cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 211 Documents clear
Peningkatan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Melalui Hasil Produksi Kerajinan Rumahan di Desa Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima Nahrul Faidin; Nurnaningsih Nurnaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kerajinan anyaman merupakan aktivitas yang dilakukan oleh keluarga dengan tujuan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian (1) Menganalisis Kehidupan sosial Ekonomi Pengrajin anyaman, (2) Menganalisis upaya Pengrajin Anyaman dalam mempertahankan hidup. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan Porposive Sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah Informan dalam penelitian ini adalah Enam Orang pengrajin anyaman. Hasilnya (a) Kehidupan sosial ekonomi keluarga kelas rendah, keluarga kelas menengah dan keluarga kelas atas sangat memperhatikan pendidikan anak. Kemudian penggunaan pendapatan keluarga kelas rendah dan Menengah mengutamakan kebutuhan hidup, sementara Keluarga kelas atas, mengutamakan tuntutan gaya hidup secara berlebihan. (b) Sementara Upaya keluarga meningkatkan kehidupan sosial ekonomi, Selain dari hasil pertanian, masyarakat mengnadalkan hasil kerajinan tradisional seperti anyaman tikar, camping, nyiru. Simpulanya (a) Kehidupan sosial Ekonomi keluarga Kelas rendah, kelas menengah dan keluarga kelas atas sangat memperhatikan kondisi pendidikan anak hal itu terlihat dari cara orang tua memenuhi segala keperluan pendidikan anak. Sementara penggunaan pendapatan Keluarga Kelas atas mementingkan kebutuhan gaya hidup, sementara keluarga kelas rendah dan menengah, mengutamakan kebutuhan mendasar. (b) Upaya keluarga mempertahankan hidup menjadi pengrajin anyaman seperti tikar, camping, dan nyiru yang nanti hasilnya akan dipasarkan di beberapa pasar di Bima. Penelitian ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi generasi baik secara teori maupun praktik dalam melestarikan kerajinan rumahan pada masyarakat desa Abstract: Woven crafts are activities carried out by families with the aim of increasing income and meeting the needs of life. The research objectives (1) analyze the socio-economic life of weaving craftsmen, (2) analyze the efforts of weaving craftsmen in maintaining life. This type of qualitative descriptive research with the technique of selecting informants using Porposive Sampling. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The number of informants in this study were six weaving craftsmen. The results are (a) The socio-economic life of lower-class families, middle-class families and upper-class families is very concerned about children's education. Then the use of the income of the lower and middle class families prioritizes the necessities of life, while the upper class families prioritize the demands of an excessive lifestyle. (b) Meanwhile, in the family's efforts to improve socio-economic life, apart from agricultural products, the community relies on traditional crafts such as woven mats, tents, and nyiru. Conclusion (a) Family Socio-Economic Life Lower, middle and upper class families are very concerned about the condition of children's education, this can be seen from the way parents fulfill all their children's educational needs. While the use of upper-class family income emphasizes lifestyle needs, while lower and middle-class families prioritize basic needs. (b) The family's business to survive is weaving crafts such as mats, tents, and nyiru, the results of which will later be marketed in several markets in Bima. This research can add to the scientific treasures from generation to generation both in theory and practice in preserving household crafts in rural communities
Eksplorasi Computational Thinking Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Media Interaktif Scratch Mutiara Budhi Nuursya’ baani; Neneng Aminah; Wahyu Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Computational Thinking (CT) adalah kemampuan yang dibutuhkan bagi manusia untuk menghadapi perkembangan teknologi. Dibidang pendidikan, CT sering digunakan dalam proses penyelesaian masalah yang ada dalam soal. Dalam bidang pendidikan matematika kemampuan CT dapat diterapkan melalui penyelesaian soal yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Melihat akan pentinnya CT dalam suatu kehidupan maka saat ini para peneliti dalam bidang pendidikan yang mengembangkan model atau alat yang bisa digunakan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan tersebut. Pada suatu pembelajaran di kelas tidak semua unsur CT dapat dilihat dalam proses berfikir siswa. oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan media interaktif Scratch untuk melihat kemampuan CT melalui penyelesaian soal matematika pada materi bangun ruang sisi datar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeskplor kemampuan CT yang dimiliki oleh siswa dilihat dari ketercapaian unsur CT yang dipenuhi selama proses penyelesaian soal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana data yang dihasilkan akan diuraikan menjadi kata-kata. Data penelitian ini didapatkan dari dokumentasi hasil penyelesaian soal, wawancara, dan lembar observas. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan CT yang dimiliki siswa dalam proses penyelesaian soal matematika menggunakan media interaktif Scratch beragam dengan sebagian besar populasi partisipan memenuhi semua unsur kemampuan CT.Abstract. Computational Thinking (CT) is the ability needed by humans to deal with technological developments. In the field of education, CT is often used in the process of solving problems in the problem. In the field of mathematics education, CT abilities can be applied through solving complex problems into simpler forms. Seeing the importance of CT in a life, currently researchers in the field of education are developing models or tools that can be used to hone and develop these abilities. In a classroom learning not all elements of CT can be seen in students' thinking processes. Therefore, in this study, Scratch interactive media was used to see CT's ability to solve math problems on the data side space structure. The purpose of this study was to explore the CT abilities possessed by students seen from the achievement of not fulfilling CT satisfactorily during the problem solving process. This research method uses a qualitative method with a descriptive type of research where the resulting data will be broken down into words. The research data was obtained from the documentation of the results of the problem solving, interviews, and observation sheets. The results showed that the CT abilities possessed by students in the process of solving mathematics using Early interactive media varied with most of the population meeting all CT abilities.
