi stunting pada balita, wasting, anemia pada ibu hamil dan obesitas. Tingginya prevalensi kekurangan gizi dan anemia pada remaja merupakan faktor pendorong utama bagi bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Susu kedelai kurma merupakan kombinasi minuman herbal yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan dan mampu mengatasi anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan kepada remaja putri tentang pemanfaatan minuman herbal susu kedelai kurma untuk mengatasi anemia. Sasaran kegiatan ini adalah siswi SMK dr. Soebandi sebanyak 64 siswi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMK dr. Soebandi pada bulan Juli 2024. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining status gizi, dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan tentang anemia dan minuman herbal untuk mengatasi anemia. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan 18 sisiwi (28,1%) dengan kategori kurus, 11 siswi (17,2%) dengan kategori gemuk dan 35 siswi (54,7%) memiliki status gizi normal. Saat pelaksanaan kegiatan, mahasiswi juga terlihat semangat untuk mengikuti kegiatan edukasi. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap remaja berpotensi menjadi anemia ketika tidak aware dengan kesehatan tubuhnya, dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang memiliki gizi yang baik untuk tubuh merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah anemia.   Abstract : The triple burden of malnutrition currently faced by Indonesia includes the prevalence of stunting in toddlers, wasting, anemia in pregnant women, and obesity. The high prevalence of malnutrition and anemia among adolescents is a major contributing factor to the birth of babies with low birth weight. Date-soy milk is a combination of herbal drinks that contains good nutritional value for health and can help overcome anemia. The aim of this community service activity is to provide health education to female adolescents about the use of the herbal drink, date-soy milk, to combat anemia. The target participants were 64 female students from SMK dr. Soebandi. This activity was conducted at the SMK dr. Soebandi auditorium in July 2024. The implementation began with a screening of nutritional status, followed by health education about anemia and herbal drinks for managing anemia. The results showed that 18 students (28.1%) were categorized as underweight, 11 students (17.2%) as overweight, and 35 students (54.7%) had normal nutritional status. During the activity, the students appeared enthusiastic about participating in the educational session. In conclusion, each adolescent is at risk of developing anemia if they are not aware of their bodily health, and consuming foods or drinks with good nutritional content is an appropriate choice for preventing anemia
Edukasi Penerapan 3M Plus di Samarinda untuk Mencegah Penyebaran Penyakit DBD: Education on The Implementation of 3M Plus in Samarinda to Prevent The Spread of Dengue Fever Apriyani; Kusumawati, Rindha Mareta; Wulandari, Kartina; Suwignyo; Aspan, Siti Hadijah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di Kota Samarinda kasus DBD pada tahun 2023 ialah 867 kasus positif dengan 3 kasus meninggal dunia yang dimana Kota Samarinda berada di urutan ketiga kasus DBD tertinggi setelah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kasus 1555 positif dan 4 kasus meninggal dunia dan Kota Balikpapan dengan 1019 kasus positif dan 4 meninggal dunia . Kasus DBD tertinggi di Kota Samarinda terdapat pada Puskesmas Bengkuring khususnya di Kelurahan  Sempaja Utara. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah kepedulian masyarakat tentang bahaya DBD serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan penerapan 3M Plus. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan menerapkan 3M Plus. Metode edukasi dilakukan dengan membagikan media cetak seperti brosur/poster/leaflet serta pemutaran video edukasi sehingga dapat menambah wawasan masyarakat sekitar untuk menerapkan upaya 3M Plus terhadap 30 warga. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan menyatakan bahwa mereka akan mulai menerapkan 3M Plus di rumahnya.   Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health issue in Samarinda City, with 867 confirmed cases and 3 deaths reported in 2023. Samarinda ranks third in East Kalimantan for DHF incidence, following Kutai Kartanegara Regency and Balikpapan City. The highest number of cases in Samarinda was recorded at the Bengkuring Community Health Center, especially in North Sempaja Subdistrict. This community service activity aimed to increase public awareness of DHF and promote preventive efforts through the implementation of the 3M Plus strategy (draining, closing, recycling, and additional prevention measures). Educational interventions were conducted using printed media (brochures, posters, leaflets) and video screenings. The activity received positive responses from participants, who showed high enthusiasm and expressed their intention to apply the 3M Plus strategy in their daily lives. The initiative demonstrated the importance of health education in empowering communities to prevent the spread of DHF.