cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Pengetahuan Inisiasi Menyusu Dini Berdasarkan Karakteristik Ibu Hamil di Puskesmas Palmerah Reni Nofita; Nuntarsih Nuntarsih; Dorsinta Siallagan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.103 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.625

Abstract

The policy of early initiation of breastfeeding has been socialized in Indonesia since August 2007 (Roesli, 2008). The World Health Organization (WHO) has recommended that all babies get colostrum, namely breast milk on the first and second days to fight various infections and get exclusive breastfeeding for 6 months (Ministry of Health 2012). The IMD implementation policy is also expected to reduce infant mortality (IMD). In infant mortality, 40% occurs in the first month of life and early initiation of breastfeeding can reduce these risk factors for death, thereby reducing 22% for 28-day infant mortality. The research design was a cross sectional study using primary data (questionnaire). This sample uses accidental sampling method. The results showed that of the 87 respondents at Puskesmas Palmerah, the age of 20-35 years old mothers who had good knowledge about IMD were 30 respondents (34.5%), respondents with high education (SMA-PT) had good knowledge about IMD as many as 51 respondents ( 58.62%), respondents who work and have good knowledge about IMD are 24 respondents (27.59%), respondents who are experienced and have good knowledge about IMD are 42 respondents (48.28%), respondents who receive information and have Good knowledge about IMD was 69 (79.31%), while the related variables included age, education and experience with a P value of 0.384 greater than α, namely 0.05. Conclusion. Characteristics of age, education level, experience are closely related to the knowledge possessed by pregnant women, especially those related to knowledge of IMD. Meanwhile, the factor that is not related to the success of IMD is the source of information. Suggestion. There needs to be an effort to do outreach activities on Early Initiation of Breastfeeding (IMD) or supporting facilities to increase the knowledge of pregnant women, especially in the third timester.Keywords: Knowledge, IMD, Characteristics
Persalinan dengan Faktor Risiko Tinggi Oleh Karena Umur Di Desa Patas Luh Nik Armini; Ni Komang Sulyastini
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.192 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.629

Abstract

Kesejahteraan suatu negara diukur melalui kesehatan ibu dan anak. Kematian yang terjadi di Indonesia masih cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan kematian ibu yang terjadi di negara maju maupun negara di ASEAN. Kematian ibu sekitar 90% banyak terjadi saat atau segera setelah proses persalinan dengan penyebab tertingginya sejak satu dekade terakhir karena perdarahan. Buleleng sebagai penyumbang terbesar kematian ibu di Provinsi Bali selama tiga tahun berturut-turut. Desa Patas yang berada di kabupaten buleleng merupakan desa penyumbang terbesar kehamilan risiko tinggi akibat faktor umur dan jarak kelahiran.  Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan persalinan dengan fakto risiko umur di Desa Patas selama Tahun 2018- Bulan Agustus 2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari register persalinan Desa Patas. Sampel penelitian adalah ibu bersalin dengan faktor risiko tinggi umur dan tercatat di register persalinan bidan di Desa Patas. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu persalinan dengan faktor risiko tinggi umur sebanyak 22,1%. Persalinan dengan faktor risiko tinggi umur di Desa Patas sebagian besar ditemukan pada  ibu  multigravida sebanyak 68,2%, persalinan terbanyak di lakukan di Praktek Mandiri Bidan sebesar 71,1%, persalinan berlangsung secara spontan 72,9% dan komplikasi persalinan yang dialami 15,8%. Persalinan dengan faktor risiko tinggi karena umur merupakan salah satu dari empat terlalu yang merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu. Promosi kesehatan, peningkatan kualitas pemeriksaan kehamilan, peningkatan cakupan KB pada WUS merupakan salah satu upaya untuk menurunkan faktor risiko tinggi karena umur. 
Hypnobreastfeeding dan Kualitas Tidur pada Ibu Menyusui Hapsari Windayanti; Fitria Primi Astuti; Ida Sofiyanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.656 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i2.631

