cover
Contact Name
Prima Daniyati Kusuma
Contact Email
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6285701512299
Journal Mail Official
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No. 26 Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Notokusumo
ISSN : 23384514     EISSN : 28081781     DOI : 10.53423
Jurnal Keperawatan diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Notokusumo. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Juni - Desember. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian dan kajian dalam bidang ilmu keperawatan.
Articles 112 Documents
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI : SEX HEALTH EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS Endar Timiyatun; Siti Aisyah Humairah; Eka Oktavianto
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.141 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada saat ini seks bebas adalah salah satu masalah yang melanda remaja di Indonesia. Hal ini terjadi karena pergaulan bebas, pengaruh media, keadaan lingkungan masyarakat, tidak berpegang teguh pada agama dan kurangnya perhatian orang tua. Pentingnya pendidikan seks pada remaja merupakan salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para remaja saat ini. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman didapatkan hasil bahwa santriwati belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang seks bebas. Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan seks terhadap tingkat pengetahuan remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu pre eksperiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri kelas III sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara total sampling yaitu maka sampel pada penelitian ini sebanyak 49 orang karena salah satu responden tidak hadir. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman.   Background: At this time free sex is one of the problems that hit teenagers in Indonesia. This happens because of promiscuity, the influence of the media, the state of the community environment, not adhering to religion and lack of parental attention. The importance of sex education in adolescents is one solution in dealing with the problems experienced by teenagers today. Based on a preliminary study conducted by researchers at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman, it was found that female students had never received health education about free sex. Objective: To know the effect of sex health education on the level of knowledge of adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman. Methods: The research used is a pre eksperiment with a research design of One Group Pretest Posttest. The population used in this study was 50 students of Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri in class III. Sampling in this study by means of total sampling, namely the sample in this study as many as 49 people because one of respondent is not present. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis using Wilcoxon test. Result: The results of the analysis showed that there were differences in the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescents at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman with a p value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant effect on the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman.
LITERATURE REVIEW PENGARUH PERAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN GIZI TERHADAP ANAK TODDLER DENGAN STUNTING: FAMILY ROLE IN INFLUENCING NUTRITION FOR STUNTING TODDLER : LITERATURE REVIEW Sekar Nur Utami; Tri Arini; Dwi Juwartini; Eddy Murtoyo
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.855 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah anak stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, termasuk di Indonesia. Masalah kesehatan anak tak lepas dari peran utama orangtua dalam keluarga. Peran keluarga dalam pemberian gizi pada anak stunting ini menjadi hal yang perlu dioptimalkan. Tujuan: mengidentifikasi peran keluarga dalam pemberian gizi terhadap anak toddler dengan stunting. Metode: penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan studi kepustakaan atau literature review. Menggunakn sumber data base google scholar Hasil: Hasil penelusuran 482 artikel diseleksi dari Google Scholar mulai tahun 2016-2022 berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 6 artikel, kemudian diskrining didapatkan 3 artikel. Keseluruhan artikel yang didapat menjelaskan aspek pengaruh konseling gizi terhadap pemberian gizi anak stunting, pola makan anak balita stunting dan peran keluarga. Kesimpulan: Ketiga artikel menjelaskan peran keluarga berpengaruh terhadap stunting dalam mengatur pola makan balita, pemberian gizi dengan frekuensi makan 3-4 kali makanan utama dan 1-2 kali makanan selingan. Jenis peran keluarga digolongkan sebagai motivator, educator dan fasilitator dalam pola makan anak stunting.   