cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 297 Documents
Optimalisasi Produksi Dan Vigor Benih Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Melalui Teknik Pemangkasan Dan Pemberian Pupuk MAP Nugraha, Achmad Adithya Arya; Suroso, Bejo; Wijaya, Insan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu benih. Banyak petani masih menggunakan benih hasil tanam sendiri yang kualitasnya kurang terjamin, sehingga berdampak pada produktivitas. Upaya peningkatan mutu dan hasil dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, seperti pemangkasan dan pemberian pupuk. Pemangkasan berfungsi mengatur distribusi assimilate agar pertumbuhan generatif lebih optimal, sedangkan pupuk Monoammonium Phosphate (MAP) dipilih karena mengandung nitrogen dan fosfor yang berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, serta pengisian biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan, P1: pemangkasan cabang ruas 1–5, P2: pemangkasan pucuk ruas ke-12, dan P3: kombinasi P1 dan P2), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk MAP (M0: tanpa MAP, M1: 5 g/tanaman, M2: 15 g/tanaman, M3: 25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap umur berbunga, jumlah buah per tanaman, dan bobot 100 benih, serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap berat buah per tanaman dan bobot 100 benih, serta nyata (p<0,05) terhadap umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Tidak ditemukan interaksi signifikan antarperlakuan. Secara praktis, pemangkasan yang tepat dan pemberian pupuk MAP dosis 15 g/tanaman dapat meningkatkan produktivitas serta mutu benih mentimun, sehingga mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani dan industri benih
Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Buah Melon Golden Aroma Hidroponik di DCM Farm House Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran Anggraeni, Nasha Nur; Utami, Pujiati; Watemin, Watemin
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi konsumen merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu produk di pasar. Meskipun minat terhadap produk hortikultura seperti melon golden aroma hidroponik terus meningkat, belum banyak studi yang secara spesifik mengkaji pengaruh atribut produk seperti rasa, aroma, tekstur, ukuran, warna, dan harga terhadap preferensi konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di DCM Farm House Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran. Penelitian ini bertujuan untuk : 1.) Mengetahui atribut yang paling dipertimbangkan konsumen 2.) Mengetahui atribut yang menjadi kesukaan atau preferensi konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel non-probability sampling melalui teknik accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui pengaruh atribut terhadap preferensi konsumen, serta metode Multiatribut Fishbein untuk mengukur tingkat sikap konsumen terhadap masing-masing atribut produk. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Atribut buah melon golden aroma hidroponik yang paling dipertimbangkan yaitu rasa buah dan tidak terlalu dipertimbangkan yaitu harga buah. 2.) Hasil analisis Chi Square yaitu semuanya atribut signifikan atau berbeda nyata terhadap preferensi konsumen, nilai X2 hitung lebih besar dari X2 tabel, Kemudian untuk hipotesisnya yaitu H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikam terhadap preferensi konsumen dari berbagai atribut.
Risiko Produksi Usahatani Padi Di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil; Untari, Wiwik Sri; Puryantoro, Puryantoro
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan pertanian yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,. Penduduk di wilayah pedesaan seperti Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso mayoritas petani. Tantangan dalam produksi usahatani padi tersebut antara lain faktor benih, luas lahan, hama dan penyakit, ketersediaan pupuk, tenaga kerja, dan kurangnya penerapan teknologi yang dapat berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pada 93 petani sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikelompokkan pada tiga katagori luas lakan, yaitu 0,01-0,50 Ha, 0,501-1,00 Ha, dan 1.01-2,00 Ha. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien variasi sebagai tolok ukur tingkat risiko pada masing-masing katagori dan penerimaan usahatani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi pada kategori luas lahan 0,01-0,50 Ha sebesar 0,28 dengan penerimaan Rp. 2.557.070 ; luas lahan 0,501-1,00 Ha sebesar 0,13 dengan penerimaan Rp. 5.591.104 dan pada luas lahan 1,01-2,00 Ha sebesar 0,05 dengan penerimaan Rp. 8.010.780, berarti ketiga katagori berada pada tingkat resiko rendah, dimana tingkat resiko produksi menurun seiring dengan kenaikan katagori luas lahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen risiko dalam pertanian sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan petani secara lebih terarah, salah satu diantaranya dengan membuat sistem informasi petani. dengan melibatkan aspek kelembagaan dan akses pasar secara lebih komprehensif, serta pemantauan risiko secara berkala.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Terhadap Pemberian Berbagai Dosis Poc Azolla Dan Pupuk Kandang Kambing Setiawan, Muhammad Bilal Akbar
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik seperti Azolla dan pupuk kandang kambing berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.), namun dosis optimal dan interaksinya perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dosis pupuk organik cair (POC) Azolla dan pupuk kandang kambing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi buncis. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan (dosis POC Azolla: 240, 250, 260, 270 ml/tanaman; pupuk kandang kambing: 0, 3, 6, 9 kg/plot) dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, cabang primer, panjang buah, serta jumlah dan berat buah. POC Azolla 270 ml/tanaman signifikan meningkatkan jumlah daun dan cabang primer, sedangkan pupuk kandang kambing berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter vegetatif dan produksi, dengan dosis optimal 4,5 kg/m² (pertumbuhan) dan 3 kg/m² (produksi). Interaksi nyata teramati pada jumlah cabang primer 35 HST, dengan kombinasi A4K2 (270 ml Azolla + 3 kg/m² pupuk kandang) memberikan hasil terbaik. Kombinasi POC Azolla dan pupuk kandang kambing dapat meningkatkan produktivitas buncis, dengan rekomendasi dosis spesifik untuk target pertumbuhan atau hasil panen.
