Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh inasti Research di bawah naungan Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu November, Februari, Mei, dan Agustus. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Articles
1,115 Documents
Gambaran Derajat Stress, Cemas, dan Depresi Pada Tenaga Kesehatan Diruang Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa
Putri Arian;
Muhamad Alim Jaya;
Rezky Putri Indarwati Abdullah;
Ilma Khaerina Amaliyah Bakhtiar;
Rachmat Faisal Syamsu
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1286
Tenaga kesehatan yang bekerja di ruang perawatan menghadapi tekanan fisik dan emosional yang signifikan akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan profesional, serta paparan terus-menerus terhadap situasi kritis pasien. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi, yang tidak hanya memengaruhi kesejahteraan tenaga kesehatan tetapi juga kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran derajat stres, cemas, dan depresi pada tenaga kesehatan di ruang instalasi rawat inap di rumah sakit syekh yusuf. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan deskriptif studi survei. Pada desain penelitian ini merupakan metode pendekatan yang mengobservasi data yang dilakukan dalam sekali waktu saja. Populasi penelitian seluruh tenaga kesehatan di ruanginstalasi rawat inap RS Syech Yusuf dengan jumlah sampel 139 orang. Berdasarkan penelitian yang didapatkan setiap tenaga Kesehatan memiliki derajat strees, cemas dan depresi yang berbeda-beda. Pada tenaga kesehatan derajat stress dominan normal sebanyak 129 responden (92,8%), cemas dominan pada derajat normal sebanyak 120 responden (86,3%), dan depresi dominan pada derajat normal sebanyak 139 responden (94,2%). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perbedaan hasil derajat stress, cemas, dan depresi yang dialami oleh tenaga kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik internail maupun eksternal. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, seperti pelatihan manajemen stres, peningkatan dukungan sosial, dan perbaikan kebijakan terkait jam kerja serta lingkungan kerja, untuk meningkatkan kesehatan mental tenaga kesehatan.
Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan Kesejahteraaan Psikologi pada Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Shafira Daffanur;
Debora Basaria;
Astri Anggraini
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1287
Completing a thesis is one of the challenges that students face during collage years. In this context, easy access to social media can be a distraction that contributes to internet addiction and FoMO. FoMO, although often perceived as a negative phenomenon, can also motivate social interactions that ultimately support pscyhological well-being.This study aims to explore the relationship between FoMO and psychological well-being in university students who are working on thesis. By using quantitative methods through non-probability sampling technique, this study involved 330 participants who were classified as active students who are working thesis. The measuring instruments chosen in this study are the Fear of Misisng Out Scale (FOMOS) and Ryff Scales of Psychological Well-Being. The results of the analysis with Spearman correlation showed a significant positive relationship between FoMO and psychological well-being (r=0.473, p=0.000) meaning, higher the perceived FoMO, the higher the level of psychological well being. This may be explained by the possibility that the drive to stay socially connected through social media may provide emotional support and a sense of engagement that is important during the thesis process. The findings open up opportunities for further research in identifying factors that may mediate or strengthen this relationship, as well as providing a basis for interventions that can be support students psychological well-being during the thesis period.
Konsepsi Kecakapan Umur Debitur Dalam Persyaratan Layanan Pinjaman Online Aplikasi Kredivo
Muhamad Ramdan Jaya;
Surya Daniel Batara;
Christian Manasye Lumungan;
Audrey Angsari;
Andryawan Andryawan
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1288
Batasan usia minimum dalam menerima pinjaman merupakan sebuah kebijakan penting bagi lembaga keuangan yang bertujuan untuk melindungi baik pemberi pinjaman maupun peminjam. Dengan mempertimbangkan aspek hukum dan sosial, batasan usia minimum identik dengan dianggap dewasanya seseorang. Seseorang pada umumnya dianggap dewasa bila sudah mencapai usia 18 tahun, sebagai titik di mana individu dianggap dewasa secara hukum dan mampu mengambil keputusan finansial. Melalui metode penelitian hukum normatif, artikel ini mengkaji batasan usia minimum yang diterapkan oleh Kredivo dalam syarat menerima pinjaman, serta implikasinya terhadap sebagaimana ketentuan yang termaktub pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) di Indonesia. Kredivo menetapkan bahwa calon peminjam harus berusia minimal 18 tahun untuk dapat mengajukan pinjaman. Namun, menurut KUH Perdata, usia yang belum mencapai 21 tahun dianggap belum dewasa sehingga belum sepenuhnya cakap melakukan tindakan hukum dalam mengikatkan diri dalam kontrak.