Abstract

Masa nifas adalah masa adaptasi ibu setelah hamil dan persalinan. Adaptasi ini menyebabkan perubahan yang dapat menjadi ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang dapat dialami diantaranya kecemasan dalam menyusui dan gangguan tidur. Tantangan ibu menyusui adalah ibu merasa ASI-nya tidak cukup untuk bayinya sehingga menjadi penghambat dalam menyusui. Menyusui dapat menyebabkan gangguan pada kebutuhan istirahat ibu selama periode postpartum. Masalah tersebut muncul disebabkan ibu sering terbangun dikarenakan bayi menangis, bayi tidur tidak nyenyak, dan proses menyusui. Pada saat postpartum, ibu membutuhkan istirahat ataupun tidur yang mencukupi. Cara untuk mengatasi gangguan/masalah istirahat pada ibu nifas dan menyusui dapat dengan terapi non farmakologi. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan modifikasi perilaku dan lingkungan yaitu memberikan sugesti melalui hipnoterapi. Hipnoterapi yang bisa diberikan untuk ibu di masa nifas dan menyusui yaitu hypnobreastfeeding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah  hypnobreastfeeding terhadap kualitas tidur pada ibu menyusui. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan rancangan One Group Pre-test dan Post-test, sebanyak 30 responden ibu menyusui. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI. Normalitas data menggunakan Shaprowilk (sampel < 50) didapatkan p-Value (0,001) < 0,05, sehingga untuk analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil olah data dengan Uji Wilcoxon didapatkan nilai p value (0,006) kurang dari 0,05 yang berarti ada perbedaan kualitas tidur ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan hypnobreastfeeding. Hypnobreastfeeding merupakan pemberian sugesti. Proses tersebut dengan cara memberikan stimulasi ke otak untuk melepaskan neurotransmitter/senyawa kimiawi yang terdapat di otak, enchephalin dan endorphin berfungsi dapat meningkatkan perasaan bahagia sehingga mengubah penerimaan seseorang terhadap kondisi yang dialami saat ini.
Determinan Stunting pada Balita Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Tangerang Tahun 2020 Dorsinta Siallagan; Desi Rusiana; Ela Susilawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.849 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.668

Abstract

The problem of stunting is one of the nutritional problems faced in the world, especially in poor and developing countries. Toddlers with stunting are more at risk of having a low Intelligence Quotient compared to toddlers who are growing well. In 2018, the prevalence of stunting in Tangerang Regency (38%) was higher than the national prevalence (30.8%). This study aims to determine the most dominant factor in the incidence of stunting in the Tangerang District Public Health Center. The research method used was descriptive analytic with a cross sectional study approach. Research Location at the Rajeg Community Health Center, Tangerang Regency. The population in this study were all toddlers who were stunting as many as 211 and a sample of 138 respondents. Sampling using accidental sampling technique. The results showed that stunting was very short at 28.2%. Bivariate analysis using the Chi-Square test. There was a significant relationship between age (p = 0.000), knowledge (p = 0.000), history of ANC (p = 0.023), LBW (p = 0.005) exclusive breastfeeding (p = 0.001), dietary habits (p = 0.005) and history of disease (p = 0.005) with incidence of stunting. The multivariate results showed that the most dominant factor in the incidence of stunting was the high risk age at pregnancy with an OR of 9,333. It is hoped that government programs through related agencies, health workers provide counseling about high-risk age during pregnancy, run the 4T program so that women do not get pregnant when they are too young, too old, too close to birth distances and too many children, other government programs such as Age Maturation Marriage
Pengembangan Media Self Trainning Basic Prenatal Yoga Berbasis Audiovisual di Puskesmas Pamulang Tangerang Selatan Siti Dariyani; Reni Nofita; Mardi Yana
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.147 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.682

