cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 137 Documents
PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus: Jalan Raya Kalitidu Depan Pasar Kalitidu Bojonegoro) ANDI TJANDRA
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.667 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.125

Abstract

Kemacetan akan menimbulkan dampak negatif bagi pengemudi atau pengguna jalan dikarenakan waktu perjalanan yang semakin lama. Jalan Raya Kalitidu Depan Pasar Kalitidu sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi pusat perdangangan serta pertokoan di daerah tersebut di tambah lagi adanya aktifitas penduduk yang beraneka ragam tentu akan menimbulkan arus pergerakan yang harus diimbangi dengan sarana jalan yang memadai. Akan tetapi dalam kenyataannya sering terjadi kemacetan pada suatu bagian jalan tertentu yaitu di Jalan Raya Kalitidu Bojonegoro di sekitar kawasan pasar dan pertokoan Kecamatan Kalitidu bojonegoro. Hal ini disebabkan karena pengaruh hambatan samping jalan. Hambatan samping sangat mempengaruhi kinerja ruas jalan. Volume parkir terbesar di Jalan Raya Kalitidu depan Pasar Kalitidu Bojonegoro untuk mobil penumpang sebesar 33 kendaraan. Indeks parkir terbesar 205,88 % dan Luas parkir yang dipakai (on street parking ) Di jalan raya Kalitidu Depan Pasar Kalitidu Bojonegoro adalah 250 m × 2 m = 500 m².
PERAN MASYARAKAT PADA PEMBERDAYAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO HARJONO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.87 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.126

Abstract

Untuk mengatasi berbagai masalah SDA di Bojonegoro dan untuk mewujudkan kemanfaatan SDA yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat maka SDA harus dikelola secara menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan. Pengelolaan SDA meliputi kegiatan konservasi SDA untuk menjaga keberadaan dan keberlanjutan SDA dalam kuantitas dan kualitas yang memadai diperlukan usaha pendayagunaan SDA yang terpadu, adil dan berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan masyarakat dan pengendalian daya rusak air.
ANALISA RISIKO PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP UMUR RENCANA KONSTRUKSI JALAN RAYA (Studi Kasus: Proyek Di Bojonegoro) NOVA NEVILA RODHI
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.821 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.127

Abstract

Pada umumnya umur rencana efektif pada perkerasan lentur adalah 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun. Sedangkan untuk perkerasan kaku umur rencana dapat mencapai 20 sampai 30 tahun dalam satu kali konstruksi (Molyono, 2007). Bila mana konstruksi telah rusak sebelum pada umur rencana, maka tentunya terdapat hal-hal yang tidak sesuai, baik itu dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaannya. Dalam proyek konstruksi jalan raya memang terdapat risiko yang dapat mempengaruhi umur rencana tersebut, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada proyek jalan di Kabupaten Bojonegoro diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 9 (sembilan) faktor risiko yang harus dikelola, dan hal – hal yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas (umur rencana) proyek jalan.
EVALUASI DAN MONITORING AMDAL PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK BOJONEGORO LOWER SOLO RIVER IMPROVEMENT PROJECT PHASE - 2 HERTA NOVIANTO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.073 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.128

Abstract

Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sahabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, dimusim kemarau, ladang dan sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya dimusim penghujan, ladang dan sawah banyak yang terendam air. Secara kuantitas, permasalahan air bagi pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu (temporal) dan tempat (spatial).
You are here Home SUMUR RESAPAN UNTUK OPTIMALISASI SUMBER DAYA AIR DI BOJONEGORO YULIS WIDHIASTUTI
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.669 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.129

Abstract

Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang dialiri sungai Bengawan Solo, dimana dalam ketersediaan air tanah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, saat terjadi musim kemarau yang panjang ada beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang mengalami kekeringan. Salah satunya ada di Kecamatan Sukosewu, tepatnya di Desa Sumberjokidul. Selain karena terjadinya kemarau yang berkepanjangan kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Salah satunya adalah dengan menerapkan sumur resapan.
PERENCANAAN PEMBUATAN TEMBOK PENAHAN TANAH (TPT) DI DESA NAPIS RT. 04 / 01 KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO SUGIYARTO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2017): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.716 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v2i2.130