Uji Organoleptik dan Rendemen Produk Crackers Berbahan Baku Hidrolisat Ikan Tongkol Rita, Asih Imer; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol memiliki kandungan protein tinggi dan ketersediaan melimpah, menjadikannya bahan baku potensial untuk inovasi pangan bergizi. Salah satu bentuk pengolahan bernilai gizi adalah hidrolisat protein ikan tongkol, yang dapat diaplikasikan pada produk seperti crackers. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rendemen dan mutu organoleptik crackers dengan penambahan hidrolisat protein pada konsentrasi berbeda. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, dengan analisis data menggunakan Two Way ANOVA dan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan. Proses konversi hidrolisat cair menjadi bubuk melalui metode freeze drying menghasilkan rendemen sebesar 16,14% dari volume cair dan efisiensi total 21,44% dari berat fillet awal. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi 10% merupakan formulasi paling disukai panelis untuk atribut aroma, tekstur, rasa, dan penilaian keseluruhan, sedangkan atribut warna terbaik diperoleh pada konsentrasi 15%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan hidrolisat protein ikan tongkol dapat meningkatkan mutu sensori crackers, dan konsentrasi 10% menjadi formulasi paling optimal secara keseluruhan. Formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis protein ikan yang bernilai tambah.
Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Petelur di Resa Farm Desa Tutul Kec. Balung Kab. Jember. Salsabila, Aisyah; Widjayanti, Fefi Nurdiana; Aulia, Anisa Nurina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya Pentingnya subsektor peternakan dalam penyediaan protein hewani melalui telur ayam ras yang terjangkau. Produksi telur di Kabupaten Jember mengalami penurunan pada tahun 2024 akibat kenaikan harga pakan dan kendala teknis, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang tepat. Maka Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa strategi pengembangan usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Desa Tutul Kec. Balung Kab. Jember. agar menopang kebutuhan telur ayam di kabupaten jember. metode menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan purposive di peternakan ayam petelur Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember. menggunakan metode expert sampling. Hasil penelitian menggunakan hasil analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS menujukkan bahwa Peternakan Resa Farm berada pada kuadran I dengan rekomendaasi strategi agresif (Grow Oriented Stategy) Dan berdasarkan hasil kuadran dan Diagram SWOT menunjuukkan bahwa strategi prioritas yaitu SO (Strength, Opportunity) dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Di Kelompok Tani Tunas Muda Desa Tempuran Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Monikasari, Arista Putri; Dumasari, Pujiati Utami
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara dengan tujuan mengetahui peran penyuluh pertanian dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman cabai di Kelompok Tani Tunas Muda. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan skala Likert, menggunakan data primer dan sekunder. Sampel diambil secara sensus sebanyak 29 petani cabai anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, kegiatan penyuluh meliputi pertemuan rutin dan fasilitasi akses program pemerintah. Kendala utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan sarana produksi, kondisi iklim, dan serangan hama. Solusi yang diberikan penyuluh meliputi pelatihan teknologi, penyediaan benih, pupuk, pestisida, serta pengendalian hama. Analisis enam indikator menunjukkan bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas cabai di kelompok tani ini. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan yang intensif dan tepat sasaran dari penyuluh mampu membantu petani mengatasi hambatan produksi dan meningkatkan hasil panen.