cover
Contact Name
Erwan Nur Hidayat
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285885852706
Journal Mail Official
danang@apji.org
Editorial Address
POLITEKNIK PRATAMA PURWOKERTO Alamat : Komplek Purwokerto City Walk (PCW) Jl. H.R. Bunyamin Blok A 11-12 Purwokerto 53121 email : admisi@politeknikpratama.ac.id, website : www.politeknikpratama.ac.id
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
ISSN : 29649463     EISSN : 29649684     DOI : 10.55606
Sub Rumpun PENDIDIKAN ILMU SOSIAL 1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 Pendidikan Sejarah 3 Pendidikan Ekonomi 4 Pendidikan Geografi 5 Pendidikan Sosiologi dan Antropologi 6 Pendidikan Akuntansi 7 Pendidikan Tata Niaga 8 Pendidikan Administrasi Perkantoran 9 Pendidikan Bahasa Jepang 10 Pendidikan Sosiologi (Ilmu Sosial) 11 Pendidikan Koperasi 12 Pend Kependudukan dan Lingkungan Hidup 13 Pendidikan Ekonomi Koperasi 14 Bidang Pendidikan Ilmu Sosial Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA 1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah 2 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Inggris 3 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia 4 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Jerman 5 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Perancis 6 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Arab 7 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Perancis 8 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Jawa 9 Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Cina (Mandarin) 10 Bidang Pendidikan Bahasa (dan Satra) Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN OLAH RAGA DAN KESEHATAN 1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 2 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 3 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan 4 Pendidikan Kepelatihan Olahraga 5 Ilmu Keolahragaan 6 Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (MIPA) 1 Pendidikan Biologi 2 Pendidikan Matematika 3 Pendidikan Fisika 4 Pendidikan Kimia 5 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) 6 Pendidikan Geografi 7 Pendidikan Mipa Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN 1 Pendidikan Teknik Mesin 2 Pendidikan Teknik Bangunan 3 Pendidikan Teknik Elektro 4 Pendidikan Teknik Elektronika 5 Pendidikan Teknik Otomotif 6 Pendidikan Teknik Informatika 7 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Tataboga, Busana, Rias Dll) 8 Pend. Teknologi dan Kejuruan 9 Bidang Pend. Teknologi dan Kejuruan Lain yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN 1 Pendidikan Luar Biasa 2 Pendidikan Luar Sekolah 3 Pgsd 4 Pgtk dan (Paud) 5 Psikologi Pendidikan 6 Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan 7 Pengembangan Kurikulum 8 Teknologi Pendidikan 9 Administrasi Pendidikan (Manajemen Pendidikan) 10 Pendidikan Anak Usia Dini 11 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan 12 Bimbingan dan Konseling 13 Bidang Pendidikan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PENDIDIKAN KESENIAN 1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik 2 Pendidikan Seni Rupa 3 Pendidikan Seni Musik 4 Pendidikan Seni Tari 5 Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan 6 Pendidikan Seni Kerajinan 7 Bidang Pendidikan Kesenian Lain Yang Belum Tercantum
Articles 250 Documents
Penerapan Supervisi Kelas Bersahabat Guna Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru Kelas Di SDI Bidara Agustinus Rangga
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.032 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu, guru masih menggunakan pembelajaran konvensional, guru tidak membuat perangkat pembelajaran dan kualitas pembelajaran masih rendah. Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman guru dalam mengembangkan PAIKEM; b) Meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan PAIKEM; dan c) Meningkatkan disiplin guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Adapun manfaat dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, antara lain: a) bagi guru, kemampuan menerapkan PAIKEM akan memberi kemudahan dalam melaksanakan tugas mengajarnya, karena yang lebih aktif adalah siswa, sedangkan guru akan lebih banyak berperan sebagai fasiliator; b) bagi siswa, dengan penerapan pendekatan PAIKEM akan termotivasi semangat belajarnya sehingga akan menambah keberanian untuk bertanya, menjawab, melakukan sesuatu tindakan yang berpola terstruktur, menemukan dan mengembangkan ide-ide baru, sehingga aktivitas dan antusias belajar siswa lebih meningkat. Dengan demikian melalui supervisi yang lebih bersahabat terhadap guru kelas di SDI Bidara diperoleh hasil sebagai berikut :(a) Kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas kedinasan semakin meningkat, (b) Penyusunan perangkat pembelajaran meningkat dari 64,29% pada siklus I menjadi 83,86% pada siklus II. (c) Pada pelaksanaan proses pembelajaran meningkat dari 60,91% pada siklus I menjadi 82,73% pada siklus II. Dengan demikian hasil siklus II sudah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni melebihi indikator 80%.
Peningkatan Kreativitas Siswa Menggambar Bentuk Melalui Contextual Teaching Learning (CTL) Sri Marhaendra Agustin
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.994 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1474