Abstract

Pregnancy and childbirth are inseparable chain reactions in a normal woman's life. To undergo a safe and comfortable pregnancy, pregnant women must be able to manage their body, mind and spirit holistically during pregnancy. (Kuswandi,2013) Changes in the safety and comfort of pregnant women are closely related to physical and psychological changes. (Prawiroharjo,2015) To reduce the physical and psychological complaints of mothers during pregnancy, what can be done by including the mother in pregnancy exercise classes, Prenatal yoga is a type of exercise that is good for pregnant women to do. Practicing yoga means that pregnant women practice physical postures, breathing techniques, and meditation.Based on the data obtained at Pamulang Health Center, from 684 pregnant women during January to April, only 20% of pregnant women attended the pregnancy class provided by the puskesmas, the remaining 80% of pregnant women were not involved in gymnastics classes at all. The absence of pregnant women is due to busyness and unsuitable schedules. The general objective of this study is to develop audiovisual self-training media for basic prenatal yoga and to test its effectiveness.The research method is action research. The first stage will conduct a study of the condition and level of needs of pregnant women about basic prenatal yoga. The second stage will be the process of making audiovisual media for basic prenatal yoga self-training. The third stage is testing the effectiveness of the media. The results showed that 60% of respondents did not know well what Prenatal Yoga was, pre-intervention described the mean score of physiological comfort during pregnancy of 56.1 with a range of values ranging from a score of 35-77. The mean value obtained post intervention was 48.4 with scores ranging from 30-70. p value of 0,000. Thus, it is known that there is a significant relationship between prenatal yoga movements and physiological comfort during pregnancy. 
Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting Lia Agustin; Dian Rahmawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.408 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.715

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi  tubuh anak yang pendek akibat dari kekurangan gizi yang kronis. Kegagalan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh balita disebabkan karena berbagai faktor seperti kemiskinan,  kurangnya kesadaran akan kesehatan, kecukupan gizi yang kurang dan juga pola asuh yang kurang benar. Dampak yang timbulkan akibat dari stunting yaitu pada menurunya tingkat kecerdasan dan  kerentanan terhadap penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan keluarga dengan kejadian stunting Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di Desa Bangkok Kecamatan. Gurah Kabupaten Kediri pada bulan Agustus 2020. Dengan tehnik Fixed Disease Sampling didapatkan sampel 25 balita stunting usia 24-59 bulan sebagai kelompok kasus dan 25 balita normal usia 24-59 bulan sebagai kelompok kontrol. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen adalah pendapatan keluarga. Pengukuran stunting berdasarkan pengukuran Tinggi Badan/Umur yang dikonversikan dalam Z-score. Pengukuran pendapatan keluarga dengan kuesioner dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan uji Fisher’s exact test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76%  keluarga balita stunting memiliki pendapatan dibawah Upah minimum regional , sedangkan keluarga yang tidak stunting sebanyak 36% memiliki pendapatan dibawah UMR. Secara statistik pendapatan keluarga berhubungan dengan kejadian stunting p=0.001 (OR=5.63;CI 95% 1.65 hingga 19.23).Kesimpulan: Pendapatan keluarga berhubungan dengan kejadian stunting. Keluarga dengan pendapatan kurang dari Upah Minimum Regional  memiliki kemungkinan 6 kali mengalami stunting.
Determinan Kematian Maternal di Kabupaten Tangerang Tahun 2018-2019 Happy Novriyanti Purwadi; hanny Desmiati; Nuntarsih Nuntarsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.398 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.767

Abstract

Based on data from the SDKI, the Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still quite high, namely 359 per 100,000 live births1, and the results of the Inter-Census Population Survey show a decrease to 305 per 100,0002, this result is still quite far considering the Sustainable Development Goals (SDGs) target, namely reduce maternal mortality to below 70 per 100,000 target by 20303. The diversity of causes of maternal mortality and differences in regional characteristics make it necessary to make policies and plans to reduce MMR. AKI is an indicator of maternal health status. McCharty and Maine suggest 3 factors that influence maternal mortality, namely the near determinant, the intermediate determinant and the distant determinant.This research uses analytical research method, using secondary data, this method was chosen because in the first stage research will be conducted on the determinants of maternal mortality, then in the second stage an analysis will be carried out (analytic) to determine the determinants that have the most influence on maternal mortality in Tangerang Regency.There is a relationship between parity and maternal mortality with a p value of 0.025; OR = 5.667, which means that parity has 5.6 times the maternal mortality. There is a relationship between Ante Natal Care (ANC) examination and maternal mortality with a p value of 0.004; OR = 8,889 which means that ANC examination has 8.8 times of maternal mortality. There is a relationship between complications and maternal death with a p value of 0.019; OR = 7.5, which means that complications have 7.5 times the death rate and husband's work with maternal mortality p value 0.035; OR = 0.117. Thus parity, ANC examination, complications and husband's occupation have an effect on the determinants of maternal mortality. 
Penerapan Flashcard Kipas Anak Pendidikan Seks Anak Usia Dini Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Chairunnisa Minarni Alamsyah; Mieke Hemiawati Satari; Anita Rahmawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1561.969 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.776

