cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Terapi Foot Massage Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Yopi Suryatim pratiwi; Sri Handayani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.124 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.849

Abstract

Angka kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting dan mencerminkan derajat kesehatan di suatu wilayah, khususnya yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak adalah dengan memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas pada saat sebelum persalinan, saat persalinan, dan sesudah persalinan. Proses persalinan terkadang tidak berjalan normal, sehingga tindakan sectio caesarea dapat dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Persalinan dengan sectio caesarea adalah prosedur pembedahan dimana janin  dilahirkan melalui insisi dinding abdomen dan rahim ibu. Persalinan sectio caesarea mengalami nyeri yang lebih dibandingkan dengan persalinan normal. Nyeri post sectio secarea menyebabkan mobilisasi terbatas, bounding attachment terganggu, serta menghambat pemberian ASI. Strategi penatalaksanaan untuk mengatasi nyeri post sectio caesaria sangat diperlukan, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Tehnik massage merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologi.Massage merupakan tehnik sentuhan serta pemijatan ringan yang dapat menghasilkan rasa rileks dalam tubuh, serta memberikan rasa nyaman. Foot massage merupakan salah satu tindakan massage yang dianggap menjadi metode yang tepat dalam mengurangi nyeri. Oleh karena itu perlu adanya bukti literature review yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage terhadap nyeri post sectio caesarea. Studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (literature review) meliputi studi pencarian sistematis data base terkomputerisasi (research gate, pubmed, google cendekia). Penulisan artikel ini menggunakan penulisan daftar pustaka Harvard. Berdasarkan delapan artikel penelitian menunjukkan bahwa terapi foot massage selama 20 menit efektif dapat mengurangi nyeri post sectio caesarea.
Karekteristik Ibu Terhadap Pembiasaan Mengajarkan Salam Pada Anak Usia Dini Di Kota Mataram Nurul Fatmawati; Yesvi Zulfiana; Irni Setyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.467 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.850

Abstract

Anak usia dini memegang peranan yang sangat penting karena perkembangan otak manusia mengalami lompatan dan berkembang sangat pesat, yaitu mencapai 80%. Ketika dilahirkan ke dunia anakmanusia telah mencapai perkembangan otak 25% , sampai usia 4 tahun perkembangannya mencapai 50 %, dan sampai 8 tahun mencapai 80%, selebihnya berkembang sampai usia 18 tahun. Penelitian ini beranjak dari permasalahan bahwa dalam pembiasaan bersalam pada anak usia dini masih mengalami kesulitan, atau belum terbiasanya mengucapkan salam dalan kehidupan sehari-hari. Maka dalam hal ini pentingnya peran orang tua dalam pembiasaan khususnya pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ibu terhadap pembiasaan mengajarkan salam pada anak usia dini. Dalam penelitian ini desain yang digunakan yaitu analitik kategorik dengan pendekatan potong lintang. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang mempunyai anak dibawah umur 6 tahun. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling sebanyak 116 orang di kecamatan mataram kota Mataram khususnya di wilayah kelurahan Pagutan dan Pagesangan Mataram. Hasil temuan dalam penelitian ini sebagian besar ibu mempunyai kebiasaan mengajarkan salam pada anak. Semakin bertambah umur ibu dan menjadi rumah tangga, semakin sering ibu membiasakan salam pada anak. Maka diharapkan ibu yang berumur 20-35 tahun dan bekerja di luar rumah untuk meningkatkan kebiasaan mengajarkan salam yang dibantu oleh para suami.  
Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian ISPA pada Balita Haryani Haryani; Zurriyatun Thoyibah; Sri Hardiani; Zuhratul Hajri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.82 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.859