Abstract

Pembelajaran seni budaya di SMP sangat membutuhkan kreatifitas. Setiap orang memiliki kapasitas kreatif hanya kadarnya yang berbeda oleh karenanya dapat dikembangkan atau dimaksimalkan melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah Contextual Teaching and Learning melalui latihan yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peningkatan kreatifitas siswa menggunakan Contextual Teaching and Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX.1 SMP Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2022/2023. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Dari Siklus I diketahui bahwa nilai rata-rata siswa masih rendah dan belum memenuhi KKM. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 69,50. Jumlah siswa memperoleh nilai ³ 70 hanya 13 orang atau 54,17% dari jumlah siswa secara keseluruhan dan siswa yang belum berhasil sebanyak 11 orang atau 45,83% dari jumlah siswa keseluruhan, artinya tindakan yang diberikan pada siklus I belum dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari Siklus II diketahui bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus II sudah mengalami peningkatan dari siklus I. Ini dapat diketahui dari hasil belajar siklus II yang diikuti oleh 24 siswa. Nilai rata-rata yang diperoleh meningkat dari 54,17 pada siklus I menjadi 72,50pada siklus II. Dan jumlah siswa memperoleh nilai ³ 70 sebanyak 18 orang, ini berarti keberhasilan klasikal telah mencapai 75%. Sedangkan siswa yang belum berhasil 6 orang sekitar 25% maka tindakan dilanjutkan pada siklus III. Dari Siklus III diketahui bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus III sudah mengalami peningkatan. Ini dapat diketahui dari siklus I yang diikuti oleh 24 orang siswa, nilai rata-rata yang diperoleh meningkat dari 69,6 pada siklus I menjadi 72,5pada siklus II dan meningkat menjadi 77,6 pada siklus III. Siswa yang memperoleh nilai ³ 70 sebanyak 23 orang. Ini berarti keberhasilan klasikal mencapai 95,83% sedangkan siswa yang belum berhasil sebesar 4,17%. Angka keberhasilan ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dikatakan berhasil.
Menciptakan Masyarakat Berkarakter Oktavia Theresia Ompu Sunggu; Khairunnisa Khairunnisa; Ratna Sari Dewi
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.521 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1483

Abstract

Masalah kurangnya tingkat penerapan karakter baik dalam masyarakat Indonesia dapat membahayakan penurunan nilai karakter di masyarakat. metode penelitian yang kami gunakan yaitu pendekatan kualitatif secara deskriptif yang hasil datanya kami dapat dengan melakukan kajian studi literatur pada buku, jurnal beserta artikel ilmiah yang sangat relevan. Penelitian ini membahas tentang menciptakan masyarakat berkarakter. Untuk menciptakan masyarakat berkarakter maka masyarakat diharuskan untuk belajar Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter harus mampu menumbuhkan karakter baik di masyarakat Indonesia. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Hasil dari penelitian yang kami buat yaitu pentingnya menciptakan masyarakat yang berkarakter di Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan karakter masyarakat dan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat Pancasila. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Maka dari itu, menciptakan masyarakat berkarakter sangatlah perlu guna menjadi masyarakat Indonesia yang memiliki karakter baik sesuai dengan yang ada dalam nilai-nilai Pancasila dan UUD.
Pengaruh Program Bimbingan Dan Konseling Di MAN 2 Model Medan Fauzia Nasution; Asamida Asamida; Ivo Liza Miranda; Robiyatul Adawiyah; Andini Darmayanti Purba
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.734 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1489

