cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 166 Documents
Edukasi Jajanan Sehat dengan Metode Kartu Berpasangan Kepada Santri TPQ Miftahul Abidin Mojoagung, Jombang: Healthy Snack Education Using The Matching Card Method for Students of TPQ Miftahul Abidin Mojoagung, Jombang Diba, Nadia Farah; Atika Nur Fadilla; Alfi Rahmatillah Nur Fithriah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kesehatan anak usia sekolah menjadi perhatian penting karena pada masa ini mereka rentan mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, yang dapat berdampak pada tumbuh kembang dan risiko penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam memilih jajanan sehat melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di TPQ Miftahul Abidin, Mojoagung, Jombang, dengan melibatkan 41 santri berusia 6–13 tahun. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, dan permainan edukatif “Kartu Berpasangan” yang dirancang untuk membantu peserta mengenali ciri-ciri jajanan sehat dan tidak sehat. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan peserta dan evaluasi respons sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif dari peserta. Media permainan terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memperkuat pemahaman anak terhadap materi. Edukasi ini juga memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku anak dalam memilih jajanan yang aman dan bergizi. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, dan penjual jajanan dalam mendukung kebiasaan konsumsi sehat di lingkungan TPQ.   Abstract: The health of school-aged children is a critical concern, as they are prone to consuming unhealthy snacks that can negatively affect their growth and increase the risk of disease. This community service activity aimed to enhance children's knowledge and awareness in choosing healthy snacks through a fun and educational approach. The activity was conducted in June 2025 at TPQ Miftahul Abidin, Mojoagung, Jombang, involving 41 students aged 6–13 years. The methods used included lectures, interactive discussions, and an educational game called "Matching Cards," designed to help participants recognize the characteristics of healthy and unhealthy snacks. Data were collected through observation of participants' engagement and pre- and post-activity responses. The results showed an increase in both knowledge and active participation. The use of game-based media proved effective in creating an enjoyable learning environment and reinforcing children’s understanding of the material. This educational activity also had a positive impact on the attitudes and behaviors of children in selecting safe and nutritious snacks. The success of this program highlights the importance of collaboration among health workers, educators, parents, and snack vendors in promoting healthy eating habits within the TPQ environment.
Penerapan Swamedikasi Obat Modern dan Obat Tradisional Penyakit Gastritis pada Kader Kesehatan SMAN 12 Pontianak: Implementation of Self-Medication Practices Using Modern and Traditional Medicines for Gastritis Among Health Cadres at SMAN 12 Pontianak Sinaga, Clara Ritawany; Kusharyanti, Indri; Aprianti, Indah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh remaja terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan stres. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala gastritis ringan adalah melalui pengobatan sendiri. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat modern dan tradisional untuk gastritis dapat meningkatkan risiko terjadinya medication error. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa sebagai kader kesehatan mengenai pengobatan sendiri gastritis secara rasional melalui edukasi berbasis terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 12 Pontianak dengan melibatkan 25 siswa yang tergabung ke dalam kader kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi klasikal, diskusi, penggunaan alat demonstrasi obat, dan pengisian angket pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 58,8 (pretest) menjadi 77,6 (posttest). Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kegiatan mencapai 87,2% yang menunjukkan bahwa metode edukasi diterima dengan baik dan dinilai bermanfaat. Pendidikan pengobatan sendiri gastritis berbasis farmakologi dan bahan alami secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan siswa. Program ini efektif dan dapat digunakan sebagai model untuk pendidikan serupa di lingkungan sekolah lainnya.   Abstract: Gastritis is one of the most common digestive disorders experienced by adolescents, primarily due to irregular eating habits and stress. One strategy to manage mild gastritis symptoms is self-medication. However, the low level of adolescent knowledge regarding the use of modern and traditional medicines for gastritis can increase the risk of medication errors. This community service activity aimed to enhance students' understanding, as health cadres, of rational self-medication for gastritis through education based on pharmacological and non-pharmacological therapy. The program was conducted at SMAN 12 Pontianak, involving 25 students who serve as school health cadres. The implementation methods included classical education sessions, discussions, the use of drug demonstration tools, and the administration of pre- and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. There was an increase in the average student knowledge score from 58.8 (pre-test) to 77.6 (post-test). In addition, the satisfaction rate with the activity reached 87.2%, indicating that the educational methods were well-received and considered beneficial. Pharmacology- and natural product-based self-medication education significantly improved the knowledge of student health cadres. This program proved to be effective and could serve as a model for similar educational initiatives in other school settings.
