cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 11 (2025)" : 5 Documents clear
Studi Psikologis: Makna Merokok pada Remaja Perempuan Rahmaningtyas, Bestila; Haq, Dinda Zahra Dhiyaul; Ramadhani, Erinna Fayza; Tiara, May Alvina Hesti; Armalid, Ikhwanul Ihsan
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p648-660

Abstract

Smoking behavior among adolescent girls is an increasingly prevalent phenomenon influenced not only by environmental factors but also by psychosocial dynamics and the process of identity formation. This study aims to explore the meaning of smoking behavior among adolescent girls from a psychological perspective within Erikson’s developmental framework of identity versus role confusion. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved four female participants aged 16–19 years who were active smokers in Malang City. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that smoking is perceived as a form of identity exploration, a coping mechanism for emotional pressure, an effort to gain social acceptance, and an expression of autonomy, while also reflecting conflicts between societal values and peer group norms. This study is expected to provide an in-depth understanding of the psychological dynamics and value conflicts experienced by adolescent girls, thereby contributing to the development of more targeted mental health interventions. A limitation of this study is the small number of participants, which limits the representation of diverse backgrounds among adolescent girls. Therefore, future research is recommended to involve more diverse samples to enrich the understanding of this phenomenon. AbstrakPerilaku merokok pada remaja perempuan merupakan fenomena yang semakin meningkat dan dipengaruhi tidak hanya oleh faktor lingkungan, tetapi juga oleh dinamika psikososial serta proses pencarian identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna perilaku merokok pada remaja perempuan dari perspektif psikologis dalam konteks teori perkembangan Erikson tahap identitas vs kebingungan peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan empat partisipan perempuan berusia 16–19 tahun yang merupakan perokok aktif di Kota Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok dimaknai sebagai bentuk pencarian jati diri, mekanisme koping terhadap tekanan emosional, upaya untuk diterima dalam lingkungan sosial, serta ekspresi kemandirian dan juga konflik antara nilai sosial masyarakat dan norma kelompok sebaya. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika psikologis dan konflik antara nilai masyarakat dengan norma kelompok sebaya yang dialami remaja perempuan, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi kesehatan mental yang lebih tepat sasaran. Batasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang terbatas sehingga belum merepresentasikan keragaman latar belakang remaja perempuan secara luas. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi penelitian selanjutnya untuk melibatkan subjek yang lebih beragam untuk memperkaya pemahaman fenomena ini.
Eksplorasi Interaksi Mahasiswa Psikologi Dengan AI (Artificial Intelengence): Studi Fenomenologi Terhadap Pengembangan Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran Kumalasari, Norma Dian; Nande, Sherafie Sharon Sanggalangi; Ardini, Sherly Audhea; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p619-637

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology has yielded significant impacts and benefits, particularly within the domain of education and learning. The integration of AI influences critical thinking performance, an essential competency required by students throughout the learning process. Nonetheless, current observations indicate a growing phenomenon where students are increasingly becoming active users of AI technology as an academic aid. This study, therefore, aims to investigate in depth the Critical Thinking Performance of students from the Faculty of Psychology at the State University of Malang concerning the use of AI tools. This research adopted a qualitative phenomenological research method, employing purposive sampling for informant selection and interviews as the primary data collection technique. The findings reveal that the complexity of students' critical thinking performance is stimulated by several key factors. These factors include the level of difficulty of assigned tasks, the students' individual capacity and problem-solving skills, and the contribution of students' self-esteem during the process of completing academic tasks with AI assistance. This conclusion highlights a complex interaction among AI technology, students' personal characteristics, and the manifestation of their critical thinking abilities. AbstrakBerkembangnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak dan manfaat signifikan, terutama dalam ranah pendidikan dan pembelajaran. Kehadiran AI ini memengaruhi performansi berpikir kritis, sebuah kemampuan esensial yang sangat dibutuhkan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Namun, fenomena menunjukkan bahwa semakin banyak mahasiswa menjadi pengguna aktif teknologi AI sebagai alat bantu akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara mendalam Performansi Berpikir Kritis Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dalam konteks penggunaan alat bantu AI. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan informan dan wawancara sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kompleksitas performansi berpikir kritis mahasiswa distimulasi oleh beberapa faktor kunci. Faktor-faktor tersebut meliputi level kesulitan tugas yang harus diselesaikan, kapasitas dan keterampilan pemecahan masalah individual yang dimiliki mahasiswa, serta kontribusi self-esteem (harga diri) mahasiswa selama proses penyelesaian tugas-tugas akademik dengan bantuan AI. Temuan ini menyoroti interaksi kompleks antara teknologi AI, karakteristik personal mahasiswa, dan manifestasi kemampuan berpikir kritis mereka.
Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Gamifikasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Kota Tomohon Siregar, Dina Mariana; Febrianto, Rachman; Paparang, Hessel Zakharia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p661-668