Hubungan Insomnia dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Rantang Kota Medan
Manulang, Ony Veronika;
Dalimunthe, Anita Rosari;
Fibrini, Dewi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1289
Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat penurunan fungsi tubuh dan gangguan tidur seperti insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Rantang, Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 lansia berusia 60 tahun ke atas sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang telah dimodifikasi sesuai karakteristik lansia di wilayah tersebut. Tekanan darah diukur oleh petugas puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang menderita hipertensi memiliki kualitas tidur yang buruk. Uji statistik menggunakan chi-square dan uji T menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-value < 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa insomnia meningkatkan risiko hipertensi derajat I pada lansia. Lansia dengan insomnia lebih rentan terhadap komplikasi kesehatan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara insomnia dan kejadian hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang fokus pada peningkatan kualitas tidur untuk mengurangi risiko hipertensi pada kelompok lansia.
Kepastian Hukum Terhadap Jabatan Notaris Yang dinyatakan Pailit
Nabila Aulia Putri
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1290
Bankruptcy regulations in Law Number 37 of 2004 as amended by Law Number 2 of 2014 concerning Notary Positions, especially Article 12 letter a, cause different interpretations and conflict with bankruptcy regulations regulated in Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations. So this research aims to further analyze bankruptcy in the position of Notary. The type of research used is a doctrinal approach using a statutory approach and using primary legal materials and secondary legal materials. The research results concluded that Article 12 letter a of the Law on the Position of Notaries provides legal implications that a Notary will be dishonorably dismissed if the Notary is declared bankrupt by the Court. Meanwhile, in the Law on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations, the consequences of bankruptcy only relate to the debtor's assets and the debtor still has civil rights such as carrying out his position or profession.
Evaluating Profitability of Red Mud Based Geopolymer Brick by Using The Cost Benefit Analysis Framework
Kevin Heinrich Pesch;
Raden Aswin Rahadi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1291
Red mud is a byproduct of Bayer process in alumina refinery which become a major problem in the industry. The waste causes alumina refinery to spend significant amount of capital and operational expenditure to handle and was historically have caused environmental damage to its surrounding environment. To fill the research gap, this work is design to define the cost and benefit of producing geopolymer brick based of red mud by using the Cost Benefit Analysis framework. The cost is determined by the capital and operational expenditure of constructing a geopolymer brick factory and benefit was determine by the amount of cashflow the factory would generate. The work is done in PT CBJ, a new alumina refinery based at Mempawah, West Kalimantan, Indonesia which in the future will produces approximately 30 million tons of red mud. The research showed the proposed project will potentially generating a positive present value cashflow worth $126,159,703.58 from processing an annual 1.5 million ton of red mud and $901,318.85 from 6,892 ton of red mud annual processing. However, the BCR only shows 1.02 and 1.03 ratio from both scenarios. Additionally, the sensitivity analysis shows some variables are way too sensitive after price changes which conclude the project is risky to execute.
Analisis Terhadap Faktor-Faktor yang Menjadi Penyebab Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga
Richard Gordon Surya;
Rasji Rasji
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1292
Penelitian ini berjudul "Analisis Terhadap Faktor-Faktor yang Menjadi Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga." Kekerasan dalam rumah tangga merupakan isu serius yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, yang mencakup faktor sosial, ekonomi, budaya, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis, yang mengombinasikan analisis terhadap aturan hukum dengan kajian sosial. Data diperoleh melalui studi literatur, wawancara, serta analisis dokumen hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, seperti ketidakstabilan finansial, menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, nilai-nilai budaya yang mendukung dominasi laki-laki dalam keluarga turut meningkatkan risiko kekerasan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pencegahan kekerasan dalam rumah tangga membutuhkan pendekatan multi-aspek yang melibatkan edukasi masyarakat, penguatan perlindungan hukum, dan pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi perumusan kebijakan dan program pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia.
