cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 338 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Terhadap Pelayanan Kesehatan Maternal Ardiana Priharwanti
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Maternal compliance with health services is crucial in reducing pregnancy complications and improving maternal and neonatal outcomes. This study aims to analyze factors influencing maternal compliance with maternal health services. A quantitative cross-sectional design was used involving 140 pregnant and postpartum women. Variables included knowledge, education, family support, access to healthcare, and maternal attitudes. Data were analyzed using chi-square and logistic regression. The results showed that knowledge (OR=3.8), family support (OR=3.2), and access to healthcare (OR=2.9) were the most significant factors (p<0.05). It is concluded that maternal compliance is influenced by both individual and environmental factors. Keywords: Maternal Compliance, Maternal Health, Healthcare Services, Determinants ABSTRAK Kepatuhan ibu terhadap pelayanan kesehatan maternal merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan meningkatkan keselamatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan maternal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 140 responden ibu hamil dan nifas. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, pendidikan, dukungan keluarga, akses pelayanan, dan sikap ibu. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (OR=3,8), dukungan keluarga (OR=3,2), dan akses pelayanan (OR=2,9) dengan p<0,05. Disimpulkan bahwa kepatuhan ibu dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan. Kata Kunci: Kepatuhan Ibu, Kesehatan Maternal, Pelayanan Kesehatan, Faktor Risiko
Hubungan Usia Ibu Dengan Risiko Kehamilan Risiko Tinggi Ana Sapitri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT High-risk pregnancy is a condition that increases the likelihood of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum. Maternal age is one of the influencing factors. This study aims to analyze the relationship between maternal age and high-risk pregnancy. A quantitative cross-sectional design was used involving 120 pregnant women. Data were collected through questionnaires and medical records and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that mothers aged <20 years and >35 years had a higher risk of high-risk pregnancy compared to those aged 20–35 years (p<0.05). It is concluded that maternal age is significantly associated with high-risk pregnancy. Keywords: Maternal Age, High-Risk Pregnancy, Maternal Health ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah usia ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu dengan risiko kehamilan risiko tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 120 responden ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan usia <20 tahun dan >35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami kehamilan risiko tinggi dibandingkan usia 20–35 tahun (p<0,05). Disimpulkan bahwa usia ibu memiliki hubungan signifikan dengan risiko kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: Usia Ibu, Kehamilan Risiko Tinggi, Kesehatan Maternal
Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Bendungan ASI Pada Ibu Postpartum Cakrawati R Cakrawati R; Maria Septiana
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Breast engorgement is a common condition among postpartum mothers characterized by breast swelling due to milk accumulation. This condition can cause pain and interfere with breastfeeding. This study aims to analyze factors influencing breast engorgement among postpartum mothers. A quantitative cross-sectional design was used involving 110 postpartum mothers. Variables included breastfeeding frequency, technique, family support, and maternal knowledge. Data were analyzed using chi-square and logistic regression. Results showed that improper breastfeeding technique (OR=3.9), low breastfeeding frequency (OR=3.5), and lack of knowledge (OR=2.8) significantly influenced breast engorgement (p<0.05). It is concluded that behavioral and knowledge factors play an important role in breast engorgement. Keywords: Breast Engorgement, Postpartum, Breastfeeding, Risk Factors ABSTRAK Bendungan ASI merupakan kondisi umum pada ibu postpartum yang ditandai dengan pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, dan gangguan proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bendungan ASI pada ibu postpartum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 110 ibu postpartum. Variabel yang diteliti meliputi frekuensi menyusui, teknik menyusui, dukungan keluarga, dan pengetahuan ibu. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyusui yang tidak tepat (OR=3,9), frekuensi menyusui rendah (OR=3,5), dan kurangnya pengetahuan (OR=2,8) berpengaruh signifikan terhadap kejadian bendungan ASI (p<0,05). Disimpulkan bahwa faktor perilaku dan pengetahuan berperan penting dalam terjadinya bendungan ASI. Kata Kunci: Bendungan Asi, Ibu Postpartum, Menyusui, Faktor Risiko
Hubungan Pengetahuan Pasangan Usia Subur DenganPemilihan Metode KB Rezqiqah Aulia Rahmat; Wulan Citra Sari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The selection of contraceptive methods is an essential component of family planning programs to control population growth and improve reproductive health. Knowledge level of couples of reproductive age plays an important role in determining contraceptive choices. This study aims to analyze the relationship between knowledge and contraceptive method selection among couples of reproductive age. A quantitative cross-sectional design was used involving 130 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that respondents with good knowledge were more likely to choose modern contraceptive methods (p<0.05). It is concluded that there is a significant relationship between knowledge and contraceptive choice. Keywords: Knowledge, Reproductive Age Couples, Contraception ABSTRAK Pemilihan metode kontrasepsi merupakan bagian penting dalam program keluarga berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan reproduksi. Tingkat pengetahuan pasangan usia subur (PUS) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan dalam memilih metode KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan pasangan usia subur dengan pemilihan metode KB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 130 responden PUS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUS dengan pengetahuan baik cenderung memilih metode KB modern dibandingkan tradisional (p<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan PUS dan pemilihan metode KB. Kata Kunci: Pengetahuan, Pasangan Usia Subur, KB, Kontrasepsi
