cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 297 Documents
Determinan Pembangunan Ekonomi Pertanian di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Meisyaroh Catur Wulandari; Desy Fortuna Ratnasari; Faricha Karin Avida
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.290

Abstract

Pertanian artinya kegiatan yang beroutput menghasilkan bahan pangan, bahan baku, industri atau kebutuhan sumber energi. Keberlanjutan sektor pertanian sangat penting untuk dilihat sebab pertanian menjadi sektor primer untuk memenuhi hajat hidup banyak orang. Pada penelitian ini berfokus terhadap output sektor pertanian yang diukur melalui PDRB sektor pertanian. Lokasi penelitian meliputi 9 provinsi yang berada di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan tahun penelitian dari tahun 2018-2022. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui model penelitian terbaik serta melihat determinan yang memiliki pengaruh terhadap sektor pertanian. Model penelitian yang digunakan yakni dengan pendekatan model OLS (Ordinary Least Square) dan RLS (Robust Least Square). Hasil penelitian menunjukan model RLS sebagai model terbaik dengan nilai sebesar 86,3%. Melalui uji parsial, variabel luas panen, produktivitas padi, hasil produksi padi, dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap output sektor pertanian, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap output pertanian. Hal ini dilihat dari produktivitas tenaga kerja pertanian masih rendah untuk mengolah sektor pertanian.
Intensi Berwirausaha Petani Di Kota Tarakan Ahmad Mubarak; Fauzi Hidaya; Syarif Syarif
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.291

Abstract

Keinginan petani untuk berwirausaha berdampak pada kemampuan petani untuk membentuk usaha baru dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk hasil-hasil pertanian. Menumbuhkan niat berwirausaha petani merupakan sebuah solusi yang komprehensif dalam pembangunan pertanian di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tarakan Barat, Utara dan Timur kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani dalam membentuk intensi berwirausaha petani (2) mengetahui pengaruh antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani teehadap intensi berwirausaha petani. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 petani. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengujian model analisis data dengan analisis deskritif dan SEM menggunakan program AMOS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara norma subjektif dengan kompetensi kewirausahaan sangat kuat yaitu 0.510, dan karakteristik kewirausahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0,975, kompetensi kewirausahaan berpengaruh negatif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar -0,080, dan norma subjektif berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0.100.
Inundasi Agensia Hayati Corynebacterium Untuk Meningkatkan Hasil Berbagai Varietas Kedelai Di Daerah Endemik Penyakit Karat Gayuh Prasetyo Budi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.292

Abstract

The objective of this research was to study response of the growth, yield and the resistance of several soybean varieties to rust diseases.  The experimental research was conducted at Dukuhwaluh Village, Kembaran, Banyumas from November 2016 to July 2017.  The experiment used a Completely Randomized Design with 2 factors and 3 replications.  Factor 1. Soybean Variety, consisted of  : (V1) Detam 1, (V2) Detam 3, (V3) Detam 4, (V4) Dena 1, (V5) Dena 2, (V6) Baluran, (V7) Slamet, (V8) Anjasmoro  2. Corynebacterium, consisted of C0 : no applied corynebacterium , C1 : applied corynebacterium 3 times, C2 : applied corynebacterium 6 times.  The result showed that Slamet variety and Anjasmoro variety show the better yield than other.  Slamet variety and Anjasmoro variety can produce of seed weight : 23.46 g and 21.22 g per plant.  All varieties have disease susceptibility that is not significantly different.  Giving Corynebacterium 3 times and 6 times on soybean varieties can reduce the intensity of rust disease from 41.18% to 20.14% and 23.77%.  The two treatment factors did not show any real interaction with all observed variables
Analisis Kesesuaian Penerapan Higiene Sanitasi Pada Penyedia Jasaboga: (Studi Kasus Pendampingan Di UMKM Dapur Mamak Nia Kecamatan Waru) Nur Annisa; Marwati Marwati; Sulistyo Prabowo
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.294