Abstract

Rapid development of digitalization in education necessitates the implementation of innovative learning strategies that can enhance students’ active engagement and support the achievement of optimal learning outcomes. One approach considered relevant in this context is gamification-based learning, which is designed to create a more interactive, engaging, and motivating learning environment. This study aims to empirically examine the effect of gamification learning methods on the learning motivation of senior high school students in Tomohon City. The study employed a quantitative approach with a correlational survey design and simple regression analysis. The research population consisted of senior high school students in Tomohon City, with a sample of 169 respondents. The research instruments included Likert-scale questionnaires measuring learning motivation and gamification-based learning, with response options ranging from 1 to 5. Data analysis was conducted using SPSS version 24. The results indicate that gamification-based learning methods influence students’ learning motivation. The Kolmogorov–Smirnov normality test showed p = .02 (< 0.05), while the R² value of 0.091 indicates that gamification accounts for 9.1% of the variance in learning motivation. These findings suggest that gamification has the potential to serve as an alternative learning strategy in the digital era, although further development is needed to achieve greater effectiveness. AbstrakPerkembangan digitalisasi pendidikan menuntut penerapan strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan dalam konteks tersebut adalah pembelajaran berbasis gamifikasi, yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan memotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik pengaruh metode pembelajaran gamifikasi terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey korelasional dan teknik analisis regresi sederhana. Populasi penelitian mencakup siswa SMA di Kota Tomohon, dengan sampel sebanyak 169 responden. Instrumen penelitian berupa skala Likert motivasi belajar dan pembelajaran gamifikasi dengan rentang skor 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran gamifikasi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Uji normalitas Kolmogorov–Smirnov menunjukkan nilai p = .02 (< 0,05), sedangkan nilai R² sebesar 0,091 mengindikasikan bahwa gamifikasi berkontribusi sebesar 9,1% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa gamifikasi berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran di era digital, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya.
Nilai-Nilai dan Praktik Bisnis Etnis Tionghoa di Indonesia: Studi Literatur berdasarkan Teori Schwartz Wijaya, Bagus Adinata Atmaja Sateng
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p609-618

