cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 311 Documents
Triage Sebagai Strategi Penanganan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Wijayanti, Azmi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1105

Abstract

The Emergency Department (ER) is a healthcare unit that handles patients with a variety of emergency conditions and requires rapid and appropriate treatment. The high number of patient visits with varying degrees of severity demands an effective treatment system, one of which is through the implementation of triage. Triage aims to determine the priority of patient care based on the level of severity to improve patient safety and service efficiency. This study aims to analyze the role of triage as a patient care strategy in the Emergency Department. This study used quantitative methods with an analytical design and a cross-sectional approach. The sample was emergency department nurses at healthcare facility X. Data were collected using questionnaires and observation sheets, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed that good triage implementation was significantly associated with the effectiveness of patient care in the ER (p < 0.05).
Analisis Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Appulembang, Imelda; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1106

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function. One of the main pillars of diabetes management, in addition to drug therapy and dietary adjustments, is regular physical activity. Physical activity is known to improve insulin sensitivity and help control blood sugar levels. This study aims to analyze the relationship between physical activity and blood sugar control in diabetes patients. This study used quantitative methods with an analytical design and a cross-sectional approach. The study sample was diabetes mellitus patients undergoing routine check-ups at health care facility X. Data were collected through a physical activity questionnaire and blood sugar level checks, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between physical activity levels and blood sugar control (p < 0.05). The conclusion of this study is that adequate and regular physical activity plays an important role in maintaining blood sugar control in diabetes patients.
Efektivitas Teknik Birth Ball terhadap Intensitas Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Bayu Larasati Wulandari; Fitri Andriani; Dwi Feni Pebriani Br Tarigan; Nurmala Sari; Sastrika Handayani Marpaung
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang dialami oleh ibu bersalin akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Manajemen nyeri persalinan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birth ball. Birth ball merupakan latihan menggunakan bola khusus yang membantu ibu bersalin melakukan gerakan pelvis sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik birth ball terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest without control group. Sampel sebanyak 30 ibu bersalin dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 7,3 ± 1,1 dan setelah intervensi menjadi 5,1 ± 1,0 dengan nilai p < 0,001. Disimpulkan bahwa teknik birth ball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Kata Kunci: Birth Ball, Nyeri Persalinan, Metode Nonfarmakologis, Kala I Persalinan
Urgensi DVI (Disaster Victim Identification) Di Lingkungan Militer Purwanto Panji Sasongko
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Regulation of the Minister of Defense of the Republic of Indonesia Number 29 of 2014 concerning Standardization of Health Support in Disaster Management states that in order to provide optimal health support to prevent and minimize casualties and disability during disaster management operations within the Ministry of Defense and the Indonesian National Armed Forces, standardized health support is required from each health unit to ensure effective, efficient, and accountable implementation. Method: This paper uses normative juridical analysis supported by prescriptive methods related to the identification of mass disaster victims in the military, specifically regarding the organization and delivery of DVI services for mass casualties in the military. Results: The organization and delivery of DVI services for mass casualties in the military have not been implemented because Regulation of the Minister of Defense Number 29 of 2004 concerning Standardization of Health Support in Disaster Management within the Ministry of Defense and the Indonesian National Armed Forces only regulates the provision of optimal health support to prevent and minimize casualties and disability, while there are no regulations governing the identification of mass disaster victims, particularly deceased TNI soldiers. Conclusion: The Ministry of Defense and the TNI do not yet have a SOTK (Orgas Structure and Work Procedures) regarding DVI and there are no regulations governing Identification Efforts for soldiers who are victims of mass disasters. Keywords: Disaster Victim Identification, Military Environment, Mass Casualties ABSTRAK Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Standarisasi Dukungan Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana, yang menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan dukungan kesehatan yang optimal untuk mencegah dan meminimalisasi korban jiwa dan kecacatan pada operasi penanggulangan bencana di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia, diperlukan ketersediaan dukungan kesehatan yang standar dari masing-masing satuan kesehatan agar terlaksana secara efektif, efisien dan akuntabel. Metode: yang digunakan pada tulisan ilmiah ini adalah yuridis normatif didukung dengan preskriptif yang terkait dengan Identifikasi korban bencana yang bersifat massal di lingkungan militer, yaitu Bagaimana Organisasi dan Pelayanan DVI pada korban massal di lingkungan Militer. Hasil: Organisasi dan Pelayanan DVI pada korban massal di lingkungan militer belum dapat terwadahi oleh karena pada Permenhan No 29 tahun 2004 tentang Standarisasi dukungan Kesehatan dalam penanggulangan bencana di lingkungan Kemhan dan TNI hanya mengatur tentang penyelenggaraan dukungan kesehatan yang optimal untuk mencegah dan meminimalisasi korban jiwa dan kecacatan, sedangkan upaya identifikasi pada korban bencana massal khususnya pada prajurit TNI yang meninggal belum ada peraturan yang mengaturnya.Kesimpulan: Secara Umum, Kemhan dan TNI belum mempunyai SOTK (struktur Orgas dan Tata Kerja) mengenai DVI dan belum ada peraturan yang mengatur tentang Upaya Identifikasi bagi prajurit korban bencana massal. Kata Kunci: Disaster Victim Identification, Lingkungan Militer, Korban Massal
