cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Solving berbantuan Media Belajar Pabala terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Catur Singgih; Zulmi Roestika Rini
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3830

Abstract

Abstract This research aims to evaluate the effectiveness of the problem-solving learning model assisted by the Pabala learning media in improving problem-solving skills among third-grade students at MI Gedanganak. The main issue identified is the low problem-solving abilities among students. This research uses a quantitative approach, with the population consisting of all students at MI Gedanganak, and the sample taken from class IIIB with 26 students as the experimental group and class IIIC with 26 students as the control group. Data were collected through testing techniques, namely pretest and posttest, as well as non-testing techniques, including observation, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted using various statistical tests, including normality tests, homogeneity tests, regression tests, independent sample t-tests, and paired sample t-tests. The research findings indicate that: (1) there is a significant effect of the problem-solving learning model assisted by Pabala learning media on improving problem-solving skills, with a significance level of 0.000 < 0.05; (2) there is a significant difference in problem-solving abilities between students in the experimental and control classes, with a significance level of 0.014 < 0.05; (3) this learning model effectively enhances students' problem-solving skills, evidenced by a significance level of 0.000 < 0.05. In conclusion, the problem-solving learning model assisted by Pabala learning media is proven effective in improving students' problem-solving abilities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan model pembelajaran problem solving dengan media belajar Pabala dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III MI Gedanganak. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh siswa di MI Gedanganak dan sampel diambil dari kelas IIIB sebanyak 26 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IIIC sebanyak 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui teknik tes yaitu pretest dan posttest serta teknik non tes yaitu observasi, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa uji statistik, seperti uji normalitas, homogenitas, regresi, independent sample t-test, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model pembelajaran problem solving berbantuan media Pabala terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05; (2) terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas eksperimen dan kontrol, dengan taraf signifikansi 0,014 < 0,05; (3) model pembelajaran ini secara efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, terbukti dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, model pembelajaran problem solving berbantuan media belajar Pabala terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Inovasi Pembelajaran Menyimak dengan Buku Dongeng Digital untuk Mengoptimal Neurolinguistik Siswa di Sekolah Dasar Asri Susetyo Rukmi; Nurul Istiq’faroh; Ulhaq Zuhdi; Maryam Isnaini Damayanti
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3833

Abstract

AbstractThis study aims to examine the effect of using digital storybooks in improving listening skills among elementary school students, with a focus on optimizing neurolinguistics within the context of the Merdeka Curriculum. The research employs a quantitative method with a quasi-experimental approach involving two groups. These groups consist of an experimental group using digital storybooks as a medium for listening practice, and a control group using conventional learning methods. Data were collected through listening skill tests, classroom observations, student perception questionnaires, and semi-structured interviews. The results show that the experimental group experienced a significant improvement in listening skills, with higher post-test scores compared to the control group. The digital storybooks, which combine visual, audio, and interactivity elements, successfully enhanced student engagement and comprehension of the material being listened to. Overall, this study supports the use of digital storybooks as an effective learning medium to improve elementary students' listening skills and reinforces the principles of the Merdeka Curriculum, which is based on fun and creative learning. Abstrak Penelitian ini menganalisis inovasi pembelajaran menyimak dengan buku dongeng digital dalam mengoptimalkan neurolinguistik siswa sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain eksperimen semu, penelitian ini membandingkan kelompok eksperimen yang menggunakan buku dongeng digital dan kelompok kontrol yang menerapkan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan menyimak, dengan skor post-test meningkat dari 68 menjadi 84 (t = 12.89, p = 0.0001), dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya naik dari 69 menjadi 74 (t = 2.51, p = 0.021). Secara neurolinguistik, buku dongeng digital yang menggabungkan elemen visual, audio, dan interaktivitas mampu merangsang berbagai area otak yang berperan dalam pemrosesan bahasa, seperti korteks auditori, korteks visual, dan area Broca serta Wernicke, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam proses menyimak. Temuan ini menegaskan bahwa buku dongeng digital tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak tetapi juga berperan dalam mengoptimalkan pemrosesan bahasa siswa secara neurolinguistik. Oleh karena itu, buku dongeng digital dapat dijadikan media pembelajaran inovatif yang mendukung prinsip pembelajaran berbasis pengalaman dalam Kurikulum Merdeka.
Analisis Dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui Program Kampus Mengajar 7 SD Negeri 2 Langon Elma Tiara Wulandari; Syailin Nichla Choirin Attalina; Hamidaturrohmah
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3835

