cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Description of Emotional Intelligence in D3 Midwifery Students Ni Ketut Erawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.136 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.563

Abstract

Kompetensi bidan yang utama adalah memberikan asuhan kepada kliennya baik sebagai individu, keluarga dan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi baik tidaknya seorang bidan dalam melaksanakan kompetensinya adalah kecerdasan emosional. Hal tersebut perlu digali termasuk bagi seorang calon bidan, karena akan berpengaruh pada pengelolaan emosinya. Sampai saat ini di Prodi D3 Kebidanan Universitas Pendidikan Ganesha belum pernah dilakukan survey tentang kecerdasan emosional mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kecerdasan emosional mahasiswa kebidanan. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Data kecerdasan emosional mahasiswa didapatkan dengan menggunakan instrumen kuesioner kecerdasan emosional yang terdiri dari 30 butir pernyataan positif dan negatif. Instrumen ini dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan melalui uji validitas internal Gregory. Sampel penelitiannya adalah mahasiswa kebidanan semester IV yang berjumlah 42 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dengan statistik deskriptif distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 7.14% kecerdasan emosional mahasiswa terkategori sangat tinggi, 11.9% terkategori tinggi, 35.71% terkategori cukup, 14.29% terkategori rendah dan 30.95% terkategori sangat rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional mahasiswa sebagian besar berada pada kategori cukup. Dari hasil tersebut diharapkan ada upaya dari institusi untuk meningkatkan kecerdasan emosional mahasiswa salah satunya mengembangkan perangkat pembelajaran dengan memperhatikan kecerdasan emosional sehingga dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Differences of Sexual Function: A Study in Two Menopause Groups Luh Ari Arini
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.415 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.567

Abstract

Menopause is a period where the reproductive cycle has stopped in women and is characterized by a permanent menstrual cessation, due to a decrease in the function of reproductive organs such as the ovaries as a sex steroid hormone (estrogen and progesterone) which plays an important role in the reproductive cycle. The decrease in hormones during menopause causes problems in sexual function such as decreased interest in sexual relations due to vaginal lubrication problems, this can be overcome by doing light physical exercise. Light exercise or physical activity when entering menopause is known to have a positive effect on the quality of life of menopause, including on sexual function. The purpose of this study was to determine differences in sexual function between menopausal women who exercise or do physical activity and who do not exercise. This research method is a conceptual study or literature study from previous research relating to exercise and sexual function at menopause. The results of the study showed that menopausal women who routinely exercise or physical activity, their sexual function is better than those that are not, it is known that menopausal women feel very satisfied with their sexual lives and have no problems during intercourse with their partners. Menopausal women have to exercise regularly, besides consuming healthy foods with balanced nutrition, because the more frequent and regular exercise, the sexual life of menoapause women will be much better.
Minat Ibu Nifas Dalam Keikutsertaan Kontrasepsi Mantap Wanita Mariza Mustika Dewi; Dyah Ayu Wulandari; Anita Indra Afriani; Rizqitha Rizqitha; Meika Jaya Rochmana; Ardhita Listya Fitriani; Susanti Susanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.016 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.573

Abstract

Wanita yang sedang dalam masa nifas memerlukan asuhan diantaranya memberikan pendidikan kesehatan pada ibu berkaitan dengan gizi, menyusui, pemberian imunisasi pada bayinya, perawatan bayi sehat, dan KB (Keluarga Berencana). Kontrasepsi mantap wanita (tubektomi) adalah tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi. Efektifitas kontrasepsi mantap wanita yang baik tidak berbanding lurus dengan pengetahuan ibu nifas. Kurangnya minat ibu nifas dalam keikutsertaan kontrasepsi mantap wanita di wilayah kerja BPM Sri Margi Subekti Desa Jampiroso Kabupaten Temanggung menyebabkan angka kontrasepsi Mantap Wanita rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekplorasi pengetahuan, minat, dukungan, dan hambatan ibu nifas tentang kontrasepsi mantap wanita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam. Jumlah partisipan 5 ibu nifas yang berusia lebih dari 26 tahun, memiliki anak lebih dari 2, tidak ada kontra indikasi mengikuti kontrasepsi mantap wanita, serta dalam masa nifas yaitu kurang dari 42 hari. Pengetahuan ibu nifas tentang kerugian dan efek samping dari kontrasepsi mantap wanita masih belum maksimal. Dua dari lima partisipan berminat mengikuti kontrasepsi mantap wanita, tiga lainnya tidak berminat. Dukungan yang diberikan oleh ibu nifas berasal dari suami, keluarga, anak tertua, teman, maupun bidan. Hambatan yang dilalui ibu nifas berasal dari diri sendiri dan suami.
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Hasil Pemeriksaan KPSP di Puskesmas Marang Farida Tandi Bara; Febriani Tandipasang
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.416 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.591