Aktualisasi Mathematical Literacy berbasis E-Scaffolding di Era Digital Nila Ubaidah; Zaenuri Zaenuri; Iwan Junaedi; Sugiman Sugiman; Wardono Wardono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mathematical literacy mahasiswa berbasis e-scaffolding di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi pustaka, dengan mengumpulkan data, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil yang diperoleh adalah tingkat literasi matematika siswa, dan upaya peningkatan literasi matematika siswa, dengan menerapkan sistem pembelajaran pemahaman konsep dan pembiasaan siswa untuk memecahkan masalah literasi matematika, kemudian memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak, dan juga memfasilitasi belajar siswa untuk belajar. berjalan lebih efektifTeknik scaffolding seperti interaksi dalam hal saling memberi umpan balik baik antar-mahasiswa maupun antara mahasiswa dengan dosen memainkan peran penting untuk terciptanya pembelajaran yang lebih kolaboratif. Artikel ini memaparkan hasil sintesa kajian literatur terkait pengembangan scaffolding, terutama tentang bagaimana membangun kerangka scaffolding yang terintegrasi dengan sistem ICT (e-scaffolding), tipe-tipe e-scaffolding yang akan dikembangkan, dan implementasinya dalam membantu mahasiswa untuk memecahkan masalah matematika. Abstract: The purpose of this study was to determine the mathematical literacy of students based on e-scaffolding in the digital era. The method used in this research is literature study or literature study, by collecting data, reading and taking notes and processing research materials. The results obtained are the level of students' mathematical literacy, and efforts to increase students' mathematical literacy, by implementing a learning system for understanding concepts and habituation of students to solve mathematical literacy problems, then motivating students to learn more, and also facilitating student learning to learn. run more effectively Scaffolding techniques such as interaction in terms of giving each other feedback both between students and between students and lecturers play an important role in creating more collaborative learning. This article describes the results of the synthesis of literature studies related to scaffolding development, especially about how to build a scaffolding framework that is integrated with the ICT system (e-scaffolding), the types of e-scaffolding that will be developed, and their implementation in helping students to solve mathematical problems.