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi dalam pendapatan nasional dan penerimaan lapangan pekerjaan. Ekonomi selama pandemi mengalami penurunan, tetapi UMKM adalah usaha yang dapat bertahan di masa krisis pandemi. Oleh karena itu upaya menggerakkan ekonomi lewat pemberdayaan UMKM dilakukan pemerintah. Munculnya potensi UMKM seiring dengan kelemahan yang dimiliki UMKM. Kelemahan yang paling sering terjadi adalah penerapan higiene sanitasi. Pemerintah, Lembaga Keuangan dan Institusi Pendidikan bekerja sama untuk melakukan program pengembangan dan perbaikan untuk UMKM yaitu per-baikan higiene sanitasi agar memudahkan pengurusan legalitas usaha. Dapur Mamak Nia adalah UMKM yang belum memiliki lisensi seperti laik higiene sanitasi. Oleh karena itu dil-akukan analisis untuk melihat sejauh mana UMKM ini menerapkan higiene sanitasi dan melihat kekurangan yang perlu diperbaiki agar memenuhi persyaratan higiene sanitasi jasaboga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer dari narasumber melalui observasi dan wawancara terbuka. Pada penelitian ini menggunakan form dari PERMENKES N0. 1096 Tahun 2011. Penggolongan jasaboga menggunakan form 12, ceklis kondisi menggunakan form 3, pemberian saran perbaikan untuk UMKM dan yang terakhir melihat kondisi akhir setelah diberikan perbaikan menggunakan form 3. Pendataan menghasilkan bahwa UMKM Dapur Mamak Nia membuat makanan untuk dikonsumsi masyarakat umum, masih menggunakan dapur rumah tangga yang sekaligus dapur UMKM, dikelola oleh pengusaha dengan bantuan tenaga kerja keluarga sendiri yang berarti termasuk jasaboga golongan A1. Kondisi Awal dengan bobot 49/70 dengan presentase 70% yang berarti belum memenuhi syarat. Setelah diberikan saran perbaikan, kondisi akhir dengan bobot 56/70 dengan presentase 80% yang berarti belum memenuhi syarat. Faktor yang menyebabkan penerapan belum terjadi adalah kurangnya pengetahuan dan finansial. Upaya per-baikan dilakukan sesuai kemampuan UMKM Dapur Mamak Nia walaupun belum bisa mengurus legalitas.
Kandungan Unsur N, P dan K Pada Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica) di Lima Lokasi Kebun Kopi Rakyat Kabupaten Bondowoso Muhammad Ghufron Rosyady; Dieni Risma Viani; Ketut Anom Wijaya; Distiana Wulanjari; Oria Alit Farisi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.295

Abstract

Kopi arabika merupakan salah satu komoditi perkebunan penopang ekonomi masyarakat Bondowoso. Produktivitas kopi arabika rakyat wilayah Kabupaten Bondowoso belum optimal. Pada tahun 2020, produktivitas kopi rakyat Bondowoso yaitu 0,33 ton/ha dibandingkan dengan produktivitas milik perkebunan nusantara (PTPN) Jawa Timur tahun 2013 yaitu 0,71 ton/ha. Hal ini disebabkan, sebagian besar petani tidak memiliki acuan sederhana dalam menentukan jumlah pupuk N, P dan K yang harus diberikan agar produktivitas stabil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan unsur hara N, P dan K yang dibawa oleh hasil panen buah kopi arabika untuk mengembangkan metode pemupukan N, P dan K yang lebih mudah dipahami oleh petani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor lima perlakuan. Penelitian dilakukan di Desa Kampung Baru Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso dengan ketinggian 1.050 s/d 1.500 meter diatas permukaan laut. Persiapan sampel buah dan kulit kopi dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso, sedangkan analisis kandungan N, P dan K pada tanah, biji dan kulit kopi dilakukan di Pusat Penelitian Sukosari PT. Perkebunan Nusantara. XI Kabupaten Lumajang. Faktor yang digunakan adalah perbedaan lokasi yang diberlakukan sebagai perlakuan yaitu terdiri dari 5 lokasi kebun (K) yaitu K1, K2, K3, K4, dan K5. Hasil analisis tanah pada 5 lokasi percobaan didapatkan jika kandungan unsur hara N, P dan K paada tanah secara umum pada level rendah-sangat rendah. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini, Kandungan unsur hara yang terdapat pada buah kopi arabika gelondong segar yaitu sebesar 28,11 g N/kg buah segar; 4,35 g P/kg buah segar; dan 27,5 g K/kg buah segar
Multiplikasi Tunas in vitro Sukun Bone (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) pada Media WP dengan Penambahan Sitokinin dan Adenin Sulfat Betalini Widhi Hapsari; Dyah Retno Wulandari; Deritha Ellfy Rantau; Erwin Al Hafiizh; Andri Fadillah Martin
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.297

