cover
Contact Name
Latif Anshori Kurniawan
Contact Email
latif@upgris.ac.id
Phone
+628386063355
Journal Mail Official
sasindo@upgris.ac.id
Editorial Address
Kampus 4 Universitas PGRI Semarang Program Studi PBSI, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Jl. Gajah Raya No.40 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Lontar Media Press
ISSN : 23374098     EISSN : 26146959     DOI : https://doi.org/10.26877/sasindo
Core Subject : Education,
Sasindo: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mencakup artikel penelitian, laporan penelitian, ulasan, dan komentar ilmiah dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan perincian sebagai berikut. Pengajaran Bahasa Indonesia Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Pengajaran Sastra Indonesia Ilmu Bahasa (Linguistik) Semantik Sintaksis Analisis Wacana Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Pragmatik Sosiolinguistik Psikolinguistik Linguistik Kognitif Gaya Bahasa (Stilistika) Kajian Sastra Indonesia Folklore Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 231 Documents
PENAFSIRAN DI BALIK PENAMAAN HANTU DI MAJALENGKA JAWA BARAT Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2/septembe (2013): sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i2/septembe.676

Abstract

Local wisdom is one of culture product which appear from interpretation of social phenomenon, including language phenomenon. One of them is that found in Majalengka. On that society was found some ghost names lexicon that are believed to be around them. In this article entitled ?óÔé¼?ôInterpretatin Behind Majalengka West Java Ghost Naming?óÔé¼?Ø presented a number of interpretations related to ghost names lexicon are not only being present as a series of its vocabularies, but also as series of local wisdom which held by the community. This is evident from other education and other culture interpretation implicity contained behind the ghost naming. Keyword: ghosts lexicon, ghost name, majalengka, education
Analisis Kesalahan Ejaan pada Teks Persuasif Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Adiwerna Tahun Pelajaran 2020/2021 Anggun Risanti; Ahmad Rifai; Zainal Arifin
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14538

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan pada teks persuasif peserta didik kelas VIII SMP N 1 Adiwerna tahun pelajaran 2020/2021. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik kualitatif digunakan untuk menganalisis kesalahan ejaan pada teks persuasif peserta didik kelas VIII SMP N 1 Adiwerna. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode catat. Hasil . Hasil analisis kesalahan ejaan pada teks persuasif peserta didik kelas VIII SMP N 1 Adiwerna tahun pelajaran 2020/2021. Terdapat kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 86, kesalahan penulisan kata depan sebanyak 43 dan penulisan tanda baca sebanyak 122.
STRUKTUR FISIK PUISI KARYA PESERTA DIDIK KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK TRANSMISI TELEKOMUNIKASI SMKN 5 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Inayah Isnaini Faizah
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v8i2.6817

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan hasil analisis struktur fisik puisi karya peserta didik kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Transmisi Telekomunikasi SMKN 5 Semarang tahun pelajaran 2019/2020.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yaitu struktur fisik puisi siswa sedangkan sumber datanya dari teks puisi siswa. Teknik pengumpulan data berupa kepustakaan, studi dokumentasi, dan analisis. Teknik penyajian hasil analisis data secara kualitataif/paparan deskripsi.Berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa puisi siswa menggunakan tipografi rata tengah dan kiri; diksibermakna denotatif/konotataif;terdapat imaji penglihatan, pendengaran, gerak, perabaan, penciuman, dan pencecapan;bermajas asonansi, hiperbola, aliterasi, personifikasi, metafora, simile, anafora, tautologi, antisipasi, elipsis, erotetis, perifrasis, antitesis, eufemisme, hipalase, pleonasme, litotes, mesodiplosis, simploke, satire, epitet, paradoks, metonimia, dan sarkasme; pengkonkretan imaji berupa lambang/simbol dan utrance;berirama asonansi, awal, aliterasi, terbuka, tertutup, bersilang, tak sempurna, patah, rangkai, merdeka, kembar, sempurna, berpeluk, mutlak, dan tengah.Saran, diharapkan guru memberikan pengajaran penulisan kepada siswa yang sesuai dengan pedoman penulisan puisi.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI PERJAMUAN KHONG GUAN KARYA JOKO PINURBO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMA Faidatun Mujawanah
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v9i2.11016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan dan teknik catat. Hasil penelitian penggunaan gaya bahasa pada 15 puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo, terdapat penggunaan gaya bahasa yang ditemukan sebanyak 41 gaya bahasa. Gaya bahasa retoris sebanyak 17 dan gaya bahasa kiasan sebanyak 24. Gaya bahasa yang sering muncul atau dominan digunakan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo adalah gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa tersebut didominasi oleh penggunaan gaya bahasa metafora. Hasil penelitian tersebut juga dapat dijadikan alternatif bahan ajar untuk materi gaya bahasa yang dalam kurikulum 2013 terdapat pada KD 3.17.
FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA Siswanto PHM; Suyoto Suyoto; Larasati Larasati; Arisul Ulumuddin
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i1 Januari.427

