cover
Contact Name
Puspawan Hariadi
Contact Email
puspawanhr@hamzanwadi.ac.id
Phone
+6287839493979
Journal Mail Official
sinteza@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid No. 132 Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat KP: 83612 Telp/Fax: 6237622954, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sinteza
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 27978133     DOI : https://doi.org/10.29408/sinteza
Core Subject : Health, Science,
Sinteza, ISSN (online) 2797-8133, is a peer-reviewed journal in pharmacy. Established 2021, the journal is an open access of published articles to support greater exposure of scientific knowledge. Sinteza published online twice a year by Faculty of Health, Universitas hamzanwadi. Sinteza accepts various fields of research in pharmacy including community and clinical pharmacy, pharmaceutics, pharmacology, toxicology, pharmacokinetics, pharmaceutical chemistry, and pharmaceutical biology. Manuscript accepted in Sinteza written in both Bahasa Indonesia and English
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): August" : 5 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococus epidermidis Penyebab Bau Badan Hariani, Dia Isma; Hariadi, Puspawan; Azim, Muhlisun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5270

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococus epidermidis. Salah satu tanaman yang diduga dapat mencegah bau badan adalah tanaman daun beluntas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji skrining fitokimia ekstrak daun beluntas dengan uji flavonoid, terpenoid, dan fenolik serta uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococus epidermidis. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar tehnik sumuran menggunakan konsentrasi 40%, 80%, dan 100% dengan kontrol positif ciprofloxasin 50µg/ml dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil skrining menunjukkan ekstrak daun beluntas mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan fenolik. Uji antibakteri menghasilkan diameter zona hambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi 40%, 80%, dan 100%, secara berurutan adalah 8,84 mm, 10,52 mm, dan 12,77 mm. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Annova didapatkan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas mampu menghambat bakteri Staphylococus epidermidis dengan konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi 80% dan 100%.
Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Kabupaten Lombok Timur Husani, Ariqatul; Haritani, Hartini; Febriani, Yuyun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4483

Abstract

Salah satu pewarna makanan yang banyak digunakan dalam proses pembuatan jajanan pasar tradisional adalah zat pewarna sintetis rhodamin B. Pewarna ini dilarang untuk digunakan pada makanan ataupun minuman karena bersifat karsinogenik atau dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kadar rhodamin B yang terdapat pada jajanan pasar. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 sampel jajanan pasar, populasi dalam penelitian ini yaitu 6 pasar yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitia ini yakitu metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Uv-Vis, untuk mencari data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yakni dari 30 sampel jajanan pasar yang telah di lakukan uji pewarnaan menunjukkan 6 sampel yang dicurigai mengandung rhodamin B, di uji KLT terdapat 5 sampel yang dinyatakan positif mengandung rhodamin B, dan di uji spektrofotometri menunjukkan semua sampel negatif mengandung rhodamin B. Namun terdapat pewarna lain yang di temukan pada uji spektofotometri Uv-Vis yaitu pewarna sintetis karmoisin. Dapat disimpulkan bahwa jajanan pasar yang beredar di pasar Kabupaten Lombok Timur negatif mengandung rhodamin B.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Diklofenak pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kecamatan Keruak Wahyuningsih, Dahriah Fitri; Yuliana, Tri Puspita; Azim, Muhlisun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5268

Abstract

Jamu tidak boleh mengandung bahan Kimia Obat (BKO) sebab bila ditambahkan akan membahayakan konsumen karena dosis yang berlebih serta bisa mengakibatkan keracunan hingga kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan bahan kimia obat (BKO) pada jamu untuk pegal linu yang beredar di kecamatan keruak perlu dilakukan penelitian. Pengambilan sampel di lakukan dengan cara random di kecamatan Keruak, Lombok Timur. Analisis natrium diklofenak pada jamu untuk pegal linu dilakukan dengan metode analisis kualitatif serta analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan plat silica GF 254 menggunakan fase gerak untuk natrium diklofenak kombinasi antara etil asetat : n-heksane dengan perbandingan (7ml : 3ml) yaitu 7 ml etil asetat dan 3 ml nheksane. Hasil analisis kualitatif terdapat 3 sampel yang teridentifikasi positif mengandung natrium diklofenak karena menunjukkan kesamaan nilai Rf sampel jamu dengan standar yaitu 0,4. Hasil analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis natrium diklofenak didapat panjang gelombang maksimum 275 nm dengan absorbansi yaitu 0,834. Kadar natrium diklofenak yang diperoleh pada sampel B 53,8% dan sampel C 49,2%. Persamaan linear nilai r = 0,982 yaitu y=0,0132x-0,1235 untuk natrium diklofenak. Hasil uji identifikasi menunjukkan dari 4 sampel 2 diantaranya mengandung natrium diklofenak.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Penurun Kadar Asam Urat Tikus yang Diinduksi Jus Hati Ayam Sasmita, Yulinda Dinar; Oktresia, Erma Ewisa; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4449

Abstract

Asam urat adalah hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Kadar asam urat normal pada laki-laki dewasa adalah sekitar 2-7,5 mg/dL, sementara pada wanita yang sudah dewasa adalah 2- 6,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat diatas normal dapat menyebabkan penumpukan Kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menjadi target untuk menurunkan produksi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol dalam menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok pre dan posttest. Kulit rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mampu menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam secara signifikan (p<0,05 Ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 3 memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat tikus yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif (Allopurinol). Ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa plavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Mandi Cair Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L.) dan Uji Aktivitas terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Shakila, Shakila; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5269

Abstract

Infeksi merupakan salah satu jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi yaitu bakteri staphylococcus aureus. Kulit manggis (Gracinia mangostana L.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri.Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak kulit buah manggis (Gracinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan tiga kelompok perlakuan. Kontrol positif sipofloxacin, kontrol negatif basis sabun, formulasi 1 (50%), formulasi 2 (60%), formulasi 3 (80%). Parameter yang diamati berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis F1, F2 dan F3 memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Didapatkan kesimpulan bahwa F1, F2 dan F3 sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan didapatkan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas memenuhi persyaratan sabun cair menurut SNI 06-4085-1996.

Page 1 of 1 | Total Record : 5