Abstract

Childhood sex education is the process of giving an understanding to the child about his body condition, the opposite sex and understanding how to avoid sexual violence. Knowledge and attitudes of parents about early childhood sex education will influence parenting life. Flashcard KIPAS Anak (Instant Sex Education Card for Children) can be used as a means to convey messages widely to mothers.  This study aimed to determine the effectiveness of flashcard in improving mother's knowledge and attitudes on early childhood sex education. The study used quasi-experimental one group pre-test and post-test design with the intervention using flashcard. Samples in this study were 65 of mothers who have preschool children aged 4-6 years and sampling by simple random sampling. The instrument was a knowledge and attitude questionnaire. Flashcard is validated by 1 media expert and 1 psychologist. The Wilcoxon test, there was a significant difference in mother’s knowledge and attitude on sex education of preschool children after intervention using flashcard (p value <0.001 and p<0.001). There is no significant increase of knowledge on the characteristics of age and education of mothers. Significant increasing knowledge on maternal employment with p<0,05. The correlation between attitude and age, occupation and education there were no significant differences. There was a significant increase in the knowledge and attitudes of mothers regarding early childhood sex education after the use of flashcard (KIPAS Anak). Abstrak Pendidikan seks anak usia dini adalah proses memberikan pemahaman kepada anak tentang kondisi tubuhnya, lawan jenis, dan memahami cara menghindari kekerasan seksual. Pengetahuan dan sikap orang tua tentang pendidikan seks anak usia dini akan mempengaruhi pola asuh dalam kehidupan sehari-hari. Flashcard KIPAS Anak (Kartu Pendidikan Seks Instan Anak) dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan kepada para ibu secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan flashcard dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pendidikan seks anak usia dini. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental one group pre-test dan post-test design dengan perlakuan menggunakan flashcard. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 ibu yang memiliki anak prasekolah usia 4-6 tahun dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Flashcard divalidasi oleh 1 ahli media dan 1 psikolog. Uji statistik menggunakan Wilcoxon, terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu tentang pendidikan seks anak usia dini setelah perlakuan menggunakan flashcard (p value <0.001 dan p <0.001). Tidak ada peningkatan pengetahuan yang signifikan pada variabel karakteristik usia dan pendidikan ibu. Peningkatan pengetahuan yang signifikan terjadi pada variabel pekerjaan ibu dengan p <0,05. Hubungan antara sikap dan usia, pekerjaan dan pendidikan ibu tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu tentang pendidikan seks anak usia dini setelah penggunaan flashcard (KIPAS Anak).
Efektifitas Pelatihan Kader Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Status Gizi Balita di Kelurahan Gogik Cahyaningrum; Mas ruroh; Purbo wati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.905 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i2.832