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Lumastari Ajeng Wijayanti
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Vaginal discharge is a common reproductive health issue among adolescent girls. It can be caused by physiological or pathological factors. This study aims to analyze factors influencing vaginal discharge among adolescent girls. A quantitative cross-sectional design was used involving 120 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using chi-square and logistic regression. Results showed that personal hygiene, type of underwear, and knowledge level were significantly associated with vaginal discharge (p<0.05). It is concluded that behavioral and hygiene factors play an important role in vaginal discharge among adolescents. Keywords: Vaginal Discharge, Adolescents, Hygiene, Reproductive Health ABSTRAK Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisiologis maupun patologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian keputihan pada remaja putri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 120 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa kebersihan organ reproduksi, penggunaan pakaian dalam, dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan kejadian keputihan (p<0,05). Disimpulkan bahwa faktor perilaku dan kebersihan diri berperan penting dalam kejadian keputihan pada remaja. Kata Kunci: Keputihan, Remaja Putri, Kebersihan, Kesehatan Reproduksi
Hubungan Komunikasi Perawat dengan Persepsi Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Syaiful Bachri; Djunaedi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Effective communication between nurses and patients is a crucial factor in improving the quality of nursing care. Good communication can help build a therapeutic relationship, increase patient trust, and influence patient perceptions of the care provided. This study aimed to determine the relationship between nurse communication and patient perceptions of nursing care. The study used an analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 80 inpatients selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire on nurse communication and patient perceptions of nursing care. Data analysis used a chi-square test. The results showed that patients who rated nurse communication as good tended to have positive perceptions of nursing care (75%). The statistical test showed a p-value of 0.012 (p < 0.05). It was concluded that there is a significant relationship between nurse communication and patient perceptions of nursing care. Keywords: Nurse Communication, Patient Perception, Nursing Care, Service Quality ABSTRAK Komunikasi yang efektif antara perawat dan pasien merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Komunikasi yang baik dapat membantu membangun hubungan terapeutik, meningkatkan kepercayaan pasien, serta memengaruhi persepsi pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi perawat dengan persepsi pasien terhadap pelayanan keperawatan. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 80 pasien rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner komunikasi perawat dan persepsi pasien terhadap pelayanan keperawatan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menilai komunikasi perawat baik cenderung memiliki persepsi positif terhadap pelayanan keperawatan sebesar 75%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,012 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara komunikasi perawat dengan persepsi pasien terhadap pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Komunikasi Perawat, Persepsi Pasien, Pelayanan Keperawatan, Kualitas Pelayanan
Karakterisasi Peran Bakteri Endofit Tanaman Herbal terhadap Aktivitas Antibakteri pada Mikroorganisme Patogen Manusia Rahmat Pannyiwi; Meillisa Carlen Mainassy
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Endophytic bacteria are microorganisms that live within plant tissues without causing damage to their host plants. These bacteria are known to produce various secondary metabolites that have potential as antibacterial agents. Herbal plants, as a source of bioactive compounds, also have the potential to serve as habitats for endophytic bacteria that produce antimicrobial compounds. This study aims to characterize endophytic bacteria from herbal plants and evaluate their antibacterial activity against human pathogenic microorganisms. The study used the method of isolating endophytic bacteria from herbal plant tissues, followed by antibacterial activity testing using the disc diffusion method against pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The results showed that several endophytic bacterial isolates were able to inhibit the growth of pathogenic bacteria with inhibition zones ranging from 10–18 mm. This indicates that endophytic bacteria from herbal plants have potential as a source of natural antibacterial compounds. Keywords: Endophytic Bacteria, Herbal Plants, Antibacterial, Pathogenic Microorganisms ABSTRAK Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menyebabkan kerusakan pada tanaman inangnya. Bakteri ini diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Tanaman herbal sebagai sumber senyawa bioaktif juga berpotensi menjadi habitat bagi bakteri endofit yang menghasilkan senyawa antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bakteri endofit dari tanaman herbal serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap mikroorganisme patogen manusia. Penelitian menggunakan metode isolasi bakteri endofit dari jaringan tanaman herbal, diikuti dengan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa isolat bakteri endofit mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan zona hambat berkisar antara 10–18 mm. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri endofit tanaman herbal memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Kata Kunci: Bakteri Endofit, Tanaman Herbal, Antibakteri, Mikroorganisme Patogen