Abstract

Sukun Bone (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) dikenal juga dengan nama Bakara, berasal dari Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu jenis sukun unggul. Tanaman ini termasuk ke dalam family Moraceae dan genus Artocarpus (Nangka-nangkaan). Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai sumber karbohidrat (buah) dan bahan obat (daun). Kultur tunas in vitro Sukun Bone dilakukan sebagai upaya perbanyakan secara cepat dan konservasi plasma nutfah. Tahap inisiasi kultur, pemanjangan tunas, dan perakaran sudah dapat dilakukan tetapi perbanyakan tunas secara massal (scale up) untuk produksi bibit masih menjadi kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan tunas in vitro Sukun Bone pada media perbanyakan massal yaitu media dasar WP dengan penambahan beberapa jenis sitokinin yaitu Benzil Amino Purin (BAP), Kinetin dan Tidiazuron (TDZ), serta Adenin Sulfat. Media perlakuan yang digunakan adalah media WP tanpa penambahan ZPT sebagai kontrol, WP + 2 mg/L BAP, WP + 2 mg/L BAP + 3 mg/L Kinetin, WP + 2 mg/L BAP + 0,4 mg/L TDZ, WP + 2 mg/L BAP + 2 mg/L Adenin Sulfat. Rancangan perlakuan menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor dengan 6 ulangan dari tiap perlakuan. Eksplan yang digunakan berupa tunas pucuk dengan tinggi 1,5 – 2 cm dan memiliki ± 3 buku. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama 8 minggu dengan parameter pengamatan berupa tinggi tunas, jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah buku. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah jenis media perlakuan yang berpotensi menghasilkan tunas paling banyak adalah media WP + 2 mg/L BAP + 3 mg/L Kinetin, yang menghasilkan rata-rata 5 tunas/eksplan dan dapat mencapai 8 tunas/eksplan dalam waktu 8 minggu. Respon lain yang tampak berbeda dari masing-masing media perlakuan adalah tunas tampak memiliki daun yang lebih besar pada media WP + 2 mg/L BAP + 2 mg/L Adenin Sulfat.
Peran Peternakan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia: Kondisi, Potensi, dan Peluang Pengembangan Desy Cahya Widianingrum; Rindi Wirantika Septio
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.298

Abstract

Sektor peternakan memberikan sumbangsih yang besar dalam mendukung ketahanan pangan terutama pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi saat ini, potensi, dan peluang pengembangan bidang peternakan dimasa depan. Metode dalam penyusunan naskah ini menggunakan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Data yang didapatkan, dirangkum dan dilaporkan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa Indonesia memiliki komoditas ternak yang cukup beragam diantaranya sapi potong, sapi perah, kambing (dwiguna), domba, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam buras, itik/ itik manila, kuda, babi, dan kerbau. Kebutuhan protein hewani masyarakat baik daging, telur, dan susu saat ini dilaporkan secara kuantitas berada diatas angka kemampuan produksi. Persebaran angka populasi ternak di masing-masing Provinsi Indonesia menggam-barkan potensi yang telah berjalan saat ini. Pengembangan potensi dapat dilakukan dengan upaya pengembangan budidaya ternak di daerah dengan angka populasi rendah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi pada daerah potensial mulai dikembangkan oleh beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta demi tercapainya program ini. Kesimpulan dari data diatas yaitu pemerataan budidaya peternakan sebagai langkah strategis diseluruh provinsi dapat dilakukan dengan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada daerah-daerah potensial.
Pertumbuhan Vegetatif Kacang Tanah Setelah Disimpan Empat Bulan Siti Muzaiyanah; Runik D Purwaningrahayu
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.299

