cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 297 Documents
Permintaan Dan Penawaran Buah Di Wilayah Kota Kabupaten Jember Pada Masa Pandemi COVID 19 Nur Muhammad Ferdiansyah; Nurul Fathiyah Fauzi; Henik Prayuginingsih
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.731 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.68

Abstract

Buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu upaya guna meningkatkan imunitas tubuh agar tetap sehat pada masa pandemi covid-19. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan permintaan buah sebelum dan pada masa pandemi; (2) perbedaan penawaran buah sebelum dan pada masa pandemi; (3) hubungan antara permintaan, penawaran dan harga buah pada masa pandemi di wilayah kota Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang pembeli dan 10 orang pedagang di pasar tradisional, serta 20 orang pembeli pasar modern. Data dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak ada perbedaan permintaan buah yang signifikan pada pasar tradisional, sedangkan di pasar modern ada perbedaan signifikan pada taraf uji 5% sebelum dan pada masa pandemi, permintaan buah di pasar tradisional naik 1,07% sedangkan pada pasar modern naik 31,57% pada masa pandemi; (2) terdapat perbedaan penawaran buah yang signifikan pada taraf uji 5%, di pasar tradisional penawaran turun 27,97% pada masa pandemi, sedangkan penawaran di pasar modern tidak diketahui karena fihak manajemen tidak bersedia memberikan data; (3) terjadi kenaikan harga buah pada masa pandemi yang diakibatkan oleh kenaikan permintaan dan penurunan penawaran secara bersamaan.
Pengaruh Aspek Sosial Ekonomi Terhadap Preferensi Petani Pada Varietas Inpari 37 Diah Arina Fahmi; Sumarni Panikkai
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.359 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.69

Abstract

Tungro merupakan penyakit penting yang menjadi ancaman bagi produksi padi di Indonesia. Kerugian akibat penyakit Tungro telah berdampak pada produksi dan produktivitas padi nasional. Varietas Inpari 37 merupakan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk mengatasi serangan tungro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi petani terhadap varietas Inpari 37 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021. Sebanyak 58 petani padi di Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan yang ditentukan secara purposive sampling berkontribusi pada penelitian ini. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui preferensi petani terhadap varietas Inpari 37, sedangkan analisis regresi logistik binomial digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi petani terhadap varietas Inpari 37. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 petani responden, terdapat 9 orang (15,52) petani yang menyukai varietas Inpari 37, sisanya menyukai varietas yang lain. Faktor-faktor yang berkorelasi signifikan terhadap preferensi responden terhadap varietas Inpari 37 adalah umur, pendidikan, luas lahan, dan keanggotaan kelompok tani. Faktor lain yaitu status lahan, pendapatan, pengalaman usahatani dan kendala pembiayaan berkorelasi namun tidak signifikan.
Price Exploration of Various Insecticide Groups, Their Registered Crops and Insect Pest Species for Farmers’ Ignatius Putra Andika; Reza Fikri Alfaatah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.901 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.70

Abstract

Insecticides are hazardous substance that are often used in agriculture to reduce yield loss due to insect pest. Overuse of insecticide may result in detrimental effects to the environment and human health; thus, its use should be limited. Indonesian farmers still use insecticide making studies of their use to be required, especially on how farmers choose their insecticides. This study aimed to explore the price differences of insecticide based on insecticide group and their registered insect species and crops. Insecticide brands officially registered to the Ministry of Agriculture of Republic Indonesia were used in this study together with prices collected from the internet. Analysis was done for the top 10 crops registered by formulators, including chili pepper, shallot, rice, soybean, cabbage, cacao, palm oil, tomato, potato, and corn. Results showed that there were insignificant correlations between package and application price for most crops in this study, except cabbage and tomatoes. However, insecticides belonging to pyrethroid, organophosphate, and carbamate were clustered in an area of low application and package prices. Explorations based on insect species also showed that certain groups were cheaper than others when farmers are using insecticide at recommended dosages or concentrations and also according to registered crop and pest species. Price may become a factor for farmers to help decide what product. Therefore, there a merit further understanding currently distributed products while safer and novel management strategies are being developed and disseminated to farmers.
Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Ekosistem Sawah Tanpa Aplikasi Pestisida Elisurya Ibrahim; Wasis Senoaji
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.632 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.71