Membangun Generasi Berencana Melalui Genre Talks Berbasis Peer Educator di Desa Loa Ulung: Building A Planned Generation Through Peer Educator-Based Genre Talks in Loa Ulung Village Hazizah Tausia Abdania; Nurfadilla; Susanti, Rahmi; Arya Yuliansyah Putra; Diva Nabilah Anggraeni; Nadya Zahira Shafa; Yerita Adellia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja adalah kelompok usia yang sangat mudah terpengaruh oleh berbagai masalah sosial seperti pernikahan di usia muda, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan infeksi menular seksual. Program “Genre Talks: Aku Masa Depanku” yang diadakan oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan remaja di Desa Loa Ulung tentang pentingnya merencanakan masa depan yang terencana dan kesehatan reproduksi, meliputi pemutaran film edukasi, penyampaian materi terkait narkoba dan perancangan masa depan, serta lomba interaktif “Ranking 1” yang dirancang untuk menciptakan pendidik sebaya. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test dan post-test dengan menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (Z = -6.280, p < 0.001), mengindikasikan efektivitas program dalam peningkatan kesadaran remaja. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan menjadikan kegiatan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan berbasis komunitas yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual sebagai luaran.   Abstract: Adolescents are an age group that is highly susceptible to various social issues such as early marriage, drug abuse, and sexually transmitted infections. The "Genre Talks: My Future“ program held by students from the Faculty of Public Health, Mulawarman University, aims to increase the awareness of adolescents in Loa Ulung Village about the importance of planning for the future and reproductive health, including educational film screenings, presentations on drugs and future planning, and an interactive ”Ranking 1" competition designed to create peer educators. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (Z = -6.280, p < 0.001), indicating the effectiveness of the program in raising awareness among teenagers. The interactive and fun approach made this activity effective as a community-based health education medium, which has been registered as an intellectual property output.
Pelatihan Pengelolaan DM Menuju Lansia Sehat Bahagia di Wilayah Pesisir Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur: DM Management Training Towards Happy Healthy Elderly in The Coastal Area of Kalanganyar Village, Sedati, Sidoarjo, East Java. Farida, Imroatul; Dedi Irawandi; Dul Majid; Nuh Huda; Christina Yuliastuti; Ceria Nurhayati; Nur Muji Astuti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di Indonesia menimbulkan berbagai komplikasi kronis, salah satunya adalah luka kaki diabetik (diabetic foot ulcer) yang dapat menyebabkan amputasi bila tidak ditangani dengan baik. Lansia sebagai kelompok usia dengan penurunan fungsi fisiologis memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui edukasi dan pelatihan pengelolaan DM yang komprehensif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengelola penyakit diabetes serta melakukan perawatan kaki diabetik secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 13–14 November 2024 di Balai Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pemeriksaan dan perawatan kaki diabetik, serta senam kaki diabetes. Sasaran kegiatan adalah para lansia yang tergabung dalam kelompok Posyandu Lansia Desa Kalanganyar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian, faktor risiko, komplikasi, serta teknik perawatan kaki pada penderita diabetes. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan pemeriksaan kaki diabetik dan memilih alas kaki yang sesuai. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lansia dalam pengelolaan diabetes serta pencegahan komplikasi kaki diabetik. Diharapkan kegiatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan tenaga kesehatan dan perangkat desa guna menciptakan lansia yang sehat dan bahagia.   Abstract: The increasing incidence of Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia has led to various chronic complications, one of which is diabetic foot ulcers that can result in amputation if not properly managed. The elderly, as a population group experiencing a decline in physiological function, are at higher risk of developing this condition. Therefore, preventive efforts through education and comprehensive diabetes management training are essential. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of elderly individuals in managing diabetes and performing diabetic foot care independently. The program was conducted over two days, from November 13–14, 2024, at the Kalanganyar Village Hall, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java. The methods used included health education sessions, interactive discussions, demonstrations of diabetic foot examination and care, and diabetic foot exercise sessions. The target participants were elderly individuals registered in the Posyandu Lansia (elderly health post) group of Kalanganyar Village. The results showed an increase in participants’ understanding of diabetes definition, risk factors, complications, and proper techniques for diabetic foot care. Moreover, participants were able to demonstrate diabetic foot examination and appropriately select footwear. This activity had a positive impact on raising awareness among the elderly about diabetes management and the prevention of diabetic foot complications. It is expected that similar programs will continue with the support of healthcare professionals and local authorities to promote healthy and happy aging.
