cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
Building the Welfare of East Java Migrant Workers Through the Maqashid Syariah Approach in Economic and Social Empowerment Masykuroh, Ely; Supriati, Eny; Hariyanto, Wahid; Wibawanto, Alwan; Kolis, Nur
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11917

Abstract

East Java with 41.8 million people is the province that sends the highest number of migrant workers, especially from Malang, Bojonegoro, Lamongan, Kediri, and Ponorogo. Although female migrant workers contribute IDR 251.1 trillion in remittances (2024), they still face various social and spiritual problems. This study aims to analyze the welfare of female migrant workers from the perspective of Maqashid Syariah by reviewing the fulfillment of the five main dimensions of Hifdz ad-Din, Hifdz an-Nafs, Hifdz al-'Aql, Hifdz an-Nasab, and Hifdz al-Maal. Using a qualitative descriptive method with a comparative approach to understand the dynamics of the welfare of female migrant workers in four purposively selected districts, namely Ponorogo, Kediri, and Malang. Data were collected through in-depth interviews (including video calls for overseas informants), participatory observation, and documentation analysis. Data sources include migrant and ex-migrant workers, employees of the Manpower Office, lecturers, university LPPM teams, and written documents as secondary data. Data analysis uses the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification at two levels of single case analysis and cross-case analysis. The results of the study show that the welfare of female migrant workers is only fulfilled in two aspects, namely Hifdz al-Maal (maintenance of property) and Hifdz al-'Aql (maintenance of reason). The other three aspects of Hifdz an-Nafs, Hifdz an-Nasab, and Hifdz ad-Din have not been fulfilled optimally and require serious attention through policies that are gender justice and based on maqashid values. The novelty of this research lies in the comprehensive analysis of the portrait of the welfare of female migrant workers using the concept of Maqashid Syariah Ash-Syatibi, which not only emphasizes economic aspects, but also the dimensions of education, family, security, and religious compliance. Abstrak Jawa Timur dengan 41,8 juta penduduk menjadi provinsi pengirim pekerja migran tertinggi, terutama dari Malang, Bojonegoro, Lamongan, Kediri, dan Ponorogo. Meski PMI perempuan menyumbang remitansi Rp251,1 triliun (2024), mereka masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan pekerja migran perempuan dari perspektif Maqashid Syariah dengan meninjau keterpenuhan lima dimensi utama Hifdz ad-Din, Hifdz an-Nafs, Hifdz al-‘Aql, Hifdz an-Nasab, dan Hifdz al-Maal. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk memahami dinamika kesejahteraan pekerja migran perempuan di empat kabupaten yang dipilih secara purposif, yaitu Ponorogo, Kediri, dan Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (termasuk panggilan video bagi informan di luar negeri), observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Sumber data mencakup pekerja migran dan eks migran, pegawai Dinas Tenaga Kerja, dosen, tim LPPM perguruan tinggi, serta dokumen tertulis sebagai data sekunder. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan pada dua tingkat analisis kasus tunggal dan lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan pekerja migran perempuan baru terpenuhi pada dua aspek, yaitu Hifdz al-Maal (pemeliharaan harta) dan Hifdz al-‘Aql (pemeliharaan akal). Adapun tiga aspek lainnya Hifdz an-Nafs, Hifdz an-Nasab, dan Hifdz ad-Din belum terpenuhi secara optimal dan memerlukan perhatian serius melalui kebijakan yang berkeadilan gender dan berbasis nilai maqashid. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komprehensif potret kesejahteraan pekerja migran perempuan dengan menggunakan konsep Maqashid Syariah Asy-Syatibi, yang tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga dimensi pendidikan, keluarga, keamanan, dan kepatuhan beragama.
Family Resilience of Indonesian Migrant Workers in Mataraman Region East Java Through the Lens of Maqāṣid al-Usrah Muhamad Khoiri Ridlwan; Zahro, Ahmad; Haris, Achmad Murtafi; Salim, Mohammed Salim; Fitriana, Evi
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11929

