cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Kecerdasan Moral: Studi Perbandingan pada Anak Usia 4-6 Tahun Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Khamidun Khamidun
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui penelitian ini, peneliti mengkaji lingkungan fisik yang aman, sehat, dan menyenangkan yangmendukung pembentukan kecerdasan moral. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatifkomparatif.Sejumlah 38 anak dilibatkan dalam penelitian ini (15 anak dari sekolah 1, dan 23 anak darisekolah 2) dengan pertimbangan sebagai berikut: mendapatkan izin dari orangtua dan bersedia dilibatkandalam kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: 1) pengukuran kualitas sekolah sehat(drawing activity dan interview), 2) pengukuran kecerdasan moral. Peneliti menggunakan dua analisindependen yang berbeda untuk menghasilkan reliabilitas dalam analisis data. Berdasarkan hasil analisisstatistik, disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan moral ditinjau dari kualitas sekolah. Perbedaanjustru nampak pada aspek kecerdasan moral yaitu moral feeling. Pendidik (orangtua dan guru) perlu berupayamemberi pijakan pada anak dalam merespon afeksi atas godaan yang datang untuk tetap berpegang teguh padaaturan, perilaku prososial, kontrol diri atas dorongan yang muncul.
Model Komprehensif Sebagai Pengembangan Program Studi Doktor Bimbingan Dan Konseling Mungin Eddy Wibowo; Sri Rahmah Ramadhoni
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan meningkatkan mutu pendidikan harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan sebagai suatusistem yang otonom tanpa tergantung pada atau dikendalikan oleh pihak luar. Mutu pendidikan pada lembagapendidikan dan program pendidikan akan tercermin dalam pemenuhan komponen-komponen yang ada dandiamanatkan pada standar nasional pendidikan, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana-prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan,dan standar penilaian pendidikan (PP No. 19 Tahun 2005 tentang Stadard Nasional Pendidikan). Lebih lanjut,dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2014 tentang StandardNasional Pendidikan Tinggi mengamanatkan penyelenggara pendidikan tinggi dan program studi harusmemenuhi Standar Nasional Pendidikan, Standar Penelitian, dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat.Fokus artikel ini ialah bagaimana model komprehensif sebagai pengembangan program studi pendidikandoktor bimbingan dan konseling, dengan: (a) menjelaskan mutu pendidikan, (b) menguraikan hakikat standarnasional, (c) mendiskusikan bagaimana pengembangan program studi pendidikan doktor bimbingan dankonseling dengan model komprehensif.
Inovasi Pembelajaran Seni Sekolah Dasar Berbasisi Kearifan Lokal Di Era Revolusi Industri 4.0 Andi Imrah Dewi; Andi Ardiansyah; Hendriana Sri Rejeki; Andi Nurul Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian fokos pada konsep pendidikan seni berbasis kearifan Lokal di Era Revolusi Industri4.0 ,sebagai wujud interaksi sosial masyarakat Sulawesi Tengah . Adapun Tujuan dari penelitian iniadalah Menganalisis Gerak sebagai Simbol Tari Pontanu Suku Kaili Sulawesi Tengah hubunganya padanilai budaya leluhur Suku Kaili Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatifdeskriftif dengan pendekatan etnokorologi, dengan tehnik Pengumpulan data, observasi, wawancara,dan dokumentasi .Hasil Penelitian ini mengarah pada penemuan makna simbolik Gerak Tari Pontanuyang terdiri dari Sembilan ragam gerak, Tari Pontanu dalam salah satu gerak inti dari ragam TariPontanu adalah gerak nagaleronga dalah merupakan gerakan inti yang dilakukan dengan cara melingkarsambil mengulung benang yang makna simbolik geraknya melambangkan roda kehidupan, berkaitanpada simbol isi alam semesta, Nilai nilai luhur yang merupakan wujud kepribadian dan prilaku manusiayang sabar,tekun, Tangung jawab, disiplin, gotong royong (bekerja sama), dan konsisten.Konseppengendalian diri dalam memaknai kehidupan yang saling membutuhkan antara satu dan lainya yangdimulai dari keluarga dan lingkungan sosial masyarakat
Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Kelas VIII SMP 5 Semarang Dian Romadhina; Iwan Junaedi; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh deskripsi kemampuan penalaran matematis pesertadidik kelas VIII SMP 5 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengansubjek penelitian kelas VIII E SMP 5 Semarang yang terdiri dari 32 peserta didik. Pengumpulandata dilakukan dengan tes tertulis yaitu dengan pemberian soal penalaran matematis pada materifungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,5% peserta didik dapat memenuhi 1 indikatorpenalaran matematis, 28,125% peserta didik dapat memenuhi 2 indikator penalaran matematis,28,125% peserta didik dapat memenuhi 3 indikator penalaran matematis, 6,25% peserta didikdapat memenuhi 4 indikator penalaran matematis, dan 25% peserta didik dapat memenuhi 5indikator penalaran matematis.