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems in developing countries because of the high morbidity and mortality due to ARI in children under five. ARI is included in the top 10 disease category in NTB with the highest number of visits, namely 174,213. There are 3 risk factors for ARI, namely environmental factors, individual child factors and behavioral factors. Behavioral factors can be changed by increasing knowledge through health education. This study aims to determine the effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in toddlers. The research design used was pre-experiment with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The population in this study were all mothers who have toddlers aged 0-59 months with a sample size of 20 people obtained using purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire and observation sheet.Data analysis using Paired T-Test. The results showed the total score before being given health education was a mean of 4.2500 with a standard deviation of 0.96655 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 20 people (100%). While the total score after being given health education was a mean of 6.3000 with a standard deviation of 1.12858 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 7 people (35%). Based on these results, it can be concluded that there is an effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in children under five in the work area of the Ampenan Community Health Center, Ampenan Village, Karang Ujung Environment.AbstrakInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang karena tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ISPA pada balita. Penyakit ISPA masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di NTB dengan jumlah kunjungan tertinggi yaitu 174.213. Terdapat 3 faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Faktor perilaku dapat diubah dengan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental designs dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Kelurahan Ampenan Lingkungan Karang Ujung, Kota Mataram. pada 8 Maret – 15 Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita berusia 0-59 bulan dengan jumlah sampel 20 orang yang didapat menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hail penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari sebelum diberikannya pendidikan kesehatan dan setelah ddiberikannya pendidikan kesehatan engan kejadian ISPA pada balita dengan hasil  yaitu dari kejadian ISPA sebanyak 20 orang (100%) menjadi  sebanyak 7 orang (35%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan Lingkungan Karang Ujung.
Hubungan Nilai Sosial Budaya dengan Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Kawin Usia Dini Sri Hardiani; Haryani Haryani; Nurul Hikmah Annisa; Zurriyatun Thoyibah; Humaediah Lestari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.991 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.860

Abstract

Kebudayaan sebagai konsep dasar dapat menjelaskan kaitan dengan gejala-gejala sosial dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kesehatan maupun non kesehatan yang terkait seperti pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana. Sehubungan dengan hal tersebut, gagasan-gagasan budaya dapat menjelaskan hubungan timbale balik antara gejala sosial dan pelayanan kesehatan (kalangie, 1994 dalam sirait (2012)).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai sosial budaya dengan penggunaan kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah  wanita kawin usia dini yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah menggunakan teknik stratifide propotional random sampling. Data sebanyak 179 responden dengan menggunakan perhitungan jumlah sampel Lameshow. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis bivariat, variabel nilai sosial budaya signifikan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi yaitu (p<0,05).
Tingkat Kecemasan, Stress Dan Depresi Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III di PMB Ibu Alam Kota Salatiga Vistra Veftisia; Luvi Dian Afriyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.688 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.893

Abstract

Tingkat kecemasan, dan depresi ibu hamil semakin akut dan intensif seiring dengan mendekatnya kelahiran bayi. Kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang didalam kandungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingakat kecemasan, stress dan depresi pada ibu hamil TM II dan TM III. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian  adalah  ibu  hamil   di   PMB ibu Alam Kota Salatiga sebanyak 40 orang. Dengan teknik    purposive sampling sampel  32 ibu hamil trimester II dan III. Alat  pengumpulan  kuesioner DASS 42. Analisa data menggunakan menggunakan tendensi sentral. Hasil penelitian didapatkan kecemasan ringan (11, 03), stress ringan (12, 81), depresi ringan (11, 25)
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan darah pada Remaja di SMK NU Ungaran Isfaizah Isfaizah; Ari Widyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.348 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.894

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Obesitas di Indonesia mengancam anak dan remaja, dimana obesitas sentral pada remaja umur ≥15 tahun meningkat dari 26,6% (2013) menjadi 31% (2018). Obesitas berdampak secara  fisiologis dalam meningkatnya penyakit cardiovaskler seperti hipertensi. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat skrinning untuk pengukuran jumlah lemak pada anak dan remaja yang paling mudah, sederhana dan akurat dalam mendeteksi adanya gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT dengan kenaikan tekanan darah pada remaja di SMK NU Ungaran.Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kasus control dengan perbandingan 1:1. Populasi seluruh remaja di SMK NU UNgaran sebanyak 327 siswa, pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok kasus adalah remaja dengan tekanan darah pre-hipertensi sebanyak 40 responden dan kelompok control remaja dengan tekanan darah normal sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan Chi-Square.Hasil: Analisis univariat diperoleh 50% responden memiliki IMT normal, rerata TD systole vs diastole (116.51 mmHg vs 74.67 mmHg). Ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan tekanan darah pada remaja di SMK NU Ungaran (p<0.001, OR:5.571, CI 95%= 2.119 s/d 14.647).Kesimpulan: Remaja yang IMT berlebih akan meningkatkan resiko kenaikan tekanan darah sebesar 5.57 kali dibandingkan dengan remaja yang memiliki IMT normal. Perlu dilakukannya edukasi dan pemantauan status gizi pada remaja serta pengukuran tekanan darah secara berkala untuk mencegah terjadinya pre hipertensi pada usia remaja.Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Tekanan Darah
Pengaruh Usia dan Insentif terhadap Kinerja Kader Posyandu di Kabupaten Purworejo Nurma Ika Zuliyanti; Ulfah Hidayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.732 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.1000

