cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 12 (2022)" : 5 Documents clear
Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Produksi PT. Dharma Polimetal tbk. Irham Habibi Fanindra; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p727-740

Abstract

This study aims to determine the effect of quality of work life on the productivity of PT Dharma Polimetal Tbk production employees. The hypothesis of this study is that there is an effect of work life quality on the productivity of PT Dharma Polimetal Tbk production employees. The subjects of this study are 218 production employees of PT Dharma Polimetal Tbk. This research data collection technique uses a questionnaire consisting of a scale of quality of work life and production data of PT Dharma Polimetal Tbk. The Work Life Quality Scale consists of 35 items adapted from the Quality of Work Life scale compiled by Timossi, Pedroso, Francisco, and Pilatti (2008) based on Walton's theory (in Robbins, 2002) using Confirmatory Factor Analysis (CFA) to confirm whether indicator variables can be used to confirm a factor, the work life quality scale has an RMSEA value, CFI, and TLI that fit the criteria for obtaining a fit model. Analysis of research data for hypothesis testing using simple linear regression, the results showed a significant effect of quality of work life on productivity in PT Dharma Polimetal Tbk production employees with a significance value (p) of < 0.05 and an effective contribution of 12.8%.Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Subjek penelitian ini adalah 218 karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Data penelitian diambil melalui teknik kuesioner yang mencakup skala kualitas kehidupan kerja dan data produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Skala Kualitas Kehidupan Kerja mencakup 35 butir item yang diadaptasi dari skala Quality of Work Life oleh Timossi, Pedroso, Francisco, dan Pilatti (2008) berdasarkan teori Walton (dalam Robbins, 2002) mempergunakan CFA (Confirmatory Factor Analysis) guna mengonfirmasi apakah variable-variabel indikator dapat digunakan untuk mengkonfirmasi sebuah factor, skala kualitas kehidupan kerja memiliki nilai RMSEA, CFI, dan TLI yang sesuai dengan kriteria untuk memperoleh model fit. Analisis regresi linier sederhana dimanfaatkan untuk uji hipotesis, dan didapatkan hasil adanya pengaruh signifikan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas pada karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk dengan nilai signifikansi (p < 0,05 serta sumbangan efektif sejumlah 12,8%.
Fenomena Seks Pranikah pada Masa Remaja Nila Shofy Nihayah; Sevina Dwi Yulingga; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p741-750

Abstract

Premarital sex behavior in adolescents is driven by the condition of adolescents who still want to trymany new things. Other factors are also heavily involved in influencing this premarital sex behaviorsuch as peer influence, lack of parental supervision, easy access to pornographic content, etc. Thereare many negative impacts of this problem. As parents, educational institutions, and even theenvironment can have a positive influence on adolescents so they can avoid premarital sex behavior.This study aims to explore the phenomenon of premarital sex in adolescence. The approach taken isa literature study by systematically collecting data and reviewing several basic theories that arerelevant to the discussion. Until the results are obtained that premarital sexual behavior duringadolescence is still quite high so that more attention is needed to this problem. Many things can away to prevent teenagers from involving into this problem. A wise explanations from parents,education about premarital sex from educational institutions, high self-efficacy, and positive supportfrom the environment can be supporting factors for teenagers to avoid this behavior. AbstrakPerilaku seks pranikah pada remaja didorong oleh kondisi remaja yang masih ingin mencoba banyakhal baru. Faktor-faktor lain juga banyak terlibat dalam mempengaruhi perilaku seks pranikah iniseperti pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, mudahnya akses kontenpornografi, dll. Banyak dampak negatif dari permasalahan ini. Selayaknya orang tua, lembagapendidikan bahkan lingkungan bisa memberikan pengaruh positif pada remaja hingga bisa terhindardari perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena seks pranikahpada masa remaja. Pendekatan yang dilakukan adalah studi literatur dengan mengumpulkan datasecara sistematis dan mengkaji beberapa teori dasar yang relevan dengan pembahasan. Hinggadiperoleh hasil bahwasanya perilaku seks pranikah pada masa adolescence masih cukup tinggisehingga perlu adanya perhatian yang lebih lagi terhadap permasalahan ini. Banyak hal yang bisadilakukan guna menghindari remaja agar tidak terjerumus pada permasalahan ini. Penjelasan yangbaik dan bijak dari orang tua, edukasi tentang seks pranikah dari lembaga pendidikan, self efficacyyang tinggi, dan support positif dari lingkungan bisa menjadi faktor pendukung remaja terhindar dariperilaku tersebut.
Optimisme dan Motivasi Belajar di Masa Pandemi COVID-19: Studi pada Mahasiswa Bidikmisi Muhammad Ali Jibril; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p751-759