Abstract

Abstract Independent curriculum learning is oriented towards developing students' character through the implementation of the Pancasila student profile dimensions. In line with this, the government has presented a campus teaching program as a place for collaboration to improve learning innovation. This research took place at SDN 2 Langon with subjects of teachers and students in grades 1, 2, 4, and 5. The purpose of this study was to identify the implementation of the Pancasila student profile dimensions and to analyze the achievement of the Pancasila student profile dimensions through the campus teaching 7 program at SDN 2 Langon. This study uses a qualitative method of field research type with a case study approach through data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The data analysis technique is through data reduction, data display, and verification. The findings in this study are that SDN 2 Langon has not held many activity innovations with the P5 work title as a routine agenda. The existence of the campus teaching 7 program has a positive impact on program innovation and implementation of the Pancasila student profile dimensions through priority programs. Technology adaptation program achieves dimensions of independence and critical thinking. Pesantren Ramadhan program achieves dimensions of faith, devotion to God Almighty and noble character. Kartini program realizes the dimensions of global diversity, creativity, and independence. Numeracy literacy festival program achieves the dimensions of mutual cooperation and critical reasoning. P5 program shows the achievements of the dimensions of mutual cooperation, independence, and creativity. Abstrak Pembelajaran kurikulum merdeka berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik melalui implementasi dimensi profil pelajar pancasila. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah telah menghadirkan program kampus mengajar sebagai ajang kolaborasi untuk peningkatan inovasi pembelajaran. Penelitian ini berlangsung di SDN 2 Langon dengan subjek guru dan peserta didik kelas 1, 2, 4, dan 5. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi implementasi dimensi profil pelajar pancasila serta menganalisis ketercapaian dimensi profil pelajar pancasila melalui program kampus mengajar 7 di SDN 2 Langon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe field research dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verification. Temuan dalam penelitian ini yaitu SDN 2 Langon belum banyak mengadakan inovasi kegiatan dengan gelar karya P5 sebagai agenda rutin. Adanya program kampus mengajar 7 memberikan dampak positif terhadap inovasi program dan implementasi dimensi profil pelajar pancasila melalui program prioritas. Program adaptasi teknologi mencapai dimensi mandiri dan bernalar kritis. Program pesantren Ramadhan mencapai dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Program Kartini tangguh merealisasikan dimensi berkebinekaan global, kreatif, dan mandiri. Program festival literasi numerasi mencapai dimensi gotong royong dan bernalar kritis. Program gelar karya P5 menunjukkan capaian dimensi gotong royong, mandiri, dan kreatif.
Pengaruh Model Pembelajaran TGT Berbantuan Snake Ladder Question terhadap Minat Belajar Siswa SD Naelatul Dina Kamalia; Lisa Virdinarti Putra
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3838

Abstract

Abstract This quantitative study aims to investigate the effect of the Team Games Tournament (TGT) learning model, facilitated by visual media and Snake Ladder Question, on the learning interest of third-grade students at SD Negeri Harjosari 01. This research employs a quantitative approach, as it seeks to determine the effect of the TGT model, assisted by Snake Ladder Question media, on the learning interest of third-grade students at SD Negeri Harjosari 01. The experimental method is used in this study, with a design similar to the pre-test and post-test control group design. The population of this study comprises 430 students, with a sample of 46 students selected using purposive sampling technique. The results of this study indicate that the Snake Ladder Question media can create an interactive and engaging learning environment. The t-test analysis yields a t-count value of 5.137, which exceeds the t-table value for df 12. Consequently, the null hypothesis (Ho) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The findings suggest that the Team Games Tournament model has a significant impact on the learning interest of third-grade students at SD Negeri Harjosari 01. Therefore, this study concludes that the Team Game Tournament model, assisted by Snake Ladder Question media, enhances the learning interest of third-grade students at SD Negeri Harjosari 01. Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu: Ada pengaruh dan perbedaan penggunaan model pembelajaran TGT (Team Geam Tournament) menggunakan media visual berbantuan Snake Ladder Question terhadap minat belajar siswa kelas 3 di SD Negri Harjosari 01. Model yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen. Dalam rencana penelitian ini, hampir sama dengan desain kelompok kontrol pretest dan post-test di mana peneliti mendistribusikan pertanyaan-pertanyaan pre-test, menemukan situasi awal siswa, sejauh mana siswa memahami pertanyaan sebelumnya, dan post-test menyelidiki siswa setelah mempelajari model dan metode yang dikembangkan oleh peneliti dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang telah ditentukan.  Jumlah populasi subyek 430 siswa dan jumlah sample 46 siswa diambil dengan Teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media Snake Ladder Question dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan tidak membosankan.  Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan analisis menggunakan hasil uji t sampel, nilai t hitung adalah 5,137, yang lebih besar dari nilai t tabel untuk df 12. Sebaliknya, ketika nilai sig(2-tailed) kurang dari 0,000, Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Team Games Tournament berdampak pada minat siswa kelas 3 SD Negeri Harjosari 01. Jadi dapat disimpulkan berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai model Team Game Tournament dengan bantuan media Snake Ladder Question, dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 di SD Negeri Harjosari 01.
Pemanfaatan Botol Kaca sebagai Alat Bantu Pengembangan Keterampilan Membidik Notasi Angka Wea, Yunesti Katilda; Samino, Sena Radya Iswara; Bupu, Hermania; Laksana, Dek Ngurah Laba
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3843

