cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2" : 30 Documents clear
Efektivitas Teknologi Pengendalian dalam Menekan Hama Penyakit Kedelai di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan Syahri Syahri; Renny Utami Somantri; Juwedi Juwedi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.282

Abstract

Peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan perluasan areal tanam melalui pemanfaatan lahan pasang surut. Kedelai rentan terhadap serangan OPT sehingga stabilitas hasilnya rendah. Diperlukan teknologi pengendalian yang efektif untuk menekan kehilangan hasil. Tujuan penelitian untuk menguji beberapa paket teknologi pengendalian OPT kedelai di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di lahan petani seluas 1,5 ha di Desa Banyuurip, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama yakni varietas kedelai (V) yang terdiri atas: V1= Gepak Kuning; V2= Anjasmoro, V3= Panderman. Anak petak yakni perlakuan pengendalian (P) yang terdiri dari: P1=kontrol penyakit, P2=biopestisida, P3= kontrol hama, P4=pestisida kimia. Setiap perlakuan disusun dalam 3 kelompok. Biopestisida yang digunakan berbahan aktif Beauveria bassiana dan Trichoderma spp., sedangkan pestisida mengikuti anjuran Komisi Pestisida. Beberapa OPT penting yang menyerang diantaranya ulat grayak, ulat jengkal, penghisap polong, bercak daun, dan karat daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pestisida kimia (P4) memberikan intensitas serangan ulat grayak terendah (0,3%), sedangkan serangan ulat jengkal terendah terjadi pada perlakuan kontrol penyakit (P1) yakni hanya 6,7%. Cara pengendalian yang cukup efektif dalam mengendalikan penyakit karat daun yakni penggunaan biopestisida berbahan aktif Trichoderma spp. yang mampu menekan serangan penyakit hingga 0% pada 8 MST. Varietas Gepak Kuning (V1) dan Panderman (V3) relatif tahan terhadap OPT sehingga sangat potensial untuk ditanam di daerah endemis. Penanaman varietas Panderman (V3) pada berbagai cara pengendalian memberikan pengaruh yang nyata dalam mengendalikan penyakit karat daun, serta sangat efektif menekan serangan ulat grayak jika dikombinasikan dengan penggunaan pestisida kimia (V3P4).
Respon Pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Terinfeksi Penyakit Embun Tepung Terhadap Aplikasi Cendawan Endofit Lidya Herlina Siadari; Tunjung Pamekas; Nadrawati Nadrawati
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.283

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu jenis tanaman semusim yang masuk ke dalam family Cucurbitaceae. Salah satu penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman melon adalah penyakit embun tepung. Serangan yang tinggi akibat penyakit ini akan mempengaruhi aktifitas fotosintesis dan pertumbuhan dari tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cendawan endofit hasil koleksi Laboratorium Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu terhadap pertumbuhan tanaman melon yang terinfeksi penyakit embun tepung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan isolat cendawan endofit dan 1 kontrol. Cendawan endofit yang digunakan sebanyak adalah hasil seleksi patogenisitas pada penelitian sebelumnya. Aplikasi cendawan endofit pada tanaman dilakukan dengan menyiramkan suspensi endofit di sekitar perakaran tanaman sebanyak 10 ml per tanaman dengan kerapatan 106 spora/ml. Cendawan endofit diaplikasikan sebanyak 10 ml per tanaman dengan cara di semprotkan pada permukaan daun. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, suhu dan kelembaban sampai pengamatan 4 MSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada respon pertumbuhan tanaman melon antara perlakuan. Namun saat tanaman berusia 4 MSI terjadi peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pada perlakuan C4 (Aspergilus sp.) yang lebih baik dari pada kontrol yaitu mencapai 115 cm dengan jumlah daun sebanyak 15 helai
Korporasi Petani Sorghum sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional Ari Susanti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.284