Background: One of the global nutritional issues, including in Indonesia, is the issue of stunting in children. Children's health issues cannot be separated from the fundamental role of parents in the family. The role of the family in providing nutrition to stunted children must be optimized. Aim: This  study  aims to identify the role of the family in providing nutrition to toddlers with stunting. Methods: this research is a study using a literature review.The databases used are Google Scholar with research articles published from 2016-2022. Results: Based on inclusion criteria, the search results of 482 publications chosen from Google Scholar between 2016 and 2022 yielded 6 articles, of which 3 were subsequently screened. The whole paper that was acquired discusses several aspects of the effect of nutritional counseling on the provision of nutrition for stunted children, the diet of stunted children under five, and the role of the family. Conclusion: The three articles show that the family's role in regulating toddler dietary patterns and providing nutrition with a frequency of eating 3-4 main meals and 1-2 snacks affects the incidence of stunting. In the diet of stunted children, the type of family role is categorized as a motivator, educator, and facilitator.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA : THE CORRELATION BETWEEN THE ADOLESECENT’S KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA AND THE INCIDENCE OF ANEMIA IN FEMALE STUDENTS Dwi Susanti; Ellita Alifia Nadiawati
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.313 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah kondisi jumlah haemoglobin kurang dari normal. Pada remaja putri masa pubertas berisiko tinggi anemia karena kehilangan zat besi saat haid. Remaja putri yang mengalami anemia dapat terbawa saat kehamilan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan perdarahan saat kehamilan, persalinan dan berat badan lahir rendah. Pengetahuan tentang anemia perlu dimiliki oleh remaja putri dalam upaya pencegahan kejadian anemia. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam pembentukan tindakan seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik cross sectional. Sampel penelitian ini siswi SMA Negeri 1 Godean sebanyak 81 sampel yang diambil menggunakan dua teknik yaitu purposive sampling dan probability sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang anemia dan alat pengukur hemoglobin. Analisis data menggunakan Uji Statistik Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan anemia remaja pada siswi di SMA Negeri 1 Godean mempunyai pengetahuan baik sebanyak 71 orang (87,7%).  Siswi di SMA Negeri 1 Godean didominasi oleh siswi yang tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 43 orang (53,1%).  Berdasarkan hasil analisis Somers’d diperoleh nilai p=0,779 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang anemia remaja dengan kejadian anemia pada siswi di SMA Negeri 1 Godean.   Background: Anemia is a condition where the amount of hemoglobin is less than normal. Puberty has a high risk of anemia due to iron loss during menstruation. Young women who experience anemia can suffer from it later in their pregnancy. This condition can cause bleeding during delivery. Knowledge about anemia needs to be possessed by young women as an effort to prevent the incidence of anemia. Knowledge is a very important domain in shaping one's actions. Objective: This research aims to find out the correlation between the knowledge about anemia and the incidence of anemia in adolescent girls at SMA (Senior High School) Negeri 1 Godean. Method: This quantitative research was conducted using cross-sectional analytical research design. The sample of this research was 81 students of SMA Negeri 1 Godean taken using two sampling techniques, namely purposive sampling and probability sampling. Data analysis using Somers'd statistical test. Results: The results show that the knowledge of the adolescent about anemia in the students at SMA Negeri 1 Godean has been good amounted to 71 people (87.7%). The students at SMA Negeri 1 Godean are dominated by those who do not experience anemia as many as 43 people (53.1%). Based on the results of Somers'd analysis, the value of p = 0.779 (p > 0.05). Conclusion: There is no correlation between the knowledge of the adolescent about anemia and the incidence of anemia in female students at SMA Negeri 1 Godean.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD DAN TK BHAKTI SIWI PURWOREJO: THE CORRELATION BETWEEN SMARTPHONE USE AND DEVELOPMENT OF CHILDREN OF PRESCHOOL AGE IN PAUD AND TK BHAKTI SIWI PURWOREJO Siti Fatimah; Masta Hutasoit