Abstract

Abstract This study aims to improve the skills of grade VI students in targeting number notation using glass bottles as a music learning aid. The background of this study is based on the low ability of grade VI students of UPTD SDI Malamude in reading number notation, where during the implementation of the initial learning test in targeting number notation, there Were 4 students who had poor criteria, and 13 students were still in the poor criteria. This is due to the lack of special assistance in targeting good number notation caused by the teacher's limited experience in  teaching music arts and the lack of effective learning media. The research method used is Classroom Action Research (CAR) through 4 main stages, namely planning, action, observation, and reflection. Data was taken through observasion and tests of the ability to target number notation before and after the use of glass bottles. The results of the study obtained before the intervention showed that the majority of students had low ability to target number notation, with most students in the poor and poor categories. After the implementation of glass bottle-based learning, there was a significant increase, with many students reaching the fairly good to very good categories. The use of glass bottles has been shown to help students understand the high and low notes more concretely, while increasing their creativity and interaction in music learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VI dalam membidik notasi angka menggunakan media botol kaca sebagai alat bantu pembelajaran musik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa kelas IV UPTD SDI Malamude dalam membaca notasi angka, dimana pada saat pelaksanaan tes awal pembelajaran dalam membidik notasi angka, terdapat 4 siswa yang memiliki kriteria kurang baik, dan 13 siswa masih berada pada kriteria tidak baik. Hal ini dikarenakan kurangnya pendamping khusus dalam membidik notasi angka baik yang disebabkan oleh keterbatasan pengalaman guru dalam mengajarkan seni musik serta kurangnya media pembelajaran yang efektif. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui 4 tahapan utama yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diambil melalui observasi dan tes kemampuan membidik notasi angka sebelum dan sesudah penggunaan media botol kaca. Hasil penelitian yang diperoleh sebelum intervensi, menunjukkan mayoritas siswa memiliki kemampuan membidik notasi angka yang rendah, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori tidak baik dan kurang baik. Setelah penerapan pembelajaran berbasis botol kaca, terjadi peningkatan signifikan, dengan banyak siswa mencapai kategori cukup baik hingga sangat baik. Penggunaan botol kaca terbukti membantu siswa dalam memahami tinggi rendahnya nada secara lebih konkret, sekaligus meningkatkan kreativitas dan interaksi mereka dalam pembelajaran musik.
Pengaruh Model Pembelajaran Savi Berbantuan Cafas terhadap Pemahaman Konsep Siswa Eriawan, Dendy; Lisa Virdinarti Putra
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3862

