cover
Contact Name
Diah Chaerani
Contact Email
info.jmi@unpad.ac.id
Phone
+6281394981591
Journal Mail Official
info.jmi@unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Matematics, FMIPA, Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Matematika Integratif
ISSN : 14126184     EISSN : 25499033     DOI : http://doi.org/10.24198/jmi
Jurnal Matematika Integratif (JMI) is a national journal intended as a communication forum for mathematicians and other scientists from many practitioners who use mathematics in research. JMI received a manuscript in areas of study mathematics widely, and math-based multidisciplinary studies derived from outside problems of mathematics. All published articles in Jurnal Matematika Integratif are freely accessible in that website.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2: Oktober 2025" : 10 Documents clear
Estimation of Labor Force Participation Rate (TPAK) in Java's Data-Scarce Areas Using Ordinary Cokriging Angelina, Sofia; Gusriani, Nurul; Firdaniza, Firdaniza
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.65239.229-244

Abstract

The quality of the labor force is crucial for economic development, and the Labor Force Participation Rate (TPAK) is a key employment indicator. In 2024, TPAK data collection in Java Island faced gaps in DKI Jakarta and Banten Provinces, limiting comprehensive labor mapping. To overcome this, spatial estimation methods are needed using data from surrounding areas and auxiliary variables. The Open Unemployment Rate (TPT) has a strong inverse relationship with TPAK, each 1\% TPAK increase lowers TPT by 14,82\%, making it a suitable auxiliary variable. This study estimates the 2024 TPAK for DKI Jakarta and Banten using the ordinary cokriging method, with TPT as the secondary variable. Spatial autocorrelation analysis confirmed that TPAK and TPT exhibit spatial patterns, are normally distributed, and meet stationarity assumptions. The best cross semivariogram model was identified using k-fold cross validation, which selected the spherical model with the lowest average RMSE of 4,24. The resulting ordinary cokriging model accurately predicted TPAK values, achieving a MAPE of 3,25\%. These estimates enable spatial visualization of TPAK in previously unobserved areas, contributing to a more complete understanding of labor participation across Java Island.
Aplikasi Diagonalisasi Matriks dan Rantai Markov dalam Pewarisan Penyakit Sel Sabit Yuntoro, Ifan Setiawan
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.67263.181-192

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan diagonalisasi matriks dan rantai Markov dalam memprediksi pewarisan penyakit sel sabit (SCD) pada generasi mendatang. Penyakit sel sabit merupakan kelainan genetik resesif autosomal yang diwariskan ketika kedua orang tua merupakan pembawa penyakit. Dengan demikian, distribusi genotipe keturunan dapat dianalisis menggunakan hukum Mendel dan probabilitas transisi antar generasi. Dengan membentuk matriks transisi dan mendiagonalisasikannya melalui nilai eigen dan vektor eigen, model matematika yang dihasilkan dari diagonalisasi matriks transisi dapat menggambarkan distribusi genotipe hingga kondisi tunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam beberapa kasus, gen penyakit dapat menghilang setelah beberapa generasi. Sebaliknya, dalam kasus lain, sifat pembawa, dan gen sel sabit tetap diwariskan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan aljabar linear, khususnya diagonalisasi matriks, dapat digunakan untuk menganalisis pewarisan genetik, menghasilkan hasil yang konsisten dengan prinsip-prinsip genetika yang telah mapan.
Kajian Perbandingan Turunan dan Integral Fraksional Riemann–Liouville, Caputo, dan Konformabel serta Aplikasinya Gunawan, Gani; Rusyaman, Endang; Sukono, Sukono; Carnia, Ema
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.68569.245-258

Abstract

Penelitian ini membandingkan tiga definisi utama turunan fraksional, yaitu Riemann–Liouville, Caputo, dan Konformabel, dalam pemodelan sistem dinamis yang melibatkan efek memori. Populasi kajian adalah operator turunan fraksional sebagai generalisasi kalkulus klasik berorde bukan bilangan bulat. Intervensi dilakukan melalui pendekatan analitik dan numerik, meliputi kajian sifat dasar operator, analisis eksistensi solusi, dan penerapannya pada persamaan diferensial fraksional linear sederhana. Perbandingan difokuskan pada kesesuaian terhadap sifat kalkulus klasik, bentuk solusi, dan karakter peluruhan sistem. Hasil menunjukkan bahwa turunan Riemann–Liouville dan Caputo menghasilkan solusi berbasis fungsi Mittag–Leffler dengan peluruhan lambat, sehingga sesuai untuk fenomena dengan memori jangka panjang, sedangkan turunan Konformabel menghasilkan solusi eksponensial dengan peluruhan lebih cepat dan efisiensi komputasi yang lebih tinggi. Rentang waktu kajian difokuskan pada orde fraksional α = 1/2 sebagai representasi perilaku umum ketiga definisi. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan operator fraksional harus disesuaikan dengan tujuan analisis dan konteks aplikasi, khususnya antara kebutuhan representasi efek memori dan efisiensi analitik
Matriks Hamburan pada Graf Kuantum dengan Kondisi Simpul Robin Burhan, Moh. Januar Ismail; Adam, Adam
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.68300.193-202