Manajemen Student Engagement untuk Mahasiswa Keperawatan Nina Indriyawati; DYP Sugiharto; Martono Martono; Muchsin Muchsin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian, pendidikan keperawatan yang mendasari bahwa student engagement sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas perawat. Keterlibatan mahasiswa bukanlah hal baru di pendidikan tinggi tetapi terus memainkan peran yang lebih penting dalam institusi pendidikan keperawatan terutama untuk membangun perilaku peduli mahasiswa keperawatan. Tujuan penelitian, untuk menggambarkan keterlibatan mahasiswa mahasiswa keperawatan. Metode penelitian, desain penelitian ini adalah studi deskriptif pada keterlibatan mahasiswa mahasiswa Keperawatan Poltekkes Semarang. 250 siswa direkrut dalam penelitian ini dengan random sampling. Kuesioner keterlibatan siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil, mahasiswa keperawatan memiliki rerata skor terendah (12,24, SD=1,473) pada domain performance engagement kemudian disusul oleh emotional engagement (15,84, SD=1,673), skill engagement (15,94, SD=1,695) dan partisipasi/interaksi (20,75, SD=2.043). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor engagement mahasiswa keperawatan (64,77, SD=5.922) hal ini menunjukkan bahwa engagement mahasiswa keperawatan berada pada level sedang. Implikasi, keterlibatan kinerja, emosional dan keterampilan mahasiswa keperawatan perlu ditingkatkan ke kualitas mahasiswa yang lebih baik. Pendidik perawat dan sekolah keperawatan perlu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik termasuk guru sangat berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Abstract. Research background, nursing education underlying that student engagement is very important and effect on quality of nurses. Student engagement is not new to higher education but continued to play more essential role in nursing education institutions especially to build nursing student caring behavior. Research purpose, is to describe the student engagement of nursing students. Research method, this research design was desriptive study in student engagemnt of Poltekkes Semarang Nursing students. 250 students were recruited in this study by randam sampling. Questionares of student engagement were used to colect the data. Descriptive analysis was used to analyse the data. Result, nursing students have the lowest mean score (12.24, SD=1.473) on performance engagement domain then fowlowed by emotional engagement (15.84, SD=1.673), skill engagement (15.94, SD=1.695) and participation/interaction engagement (20.75, SD=2.043). The result showed that mean score of nursing student engagement (64.77, SD=5.922) this indicates that the engagement of nursing student in moderate level. Implication, nursing students engagement of performance, emotional and skill need to improve to better quality of students. Nurse educators and nursing schools need to create better learning environment including teachers are very play role in increasing student engagement.
Individu Gifted and Talented Nindia Lu’luil Maknun; Mintarsih Arbarini; Yuli Kurniawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mereview beberapa tulisan yang berhubungan dengan individu gifted dan talented. Anak gifted sering pula disebut dengan istilah anak cerdas istimewa berbakat istimewa yang memiliki Intelligence Quotient (IQ) ataupun tingkatan kecerdasan yang lebih dari wajar ialah Intelligence Quotient (IQ) nya antara 120- 140. Selain itu, ia juga memiliki bakat khusus atau luar biasa, terutama musik, drama, keterampilan dan keahlian dalam memimpin masyarakat. Individu gifted dan talented cenderung memerlukan kemampuan dalam mengelola emosinya sesuai dengan perkembangan Erikson. Metode penelitian: menggunakan review artikel sejumlah 20 artikel yang dipilih sesuai dengan kata kunci, yang menjadi sampel dalam penyusunan ini adalah 20 tulisan 10 artikel internasional dan 10 artikel nasional, tipe riset baik kuantitatif, kualitatif, ataupun literature review. Abstrak. Background: This study aims to review several articles related to gifted and talented individuals. Gifted children are often referred to as special intelligent children with special talents who have an Intelligence Quotient (IQ) or a more than reasonable level of intelligence, namely their Intelligence Quotient (IQ) between 120-140. In addition, they also have special or extraordinary talents, especially music, drama, skills and expertise in leading the community. Gifted and talented individuals tend to need the ability to manage their emotions in accordance with Erikson's development. Research method: using article reviews of 20 articles selected according to keywords, the samples in this compilation are 20 articles, 10 international articles and 10 national articles, research types are either quantitative, qualitative, or literature review.
Pengembangan Model Pembelajaran Project-Based Scaffolding TPACK Novi Ratna Dewi; Ani Rusilowati; Sigit Saptono; Sri Haryani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran abad 21 menuntut guru IPA untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Penting bagi para guru IPA memiliki pengetahuan tentang teknologi, yang dikenal dengan kerangka TPACK. TPACK memaparkan pengetahuan yang penting bagi guru di era milenial untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajarannya. Untuk memastikan peserta didik mampu mengembangkan, mempraktikkan, dan menerapkan keterampilan abad 21, guru IPA harus menguasai TPACK. Tujuan penelitian ini adalah mengembangakan model PBST yang valid dan efektif untuk meningkatkan penguasaan TPACK mahasiswa calon guru. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Data validasi ahli dianalisis menggunakan Aiken’s V, data kepraktisan dianalisis secara deskriptif, data penguasaan TPACK dianalisis menggunakan independent t-test. Model PBST hasil pengembangan memiliki sintaks Orientation, Exploration, Workshop, Modelling, Peer Review, Evaluation. Model PBST yang dikembangkan telah teruji valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Model PBST yang dikembangkan juga terbukti dapat meningkatkan penguasaan TPACK calon guru IPA. Abstract. 21st century learning requires science teachers to have good knowledge in integrating technology into teaching. It is important for science teachers to have knowledge of technology, known as the TPACK framework. TPACK describes the knowledge that is important for teachers in the millennial era to integrate technology in their teaching process. To ensure that students are able to develop, practice, and apply 21st century skills, science teachers must master TPACK. The purpose of this study is to develop a valid and effective PBST model to increase pre-service teachers TPACK mastery. This study uses the ADDIE development model. Expert data validation was analysed using Aiken's V, practicality data was analysed descriptively, mastery of TPACK data was analysed using independent t-test. The results of the development of the PBST Model have the syntax of Orientation, Exploration, Workshop, Modelling, Peer Review, Evaluation. The developed PBST model has been tested and practically used in learning. The developed PBST model is also proven to be able to increase the mastery of TPACK for pre-service science teachers.