Abstract

Abstract Students' ability to understand concepts so they can apply their knowledge and understanding of mathematics. The aim of this research is to determine the effect of the SAVI (somatic, auditory, visual and intellectual) learning model assisted by Canva on students' conceptual understanding. The subjects of this research were 28 students in class II A and 28 students in class II B at SDN Bandungan 01. The type of data collected in this research is quantitative and experimental methods. Data collection techniques in this research are Test (Pre Test and Post Test) and Non Test (Observation, Questionnaire and Documentation). The data analysis techniques in this research are normality test, homogeneity test, hypothesis test in the form of independent sample t-test and simple linear regression test. The results of the research show that: (1) There are differences in students' understanding of concepts using the SAVI learning model assisted by Canva media. This is proven by the results of the Independent Sample T-Test with a significance level of less than 0.05, namely 0.000 < 0.05. So it can be concluded that there is a significant difference between the experimental class and control class learning groups, where the average value for the experimental class is 91.11 greater than the control class average of 82.75. (2) There is an influence of using the SAVI learning model assisted by Canva media on students' understanding of concepts. This is proven by the results of the Simple Linear Regression Test with a significance value of less than 0.05, namely 0.008 < 0.05. The conclusion of this research is that the SAVI (somatic, auditory, visual and intellectual) learning model assisted by Canva media is effective in influencing students' concept understanding abilities. Abstrak Kemampuan siswa untuk memahami konsep sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intelektual) berbantuan Cafas terhadap pemahaman konsep siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SD N Bandungan 01. Sampel penelitian ini adalah 28 siswa kelas II A dan 28 siswa II B SDN Bandungan 01. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Tes (Pre Test dan Post Test) dan Non Test (Observasi, Angket, dan Dokumentasi). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis yang berupa uji independent sample t-test dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa siswa dengan penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Canva. Perihal ini dibuktikan dengan hasil Uji Independent Sample T-Test dengan taraf nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dimana nilai rataan untuk kelas eksperimen 91,11 lebih besar daripada rataan kelas kelas kontrol 82,75. (2) Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Cafas terhadap pemahaman konsep siswa. Perihal ini dibuktikan dengan hasil Uji Regresi Linier Sederhana dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu 0,008 < 0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intelektual) berbantuan media Cafas terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa.
Meningkatkan Kemampuan Conversation pada Siswa Holiday Program Studi Kasus di Komunitas Kampung English Kudus Muslimin; Stela Ramadhani Khalashinikov
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3884

Abstract

Abstract  English speaking ability is an essential skill for students in facing global challenges. This study aims to analyze the Improvement of Conversation Skills in Holiday Program Case Study Students in the Kudus English Village Community using the Collaborative Learning method. The research method used is a qualitative approach with the following research data collection techniques: 1) observation 2) interviews and 3) documentation. The subjects of the study were elementary school students who participated in the holiday program at the Kudus English Village during formal school holidays. The results showed that the Holiday Program had a positive impact on improving students' conversation skills. Students experienced an increase in speaking fluency, understanding of English, and self-confidence in communicating because it was also supported by the Collaborative Learning method where the learning environment became more interactive. Therefore, the Collaborative Learning-based Holiday Program can be an effective solution in improving English conversation skills for students during school holidays.  Abstrak                                                                                         Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan esensial bagi siswa dalam menghadapi tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peningkatan Kemampuan Conversation pada Siswa Holiday Program Studi Kasus di Komunitas Kampung English Kudus dengan metode Collaborative Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data penelitian ini adalah: 1) observasi 2) wawancara dan  3) dokumentasi. Subjek penelitian yakni siswa usia Sekolah Dasar yang mengikuti program liburan (Holiday Program) di Kampung English Kudus ketika libur sekolah formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Holiday Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan conversation siswa. Siswa mengalami peningkatan dalam kefasihan berbicara, pemahaman terhadap bahasa Inggris, serta rasa percaya diri dalam berkomunikasi karena didukung pula dengan metode Collaborative Learning dimana lingkungan belajar menjadi lebih interaktif. Oleh karena itu, Holiday Program berbasis Collaborative Learning dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keterampilan conversation bahasa Inggris bagi siswa selama liburan sekolah.
Penggunaan Media Pembelajaran French Fries dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Topik Informasi di Sekolah Dasar Hamidatus Solicha; Vevy Liansari
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3908

Abstract

Abstract Beginning writing skills are one of the important aspects of learning in primary schools. However, there are still many students who experience difficulties in writing, such as the lack of ability to compose sentences and low interest in writing activities. Based on the initial observation, most of the second grade students of SDN Sudimoro Tulangan had low writing skill scores, with an average score of only 63.83. To overcome these problems, innovation in learning methods is needed, one of which is through the use of French Fries learning media.This research used pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The samples in this study were 30 students of grade II SDN Sudimoro Tulangan who were selected by purposive sampling. Data were collected through writing tests before and after the use of French Fries media and analyzed using paired sample t-test with the help of SPSS. The results showed that there was a significant increase in students' beginning writing skills after the use of French Fries media. The average pretest score of 63.83 increased to 84.76 in the posttest. Abstrak Keterampilan menulis permulaan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis, seperti kurangnya kemampuan dalam menyusun kalimat dan rendahnya minat terhadap kegiatan menulis. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa kelas II SDN Sudimoro Tulangan memiliki nilai keterampilan menulis yang rendah, dengan rata-rata skor hanya 63,83. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran, salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran French Fries. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas II SDN Sudimoro Tulangan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis sebelum dan sesudah penggunaan media French Fries serta dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis permulaan peserta didik setelah penggunaan media French Fries. Rata-rata nilai pretest sebesar 63,83 meningkat menjadi 84,76 pada posttest. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa penggunaan media French Fries berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis permulaan peserta didik. Selain itu, media ini terbukti meningkatkan motivasi belajar serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran.
Pengaruh Media Kartu Bergambar terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Sulistiyowati, Eka; Khoirul Umam, Nanang; Wahyuning Subayani, Nataria
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4300

