cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
A.P. Pettarani Street, Makassar, South Sulawesi
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
ISSN : 28082737     EISSN : 28082680     DOI : 10.26858/ijpss
This Journal publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of pedagogical and Social Sciences. The journal covered by all topics in: Humanities Social studies Management Education, Teaching Learning And others (within the scope of pedagogical and Social Sciences)
Articles 143 Documents
Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Metode Orto-Gillingham pada Anak dengan Disabilitas Intelektual Ringan Kasmayani Karim
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86292

Abstract

Abstrak. Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan akademik dasar yang penting dikembangkan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Orton-Gillingham dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan single-case experimental design (SCED). Subjek penelitian adalah seorang siswa perempuan berusia 13 tahun dengan kategori disabilitas intelektual ringan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes inteligensi dan tes informal membaca. Intervensi diberikan dalam 13 sesi menggunakan metode Orton-Gillingham yang bersifat multisensori, sistematis, eksplisit dan bertahap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pada seluruh aspek, mulai dari membaca huruf diftong, konsonan rangkap, suku kata, kata, hingga membaca kalimat dan paragraf sederhana. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Orton-Gillingham efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan. Kata kunci: Disabilitas intelektual ringan; membaca permulaan; multisensori; Orton-Gillingham
Workplace Well-Being: Faktor Penentu dan Dampak Organisasional di Indonesia Iradat Rayhan Sofyan
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86609

Abstract

Abstrak. Workplace well-being merupakan konstruk multidimensional yang mencakup aspek psikologis, sosial, dan fungsional pengalaman kerja karyawan, dan menjadi perhatian strategis dalam manajemen sumber daya manusia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi workplace well-being serta menganalisis dampaknya terhadap berbagai outcome organisasi pada konteks karyawan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah sintesis naratif-tematik (narrative thematic synthesis) terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2019–2025 dan terindeks di basis data Google Scholar, GARUDA, SINTA, dan Scopus. Hasil sintesis mengidentifikasi dua tema utama. Pertama, workplace well-being secara konsisten dipengaruhi oleh faktor individu meliputi work-life balance, work engagement, dan stres kerja, serta faktor organisasi meliputi perceived organizational support, iklim organisasi, workplace spirituality, fleksibilitas kerja, dan lingkungan kerja. Kedua, workplace well-being yang tinggi terbukti berkontribusi positif terhadap kinerja kerja, kepuasan kerja, keterikatan karyawan, komitmen organisasi, dan produktivitas, sekaligus berperan sebagai faktor protektif terhadap stres kerja dan burnout. Temuan ini menegaskan bahwa workplace well-being bukan sekadar variabel psikologis individual, melainkan faktor strategis yang menentukan efektivitas dan keberlanjutan organisasi. Implikasi praktis dari kajian ini mendorong organisasi di Indonesia untuk merancang kebijakan SDM yang secara holistik mendukung kesejahteraan karyawan sebagai investasi jangka panjang terhadap kinerja organisasi.Kata Kunci: workplace well-being, employee well-being, work-life balance, perceived organizational support, work engagement
Karakteristik Arsitektur Rumah Adat Bugis: Studi Komparasi Rumah Adat Lapinceng Barru dan Sao Mario Soppeng Akmal Baharuddin; Bakhrani A. Rauf; Rahmat Rizal
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86699

Abstract

Abstract. Traditional architecture refers to buildings whose form, variety, and construction methods are inherited from generation to generation. This study aims to identify the architectural characteristics and to describe the similarities and differences between the traditional house of Lapinceng in Barru Regency and the Bugis traditional house of Sao Mario in Batu-Batu, Soppeng Regency, in terms of spatial orientation, floor plan and form, materials, structure and construction, and ornamental aspects. A qualitative approach with a descriptive method was applied through four stages: data selection, data presentation, analysis, and conclusion drawing. The findings reveal significant differences between the two traditional houses in terms of floor plan, facade, materials used, structural system, construction method, and ornamentation. Both houses share the saoraja classification, knock-down construction system, and the use of alliri as the primary structural element. The influence of science, technology, and cultural interaction since the colonial period has shaped the current form of Buginese noble houses. Periodic preservation efforts by both owners and the government are essential to sustain this traditional Bugis architectural heritage as a national cultural asset.Keywords: Traditional house, architectural characteristics, Lapinceng, Sao Mario, Bugis