Implementasi Project Based Learning dalam pengajaran mata kuliah English for Specific Purpose pada masa pandemi Covid-19 Novita Eka Tristiana; Rudi Hartono; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Project based learning sebagai metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa dengan berbagai proyek yang diberikan dalam pembelajaran. Penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bahwa project based learning merupakan metode yang tepat dan efektif dalam perkuliahan English for specific purpose (ESP) . ESP merupakan salah satu mata kuliah yang ada di dalam program studi bahasa inggris yang memiliki tujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang konsep dan penggunaan bahasa Inggris untuk tujuan tertentu seperti bahasa Inggris untuk sains dan teknologi, sekolah kejuruan, bisnis, dll. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskrisikan implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemic Covid-19. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada mata kuliah English for Specific Purposes. 34 mahasiswa semester tujuh program Studi Bahasa Inggris di sebuah universitas di Lampung, Indonesia yang mengambil mata kuliah ESP berpartisipasi dalam penelitian ini. Proses perkuliahan menggunakan Google Classroom dan Google Meet karena penelitian ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19 pada semester gasal tahun ajaran 2021-2022.Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data, antara lain; wawancara, dokumen dan kuesioner. Kemudian, enam siswa berpartisipasi dalam wawancara penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi project-based learning pada mata kuliah English for specific purpose berjalan dengan baik dan seluruh mahasiswa mampu mengerjakan dan mempresentasikan hasil karya dari proyek mereka. Kemudian, mahasiswa juga memiliki persepsi yang baik terhadap metode project based learning dalam pembelajaran English for specific purpose. Abstract: Project based learning as a learning method that can be used to explore student abilities with various projects given in learning. Previous studies have found that project-based learning is an appropriate and effective method in English for specific purpose (ESP) lectures. ESP is one of the courses in the English study program which aims to equip students with knowledge of the concepts and use of English for specific purposes such as English for science and technology, vocational schools, business, etc. Thus, the purpose of this study is to describe the implementation of PjBL in ESP courses during the Covid-19 pandemic and to determine student perceptions of PjBL implementation in ESP courses during the Covid-19 pandemic. The research design used in this study is a descriptive case study. This research was conducted in the English for Specific Purposes course. 34 seventh semester students of the English Studies program at a university in Lampung, Indonesia who took ESP courses participated in this study. The lecture process uses Google Classroom and Google Meet because this research was conducted during the Covid-19 pandemic in the odd semester of the 2021-2022 academic year. To obtain data, researchers used data collection techniques, including; interviews, documents and questionnaires. Then, six students participated in the research interview. The results of this study indicate that the implementation of project-based learning in English for specific purpose courses is going well and all students are able to work on and present the work of their projects. Then, students also have a good perception of the project-based learning method in learning English for specific purposes.
Sastra: Sarana Mengoptimalkan Belajar Fitur dan Struktur Bahasa Inggris Nur Antoni Eko Tanuso; Yan Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keberhasilan pemahaman bahasa diyakini terjadi ketika sastra diintegrasikan dalam prosesnya. Sastra adalah sumber yang kaya masukan untuk pengetahuan tentang struktur bahasa, fitur bahasa, kemampuan membaca, memperkaya kosakata, keterampilan berpikir, dan kesadaran budaya. Dalam penelitian ini kuesioner survei awal dan akhir mencakup pertanyaan yang sama untuk mengungkapkan pengalaman pembelajar dalam kaitannya dengan sastra dan kontribusi potensialnya terhadap perkembangan bahasa. Tanggapan awal dan akhir dari dosen dibandingkan satu sama lain untuk menentukan apakah studi teks sastra memberi mereka kesempatan untuk membuat keuntungan nyata mengenai pengembangan kemahiran bahasa. Sebagian besar peserta survei menunjukkan kesepakatan tentang dimasukkannya sastra dalam pengajaran bahasa dan sepakat bahwa sastra adalah sarana yang berharga untuk meningkatkan pembelajaran bahasa. Abstract: The success of language understanding is believed to occur when literature is integrated in the process. Literature is a rich source of input for knowledge of language structure, reading ability, enriching vocabulary, improving skills in target language, thinking skills, and cultural awareness.In this study the initial and final survey questionnaires included the same questions to reveal the learner's experience in relation to literature and its potential contribution to language development. The initial and final responses of the teachers were compared with each other to determine whether the study of literary texts gave them the opportunity to make real gains regarding the development of language proficiency. Most survey participants indicated agreement on the inclusion of literature in language teaching and agreed that literature is a valuable tool for enhancing language learning.