Abstract

Tembok penahan tanah adalah suatu struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan tanah yang mempunyai kemiringan/lereng dimana kemantapan tanah tersebut tidak dapat dijamin oleh tanah itu sendiri. Bangunan tembok penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urugan atau tanah asli yang labil akibat kondisi topografinya. Pembangunan tembok penahan tanah haruslah benar – benar berdasarkan perhitungan kestabilan dan faktor keselamatan karena kesalahan yang terjadi dalam pembangunan tembok penahan tanah dapat berakibat fatal yaitu kerugian harta dan hilangnya korban jiwa.
PERENCANAAN TATA KELOLA AIR BAKU IRIGASI DAN AIR BAKU DOMESTIK DI DESA MAIBIT KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN ALFIA NUR RAHMAWATI ,HARJONO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2018): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.396 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v3i1.132

Abstract

Air dan semua makhluk hidup membutuhkan air. Air merupakan mineral yang membuat kehidupan terjadi di bumi. Semua organisme yang hidup tersusun dari sel –sel yang berisi air, sedikitnya 60 % dan aktifitas metaboliknya mengambil tempat di larutan air. Desa Maibit adalah desa yang mempunyai sumber mata air yang besar dan dimana dimanfaatkan untuk air baku domestik dan air baku irigasi untuk masyarakatnya. Tapi, pengelolaannya belum terstruktur dengan baik.Sehingga Setiap musim kemarau masih banyak area persawahan yang kekurangan air. Untuk itu, Pengelolaan yang baik akan dapat mengatasi masalah tersebut.Mengingat itu, perencanaan tata kelola air baku irigasi dan air baku domestik sangat diperlukan. Dengan menganalisa tentang semua factor – factor yang berpengaruh terhadap pengelolaan. Dan mendapatkan hasil debit sumber air sejumlah 350 l/det. Dan Debit Air Baku Domestik Sebesar 556 L/hari dan Debit Air Baku irigasi sebesar 37.350.000 L/Hari. Sehingga setelah mendapatkan hasil tersebut sistem tata kelola pada sistem irigasi bisa dilakukan dengan cara sistem bergilir agar bisa memenuhi semua kebutuhan.Kata Kunci :Sumber Air, Air Baku Domestik, Air Baku Irigasi.
ANALISIS DAN UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI PERUMAHAN PURI DANDER ASRI NGUMPAKDALEM KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO YULIS WIDHIASTUTI
Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2018): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.172 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v3i1.133

Abstract

Banjir yang terjadi di perumahan Puri Dander Asri Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.Terjadi karena pada dasarnya keadaan di daerh tersebut sering terjadi banjir di karenakan ketika curah hujan yang abnormal, yang dikarenakan adanya dimensi saluran yang kurang memenuhi standart untuk debit limpasan banjir dan kurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air dan akhirnya banjir terjadi.Dari hasil perhitungan sumur resapan yang telah direncanakan menggunakan diameter 0,8 m dengan kedalaman 1,5 m, maka rancangan sumur resapan yang disesuaikan dengan debit limpasan air maka di peroleh rancangan sumur resapan dan demikian debit AE tidak membutuhkan sumur resapan karena debit lapangan sebesar 0,040 m3 sedangkan debit saluran existing sebesar 0,093 m3 (dapat menampung debit).Debit GI membutuhkan sumur resapan sebanyak 20 sumur resapan karena debit lapangan sebesar 0,025 m3 sedangkan debit saluran existing sebesar 0,093 m3 (tidak dapat menampung debit). Juga debit J membutuhkan sumur resapan sebanyak 33 sumur resapan karena debit lapangan sebesar 0,104 m3 sedangkan debit saluran existing sebesar 0,093 m3 (tidak dapat menampung debit).Debit J + G membutuhkan sumur resapan sebanyak 9 sumur resapan karena debit lapangan sebesar 0,189 m3 sedangkan debit saluran existing sebesar 0,108 m3 (tidak dapat menampung debit). Dengan didapatkan hasil dari analisa dilakukan penggambaran sket rancangan penempatan titik titik sumur resapan agar menjadi usulan untuk upaya menanggulangi banjir di perumahan Puri Dander Asri Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dapat teratasi.
ANALISIS RISIKO PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN BUMI DAMAI REGENCY DI KEC.DANDERKAB. BOJONEOGORO Bachtiar, Iwan; Nev, Nova
Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2018): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.14 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v3i1.134