Abstract

Online learning used during the pandemic is very different from learning that has been done before. This had an impact on the smoothness of learning activities during a pandemic and caused a variety of new problems, one of which was a decrease in student learning motivation. This study aims to determine the relationship between optimism and learning motivation during the COVID-19 pandemic in Bidikmisi students in the State University of Malang using a quantitative-correlational approach. The sampling technique used is quota sampling with a total of 160 subjects. The research instruments used to collect data were the Academic Motivation Scale (AMS) and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). The results of this study are the correlation coefficient between optimism and learning motivation on the Intrinsic Motivation dimension (rxy = 0.179), on the Extrinsic Motivation dimension (rxy = 0.201), and on the Amotivation dimension (rxy = 0.256). The result shows that there is a significant positive relationship between optimism and learning motivation. Abstrak Pembelajaran daring yang digunakan ketika masa pandemi sangat berbeda dengan pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini berdampak pada kelancaran kegiatan belajar ketika pandemi dan menyebabkan berbagai masalah baru, salah satunya adalah menurunnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan motivasi belajar di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa bidikmisi di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling kuota dengan jumlah subjek sebanyak 160 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Academic Motivation Scale (AMS) dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara optimisme dan dimensi-dimensi motivasi belajar yaitu dimensi Intrinsic Motivation (rxy= 0,179), Extrinsic Motivation (rxy= 0,201) dan Amotivation (rxy= 0,256). Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi optimisme yang dimiliki mahasiswa, maka motivasi belajarnya akan semakin meningkat.
Big Five Theory di Media Sosial: Ditinjau dari Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) Hasan Asyhuri; Alfin Lintang El-Dzani; Danang Alifian Gandang Panulung; Azra Rega Naufal Ririchana; Khasdyah Dwi Dewi Setyoningtias
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p760-765

Abstract

The increasingly massive use of social media in society has had various impacts, one of which is the feeling of Fear of Missing Out (FOMO). FOMO is a fear that a person feels about not being involved in an experience that is considered valuable or important. The purpose of this research is to look at the relationship that arises from the intensity of social media use, feelings of FOMO and personality from the Big Five Theory perspective. The method used in this research is a literature study of five scientific publications based on predetermined criteria. The results obtained are that people with personalities with extraversion and agreeableness scores are more prone to have FOMO, neuroticism personalities are quite vulnerable, and conscientiousness and openness personalities are not correlated with FOMO. Based on these results it is known that each dimension of the big five theory has a different impact in explaining FOMO that occurs in individuals based on the level of intensity of social media use. Abstrak Penggunaan media sosial yang semakin masif di masyarakat menimbulkan berbagai dampak, salah satu dampaknya adalah perasaan Fear of Missing Out (FOMO). FOMO merupakan sebuah ketakutan yang dirasakan seseorang karena tidak terlibat didalam sebuah pengalaman yang dianggap berharga atau penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan yang muncul dari intensitas penggunaan media sosial, perasaan FOMO dan kepribadian dalam perspektif Big Five Theory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur terhadap lima publikasi ilmiah berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan adalah orang dengan kepribadian dengan skor extraversion dan agreeableness lebih rentan untuk memiliki FOMO, kepribadian neuroticism cukup rentan, dan kepribadian conscientiousness dan openness tidak berkorelasi dengan FOMO. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa masing-masing dimensi big five theory memiliki dampak berbeda-beda dalam menjelaskan FOMO yang terjadi dalam individu yang berdasarkan tingkat intensitas penggunaan media sosialnya.
Dampak Penggunaan E-learning Selama Pandemi Covid-19 Terhadap Tingginya Angka Penderita Miopi Muhammad Hazel Bayu Perkasa; Novian Arif Ramadhan; Naudiana Wihadini; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p766-775

Abstract

Learning using e-learning during the Covid-19 pandemic has made the learning system in schools online. The learning system causes the intensity of our eyes to see the screen to increase which causes an increase in the number of myopia sufferers. Myopia is one of the health problems that can cause blindness. Therefore, we wrote this article to examine the impact of using e-learning during the Covid-19 pandemic on the high number of people with myopia. This article uses the literature review method through journals that are relevant to the topic discussed. The results of this study prove that the number of myopia sufferers increased by 59.35% during the Covid-19 pandemic. The implementation of lockdown makes the learning system carried out using online e-learning methods make us stare at gadget screens beyond the capacity of our eyes which causes a reduction in the sharpness of our eyes. In addition, reduced activity outside the home leads to an increase in the number of diopters associated with the development of myopia symptoms. In patients with myopia, there is a longer axial length that adds to the effect of secondary ocular sequelae, making a person experience eye disorders that are difficult to cure. Abstrak Pembelajaran menggunakan e-learning selama pandemi Covid-19 membuat sistem belajar di sekolah menjadi online. Sistem pembelajaran tersebut menyebabkan intensitas mata kita melihat layar meningkat yang menyebabkan bertambahnya angka penderita miopi. Miopi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kebutaan. Maka dari itu, artikel ini kami tulis untuk mengkaji dampak penggunaan e-learning selama pandemi Covid-19 terhadap tingginya angka penderita miopi. Artikel ini menggunakan metode literature review melalui jurnal-jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil dari penelitian ini membuktikkan bahwa angka penderita miopi bertambah sebesar 59,35% selama pandemi Covid-19. Penerapan lockdown membuat sistem pembelajaran dilakukan menggunakan metode e-learning secara online membuat kita menatap layar gadget melebihi kapasitas mata kita yang menyebabkan berkurangnya ketajaman mata kita. Selain itu, berkurangnya aktivitas di luar rumah menyebabkan peningkatan pada jumlah dioptri yang berhubungan dengan perkembangan gejala miopia. Pada pasien dengan miopi terdapat panjang aksial yang lebih panjang sehingga menambah efek gejala sisa okuler sekunder sehingga membuat seseorang mengalami gangguan mata yang susah disembuhkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5