cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Ipin (Ibu Pintar) dalam Stimulasi dan Deteksi Tumbuh Kembang Anak di Wilayah Kelurahan Gedawang: Assistance in Utilizing The Ipin (Ibu Pintar) Application in Stimulation and Detection of Child Growth and Development in The Gedawang Village Area Sri Wahyuni; Rafika Fajrin; Heny Rosiana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tumbuh kembang anak merupakan aspek penting yang harus diperhatikan sejak dini, mengingat anak sebagai generasi penerus bangsa berhak mencapai perkembangan optimal. Skrining pada balita sangat penting, terutama pada masa golden period. Orang tua berperan dalam deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memantau dan menstimulasi tumbuh kembang anak melalui skrining pertumbuhan menggunakan Z-score dan skrining perkembangan dengan KPSP yang terintegrasi dalam aplikasi "IPIN" (Ibu Pintar). Edukasi kesehatan diberikan kepada kader kesehatan dan ibu balita mengenai konsep pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Gedawang, Semarang. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua dan kader kesehatan dalam menggunakan aplikasi IPIN untuk memantau tumbuh kembang anak, serta penemuan anak yang memerlukan pemantauan lebih lanjut untuk intervensi dini. Kesimpulan, pendampingan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya skrining tumbuh kembang dan pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan pertumbuhan anak. Saran, aplikasi IPIN perlu disosialisasikan lebih luas, dan pelatihan lanjutan bagi kader dan orang tua penting untuk optimalisasi pemantauan tumbuh kembang anak.   Abstract: Child growth and development are vital aspects that must be monitored early, as children, the nation’s future, deserve optimal development. Screening in toddlers is particularly crucial during the golden period, a key phase for growth. Parents are essential in early detection of developmental issues. This community service aimed to improve public skills in monitoring and stimulating child development. Activities included growth screening with Z-scores and developmental screening using the KPSP format, integrated into the IPIN (Ibu Pintar) application. Health education was also provided to health cadres and mothers of toddlers regarding child growth. The program was conducted in Gedawang Village, Semarang Results indicated that the program effectively increased parents' and health cadres' understanding of using the IPIN application for growth monitoring. Several children requiring further monitoring were identified, allowing for timely intervention. In conclusion, the program successfully raised awareness about the importance of growth screening and the role of digital tools in monitoring child development. Recommendations include broadening the promotion of the IPIN application and providing continued training for health cadres and parents to optimize child growth monitoring.
Edukasi Media Leaflet Secara Hybrid dapat Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Komplikasi Ulkus Diabetik: Hybrid Media Leaflet Education Can Enhance Knowledge of The Prevention of Complications from Diabetic Ulcers Majid, Abdul; Ekwantini, Rosa Delima; Suryani, Isti; Sarwo Prayogi, Agus; Laasara, Nurun
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh genetik dan atau kekurangan produksi insulin oleh pankreas, atau oleh tidak efektifnya insulin yang diproduksi. DM banyak menimbulkan komplikasi kardiovaskular, sistem syaraf, ginjal dan mengalami infeksi lainnya. Pengetahuan penyandang DM sebagian besar cukup. Kegiatan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan komplikasi ulkus diabetik pada penyandang DM Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Gamping II Sleman. Edukasi menggunakan media leaflet yang dilakukan secara hybrid secara luring maupun daring pada kelompok penyandang DM tipe 2 di Puskesmas Gamping 2 Sleman sebanyak 63 responden. Pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi melalui leaflet dan e-leaflet sebagian besar berpengetahuan sedang yaitu 28 orang (44,44%). Setelah diberikan edukasi pengetahuan penyandang DM mayoritas berpengetahuan baik yaitu 48 orang (76,19%). Hasil uji statistik nilai p=0,000, artinya terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan penyandang DM di wilayah Puskesmas Gampng II, sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan menggunakan leaflet dan e-leaflet. Media edukasi dengan media leaflet secara daring dan luring dapat meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan komplikasi ulkus diabetik pada penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Gamping II Sleman.   Abstract: Diabetes mellitus is a chronic disease caused by genetic and/or insufficient production of insulin by the pancreas or by ineffective insulin production. DM causes many cardiovascular complications, including nervous system, kidneys, and other infections. The knowledge of the DM is mostly sufficient. Event to increase knowledge in the prevention of complications of diabetic ulcers in patients with type 2 DM in the Puskesmas Gamping II Sleman. Education using a media leaflet that is performed hybridly, either online or with a group of people with type 2 DM in Puskesmas Gamping II Sleman, as many as 63 respondents. Patients with type 2 diabetes mellitus knowledge before given education through leaflets and e-leaflets is mostly knowledgeable; the average is 28 people (44.44%). After being given education, well-known majority is 48 people (76.19%). p = 0.000, which means that there is a significant difference in the level of knowledge of the DM in the Puskesmas Gampng II before and after giving education using leaflets and e-leaflets. Educational media with online and offline media can enhance knowledge in the prevention of complications of diabetic ulcers in patients with type 2 diabetes mellitus in the Puskesmas of Gamping II Sleman.
