cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Implementasi Problem Based Learning dengan Media Digital Transberi pada Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Yuniza Amalia Noor; Sekar Dwi Ardianti; Yuni Ratnasari
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4350

Abstract

Abstract This study aims to assess the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model with the help of Transberi media in improving the understanding of science concepts in fourth-grade students. Inappropriate use of learning models and media has the potential to reduce conceptual understanding and student participation, as seen from the results of the pre-study which showed that many students obtained below average scores. Application in this context refers to the extent to which a learning medium successfully achieves its intended objectives. The PBL model is an approach that emphasizes problem-solving as a means to foster in-depth conceptual understanding. Transberi media is designed as a fun, interactive tool to facilitate students' understanding and retrieval of learned concepts. Conceptual understanding itself is defined as a student's ability to re-present specific knowledge in a more general form for easier comprehension. This study used a quantitative method with a one-group pre-test post-test pre-experimental design. The research sample was all fourth-grade students of SD 02 Bategede. Data collection techniques included interviews, observations, tests (pre-test and post-test), and documentation. Data were analyzed using normality tests, and n-gain tests.The results of the N-Gain score analysis in this study showed an average of 0.5568, which is included in the moderate category (0.30 ≤ g < 0.70). This indicates an increase in students' understanding of science concepts by 55.68% after the implementation of the Problem-Based Learning learning model supported by Transberi media. This finding is consistent with the results of previous studies, which confirmed the effectiveness of the PBL model in improving conceptual understanding, especially in fourth-grade elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Transberi dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS pada siswa kelas IV. Ketidaktepatan penggunaan model dan media pembelajaran berpotensi menurunkan pemahaman konsep dan partisipasi siswa, sebagaimana terlihat dari hasil pra-penelitian yang menunjukkan banyak siswa memperoleh nilai di bawah rata-rata. Penerapan dalam konteks ini merujuk pada sejauh mana suatu media pembelajaran berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Model PBL merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada pemecahan masalah sebagai sarana untuk mendorong pemahaman konsep secara mendalam. Media Transberi dirancang sebagai alat bantu interaktif yang menyenangkan untuk mempermudah siswa memahami dan menyampaikan kembali konsep yang dipelajari. Pemahaman konsep sendiri diartikan sebagai kemampuan siswa dalam merepresentasikan kembali suatu ilmu secara spesifik ke dalam bentuk yang lebih umum agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pre-test post-test. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD 02 Bategede. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, tes (pre-test dan post-test), serta dokumentasi. Data dianalisis melalui uji normalitas, dan uji n-gain. Adapun hasil analisis skor N-Gain dalam penelitian ini menunjukkan rata-rata sebesar 0,5568, yang termasuk dalam kategori sedang (0,30 ≤ g < 0,70). Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman konsep IPAS siswa sebesar 55,68% setelah penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning yang didukung oleh media Transberi. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya, yang menegaskan efektivitas model PBL dalam meningkatkan pemahaman konsep, khususnya pada siswa kelas IV sekolah dasar.
Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa SD dengan Model PBL berbantu Media Policermat Naning Zuaria Kusuma Mastuti; Siti Masfuah; Eka Zuliana
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4389