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.357 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone pada anak prasekolah dapat menyebabkan ganguan perkembangan apabila tidak memperhatikan batasan waktu. Tujuan Penelitian: Dalam Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penggunaan smartphone dengan perkembangan anak di TK Bhakti Siwi Purworejo. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 siswa, yang diperoleh dengan cara total sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah dengan kuesioner KPSP dan kuesioner durasi penggunaan smartphone. Analisis data yang digunakan untuk melihat korelasi menggunakan uji Somers’d dengan ? 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak menggunakan smartphone dengan durasi rendah sebanyak 86,7% anak dengan perkembangan sesuai dan sebanyak 75% pengguna smartphone dengan durasi tinggi dengan perkembangan meragukan. Pengolahan data dengan uji Somers’d didapatkan nilai p = 0,036 <0,05 dengan arti bahwa terdapat  hubungan antara penggunaan smartphone dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD dan TK Bhakti Siwi Purworejo dengan nilai korelasi r = 0,288. Kesimpulan: Semakin tinggi durasi anak menggunakan smartphone, maka semakin banyak anak dengan perkembangan meragukan. Anak boleh menggunakan smartphone namun tetap dalam pengawasan dan memperhatikan batasan waktu.   Background: The use of smartphones in preschool children can lead to developmental disorders. It happens when in the use of smartphones people do not pay attention to time limit. So, it can cause smartphone addiction which can have an effect on the development of preschool-age children. Research Objective: This study aims to see the correlation between smartphone use and child development in TK (Kindergarten) Bhakti Siwi Purworejo. Research Method:  This study used descriptive method with cross sectional approach.  The sample used in this study was 44 students, which was obtained by means of total sampling. The research instrument used was KPSP questionnaire and questionnaire for the duration of smartphone use.  The data analysis used to see correlation was Somers'd test with ? 0.05. Research Result: The result showed that most children using smartphones in short duration were as many as 86.7% of the children with appropriate development and as many as 75% of the smartphone users in long duration with dubious development.  The data processing with the Somers'd test obtained p value = 0.036 <0.05 meaning that there was a correlation between smartphone use and the development of preschool-age children in PAUD (preschool) and TK Bhakti Siwi Purworejo with correlation value r = 0.288. Conclusion: The longer the duration of smartphone use, the higher the risk of developmental deviations in children. Children can use smartphones, but they should remain under supervision and pay attention to time limit.
PENGELOLAAN HIPERTERMIA PADA ANAK PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TYPHOID: MANAGEMENT OF HYPERTHERMIA IN PRE-SCHOOL CHILDREN WITH TYPHOID FEVER Ricky Novianto Putra; Eka Adimayanti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.523 KB)

Abstract

Demam  typhoid  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  bakteri  salmonella typhi  yang  mencemari  makanan  atau  minuman  yang  dikonsumsi  manusia. Pasien  yang  mengalami  demam  typhoid  biasanya  disertai  gejala  demam  tinggi  atau  hipertermia  lebih  dari  7 hari. Hipertermia  adalah  peningkatan  suhu  tubuh  melebihi  batas normal. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang pengelolaan  hipertermia  pada  anak  pra sekolah  dengan  riwayat  demam  typhoid  di desa  Kebowan  Suruh. Metode  penulisan  Karya  Tulis  Ilmiah  ini  menggunakan metode deskriptif  dengan  pendekatan asuhan  keperawatan  yang  meliputi  pengkajian, intervensi  keperawatan, implementasi  keperawatan  dan  evaluasi  keperawatan. Pengelolaan hipertermia  selama  3  hari  dengan  melakukan  tindakan  keperawatan  meliputi  mengidentifikasi  penyebab  hipertermia, mengukur suhu tubuh, menyediakan lingkungan yang dingin, memberikan cairan oral, melakukan  pendinginan  eksternal  dan  memberikan  obat  farmakologi. Pengelolaan selama 3 hari dengan tindakan keperawatan berhasil membantu pasien. Pasien mengalami penurunan suhu tubuh hingga batas normal dengan hasil yang didapat 36,6° C, maka dapat disimpulkan bahwa masalah hipertermia dapat teratasi. Saran bagi keluarga agar lebih mengetahui bagaimana cara penanganan demam pada anak dengan riwayat demam typhoid   Typhoid fever is a disease caused by salmonella typhi bacteria that contaminate food or drinks consumed by humans. Patients with typhoid fever are usually experience high fever or hyperthermia for more than 7 days. Hyperthermia is an increase in body temperature beyond normal limits. The purpose of writing this scientific paper is to provide a description of the management of hyperthermia in pre-school children with a history of typhoid fever in the village of Kebowan Suruh. This scientific paper uses a descriptive method with a nursing care approach that includes assessment, nursing intervention, nursing implementation and nursing evaluation. Management of hyperthermia for 3 days by performing nursing actions include identifying the cause of hyperthermia, measuring body temperature, providing a cold environment, given oral fluids, performed external cooled and given pharmacological drugs. The results was a decrease in body temperature to normal limits with the results obtained 36.6° C. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that the hyperthermia problem can be solved. Suggestions for families to learn more about how to handle fever in children with a history of typhoid fever