Faktor Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Masyarakat Zuriani Rizki
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health problem worldwide, including in Indonesia. Environmental factors play a crucial role in the transmission of TB, particularly poor housing conditions that do not meet health standards. This study aimed to analyze the relationship between environmental factors and the incidence of tuberculosis in the community. This study used an analytic design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using purposive sampling technique. Data were collected through environmental observation and structured questionnaires. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that there were significant relationships between ventilation (p=0.001), occupancy density (p=0.002), lighting (p=0.003), and floor condition (p=0.005) with the incidence of tuberculosis. Respondents living in houses with poor ventilation and high occupancy density had a higher risk of developing TB compared to those living in healthier environments. In conclusion, environmental factors are significantly associated with the incidence of tuberculosis. Environmental improvement and health education are strongly recommended to reduce TB cases in the community. Keywords: Tuberculosis, Environment, Ventilation, Occupancy Density ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia, termasuk di Indonesia. Faktor lingkungan berperan penting dalam proses penularan TB, terutama kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan dengan kejadian tuberkulosis di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kondisi lingkungan rumah dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah (p=0,001), kepadatan hunian (p=0,002), pencahayaan (p=0,003), dan kondisi lantai rumah (p=0,005) dengan kejadian tuberkulosis. Responden yang tinggal di lingkungan dengan ventilasi buruk dan kepadatan tinggi memiliki risiko lebih besar terkena TB dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Upaya perbaikan lingkungan dan peningkatan edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian TB di masyarakat. Kata Kunci: Tuberkulosis, Lingkungan, Ventilasi, Kepadatan Hunian
Optimalisasi Kesehatan Organ Reproduksi Wanita Melalui Senam “SI-EPIN” Naomi Parmila Hesti Savitri; Sri Wahyuni
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Reproductive health is a crucial aspect of a woman's quality of life. However, lack of physical activity, high stress levels, and an unbalanced diet often disrupt blood circulation and negatively impact uterine health. An effective non-pharmacological approach is the "Si-Epin" circulation and endorphin exercise. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of women of childbearing age about "Si-Ephin" exercises as a way to prevent reproductive health problems. The activity was held at the X Village Hall, targeting 36 women of childbearing age. The activity included education, demonstrations, and practical practice of "Si-Ephin" exercises, which involve breathing exercises that stimulate blood circulation from the heart and stretching to stimulate endorphins. The results showed an increase in participants' understanding and skills regarding "Si-Ephin" exercises due to their ease of implementation. This activity is expected to contribute to maintaining reproductive health by reducing menstrual pain and smoothing the menstrual cycle. Keywords: Reproductive health, women's reproductive organs, women of childbearing age,"Si-Ephin" exercises ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kualitas hidup wanita. Namun, kurangnya aktivitas fisik, tingkat stress yang tinggi dan pola makan yang tidak seimbang sering kali mengganggu sirkulasi darah dan berdampak buruk pada kesehatan rahim. Upaya nonfarmakologis yang efektif adalah senam sirkulasi dan endorphin “Si-Epin”. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Wanita Usia Subur tentang senam “Si-Ephin” sebagai upaya mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa X, dengan sasaran WUS sebanyak 36 orang. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, dan praktik senam “Si-Ephin” yang meliputi latihan pernapasan melalui sirkulasi pompa darah dari jantung dan peregangan untuk menstimulasi hormon endorphin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai senam “Si-Ephin” karena mudah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan mempunyai kontribusi dalam menjaga kesehatan organ reproduksi untuk mengurangi nyeri menstruasi dan memperlancar siklus mentruasi. Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, organ reproduksi wanita, Wanita Usia Subur, senam “Si-Ephin”
