cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo Eny Supriati
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.936 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1109

Abstract

Abstract: This research applied qualitative design. The result of the data of this research is collected by observation and documentation and interview. The findings showed that 1) the planning process of library services in improving the quality of education at the Muhammadiyah University of Ponorogo (Unmuh) in accordance with George R. Terry’s view, however, Muhammadiyah University of Ponorogo apply detailed process of planning consisting of five steps. The first step is determining vision, mission and goals of library which is appropriated to the vision, mission and goals of an institution. Secondly, strategic plan must be formulated. The third step is setting up library’s work programs, namely annual, semiannual and monthly work program. The fourth is developing library program comprising of the human resources, collection and facilities and infrastructure development. The final step is planning for evaluation. 2) the implementation of the library service in the Muhammadiyah University of Ponorogo support  George R. Terry and Hasibuan’s viewpoint. It emphasizes for stages of implementation. The first stage is formulating quality standards and instructions as a guideline for each library staff to serve users. The second phase is distributing responsibilities, function and authority. The third is developing good relationship, coordination and communication among library staffs. The fourth stage is evaluating library service. 3) the evaluation of library services at the Muhammadiyah University of Ponorogo refers to the view of George R. Terry that comprising two categories namely internal and external evaluation. Internal evaluation relates to two straight evaluation, namely evaluation conducted by leaders to the library and vice versa. Furthermore, external evaluation concerns in the evaluation carried out by library to the users.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan 3 (tiga) rumusan masalah yaitu; bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi layanan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Perencanaan layanan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo bersesuaian dengan pendapat George R. Terry. Namun, di perpustakaan Unmuh Ponorogo memberikan penjelasan lebih detail lagi menjadi lima tahapan, yaitu pertama penentuan visi, misi,dan tujuan perpustakaan yang disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan institusi, kedua pembuatan renstra perpustakaan, ketiga pembuatan program kerja perpustakaan, keempat pembuatan program pengembangan perpustakaan yang terdiri dari pengembangan sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan, dan pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, kelima perencanaan evaluasi perpustakaan, 2) Pelaksanaan layanan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo mendukung teori yang dikemukakan  George R. Terry dan Hasibuan yang dijelaskan lebih rinci menjadi empat tahapan, yaitu  pertama pembuatan prosedur mutu dan instruksi kerja yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan layanan oleh masing masing staf, kedua pembagian kerja, fungsi  dan wewenangnya,  ketiga pembinaan hubungan kerja, koordinasi dan komunikasi yang baik, keempat kegiatan evaluasi layanan perpustakaan, 3) Evaluasi layanan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo juga bersesuaian dengan teori George R. Terry yang dijelaskan menjadi dua kegiatan.  Pertama evaluasi internal, yang dijabarkan menjadi dua, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh pimpinan kepada perpustakaan dan evaluasi dari perpustakaan kepada pimpinan, kedua evaluasi eksternal, yaitu evaluasi dari pihak perpustakaan kepada pemustaka.
WAKAF UANG DALAM TINJAUAN HUKUM, POTENSI, DAN TATA KELOLA nur kasanah
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.363 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1582