Abstract

Indonesia adalah negara pengimpor gandum terbesar dunia sebagai bahan dasar tepung terigu. Kebutuhan terigu nasional mencapai angka 10-11 juta ton/tahun terganggu sejak pecah perang Rusia dan Ukraina dimana kedua negara tersebut adalah produsen gandum dunia. Pemerintah berinisiatif mengembangkan tanaman sorgum sebagai pengganti gandum. Akselarasi budidaya sorgum dilakukan pemerintah dengan menggandeng pihak swasta yang telah ditunjuk, salah satunya adalah PT H2O (Holistic Health business Opportunity) Group Indonesia. Dalam gagasannya, PT H20 mengembangkan kawasan pertanian sorgum berbasis korporasi petani dengan pilot project di Kawasan Semarijo (Desa Sumberjati, Desa Rejosari, Desa Manting dan Desa Jembul), Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini membahas tentang korporasi petani yang dikembangkan oleh PT H2O Group Indonesia. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data sebanyak-banyak dengan teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam dan ob-servasi lapangan selama 3 bulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kawasan pertanian sorgum dengan model korporasi petani sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Ker-jasama dengan berbagai mitra seperti Kementerian Pertanian yang memfasilitasi bibit unggul sorgum Soper 9 Agritan, Perhutani yang menyediakan lahan seluas 500 Ha, Pengusaha dalam menyediakan pupuk organik cair dan memasarkan produk, Bank dalam memberikan kredit pinjaman baik kepada petani maupun pengusaha, serta pemerintah daerah setempat yang mendukung program pemerintah dalam pengembangan sorgum di Indonesia. Adapun kendala yang ditemui di lapangan adalah pengetahuan petani tentang budidaya sorgum yang bernilai ekonomis tinggi masih rendah. Melalui sosialisasi, stigma tersebut dapat diubah dari pesimis menjadi optimis. Selain itu dalam upaya menjaga produktivitas sorgum, petani mendapatkan saham pabrik sebesar 30% mampu memacu semangat petani untuk terus mengembangkan sorgum sebagai penyangga ketahanan nasional
Analisis Usaha Tani Sistem Integrasi Padi Ternak (SIPT) pada Kelompok Tani Sukamaju Kabupaten Sidenreng Rappang Minaryanti Tulele; Rawasiah Rawasiah; Abdul Azis Ambar
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.285

Abstract

Pertanian terpadu pada hakekatnya adalah memanfaatkan potensi energi sehingga dapat dipanen secara seimbang. Sumber daya usaha pertanian terutama padi dan sapi merupakan komoditas ekonomi yang ditetapkan sebagai komoditas unggulan dan sangat potensial untuk dikembangkan secara terpadu di Kabupaten Sidrap. Sistem Integrasi Padi Ternak (SIPT) merupakan alternative dalam meningkatkan produksi padi, daging, susu dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keuntungan usahatani integrasi tanaman padi dengan ternak sapi dan kelebihan serta kekurangan SIPT pada kelompok tani sukamaju. Metode yang digunakan adalah metode pengkajian dengan dua kelompok perlakuan, yaitu pola integrasi dan pola non-integrasi. Hasil analisis usahatani padi menunjukkan pendapatan yang diperoleh pada pola integrasi Rp 12.900.000 lebih tinggi daripada non integrasi yakni Rp 10.342.500, dengan nilai R/C sebesar 2,1. Pendapatan dari usaha ternak sapi sebanyak 10 ekor yang dipelihara selama tiga bulan pola integrasi dengan memanfaatkan dedak dan jerami padi sebesar Rp 248.733.332, sedangkan non integrasi dari 9 ekor sapi, pendapatannya sebesar Rp 100.950.000. Nilai R/C pada pola integrasi 2,6, sedangkan non integrasi 2,3. Total pendapatan usahatani integrasi (1 ha sawah +10 ekor sapi) sebesar Rp 194.233.332, penerimaan Rp 361.440.000, dan biaya Rp 167.206.668, dengan nilai R/C rasio 2,16. Usahatani integrasi padi-sapi dapat meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp 36.990.832 (23,51%) dengan skala luas tanam padi 1 ha dan 10 ekor sapi. Penerapan SIPT mampu memberikan keuntungan karena penggunaan pupuk kandang yang bisa meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut agar semua anggota kelompok tani Sukamaju dapat melakukan program SIPT
Aplikasi Starter Bakteri Asam Laktat Bentuk Sel Bebas Pada Fermentasi Kopi Arabika Argopuro Sony Suwasono; Ardiyan Dwi Masahid; Rahmania Intan Putri Pertiwi; Djoko Soemarno
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.286