Abstract

Riset ini dilaksanakan“ di MAN 2 Model Medan dengan memakai analisis hasil observasi dengan fasilitas serta prasarana lemabaga satuan pedidikan bersumber pada Permendiknas. Tujuan riset ini melakukan observasi serta analisis dalam program layanan tutorial konseling yang diberikan guru Tutorial Konseling cocok dengan kebutuhan sekolah dengan penindakan permasalahan sebagian antara lain melakukan tutorial, membuat statment individu, membuat statment orang, siswa serta mediasi. Penilaian yang dicoba dilaksanakan tiap 2 pekan sekali, namun pengawasan dilaksanakan tiap hari biar hasilnya lebih optimal. Penilaian yang dicoba yakni dengan membuat angket berbentuk persoalan buat siswa, Dalam program layanan tutorial konseling yang diberikan guru Tutorial Konseling cocok dengan kebutuhan sekolah dengan penindakan permasalahan sebagian antara lain melakukan tutorial, membuat statment individu, membuat statment orang, siswa serta mediasi. Guru BK di MAN 2 MODEL MEDAN memakai RPL buat jadi panduan dalam” melakukan program layanan.
Hubungan Motivasi Belajar Dan Peran Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Kewarganegaraan Pada MI Kecamatan Buayan Yuliana Nurul Hikmah
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.379 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1490

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran kewarganegaraan di MI Ma’arif Wonodadi. Dan mengetahui hubungan peran orang tua terhadap hasil belajar kelas IV siswa pada mata pelajaran kewarganegaraan di MI Ma’arif Wonodadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dan dalam pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda dan pengujian hipotesis penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan yakni hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Wonodadi, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Istiqomah Karangbolong, dan Madrasah Ibtidaiyah Guppi Jladri menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan. Artinya, semakin baik motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan maka akan semakin baik hasil belajarnya. Dan menunjukkan bahwa peran orang tua tidak memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dimana responden adalah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Wonodadi, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Istiqomah Karangbolong, dan Madrasah Ibtidaiyah Guppi Jladri.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Mengerjakan Soal Materi Pecahan Di Kelas V SD Negeri Purworejo Fita Endah Pratiwi; Supriyono; Rintis Rizkia Pangestika
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.615 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mengerjakan soal pecahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan subjek dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Subjek yang diambil 3 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar tes berupa soal pecahan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis dari Miles & Huberman yang meliputi tiga aktivitas yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mengerjakan soal pecahan telah mampu menyelesaikan permasalahan serta mampu menjawab dengan benar. Subjek S1 termasuk ke dalam TKBK 3 (Kreatif) karena mampu mencapai indikator kelancaran (fluency) dan indikator fleksibilitas (flexibility). Untuk Subjek S2 termasuk ke dalam TKBK 1 (Kurang Kreatif) karena hanya mampu mencapai indikator kefasihan (fluency). Sedangkan Subjek S3 termasuk ke dalam TKBK 3 (Kreatif) karena mampu mencapai indikator kelancaran (fluency) dan indikator fleksibilitas (flexibility).
Strategi Dalam Upaya Mengembangkan Ruang Kelas Yang Berkarakter M Adi Pratama Putra; Alfinda Adelia Dirli
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.974 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1494

Abstract

Character education gets a lot of attention nowadays. Today, when there are many occurrences of deviant behavior, character education is needed to minimize the implementation of deviant acts. Character education is applied to instill character points in everyone, which leads to changes in behavior from bad to good. To optimally instill character values ​​in each person, character education is applied. must start earlier. Elementary school education plays an important role in character education in this regard. The success of character education is influenced by several factors, one of which is a conducive atmosphere in the classroom. Through a class atmosphere with character, students can create ways to always behave well. Creating a personalized learning space requires the role of the teacher. Because people spend a lot of time at school interacting with students, teachers certainly have many opportunities to instill student character points, this time by creating character learning spaces. Some things that teachers can do to build character are: 1) imitate character, 2) teach manners, teach character academics, train character-based discipline, 5) teach manners, prevention. violations of peers and the priority of goodness, 6) directing children to be responsible for forming their own character.
Urgensi Penerapan Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Utama Dalam Menciptakan Sekolah Berkarakter Fadhilah Hafidz; Ida Farida; Putri Kiki Lestari; Ratna Sari Dewi
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.225 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1502