Abstract

Abstract  This study aims to improve the science learning outcomes of fifth-grade students at SDN 4 Mulyolobo Jepara, who in the pre-cycle only achieved 5.56% mastery due to teacher-centered learning and minimal media innovation. The solution used is Problem-Based Learning (PBL) assisted by Policermat (Monopoly Cerdas Cermat) media to encourage active involvement, critical thinking, collaboration, and create an interactive and enjoyable learning atmosphere. This Classroom Action Research involved 18 students and lasted for two cycles, each with two meetings. Data were obtained through tests, observations, interviews, and documentation, then analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed an increase in learning mastery from 5.60% in the pre-cycle to 38.90% in Cycle I, and 83.30% in Cycle II (a total increase of 77.7%). In Cycle II, students’ IPAS process skills also demonstrated significant improvement, with achievements as follows: observing 86.83%, questioning and answering 83.34%, planning and conducting investigations 77.78%, associating 84.00%, and communicating 82.64%. Based on IPAS assessments, students’ learning outcomes also improved, with scores of C1 (Remembering) 79.40%, C2 (Understanding) 73.98%, C3 (Applying) 70.58%, C4 (Analyzing) 66.95%, C5 (Evaluating) 62.45%, and C6 (Creating) 61.95%. Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 4 Mulyolobo Jepara yang pada pra-siklus hanya mencapai ketuntasan 5,56% akibat pembelajaran berpusat pada guru dan minim inovasi media. Solusi yang digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL) berbantu media Policermat (Monopoli Cerdas Cermat) untuk mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, kolaborasi, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian Tindakan Kelas ini melibatkan 18 siswa dan berlangsung selama dua siklus, masing-masing dua kali pertemuan. Data diperoleh melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 5,60% pada pra-siklus menjadi 38,90% pada siklus I, dan 83,30% pada siklus II (kenaikan total 77,7%). Pada siklus II menunjukkan keterampilan proses IPAS siswa sudah berkembang baik dengan capaian mengamati 86,83%, menanya dan menjawab 83,34%, merencanakan dan melakukan penyelidikan 77,78%, mengasosiasikan 84,00%, dan mengomunikasikan 82,64%. Berdasarkan penilaian IPAS, hasil belajar siswa juga meningkat dengan capaian C1 79,40%, C2 73,98%, C3 70,58%, C4 66,95%, C5 62,45%, dan C6 61,95%.
Implementasi Media Pop-up book dalam Meningkatkan Kedalaman Pemahaman Materi Fiqih pada Siswa MI Muhammadiyah Taraman Iffah Mukhlisah; Daliman Khoiruddin; Alexandria Treedy Jannatunnisa
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4406

Abstract

Abstract This study aims to analyze the effectiveness and implementation process of pop-up book media in increasing the depth of understanding of Fiqh material, especially the Pillars of Hajj, in fourth-grade students of MI Muhammadiyah Taraman. The background of the study is based on the challenges of Fiqh learning which tends to be abstract and textual, making it less effective for students at the concrete operational age who need visual aids and real experiences. The research method used is a mixed-methods with a sequential explanatory design. The quantitative stage used a quasi-experiment with a pre-test and pos-ttest control group design on 28 students. Qualitative data were obtained through interviews, observations, and document studies, then analyzed thematically. The results showed that the implementation of pop-up books significantly improved students' conceptual understanding, with an average posttest score (80.59) exceeding the pretest score (68.07) and the KKM (75). Statistical tests (t-test) confirmed this significant difference (p<0.05). Qualitatively, pop-up books are effective through three mechanisms: visual-spatial effects for long-term memory, physical interactivity that increases student engagement (78% active), and learning differentiation. However, the study also identified technical constraints such as text that was too small, lengthy teacher preparation time, and limited content. In conclusion, pop-up books have proven to be an effective and engaging medium for improving Islamic jurisprudence (Fiqh) understanding at the elementary school (MI) level. Their success depends on appropriate design for children's characteristics, teacher training, and integration with other methods, such as live demonstrations for procedural aspects.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan proses implementasi media pop-up book dalam meningkatkan kedalaman pemahaman materi Fiqih, khususnya Rukun Haji, pada siswa kelas IV MI Muhammadiyah Taraman. Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan pembelajaran Fiqih yang cenderung abstrak dan tekstual, sehingga kurang efektif untuk siswa usia operasional konkret yang membutuhkan bantuan visual dan pengalaman nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan eksperimen kuasi dengan pre-test dan post-test control group design pada 28 siswa menggunakan analisis statistik . Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pop-up book secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual siswa, dengan nilai rata-rata post-test (80,59) melampaui nilai pre-test (68,07) dan KKM (75). Uji statistik (t-test) mengonfirmasi perbedaan yang signifikan ini (p<0,05). Secara kualitatif, pop-up book efektif melalui tiga mekanisme: efek visual-spasial untuk memori jangka panjang, interaktivitas fisik yang meningkatkan keterlibatan siswa (78% aktif), dan diferensiasi pembelajaran. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kendala teknis seperti desain teks yang terlalu kecil, waktu persiapan guru yang panjang, dan keterbatasan konten. Kesimpulan, pop-up book terbukti sebagai media yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman Fiqih di tingkat MI. Keberhasilannya bergantung pada desain yang sesuai karakteristik anak, pelatihan guru, dan integrasi dengan metode lain seperti demonstrasi langsung untuk aspek prosedural.
Pengembangan Media Komik Strip (Komstrip) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD 2 Daren Jepara Farid Aulal Khuluqi; Muhammad Misbahul Munir
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4943

