cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
A.P. Pettarani Street, Makassar, South Sulawesi
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
ISSN : 28082737     EISSN : 28082680     DOI : 10.26858/ijpss
This Journal publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of pedagogical and Social Sciences. The journal covered by all topics in: Humanities Social studies Management Education, Teaching Learning And others (within the scope of pedagogical and Social Sciences)
Articles 143 Documents
Learning Agility Karyawan dalam Konteks Budaya Organisasi yang Mendorong Inovasi Andi Syahriana Asdar; Siti Nur'ainun Zakiyah; Tuti Syaima Masita
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86389

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat Learning Agility karyawan Perusahaan X serta menguji perbedaannya berdasarkan karakteristik demografis, yaitu jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan level jabatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Responden penelitian berjumlah 82 karyawan yang mengisi kuesioner secara lengkap. Learning Agility diukur menggunakan kuesioner yang mengacu pada empat dimensi, yaitu people Agility, results Agility, mental Agility, dan change Agility. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, independent samples t-test, dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan berada pada kategori Learning agility sedang, yaitu 54 orang (66%), sedangkan 17 orang (21%) berada pada kategori rendah dan 11 orang (13%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan Learning Agility yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, maupun level jabatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Learning agility karyawan dalam penelitian ini tidak menunjukkan variasi bermakna berdasarkan karakteristik demografis. Secara praktis, hasil penelitian mengindikasikan perlunya penguatan sistem pembelajaran organisasi, coaching, mentoring, forum berbagi pengetahuan, dan proyek inovasi agar Learning agility dapat berkembang lebih merata dan mendukung kinerja organisasi secara berkelanjutan. Kata kunci: Learning agility, karakteristik demografis, budaya pembelajaran, inovasi, pengembangan sumber daya manusia
Adaptive performance Security Guard pada Konteks Penggunaan Aplikasi Operasional Keamanan: Studi Deskriptif pada PT X Siti Nur’ainun Zakiyah; Muhammad Al-Amin Haidir; Andi Syahriana Asdar
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86610

Abstract

Abstrak. Perubahan sistem kerja pada era transformasi digital menuntut security guard untuk tidak hanya menjalankan tugas pengamanan secara rutin, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan teknologi, prosedur kerja, lingkungan penempatan, dan situasi tidak terduga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil adaptive performance pada security guard di PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 379 security guard sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan skala adaptive performance yang dimodifikasi dari Charbonnier-Voirin dan Roussel (2012), terdiri atas 19 item dengan lima aspek, yaitu creativity, reactivity in the face of emergencies or unexpected circumstances, interpersonal adaptability, training and learning effort, dan managing work stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas security guard berada pada kategori adaptive performance sedang sebanyak 265 responden atau 70%, kategori tinggi sebanyak 81 responden atau 21%, dan kategori rendah sebanyak 33 responden atau 9%. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptive performance security guard telah berada pada tingkat fungsional, tetapi belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal bagi perusahaan untuk menyusun program pengembangan yang berfokus pada penguatan adaptasi terhadap teknologi operasional, respons situasi darurat, penyesuaian interpersonal, kesiapan belajar, dan pengelolaan stres kerja.Kata kunci: adaptive performance, security guard, aplikasi operasional keamanan
Sikap Bahasa Mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA di Era Digital Cindy Rachma Aulia; Aulia Widiyaningrum; Khalimatus Sa'diyah; Maria Mintowati; Rokhishotul Amaliyah
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.85517

Abstract

Abstract. This study is motivated by the increasingly dynamic use of language in the digital era, particularly among Generation Z, who actively engage with digital media. In the context of globalization, Mandarin, as one of the major international languages, plays an important role not only in academic settings but also in providing career opportunities and cross-cultural communication. However, in practice, the use of Mandarin among university students is not always aligned with their language attitudes. This study aims to analyze the language attitudes of Mandarin Language Education students of the 2024 cohort at Universitas Negeri Surabaya toward Mandarin in the digital era and to identify the influence of digital media on its use. This research employs a descriptive quantitative approach supported by qualitative data. Data were collected through an online questionnaire using Google Forms, consisting of closed-ended questions with a Likert scale and open-ended questions. The sample consisted of approximately 70 respondents from classes B and C. The results show that 95.8% of respondents use Mandarin in academic contexts, while its use in daily communication remains limited, with the majority of respondents (54.2%) using it only occasionally. Furthermore, digital media has a significant influence, with around 70% of respondents stating that it affects their interest in using Mandarin. These findings indicate a gap between positive language attitudes and actual language use in everyday life. This study contributes to understanding the dynamics of students’ language attitudes in the digital era and provides insights for developing more communicative and contextual Mandarin language learning strategies. Keywords: language attitude, Mandarin, Generation Z, digital media, sociolinguistics
Ritual Wisuda: Liminalitas, Komodifikasi dan Ambivalensi Makna St. Junaeda
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86392