Abstract

Penggunaan pestisida pada produk pertanian semakin mengkhawatirkan, oleh karena itu dimasa yang akan datang diprioritaskan produk pertanian yang bebas pestisida. Salah satu produk pertanian yang banyak menggunakan aplikasi pestisida adalah tanaman padi. Tanpa aplikasi pestisida secara alami di alam, selalu ada faktor pembatas yang dapat menyeimbangkan ekosistem, salah satunya adalah musuh alami yang dapat menekan perkembangan populasi hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami pada lahan sawah tanpa aplikasi pestisida selama 1 tahun. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Loka Penelitian Penyakit Tungro, Lanrang Sidrap, Sulawesi Selatan dalam waktu sepanjang tahun 2018. Metode pengamatan adalah monitoring secara berkala setiap minggu menggunakan jaring serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata populasi hama tertinggi adalah Ulat Grayak (Lepidoptera : Noctuidae), rerata populasi musuh alami tertinggi adalah Kumbang Koksi (Coleoptera : Coccinellidae), rerata populasi parasitoid tertinggi adalah Lalat Tachnidae (Diptera : Tachnidae) dan indeks keanekaragaman (H’) tergolong sedang (2.463) yang menunjukkan bahwa kondisi ekosistem sawah tergolong stabil dan musuh alami masih bisa mengendalikan populasi hama.
Analisis Usahatani Jagung Di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Fefi Nurdiana Widjayanti; Cahyono Dwi Saputra; Nurul Fathiyah Fauz
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.3 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.72

Abstract

Jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi di Indonesia. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memproduksi jagung. Kecamatan Purwoharjo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang memproduksi Jagung cukup besar. Hal ini terbukti dari 8 desa yang ada di Kecamatan Purwoharjo dengan jumlah luas panen 934 ha mampu menghasilkan produksi sebesar 6.352,134 ton. Penelitian ini akan di laksanakan di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Lokasi penelitian di pilih secara sengaja (purposive). penelitin ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis keuntungan usahatani jagung (2) Menganalisis efisiensi biaya usahatani jagung (3) Mengidentifikasi faktor-faktor apakah yang mempengaruhi produksi usahatani jagung Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling dan incidental sampling dengan jumlah responden 48 orang. Analisis data menggunakan analisis keuntungan, efisiensi biaya (R/C Ratio), dan Analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keuntungan usahatani jagung rata-rata lahan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 5,969,889/ha pada tiap musim tanam, (2) Penggunaan biaya usahatani jagung menghasilkan nilai R/C ratio sebesar 2,58/ha pada tiap musim tanam, (3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan serta positif terhadap produksi usahatani jagung di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi adalah luas lahan dan jumlah pupuk sedangkan faktor benih, tenaga kerja, dan pestisida bersifat negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi usahatani jagung.
Efektifitas Pestisida Nabati Ekstrak Daun Pepaya Dan Kenikir Terhadap Intensitas Serangan Ulat Grayak (Spodoptera litura)vDan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Galuh Widya Nanda; Oktarina Oktarina; Hidayah Murtiyaningsih
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.145 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.73

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu masalah berat bagi petani tanaman sawi (Brassica juncea L.) adalah serangan hama. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) memiliki beberapa cara, salah satunya adalah menggunakan pestisida nabati. Daun pepaya (Carica papaya) dan kenikir (Cosmos caudatus) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dijadikan pestisida nabati. Tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan daun kenikir terhadap tingkat intensitas serangan Spodoptera litura dan hasil tanaman sawi. Serta interaksi perlakuan jenis dan konsentrasi ekstrak pestisida nabati yang paling efektif terhadap intensitas serangan hama Spodoptera litura dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Jember Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juli sampai September 2021 dengan ketinggian 89 mdpl. Rancangan yang digunakan RAK faktorial dengan 3 kali ulangan meliputi: faktor pertama jenis ekstrak: D1: Ekstrak Daun Pepaya, D2: Ekstrak Daun Kenikir, D3: Ekstrak Daun Papaya Dan Kenikir, faktor kedua konsentrasi ekstrak: K1: 20%, K2: 40%, K3: 60%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Pemberian perlakuan jenis ekstrak pestisida nabati daun pepaya dan kenikir berpengaruh terhadap intensitas serangan dan hasil tanaman sawi, perlakuan D3 (ekstrak daun pepaya dan kenikir) memiliki efektifitas terbaik terhadap intensitas serangan hama dan hasil tanaman sawi. Sedangkan konsentrasi ekstrak pestisida nabati daun pepaya dan kenikir berpengaruh terhadap intensitas dan hasil tanaman sawi, perlakuan K3 (60%) memiliki efektifitas terbaik terhadap intensitas serangan hama hasil tanaman sawi. Interaksi jenis dan konsentrasi ekstrak tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan hama. Namun, berpengaruh terhadap hasil tanaman sawi dan perlakuan D1K3 (ekstrak daun pepaya 60%) merupakan perlakuan dengan efektifitas terbaik terhadap hasil tanaman sawi.
Analisis Perubahan Iklim dan Indikator Makroekonomi Terhadap Produktivitas Ubi Kayu Adiet Try Waluyo; Devidia Tri Ayudiansyah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.183 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.74