Hubungan Waktu Tanggap (Response Time) Perawat Dan Bidan Dengan Keselamatan Ibu Pada Kasus Perdarahan Postpartum Di IGD Lumastari Ajeng Wijayanti; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Postpartum hemorrhage is one of the leading causes of maternal mortality requiring prompt and appropriate management. The response time of healthcare providers, especially nurses and midwives in the emergency department, plays a crucial role in maternal safety. This study aimed to determine the relationship between response time and maternal safety in postpartum hemorrhage cases. This study used a quantitative method with a cross-sectional analytic design. The sample consisted of 40 postpartum hemorrhage cases managed in the emergency department. Data were collected through observation and documentation. Data were analyzed using chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed a significant relationship between response time and maternal safety with a p-value of 0.001 and OR = 6.25. In conclusion, faster response time is associated with improved maternal safety in postpartum hemorrhage cases. Keywords: Response time, postpartum hemorrhage, maternal safety ABSTRAK Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Waktu tanggap (response time) tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sangat menentukan keselamatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dan bidan dengan keselamatan ibu pada kasus perdarahan postpartum di IGD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 responden yang merupakan kasus perdarahan postpartum yang ditangani di IGD. Data dikumpulkan melalui observasi waktu tanggap tenaga kesehatan dan dokumentasi kondisi pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tanggap dengan keselamatan ibu dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05) dan OR = 6,25. Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tanggap yang cepat dari perawat dan bidan berhubungan erat dengan peningkatan keselamatan ibu pada kasus perdarahan postpartum. Kata Kunci: Response Time, Perdarahan Postpartum, Keselamatan Ibu
Hubungan Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6–24 Bulan Warda M Warda M; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) is an important factor influencing the nutritional status of infants aged 6–24 months. Inappropriate feeding practices may lead to malnutrition. This study aimed to determine the relationship between complementary feeding and nutritional status among infants aged 6–24 months. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 50 infants aged 6–24 months selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements. Data were analyzed using chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed a significant relationship between complementary feeding and nutritional status with a p-value of 0.003 and OR = 4.20. The conclusion of this study is that the provision of appropriate MP-ASI is associated with good nutritional status in infants aged 6–24 months. Keywords: MP-ASI, Nutritional Status, Infants ABSTRAK Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan status gizi bayi usia 6–24 bulan. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi usia 6–24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 bayi usia 6–24 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pemberian MP-ASI dan pengukuran status gizi berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi dengan nilai p-value = 0,003 (<0,05) dan OR = 4,20. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian MP-ASI yang tepat berhubungan dengan status gizi yang baik pada bayi usia 6–24 bulan. Kata Kunci: MP-ASI, Status Gizi, Bayi
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Terhadap Status Gizi Ibu Risma Putri Utama; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Maternal nutritional status is an important factor affecting maternal and fetal health. One strategy to improve maternal nutrition is supplementary feeding. This study aimed to determine the effect of supplementary feeding on the nutritional status of pregnant women. This study used a quantitative method with a pre-experimental (one group pretest-posttest design). The sample consisted of 40 pregnant women selected using purposive sampling. Data were collected through weight and MUAC measurements before and after intervention. Data were analyzed using paired t-test. The results showed a significant improvement in nutritional status after supplementary feeding with a p-value of 0.001. The conclusion of this study is that providing additional food has a significant effect on improving the nutritional status of pregnant women. Keywords: Supplementary Food, Pregnant Women, Nutritional Status ABSTRAK Status gizi ibu hamil merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi ibu hamil adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest). Sampel penelitian sebanyak 40 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan lingkar lengan atas (LILA) sebelum dan sesudah intervensi PMT. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan status gizi ibu hamil setelah pemberian PMT dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian makanan tambahan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status gizi ibu hamil. Kata Kunci: Makanan Tambahan, Ibu Hamil, Status Gizi
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Wanita Usia Subur Rizky Aprilia; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Vaginal discharge is a common condition among women of reproductive age and can be physiological or pathological. Poor personal hygiene is one of the risk factors. This study aims to analyze the relationship between personal hygiene and vaginal discharge among women of reproductive age. A quantitative cross-sectional design was used involving 140 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that women with poor personal hygiene had a higher risk of vaginal discharge (p<0.05). It is concluded that there is a significant relationship between personal hygiene and vaginal discharge. Keywords: Personal Hygiene, Vaginal Discharge, Reproductive-Age Women ABSTRAK Keputihan merupakan kondisi umum yang dialami oleh wanita usia subur dan dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Personal hygiene yang kurang baik menjadi salah satu faktor risiko terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 140 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan personal hygiene kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami keputihan (p<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dan kejadian keputihan. Kata Kunci: Personal Hygiene, Keputihan, Wanita Usia Subur