cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Strategi Kurikulum Islam dan Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Berkualitas Abad 21 Erma Windu Susanti; Sudari; Tri Ani Setiorini; Devi Nuraeni; Tri Eni Widiyawati; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4003

Abstract

Abstract This article discusses curriculum development from two main perspectives: Islamic education and Independent Curriculum. The purpose of this study is to identify principles, approaches, and best practices in curriculum management to answer the challenges of the 21st century. The method used is a literature review of eleven scientific articles published in reputable journals. The findings show that curriculum development must be based on Islamic values, principles of educational management, technology integration, and competency-oriented. An Independent Curriculum that is adaptive to the needs of students and the world of work is also a key factor in the success of education. This article recommends a holistic approach in planning and implementing a curriculum based on values ​​and science and technologysectors. Abstrak Artikel ini membahas pengembangan kurikulum dari dua perspektif utama yaitu pendidikan Islam dan Kurikulum Merdeka. Tujuan kajian ini adalah mengidentifikasi prinsip, pendekatan, dan praktik terbaik dalam manajemen kurikulum untuk menjawab tantangan abad ke-21. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap sebelas artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal-jurnal bereputasi. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berbasis nilai-nilai Islam, prinsip manajemen pendidikan, integrasi teknologi, serta berorientasi pada kompetensi. Kurikulum Merdeka yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan dunia kerja juga menjadi faktor kunci keberhasilan pendidikan. Artikel ini merekomendasikan pendekatan holistik dalam perencanaan dan implementasi kurikulum berbasis nilai dan IPTEK.
Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Dukuh 02 Salatiga Menggunakan Model CIPP Galuh Helen; Endang Indarini
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4012

Abstract

Abstract This study describes the Implementation, Obstacles and Challenges as well as the Recommendations of the School Literacy Movement Program at Dukuh 02 Public Elementary School, Salatiga. This study uses descriptive qualitative research using the CIPP model. Data collection techniques used through interviews, observations, and document studies conducted with supervisors, principals, teachers, and students. The results of the study indicate that the implementation of the School Literacy Movement Program has been running quite well with routine activities of 15-minute learning habits as pre-learning activities, the provision of reading corners, the use of digital books. However, several obstacles were still found such as limited digital access and low interest in reading in some students. The recommendation given is to have a daily journal that helps students to more easily understand the content of the reading. The results of the study show that all data collection instruments (Interviews, Observations, and Document Studies) have been validated with very valid criteria with a percentage value of 97%.  Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan mengenai Implementasi, Hambatan dan Tantangan serta Hasil Rekomendasi dari Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Dukuh 02 Salatiga. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan model CIPP. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang dilakukan terhadap pengawas, kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah sudah berjalan cukup baik dengan kegiatan rutin pembiasaan pembelajaran 15 menit sebagai kegiatan pra-pembelajaran, penyediaan pojok baca, penggunaan buku digital. Namun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan akses digital dan rendahnya minat baca pada sebagian siswa. Rekomendasi yang diberikan yaitu dengan adanya jurnal harian yang membantu siswa untuk dapat lebih mudah memahami isi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen pengumpulan data (Wawancara, Observasi, dan Studi Dokumen) telah tervalidasi dengan kriteria sangat valid dengan nilai persentase 97%.
Inovasi dan Pengembangan Kurikulum dalam Berbagai Konteks Pendidikan Azizah Muslikhatun; Windah Lestari; Tutik Poncowati; Bebet Adi Wibawa; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4020

