cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 12 (2024)" : 4 Documents clear
Analisis Keterampilan Komunikasi Interpesonal Siswa SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang Maizura, Nining; Indreswari, Henny; Eva, Nur
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p563-570

Abstract

Interpersonal communication skills are important skills that support student success in both social and academic aspects. This study was motivated by students' low communication skills, which can hinder effective interaction and collaboration in various contexts. The purpose of this study was to describe the level of students' interpersonal communication skills and provide development recommendations based on the research findings. This research used descriptive quantitative method with 176 students of SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang as subjects. The research instrument was an adoption of a previously developed instrument, referring to Devito's interpersonal communication theory. The results showed that the majority of students had interpersonal communication skills in the low category, indicating an urgent need for the development of these skills through targeted interventions. In conclusion, improving students' interpersonal communication skills can be done through guidance and counseling programs based on effective communication training, peer counseling, and technology integration in the learning process. This study recommends the importance of collaboration between counselors, teachers, and parents in creating an environment that supports the development of communication skills. Further studies are recommended to explore specific factors that influence student communication to strengthen the effectiveness of future interventions. AbstrakKemampuan komunikasi interpersonal merupakan keterampilan penting yang mendukung keberhasilan siswa baik dalam aspek sosial maupun akademik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi siswa, yang dapat menghambat interaksi efektif dan kolaborasi dalam berbagai konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan temuan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 176 siswa SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Instrumen penelitian merupakan adopsi dari instrumen yang dikembangkan sebelumnya, merujuk pada teori komunikasi interpersonal Devito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan komunikasi interpersonal pada kategori rendah, yang mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk pengembangan keterampilan ini melalui intervensi yang terarah. Kesimpulannya, peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa dapat dilakukan melalui program bimbingan dan konseling berbasis pelatihan komunikasi efektif, peer counseling, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan komunikasi. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi komunikasi siswa guna memperkuat efektivitas intervensi di masa mendatang.
Hubungan Self-efficacy dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kencono, Sekar Lintang; Napitupulu, Zefanya Angelique; Abqori, Ahmad Zaka; Fatiha, Shallaisya Ainnur; Vardia , Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p571-579

Abstract

Academic achievement stated as one of the indicators of study success. One of the factors that influence academic achievement is self-efficacy. Self-efficacy is a psychological aspect that exists within individuals to succeed. High and low self-efficacy can be related to individual achievement or success. The aim of this study is to determine the relationship between self-efficacy and academic achievement in students, specifically students at the State University of Malang. This study uses a quantitative approach with correlational research methods. The sampling technique used was simple random sampling with a total of 165 participants involved. The instrument used was The Academic Self-efficacy Scale (TASES) developed by Sagone & Caroli (2014) which has been adapted. From the correlation coefficient test using SPSS 25, r=0.291 was obtained with a significance value of 0.000 (p>0.05). The results of this study indicate that there is a positive relationship with a weak degree of relationship between self-efficacy and learning achievement. AbstrakPrestasi akademik dinayatakan sebagai salah satu indikator keberhasilan studi. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik adalah self-efficacy. Self-efficacy merupakan aspek psikologis yang ada dalam diri individu untuk berhasil. Tinggi rendahnya self-efficacy dapat berhubungan dengan prestasi atau keberhasilan individu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan self-efficacy dengan prestasi akademik pada mahasiswa, secara khusus mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan total partisipan yang terlibat sebanyak 165 orang. Instrumen yang digunakan adalah The Academic Self-efficacy Scale (TASES) yang dikembangkan oleh Sagone & Caroli (2014) yang telah diadaptasi. Dari uji koefisien korelasi menggunakan SPSS 25, diperoleh r=0,624 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dengan derajat hubungan yang lemah antara self-efficacy dan prestasi belajar.
Efek Latar Lingkungan Belajar terhadap Capaian Akademik Matematika Siswa Sekolah Dasar Rizky, Maulana; Kinanthi, Puan Sayidina Massayu; Aziz, Rafi Raihan; Ramdhaniyya; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p580-590