Abstract

Peningkatan jumah penduduk itu menyebabkan kebutuhan akan rumah tinggal meningkat, karena rumah adalah kebutuhan dasar disamping kebutuhan sandang dan pangan. Bidang properti khusunya sektor perumahan cenderung menunjukkan perkembangan dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya karena permintaan masyarakat di Bojonegoro akan rumah tinggal meningkat cukup pesat. Karena itu pada saat pelaksanaan proyek konstruksi, maka pengembang akan dibebani oleh berbagai situasi ketidakpastian kondisi di lapangan yang merupakan konsekuensi risiko. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Analisis Data Dalam Penelitian Standart Pengukuran ini menggunakan berdasarkan PMI 2008. Metode ini di dukung dengan survey deskriptif menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengukuran, serta seluruh pertanyaan yang akan disusun ditempatkan dalam lembaran instrument kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko yang berada pada levelavoidance sebesar persentase kumulatif yaitu 0,39%. Tranfer sebesar 0,29%. mitigatesebesar 0,18%, dan acceptancesebesar 0,14%.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN ASPEK SOSIAL PADA TAHAP PRAKONSTRUKSI WADUK TUKUL DESA KARANG GEDHE KECAMATAN ARJOSARI KABUPATEN PACITAN HERTA NOVIANTO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2018): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.352 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v3i1.135

Abstract

AMDAL merupakan salah satu penerapan ilmu teknik lingkungan dan syarat yang harus dipenuhi sebelum pembangunan suatu konstruksi apakah disetujui atau tidak untuk melanjutkan pada tahap konstruksi.Begitu pentingnya peranan AMDAL bagi pembangunan suatu proyek maka pembangunan waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari ini dibangun. Untuk proses pembangunan Waduk Tukul di Pacitan. Waduk Tukul adalah proyek bendungan air terbesar di Pacitan dan termasuk Mega Proyek Nasional yang mempunyai anggaran berkisar 570 Milyar, dengan letak geografis berada diantara lembah dan pemukiman penduduk dengan rencana tampungan waduk 39.548 juta meter kubik air dengan luas genangan sekitar 170 hektare dan tinggi bendungan 76 meter, dengan alokasi dana sebesar 9,1 Milyar untuk pembayaran ganti rugi 54 lahan milik 36 warga. Tujuan utama tugas akhir ini antara lain : 1. Identifikasi komponen lingkungan sosial yang berpotensi terkena dampak dari pembangunan waduk tukul. 2. Prakiraan dampak terhadap komponen lingkungan sosial terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting. 3. Bagaimana Hasil evaluasi terhadap komponen lingkungan sosial yang terkena dampak.Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Dari 51 jumlah responden sebagai sumber data penelitian yang berbentuk in-depth interview dan kuesioner.Dan metode analisis dampak komponen lingkungan sosial menggunakan metode Fisher & Davies. Kemudian kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat 23 komponen lingkungan yang diduga terkena dampak yang 16 diantarannya adalah yang terkena dampak dan dari skala besaran dampak terdapat 5 komponen lingkungan sosial yang terkena dampak besar dan penting yaitu: Limbah ke lingkungan (+2,3), Keadaan Sungai (+1,8), Polusi udara (+1,7), Pertanian (+1,6), Uang ganti rugi (+1,4). Dengan nilai rata-rata dampak dari kondisi yang ada tanpa proyek dan kondisi yang ada dengan proyek didapatkan nilai dampak +0,5 yang berarti terkena dampak.

Page 3 of 14 | Total Record : 137