Abstract

Abstract This study aims to examine various forms of curriculum innovation and development in different educational contexts in Indonesia, including early childhood education, basic education, Islamic schools, and inclusive education. The research employed a literature study by analyzing nationally accredited journal articles published between 2018 and 2024. Article selection was based on keywords such as curriculum innovation, Merdeka Curriculum, Islamic education, inclusive education, and early childhood education. The findings indicate that curriculum innovation in Indonesia is highly contextual. In inclusive education, innovations include the application of the 4D model and curriculum modification through cooperative learning for students with special needs. In early childhood education, flexible play-based curriculum is the main innovation. In basic education, innovation appears in the implementation of the Merdeka Curriculum and the integration of national curriculum with Islamic values through KPPM and tahfidz programs. In Madrasah Tsanawiyah, curriculum innovation is realized through anti-radicalism approaches that promote religious moderation. In conclusion, the identified innovations focus on curriculum flexibility, integration of local and religious values, character development, and inclusive education access. However, challenges such as limited resources, teacher readiness, and policy–practice gaps must be addressed through sustainable, collaborative, and contextual implementation strategies.  Abstrak  Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk inovasi dan pengembangan kurikulum dalam berbagai konteks pendidikan di Indonesia, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, madrasah, hingga pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel dari jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada periode 2018–2024. Pemilihan artikel didasarkan pada kata kunci inovasi kurikulum, Kurikulum Merdeka, pendidikan Islam, pendidikan inklusif, dan pendidikan anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa inovasi kurikulum di Indonesia bersifat kontekstual. Pada pendidikan inklusif, inovasi berupa penerapan model 4D dan modifikasi kurikulum berbasis cooperative learning untuk anak berkebutuhan khusus. Pada PAUD, fleksibilitas kurikulum berbasis bermain menjadi inovasi utama. Pada sekolah dasar, inovasi tampak pada penerapan Kurikulum Merdeka serta integrasi kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman melalui KPPM dan program tahfidz. Di Madrasah Tsanawiyah, inovasi dilakukan melalui kurikulum anti-radikalisme yang menanamkan moderasi beragama. Kesimpulannya, inovasi kurikulum yang ditemukan berfokus pada fleksibilitas pembelajaran, integrasi nilai lokal dan religius, penguatan karakter, serta akses pendidikan inklusif. Namun, tantangan berupa keterbatasan sumber daya, kesiapan guru, dan kesenjangan kebijakan masih perlu diatasi dengan strategi implementasi yang berkelanjutan, kolaboratif, dan kontekstual.
Transformasi Pendidikan: Kebutuhan dan Tantangan Kompetensi Guru dalam Menghadapi Era Digital Abad-21 Wiwik; Sri Murniyati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4197

Abstract

Abstract 21st century learning requires mastery of knowledge, skills and abilities in the technological/digital field. This demand requires a significant increase in teacher competence to become effective agents of change. In fact, most teachers still face difficulties in mastering technology and integrating it optimally, so they risk being left behind by technological disruption. This literature study article aims to identify new competency needs and the main challenges faced by teachers in the digital era. The method used is a qualitative literature review by analyzing and synthesizing findings from various journals and related references. The results of the study show that teacher competency in the 21st century must include three main aspects: Character (moral and professional), Skills (critical, creative, collaborative), and Literacy (especially digital literacy), plus Digital Competence for designing learning. The main challenges faced are significant infrastructure gaps, moral and social crises, and the complexity of the demands of the teacher's role. By addressing these gaps and challenges through systemic training and institutional support, teachers can transform into effective facilitators in preparing students to face the demands of a digital society Abstrak Pembelajaran abad ke-21 menuntut penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam bidang teknologi/digital. Tuntutan ini memerlukan peningkatan kompetensi guru secara signifikan untuk menjadi agen perubahan yang efektif. Faktanya, sebagian besar guru masih menghadapi kesulitan dalam menguasai teknologi dan mengintegrasikannya secara optimal, sehingga berisiko tertinggal oleh disrupsi teknologi. Artikel studi pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi baru dan tantangan utama yang dihadapi guru di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) kualitatif dengan menganalisis dan menyintesis temuan dari berbagai jurnal dan referensi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi guru di abad ke-21 harus mencakup tiga aspek utama: Karakter (moral dan profesional), Keterampilan (kritis, kreatif, kolaboratif), dan Literasi (khususnya literasi digital), ditambah dengan Kompetensi Digital untuk mendesain pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan infrastruktur yang signifikan, krisis moral dan sosial, serta kompleksitas tuntutan peran guru. Dengan mengatasi kesenjangan dan tantangan ini melalui pelatihan yang sistemik dan dukungan institusional, guru dapat bertransformasi menjadi fasilitator yang efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan masyarakat digital.
Penggunaan Model Pembelajaran Buzz Group dengan Media Quiziz dalam Pembelajaran PPKn untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X 7 di SMA Negeri 1 Bergas Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 Alcaesar Ash Pahlevi; Nani Mediatati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4294