Abstract

Tumbuh kembang anak yang optimal akan menentukan status anak kedepannya. Pada periode anak, nutrisi dan stimulasi berperan untuk membantu anak mencapai kemampuan optimalnya. Peran ibu sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan stimulasi seorang anak. Deteksi dini perkembangan menggunakan KPSP merupakan suatu cara untuk mengetahui perkembangan anak sehinga jika terdapat penyimpangan dapat dikoreksi sedini mungkin. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan umur, pekerjaan dan pendidikan ibu dengan hasil pemeriksaan KPSP di Puskesmas Ma’rang. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian menggunakan data sekunder tahun 2019, sampel 68 anak  yang merupakan total populasi. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi-sguare dan menghitung OR masing masing variable. Dari  hasil penelitian diperoleh p value = 0.57 dimana p > α (α = 0.05) tidak ada hubungan signifikan antara pekerjaan ibu dengan perkembangan anak dengan nilai OR  =  0.174 (0.029 – 1.042) CI 95%, pekerjaan ibu bukan merupakan factor risiko perkembangan anak. Tidak ada hubungan signifikan antara usia ibu dengan perkembangan anak dengan nilai r value = 0.543 dan OR  = 1.571 (0.160 - 15.465), Usia ibu bukan merupakan factor risiko perkembangan anak.  Tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan ibu dengan perkembangan anak r value = 0.084dan  OR  = 7.250 (1.004-2.341)  dengan CI 95% maka pendidikan ibu merupakan faktor risiko perkembangan anak.
Pengaruh Terapi Murotal Ar-Rahman Terhadap Lama Kala II dan Kesejahteraan Janin (APGAR Score) Elisa Ulfiana; Runjati Runjati; Endri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.328 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.595

Abstract

Penyebab kematian ibu di Indonesia tahun 2018 adalah perdarahan (30,3%), hipertensi dalam kehamilan (25,2%), Infeksi (4,9%), Partus lama (1,8%) dan penyebab penyakit penyerta (37,8%). Penyebab kematian ibu dalam persalinan salah satunya adalah persalinan macet dan persalinan lama yang merupakan 8% penyebab kematian ibu secara global. Komplikasi lain adalah rupture uteri yang mengakibatkan perdarahan dan syok bahkan kematian. Partus Kala II disebut kala pengeluaran, dimulai ketika pembukaan servik sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi,oleh karena berkat kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong keluar sampai lahir. Persalinan merupakan  stressor  direspon tubuh berupa respon stres. Kecemasan pada ibu bersalin disebabkan oleh faktor-faktor psikososial seperti kebutuhan akan rasa  aman dan nyaman. Stimulan  Al-Qur’an dapat memunculkan gelombang delta sebesar 63,11%. Dengan Berkurangnya kecemasan pada ibu membuat otot otot menjadi lebih rileks dan ibu bisa menjalani persalinan dengan mudah sehingga tdk terjadi kasus persalinan lama. Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh terapi murotal QS Ar-Rahman terhadap lama kala II dan Kesejahteraan Bayi (APGAR Score ). Metode penelitian : Rancangan penelitian eksperimen dengan desain pre-xperimental design dengan posttest only with control group design yaitu merupakan jenis penelitian yang sesungguhnya untuk mengukur pengaruh murottal QS. Ar-Rahman pada kelompok eksperimen dengan cara membandingkan dengan kelompok kontrol. Populasinya adalah ibu bersalin normal yang datang bersalin di wilayah Puskesmas Bangetayu September - Desember 2017 ibu bersalin untuk perlakuan dan kontrol. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengetahui lama waktu kala II yang dinyatakan dalam satuan waktu menit dan kesejahteraan janin dengan mengukur nilai apgar score. Uji yang digunakan adalah t-test independent, karena menggunakan dua sampel yang berbeda dan jenis datanya adalah ratio Sebelum dilakukan uji Independentt-tests dilakukan uji normalitas. Kesimpulan :Rata rata lama persalinan Kala II pada pada kelompok kontrol adalah : 45 Menit sedangkan pada kelompok dengan terapi murotal adalah : 18,67 menit. Rata rata Apgar score pada kelompok kontrol adalah : 8,17 pada  terapi murotal adalah : 9,5.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi WUS Melakukan Skrining Kanker Serviks meika jaya rochkmana; Susanti Susanti; Ardhita Listya Fitrini
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.946 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.596