Abstract

Peningkatan kualitas kopi arabika Argopuro dapat dilakukan dengan perbaikan fermentasi dengan penambahan starter. Salah satunya dengan aplikasi starter sel bebas bakteri asam laktat (BAL) pada fermentasi biji kopi guna meningkatkan aktivitas mikroorganisme dan jumlah asam organik yang dihasilkan. Asam laktat akan meningkatkan keasaman sehingga biji kopi yang dihasilkan lebih tahan terhadap mikroorganisme patogen dan memiliki cita rasa yang lebih baik. Bakteri yang digunakan adalah L. plantarum (Lp), L. rhamnosus (Lr), L. johnsonii (Lj), dan L. fermentum (Lf) dengan variasi F0 (Lp 0% + Lr 0% + Lj 0% + Lf 0%), F1 (Lp 40% + Lr 40% + Lj 10% + Lf 10%), F2 (Lp 30% + Lr 30% + Lj 20% + Lf 20%), F3 (Lp 20% + Lr 20% + Lj 30% + Lf 30%), F4 (Lp 10% + Lr 10% + Lj 40% + Lf 40%). Pengamatan meliputi pertumbuhan populasi mikroorganisme selama fermentasi, berat biji, total asam laktat, kadar air, kadar kafein, dan citarasa biji kopi sangrai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot biji kopi kering antara 0,179 – 0,191 g. Nilai total asam biji kopi antara 0,25 – 0,35%. Nilai kadar air biji kopi antara 11,71 – 12,30%. Kandungan kafein biji kopi antara 0,47 - 0,96%. Uji cita rasa biji kopi Arabika Argopuro menunjukkan skor lebih dari 80 dan bisa masuk dalam kategori kopi spesialti.
Relasi Sosial Petani dalam Struktur Jaringan Kelembagaan Agribisnis Sayur Daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember Diah Puspaningrum; Sri Subekti; Lenny Luthfiyah; Aryo Fajar Sunartomo; Tazkia Nurfauziana
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.287

Abstract

Desa Sukorambi sebagai sentra komoditas unggulan sayur dan telah menjadi icon di Kabupaten Jember. Desa Sukorambi adalah pemasok atau supply tanaman sayur daun terbesar di Kabupaten Jember. Komoditas sayuran yang saat ini banyak dikembangkan di Desa Sukorambi adalah kangkung, sawi daging, kenikir, kemangi, sawi marakot, bayam. tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis struktur jaringan kelembagaan agribisnis sayur daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember; 2) untuk menganalisis relasi sosial petani sayur daun pada struktur kelembagaan agribisnis sayur daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive dan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam (indepht interview), observasi, dan dokumen. Analisis data menggunakan analisis data interaktif dari Miles dan Hubberman. Keabsahan data dilakukan secara triangulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1. Kelembagaan agribisnis yang terlibat dalam usahatani sayur di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember yaitu i) Subsistem Sarana Produksi terdiri dari Kios Pertanian UD. Hidayah, Kelompok Tani, dan Gapoktan Sukorambi Bangkit; ii) Subsistem Produksi terdiri dari Kelompok Tani, Gapoktan Sukorambi Bangkit dan HIPPA Sukomakmur; iii) Subsistem Pasca Panen dan kegiatan Pengolahan Hasil terdiri dari Petani dan juga Tengkulak; iv) Subsistem Pemasaran terdiri dari Tengkulak; serta v). Subsistem Pendukung terdiri dari Pemerintah Desa Sukorambi dan Penyuluh Pertanian. Sedangkan 2. Relasi sosial petani dalam struktur kelembagaan agribisnis sayur buah adalah: 1) dalam subsistem sarana produksi terjadi relasi komunal, kolegal, dan dinamika kelompok dan antar kelompok; 2) dalam subsistem produksi adalah relasi kolegal, hirearkis dan dinamika kelompok; 3) dalam subsistem Pasca panen dan pengolahan hasil adalah relasi hirearkis; 4) dalam subsistem Pemasaran adalah relasi hirearkis serta 5) dalam subsistem penunjang relasi yang terjadi adalah relasi antar kelompok.
Efek Lama Penyimpanan Manisan Ceremai Terhadap Kadar Air, Organoleptik dan Mikrobiologi Regina I.M. BanoEt; Gabriela E. Hetharia; Yunaldy Teffu
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.288