GAMBARAN BURNOUT IBU DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN METODE BLENDED LEARNING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA PONOWAREN : THE MOTHER'S BURNOUT IN LEARNING ASSISTANCE CHILDREN WITH BLENDED LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT PONOWAREN Rizqi Wahyu Hidayati; Juwita Novie Andriana
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.12 KB)

Abstract

Latar Belakang: Blended learning diterapkan untuk mendukung percepatan pertemuan tatap muka terbatas, secara tidak langsung menimbulkan permasalahan yang dirasakan orang tua ketika mendampingi anak belajar, seperti perasaan lelah, rendahnya pencapaian diri sendiri dan naiknya perasaan emosional yang dapat memicu adanya burnout. Tujuan Penelitian: Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran burnout ibu dalam pendampingan belajar siswa sekolah dasar dengan metode blended learning selama pandemi COVID-19 di Desa Ponowaren. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan desktiptif. Sampel penelitian ini sebanyak 106 ibu, menggunakan teknik simple ramdom sampling, kriteria inklusi antara lain ibu yang mempunyai anak SD, ibu pendamping utama. Alat pengambilan data berupa kuesioner Parental Burnout Assessment (PBA). Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran burnout ibu mayoritas dalam kategori rendah sebanyak 100 responden (94.3%), sebagian besar ibu adalah ibu rumah tangga (61.3%) berpendidikan SMP (48.1%) dan mendampingi belajar kurang dari 30 menit (52.8%) Kesimpulan: Ibu yang mendampingi belajar anak sekolah dasar di Desa Ponowaren dalam kategori burnout rendah.   Background: Blended learning is applied to support the acceleration of limited face-to-face learning (PTM), indirectly causing issues parents to feel when accompanying children to learn, such as exhaustion, low self-accomplishment and elevated emotional feelings that can lead to burnout. Objectives: This study intended to overview mother burnout in learning assistance for primary school students utilising the blended learning method during the COVID-19 pandemic in Ponowaren Village. Method: This study employed a quantitative method with a descriptive design. This research sample comprised 106 mothers, utilising a simple random sampling technique, and the inclusion criteria were mothers with primary school children and mothers as the primary companion. The data collection instrument applied a Parental Burnout Assessment (PBA) questionnaire and analysed utilised the univariate analysis. Results: The findings indicated that most mothers' burnout descriptions were in the mild category, totalling 100 respondents (94.3%), the percentage of mother with household, junior highschool education, and accompaining less than 30 minutes are bigger than other criterias. There were household (61.3%), junior high school education (48.1%), and accompaniying study less than 30 minutes (52.8%) Conclusion: Mothers accompanying their primary school children to learn in Ponowaren Village fall under the light burnout category.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI DENGAN PERILAKU: RELATIONSHIP OF MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT BREASTFEEDING WITH BEHAVIOR Allya Saffa; Ika Mustika Dewi; Agnes Erida Wijayanti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.25 KB)

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang dikonsumsi oleh bayi berupa cairan biologis berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu yang diperoleh bayi melalui proses menyusui. Tujuan Penelitian dari penelitian ini untuk Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang cara menyusui dengan perilaku menyusui pada ibu post partum. Metode penelitian ini menggunakan survey analtik dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada bulan Juni 2022. Populasi dalam penelitian adalah ibu post partum di RSU Asri Purwakarta dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini di lakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi 20 butir pertanyaan tentang pengetahuan ibu menyusui, lembar  observasi perilaku menyusui yang mengacu pada 8 item tindakan menyusui dan analisa data menggunakan uji spearman rank dengan menggunakan spss versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan menyusui dengan perilaku menyusui memperoleh nilai significancy pada hasil menunjukan (p = 0,000 < 0,05). Serta nilai koefisien korelasi 0.558 menunjukan bahwa hubungan antara pengetahuan dan perilaku termasuk dalam kategori Korelasi Kuat karena berada di interval >0,5 – 0,75 di RSU Asri Purwakarta. Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku Di RSU Asri Purwakarta.   