Abstract

Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957),Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata,karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteriapenggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasiparadigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kataberprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsidan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentukverba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatanword and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi datatulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutanpencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalampenelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akandikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanyakata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifanprefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar,berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kanbermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P,berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks mengbermakna:a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan,dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran(objek).Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran
Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra untuk SMA Ulfiana Ulfiana; Ambarini Asriningsari; Muhajir Muhajir
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata dan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu simak, catat, dan teknik studi pustaka. Teknik analisis data pada penelitian ini diperoleh dari menemukan, menganalisis, dan menyimpulkan nilai pendidikan karakter sesuai dengan teori yang ada. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil analisis data ditemukan terdapat 70 data. Berdasarkan hasil data tersebut, maka novel Guru Aini karya Andrea Hirata dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar sastra untuk SMA. Khususnya agar peserta didik dapat menerapkan nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
PERANAN LINGUISTIK DALAM PENGAJARAN BAHASA (SEBUAH CATATAN RINGAN) Icuk Prayogi
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 Agustus (2014): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v2i2 Agustus.976

Abstract

Since man first appeared on earth, human life is always filled with the change of generations: the older generation is replaced a new one and is now considered the new generation, will be replaced the newer generation, and so on. So it is with science, every time there is always a more perfect theory revision in order to be called a law; the results of scientific studies are expected to be useful for the mankind in everyday life practically. To that end, it is necessary the new generation to continue vigorously reviewing their object of study, without ruling out the role of the older generation who have inspired. Thus, the student / lecturer Indonesian-requires a new generation of highly essential-called "knowledge". Indonesian teachers are not required to teach the language of theoretical or technical support to the students, but teachers need to be fully aware of the knowledge dipunyainya or what is taught. The aim is that there is a correction and revision of a new generation of teachers.Keywords: linguistics, language teaching
MENGENAL METAFORA DAN METAFORA KONSEPTUAL Icuk Prayogi; Ikmi Nur Oktavianti
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v8i1.6807

Abstract

Dalam artikel sederhana ini diangkatlah permasalahan metafora dan metafora konseptual secara teoretis. Tujuannya adalah memperjelas posisi dan konsep metafora yang sering kali tumpang tindih, baik dengan majas lain ataupun perbedaan dalam beberapa konsep metafora yang lain. Metode kerja yang dilakukan adalah dengan membandingkan antarmajas yang mirip atau sama dengan majas metafora. Konsep metafora dalam bingkai linguistik kognitif adalah pembahasan selanjutnya. Simpulannya ialah bahwa antara metafora sebagai majas dan metafora konseptual sangat berlainan meskipun dulu berasal dari ide yang sama.
PENGGUNAAN KONJUNGSI PADA TEKS AUTOBIOGRAFI KARANGAN PESERTA DIDIK KELAS X SMK TLOGOSARI SEMARANG TAHUN AJARAN 2019/2020 Sri Hardiyanti
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v9i2.11007

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 merupakan pembelajaran berbasis teks. Peserta didik dituntut untuk bisa menulis teks. Adapun tujuan yang dicapai adalah untuk mendeskripsikan penggunaan konjungsi pada teks autobiografi karangan peserta didik kelas X SMK Tlogosari Semarang tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan jumlah peserta didik kelas X sebanyak 180. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sample random sampling dengan penentuan sampelnya 25% dari jumlah populasi yaitu sabanyak 45 teks autobiografi. Metode dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data ini menggunakan metode agih yang diwujudkan dengan dua tahap, yaitu teknik dasar atau BUL dan teknik lanjutan yaitu teknik ganti dan teknik sisip. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan konjungsi paling banyak ditemukan pada konjungsi subordinatif, penggunaan konjungsi yang cukup banyak ditemukan pada konjungsi koordinatif, penggunaan konjungsi yang paling jarang ditemukan adalah konjungsi antarkalimat, dan konjungsi yang tidak ditemukan adalah konjungsi korelatif. Berdasarkan perhitungan persentase maka penggunaan konjungsi benar sebanyak 84,88% terdiri dari konjungsi subordinatif sebanyak 51,48%, konjungsi koordinatif sebanyak 40,60%, dan konjungsi antarkalimat sebanyak 7,92% serta kesalahan penggunaan konjungsi sebanyak 15,12%.
Karakteristik Bahasa Jurnalistik dalam Berita Utama Surat Kabar Suara Merdeka Tahun 2021 Khofifah Indah Sari; Agus Wismanto; R. Yusuf Sidiq Budiawan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i1.11272

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik bahasa jurnalistik dalam berita utama surat kabar Suara Merdeka tahun 2021. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan teknik simak catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode pada dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini terdapat 149 data karakteristik bahasa jurnalistik. Karakteristik bahasa jurnalistik dalam berita utama surat kabar Suara Merdeka tahun 2021, meliputi: (1) bahasa komunikatif terdapat 45 data temuan, (2) spesifikasi kalimat terdapat 29 data temuan, (3) kejelasan makna terdapat 39 data temuan, (4) penghematan kata terdapat 18 data temuan, dan (5) ketidakmubaziran atau ketidakklisean terdapat 18 data temuan. Dari hasil tersebut, karakteristik bahasa komunikatif merupakan karakteristik yang paling banyak data temuan, sedangkan karakteristik penghematan kata dan ketidakmubaziran atau keklisean merupakan karakteristik yang paling sedikit ditemukan.