Peningkatan Kedatangan dan Penekanan Angka Stunting Kelurahan Jawa Melalui Program "Cegah Stunting Sebelum Genting": Increasing Arrivals and Reducing Stunting Rates Kelurahan Jawa Through the "Prevent Stunting Before It’s Critical" Program Farah Azizzah Fardal; Alfian Ananda Putra; Devi Indrian Ningsih; Jihan hasna Quroru’aini; Fitria Ayu Cahyani; Annin Dya Maina; Riska Aulia Ratnadilla; Anidya Magfirah Abdullah; Lucky Wilson Immanuel Siregar; Sulistiawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting telah menjadi masalah kesehatan global yang perlu ditindaklanjuti agar tidak mengakibatkan penurunan pertumbuhan, meningkatkan risiko kesakitan, kematian, dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Pada Kegiatan ini, kami mengidentifikasi adanya masalah pendataan stunting di Kelurahan Jawa yang merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dibuat program “Cegah Stunting sebelum Genting”. Kegiatan ini dimulai dari pendataan, pemeriksaan antropometri serta edukasi secara door to door kemudian dilaporkan dalam kegiatan rembuk stunting. Hasil dari pendataan didapatkan kenaikan 10% pada cakupan partisipasi masyarakat (D/S) pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni. Didapatkan total D/S bulan Juli adalah 62,78% sedangkan padabulan Juni adalah 52,3%. Hasil pendataan tersebut dilaporkan dalam kegiatan rembuk stunting. Didapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan orang tua yang jarang ke posyandu yaitu pembuatan edaran dari pimpinan kelurahan untuk mengaktifkan door to door melalui aparat kelurahan, serta mengaktifkan kembali TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) sehingga dapat membantu mengingatkan orang tua agar datang ke posyandu di setiap bulannya agar D/S di Kelurahan Jawa meningkat.   Abstract: Stunting has become a global health problem that needs to be followed up so as not to result in decreased growth, increased risk of morbidity, death, and obstacles to growth, both motor and mental. In this activity, we identified the issue of stunting data collection in Kelurahan Jawa, which is one of the subdistricts in Kutai Kartanegara Regency. To solve this problem, a program "Prevent stunting before it's critical" was created. This activity started with data collection, anthropometric examination and door to door education and then reported in stunting counseling activities. The results of the data collection showed an increase of 10% on the scope of community participation (D/S) in July compared to June. The total D/S in July was 62.78% while in June it was 52.3%. The results of the data collection were reported in stunting rembuk activities. A solution was found to overcome the problem of parents who rarely go to the posyandu, namely reactivating the TPPS (Team for the Accelerationof Stunting Reduction) so that it can help remind parents to come to the posyandu every month so that the D/S in Kelurahan Jawa increases.