Abstract

This study aims to develop comic strip-based learning media (Komstrip) as an innovative tool in improving the reading comprehension skills of fifth-grade students at SD 2 Daren Jepara. The background of this study is based on the low interest in reading and students' difficulties in understanding reading texts in Indonesian language lessons. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments are validation sheets from media experts and material experts, as well as student reading comprehension tests. The results show that the Komstrip media obtained the "very feasible" category based on the assessment of media experts and material experts, with an average validation score above 80%. A limited trial on fifth-grade students showed a significant increase in reading comprehension skills, marked by an increase in the average score from 62.0 in the pre-test to 80.0 in the post-test. In addition, students showed high enthusiasm for the use of Komstrip because of its attractive visual appearance, simple storyline, and relevance to everyday life. Thus, the development of Komstrip media has proven effective and feasible to be used as an alternative Indonesian language learning media to improve the reading comprehension skills of elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komik strip (Komstrip) sebagai sarana inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD 2 Daren Jepara. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat baca dan kesulitan siswa dalam memahami teks bacaan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media dan ahli materi, serta tes membaca pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Komstrip memperoleh kategori “sangat layak” berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi, dengan skor rata-rata validasi di atas 80%. Uji coba terbatas pada siswa kelas V menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca pemahaman, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62,0 pada pra-tes menjadi 80,0 pada pasca-tes. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan Komstrip karena tampilan visual yang menarik, alur cerita yang sederhana, dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengembangan media Komstrip terbukti efektif dan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.  
Pengaruh Media Aplikasi Let's Read Asia terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas 5 Arina Esfanti; Muhammad Misbahul Munir
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4421

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of 5th grade students' speaking skills on Indonesian subjects at SDN 2 Sowan Lor Jepara using Let's Read Asia learning media. The research design used is a quantitative approach using a pre-experimental research design in the form of One Group Pretest-Posttest Design, the sample used was 27 students. The research instrument used was a direct oral test to students. The results of the descriptive analysis showed an increase in the average pre-test score (9.8889) to post-test (14.8148) and a decrease in the standard deviation (from 2.51661 to 1.88184), the paired sample t-test produced a significance value of 0.000 (p <0.05), indicating a significant difference between the pre-test and post-test. The level of influence of this application is in the medium category with an average N-Gain value of 0.4979, supported by a standard deviation of 0.12696 which indicates a not too large variation in improvement between students. The effectiveness of the Let's Read Asia application is based on its ability to increase reading interest through the provision of free picture stories, translation features that expand the collection, and its positive influence on the classroom atmosphere that encourages student activity, curiosity, and learning motivation, especially in terms of speaking skills. These results strengthen the evidence that Let's Read Asia is a useful learning tool. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berbicara siswa kelas 5 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 2 Sowan Lor Jepara menggunakan media pembelajaran Let’s Read Asia. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dalam bentuk One Grup Pretest-Posttest Design, sampel yang digunakan berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yakni tes lisan secara langsung kepada siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre-test (9.8889) menjadi post-test (14.8148) dan penurunan standar deviasi (dari 2.51661 menjadi 1.88184), Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Tingkat pengaruh aplikasi ini berada pada kategori sedang dengan nilai N-Gain rata-rata 0.4979, didukung oleh standar deviasi 0.12696 yang menunjukkan variasi peningkatan yang tidak terlalu besar antar siswa. Efektivitas aplikasi Let’s Read Asia didasarkan pada kemampuannya untuk meningkatkan minat baca melalui penyediaan cerita bergambar gratis, fitur penerjemahan yang memperluas koleksi, serta pengaruh positifnya terhadap suasana kelas yang mendorong keaktifan, rasa ingin tahu, dan motivasi belajar siswa, terutama dalam hal keterampilan berbicara. Hasil ini menguatkan bukti bahwa Let’s Read Asia merupakan alat bantu pembelajaran yang bermanfaat.
Implementasi Perencanaan Berbasis Data dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Rismawati Rismawati; Riyadlotus Sa'diyyah; Rokhaniah; Wahyu Budi Utami; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4473