Abstract

Artikel ini membahas formulasi matriks hamburan pada graf kuantum dengankondisi simpul tipe-δ (Robin), yang merupakan perluasan dari kondisi Neumann–Kirchhoff. Analisis dilakukan melalui propagasi gelombang bidang pada setiapruas dan penerapan kondisi kontinuitas serta fluks di simpul-simpul graf. Daripenyelesaian masalah nilai eigen operator Laplace, diperoleh ekspresi eksplisit untukamplitudo gelombang bidang dan entri matriks hamburan pada simpul batasmaupun simpul interior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter Robinmengatur besarnya refleksi dan transmisi gelombang, serta mempengaruhi distribusienergi di sekitar simpul. Temuan ini memberikan dasar matematis bagi studi lanjutanmengenai transportasi kuantum dan fenomena resonansi pada jaringan berbasisgraf.
Invers Matriks Hankel Bentuk Khusus Ordo (n+1)×(n+1) Menggunakan Metode Adjoin Aryani, Fitri; Virginia, Jeanette Angelica Risci; Muda, Yuslenita; Rahma, Ade Novia; Marzuki, Corry Corazon
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.67254.259-270

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menentukan bentuk umum invers Matriks Hankel berbentuk khusus  dengan menggunakan metode Adjoin. Bentuk umum invers matriks menggunakan metode adjoin diperlukan dua hal, yang pertama bentuk umum determinan Matriks Hankel dan kedua bentuk umum matriks kofaktor dari Matriks Hankel tersebut. Bentuk umum determinan Matriks Hankel diperoleh dengan memperhatikan pola determinan matriks  sampai  dan dibuktikan menggunakan induksi matematika. Bentuk umum matriks kofaktor dioperoleh dengan memperhatikan pola matriks kofaktor  sampai  dan dibuktikan  menggunakan pembuktian langsung. Lebih lanjut bentuk umum invers matriks dipresentasikan dengan menggunakan beberapa contoh soal. Kata Kunci : Determinan, Invers, Matriks Hankel, Matriks Kofaktor, Metode Adjoin.  ABSTRACTThis article aims to determine the general form of the inverse of a specially structured Hankel matrix using the Adjoint method. To derive the general form of the inverse matrix using the adjoint method, two components are required: first, the general form of the determinant of the Hankel matrix, and second, the general form of the cofactor matrix of the Hankel matrix. The general form of the determinant of the Hankel matrix is obtained by observing the determinant patterns of matrices  to  and is proven using mathematical induction. The general form of the cofactor matrix is derived by analyzing the cofactor matrix patterns of  to and is proven using direct proof. Furthermore, the general form of the inverse matrix is presented using several example problems. Keywords :  Adjoin Method,  Cofactor Matrix, Determinant, Hankel Matrix , Invers.  
Implementasi Extreme Learning Machine dengan Seleksi Fitur Particle Swarm Optimization untuk Klasifikasi Sindrom Ovarium Polikistik Mukti, Audyra Dewi Puspa; Ulinnuha, Nurissaidah; Asyhar, Ahmad Hanif
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.63988.131-142

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) adalah gangguan hormonal yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif dan menjadi salah satu penyebab utama masalah kesuburan. Sekitar 3–15% wanita di seluruh dunia mengalami kondisi ini, yang juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode diagnosis SOPK yang lebih efisien dan akurat dengan memanfaatkan algoritma Extreme Learning Machine (ELM) yang dikombinasikan dengan seleksi fitur menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). ELM dipilih karena kemampuannya dalam melakukan klasifikasi secara cepat, sedangkan PSO digunakan untuk memilih fitur-fitur yang paling relevan. Hasil seleksi fitur menghasilkan 18 fitur terpilih dari total 40 fitur. Pencarian parameter terbaik dilakukan dengan pendekatan random search dan grid search. Hasil menunjukkan bahwa random search memberikan performa terbaik, dengan akurasi 95.35%, sensitivitas 96.67%, dan spesifisitas 92.65%. Tanpa seleksi fitur, ELM hanya menghasilkan akurasi 84.20%, sensitivitas 90.10%, dan spesifisitas 70.62%. Temuan ini menunjukkan bahwa seleksi fitur menggunakan PSO mampu meningkatkan performa klasifikasi ELM secara signifikan.
Analisis Komparatif Prediksi Kelembaban di Kota Bandung Menggunakan Metode Long Short Term Memory (LSTM) dan Gated Recurrent Unit (GRU) Budiman, Muhammad Arief; Darmawan, Muhammad Rizky; Akmal, Muhammad Novrizal; Napitupulu, Herlina
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.68198.203-212