Pelatihan Penanganan Nyeri Dismenorea dengan Aromaterapi Lemon dan Murattal Al-Quran pada Remaja di Dusun Guyangan Wonolelo Pleret Bantul: Training for Dysmenorrhore Pain Management with Lemon Aromatherapy and Murattal Al-Quran for Adolescents in Guyangan Wonolelo Village Pleret Bantul Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Suniarti Sunny
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah dalam kesehatan reproduksi remaja adalah dismenorea. Dismenorea dapat menyebabkan aktivitas mereka disekolah terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi islami dengan menggunakan terapi murattal dan aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea skala ringan-sedang di Dusun Guyangan Wonolelo. Jumlah pesertanya sebanya 20 remaja. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, PPT dan aromaterapi lemon. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “cukup” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 4,35 menjadi 1,65. Kesimpulanya adalah kegiatan pengabdian yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan remaja dalam menangani nyeri dismenorea.   Abstract: One of the problems in adolescent reproductive health is dysmenorrhoea. Dysmenorrhea can cause their activities at school to be disrupted and it is not uncommon for them to miss school. This problem needs to be addressed so that it does not disrupt teenagers' activities. One of the actions is to introduce Islamic non-pharmacological therapy using murattal therapy and aromatherapy. The aim of this activity was to introduce and apply the non-pharmacological therapy of Murattal Surat Ar-Rahman and lemon aromatherapy to treat dysmenorrhoea. This community service activity was carried out using community-based research principles. The service activities carried out were by providing counseling and practicing directly (lecture, discussion, demonstration & re-demonstration methods). The targets of this service activity were teenagers who experience mild-moderate dysmenorrhoea. The number of participants was 20 teenagers. The evaluation results showed an increase in the knowledge category from initially the majority in the "sufficient" category to the "good" category. Apart from that, when put into practice there was a decrease in the average dysmenorrhoea pain score from 4.35 to 1.65. The conclusion was that the service activities carried out are effective in increasing teenagers' knowledge and abilities in dealing with dysmenorrhoea pain.
Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Diabetes Militus Guna Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Remaja (Studi Kasus Desa Sarwodadi, Kec. Comal, Kab. Pemalang): Health Counseling to Prevent Diabetes Militus to Increase Adolescent Health Awareness (Study in Sarwodadi Village, Comal Subdistrict, Pemalang Regency) Alviyanto, Fani; Putri Qurrotul Uyuni; Fudhla Haqiqiyah; Zahrohtul Laela; Nalim
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus merupakan suatu kondisi kesehatan yang kian mengancam berbagai lapisan masyarakat, termasuk juga bagi remaja. Hal ini tentunya memerlukan pendekatan untuk melakukan pencegahan yang efektif untuk mengurangi resiko perkembangan penyakit ini pada usia muda. Program penyuluhan kesehatan yang diimplementasikan di Desa Sarwodadi memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya diabetes mellitus serta factor risiko yang menyertainya. Kegiatan ini menyasar para generasi muda di Desa Sarwodadi yang didominasi dari pelajar IPNU dan IPPNU. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2024 di Balai desa Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, kegiatan ini memanfaatkan metode penyuluhan kesehatan yang terstruktur, pengecekan tensi secara gratis untuk peserta remaja putri, dan sesi diskusi interaktif yang secara langsung melibatkan para peserta. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk mendalami pentingnya pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang rutin, dan gaya hidup sehat sebagai langkah preventif. Evaluasi efektifitas kegiatan ini dilakukan dengan menilai perubahan pengetahuan dan kesadaran peserta sebelum dan juga sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang diabetes mellitus dikalangan peserta dan juga adanya dorongan yang kuat untuk melakukan gaya hidup sehat, yang menandakan keberhasilan program dalam mencapai tujuan yang diinginkan.   Abstract: Diabetes mellitus is a health condition that increasingly threatens various levels of society, including teenagers. This of course requires an effective preventive approach to reduce the risk of developing this disease at a young age. The health education program implemented in Sarwodadi Village aims to increase teenagers' understanding of the dangers of diabetes mellitus and the risk factors that accompany it. This activity targets the young generation in Sarwodadi Village who are dominated by IPNU and IPPNU students. This activity took place on August 28 2024 at the Sarwodadi village hall, Comal District, Pemalang Regency. This activity utilized structured health education methods, free blood pressure checks for young female participants, and interactive discussion sessions that directly involved the participants. This initiative aims to explore the importance of a balanced diet, regular physical activity and a healthy lifestyle as preventive measures. Evaluation of the effectiveness of this activity was carried out by assessing changes in participants' knowledge and awareness before and after the intervention. The evaluation results show a significant increase in understanding of diabetes mellitus among participants and also a strong encouragement to adopt a healthy lifestyle, which indicates the success of the program in achieving the desired goals.