Abstract

Data-Driven Planning (DDP) is a crucial strategy for improving the quality of education through the use of objective and accurate information. This article aims to comprehensively review various national and international journals highlighting the implementation of DDP in elementary and secondary schools. Using a literature review approach, this article analyzes the basic concepts of DDP, the roles of principals and teachers, the benefits, steps, and obstacles encountered in implementing DDP. The synthesis results indicate that DDP helps schools identify learning problems, improve resource efficiency, strengthen accountability, and build a culture of data-driven reflection. Obstacles include low data literacy, limited infrastructure, and resistance to change. This article suggests the need for ongoing data literacy training, information system strengthening, and cross-stakeholder collaboration. Abstrak Perencanaan Berbasis Data (PBD) menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan informasi yang objektif dan akurat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai jurnal nasional dan internasional yang menyoroti implementasi PBD di sekolah dasar hingga menengah. Dengan menggunakan pendekatan literatur review, artikel ini menganalisis konsep dasar PBD, peran kepala sekolah dan guru, manfaat, langkah-langkah, serta kendala yang dihadapi melaksanakan PBD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBD membantu sekolah mengidentifikasi masalah pembelajaran, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperkuat akuntabilitas, dan membangun budaya refleksi berbasis data. Kendala yang dihadapi antara lain literasi data yang rendah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Artikel ini menyarankan perlunya pelatihan literasi data berkelanjutan, penguatan sistem informasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Media Interaktif Matholia pada Materi Pecahan Sekolah Dasar Yuni Puspita Kancanasari; Joko Soebagyo
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4900

Abstract

Abstract This study examines the effectiveness of Matholia, an interactive learning media, in improving elementary students’ mathematics achievement on fractions. The study was motivated by low student performance that had not met the Minimum Mastery Criteria (MMC) and limited use of media to support abstract concepts. A mixed-methods design was employed, combining a quasi-experimental one-group pretest–posttest model with a case study involving 15 fourth-grade students at an SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) elementary school in East Jakarta. Data were collected through pretests, posttests, interviews, and observations. Results show a significant improvement, with mean scores increasing from 31.93 (pretest) to 80.70 (posttest). A paired samples t-test indicated a significant difference (t = -11.48; p < 0.001). Matholia supported conceptual understanding through interactive visualization and adaptive practice. This study highlights its integration within the Merdeka Curriculum as a key contribution.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran interaktif Matholia dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan di sekolah dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta keterbatasan media dalam memvisualisasikan konsep abstrak. Penelitian menggunakan desain mixed method dengan kuasi-eksperimental model one-group pretest–posttest dan studi kasus pada 15 siswa kelas IV di sebuah Sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) di Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, wawancara, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor pretest 31,93 meningkat menjadi 80,70 pada posttest. Uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan (t = -11,48; p < 0,001). Matholia membantu siswa memahami konsep pecahan melalui visualisasi interaktif dan latihan adaptif. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi Matholia dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka melalui pendekatan studi kasus. Temuan ini menegaskan bahwa Matholia efektif meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa.
Pengaruh Media Powtoon terhadap Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas 4 SDN 3 Dermolo Jepara Wahyu Viky Dwi Indrawan; Muhammad Misbahul Munir; Dwiana Asih Wiranti
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4932

Abstract

This study aims to analyze the effect of using powtoon media on the poetry reading ability of fourth-grade students at SDN 3 Dermolo Jepara. The main problem underlying this study is the low level of students’ poetry reading skills, indicated by limited mastery of pronunciation, intonation, expression, pauses, and appreciation, resulting from monotonous instruction and minimal use of interactive media. The study employed a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects consisted of 24 fourth-grade students. Data were collected using a poetry reading performance rubric. Data analysis was carried out using descriptive statistics, Paired Sample T-test, and simple regression. The results showed that the mean pretest score was 68.54 and increased to 82,63 in the posttest. The hypothesis test yielded a significance value of 0,000, indicating a significant effect of powtoon media on students’ poetry reading ability. Powtoon media helps students understand reading techniques and is effective as an alternative learning medium for Indonesian language instruction in elementary schools.  Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media Powtoon terhadap kemampuan membaca puisi siswa kelas 4 SDN 3 Dermolo Jepara. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca puisi siswa yang ditandai oleh kurangnya penguasaan lafal, intonasi, ekspresi, jeda, serta penghayatan akibat pembelajaran yang bersifat monoton dan minim pemanfaatan media interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian terdiri atas 24 siswa kelas 4. Instrumen pengumpulan data berupa rubrik praktik membaca puisi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji Paired Sample T-test, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 68,54 dan meningkat menjadi 82,63 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang menandakan adanya pengaruh signifikan penggunaan media powtoon terhadap kemampuan membaca puisi siswa. Media powtoon membantu siswa memahami teknik pembacaan dan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Inovasi Bahan Ajar Teks Narasi Bahasa Indonesia SD Berbasis Mobile Module “EMONAKU” dengan Pendekatan CRT Kearifan Lokal Kudus Rani Setiawaty; Lintang Kironoratri; Luthfa Nugraheni; Riyadi Widhiyanto
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4936