Literasi Statistik : Kemampuan Siswa SMP dalam Membaca Data Nur Arina Hidayati; Anggit Prabowo; Trisna Muharyati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Literasi menjadi suatu hal yang perlu dikembangkan oleh masyarakat pada bidang ilmu pengetahuan, salah satunya literasi statistik. Dalam pembelajaran statistika siswa masih kurang teliti dalam membaca data dan penyajian data. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam hal membaca data ditinjau dari tingkat literasi statistik. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori tinggi adalah siswa mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram, dan tidak mengalami kesulitan dalam membaca data. kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori sedang adalah siswa mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram, dan tidak mengalami kesulitan dalam membaca data.. dan kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori rendah adalah Mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram namun ada ketidaktelitian dalam memahami data. Manfaat penelitin ini bagi masyarakat adalah dapat memberikan informasi tentang literasi statistik siswa SMP khususnya dalam hal kemampuan membaca data. Abstract. Literacy is something that needs to be developed by the community in the field of science, one of which is statistical literacy. In learning statistics, students are still less thorough in reading data and presenting data. The purpose of this study was to describe the ability of junior high school students in terms of reading data in terms of statistical literacy level. This research method is descriptive qualitative research. The results showed that the ability of junior high school students to read data in the high category was that students were able to read data in the form of tables or diagrams, and had no difficulty in reading data. the ability of junior high school students to read data in the medium category is that students are able to read data in the form of tables or diagrams, and have no difficulty in reading data. inaccuracy in understanding the data. The benefit of this research for the community is that it can provide information about the statistical literacy of junior high school students, especially in terms of the ability to read data.
Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk SMA di Era Digital Nur Azmi Rohimajaya; Rudi Hartono; Issy Yuliasri; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era digital menjadi konteks pendidikan digital, di mana perangkat teknologi digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran. Kurikulum sebagai penentu keberhasilan pendidikan harus tanggap terhadap segala tantangan dan inovasi kontemporer. Kurikulum Merdeka saat ini sedang dilaksanakan setelah beberapa kali terjadi perubahan kurikulum di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menyesuaikan kurikulum semaksimal mungkin untuk memenuhi tujuan pendidikan yang diharapkan di era digital ini. Tujuan dari artikel penelitian ini adalah untuk membandingkan kurikulum 2013 dengan kurikulum Merdeka pada pembelajaran bahasa Inggris untuk tingkat menengah atas (SMA) berdasarkan kerangka dasar, kompetensi yang ditargetkan, struktur kurikulum, pembelajaran, penilaian, perangkat pengajaran, dan perangkat kurikulum. Analisis isi merupakan metodologi penelitian kualitatif yang digunakana pada penelitian ini. Dari segi kerangka dasar, kompetensi yang ditargetkan, struktur kurikulum, pembelajaran, penilaian, perangkat pengajaran, dan perangkat kurikulum, penelitian ini mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 dan kurikulum Merdeka memiliki persamaan dan perbedaan. Abstract. The digital era has become the context of digital education, where technological devices are used to facilitate learning. The curriculum as a determinant of educational success must be responsive to all contemporary challenges and innovations. The Merdeka curriculum is currently being implemented after several curriculum changes in Indonesia. The Indonesian government has adjusted the curriculum as much as possible to meet the educational goals expected in this digital era. The objective of this article is to compare the 2013 curriculum with the Merdeka curriculum in English language learning for upper secondary level (SMA) based on the basic framework, targeted competencies, curriculum structure, learning, assessment, teaching tools, and curriculum tools. Content analysis is a qualitative research methodology used in this study. In terms of the basic framework, targeted competencies, curriculum structure, learning, assessment, teaching tools, and curriculum tools, this research reveals that the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum have similarities and differences.