Abstract

Cadre is one part of the community where voluntarily in the implementation of the posyandu. the success of posyandu in improving the health of mothers, infants, toddlers, and EFA is influenced by the performance of cadres. The purpose of this study is to determine the effect of age and incentives on the performance of cadres. The study was conducted on 200 cadres in 25 posyandu in Purworejo Regency and was selected using simple random sampling. This type of research uses observational analytics using cross-sectional techniques. The independent variables are age and incentives. The dependent variable is the performance of cadres. Collecting data using a questionnaire. Data processing used the chi square test with SPSS version 21 application. The results showed that there was a significant effect of age on the performance of cadres with the possibility of performing well 3.35 times. There is a significant effect of getting incentives on the performance of cadres with the possibility of performing well 2.09 times. Abstrak Kader salah satu bagian dari masyarakat dimana secara sukarela dalam penyelenggaraan posyandu. keberhasilan posyandu dalam peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita, dan PUS dipengaruhi oleh kinerja kader. Tujuan dalam penelitian ini agar diketahuinya pengaruh usia dan insentif terhadap kinerja kader. Penelitian dilakukan pada 200 kader yang berada di 25 posyandu di Kabupaten Purworejo dan dipilih menggunakan simple random sampling. Jenis penelitian menggunakan analitik observasional menggunakan teknik potong lintang. Variabel bebas adalah usia dan insentif. Variabel terikat adalah kinerja kader. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji chi-square dengan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan usia terhadap kinerja kader dengan kemungkinan berkinerja baik 3.35 kali. Terdapat pengaruh yang signifikan mendapatkan insentif terhadap kinerja kader dengan kemungkinan berkinerja baik 2.09 kali.
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Ibu dengan Kepatuhan dalam Pemberian Imunisasi MR Lanjutan Eva Hotmaria Simanjuntak; Yunida Turisna Simanjuntak; Roselina Situmorang
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.395 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1006

Abstract

Adherence in administering advanced Measles Rubella (MR) Immunization in the Work Area of the Niaga Kesiangan Health Center is still low. The low compliance in giving advanced Measles Rubella (MR) Immunization in the Work Area of the Naga Kesiangan Health Center is related to the knowledge and perceptions of the mother. This study aims to determine the relationship between knowledge and perceptions of mothers with adherence to the provision of advanced Measles Rubella (MR) immunization in the Work Area of the Puskesmas Naga Kesiangan. This type of research is analytic survey research with cross sectional design. The population in this study were all mothers who have toddlers aged 18-25 months in the working area of the Naga Kesiangan Health Center, totaling 151 people with a sample of 60 people. Collecting data with primary and secondary data and analyzed by statistical test Chi Square with a confidence level of 95%. The results showed that there was a relationship between maternal knowledge and adherence in the provision of advanced Measles Rubella (MR) Immunization in the Puskesmas Naga Kesiangan Work Area and there was a relationship between maternal perception and adherence to advanced Measles Rubella (MR) immunization in the Puskesmas Naga Kesiangan Work Area. It is recommended that mothers in the working area of the Naga Kesiangan Health Center need to increase their knowledge about the provision of further Measles Rubella (MR) immunization by following counseling held by health workers and seeking information about advanced Measles Rubella (MR) immunization and to health workers in the Work Area of the Naga Kesiangan Health Center. improve maternal understanding of continued Measles Rubella (MR) Immunization and improve maternal perceptions in an effort to increase compliance with continued Measles Rubella (MR) immunization.Abstrak Kepatuhan dalam pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Niaga Kesiangan masih rendah. Rendahnya kepatuhan dalam pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan terkait dengan pengetahuan dan persepsi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan dalam pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki Balita usia 18-25 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan yang berjumlah 151 orang dengan sampel sebanyak 60 orang, dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kepatuhan dalam pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan dan terdapat hubungan persepsi ibu dengan kepatuhan dalam pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan. Disarankan kepada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan perlu meningkatkan pengetahuan tentang pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan dengan mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan dan mencari informasi tentang imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan dan kepada tenaga kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Kesiangan perlu meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan dan meningkatkan persepsi ibu dalam upaya peningkatan kepatuhan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) lanjutan.
Pengaruh Edukasi Skrining RAPCOV Nineteen Melalui Komunikasi Kesehatan Karakter Terhadap Pengetahuan Infeksi Covid 19 Siti Noorbaya; Herni Johan; Nurhayati Nurhayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.955 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.1064