Abstract

AbstractIn the Islamic economy system, waqf has not been explored maximally, but very potential as one of the instruments for social and economic empowerment of muslim societies. One kind of waqf is cash waqf.Even though there are some others who debate the legitimacy, cash waqf is lawful, by considering the opinion of hadith scholars such as voiced by some Hanafi and Shafi’i scholars that cash waqf does not refer to manifestation form of the money but share the value, so the eternality of waqf assets can be hold out. Indonesian Ulama Council (Majelis Ulama Indonesia/MUI) released fatwa that legitimated cash waqf on May 11th 2002. And later reinforced by the presence of Law No. 41/2004 that concerning on waqf stating that waqf objects are not only immovable assets but also can be movable assets such as money. The potency of cash waqf in Indonesia is so great, even can be collected at least IDR 3 trillions/year. With concept that waqf assets is eternal and not be lost, so the using of cash waqf for investment purposes can be diversified. Economically, cash waqf has a great potency for increasing the value of micro economy of societies and the nation’s macro economic activity. Even if cash waqf was managed profesionally, managerially and transparant, its impact is very fantastic and could be alternative solution for poverty alleviation. Abstrak Dalam sistem ekonomi Islam, wakaf belum banyak dieksplorasi secara maksimal, padahal sangat potensial sebagai salah satu instrumen untuk pemberdayaan sosial dan ekonomi umat Islam.Salah satu bentuk wakaf adalah berupa uang tunai. Meskipun legitimasi dari wakaf uang masih diperdebatkan, namun dengan merujuk pendapat dari  ulama hadits madzhab Hanafi, dan sebagian ulama Syafi’iyah, maka wakaf uang adalah sah, karena bukan wujud uangnya yang diwakafkan tetapi yang dimanfaatkan adalah nilainya sehingga kelanggengan harta wakaf tetap utuh. MUI mengeluarkan fatwa tanggal 11 Mei 2002 tentang bolehnya wakaf uang. Hal ini kemudian diakomodir dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, yang salah satunya mengatur tentang wakaf bahwa objek wakaf bukan hanya harta tetap tapi juga  benda bergerak berupa uang. Potensi dari wakaf uang di Indonesia sangat besar, bahkan bisa mencapai setidaknya Rp 3 trilyun dalam setahun. Dengan konsep bahwa harta wakaf bersifat kekal dan tidak bisa hilang, maka pemanfaatan wakaf uang untuk tujuan investasi dapat terus berkembang. Secara ekonomi, wakaf uang memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kegiatan ekonomi umat secara mikro dan makro. Bahkan, bila dikelola dengan profesional, manajerial dan transparan, nilainya amat fantastis dan dapat menjadi alternatif  bagi penanggulangan kemiskinan.
INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL HYPNOTEACHINGDALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI ANAK PEMULUNG DI KOTA MAKASSAR Mardhiah Mardhiah; Ida Suaidah; St. Ibrah Mustafa Kamal
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.57 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2302

Abstract

AbstractThis study aims to determine the description of the implementation of the Hypnoteaching model in learning to read the Qur'an for scavenger children in Makassar City, as well as to determine the increased interest and ability to read the Al-Qur'an part of the scavenger in Makassar City through the Hipnoteaching learning model. This is a classroom action research. The research subjects are 43 TK / TPA / TB Ar-Rasyid students in Tamangapa Village, Manggala District, Makassar City. This study consisted of three cycles. One cycle of this research is given two actions in two face-to-face. Then in each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. Data were collected through observations and questionnaires. The results showed that the Hypnoteaching Method could increase the students' interest and ability to read the Koran at TK / TPA / TB Ar-Rasyid, Tamangapa village, Manggala sub-district, Makassar city. The implication of this research is the realization of an increase in interest and ability to read the Koran for scavenger children after they experience the learning process with the hynoteaching model which is very useful for them in order to continue the learning process of the Qur'an at a further stage as well as the process of education and spiritual guidance for scavenger children in Makassar city.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran pelaksanaan modelHypnoteaching dalam pembelajaran membaca al-Qur;an bagi anak pemulung di Kota Makassar, serta untuk mengetahui peningkatan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagianakpemulung di Kota Makassar melalui model pembelajaran Hypnoteaching.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa TK/TPA/TB Ar-Rasyid sejumlah 43 orang di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Satu siklus penelitian ini diberikan dua kali tindakan dalam dua kali tatap muka. Kemudian dalam setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui hasil pengamatan dan pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Hypnoteaching dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswaTK/TPA/TB Ar-Rasyid kelurahan Tamangapa kecamatan Manggala kota Makassar.Adapun Implikasi penelitian ini adalah terwujudnya peningkatan minat dan kemampuan membaca al-Quran bagi anak pemulung setelah mereka mengalami proses pembelajaran dengan model hynoteaching sangat bermanfaat bagi mereka dalam rangka kelanjutan proses belajar Al-Qur’an  pada tahap lebih lanjut serta proses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi anak pemulung di KotaMakassar.
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM PENINGKATAN POTENSIPASAR RAKYAT DI KOTA MADIUN Mohamad Nur Efendi; Luhur Prasetiyo
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.937 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3926