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of using picture cards on the reading skills of third-grade elementary school students. This study uses a quantitative experimental research design with a quasi-experimental design. Initial observations showed that students tended to be noisy, lacked focus when the teacher was explaining, and had low interest in reading. The main factors causing this were long and monotonous reading materials, as well as teachers who did not use learning media other than thematic textbooks. This condition made it difficult for students to understand essential information from the text. Therefore, this study tested the use of picture cards on the research sample. The population in this study were third-grade students at UPT SD Negeri 49 Gresik. The research sample consisted of two classes, namely class III B with 24 students as the experimental class that received treatment using picture cards and class III C with 24 students as the control class that did not receive special treatment. Data collection techniques were carried out through reading skill tests before and after treatment (pretest and posttest). Data analysis using the independent sample T-test showed a sig value (2-tailed) ≤ 0.05, namely 0.000, which means that there was a significant difference between the experimental class and the control class. From the results of the study, it can be concluded that the use of picture cards can be said to have an effect on the reading comprehension skills of students in grade III of elementary school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu bergambar terhadap keterampilan membaca siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design (eksperimen semu). Dari hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa cenderung ramai, kurang fokus saat guru menjelaskan, dan memiliki minat baca yang rendah. Faktor utama penyebabnya adalah materi bacaan yang panjang dan monoton, serta guru yang belum menggunakan media pembelajaran selain buku paket tematik. Kondisi ini mengakibatkan siswa kesulitan memahami informasi esensial dari teks. Sehingga dalam penelitian ini menguji cobakan penggunaan media kartu bergambar terhadap sampel penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas III UPT SD Negeri 49 Gresik. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas III B dengan jumlah 24 siswa sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan media kartu bergambar dan kelas III C dengan jumlah 24 siswa sebagai kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest). Analisis data menggunakan uji independent sample T-test menunjukkan nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat dikatakan berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa di kelas III sekolah dasar.
Persepsi Guru dalam Menerapkan Keterampilan Abad 21 di Sekolah Dasar Andriyani, Henni Aprillia; Nuroh, Ermawati Zulikhatin
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4143

Abstract

Abstract This study aims to explain how teachers view the implementation of 21st century skills in elementary schools. This research focuses on critical thinking skills, creativity skills, collaboration skills, and communication skills. This research was conducted at SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Sidoarjo, with a qualitative approach and case study. The participants of this study were two homeroom teachers of grade 5. The data collection methods used in this research are observation, interviews, and documentation used on teachers who actively teach at the school. The results of the study show that teachers at SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage understand the importance of 21st century skills and strive to include them in learning. The development of these skills is also influenced by things such as the teacher's learning approach, learning media, and learning environment. However, there is a significant difference in the mastery of 21st century skills. Therefore, to ensure that all students have equal opportunities to learn skills that are appropriate for the modern world, it is necessary to use more varied, creative, and inclusive learning strategies. To maximize the implementation of 21st century skills in elementary schools, this study suggests institutional support and continuous teacher development.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana guru melihat penerapan keterampilan abad 21 di sekolah dasar. Penelitian ini memfokuskan pada keterampilan berpikir kritis, keterampilan kreativitas, keterampilan kolaborasi, dan keterampilan komunikasi. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Sidoarjo, dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah dua guru wali kelas 5. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan terhadap guru yang aktif mengajar di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage memahami betapa pentingnya keterampilan abad 21 dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam pembelajaran. Perkembangan keterampilan tersebut juga dipengaruhi oleh hal-hal seperti pendekatan pembelajaran guru, media pembelajaran, dan lingkungan belajar. Namun, ada perbedaan yang cukup besar dalam penguasaan keterampilan abad 21. Maka, untuk memastikan bahwa semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar keterampilan yang sesuai dengan dunia modern perlu menggunakan strategi pembelajaran yang lebih variatif, kreatif, dan inklusif. Untuk memaksimalkan penerapan keterampilan abad 21 di sekolah dasar, penelitian ini menyarankan dukungan kelembagaan dan pengembangan guru secara berkelanjutan.