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease with a high prevalence in the community and often requires long-term therapy. Inappropriate use of antihypertensive medications can lead to Drug-Related Problems (DRPs), which can potentially reduce the effectiveness of therapy and increase the risk of side effects in patients. This study aims to analyze the incidence of DRPs in hypertensive patients in outpatient settings. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach through a review of the medical records of hypertensive patients in outpatient settings. Data collected included patient characteristics, the type of antihypertensive medication used, and the incidence of DRPs, including inappropriate medication selection, inappropriate dosage, drug interactions, and side effects. The results showed that several DRPs were still found in hypertensive patients, including inappropriate medication dosages, potential drug interactions, and inappropriate medication use based on the patient's clinical condition. These DRPs have the potential to impact the success of hypertension therapy. The conclusion of this study indicates that DRPs still occur in hypertensive patients in outpatient settings. Therefore, the role of healthcare professionals, particularly pharmacists, in monitoring drug therapy is needed to improve the safety and effectiveness of patient treatment. Keywords: Hypertension, Drug-Related Problems, Antihypertensive, Outpatient ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering memerlukan terapi jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelaahan rekam medis pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis obat antihipertensi yang digunakan, serta kejadian DRPs yang meliputi pemilihan obat yang tidak tepat, dosis yang tidak sesuai, interaksi obat, dan efek samping obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan beberapa kejadian DRPs pada pasien hipertensi, di antaranya dosis obat yang tidak sesuai, potensi interaksi obat, serta penggunaan obat yang tidak tepat berdasarkan kondisi klinis pasien. Kejadian DRPs tersebut berpotensi mempengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa DRPs masih terjadi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan, sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam melakukan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Drug Related Problems, Antihipertensi, Rawat Jalan
Pengaruh Konsumsi Fast Food Terhadap Peningkatan Risiko Obesitas Pada Remaja Usia 15–18 Tahun Lumastari Ajeng Wijayanti
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT High fast food consumption among adolescents is a major risk factor for obesity. Unhealthy dietary patterns rich in fat, sugar, and calories can lead to energy imbalance. This study aims to analyze the effect of fast food consumption on obesity risk among adolescents aged 15–18 years. A quantitative cross-sectional design was used involving 120 respondents. Data were collected through food frequency questionnaires and body mass index (BMI) measurements. Data analysis used chi-square and logistic regression. The results showed that adolescents with high fast food consumption had a higher risk of obesity (OR=3.9; p<0.05). It is concluded that fast food consumption significantly influences obesity risk among adolescents. Keywords: Fast Food, Obesity, Adolescents, Diet ABSTRAK Konsumsi fast food yang tinggi pada remaja menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya obesitas. Pola makan tidak sehat yang kaya lemak, gula, dan kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi fast food terhadap peningkatan risiko obesitas pada remaja usia 15–18 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 120 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi fast food dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa remaja dengan konsumsi fast food tinggi memiliki risiko obesitas lebih besar (OR=3,9; p<0,05). Disimpulkan bahwa konsumsi fast food berpengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko obesitas pada remaja. Kata Kunci: Fast Food, Obesitas, Remaja, Pola Makan
Efektivitas Teknik Perawatan Luka Steril terhadap Pencegahan Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Nurlaelah; Abdul Rivai Saleh Dunggio; Febri Sriyanti; Rahmat Pannyiwi; Rahayu Setyaningsih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Surgical site infections are a common complication in patients after surgery. These infections can prolong hospitalization, increase medical costs, and worsen the patient's condition. One way to prevent surgical site infections is through the application of sterile wound care techniques in accordance with standard operating procedures. This study aims to analyze the effectiveness of sterile wound care techniques in preventing surgical site infections in postoperative patients. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The study sample consisted of 50 postoperative patients treated in the operating room. Data were collected through observation of surgical site conditions and patient medical records. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that patients who received wound care using sterile techniques had a lower incidence of surgical site infections compared to patients who received less optimal wound care techniques. The statistical test showed a p-value of 0.021 (p < 0.05). It was concluded that sterile wound care techniques are effective in preventing surgical site infections in postoperative patients. Keywords: Sterile Wound Care, Surgical Site Infection, Postoperative Patients ABSTRAK Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Infeksi ini dapat memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, serta memperburuk kondisi pasien. Salah satu upaya pencegahan infeksi luka operasi adalah melalui penerapan teknik perawatan luka steril yang sesuai dengan standar prosedur operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik perawatan luka steril terhadap pencegahan infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien post operasi yang dirawat di ruang bedah. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi luka operasi dan pencatatan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan perawatan luka dengan teknik steril memiliki kejadian infeksi luka operasi yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan teknik perawatan yang kurang optimal. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa teknik perawatan luka steril efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Kata Kunci: Perawatan Luka Steril, Infeksi Luka Operasi, Pasien Post Operasi