Abstract

Penyimpanan benih merupakan upaya yang dilakukan untuk mengkondisikan bahan tanam selalu tersedia ketika dibutuhkan. Proses penyimpanan yang tepat akan menjadikan benih tidak banyak mengalami kemunduran meski dalam jangka waktu simpan yang lama. Kemunduran benih dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga penelitian ini dil-akukan untuk mempelajari hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga Maret 2023 di Kendalpayak Malang. Menggunakan Rancangan Acak kelompok yang diulang sebanyak lima kali dengan jenis varietas kacang tanah sebagai perlakuan. Adapun varietas kacang tanah yang digunakan antara lain Landak, Talam 1, Tasia 1, Badak, dan Hypoma 3. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang dengan suhu rata-rata antara bulan September 2022 sampai Desember 2022 berkisar antara 24,4 - 25,4˚C dan kelembapan udara yang berkisar antara 76,7%- 84,2%. Parameter yang diamati meliputi viabilitas (DK, LP, IKP), vigor (Kct) dan fase pertumbuhan vegetatif. Penyimpanan selama empat bulan tidak berpengaruh terhadap lama waktu fase vegetatif, artinya waktu yang dibutuhkan untuk melewati masa fase vegetatif tidak berbeda dengan masa pertumbuhan vegetatif kacang tanah secara umum
Ketahanan Lima Puluh Varietas Kedelai terhadap Infeksi Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi syd.) Emerensiana Uge; Eriyanto Yusnawan; Alfi Inayati
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.300

Abstract

Kedelai merupakan komoditas aneka kacang nomor satu di Indonesia. Kedelai digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe dan susu kedelai. Kandungan protein yang tinggi dan cita rasa yang enak pada olahan tempe menyebabkan komoditas ini, masih menjadi bahan baku utama. Produktifitas kedelai dapat terhambat oleh pengaruh faktor biotik, seperti serangan jamur patogen. Phakopsora pachyrhizi merupakan patogen penting pada tanaman kedelai dan menyebabkan penyakit karat. Infeksi patogen ini menyebabkan tanaman menguning dan menua dini, sehingga berpengaruh terhadap pembentukan polong dan biji. Penelitian ini menggunakan lima puluh varietas kedelai untuk melihat respon ketahanan varietas terhadap infeksi patogen. Infeksi dilakukan secara alami di lahan endemik penyakit karat pada awal musim kemarau. Pengamatan terdiri dari gejala, skroring serangan dan penentuan kriteria ketahanan menggunakan metode IWGSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh tujuh varietas yang memiliki tipe ketahanan rentan, dua varietas menunjukkan respon agak rentan, sembilan varietas menunjukkan respon agak tahan, dan dua belas varietas menunjukkan respon tahan. Varietas yang menunjukkan respon tahan adalah varietas kawi, mutiara 3, wilis, gepak kuning, dena 2, menyapa, detam 2, merbabu, argopuro, slamet dan pangorango. Informasi ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan tetua untuk perakitan varietas kedelai yang tahan penyakit karat daun.
Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Perumda Kahyangan Kebun Gunung Pasang Jember Nafisa Dyah Ayu Andharini Hidayatullah; Henik Prayuginingsih; Annisa Nurina Aulia
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.301

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang ikut terlibat secara langsung dalam menjalankan kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi yang baik dan memiliki citra positif di mata masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas sumber daya manusianya. Mendasar pada hal tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : (1) tingkat motivasi, pelatihan dan kinerja karyawan di Perumda kahyangan Kebun Gunung Pasang Jember; (2) untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja karyawan di Perumda kahyangan Kebun Gunung Pasang Jember. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 50 orang, terdiri dari 30 orang karyawan pabrik dan 10 orang karyawan kantor, serta 20 orang karyawan pengolahan. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor tingkat motivasi sebesar 3,849 kategori tinggi; skor pelatihan sebesar 4,095 kategori tinggi; skor kinerja karyawan 3,902 kategori tinggi. (2) pengaruh motivasi terhadap kinerja sebesar 78,50%; pengaruh pelatihan terhadap kinerja sebesar 0,001%; motivasi dan pelatihan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja sebesar 62,3% sedangkan 37,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di masukan di dalam model.