Abstract

The research "The Effect of RAPCOV Nineteen Screening Education on Knowledge of Covid 19 Infection" is a research on the development of a health promotion program designed to provide information and education to the public. Rapid tests are part of the initial screening for Covid 19. However, there are still many people who do not understand about Covid 19 infection and lack of knowledge about the benefits and objectives of rapid tests. It is undeniable that when a rapid test is carried out, there will be rejection from the community, this is still a lack of education or socialization and clear information. In addition, some people assume that everyone who has a Reactive rapid test result is definitely positive for Covid 19. As health workers and educators in the Front Guard, they must have good communication skills and be able to take a character-based persuasive approach. The purpose of this study was to determine the effect of RAPCOV Nineteen Screening Education on public knowledge of Covid 19 infection in the working area of the South Sempaja Health Center. In this study, the method used was pre-experimental with a posttest only control group design. The population in this study was 370 people, with a sample of 34 people selected based on cluster random sampling. The results of this study are knowledge about Covid 19 infection before being given RAPCOV Nineteen Screening Education which is classified as good by 32.4% and after being given RAPCOV Nineteen Screening education there is an increase in knowledge of 97.1%. There is a significant effect of RAPCOV Nineteen Screening Education on knowledge of Covid 19 infection before and after the intervention with p value = 0.555 (α > 0.05).Abstrak Covid-19 menjadi salah satu masalah kesehatan dunia sejak bulan Januari 2020. Pada 3 Mei 2020 kasus Covid-19 terkonfirmasi 3.272.202 kasus dan 230.104 angka kematian yang menimpa 215 negara. Virus Corona adalah virus RNA untai positif yang beruntai tunggal yang tidak tersegmentasi. Virus-virus corona termasuk dalam ordo Nidovirales, keluarga Coronaviridae, dan sub-keluarga Orthocoronavirinae, yang dibagi menjadi kelompok (marga) α, β, γ, dan δ sesuai dengan karakteristik serotipik dan genomiknya. Salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19 ini adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independent dan dependent sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian inimenggunakan desain penelitian ini yaitu one group pre-post test design dengan 35 responden yang dipilih menggunakan teknik Non- probability sampling yakni Purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah SAP dan kuesioner menggunakan pengukuran “skala ordinal”. Variabel penelitian ini adalah Variabel independen adalah pendidikan kesehatan Variabel dependen adalah pengetahuan pencegahan Covid-19. Untuk analisis bivariate menggunakan uji statistik Wilcoxon signed ranks test dengan nilai signifikan < (α=0,05) kemudian dianalisis menggunakan aplikasi pendukung SPSS.Hasil akhirZhitung = -5,155aAsymp. Sig. (2-tailed) = 0,000,ini berarti hasil akhir nilai signifikan < 0,05 yakni ada pengaruh signifikan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Kesimpulan Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan pencegahan infeksi Covid-19 di Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda.
Pengaruh Media Audio Visual Edukasi Smart (AVES) Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Dasar Praktik Mahasiswa Kebidanan Herni Johan; Siti Noorbaya; Siti Saidah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.261 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.1066

Abstract

Research on the Effect of Smart Educational Audio Visual Media (AVES) on Learning Outcomes of Basic Practice Skills for Midwifery Students, is a research on the development of teaching media designed to be the main supporting tool for learning basic midwifery practice in practicing clinical skills and improving student learning outcomes. Midwifery program education requires graduates to be skilled in carrying out their professional duties as skilled midwives and declared competent after they pass the national competency exam. The purpose of this study was to determine the effect of smart educational audio visual media (AVES) on learning outcomes of students' basic skills in midwifery practice. This research method uses an experimental method with the research design that will be used is a pre-experimental design type one group pretest-posttest design. The population in this study were all 87 students of midwifery class XIII and XIV. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling model, as many as 28 students. The results of this study are that the data obtained, that tcount = 2.310 > ttable = 2.0555 with a significance of 0.029 <0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted. the researchers can conclude that there is a positive and significant influence between Smart Audio Visual Education Media on Learning Outcomes of Basic Skills Practice of Midwifery Students

Page 8 of 18 | Total Record : 173