Abstract

Dibuatnya artikel ini memiliki tujuan agar kita bisa tahu bagaimana pentingnya pendidikan karakter dalam menciptakan sekolah berkarater. Dalam menjalankan roda pendidikan, seperti yang diketahui peranan penting, dan tentunya didukung dengan fasilitas guru yang berkompeten juga. Kendala pendidik dalam menciptakan sekolah berkarakter yaitu sekolahnya belum mampu memilih terkait nilai karakter didalam menyesuaikan terhadap visi serta tujuan untuk melakukan berbagai hal yang terbaik, indikator yang representatif, pengembangan atau pembentukan karakter jni penting dan perlu diyakini untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan kembangkan disekolah. Tentunya hambatan ini perlu diselesaikan satu persatu supaya apaa yang mejadi tantangan dan hambatan dalam menciptakan sekolah yang berkarakter ini kedepannya bisa diperbaiki sehingga generasi bangsa ini memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkompeten dalam setiap masing masing bidangnya. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif, data sekunder, data yang diambil berdasarkan studi literatur yang meliputi buku - buku, jurnal - jurnal , makalah-makalah, serta studi literatur - literatur lain yang tentunya membahas mengenai pendidikan karakter. Proses-proses baik itu analisis data-data berupa reduksi data-data serta display data-data, pemverifikasi dan berbagai penarikan kesimpulan-kesimpulan yang tentunya sudah jelas kebenarannya. Berdasarakan data hasil dari penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwasannya pentingnnya pendidikan karakter dalam mengembangkan sekolah berkarakter.
KECENDERUNGAN PENELITIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DI JURNAL PENDDIDIKAN EKONOMI DI SELURUH INDONESIA: DARI DESAIN PENELITIAN HINGGA ANALISIS DATA Ripka Margaretha Ponggele; Dety Mulyanti
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.864 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1513

Abstract

Berpikir kritis adalah keterampilan yang memiliki banyak tujuan diantaranya memacu siswa, mahasiswa atau pun seorang pengajar dalam hal menumbuhkan inovasi baru. Kajian ini menggunakan content analysis terhadap sejumlah artikel yang telah dipublikasikan di jurnal Pendidikan ekonomi di seluruh Indonesia sejak tahun 2014 sampai januari 2023, dengan yang menjadi fokus utamanya adalah keterampilan berpikir kritis. Dari kajian analisis ini mengungkapkan bahwa jumlah publikasi yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis mengalami penurunan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang paling dominan adalah kuantitatif. Selain itu, 38% siswa kelas sepuluh sekolah menengah menjadi subjek penelitian lebih tinggi dari subjek penelitian lainnya. Pre-tes dan post-tes serta T-Test secara serial merupakan instrument dan metode analisi yang paling umum digunakan. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, beberapa saran dan rekomendasi telah diusulkan untuk penelitian mendatang yang mendasari keterampilan berpikir kritis sebagai fokus utama penelitian. Beberapa rekomendasi tersebut antara lain meningkatkan keragaman subjek dan jenis penelitian.
Transisi Kurikulum K13 Dengan Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Siswa Suci Rahmatul Adla; Siti Tiara Maulia
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.536 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1518

Abstract

Saat ini di dunia pendidikan terus mengalami berbagai perkembangan kurikulum, Hal ini dibuktikan dengan perubahan kurikulum 2013 kurikulum merdeka. Pada hal ini, kurikulum merdeka diartikan sebagai upaya pembaharuan pemebelajaran dengan kerangaka yang lebih mudah, materi yang disajikan lebih penting atau langsung pada inti, penegmbangan karakter, dan pengetahuan peserta didik. Pemerintahan menetapkan kebijakan implementasi kurikulum merdeka mulai tahun pelajaran 2022/2023 yang diresmikan pada keputusan menteri pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Menindaklanjutkan bentuk implementasi merdeka belajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan untuk menentukan kuriklulum yang akan digunakan yaitu Kurikulum 2013 secara utuh, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan Kurikulum Merdeka.

Page 4 of 25 | Total Record : 250