Abstract

Abstract. This article examines graduation rituals in the context of modern society by highlighting three key aspects: liminality, commodification, and the ambivalence of meaning. Using a cultural anthropology approach, data were obtained through interviews and observations to understand how graduation is interpreted by social actors. The results show that graduation not only functions as a rite of passage marking the change in status from student to graduate, but also as a liminal space that enables the transformation of social identity. However, in practice, this ritual is commodified through the involvement of various forms of consumption such as photography services, dress rentals, makeup, and celebrations, which expand the meaning of graduation into the realm of social representation. This situation gives rise to an ambivalence of meaning, where graduation is understood simultaneously as an academic achievement and as a performative arena for displaying social status. Thus, graduation rituals reflect the cultural dynamics of modern society, characterized by negotiations of meaning between academic values, consumption practices, and the construction of social identity. Keywords: Gradiation Ritual, Liminality, Commodification, Ambivalence of Meaning
Pemanfaatan AI sebagai Pemberi Umpan Balik dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Jerman: Tinjauan Literatur Review Femmy Angreany
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86613

Abstract

Abstract. Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa membuka peluang baru dalam meningkatkan keterampilan menulis, khususnya melalui pemberian umpan balik otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI sebagai pemberi umpan balik dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman sebagai bahasa asing (Deutsch als Fremdsprache/DaF). Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif induktif terhadap artikel jurnal peer-reviewed yang dipublikasikan pada tahun 2025–2026 dan diperoleh dari basis data ERIC, Google Scholar, dan ScienceDirect. Analisis dilakukan dengan identifikasi, penyaringan, dan ekstraksi data tematik dari artikel-artikel yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI, seperti ChatGPT dan DeepSeek, mampu memberikan umpan balik yang cepat, personal, dan mencakup berbagai aspek penulisan, termasuk tata bahasa, kosakata, struktur, koherensi, dan pengembangan isi. Penggunaan AI juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian belajar, motivasi, serta kemampuan reflektif peserta didik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada literasi digital pengguna, khususnya keterampilan menyusun prompt dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, AI memiliki keterbatasan, seperti umpan balik yang bersifat umum, kurang sensitif terhadap konteks budaya, serta potensi bias dan kesalahan informasi. Oleh karena itu, AI perlu diposisikan sebagai alat pendukung dalam pembelajaran dengan integrasi pedagogis yang tepat, penguatan literasi AI, serta penerapan pedoman etis untuk memaksimalkan manfaatnya dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman. Keywords: Artificial Intelligence, umpan balik, keterampilan menulis, bahasa Jerman (DaF), ChatGPT, literature review
Pengaruh Inflasi dan Utang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Asni Asni; Masyadi Masyadi
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.88517

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi seperti inflasi dan utang luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan utang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari publikasi resmi, serta dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan utang luar negeri berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan. Pembahasan menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli dan investasi, sementara utang luar negeri dapat mendorong pertumbuhan apabila dimanfaatkan secara produktif dan dikelola dengan baik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi dan pengelolaan utang luar negeri secara optimal guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.Kata kunci: inflasi, pertumbuhan ekonomi, utang luar negeri
Psikoedukasi Etika Penggunaan AI untuk Meningkatkan Literasi Digital pada Mahasiswa Andi Fitri Wahyuni
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86393

Abstract

Abstrak. Perkembangan kecerdasan artifisial, khususnya AI generatif, mulai banyak memengaruhi cara mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas akademik. AI dapat membantu pencarian informasi, penyusunan ide, perbaikan bahasa, serta pengelolaan tugas. Namun, pemanfaatannya juga memunculkan persoalan etik, seperti ketepatan informasi, bias, privasi data, dan integritas akademik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi etika penggunaan AI terhadap literasi digital mahasiswa. Penelitian menggunakan desain eksperimen kuasi dengan one group pretest-posttest design. Partisipan berjumlah 205 orang yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap. Psikoedukasi diberikan selama 120 menit dengan materi mengenai konsep dasar AI, manfaat AI dalam pembelajaran, dampak kognitif penggunaan AI, isu etik, serta cara menggunakan AI secara bertanggung jawab. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi berbentuk pilihan ganda. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan skor literasi digital setelah psikoedukasi, dengan rerata pretest 7,09 dan posttest 8,59; uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = -9,445; p < 0,001). Secara umum, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih kritis, jujur, dan proporsional dalam proses belajar. Kata Kunci: AI generatif; etika akademik; literasi digital; mahasiswa; psikoedukasi
Peranan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Prososial Pada Siswa Bystander Nurul Resky Pratiwi; Nur Akmal; Astiti Tenriawaru Ahmad
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86665