Strategi Jesko Berbantuan Media E-Pub untuk Pembelajaran Hots dan Keterampilan 4C pada Mata Pelajaran IPS SMP Kelas VII Dinok Sudiami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari rendahnya keterampilan sosial peserta didik seperti bekerja sama, berkomunikasi danmemecahkan suatu masalah menyebabkan proses pembelajaran IPS menjadi kurang menarik dan monoton.Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui implementasi Teknik pembejaran jesko (jelajah seputarsekolah) berbantuan media E-Pub untuk pembelajaran hots (high order thinking skill) dan peningkatanketerampilan 4C pada mata pelajaran IPS kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifdeskriftif.. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Batang. Teknik pengumpulan datadengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber,teknik dan waktu. Teknik analisis data menggunakan model Sugiyono, dimana setiap tahapan (deskripsi,reduksi, seleksi) yang dilakukan secara sirkuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik pembelajaranjesko berbantuan media E-Pub sangat efektf dalam upaya melaksanakan pembelajaran Hots dan dapatmeningkatkan keterampilan 4C pada proses pembelajaran IPS kelas VII. Simpulan dari hasil penelitian iniadalah pengembangan Teknik pembelajaran jesko efektif untuk memecahkan masalah - masalah sosialpeserta didik tingkat SMP dengan bantuan sumber belajar melalui media E-pub. Bagi peserta didik selainmampu berfikir secara metakognisi juga mampu menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran.Harapannya Peran peserta didik dan guru meningkat dalam mengelola pembelajaran IPS tersebut
Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Pembelajaran MEA Pendekatan Saintifik Dominikus Tasekeb; Wardono Wardono; Mulyono Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika dalam memecahkan masalahmelalui pembelajaan Mean-Ends Analysis pendekatan saintifk ditinjau dari kemandirian belajar. Literasimatematika merujuk pada kemampuan individu untuk memformulasikan, mengunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks. Terdapat tujuh komponen kemampuan yang terdapat dalam literasi matematika yaitu (1) komunikasi, (2) matematisasi, (3) menyajikan kembali, (4) menalar dan memberi alas an, (5) mengunakan strategi pemecahan masalah, (6) menggunakan symbol, Bahasa formal dan Teknik, (7) mengunakan alat matematika. Hasil kajian diperoleh bahwa diprediksi pembelajar mean-Ends Analysis pendekatan saintifik dengan ditinjau dari kemandirian belajar merupakan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan kemampuan literasi matematika.
Nilai-nilai Pendidikan Cerita Mamanda bagi Generasi Milenial dalam Cendera Mata sebagai Hasil Industri Kreatif Dwi Wahyu Candra Dewi; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Ida Zulaeha
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita mamanda merupakan cerita lisan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang biasanya disampaikan melaluipertunjukan mamanda. Pertunjukan mamanda mulai jarang diadakan oleh karena itu cerita mamanda pun mulaijarang didengar oleh generasi milenial. Seperti cerita-cerita yang lainnya, cerita mamanda memiliki nilai-nilaipendidikan yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan kembali nilai-nilai pendidikancerita mamanda bagi generasi milenial dan mempertahankan nilai-nilai pendidikan tersebut pada cendera mata.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdapatbeberapa nilai-nilai pendidikan dari cerita mamanda untuk generasi milenial yaitu nilai kesantunan, nilai kerukunan,nilai kerjasama dan pemertahanan nilai-nilai pendidikan cerita mamanda pada cendera mata. Simpulan dari penelitianini, terdapat nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita mamanda untuk generasi milenial dan terdapat carapemertahanan nilai-nilai cerita mamanda tersebut.