Abstract

The Chinese ethnic group is one of the immigrant ethnic groups that has mostly carried out trading activities since the 18th century in Indonesia, so they have a good economic situation and have quite a large influence on the country's economy. However, the economic gap between the Chinese ethnic group and the natives has caused some prejudice. This study aims to understand the values and cultural practices of the Chinese ethnic group in the context of business in Indonesia, so that it can reduce prejudice and promote better collaboration with the Chinese ethnic group. This study was conducted using a literature study method using Google Scholar as a database with the keywords "Chinese", "business", "Indonesia", and "entrepreneur". From 10 relevant studies, the results of the study show that the values that are prioritized in business are universalism, benevolence, achievement, and power. The philosophical basis of Chinese tradition that influences the business practices of the Chinese ethnic group in Indonesia is Daoism, Confucianism, Mohism, and Legalism. In conclusion, to build good business cooperation with ethnic Chinese, indigenous people can build trustworthy characters, improve their abilities, and maintain their good name. AbstrakEtnis Tionghoa merupakan salah satu etnis pendatang yang mayoritas melakukan aktivitas perdagangan dari abad ke-18 di Indonesia, sehingga memiliki keadaan ekonomi yang baik dan cukup besar pengaruhnya dalam ekonomi negara. Namun, kesenjangan ekonomi antara etnis Tionghoa dengan pribumi menyebabkan timbulnya prasangka buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai dan praktik budaya etnis Tionghoa dalam konteks bisnis di Indonesia, sehingga dapat mengurangi prasangka buruk dan mempromosikan kolaborasi yang lebih baik dengan etnis Tionghoa. Analisis data didasarkan pada teori Schwartz’s human value dan traditional Chinese culture. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan google scholar sebagai database dengan kata kunci “Chinese”, “business”, “Indonesia”, dan “entrepreneur”. Dari 10 penelitian yang relevan, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diutamakan dalam bisnis adalah universalism, benevolence, achievement, dan power. Dasar filosofis tradisi Cina yang memengaruhi praktik bisnis etnis Tionghoa di Indonesia adalah daoisme, konfusianisme, mohisme, dan legalisme. Oleh karena itu, untuk membangun kerja sama bisnis yang baik dengan etnis Tionghoa, masyarakat pribumi dapat membangun karakter yang dapat dipercaya, meningkatkan kemampuan diri, dan menjaga nama baik diri.
Eksplorasi Tradisi Ayun Bapukung dalam Pengasuhan Anak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Sari, Windy Septina; Pudjibudojo, Jatie K.; Tondok, Marselius Sampe; Hasanuddin, Amalia Soraya
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p638-647

Abstract

Bapukung is a unique tradition of the Banjar people in South Kalimantan that has been passed down through generations, involving putting a baby to sleep in a sitting position within a cloth cradle wrapped with a long fabric. It is believed that this practice helps babies sleep soundly, reduces fussiness, and supports physical development by strengthening the neck, spine, and posture, and providing a sense of security and comfort. This study aims to explore the cultural meanings, emotional significance, and psychological values embedded in the Bapukung tradition, particularly in relation to child well-being and parental mental health. The methodology employed in this study is a literature review, which involves systematically searching for and critically evaluating relevant sources from academic journals and published papers. The results revealed that beyond health benefits, Bapukung positively impacts a child’s intelligence by promoting quality sleep and establishing healthy sleep patterns. The rocking motion mimics being cradled, offering tranquillity even in noisy environments, and eases parents to care for the baby while managing other activities. Spiritual values such as reciting dzikir and hymns accompany the practice, adding moral and educational dimensions. With its numerous benefits, Bapukung deserves preservation as a cultural heritage that supports holistic child-rearing. AbstrakBapukung adalah tradisi unik masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun-temurun, dengan menidurkan bayi dalam posisi duduk di dalam buaian kain yang dibalut menggunakan kain panjang. Praktik ini dipercaya membantu bayi tidur lebih nyenyak, mengurangi rewel mendukung perkembangan fisik dengan memperkuat leher, tulang belakang, dan postur tubuh serta memberikan rasa aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna budaya, nilai emosional, dan nilai psikologis yang terkandung dalam tradisi bapukung, khususnya kaitannya dengan kesejahteraan anak dan kesehatan mental orang tua. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, yaitu dengan melakukan penelusuran sistematis serta evaluasi kritis terhadap sumber-sumber relevan dari jurnal akademik dan publikasi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa selain manfaat kesehatan, bapukung juga berdampak positif pada kecerdasan anak melalui kualitas tidur yang baik dan pembentukan pola tidur yang sehat. Gerakan mengayun meniru rasa dipeluk, memberikan ketenangan bahkan di lingkungan yang bising. Tradisi ini juga meringankan tugas orang tua,memungkinkan mereka merawat bayi sambil tetap menyelesaikan aktivitas lain. Nilai spiritual seperti pembacaan dzikir dan nyanyian turut mengiringi praktik ini, menambah dimensi moral dan pendidikan. Dengan berbagai manfaat tersebut, bapukung layak dilestarikan sebagai warisan budaya yang mendukung pola pengasuhan anak secara holistik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5