cover
Contact Name
A Tenriugi Daeng Pine
Contact Email
pinefarma@gmail.com
Phone
+6285825222916
Journal Mail Official
akfaryamasi.adm@gmail.com
Editorial Address
Akademi Farmasi Yamasi Makassar Jln Mappala 2 Blok D5 No. 10 Makassar Telp (0411)866229, (0411)883255 Fax (0411)880424 email: akfaryasi.adm@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN YAMASI MAKASSAR
ISSN : 25488279     EISSN : 28091876     DOI : https://doi.org/10.59060/jurkes.v7i1.250
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat naskah hasil penelitian dengan kajian ilmiah yang berkaitan dengan bidang kesehatan secara umum dan bidang farmasi khususnya. Sebuah jurnal yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian seluruh aspek ilmu farmasi sebagai berikut : farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, serta farmakologi dan farmasi klinik, namun tak terbatas secara implisit. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan Januari dan Juli.
Articles 286 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI HIDROGEL BASED DRESSING EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Stapyhlococcus epidermis Basse Yuliana; Oktaviana Ratnasari Nggoweng
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/tbew9y75

Abstract

Ekstrak Ikan Gabus (Channa Striata) mengandung senyawa peptida sebagai antibakteri sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan Hydrogel based dressing yang merupakan balutan luka berbahan dasar air dengan komposisi utama CMC polymer yang dimodifikasi air dalam jumlah tinggi, serta campuran seperti polyethylene oxide atau propylene glycol, yang berfungsi menciptakan lingkungan lembap pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari sediaan Hydrogel based dressing ekstrak ikan gabus (Channa striata) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Stapyhlococcus epidermis.  Metode yang digunakan adalah eksperimen menggunakan metode   difusi sumuran. Hasil penelitian didapatkan pada bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 5% memiliki zona hambat 2,96 konsentrasi 10% 4,76 dan konsentrasi 15% 6,57 sedangkan pada bakteri Stapyhlococcus epidermis konsentrasi 5% memiliki zona hambat 2,95 konsentrasi 10% 4,87 dan konsentrasi 15% 7,39. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan Hydrogel based dressing ekstrak ikan gabus (Channa striata) memiliki hambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK PADA MASYARAKAT DESA TINCO KECAMATAN CITTA KABUPATEN SOPPENG Suprapto Prayitno; Andi Armisman Edi Paturusi; Lisna Puspitasari
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/0x8f1w17

Abstract

The selection of medicine types is a crucial part of community health behavior. This study aims to identify the factors influencing the purchasing decisions of traditional and synthetic medicines in Tinco Village, Citta District, Soppeng Regency. The research method used was descriptive qualitative involving 100 respondents selected through purposive sampling technique. Data collection was carried out using open-ended questionnaires which were then coded and analyzed descriptively. The results showed that the community tended to use medicines situationally based on the type and severity of the disease. Factor analysis showed that psychological factors dominated purchasing decisions (82%), followed by personal factors (78%), cultural factors (74%), and social factors (68%). Previous usage experience and drug availability were the main determinants. It is concluded that medicine purchasing decisions in the Tinco Village community are adaptive and significantly influenced by perceptions of effectiveness as well as individual internal and external factors.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS ANTANG Muthmainnah; Jangga; Mochamad Noer Alim Qalby; Andi Juaella
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/37mt2w74

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang kerap terjadi bersamaan. Penanganan kedua penyakit tersebut umumnya memerlukan lebih dari satu jenis obat secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Antang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional secara retrospektif menggunakan data rekam medis periode April-Juni 2025. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling sebanyak 56 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Drugs.com dan Medscape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang paling banyak ditemukan berjenis kelamin perempuan sebanyak 35 pasien (62,50%) dan kelompok usia terbanyak ditemukan pada rentang 56-65 tahun sebanyak 28 pasien (50,00%). Sebanyak 51 pasien (91,07%) teridentifikasi memiliki potensi interaksi obat. Tingkat keparahan terbanyak berada pada kategori moderat sebanyak 63 kasus (73,26%), diikuti mayor 22 kasus (25,58%), dan minor 1 kasus (1,16%). Mekanisme interaksi obat yang paling banyak ditemukan adalah farmakodinamik sebanyak 55 kasus (63,95%), diikuti farmakokinetik 23 kasus (26,74%), dan mekanisme yang belum diketahui 8 kasus (9,30%). Kombinasi obat yang paling banyak berpotensi menimbulkan interaksi adalah metformin dan amlodipin dengan tingkat keparahan moderat melalui mekanisme farmakodinamik sebanyak 48 kasus (55,81%), diikuti amlodipin dan simvastatin dengan tingkat keparahan mayor melalui mekanisme farmakokinetik sebanyak 22 kasus (25,58%). Kesimpulan penelitian ini, sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Antang memiliki potensi interaksi obat dengan tingkat keparahan moderat dan mekanisme farmakodinamik.
PENGEMBANGAN SEDIAAN EMULGEL EKSTRAK KULIT BUAH TARRA (Artocarpus elasticus) DAN PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL SEBAGAI KANDIDAT ANTIAGING ALAMI Anshari Masri; Muhammad Taufiq Duppa; Syafruddin; Rahmadani; Delvi Sara Jihan Pahira; Ermawati; Syachriyani Syachrir
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/b5jmaz51