Penyuluhan Pemantauan Jentik Berkala Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru : Counseling on Periodic Larva Monitoring As An Effort to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever in The Working Area of The Sidomulyo Community Health Center, Pekanbaru City Herlina Susmaneli; Denai Wahyuni; Nurhaina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Faktor yang dapat meningkatkan resiko Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu perubahan iklim, faktor lingkungan fisik dan lingkungan alami. Selain faktor iklim, faktor lain yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah keberadaan jentik nyamuk. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Puskesmas Sidomulyo merupakan Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi pada tahun 2024. Puskesmas Sidomulyo Rawat jalan ini mengalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup signifikan dari tahun 2023 sampai tahun 2024. Pada tahun 2023 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan sebanyak 21 kasus. Sementara itu, hingga bulan oktober pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus. Angka Bebas Jentik (ABJ) tercatat hanya sebesar 4.3%, yang jauh dibawah standar minimal yang diharapkan ( standar ABJ sebesar 95% atau lebih). Melihat kondisi ini, maka pengabdi berinisiatif melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pemantauan jentik sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu puskesmas dalam meningkatkan angka bebsa jentik dan menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pemantauan jentik nyamuk dan penyuluhan setelah penyuluhan dilakukan pemantauan jentik lagi. Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara melakukan pemantauan jentik nyamuk ke rumah masyarakat. Sasaran dari kegiatan ini adalah rumah-rumah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas untuk dilakukan pemantauan jentik nyamuk. Hasil yang didapatkan Angka Bebas Jentik 100%.   Abstract: Factors that can increase the risk of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) are climate change, physical environmental factors and the natural environment. Apart from climatic factors, another factor related to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the presence of mosquito larvae. Based on data from the Pekanbaru City Health Service, the Sidomulyo Health Center is the health center with the highest number of cases in 2024. The Sidomulyo Outpatient Health Center experienced a significant increase in cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) from 2023 to 2024. In 2023, there were 21 cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) at the Outpatient Sidomulyo Health Center. Meanwhile, until October 2024 there was an increase of 52 cases. The Larval Free Rate (ABJ) was recorded at only 4.3%, which is far below the expected minimum standard (ABJ standard of 95% or more). Seeing this condition, researchers took the initiative to provide community service to carry out outreach and larva monitoring activities as an effort to prevent and eradicate dengue hemorrhagic fever. It is hoped that this activity can help community health centers in increasing larvae rates and reducing the incidence of dengue hemorrhagic fever. The method used in this service is monitoring mosquito larvae and after counseling, monitoring larvae is carried out again. This service is carried out by monitoring mosquito larvae in people's homes. The targets of this activity are people's homes in the Puskesmas working area for monitoring mosquito larvae. The results obtained are then calculated 100% as to the larvae free number.  
Edukasi Kesehatan Jiwa Komunitas untuk Upaya Meningkatkan Kemandirian dan Kualitas Hidup ODGJ di Yayasan Al Fateh Kota Batam: Community Mental Health Education to Enhance Independence and Quality of Life of People with Mental Disorders at Al Fateh Foundation in Batam City Kesumawardani, Nadya Ulfa; Angriawan; Trisya Yona Febrianti; Dedi Fatrida; Yanti Girsang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh yang sering kali kurang mendapat perhatian. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami hambatan dalam fungsi sosial, emosional, dan kemandirian sehingga berdampak pada kualitas hidupnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ODGJ serta pengasuh melalui edukasi kesehatan jiwa komunitas di Yayasan Al Fateh Kota Batam. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, edukasi kesehatan jiwa, pelatihan keterampilan perawatan diri, dan terapi aktivitas kelompok sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perawatan diri dan komunikasi sosial pada ODGJ serta peningkatan pemahaman caregiver dalam memberikan dukungan psikososial. Sasaran dalam kegiatan ini ialah caregiver dan orang dengan gangguan kejiwaan (OGDJ) dengan total 27 peserta. Kesimpulannya, edukasi kesehatan jiwa komunitas efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup ODGJ di lingkungan Yayasan Al-Fateh.   Abstract: Mental health is an essential component of overall well-being that is often overlooked. People with Mental Disorders (PWMD) experience difficulties in social, emotional, and functional independence, which significantly affect their quality of life. This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of PWMD and their caregivers through community-based mental health education at the Al Fateh Foundation in Batam City. The implementation methods included initial observation, mental health education, self-care skills training, and simple group activity therapy. The results indicated an improvement in self-care abilities and social communication among PWMD, as well as an increased understanding of psychosocial support among caregivers. In conclusion, community mental health education is effective in enhancing the independence and quality of life of PWMD within the Al Fateh Foundation environment