Abstract

AbstractThe Srijaya People's Market in Madiun City is a traditional market that is currently still operating in the midst of the onslaught of the modern and digital era. This study aims to analyze what the potential of Srijaya Market is, how the integrated marketing strategy has been carried out by market managers in increasing the potential and impact of this strategy. This research is a field research using a descriptive qualitative methodological approach. The findings of this study reveal that in the analysis of the micro and macro environment of marketing, Srijaya Market has economic potential on Sundays. This is evidenced by the hecticity of traders and special visitors on Sundays which is reinforced by other potentials such as a strategic geographical location, easy road access and the number of varied traders. The integrated marketing communication strategy is carried out through advertising methods by placing posters and billboards, sales promotion through a prize coupon program and public relations through Market Operations and Return to People's Market events. This strategy has an impact on the economy of traders, the economy of the community and local government revenues. The direct impact occurred in increasing sales so that many traders wanted to sell, as well as increasing brand awareness of the existence of Srijaya Market. Srijaya Market is busy with many visitors on Sundays. has the potential to become a tourist market destination in Madiun City. AbstrakPasar Rakyat Srijaya Kota Madiun merupakan pasar tradisional yang saat ini masih beroperasi di tengah perkembangan gempuran era modernitas dan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja potensi yang dimiliki oleh Pasar Srijaya, bagaimana strategi pemasaran terpadu yang telah dilakukan oleh pengelola pasar dalam meningkatkan potensi serta dampak dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif.Hasil temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa dalam analisis lingkungan mikro dan makro pemasaran, Pasar Srijaya memiliki ekonomi yang potensial pada Hari Minggu.Hal tersebut dibuktikan dengan ramainya pedagang dan pengunjung khusus pada hari Minggu yang diperkuat dengan potensi lainnya seperti letak geografis yang strategis, akses jalan yang mudah serta banyaknya pedagang yang bervariasi.Strategi komunikasi pemasaran terpadu dilakukan melalui metode periklanan dengan memasang poster dan billboard, promosi penjualan melalui program kupon berhadiah serta hubungan masyarakat melalui eventOperasi Pasar dan Gerakan Kembali ke Pasar Rakyat.Strategi tersebut memberikan dampak terhadap ekonomi pedagang, ekonomi masyarakat dan pendapatan pemerintah daerah.Dampak secara langsung terjadi pada peningkatan penjualan sehingga banyak pedagang yang ingin berjualan, serta meningkatnya brand awareness terhadap keberadaan Pasar Srijaya. Ramainya Pasar Srijaya dengan banyaknya pengunjung pada hari Minggu, berpotensi menjadi destinasi pasar wisata di Kota Madiun.
Disparitas Antara Hisab dan Rukyat: Akar Perbedaan dan Kompleksitas Percabangannya Shofwatul Aini
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.925 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1044

Abstract

Abstract: The one of some problems faced by Moslems in Indonesia is about how to determine the beginning of month of hijri year. It happens because there is no agreement on the criteria of the beginning of month of hijri year. The different ways on the interpreting hadith about the beginning of the month causes emerged of two different streams. On one side, there are some Moslems who use rukyat method (seeing the new moon) as the best way to determine the beginning of the month, usually called as “madzhab rukyat”. On the other side, there are also some Moslems who prefer to use hisab method (counting the position of the new moon) as the best way to determine the beginning of the month, usually called as “madzhab Hisab”. This difference has lead to a discordance among Moslems because it take effect on the way to determine the beginning of Ramadhan, the beginning of Syawal, and determine time to doing Arafah fasting. This article is trying to identify the root of that difference. There is the fact that there are also the new differences which made the gap within each method, so it becomes wider than before. Abstrak: Penentuan awal bulan Hijriyah merupakan salah satu di antara permasalahan yang ada di kalangan umat Islam di Indonesia. Permasalahan ini terjadi karena belum disepakatinya kriteria awal bulan. Perbedaan penafsiran terhadap hadits tentang awal bulan menyebabkan terdapat dua aliran yang berbeda. Di satu sisi, ada sekelompok umat Islam yang menggunakan metode rukyat yang biasanya disebut dengan madzhab  rukyat. Di sisi lain, ada juga sebagian umat Islam yang lebih memilih memakai metode hisab, yang kadang dinamakan sebagai madzhab hisab. Perbedaan metode penentuan awal bulan ini kadang menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam karena berkaitan dengan penentuan awal Ramadhan, awal Syawal, dan puasa Arafah. Artikel ini berusaha mengkaji akar perbedaan yang memunculkan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriyah. Perbedaan antara metode hisab dan metode rukyat semakin bertambah ketika masing-masing dalam metode tersebut pada kenyataannya juga memiliki perbedaan.
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MODEL KEPEMIMPINAN KOLEKTIF DI BAMRUNG ISLAM SCHOOL PATTANI THAILAND Luthfi Noor Muntafi’ah
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.685 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1481