Abstract

Penuaan kulit merupakan suatu proses alami yang tidak dapat dicegah. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan proses penuaan, termasuk meningkatnya kejadian penuaan kulit. Perubahan pada kulit akibat penuaan dapat berdampak pada kehidupan sosial seseorang, mengingat kulit adalah organ yang paling sering terkena pengaruh lingkungan luar dan juga menjadi bagian tubuh yang paling terlihat saat berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  kadar flavonoid ekstrak kulit buah tarrra dan mengetahui karateristik fisik dan stabilitas sediaan emulgel ekstrak kulit buah tarra (Artocarpus elasticus).  Metode penelitian ini yaitu bersifat eksperimental  laboratorium dengan melakukan evaluasi stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak kulit buah tarra (Artocarpus elasticus) sebelum dan setelah cycling test.  Hasil Penelitian skrining fitokimia didapatkan kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin. Kadar flavonoid total ekstrak kulit buah tarra (Artocarpus elasticus) dengan spektrofotometri UV-VIS didapatkan kadar sebesar 0.3680. Dan evaluasi stabilitas sediaan emulgel menunjuukkan bahwa kestabilan fisiknya baik, baik sebelum maupun setelah cycling test, dilihat dari aspek organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. 
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Escherichia coli BERDASARKAN METODE KLT-BIOAUTOGRAFI Istianah Purnamasari; Muhammad Taufiq Duppa; Syafruddin Syafruddin; Sitti Nurjanna; Anshari Masri; Hernawati Basir; Ermawati Ermawati
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/44bza773

Abstract

This study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of oil palm leaves (Elaeis guineensis Jack.) against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli and to determine the compounds from ethanol extract of oil palm leaves (Elaeis guineensis Jack.) that can provide antibacterial based on TLC-Bioautography analysis. This study tested the antibacterial activity of ethanol extract of oil palm leaves (Elaeis guineensis Jack.). Ethanol extract of oil palm leaves was obtained through the maceration method. Then the activity test was carried out by TLC-Bioautography against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The results of the separation of compounds by Thin Layer Chromatography (TLC) using n-hexane: ethyl acetate (7: 3) eluent. The results of the TLC-Bioautography test showed that spots at Rf values ​​0.92; Rf 0.85; Rf 0.74; Rf 0.7; Rf 0.63 and Rf 0.52 can provide inhibitory activity against Staphylococcus aureus and at Rf values ​​​​of 0.92; Rf 0.85 can provide inhibitory activity against Escherichia coli. The results of the identification of chemical components gave positive results in the appearance of flavonoid spots at Rf values ​​​​of 0.92; Rf 0.85 and alkaloids at Rf values ​​​​of 0.92; Rf 0.74.
PEMBUATAN DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN BODY LOTION EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Rusmin; Taufiq
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/066z3z52

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan sediaan body lotion menggunakan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Body lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi, yaitu 5% b/b, 10% b/b, dan 15% b/b. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisik dan memenuhi syarat mutu sediaan topikal. Nilai pH berada dalam rentang 6,5–7,5 dan daya sebar antara 6,1–6,7 cm. Uji antibakteri menunjukkan adanya zona hambat dengan diameter 13,78 mm (5% b/b), 14,48 mm (10% b/b), dan 14,69 mm (15% b/b). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar aktivitas antibakterinya. Dengan demikian, ekstrak daun kemangi berpotensi sebagai antibakteri alami dalam sediaan body lotion terhadap Staphylococcus epidermidis.