Studi Komparatif Proses Pendaftaran Merek Terkenal Milik Perusahaan X di Negara Anggota World Trade Organization
Jelita Damai Sofia Lorenza Sihite;
Gunardi Lie
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1293
Merek adalah ciri khas dari suatu produk atau layanan. Perusahaan menggunakan merek dagang untuk memperluas penjualan mereka di pasar mulai dari nasional hingga internasional. Perusahaan X dari China telah berhasil mendaftarkan merek dagangnya di beberapa negara yang menjadi anggota World Trade Organisation, negara-negara dimana perusahaan X telah mendaftarkan merek dagangnya adalah Afrika Selatan, Moldova, Ekuador, Serbia, Kyrgyzstan dan Uni Eropa. Berdasarkan latar belakang tersebut timbul suatu isu, yaitu bagaimana proses pendaftaran merek yang dialami oleh Perusahan X? sedangkan masing-masing negara memiliki peraturan yang berbeda mengenai perlindungan merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendaftaran merek terkenal di negara-negara anggota World Trade Organization. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik studi kepustakaan (Library research) yang mana terdiri dari tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer terdiri dari Undang-Undang ataupun peraturan yang mengatur tentang merek yaitu, perjanjian TRIPS, Protokol Madrid, dan Konvensi Paris. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada dasarnya semua negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia yang melindungi merek X memiliki tujuan agar merek tersebut memiliki identitas yang berbeda dengan merek lain di kelas yang sama. Perbedaan juga ditemukan ketika menganalisis aturan di masing-masing negara, seperti proses pendaftaran, jangka waktu perlindungan, dan penyelesaian sengketa. Selain itu, ditemukan juga prinsip pendaftaran merek yang mengedepankan minim biaya pendaftaran, yaitu prinsip Single Application.
Perlindungan Hukum Bagi Pihak Ketiga dalam Sengketa Akta Autentik (Kajian Terhadap Tanggung Jawab Notaris)
Martin Rich Arianto;
Gunawan Djajaputra
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1294
Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi pihak ketiga dalam sengketa terkait akta autentik yang dibuat oleh notaris, dengan fokus pada analisis tanggung jawab hukum notaris. Akta autentik memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna di hadapan hukum, namun dalam praktiknya sering terjadi permasalahan, terutama ketika akta tersebut tidak mencerminkan fakta sebenarnya atau bahkan dipalsukan. Akibatnya, pihak ketiga yang berkepentingan, seperti ahli waris atau kreditur, dapat dirugikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris beserta perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014, notaris memiliki tanggung jawab untuk memastikan keabsahan dan keakuratan informasi dalam akta yang dibuatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap kasus-kasus terkait tanggung jawab notaris dalam pembuatan akta autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat celah dalam pengawasan terhadap notaris dan bahwa peraturan yang ada masih memerlukan perbaikan agar lebih efektif dalam melindungi hak pihak ketiga.
Tinjauan Yuridis Putusan Hakim Mengenai Perbuatan Melawan Hukum dalam Sangketa Pertanahan Pada Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 4655 K/PDT/2023
Andryawan Andryawan;
Yoel Calvianson;
Fryana Satriani;
Nathania Apriza;
Dhiny Ellen Juwita;
Talitha Inas Tsabitah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1296
The Supreme Court's decision in Case No. 4655 K/Pdt/2023, which involves a land ownership dispute between PT Sarana Subur Agrindotama and H. Muhammad Noor alias Amat Iras, serves as an important reference in the development of agrarian law, particularly regarding the ownership of Right to Cultivate (HGU) certificates in Indonesia. This dispute addresses unlawful conduct in the form of land control that is inconsistent with applicable legal principles, specifically regulated in Article 1365 of the Indonesian Civil Code (KUHPer). Through an analysis of legal considerations and presented evidence, the Supreme Court decisively ruled on the rights and ownership boundaries involving HGU and individual rights to land. This article explores the implications of this decision, including its impact on legal protection for HGU holders and community rights to land, and examines the decision's influence on future land management in Indonesia.