Abstract

Abstract: Thailand is one of the countries in Southeast Asia which has  majority of Buddhist inhabitants. Muslims who occupy areas of Southern Thailand in this country become a minority, including in education. The conflict that occurred in the South Thailand region brings out the implementation of a model of collective leadership in Bamrung Islam School Pattani. Bamrung Islam School had experienced leadership void for several periods. This resulted in a non-conducive school management situation. Responding to this situation, the family council agreed to implement a collective leadership model. Based on the process of data collection and analysis, this study yields three findings. First, Collective Leadership in Bamrung Islam School Pattani. in the form of an organization consisting of mudir-mudir madrasah, which is then called majlis mudir or board of riasah. They lead and nurture both school and boarder students collectively based on seniority from the kinship line. In carrying out the leadership and caring, the mudir majlis is assisted by an assembly of a'wan and the coordinating council. Second, the factors that encourage collective leadership patterns in Bamrung Islam School are: (1) the effort to create a forum for musyawarah and build joint strengths; (2) the encouragement of the decision of the family assembly; (3) the encouragement of the social environment; (4) modeling and inheriting the values of the prophet's leadership. Third, the steps taken in order to establish joint decisions and policies in Bamrung Islam School is through the phase of identification of the problem (intelligence phase), determine the alternatives of the problem (design phase) and choose the choice (choice phase) or decision then implement the results of the decision the (implementation phase). Abstrak: Thailand  adalah  salah  satu  dari  negara Asia Tenggara yang apabila ditinjau dari sudut agama yang dianut oleh penduduknya, mayoritas beragama  Budha. Muslim yang banyak menempati wilayah Thailand Selatan di negara ini menjadi minoritas termasuk dalam hal pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji tentang Sistem Pengambilan Keputusan Dalam Model Kepemimpinan Kolektif Di Bamrung Islam School Pattani Thailand. Konflik yang terjadi di daerah Thailand Selatan melatarbelakangi penerapan model kepemimpinan kolektif di Bamrung Islam School Pattani. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data, penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, Kepemimpinan kolektif di Bamrung Islam School Pattani berbentuk  organisasi  yang beranggotakan  mudir-mudir madrasah,  yang  kemudian disebut  majlis  mudir atau dewan riasah.  Mereka  memimpin dan  mengasuh  pelajar baik sekolah maupun asrama  secara  bersama-sama  (collective)  yang  didasarkan  pada senioritas dari garis kekerabatan (kinship). Dalam melaksanakan kepemimpinan dan kepengasuhan,  majlis  mudir  dibantu  oleh majelis a’wan dan dewan koordinator. Kedua, Faktor-faktor yang mendorong pola kepemimpinan kolektif di Bamrung Islam School antara lain adalah: (1) usaha menciptakan wadah musyawarah dan membangun kekuatan bersama, (2) dorongan keputusan bersama majelis keluarga, (3) dorongan dari lingkungan sosial, (4) peneladanan dan pewarisan nilai-nilai kepemimpinan nabi. Ketiga, tahapan yang ditempuh dalam rangka menetapkan keputusan dan kebijakan bersama di Bamrung Islam School yaitu melaui tahapan identifikasi masalah (intelligence phase), menentukan alternatif-alternatif pemecahan masalah (design phase) dan menentukan pilihan (choice phase) atau keputusan kemudian melaksanakan hasil dari keputusan tersebut (implementation phase).
Problematika Praktek Patoho Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Desa Sangga Kec. Lambu Kabupaten Bima) Rukyah Khatamunisa
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.94 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.2004