Abstract

Teknologi pembuatan manisan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikroba perusak sehingga buah akan lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lama penyimpanan manisan ceremai (Phyllanthus acidus. L.) terhadap karakteristik kadar air dan or-ganoleptic serta mengetahui pengaruh lama penyimpanan pada total koloni mikroba. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap manisan ceremai dikemas mengunakan platik kemasan Standing pouch dengan 4 waktu perlakukan penyimpanan, P0 = 0 hari : P1 = 5 hari; P2 = 10 hari; P3 = 15 hari dan diuji Kadar Air, mikrobiologi dan Organoleptik. Perlakuan terbaik pada P1 dengan lama penyimpanan 5 hari dengan tingkat rata-rata kesukaan pada warna 4,250; aroma 4,300; rasa 3,817; tekstur 4,350.Memenuhi SNI kadar air maksimal 25% (b/b),nilai kadar air P1 sebesar 24,52% (b/b). Hasil penelitian juga menunjukkan kecil peningkatan total mikroba atau ALT .Hasil uji pada berbagai tingkat pengenceran walaupun pengenceran 10ˉ⁵ masih dalam batas wajar. Dapat dikatakan produk tersanitasi tinggi sehingga layak dikonsumsi.
Strategi Pengembangan Usaha Ikan Asin Kering di Desa Kronjo Menggunakan Metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Shinta Widyaningtyas; Iqlima Khoirun Nufus; Muhammad Arwani
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.289

Abstract

Desa Kronjo merupakan salah satu sentra penghasil ikan asin kering di Kabupaten Tangerang. Selain potensi perikanan, Desa Kronjo juga memiliki potensi wisata yaitu Pulau Cangkir. Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadikan produk ikan asin kering sebagai cinderamata wisata. Pengembangan usaha ikan asin di Desa Kronjo memiliki beberapa kendala diantaranya bergantung terhadap hasil tangkapan nelayan yang tidak pasti, proses pengeringan masih bersifat tradisional, serta pemasaran produk yang belum berkembang. Untuk itu diperlukan perumusan strategi pengembangan usaha ikan asin kering di Desa Kronjo. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk strategi pengembangan usaha antara lain dengan analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) sebagai alat untuk menentukan prioritas strategi terbaik. Hasil penelitian menunjukan usaha ikan asin kering memiliki 11 faktor internal dan 8 faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari 7 kekuatan dan 4 kelemahan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari 4 peluang dan 4 ancaman. Total skor untuk faktor internal sebesar 3,299 dan faktor eksternal sebesar 3,030 sehingga posisi usaha ikan asin kering di Desa Kronjo berada pada kuadran 1 (Grow and Build Strategy). Hasil metode QSPM menunjukkan prioritas strategi yang diterapkan pada usaha ikan asin kering di Desa Kronjo adalah mempertahankan kualitas produk dengan nilai Total Attractive Score (TAS) sebesar 6,007.
Determinan Pembangunan Ekonomi Pertanian di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Meisyaroh Catur Wulandari; Desy Fortuna Ratnasari; Faricha Karin Avida
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.290

Abstract

Pertanian artinya kegiatan yang beroutput menghasilkan bahan pangan, bahan baku, industri atau kebutuhan sumber energi. Keberlanjutan sektor pertanian sangat penting untuk dilihat sebab pertanian menjadi sektor primer untuk memenuhi hajat hidup banyak orang. Pada penelitian ini berfokus terhadap output sektor pertanian yang diukur melalui PDRB sektor pertanian. Lokasi penelitian meliputi 9 provinsi yang berada di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan tahun penelitian dari tahun 2018-2022. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui model penelitian terbaik serta melihat determinan yang memiliki pengaruh terhadap sektor pertanian. Model penelitian yang digunakan yakni dengan pendekatan model OLS (Ordinary Least Square) dan RLS (Robust Least Square). Hasil penelitian menunjukan model RLS sebagai model terbaik dengan nilai sebesar 86,3%. Melalui uji parsial, variabel luas panen, produktivitas padi, hasil produksi padi, dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap output sektor pertanian, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap output pertanian. Hal ini dilihat dari produktivitas tenaga kerja pertanian masih rendah untuk mengolah sektor pertanian.
Intensi Berwirausaha Petani Di Kota Tarakan Ahmad Mubarak; Fauzi Hidaya; Syarif Syarif
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.291

Abstract

Keinginan petani untuk berwirausaha berdampak pada kemampuan petani untuk membentuk usaha baru dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk hasil-hasil pertanian. Menumbuhkan niat berwirausaha petani merupakan sebuah solusi yang komprehensif dalam pembangunan pertanian di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tarakan Barat, Utara dan Timur kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani dalam membentuk intensi berwirausaha petani (2) mengetahui pengaruh antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani teehadap intensi berwirausaha petani. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 petani. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengujian model analisis data dengan analisis deskritif dan SEM menggunakan program AMOS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara norma subjektif dengan kompetensi kewirausahaan sangat kuat yaitu 0.510, dan karakteristik kewirausahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0,975, kompetensi kewirausahaan berpengaruh negatif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar -0,080, dan norma subjektif berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0.100.

Page 2 of 3 | Total Record : 30