Abstract

Kanker serviks adalah penyebab kanker paling umum kematian dikalangan wanita di negara berkembang. Angka kematian kanker serviks juga meerupakan indikator keberhasilan kesehatan, Delapan puluh lima persen (85%) diantaranya ada di negara berkembang, kurang pengetahuann, keinginan, dukungan lingkungan. Penyebab kanker serviks  70% dari Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Tujuan Tinjaukan pustaka ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keikutsertaan wanita usia subur dalam skrinning kanker serviks. Metode tinjauan pustaka ini mengunakan literature review. Pencarian sistematis dari artikel yang relevan di Pubmed, Proquest, Science Direct, google schoolar dan portal garuda dengan publikasi dari tahun 2010 sampai dengan 2020. Hasil dan Pembahasan pengetahuan bagus tidak menjamin bahwa skrinning kanker serviks akan dilakukan. Dukungan lingkungan akan membantu WUS dalam meyakinkan diri untuk melakukan skrinning. Penggunakan media edukasi sangat membantu dalam menyampaikan informasi agar lebih menarik, dan kelompok konsultasi kesehatan sangat berpengaruh karena akan bertukar pengalaman dari yang sudah pernah melakukan skrinning kanker serviks.Kesimpulan skrinning kanker serviks yang dilakukan oleh WUS dipengaruhi dari banyak aspek tidak hanya dari dalam diri sendiri namun aspek dukungan dari lingkungan dan petugas kesehatan juga sangat berpengaruh. Media edukasi seperti poster, film, booklet, dan audiovisual lainnya juga berpengaruh terhadap minat WUS untuk melakukan skrinning kanker serviks.
Pengaruh Edukasi D3 Pada Ibu Postpartum Di Klinik Bersalin Aminah Amin Samarinda Stephanie Sorta Llyod; Eva purwaningsih; Siti Noorbaya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.392 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.615

Abstract

Postpartum depression is depression experienced by mothers during childbirth which begins with fatigue, rest or sleep disturbances, a feeling of not being able to take care of their babies, a feeling of excessive joy due to a baby being born and stress symptoms. One of the efforts to reduce it is educational intervention for early detection of postpartum depression (D3). This study used a Quasi Experiment with a pre and posttest approach with control group. Researchers used an untreated control group as a comparison to determine whether the differences in postpartum depression in the intervention group with the control group were caused by the treatment given D3 intervention. The population in this study were all 110 mothers who had given birth at Aminah Amin's Maternity Clinic. The sample of this study was 60 respondents respectively 30 control group respondents and 30 treatment group respondents. The results showed that there were 48.4% of mothers suffering from postpartum depression after the D3 education intervention there was a decrease in postpartum depression by 65%. The result of the Pair-Test test shows that there is a difference in postpartum depression in mothers with D3 educational interventions with mothers who are not given D3 educational interventions with a sig.0.011 (p˂0.05) value and based on the Logistic Regression Test shows there is no relationship between age and work towards depression. postpartum and there was a significant influence on maternal education (p = 0.003), maternal parity (p = 0.016) and husband support (p = 0.000) on postpartum depression. The need to increase health education for postpartum mothers and provide education on early detection of depression (D3) to husbands and families as companions for the mother during childbirth until the postpartum period
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid shinta amelia astuti; Fitra Juwita; Anidaul Fajriyah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.25 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.618

Abstract

Seperti semua otot lainnya, otot rahim berkontraksi dan rileks. Selama menstruasi kontraksi lebih kuat, kontraksi disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin selama menstruasi. Kandungan curcumine pada kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat reaksi cyclooxygenase (COX) sehingga mengurangi terjadinya inflamasi sehingga mengurangi kontraksi uterus yang menyebabkan nyeri haid. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam terhadap penurunan intensitas nyeri haid. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Besarnya sampel adalah 14 remaja. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Pemberian kunyit asam berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri haid dengan p-value 0,001. Pemberian kunyit asam terbukti dapat menurunkan intesitas nyeri karena mengurangi pelepasan prostaglandin saat menstruasi.remaja putri yang mengalami nyeri haid dapat mengonsumsi minuman herbal kunyit asam untuk mengurangi intesitas nyeri.
Efektivitas Pemberian Ikan Gabus Kukus Terhadap Penyembuhan Laserasi Perineum Pada Ibu Postpartum Fauziah Fauziah; Fitriana Fitriana; Siti Noorbaya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.427 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.622