Abstract

Tulisan inimembahas tentang “Problematika Praktek Patoho Perspektif Hukum Ekonomi Syariah(Studi Kasus Di Desa Sangga Kec. Lambu Kabupaten Bima)”. Penelitian ini bertujuan untuk menengahi dua pendapat masyarakat mengenai hukum Patoho, karena sebagian ada yang mengatakan haram dan sebagian  mengatakanhalal/boleh. Untuk merespon hal tersebut, perlu mengetahui faktor yang  mendorong masyarakat melakukan transaksi Patohoserta menganalisis Praktek Patoho dengan Perspektif  Hukum Ekonomi Syariah, untuk mendapatkan jawaban yang jelas mengenai hukum dari praktek Patoho.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi analisis, dengan Jenis penelitianlapangan (field research).Menggunakan tekhnik wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data.Hasil penelitian: Pertama, bahwaFaktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan Patoho yaitu karena adanya kebutuhan yang mendesak yang tidak bisa di tunda, jika di tunda akan menimbulkan kesulitan yang sangat (Masyaqqah) bagi petani. Kedua praktek Patoho yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sangga Kecamatan Lambu Kabupaten Bima telah sesuai dengan Hukum Ekonomi Syariah.
Kajian Kritis Terhadap Fatwa MUI Tahun 1981 Tentang Iddah Wafat Dan Relevansinya Bagi Wanita Karir Shofiatul Jannah; Zaenul Mahmudi
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.837 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3389

Abstract

AbstractIddah is a woman's obligation after divorce from her husband, either divorce or divorce. The MUI fatwa regarding iddah died in 1981 which decided First, the ability to go out of the house for women who are carrying out iddah is a matter of khilafiyyah, second, choosing the opinion of the majority of scholars, namely it is not permissible for women during the iddah period to leave the house at night, even to carry out the pilgrimage. The fatwa does not explain in detail about the period of the iddah of death and the sentence can lead to many interpretations. In addition, is the fatwa still relevant to the current context where many women work in various public sectors. For these reasons, it is important to review the MUI fatwa on the iddah of death. This research is a library research with a normative approach and uses a qualitative method, namely by observing and reviewing the MUI fatwa on the iddah of death as well as its relevance for career women. The results of this study are that there is a conflict between the MUI fatwa and the text of the Qur'an, Government Regulation No. 9 of 1975 concerning the implementation of Law No. 1 of 1974 concerning marriage. Regarding the relevance of the MUI fatwa to the iddah period of career women, the fatwa does provide space not to carry out iddah during the day, but must remain in the corridor of Islamic law. So that Shari'a can still be carried out without negating the rights and obligations of both social and individual. AbstrakIddah merupakan kewajiban seorang wanita setelah bercerai dengan suaminya baik cerai talak atau cerai mati.  Fatwa MUI tentang iddah wafat tahun 1981 yang memutuskan Pertama, kebolehan keluar rumah bagi wanita yang sedang menjalankan iddah adalah masalah khilafiyyah kedua, memilih pendapat jumhur ulama yaitu tidak bolehnya wanita dalam masa idaah untuk keluar rumah di malam hari, sekalipun untuk melaksanakan ibadah haji. Fatwa tersebut tidak menjelaskan secara rinci tentang masa iddah wafat dan kalimat tersebut dapat menimbulkan banyak penafsiran. Selain itu apakah fatwa tersebut masih relevan dengan konteks saat ini dimana banyak wanita yang bekerja di berbagai sektor publik. Karena beberapa alasan tersebut menjadi penting untuk mengkaji kembali fatwa MUI tentang iddah wafat. Adapun penelitian ini merupakan kepustakaan (library reseacrh) dengan pendekatan normatif dan menggunakan metode kualititatif yaitu dengan mengamati dan mengkaji fatwa MUI tentang iddah wafat juga relevansinya bagi wanita karir. Hasil penelitian ini adalah ada pertentangan antara fatwa MUI dan nash al-Qur’an, Peraturan pemerintah no 9 tahun 1975 tentan pelaksanaan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Terkait relevansi fatwa MUI dengan masa iddah wanita karir, fatwa tersebut memang memberikan ruang untuk tidak melaksanakan iddah di siang hari, akan tetapi harus tetap pada koridor syari’at Islam. Sehingga syari’at tetap dapat dijalankan tanpa meniadakan hak dan kewajiban baik sosial ataupun individu.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Dalam Meningkatkan Daya Saing SDIT Ar Rahmah, Pacitan Arif Nur Cahyo
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.353 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.600

