cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 134 Documents
Evaluasi Pengecoran Pertama pada Struktur Kolom, Balok dan Pelat Lantai Putra, Rivaldo Bimo Oktaviano Agustinus; Pakan, Junaidi Rante Lebang
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1328

Abstract

MMutu struktur beton pada tahap awal pelaksanaan konstruksi ering kali mengalami penurunan akibat ketidaksesuaian dalam prosedur pengecoran. Permasalahan seperti honeycomb dan keropos pada beton banyak dijumpai di lapangan dan dapat berdampak pada kekuatan serta umur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pengecoran pertama pada struktur beton kolom, balok, dan pelat lantai di berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi hubungan antara prosedur pelaksanaan pengecoran dengan potensi kerusakan, yang diklasifikasikan menjadi kerusakan ringan (munculnya gelembung udara atau honeycomb), sedang (keropos pada selimut beton), dan berat (keropos hingga terlihat tulangan). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 52 praktisi proyek (project manager, site manager, quality control) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar proyek telah melaksanakan tahapan persiapan, pemadatan, dan metode pengecoran sesuai standar SNI 2847:2019 dan ACI 201.1R-08. Namun demikian, kelemahan ditemukan pada proses curing yang sebagian besar hanya dilakukan kurang dari 7 hari. Kerusakan ringan berupa honeycomb ditemukan pada 90,4% proyek, dengan area sudut bekisting sebagai lokasi paling rawan. Mayoritas kerusakan muncul dalam 1–3 hari setelah pengecoran. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi curing dan pemadatan, serta pengawasan teknis intensif di area kritis struktur
Perumusan Strategi Pengendalian Kehilangan Air Berbasis Pola Spasial Pada Jaringan Distribusi Air Bersih Kawasan Industri PIER Nugroho, Widyo; Hanggara, Anggy Yoga; Sulhan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1340

Abstract

Pengendalian kehilangan air membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi. Strategi pengendalian kehilangan air harus dilakukan dengan cermat dan terarah untuk menjaga keandalan serta efisiensi sistem distribusi air bersih. Dengan memanfaatkan data dan analisis spasial, strategi ini dapat mengidentifikasi pola kebocoran pipa yang terjadi di titik-titik tertentu pada sebuah kawasan industri. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional jaringan distribusi air bersih, mengurangi kerugian akibat kehilangan air, dan meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan di kawasan industri PIER. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi pemahaman tentang pola kebocoran pipa distribusi air bersih dan menetapkan strategi dalam pengendalian kehilangan air pada jaringan distribusi air bersih di kawasan industri PIER. Analisis pola titik spasial mendapati bahwa terdapat dua klaster intensitas dari persebaran lokasi kebocoran pipa. Hal ini mempengaruhi perumusan strategi dengan mengintegrasikan beberapa aspek, antara lain aspek pemantauan, inovasi, dan identifikasi risiko
Analisis Penerapan Lining Precast Terhadap Biaya, Mutu dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jaringan Irigasi Cisawarna Wibawa Mukti, Aditya; LM Arasy Sipala; Fadillah Taufik; Sopar Butarbutar; Manlian R. A. Simanjuntak; Pio Ranap Tua Naibaho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1362

Abstract

Manajemen Kualitas Proyek merupakan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen dalam pengendalian kontrak konstruksi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penerapan SMKK mencakup Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) untuk memastikan kualitas proyek. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan, peningkatan jaringan irigasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Untuk mencapai kualitas konstruksi yang baik, diperlukan penerapan Manajemen Kualitas Proyek yang efektif, salah satunya melalui penggunaan metode Lining Precast. Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Cisawarna, yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2024, menggunakan metode Lining Cast in Situ. Proyek ini memberikan peluang untuk membandingkan metode Lining Precast dan Lining Cast in Situ dengan fokus pada tiga indikator utama: biaya konstruksi, mutu pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan studi kasus pada proyek Peningkatan Jaringan irigasi Cisawarna. Data yang digunakan terdiri dari informasi mengenai pelaksanaan proyek yang telah berkontrak pada Bidang Sumber Daya Air, meliputi dokumen kontrak, laporan pelaksanaan proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan kebijakan pemerintah terkait serta di analisa menggunakan Ms. Excel dan Ms. Project. Penelitian ini membandingkan metode Lining Cast in Situ dan Lining Precast pada Peningkatan Jaringan Irigasi Cisawarna. Dari segi biaya, metode Lining Cast in Situ lebih murah dengan total Rp1.181.848.000,00, sedangkan Lining Precast mencapai Rp1.586.024.000,00. Namun, dalam hal mutu, Lining Precast unggul karena menggunakan beton berkualitas lebih tinggi (K-350) setara dengan 29,05 MPa dibandingkan Lining Cast in Situ yang hanya menghasilkan mutu beton 15 MPa. Untuk waktu pelaksanaan, Lining Precast juga lebih cepat, hanya memerlukan 120 (serratus dua puluh) hari kalender, sedangkan Lining Cast in Situ memiliki masa pelaksanaan hingga 180 (serratus delapan puluh) hari kalender. Artinya, metode Lining Precast lebih baik dari sisi mutu dan waktu, meskipun biayanya lebih besar
Pengaruh Elemen Rancang Kota pada Kualitas Ruang Publik di Kawasan Cagar Budaya Kota Tegal pertiwi, Suci aini suryaning; Shita Paramuditaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1371

Abstract

Pertumbuhan kawasan perkotaan berbanding lurus dengan aktivitas penduduk didalamnya. Kota berperan sebagai pusat kegiatan Masyarakat meliputi tempat kegiatan keagamaan, administrasi, sosial, budaya dan rekreasi. Untuk mendukung aktivitas, perlu adanya sarana pendukung seperti perumahan beserta fasilitas perkotaan yang memiliki karakterisktik khas sebagai elemen pembentuk wajah kota. Selain itu, adanya hubungan antara budaya dan sejarah memberikan pengaruh pada karakteristik sifat dan fisik kota. Pengaruh elemen penyusun rancang kota juga berperan penting dalam kualitas ruang publik, menurut Hamid Shirvani (1985) terdapat delapan elemen antara lain bentuk dan massa bangunan, pola penggunaan lahan, parkir dan sirkulasi, open space, pedestrian ways, pendukung aktivitas, signage, dan preservasi yang terintegrasi satu sama lain. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, bertujuan bagaimana Pengaruh Elemen Rancang Kota pada Kualitas Ruang Publik di Kawasan Cagar Budaya Kota Tegal. Hasil peneletian menunjukkan bahwa elemen rancang kota sesuai dengan kondisi lokasi studi yang terdapat pada teori Hamid Shirvani, namun perlu peningkatan kualitas serta penyusunan urban design guideline yang memuat ketentuan teknis elemen rancang kota sesuai dengan karakteristik Kawasan cagar budaya