Smart Campus di Era 4.0 Melalui Blended Learning Mencetak Polri Promoter Menuju Indonesia Maju Elisa Ika Yuniawati; Fakhrudin Fakhrudin; Rusdarti Rusdarti; Kardoyo Kardoyo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0 terjadi banyak perubahan di berbagai bidang utamanya pada bidang pendidikan.Dengan munculnya perubahan disrupsi informasi ini menjadi tantangan besar bagi lembaga Pendidikan AkademiKepolisian untuk menjalankan perannya sebagai Lembaga Pendidikan yang membentuk calon perwira Polri yangprofessional, modern, dan terpercaya menuju Indonesia maju. Akpol menerapkan teknologi smart campus sebagaiupaya dalam mengahdapi perubahan era ini. Perubahan zona waktu generasi milenial yang mana taruna lahir di eradigital memiliki budaya yang berbeda dengan generasi sebelumnya menuntut Lembaga Pendidikan Akpol untukmenerapkan sarana digital pada komponen pendidikan seperti pembelajaran yang disesuaikan dengan eranya tanpamengenyampingkan pendidikan karakter untuk menghasilkan Polri yang professional, cerdas, bermoral, modernyang berwawasan global dan berstandar internasional guna menuju Indonesia maju. Konsep pembelajaran blendedlearning diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan perangkat elektronik dan internetyang terpadu dalam satu aplikasi sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Penggunaan konsep ini akanmenjadikan taruna belajar melalui pendekatan pembelajaran seumur hidup guna mengembangkan kompetensinya.
Kurikulum PAUD Inklusi dalam Menghadapi Era Industri 4.0 Elizabeth Wahyu Margareth Indira
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan layanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yangmemiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersamasamadengan peserta didik lainnya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum PAUD inklusi dalammeghadapi era industri 4.0., bagaimana bentuk kurikulum PAUD inklusi yang dikembangkan dan apa saja yangmenjadi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan kurikulum PAUD inklusi.Bentuk kurikulum PAUD inklusi yang dikembangkan berdasarkan pada kurikulum PAUD reguler yang telahdimodifikasi. Penyusunan kurikulum PAUD inklusi berdasarkan jenis gangguan, tingkat berat ringannya gangguandan hasil asesmen yang telah dilakukan. Bentuk kurikulum dikembangkan sesuai dengan aspek perkembangan nilaiagama dan moral, perkembangan fisik motorik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosialemosional dan seni. Faktor penghambat dalam implementasi kurikulum PAUD inklusi meliputi terbatasnyainformasi tentang PAUD inklusi, latar belakang pendidikan guru belum sesuai, kurangnya ketersediaan referensitentang PAUD inklusi. Faktor pendukung meliputi kerjasama secara holistik mempermudah orangtua, guru danterapis untuk memberikan pendidikan secara menyeluruh dan terintegrasi. Disarankan PAUD inklusi bekerjasamadengan penyelenggara sekolah inklusi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
Kemampuan Literasi Matematis Melalui Strategi REACT Berpendekatan SPUR Endang Setiasih; Mohammad Asikin; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi matematika dilihat berdasarkan hasil PISA 2016. Pembelajaran melalui strategiREACT berpendekatan SPUR diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan literasi. Tujuan kajiankonseptual ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa melalui strategi REACTberpendekatan SPUR. Literasi matematika merupakan pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan dasarmatematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika diperlukan adanyastrategi dan pendekatan pada proses pembelajaran. Strategi REACT dapat melatih siswa untuk mengembangkankemampuan pemahaman konsep matematika karena dalam pembelajaran siswa dituntut untuk memahami suatukonsep berdasarkan permasalahan yang diberikan mengaitkannya dengan pengalaman dan pengetahuan awal yangdimiliki siswa. SPUR yaitu: (a) Skill : menggambarkan prosedur seperti menggunakan satu atau beberapa langkahdalam algoritma, menemukan algoritma baru, dan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan perhitunganmatematika. (b) Properties : adalah teori-teori dan prinsip-prinsip yang mendasari matematika, sering digunakansiswa untuk mengidentifikasi atau menggunakan sifat matematika atau memberikan alas an kesimpulan matematika.(c) Uses : adalah aplikasi dunia nyata, memungkinkan siswa untuk mengembangkan model untuk menggambarkanmasalah matematika. (d) Representation : adalah pelukisan visual dari konsep matematika. Penilaian denganmenggunakan SPUR ini dilihat dari masalah matematika dengan level atau tingkatan yang terendah yaitu skill yangakan mengarah kepada tingkatan yang tertinggi yaitu representation.

Page 9 of 18 | Total Record : 171