Abstract

Kelembaban udara memiliki pengaruh yang signifikan pada berbagai sektor industri, terutama yang bergantung pada kondisi lingkungan, seperti tekstil dan farmasi. Kota Bandung sebagai salah satu kota industri juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kelembaban udaranya. Oleh karena itu, peramalan kelembaban udara penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis komparatif dua metode pemodelan berbasis Recurrant Neural Network (RNN), yaitu Long Short Term Memory (LSTM) dan Gated Recurrent Unit (GRU), untuk memprediksi kelembaban udara di Kota Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kelembaban dari 1 Juli 2019 hingga 1 Juli 2024, yang diambil dari sumber data sekunder di situs web NASA. Proses pemodelan dilakukan dengan menggunakan Google Colab, dan akurasi model diukur dengan dua metrik utama, yaitu Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Squared Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GRU menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan LSTM, dengan 1 layer dan 25 node, nilai MAPE yang diperoleh adalah 2,831% dan RMSE adalah 0,579. Sementara itu, LSTM optimal dalam penggunaan 1 layer dengan 75 node dan memiliki MAPE sebesar 2,929% dan RMSE sebesar 0,593. Dari segi efisiensi waktu, GRU juga unggul dengan waktu pengoperasian yang lebih pendek, yaitu 2525,489 detik dibandingkan dengan LSTM yang membutuhkan waktu 3410,316 detik. Oleh karena itu, GRU adalah pilihan yang lebih baik dalam memprediksi kelembaban udara, baik dari segi akurasi maupun efisiensi waktu.Kata kunci: Kelembaban; Long Short Term Memory; Gated Recurrent Unit;
Aljabar Hopf dan Ekstensi Hopf-Galois Aziz, Ryan; Hafizh, Muhamad
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.66024.143-164

Abstract

Aljabar Hopf merupakan struktur yang merupakan aljabar asosiatif dan unital, sekaligus koaljabar koasosiatif dan kounital, serta dilengkapi dengan pemetaan antipode.  aljabar Hopf menawarkan kerangka generalisasi dari teori Galois klasik melalui konsep ekstensi Hopf-Galois. Pada artikel ini, disajikan dasar dari teori aljabar Hopf, dan juga penerapannya pada ekstensi Hopf-Galois, yang memungkinkan deskripsi simetri dalam ekstensi lapangan yang tidak harus normal. Secara khusus, akan dibahas satu contoh eksplisit dari ekstensi Hopf-Galois pada ekstensi lapangan yang terpisahkan namun tidak normal, serta konstruksi aljabar Hopf terkait yang bertindak sebagai analog dari grup Galois.
Struktur Aljabar untuk Barisan Kodon dari Asam Deoksiribonukleat (DNA) Hasan, Nabila Nurmala; Kurniadi, Edi; Gusriani, Nurul
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.67778.213-228

Abstract

This article discusses the algebraic structure of codon sequences as a representation of DNA nitrogen base sets in mathematical terms. The study aims to prove what algebraic structures are obtained for codon sequences from DNA bases. The methods used include qualitative research methods in the form of literature studies and quantitative research methods in the form of experiments on DNA base sets. In mathematical notation, the nitrogen bases of DNA can be collected in a set and connected into algebraic structures through a bijective mapping on the Galois field of order 4. This results in the set B being viewed as a Galois field of order 4. Additionally, DNA base triplets or codons can be represented in mathematical form. Furthermore, these codons are bijectively mapped onto the Galois field of order 64, so that the resulting algebraic structure is a field. The result of this study show that the codon sequences have an algebraic structure in the form of a one-dimensional vector space over the Galois field on the codon. For further research, the Lie structure in codon can be investigated through the construction of its Lie brackets, where this vector space is a necessary condition for Lie algebras.
Analisis Dinamik pada Model Matematika Penyebaran Kekerasan Seksual dengan Pendekatan Rehabilitasi dewi, baiq indah rukmana
Jurnal Matematika Integratif Vol 21, No 2: Oktober 2025
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmi.v21.n2.66846.165-180

Abstract

Sexual violence is a serious issue occurring in various countries, necessitating special attention in its prevention and management. Mathematical modeling of sexual violence is crucial for understanding the dynamics of its spread and the impact of interventions on sexual violence cases. In this study, a four-dimensional nonlinear dynamic system model is used to analyze the stability of a sexual violence model considering the influence of rehabilitation. The basic reproduction number is calculated using the next-generation matrix method to estimate the potential spread of new cases caused by a single perpetrator in a vulnerable population. Analytically, there are two equilibrium points in the model: the sexual violence-free equilibrium point and the endemic sexual violence equilibrium point. Both equilibrium points are asymptotically stable, depending on the value of the basic reproduction number . The sexual violence-free equilibrium point is asymptotically stable under the condition , and the endemic sexual violence equilibrium point is asymptotically stable under the condition . Numerical simulations are conducted using the fourth-order Runge-Kutta method, implemented in MATLAB. The numerical simulation results also demonstrate that both equilibrium points exhibit the same stability properties based on the parameters used in this study.

Page 1 of 1 | Total Record : 10