Abstract

This study aims to develop and test the validity of the Mobile Module-based teaching material “EMONAKU” (E-Module: Narrative Text based Local Wisdom on Kudus) as a narrative text teaching material for Indonesian language based on local wisdom in Kudus using the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for elementary school students. The research used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques included questionnaires, interviews, documentation, and narrative text comprehension literacy tests through a pretest-posttest design. The data were analyzed descriptively to assess the validity and practicality of the product, and statistically using a paired-sample t-test to assess the product’s effectiveness. The results showed that the EMONAKU Mobile Module as teaching materials was rated as highly valid based on the assessments of media experts (86%), language experts (90%), and subject matter experts (88%). The practicality test showed an 82% student response rate, which is considered highly practical. The effectiveness test results showed a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant increase between the students' pretest and posttest scores. Furthermore, calculations of the effect size using the Effect Size Calculator yielded a Cohen’s d value of 1.290, which falls into the large category, indicating that the intervention had a strong effect on improving students’ narrative text comprehension literacy. These findings indicate that EMONAKU is effective in improving narrative text comprehension literacy, particularly in terms of content comprehension, determining main ideas, summarizing stories, and relating text content to local cultural values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan bahan ajar berbasis Mobile Module “EMONAKU” (E-Modul Teks Narasi Kearifan Lokal Kota Kudus) sebagai bahan ajar teks narasi Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Kudus dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, dokumentasi, serta tes literasi pemahaman teks narasi melalui desain pretest–posttest. Data dianalisis secara deskriptif untuk menguji validitas dan kepraktisan produk, serta secara statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk menguji efektivitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Mobile Module “EMONAKU” memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media (86%), ahli bahasa (90%), dan ahli materi (88%). Uji kepraktisan menunjukkan respon siswa sebesar 82% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa. Adapun, berdasarkan perhitungan ukuran efek dengan bantuan Effect Size Calculator menunjukkan nilai Cohen’s d sebesar 1,290 yang termasuk dalam kategori besar, sehingga mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan literasi pemahaman teks narasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa EMONAKU efektif dalam meningkatkan literasi pemahaman teks narasi, khususnya pada aspek pemahaman isi, penentuan ide pokok, penyimpulan cerita, dan pengaitan isi teks dengan nilai budaya lokal. 
Peningkatan Keaktifan Berbicara Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Metode Role Playing dibantu Media Video Dedy Irawan; Rafi Ferdiansyah; Ilzam Afdila Putra
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4983

Abstract

 This study is istended to improve the speaking participation of fifth-grade students at SD Negeri 1 Mrebet in Indonesian language learning through the impelemtation of a Role Playing method supported by educational videos. The research employs a classroom action research (CAR) approach, focusing on fifth-grade students s at SD  Negeri Mrebet, during the 2023-2024 academic year. The participants consist of 18 students and their  classroom teacher in the second semester. Data collected  using observation sheets, interviews, questionnaires, and documentation. The research design follows the Kemmis and Taggart model, which is conducted in two cycles, each consisting of planning, action,observation, and refletion stages. The results demonstrate that the application of the role-playing method, assistef by educational videos in Indonesian language learning, effectively increases students speaking participation. This is evidenced by the improvement in student engagement from the first cycle to the second cycle, successfully reaching the targeted 60% level of participation. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Mrebet dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui penerapan metode bermain peran yang didukung oleh video pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Classroom Action Research (CAR), dengan fokus pada siswa kelas V SD Negeri 1 Mrebet, Kecamatan Mrebet, pada tahun ajaran 2023/2024. Peserta penelitian terdiri dari 18 siswa dan guru kelas mereka pada semester kedua. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Desain penelitian mengikuti model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran, yang didukung oleh video pendidikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, secara efektif meningkatkan partisipasi berbicara siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan keterlibatan siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, yang berhasil mencapai tingkat partisipasi 60% yang ditargetkan.