Penilaian Kualitas Data Individu Rekam Medis Elektronik: Assessment of Individual Data Quality in Electronic Medical Records Resta Dwi Yuliani; Umi Khoirun Nisak
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Rekam medis elektronik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan pasien. Efektifitas dan efisiensi implementasi sistem informasi dapat dilihat melalui kualitas data dan informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada staff Rekam Medis dan IT Rumah Sakit mengenai cara penilaian kualitas data rekam medis elektronik berdasarakan dimensi completeness, uniqueness, validity dan accuracy. Metode yang dugunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan penilaian data pada rekam medis elektronik. Berdasarkan hasil pemaparan materi dan diskusi dengan staf rekam medis dan IT RS NU Tuban dimensi kelengkapan sudah sesuai karena dalam melakukan input data sudah dipastikan lengkap. Dimensi keunikan/ unique telah dipastikan bahwa untuk input data pasien dengan variabel data yang unique adalah NIK sudah sesuai, yaitu setiap 1 NIK hanya dimiliki oleh 1 orang pasien saja (tidak terjadi duplikasi) NIK. Dimensi validity dipastikan bahwa tanggal masuk rumah sakit, tanggal perawatan dan keluar rumah sakit sudah sesuai. Dimensi akurasi/ accuracy sudah sesuai dengan type/ format data. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa di Rumah Sakit NU Tuban kualitas data pada rekam medis elektronik sesuai dengan dimensi completeness, uniqueness, validity dan accuracy.   Abstract: Electronic medical records are expected to improve the effectiveness and efficiency of patient care. The effectiveness and efficiency of information system implementation can be seen through the quality of data and information produced by the system. The purpose of this community service is to provide socialization to the Medical Records and Hospital IT staff regarding how to assess the quality of electronic medical record data based on the dimensions of completeness, uniqueness, validity and accuracy. The methods used in this activity are lectures, discussions and data assessments on electronic medical records. Based on the results of the presentation of materials and discussions with the medical records and IT staff of NU Tuban Hospital, the completeness dimension is appropriate because in inputting data it is ensured to be complete. The uniqueness dimension has been ensured that for patient data input with unique data variables, namely NIK, it is appropriate, namely that each 1 NIK is only owned by 1 patient (no duplication) NIK. The validity dimension ensures that the date of hospital admission, date of treatment and discharge from the hospital are appropriate. The accuracy dimension is in accordance with the data type/format. The conclusion of this activity is that at NU Tuban Hospital the quality of data in electronic medical records is in accordance with the dimensions of completeness, uniqueness, validity and accuracy.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Hipertensi : Health Education About Prevention and Early Detection of Hypertension Disease Ruben, Sethiana Dewi; Santalia Banne Tondok; Suningsih Suabey; Yoel Halitopo; Tandiola, Rosdiana; Marleona Sawamanay; Nuriati Sarlota Auparai
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Penderita hipertensi disertai komplikasi penyakit penyerta akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas akibat gangguan kardiovaskular tersebut. Pentingnya pelayanan kesehatan primer dan tenaga kesehatan dalam menciptakan kesadaran masyarakat agar berperan aktif dalam menyelenggarakan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi, cara penanganan dan pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah, tanya jawab dengan menggunakan media leaflet serta demonstrasi cara pembuatan obat tradisional. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peserta sangat aktif dalam mengikuti kegiatan dan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang hipertensi, pencegahan dan penanganan hipertensi. Sebanyak 7 orang (16%) terdeteksi mengalami hipertensi.  Penting dilakukan penyuluhan secara rutin agar dapat merubah gaya hidup masyarakat yang sebelumnya kurang sehat menjadi sehat dan teratur.   Abstract: Hypertension is one of the cardiovascular diseases with an increasing number of cases. Hypertension sufferers accompanied by complications of comorbidities will increase mortality and morbidity due to cardiovascular disorders. The importance of primary health services and health workers in creating public awareness to play an active role in organizing health education about hypertension. The purpose of community service activities is to increase public understanding of hypertension, how to handle and prevent hypertension. The method used is health education through lectures, questions and answers using leaflets and forcing traditional medicine making methods. The results of community service activities show that participants are very active in participating in activities and there is an increase in participant understanding of hypertension, prevention and treatment of hypertension. A total of 7 people (16%) were found to have hypertension. It is important to carry out counseling routinely in order to change the lifestyle of the community from previously unhealthy to healthy and regular