Abstract

This study explores the family resilience of Indonesian migrant worker (PMI) households in the Mataraman region of East Java through the integration of Froma Walsh’s family resilience theory and Jamāl al-Dīn ʿAṭiyyah’s maqāṣid al-usrah framework. Labor migration has restructured families, often placing women as temporary heads of households, thereby reshaping gender roles and spiritual responsibilities. Employing a qualitative-descriptive approach, the research draws on 24 in-depth interviews and group observations with PMI families. Findings identify three dominant resilience patterns: (1) collaborative, characterized by faith-based role negotiation grounded in amanah and shūrā; (2) externally supported, sustained through religious and kinship networks such as pengajian and yasinan; and (3) independent, emphasizing spiritual discipline and digital intimacy as acts of worship. Values of tawakkul (trust in God), sabr (patience), and ikhtiar (effort) form the belief system that anchors emotional and moral endurance. Integrating Walsh’s framework with maqāṣid al-usrah reveals an Islamic model of resilience that unites psychological adaptability, social solidarity, and theological intentionality. Thus, family resilience in Mataraman represents not merely coping behavior but a conscious act of faith and the realization of maqāṣid within transnational Muslim family life.   Abstrak Penelitian ini mengkaji ketahanan keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah Mataraman, Jawa Timur—meliputi Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, dan Trenggalek—dalam perspektif teori family resilience Froma Walsh dan konsep maqāṣid al-usrah Jamāl al-Dīn ʿAṭiyyah. Migrasi tenaga kerja menyebabkan perubahan struktur keluarga dan peran gender, di mana perempuan sering menjadi kepala keluarga sementara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui 24 wawancara mendalam dan observasi kelompok keluarga PMI. Hasil penelitian menunjukkan tiga model utama ketahanan keluarga: (1) kolaboratif, dengan pembagian peran fleksibel berbasis amanah dan shūrā; (2) berbasis dukungan eksternal, melalui jaringan sosial dan kegiatan keagamaan seperti pengajian dan yasinan; serta (3) mandiri, yang menonjolkan disiplin spiritual dan komunikasi digital bernilai ibadah. Nilai-nilai tawakkul, sabr, dan ikhtiar menjadi sistem keyakinan utama yang menopang stabilitas emosional dan spiritual keluarga. Integrasi teori Walsh dan maqāṣid al-usrah menghasilkan model ketahanan keluarga Islam yang memadukan adaptasi psikologis, solidaritas sosial, dan kesadaran teologis. Dengan demikian, ketahanan keluarga dalam konteks Mataraman bukan sekadar kemampuan bertahan, tetapi wujud ibadah dan realisasi maqāṣid dalam kehidupan keluarga Muslim transnasional.
Islamic Microfinance Institutions and Non-Performing Financing (NPF): Challenges and Strategic Response Using Analytic Network Process (ANP) Approach Said, Muhammad; Maulana, Hartomi; Yudi Astuti, Rahma
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11964

Abstract

Non-Performing Financing (NPF) is financing that does not comply with the initial contract schedule, causing disruption to the cash flow of Islamic microfinance institutions. The average Non-Performing Financing (NPF) of Islamic Microfinance Institutions (MFIs) in 2023 reached 13.09%. The urgency of this study reveals that Islamic MFIs or popularly called as Baitul Maal wa Taamwil (BMT) can be an alternative platform to enhance financial inclusion since they reach out even remote areas. However, NPF is often a problem faced by BMT. The purpose of this study is to analyse the issue of NPF in Islamic MFIs in Indonesia. The study also examines strategies to address issue of NPF in Islamic MFIs in Indonesia. To achieve the research objectives, the method used is through a qualitative approach with Analytic Network Process (ANP) used to be as analysis technique. Primary data sources were obtained through forum group discussions (FGDs) and pair-wise questionnaires and interviews with 10 respondents who are considered experts in related fields. The results of this study indicate that based on the ANP results internal management issue as main problem that causes NPF occur, followed by internal human resource issues, debtor/customer issues and regulatory issues. Main priority of the settlement strategy of NPF include strategy of improving internal management by improving internal human resources, then increasing sharia literacy, and government policy. The study suggests as the issues on internal management is in top rank, the Islamic MFIs should improve internal management elements including enhancing accountability and conducting professional administration.     Abstrak Pembiayaan macet (Non-Performing Financing - NPF) merupakan pembiayaan tidak lancar yang tidak sesuai jadwal kontrak awal, menyebabkan terganggunya arus kas lembaga keuangan mikro Syariah.  NPF pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) pada tahun 2023 mencapai 13,09%. Urgensi penelitian ini mengungkapkan bahwa BMT dapat sebagai solusi keuangan inklusif dengan penyebarannya hingga daerah terpencil, yang dapat berinteraksi langsung kepada masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Sehingga NPF kerap menjadi sebuah persoalan yang dihadapi BMT. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis isu permasalahan penyebab terjadinya NPF pada LKMS di Indonesia dan menganalisis strategi guna meminimalisir kembali terjadinya NPF pada LKMS di Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian, pendekatan kualitatif dengan Analytical Network Process (ANP) sebagai teknik analisis digunakan dalam studi ini. Metode ini dapat membantu hasil pengambilan keputusan atau sebuah kebijakan dalam mendapatkan alternatif terbaik diantara isu-isu dan strategi dihasilkan dengan menampilkan urutan prioritasnya. Sumber data primer didapatkan melalui forum group discussion (FGD), kuesioner pairwaise comparison, dan interview dengan 10 responden yang dianggap pakar dalam bidang terkait, yang terbagi dari regulator, akademisi dan praktisi. Hasil penelitian ini prioritas utama isu permasalahan NPF pada BMT terjadi pada manajemen internal, diikuti isu SDM internal, isu debitur/nasabah dan isu regulasi. Sedangkan prioritas utama strategi penyelesaiannya adalah peningkatan manajemen internalnya, diikuti peningkatan SDM internal, lalu peningkatan literasi syariah, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menunjukkan karena isu manajemen internal berada pada peringkat teratas, LKM Islam harus meningkatkan elemen manajemen internal termasuk meningkatkan akuntabilitas dan melakukan administrasi profesional