Abstract

Based on PISA 2022 data, as many as 82% of participating countries, including Indonesia, experienced a decline in mathematics competency scores. In Indonesia, around 71% of students do not achieve minimum competency in mathematics, and 81.67% of elementary school students have below-average mathematical problem-solving abilities. One of the factors that hinders student learning achievement is boredom. Previous research has shown that creating a new and interactive learning environment can reduce boredom. Therefore, this study aims to identify the effectiveness of indoor and outdoor learning environments on elementary school students' academic achievement in mathematics. This study uses an experimental quantitative design with a two-group matched independent measure approach to compare the two learning environments, namely indoor and outdoor environments. The results showed no significant difference between indoor and outdoor learning environments on students' academic achievement. Statistical analysis produced a t value of 0.307 and a Sig value (2-tailed) of 0.760 (p> 0.05), which means that both learning environments have the same effect on students' academic achievement in mathematics. These findings indicate that the learning environment, both indoor and outdoor, does not significantly affect elementary school students' learning outcomes in mathematics. AbstrakBerdasarkan data PISA 2022, sebanyak 82% negara peserta, termasuk Indonesia, mengalami penurunan skor kompetensi matematika. Di Indonesia, sekitar 71% siswa tidak mencapai kompetensi minimum dalam matematika, dan 81,67%, siswa SD memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis di bawah rata-rata. Salah satu faktor yang menghambat capaian belajar siswa adalah kebosanan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan belajar baru dan interaktif dapat mengurangi kebosanan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik matematika siswa SD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan two-group matched independent measure untuk membandingkan antara lingkungan indoor dan outdoor. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik siswa. Analisis statistik menghasilkan nilai t sebesar 0.307 dan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.760 (p > 0.05), yang berarti kedua lingkungan belajar memiliki efek yang sama terhadap capaian akademik matematika siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan belajar, baik indoor maupun outdoor tidak secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa SD dalam mata pelajaran matematika.
From Empty Nest to New Beginnings: Kehidupan yang Memuaskan bagi Orang Tua Paruh Baya Aurilio, Fraditya Lexcy; Heryanti, Amanda Putri; Danish, Aqila Permata Amara; Alayubi, Muhammad Sifa; Masruroh, Noviana Dawil; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p591-604

Abstract

This study aims to explore the experiences of middle-aged parents who face the empty nest phase when their children leave home. The method used in this research is through a qualitative approach with online interviews with participants who fit the research criteria, namely aged 40 to 65 years. The results showed that the empty nest phase is often accompanied by feelings of loss and loneliness but also provides opportunities to achieve new life satisfaction. This study identifies the challenges faced by parents in adjusting to changing roles and responsibilities, as well as the psychological impacts that arise, such as empty nest syndrome. The findings are expected to provide insights and solutions for middle-aged parents in dealing with this life transition, so that they can achieve a more fulfilling life after being left behind by their children. As such, this study contributes to the understanding of the psychological impact of the empty nest phase, as well as the importance of providing social support, positive activities, and a good state of spirituality in overcoming these challenges. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua paruh baya yang menghadapi fase empty nest ketika anak-anak mereka meninggalkan rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dalam jaringan terhadap partisipan yang sesuai dengan kriteria penelitian yakni berusia 40 hingga 65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase empty nest seringkali disertai dengan perasaan kehilangan dan kesepian, namun juga memberikan peluang untuk mencapai kepuasan hidup yang baru. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam menyesuaikan diri dengan perubahan peran dan tanggung jawab, serta dampak psikologis yang muncul, seperti sindrom kekosongan sarang atau disebut dengan empty nest syndrome. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi bagi orang tua paruh baya dalam menghadapi transisi kehidupan ini, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih memuaskan setelah ditinggal oleh anak-anak mereka. Penelitian ini juga menemukan pemahaman tentang pentingnya memberikan dukungan sosial, dan mengikuti kegiatan yang positif, serta kondisi spiritualitas yang baik dalam mengatasi tantangan pada fase tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 4