Abstract

Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan konformitas teman sebaya terhadap perilaku prososial pada siswa yang berperan sebagai bystander dalam situasi bullying. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 349 siswa SMP yang teridentifikasi sebagai bystander yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan screening bullying vignette. Perilaku prososial diukur menggunakan Prosocial Tendencies Measure (PTM), sedangkan konformitas teman sebaya diukur menggunakan Informational and Normative Conformity Scale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner self-report dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial (B = 0,234, p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 4,6% (R² = 0,046). Temuan ini menunjukkan bahwa konformitas dapat menjadi mekanisme sosial yang mendorong munculnya perilaku menolong pada bystander ketika norma kelompok bersifat positif. Oleh karena itu, penguatan empati, penalaran moral, dan iklim sekolah yang suportif disarankan untuk meningkatkan perilaku prososial dalam konteks bullying. Keywords: konformitas teman sebaya; perilaku prososial; bystander; bullying; remaja  
Pengukuran Religiusitas Remaja melalui ARCS: Uji Psikometrik dan Perbandingan Jenis Kelamin di Tana Toraja Sitti Murdiana
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86561

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji properti psikometrik The Adolescent Religious Coping Scale (ARCS) pada remaja di Tana Toraja serta membandingkan tingkat religiusitas berdasarkan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Sebanyak 162 responden remaja berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA) mengidentifikasi tiga faktor religiusitas, dengan seluruh item menunjukkan factor loadings di atas 0,30. Indeks kecocokan model menunjukkan fit yang layak (CFI = 0,931; TLI = 0,897; SRMR = 0,055; RMSEA = 0,083). Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach's α = 0,820 dan McDonald's ω = 0,827, yang mengindikasikan konsistensi internal yang baik. Uji komparasi menggunakan Mann-Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan religiusitas yang signifikan antara remaja laki-laki dan perempuan (U = 2054, p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa ARCS merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur religiusitas remaja di Tana Toraja, sekaligus memberikan bukti empiris adanya perbedaan ekspresi religiusitas berdasarkan jenis kelamin dalam konteks budaya Toraja.Kata Kunci: ARCS, Religiusitas Remaja, Tana Toraja, Validitas, Reliabilitas, Perbandingan Jenis Kelamin
Bentuk Gerak Tari Maddewata dalam Komunitas Bissu Wajo Nurwahidah Nurwahidah
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86697

Abstract

Abstrak. Penelitian ini didesain untuk menghasilkan data tentang bentuk gerak tari Maddewata dalam masyarakat Bugis Wajo. Hal ini penting dilakukan karna penelitian ini memiliki relevansi dengan keberlanjutan seni pertunjukan, khususnya seni tari dalam etnis Bugis. Dengan demikian  tari Maddewata tidak hanya menjadi kisah kenangan manis masa silam, akan tetapi sebagai kontribusi ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan bentuk gerak tari Maddewata. Hal ini tentunya berdampak pada penguatan keberadaan  tari Maddewata  dalam masyarakat etnis Bugis khususnya, dengan cara berkesinambungan dari generasi ke generasi sebagai pewaris budaya.  Manfaat lain adalah bahwa hasil penelitian ini menjadi bahan apresiasi dan perbandingan kajian di kalangan akademisi, peneliti, seniman dan pemerhati seni dalam berbagai perspektif sehingga melahirkan informasi ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif dan bernilai guna dalam kemaslahatan hidup manusia.Lebih spesifik penelitian ini menjadi bahan kajian sumber, dokumentasi, dan inventarisasi jejak kesenian etnis Bugis di Instansi atau Perguruan Tinggi Seni di Sulawesi Selatan.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnokoreologis dengan pengumpulan data berdasarkan emik, dengan Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, maupun dokumentasi. Penulisan etnografinya berdasarkan  emik dan etik, serta analisis datanya kulitatif holistik.Kata Kunci: Tari Maddewata, Bentuk Gerak, Komunitas Bissu, Kabupaten Wajo