Edukasi dan Motivasi Ibu Hamil Menggunakan Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Stunting: Education and Motivation For Pregnant Women Using Snakes and Ladders Game to Increase Knowledge About Stunting Prevention Yeni Yulistanti; Angga Sugiarto; Dwi Yuliastuti Prasetyaningtyas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan yang mengancam kualitas hidup penderitanya. Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis menyebabkan anak lebih pendek dari tinggi badan anak seusianya. Stunting dapat menimbulkan masalah fisik berupa hambatan pertumbuhan, masalah kognitif atau kecerdasan dan juga penurunan produktifitas. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan sedini mungkin sejak masa kehamilan. Ibu hamil merupakan calon orangtua yang harus dibekali pengetahuan tentang pengertian stunting, pencegahan stunting dan cara pemberian nutrisi pada 1000 hari pertama kelahiran. Ibu hamil juga perlu diberikan motivasi supaya dapat melakukan upaya pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan, serta memberikan motivasi pada ibu hamil untuk semakin percaya diri dalam melakukan upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Edukasi dilakukan dengan ceramah dan permainan ular tangga, sedangkan motivasi dilakukan dengan ceramah dan senam cinta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan stunting dengan peningkatan skor rata-rata 12,2 yaitu dari rata-rata pre-test 74,6 meningkat menjadi 86,8. Upaya edukasi yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan tingkat pengetahuan responden tentang upaya pencegahan stunting.   Abstract: Stunting is a health problem that threatens the quality of life of its sufferers. The condition of growth failure in children due to chronic malnutrition causes children to be shorter than the height of children their age. Stunting can cause physical problems in the form of growth retardation, cognitive or intelligence problems and also decreased productivity. Efforts to prevent and overcome stunting can be done as early as possible since pregnancy. Pregnant women are prospective parents who must be equipped with knowledge about understanding stunting, preventing stunting and how to provide nutrition in the first 1000 days of birth. Pregnant women also need to be motivated so that they can make efforts to prevent stunting. The purpose of this community service activity is to provide information and increase the knowledge of pregnant women about efforts to prevent stunting since pregnancy, and provide motivation for pregnant women to be more confident in making efforts to prevent stunting since pregnancy. Education is done with lectures and snakes and ladders games, while motivation is done with lectures and love exercises. The results of the activity showed an increase in the knowledge of pregnant women about stunting prevention efforts with an increase in the average score of 12.2, from the pre-test average of 74.6 to 86.8. Education and motivation have been proven to increase the level of knowledge of respondents about stunting prevention.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Gizi dan Stunting di Wonosari, Gunungkidul, DIY: Improving Knowledge of Nutrition and Stunting in Wonosari, Gunungkidul, DIY Virginia, Dita Maria; Wakitha, Stephanus Satria Wira; Immanuel, Handika; Rohmahtika, Amanda; Travita, Anggi Silva; Djunaedi, Jeniffer Kalyana Paramita; Jannah, Widyatul; Pero, Veronika Giuliany