Abstract

Abstract This study aims to improve the learning outcomes of class X7 students of SMA Negeri 1 Bergas in PPKn subjects through the application of the Buzz Group learning model with Quizizz media. This type of research is classroom action research. This classroom action research was conducted in two cycles. With data collection techniques of observation, documentation, and tests. The data analysis technique uses qualitative and quantitative description techniques to describe the improvement in student learning outcomes in cycles I and II. The results showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle, only 58.33% of students achieved KKM ≥75, in cycle I it increased to 72.22% and in cycle II it reached 88.89%. This increase in learning outcomes shows that the use of the Buzz Group learning model with Quizizz media is effective in improving students' PPKn learning outcomes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Bergas dalam mata pelajaran PPKn melalui penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan media Quizizz. Jenis  penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (clasroom action research).Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskripsi kualitatif dan kuantitatif untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada tahap siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada pra siklus, hanya 58,33% siswa yang mencapai KKM ≥75, pada siklus I meningkat menjadi 72,22% dan pada siklus II mencapai 88,89%. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Buzz Group dengan media Quizizz efektif dalam meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Bermuatan Kearifan Lokal Berbasis Google Sites Materi Warisan Budaya Kelas V Athiyyah Maharani; Sukriadi; Makmun; Tri Wahyuningsih
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4299

Abstract

Abstract Determining the development process, viability, and student response to the developed medium is the aim of this research and development. Learning materials based on google sites that integrate local knowledge are created using ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) research methodologies. The study's subjects are grade V students at SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Users and experts have assessed this media's viability. For their feasibility study, two media experts scored an average of 87.33% in the extremely practicable category, while two material experts scored an average of 91.33% in the same area. When students' responses were evaluated in small-scale trials, the very feasible group received a score of 96.86%, whereas in large-scale trials, the very feasible category received a score of 92.36%. Both small-scale and large-scale trials clearly show these results. This learning resource, which integrates local knowledge from google sites, can be used as a teaching tool in the cultural heritage curriculum of class V of elementary school, according to the results of the user response feasibility test. Abstrak Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk memahami proses pengembangan, menilai kelayakan, serta mengumpulkan tanggapan siswa terhadap media yang telah dibuat. Proses pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal ini menggunakan metode penelitian Research & Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Media pembelajaran ini telah dievaluasi oleh para ahli dan mendapatkan umpan balik dari pengguna. Penilaian kelayakan dari dua ahli media menunjukkan rata-rata nilai sebesar 87,33%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Di sisi lain, penilaian dari dua ahli materi memperoleh rata-rata nilai 91,33%, juga dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa terhadap media ini terlihat dari hasil uji coba yang dilakukan dalam dua skala. Pada uji coba skala kecil, media ini mendapatkan nilai 96,86% dengan kategori sangat layak, sedangkan pada uji coba skala besar, nilai yang diperoleh adalah 92,36%, juga dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan dan tanggapan pengguna, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis google sites bermuatan kearifan lokal ini sangat layak digunakan untuk mengajarkan materi warisan budaya pada siswa kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Media Pop-Up Book Digital Bermuatan Lokal Kalimantan Timur pada Materi IPAS Kelas V Siti Mutmainah Iis Yuliani; Sukriadi; Taufik Hidayat; Iksam
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4303

Abstract

Abstract The background of this research is the lack of modern and interactive learning resources that integrate technology into the learning process. As a solution, a digital Pop-Up Book about natural wealth was created for fifth-grade elementary school students in the IPAS subject. This media is based on the local wisdom of East Kalimantan. The main objective of this development is to enhance students' appreciation of local culture and make the material easier to understand. Analysis, design, development, implementation, and evaluation are the five steps in the research and development (R&D) method using the ADDIE model. The subjects of the research are fifth-grade students of SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Data collection was conducted through observation, interviews, and questionnaires. The trial participants, including teachers, students, media experts, language experts, and content experts, were involved in the data collection process. The validation results indicate that this learning media falls into the "Very Valid" category, with scores of 88.33% from Subject Matter Expert 1, 93.33% from Subject Matter Expert 2, 86.15% from Media Expert 1, 92.30% from Media Expert 2, and 96% from Language Expert. Additionally, the practicality test results were excellent, with a 94% response rate from teachers, 91.27% from the large group trial, and 89.25% from the small group trial. The results show that the digital Pop-Up Book, based on the local wisdom of East Kalimantan, is valid and suitable for use as a learning tool for fifth-grade elementary school IPAS. Abstrak  Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya sumber belajar modern dan interaktif yang mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, sebuah Pop-Up Book digital tentang kekayaan alam dibuat untuk peserta didik kelas V SD dalam mata pelajaran IPAS. Media ini didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur. Tujuan utama pengembangan ini adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal dan membuat materi lebih mudah dipahami. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah lima langkah dalam metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Para peserta uji coba, termasuk guru, peserta didik, ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi, terlibat dalam proses pengumpulan data. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini termasuk dalam kategori "Sangat Valid,” dengan skor ahli materi 1 sebesar 88,33%, ahli materi 2 sebesar 93,33%, ahli media 1 sebesar 86,15%, ahli media 2 sebesar 92,30%, dan ahli bahasa sebesar 96%. Selain itu, uji coba kepraktisan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan respons guru sebesar 94%, uji coba kelompok besar sebesar 91,27%, dan uji coba kelompok kecil sebesar 89,25%. Hasilnya menunjukkan bahwa Pop-Up Book digital, yang didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur, valid dan cocok untuk digunakan sebagai alat pembelajaran untuk IPAS kelas V SD.
Efektivitas Penerapan Model STAD berbantuan Quizizz terhadap Kemampuan Numerasi Matematika Materi Perkalian Siswa SD Elda Olivia Rossalia; Wulan Sutriyani
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4309