Abstract

Toddlers are a group that is prone to nutritional disorders. At this time, conditions in the under-five group still experience various health and nutrition problems, which are indicated by the high rate of neonatal mortality, the prevalence of undernutrition (BW / U) and stunting (TB / U) in children under five, and lack of vitamin A in children. toddler. This study generally aims to analyze the knowledgeof health cadres about the nutritional status of toddlers before and after being given training.This study is a pre-experimental design with One group pre-post design. Subjects The population in this study were all 23 health cadres of Gogik village with total sampling. This study uses primary data sources, namely the results of measuring the knowledge of health cadres about the nutritional status of children under five. Based on the normality of the Shapiro-Wilk data, the predan post test score data was not normal (<0.05), then data transformation was carried out but the data remained abnormal. So that the different test uses the Wilcoxon Test. The results of the research before being given training The knowledge of respondents about the nutritional status of children under five was 60% in the good category and the remaining 40% in the sufficient category. After being given cadre training, the results showed that there was an increase in the category of knowledge both in respondents 85% and respondents with sufficient categories in 15%. The Wilcoxon test of knowledge before and after being given cadre training showed that there was 1 respondent with decreased knowledge, 11 respondents with increased knowledge and 8 respondents with fixed knowledge. With a p value of 0.004 (<0.05) which means that there are differences in knowledge before and after being given training. Cadre training is effective as an effort to increase the knowledge of toddler cadres in Gogik village Abstrak Balita merupakan kelompok yang cukup rawan untuk terjadi gangguan gizi. Pada saat ini, kondisi pada kelompok balita masih mengalami berbagai masalah kesehatan dan gizi, yang ditandai dengan masih tingginya angka kematian neonatal, prevalensi gizi kurang (BB/U) dan pendek (TB/U) pada anak balita, serta kurang vitamin A pada anak balita. Pengetahun kader merupakan salah satu aspek penting dalam upaya peningkatan status gizi balita. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis pengetahuan kader kesehatan tentang status gizi pada balita sebelum dan setelah di berikan pelatihan. Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment design dengan rancangan One group pre-post,Subjek Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan kelurahan Gogik berjumlah 23 orang dengan total sampling.Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu hasil pengukuran kader kesehatan tentang status gizi balita. Berdasarkan uji normalitas data Shapiro-Wilk, data skor pre dan post tes tidak normal (< 0,05), kemudian telah dilakukan transformasi data tetapi data tetaptidak normal. Sehingga uji beda menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum di berikan pelatihan Pengetahuan responden tentang status gizi balita 60%  dalam kategori baik dan sisanya 40% dalam kategori cukup. Setelah di berikan pelatihan kader, di dapat hasil terdapat peningkatan kategori pengetahuan baik pada responden 85% dan responden dengan kategori cukup 15%. Uji wilcoxon pengetahuan sebelum dan setelah di berikan pelatihan kader menunjukan bahwa didapatkan 1 responden dengan pengetahuan menurun, terdapat 11 responden dengan pengetahuan meningkat dan 8 responden dengan pengetahuan tetap. Dengan p value 0,004(<0,05) yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan pelatiahan. Pelatihan kader efektif sebagaai upaya peningkatan pengetahuan kader balita di kelurahan Gogik
Faktor Umur dan Paritas Terhadap Kejadian Retensio Plasenta Yadul Ulya; Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.047 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.845

Abstract

WHO menyebutkan salah satu penyebab perdarahan setelah melahirkan ialah retensio placenta. Retensio plasenta merupakan komplikasi persalinan di negara berkembang sebesar 2-3% pada persalinan pervaginam. Faktor predisposisi lain yang turut memengaruhi terjadinya retensio plasenta adalah umur, paritas, uterus terlalu besar, jarak kehamilan yang pendek, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorumur dan paritas dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi seluruh ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta sebanyak 37 orang berdasarkan catatan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dari bulan Oktober tahun 2019 sampai dengan Januari tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan total population. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara usia ibu dengan kejadian retensio placenta (p value 0,458) meskipun secara teoritis mengatkan bahwa kejadian retensio placenta berkaitan dengan usia ibu. Untuk variabel paritas, hasil uji bivariat antara variabel paritas dengan kejadian retensio plasenta diperoleh p value 0,458 yang memiliki arti bahwa secara statistik tidak ditemukannya hubungan antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan dari penilitian ini adalah karaktristik responden dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: dari 37 orang responden mayoritas berumur antara 20 sampai 35 tahun dan mayoritas tidak paritas kurang dari 3 kali. Tidak ada hubungan faktor usia dan paritas terhadap kejadian retensio plasenta dengan p value = 0,458. Dari penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu memberikan edukasi dalam mencegah terjadinya retensio plasenta terutama pada pasien yang beresiko.

Page 7 of 18 | Total Record : 173