Mother's milk (ASI) is food consumed by infants in the form of a white biological liquid produced by the mother's breast glands that is obtained by the baby through the breastfeeding process. The purpose of this study was to identify the relationship between mother's knowledge about how to breastfeed and breastfeeding behavior in postpartum mothers.This research method uses an analytical survey with a cross sectional approach carried out in June 2022. The population in this study is post partum mothers at Asri Purwakarta General Hospital and the sampling technique in this study was carried out using purposive sampling technique. The total population in this study were 60 respondents. The data collection tool used a questionnaire containing 20 questions about the knowledge of breastfeeding mothers, an observation sheet on breastfeeding behavior that referred to 8 items of breastfeeding action and data analysis using the Spearman rank test using SPSS version 22.The results of this study indicate that knowledge of breastfeeding with breastfeeding behavior has a significant value in the results (p = 0.000 <0.05). And the correlation coefficient value of 0.558 shows that the relationship between knowledge and behavior is included in the category of Strong Correlation because it is in the interval >0.5 – 0.75 at Asri Hospital, Purwakarta. The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge and behavior at RSU Asri Purwakarta.
ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN POST OPERASI HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEXTRA : ACUTE PAIN NURSING CARE WITH POST OPERATION OF DEXTRA LATERALIS INGUINAL HERNIA Adiratna Sekar Siwi; Friska Olyfia Shelen; Tophan Heri Wibowo
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.938 KB)

Abstract

Hernia menjadi salah satu penyakit yang penyebarannya paling banyak berada di negara berkembang seperti negara - negara di Afrika dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. artikel ini mengulas tentang penanganan masalah keperawatan yang muncul pada seseorang yang mengalami hernia inguinalis lateralis dextra. Nyeri akut menjadi salah satu masalah utama pada post operasi hernia ingunalis lateralis yang belum ditemukan asuhan keperawatan yang terbaik . tujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan nyeri akut dengan metode penelitian deskriptif studi kasus. Sampel penelitian menggunakan salah satu pasien yang mengalami hernia inguinalis lateralis dextra di RSI Banjarnegara. Proses pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta membandingkan situasi yang terjadi pada saat pengamatan dengan hasil data wawancara. Hasil pengkajian didapatkan pasien masuk dengan keluhan terdapat benjolan dilipat paha sebelah kanan, Pasien akan dilakukan tindakan operasi, jenis operasinya yaitu operasi hernioraphy, luka bekas operasi dibagian lipat paha sebelah kanan, lebarnya kurang lebih 4 cm untuk kondisi lukanya perban tidak terlihat rembesan darah dan bersih tidak berbau. Pasien mengeluh nyeri pada bagian yang dioperasi di lipat paha sebelah kanan P : post operasi, Q : tersayat-sayat, R : lipat paha sebelah kanan, S : 7 dari 1-10, T : hilang timbul.  Data pengkajian mengarah pada diagnosa keperawatan nyeri akut. Setelah dilakukan imolementasi manajemen nyeri selama tiga hari, nyeri pasien berkurang, dapat disimpulkan bahwa nyeri akut sudah teratasi. Kesimpulan dalam melakukan proses asuahan keperawatan perlu adanya penggunaan acuan manajemen nyeri.   Hernias are one of the most widespread diseases in developing countries such as countries in Africa and Southeast Asia, including Indonesia. This article reviews the handling of nursing problems that arise in someone who has a right lateral inguinal hernia. Acute pain is one of the main problems in postoperative lateral inguinal hernia for which the best nursing care has not been found. The aim is to describe acute pain nursing care with a case study descriptive research method. The research sample used one of the patients who had a right lateral inguinal hernia at the Banjarnegara Hospital. The data collection process was carried out by means of interviews, observations, documentation studies, and comparing the situation that occurred during observations with the results of interview data. The results of the study showed that the patient came in with a complaint that there was a lump in the right thigh. The patient will be operated on, the type of operation is hernioraphy surgery, the surgical wound is on the right groin, the width is approximately 4 cm for the condition of the wound, the bandage does not see blood seeping and is clean. odorless. The patient complains of pain in the operated area in the right groin P: postoperative, Q: cuts, R: right groin, S: 7 of 1-10, T: intermittent. The assessment data leads to a nursing diagnosis of acute pain. After implementing pain management for three days, the patient's pain reduced, it can be concluded that the acute pain has been resolved. The conclusion in carrying out the nursing care process is the need for the use of pain management references.
IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN HEPATOMA DENGAN MASALAH GANGGUAN AMAN NYAMAN: NYERI: IMPLEMENTATION OF DEEP BREATH RELAXATION TECHNIQUES IN HEPATOMA PATIENTS WITH COMFOR DISORDERS: PAIN Wahyu Dwi Rahmawati; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatoma (Karsinoma Hepatoselluer) atau disebut dengan kanker hati. Hepatoma merupakan tumor ganas primer yang berasal dari sel parenkim saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lain yang berkembang pada sel hepar. Nyeri timbul pada perut bagian kanan atas menjadi salah satu masalah yang muncul pada hepatoma, terjadinya tranduksi dan penularan sehingga menyebabkan nyeri pada bagian perut. Penatalaksanaan nyeri pada Hepatoma dapat dilakukan secara non farmakologis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaruh relaksasi napas dalam terhadap nyeri bagian perut pada pasien dengan Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar rasa aman dan nyaman nyeri dengan diagnosa medis Hepatoma. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan Implementasi keperawatan pada Gangguan nyeri dengan memberikan relaksasi napas dalam. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan hepatoma. Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 dan menjadi skala nyeri 3 setelah diberikan terapi relaksasi napas dalam selama 2 hari pada hari ke 3 pasien sudah memahami cara relaksai napas dalam dan nyeri berkurang.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA: THE EFFECT OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION OF PATIENT BLOOD SUGAR LEVELS DIABETES MELITUS TYPE 2 IN PKU HOSPITAL MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Widiastuti; Nur Agustina KL
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Penyakit diabetes melitus adalah ketidakmampuan organ pankreas memproduksi hormon insulin atau sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara baik. Kadar gula darah yang tidak normal dapat dikendalikan dengan cara mengontrol diet dan manajemen stres. Manajamen stres dapat dikendalikan dengan terapi relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu bentuk mind-body therapy (terapi pikiran dan otot-otot tubuh) dengan mengalihkan perhatian pasien untuk membedakan perasaan saat otot ditegangkan dan dirilekskan. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darahpada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metodelogi:Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan Pretest- Postest tes controlgroup, sampel sebayak 73 orang yang terdiri dari 36 orang kelompok intervensi dan 37 orang kelompok kontrol, pengambilan sampel dengan teknik non probabilitysampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Ujistatistik yang digunakan Wilcoxon t-test dan Mann-Whitney.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil Wilcoxon t-test menunjukkan hasil pada kelompok intervensi dengan nilaiAsymp. Sig (2-taileD) =.000 dan pada kelompok kontrol dengan nilai Asymp. Sig (2-taileD) =.530. Dan berdasarkan uji Mann- Whitnney menunjukkan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05(0,00<0,05)maknanya ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Ada perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif pada kelompok intervensi, dan tidak ada perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif pada kelompok kontrol. Ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2.

Page 9 of 12 | Total Record : 112