Abstract

Abstract This study aims to examine the differences in students' numerical abilities before and after the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model, as well as the effectiveness of integrating the model with the digital Quizizz platform in improving students' numerical abilities in elementary schools.  This study uses a quantitative approach with a pre-experimental design, namely the one-group pretest-posttest model. The instruments used include a learning module and 20 validated questions to assess students' abilities through initial and final exams. The results of data analysis show a significant increase in students' numeracy abilities, with an average pretest score of 44.80 and a posttest score of 79.20. The t-test shows that the calculated t-value of 8.684 is greater than the t-table value of 2.064, with a p-value of 0.000, which is below the significance threshold of 0.05. The calculated t value of 8.684 is greater than the t-table value of 2.064, with a p-value of 0.000, which means it is below the significance value of 0.05. Based on these results, the null hypothesis (H₀) is rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) is accepted. It can be concluded that the application of the STAD model based on the Quizizz platform is able to significantly improve the mathematical numeracy skills of elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kemampuan numerasi siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD ), serta efektivitas integrasi model tersebut dengan platform Quizizz digital dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa di sekolah dasar.​​​​ Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas II SDN 1 Tahunan yang berjumlah 25 peserta didik dan sampel yang digunakan sampel jenuh dalam pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, yaitu model one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan meliputi modul pembelajaran dan 20 soal yang telah divalidasi untuk menilai kemampuan siswa melalui ujian awal dan akhir. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan numerasi siswa, dengan rata-rata skor pretest sebesar 44,80 dan skor posttest sebesar 79,20. Uji-t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 8,684, lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2,064, dengan nilai p sebesar itu​ yang berada di bawah ambang signifikansi 0,05. Nilai t-hitung sebesar 8,684 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,064, dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti berada di bawah nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan pada hasil tersebut hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model STAD yang berbasis platform Quizizz mampu meningkatkan kemampuan numerasi matematika siswa sekolah dasar secara signifikan.​​​​​​
Pengembangan LKPD Berbasis PBL pada Materi IPAS Keragaman Flora dan Fauna Indonesia Kelas V : Indonesia Nadia Nanda Nusnida; Sukriadi; Taufik Hidayat; Iksam
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4304

Abstract

Abstract This study aims to develop a Student Worksheet (LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) to develop and test the feasibility of IPAS (Science and Social Science) instruction. The research was motivated by the lack of diverse teaching materials used in SD Negeri 008 Samarinda Ilir, which results in students becoming passive and less engaged during lessons. To address this, innovative and contextual learning resources are needed. The PBL model, which focuses on student-centered learning and solving real-life problems, offers a promising solution. The development process followed the Research and Development (R&D) approach, employing the ADDIE model which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were gathered through questionnaires, interviews, and classroom observations. Instruments included validation sheets assessed by subject matter experts, media experts, language experts, and student feedback forms. The participants were fifth-grade students at SD Negeri 008 Samarinda Ilir. The results indicated that the developed PBL-based LKPD met validity standards, with expert validation scores ranging from 82% to 94.66%, all categorized as “very valid.” Feasibility was confirmed through student response questionnaires, showing 83.23% in small group trials and 89.95% in large group trials. Overall, the PBL-based LKPD is a highly appropriate learning tool for teaching Indonesia’s flora and fauna diversity in IPAS. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya variasi bahan ajar yang digunakan di SD Negeri 008 Samarinda Ilir, yang menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sumber belajar yang inovatif dan kontekstual. Model PBL yang berpusat pada peserta didik dan menekankan pemecahan masalah nyata dinilai sebagai solusi yang tepat. Pengembangan LKPD ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi kelas. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta angket tanggapan peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan memenuhi standar validitas, dengan skor validasi dari para ahli berkisar antara 82% hingga 94,66%, yang semuanya termasuk kategori "sangat valid." Aspek kelayakan juga dibuktikan melalui respons peserta didik, yaitu 83,23% pada uji kelompok kecil dan 89,95% pada uji kelompok besar. Secara keseluruhan, LKPD ini dinilai sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS tentang keanekaragaman flora dan fauna Indonesia.
Hubungan Pembelajaran Berdiferensiasi, Student Well-Being dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V MI Negeri 11 Boyolali Ernawati; Rasimin
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4311