Abstract

Abstract: In this era of globalization, everything tends to be viewed from the perspective of materialistic and komersialistis because of the strong dominance of economic factors. The impact of social life is becoming increasingly competitive. Every individual and oeganisasi racing to do the best to achieve the best. Educational institutions were also forced to be the best by implementing several programs of which the quality management of human resources with the hope of being able to compete with its competitors.  This study aims to describe about human resource management education in SDIT Ar Rahmah, Pacitan. This study produced some findings such (1) Quality planning in SDIT Ar Rahmah always pay attention to Democratic values, analytical involving school and Foundation itself. (2) Recruitment and selection done through the standard procedure to produce reliable and professional human resources (3) Training and development, can be done by a regular basis, periodic and work with various competent parties (4) Compensation system has been implemented in ideal system, it means use a minimum standards (UMR), and additional a variety of subsidy, design for pension funds, as well as the value that is not cashed can be a role model that needs to be replicated as compensation system in other schools.Abstrak: Dalam era globalisasi, segala sesuatu cenderung dilihat dari perspektif materialistis dan komersialistis karena kuatnya dominasi faktor-faktor ekonomi. Dampaknya kehidupan sosial menjadi semakin kompetitif. Setiap individu dan oeganisasi berlomba untuk berbuat yang terbaik untuk mencapai yang terbaik. Lembaga pendidikan juga dipaksa menjadi yang terbaik dengan menerapkan beberapa program di antaranya manajemen mutu sumber daya manusia dengan harapan mampu bersaing dengan kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan di SDIT Ar Rahmah. Penelitian ini menghasilkan temuan (1) Perencanaan SDM di SDIT Ar Rahmah senantiasa memperhatikan nilai-nilai demokratis, analitis dengan melibatkan berbagai pihak, baik pihak sekolah maupun yayasan. (2) Rekruitmen dan seleksi dilakukan melalui prosedur yang standar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan profesional (3) Pelatihan dan pengembangan, dilakukan secara rutin, berkala dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten (4) Sistem kompensasi sudah menerapkan sistem yang ideal artinya sesuai standar minimal (UMR), dan tambahan berbagai tunjangan, rancangan untuk dana pensiun, serta nilai yang tidak diuangkan dapat menjadi role model yang perlu ditiru sebagai sistem kompensasi di sekolah lain.
Urgensi Sumber Daya Insani Dalam Institusi Perbankan Syariah Yutisa Tricahyani
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.462 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1277

Abstract

Abstract: This article analyzes the concept of human resources in sharia banking financial institutions. Human resources are considered one of important component in sharia banking institutions. Nowadays, the Islamic banks have found difficulty in finding competent and qualified human resources. They recruit human resources from the conventional banking. Descriptive analysis was employed as research design for scrutinizing the importance of human resources in the current sharia banking. The results of this study indicate that the existences of human resources in sharia banking are taken from the employees in conventional banks. Therefore, they less competent in the field of Shariah banking in particular. Human resources development is demanded for improving the quality of human resources itself. It implied that it will create qualified, skillful, competent human resources as well as have the expected work ethic. Due to the existence of Islamic work ethic and culture, it will produce good manners (akhlaqul karimah) in sharia banking institution.Abstrak: Artikel ini menganalisis tentang konsep sumber daya insani di lembaga keuangan perbankan syariah. Sumber daya insani merupakan komponen yang wajib ada dalam institusi perbankan syariah. Selama ini, pihak perbankan syariah mengalami kesulitan dalam mencari sumber daya insani yang berkompeten dan mumpuni. Mereka merekrut sumber daya insani dalam institusi perbankan syariah, justru mengambil  dari sumber daya insani perbankan konvensional. Dalam artikel ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Merupakan suatu metode penelitian yang mendeskriptifkan bagaimana urgensi sumber daya insani dalam perbankan syariah saat ini. Dari deskripsi gambaran-gambaran dan masalah perbankan syariah yang ada, kemudian dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan fakta-fakta atau kenyataan di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang terjadi selama ini hanyalah perpindahan pegawai dari bank konvensional ke bank syariah. Sehingga yang terjadi adalah kurang kompetennya sumber daya insani tersebut dibidang perbankan syariah secara khusus. Pengembangan sumber daya insani perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu atau kualitas dari sumber daya insani itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya insani yang masih jauh dari kata cukup. Dengan adanya pengembangan sumber daya insani, akan melahirkan insan-insan yang berkualitas, kompeten dan memiliki etos kerja yang diharapkan. Dengan adanya etos kerja islami dan budaya kerja islami,akan menghasilkan insan lembaga perbankan syariah yang berakhlakul karimah.

Page 9 of 18 | Total Record : 173