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan problem kesehatan masyarakat yang belum dapat dituntaskan. Stunting dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan mengenai stunting dan gizi yang baik untuk pencegahan stunting. Program pengabdian bertujuan untuk  pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan suplementasi vitamin dalam mencegah stunting. Angka stunting di Desa Baleharjo masih tinggi. Metode kegiatan pengabdian berupa participatory action service karena melibatkan Puskesmas Wonosari II dengan wilayah kerja Desa Baleharjo, Wonosari. Kegiatan berupa penyuluhan kepada kader dan ibu yang memiliki anak balita serta terdapat kegiatan pendampingan untuk ibu dan anak. Hasil penyuluhan menunjukkan pengetahuan mengenai (1) hal yang harus dilakukan pada periode 1000 HPK (p-value=0,00) dan (2) nutrisi terbaik pada MPASI untuk mencegah stunting (p-value=0,02), meningkat secara signifikan. Pengetahuan lain tidak terdapat peningkatan secara signifikan. Saran untuk pengabdian selanjutnya perlu mempertimbangkan pendampingan secara langsung dari waktu ke waktu dengan meningkatkan peran kader. Kegiatan pengabdian selanjutnya juga perlu mempertimbangkan pengukuran terhadap luaran utama berupa penurunan angka stunting ataupun perubahan perilaku.   Abstract: Stunting is a public health problem that has not been resolved. Stunting is influenced by the lack of knowledge about stunting and good nutrition to prevent stunting. The community service program aimed to provide community knowledge related to the importance of balanced nutritional intake and vitamin supplementation in preventing stunting. The stunting rate in Baleharjo Village is still high. The community service activity method was participatory action service because we involved the Wonosari II Health Center which their working area is ??Baleharjo Village, Wonosari. Activities included counseling for cadres and mothers who have a children aged below 5 years old, and there were mentoring activities for mothers and children. The results of the counseling showed that knowledge about (1) things should to do in the 1000 FDB period (p-value = 0.00) and (2) the best nutrition in MPASI to prevent stunting (p-value = 0.02), has increased significantly. Other knowledge did not increase significantly. Suggestions for further community service need to consider direct mentoring from time to time by increasing the role of cadres. It should consider the measurement of primary outcomes such as the reduction in the number of stunted children or behavioral changes.
Pelatihan Efektif dan Komprehensive Bagi Kader dalam Rangka Zero Tuberculosis: Effective and Comprehensive Training for Cadres in The Context Of Zero Tuberculosis Sukatemi; Ester; Ardiansa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, Provinsi Papua Tengah. Tingginya kasus TB membutuhkan pemberdayaan Kader untuk mencapai Zero Tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan peran aktif Kader dalam mengimplementasikan 4T (Terdaftar, Terdiagnosis, Terobati, Terpantau). Metode pelatihan yang digunakan mencakup penyampaian materi secara interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi kasus untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam skrining serta pemantauan pasien TB. Selain itu, pendampingan dilakukan melalui supervisi langsung, monitoring berkala, dan evaluasi kinerja kader guna memastikan implementasi 4T berjalan secara optimal. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah 36 kader dari Desa Wanggar Sari, Kecamatan Wanggar, yang berperan sebagai ujung tombak dalam upaya eliminasi TB di komunitas mereka. Hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari 8 orang (22,22%) bernilai baik setelah pelatihan menjadi 28 orang (77,78%) dan keterampilan kader terkait penanganan TB nilai baik setelah pelatihan dari 12 orang (33,33%) menjadi 28 orang (77,78%). Penerapan 4T oleh kader juga terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah pasien yang terdaftar, terdiagnosis, terobati, dan terpantau dengan baik.   Abstract: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is a public health problem in Central Papua Province. The high number of TB cases requires cadre empowerment to achieve Zero Tuberculosis. The aim of community service is to increase the capacity and active role of cadres in implementing the 4Ts (Registered, Diagnosed, Treated, Monitored). The training methods used included interactive material delivery, group discussions, and case simulations to improve cadres' understanding and skills in screening and monitoring TB patients. In addition, assistance is provided through direct supervision, periodic monitoring, and evaluation of cadre performance to ensure optimal implementation of the 4Ts. The targets of this service activity are 36 cadres from Wanggar Sari Village, Wanggar Sub-district, who act as the spearhead in TB elimination efforts in their community. The community service results showed a significant increase in knowledge from 8 people (22.22%) with good grades after training to 28 people (77.78%) and cadres' skills related to TB handling with good grades after training from 12 people (33.33%) to 28 people (77.78%). The application of the 4Ts by cadres was also shown to be effective in increasing the number of patients registered, diagnosed, treated, and monitored properly.