Abstract

Abstract Education in the 21st century demands flexible and inclusive approaches to accommodate student diversity, yet uniform teaching methods are often ineffective, particularly in mathematics education. Differentiated instruction, which tailors content, process, and products to students’ needs, offers a solution to enhance student well-being and mathematics learning outcomes. However, many instructional practices still fail to support student well-being. Therefore, this study aims to examine the relationship between differentiated instruction, student well-being, and mathematics learning outcomes among fifth-grade students at MI Negeri 11 Boyolali. This study employs a quantitative correlational approach to investigate the relationship between differentiated instruction as the independent variable and student well-being and mathematics learning outcomes as dependent variables, conducted at MI Negeri 11 Boyolali from May to June 2025. The population consists of fifth-grade students, with a sample of 62 students selected through purposive sampling due to their exposure to differentiated instruction. Data were collected via questionnaires (based on Tomlinson’s model for differentiated instruction and Self-Determination Theory for student well-being), written tests for mathematics learning outcomes, observation of instructional implementation, and documentation of formative test scores. Construct validity was tested using factor analysis (item-total correlation >0.3), reliability with Cronbach’s Alpha (>0.7), and data were analyzed using SPSS version 20 with Kolmogorov-Smirnov normality tests, descriptive analysis (mean, median, standard deviation), and Spearman/Pearson correlation with a significance level of α=0.05. A significant strong positive relationship exists between differentiated instruction and student well-being among fifth-grade students at MI Negeri 11 Boyolali (r=0.639, p<0.001). A significant strong positive relationship exists between differentiated instruction and mathematics learning outcomes (r=0.512, p<0.001). A significant moderate positive relationship exists between student well-being and mathematics learning outcomes (r=0.450, p<0.001). Abstrak Pendidikan abad ke-21 menuntut pendekatan fleksibel dan inklusif untuk mengakomodasi keberagaman siswa, namun pendekatan seragam sering tidak efektif, terutama dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berdiferensiasi, yang menyesuaikan konten, proses, dan produk dengan kebutuhan siswa, menjadi solusi untuk meningkatkan student well-being dan hasil belajar matematika. Namun, banyak pembelajaran masih belum mendukung student well-being. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan pembelajaran berdiferensiasi, student well-being, dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V MI Negeri 11 Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk mengkaji hubungan antara pembelajaran berdiferensiasi sebagai variabel independen dengan student well-being dan hasil belajar matematika sebagai variabel dependen, dilakukan di MI Negeri 11 Boyolali pada Mei-Juni 2025. Populasi penelitian adalah siswa kelas V, dengan sampel 62 siswa dipilih melalui purposive sampling.karena telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner (berdasar model Tomlinson untuk pembelajaran berdiferensiasi dan Self-Determination Theory untuk student well-being), tes tertulis untuk hasil belajar matematika, observasi implementasi pembelajaran, dan dokumentasi nilai formatif. Validitas konstruk diuji dengan analisis faktor (korelasi item-total >0,3), reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha (>0,7), dan data dianalisis menggunakan SPSS versi 20 dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, analisis deskriptif (mean, median, standar deviasi), serta korelasi Spearman/Pearson dengan signifikansi α=0,05. Kesimpulan dari penelitian ini  adanya hubungan positif signifikan antara pembelajaran berdiferensiasi dan student well-being (r=0,639, p<0,001), pembelajaran berdiferensiasi dan hasil belajar matematika (r=0,512, p<0,001), serta student well-being dan hasil belajar matematika (r=0,450, p<0,001) pada siswa kelas V MI Negeri 11 Boyolali.