Abstract

Postpartum, also called the puerperium or puerperium, is the time since the baby is born and the placenta is separated from the uterus until the next 6 (six) weeks, accompanied by the recovery of the organs associated with the womb, which have undergone changes related to childbirth. The changes that occur during the puerperium include all systems including the reproductive organs such as the uterus and vulva, from physiological to pathological changes as a result of complications during the puerperium. Complications of the puerperium are abnormal conditions during the puerperium caused by the entry of germs to the genetalia during labor and the puerperium, one of the complications of the puerperium, namely a rupture, is also called a perineal tear or laceration. This study aims to analyze the effectiveness of giving boiled snakehead fish on the healing of perineal lacerations in postpartum mothers in Samarinda City. In this study, the authors used a quasi-experimental method with a post-test only control group design in which the measurement of variables was given a special intervention, namely giving 100 g of steamed fish a day for 10 days, then observing its effect on post-partum maternal wound healing. As a comparison, also a control group without treatment with inclusion and exclusion criteria. The research location is at Kartika Jaya Clinic, Samarinda City. In this study, the samples were selected using purposive sampling. Data collection methods used in two ways, namely through interviews and observations. The test used Mann Whitney. The results of data analysis using the Mann-Whitney obtained the sig (2-tiled) value of 0.000 <0.05 with the average healing time of the experimental group was 7 days. Meanwhile, the average healing time for the control group was 10 days. So it can be concluded that there is an effect of giving steamed cork fish on the healing of perineal lacerations in postpartum mothers with a difference of 3.2 days. The conclusion of this study is that the administration of steamed snakehead fish is more effective in treating perineal lacerations of postpartum mothers
Efektivitas Metode Pembelajaran Continuity Of Care Terhadap Peningkatan Kompetensi Pemberian Asuhan Kebidanan Purwaningtias Budi Utami; Irfan Irfan; Siti Noorbaya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.832 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.623

Abstract

Postpartum, also called the puerperium or puerperium, is the time since the baby is born and the placenta is separated from the uterus until the next 6 (six) weeks, accompanied by the recovery of the organs associated with the womb, which have undergone changes related to childbirth. The changes that occur during the puerperium include all systems including the reproductive organs such as the uterus and vulva, from physiological to pathological changes as a result of complications during the puerperium. Complications of the puerperium are abnormal conditions during the puerperium caused by the entry of germs to the genetalia during labor and the puerperium, one of the complications of the puerperium, namely a rupture, is also called a perineal tear or laceration. This study aims to analyze the effectiveness of giving boiled snakehead fish on the healing of perineal lacerations in postpartum mothers in Samarinda City. In this study, the authors used a quasi-experimental method with a post-test only control group design in which the measurement of variables was given a special intervention, namely giving 100 g of steamed fish a day for 10 days, then observing its effect on post-partum maternal wound healing. As a comparison, also a control group without treatment with inclusion and exclusion criteria. The research location is at Kartika Jaya Clinic, Samarinda City. In this study, the samples were selected using purposive sampling. Data collection methods used in two ways, namely through interviews and observations. The test used Mann Whitney. The results of data analysis using the Mann-Whitney obtained the sig (2-tiled) value of 0.000 <0.05 with the average healing time of the experimental group was 7 days. Meanwhile, the average healing time for the control group was 10 days. So it can be concluded that there is an effect of giving steamed cork fish on the healing of perineal lacerations in postpartum mothers with a difference of 3.2 days. The conclusion of this study is that the administration of steamed snakehead fish is more effective in treating perineal lacerations of postpartum mothers. Student competency results obtained through the pre-test and post-test showed that the difference between the pre-test and the final test for the two groups was significantly different. This is indicated by the results of the t test obtained by t count = 0.001 <t table = 0.05, which means that H0 is rejected. With the rejection of H0, this means that the results of student competence in providing midwifery care using the Continuity of Care learning method are better than those using the ordinary practicum method. The difference in competency results between the control class and the experimental class occurs because the experimental class uses Continuty of Care learning and the control class uses the ordinary practicum method

Page 6 of 18 | Total Record : 173