Abstract

Perubahan lingkungan dapat mempengaruhi produktivitas pertanian, termasuk pada produktivitas ubi kay di Indonesia. Perubahan iklim dan berbagai kondisi makroekonomi menjadi salah satu topik yang menarik dan kajian studi sejenis masih sangat terbatas, terutama dihubungkan dengan produktivitas ubi kayu di indonesia Secara empiris penelitian ini menggunakan data time series berupa data tahunan dimulai pada tahun 1993-2020. Fokus penelitian ini menggunakan metode Vector Autoregressive (VAR). hasil estimasi dari penelitian ini menunjukkan hasil berbeda terkait perubahan iklim dan indikator makroekonomi terhadap produktivitas ubi kayu di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis VAR dengan melihat respon Impulse Response Function (IRF) dan kontribusi Variance Decomposition (VD) menunjukkan bahwa perubahan suhu dan Foreign Direct Investment (FDI) memiliki hubungan yang positif terhadap produktivitas ubi kayu di Indonesia, sedangkan tingkat suku bunga memiliki hubungan negatif dengan produktivitas ubi kayu di Indonesia.
Invigorasi Osmoconditioning Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Kedelai Varietas Biosoy 1 Dengan Masa Simpan Lebih Dari 6 (Enam) Bulan Niyah Nala Kumala Sari; Bejo suroso; Insan Wijaya
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.639 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.75

Abstract

Benih kedelai cepat mengalami kemunduran apabila disimpan pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Invigorasi osmoconditioning merupakan salah satu teknik untuk memperbaiki mutu benih yang mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis larutan, lama proses invigorasi osmoconditioning serta interaksi antara jenis larutan dan lama proses invigorasi osmoconditioning dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai varietas Biosoy 1 dengan masa simpan lebih dari 6 ( enam) bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diteliti yaitu lama perendaman (L) dan jenis larutan invigorasi osmoconditioning (J). Faktor pertama lama perendaman sejumlah 3 taraf yaitu 3 jam (L1) , 6 jam (L2), dan 9 jam (L3). Sedangkan faktor kedua jenis larutan invigorasi osmoconditioning sejumlah 3 taraf yaitu Aquades (J0), KNO3 3% (J1) dan PEG 6000 15% (J2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal lama perendaman pada proses invigorasi osmoconditioning, yaitu perendaman selama 3 jam memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter viabilitas ( daya berkecambah) 50,00%. Faktor tunggal jenis larutan pada proses invigorasi osmoconditioning yaitu perendaman PEG 6000 15% memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter viabilitas (daya berkecambah) 51,67% , kecepatan tumbuh 11,63%, keserempakan tumbuh 38,75% dan potensi tumbuh maksimum 67,50%. Untuk interaksi lama perendaman dengan jenis larutan , perlakuan perendaman PEG 6000 15% selama 3 jam memberikan nilai yang terbaik terhadap parameter potensi tumbuh maksimum yaitu sebesar 73,75 %. Sedangkan parameter panjang akar dan hypokotil menunjukkan berbeda tidak nyata
Kajian Peranan Biopori Dan Intensitas Pemupukan Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Produksi Pepaya Calina Muhammad Juhan; Nanik Furoidah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.608 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.76

Abstract

Calina papaya is very popular with the public because of its rough, thick flesh texture, very sweet taste, oval-shaped fruit with medium size. The demand for calina papaya which tends to increase must be accompanied by high and continuous productivity through fertilization, for that it is necessary to do research on the intensity of fertilization and its efficiency with the application of biopori. The purpose of this study was to examine the role of biopore and fertilization intensity on the quantity and quality of calina papaya production. The study was carried out in the generative phase in the rice fields of Kemuning Sari Kidul village (50 m asl), Jenggawah District, Jember Regency using a randomized block design (RBD) with a 3 x 3 factorial pattern and repeated three times. The factors studied were the number of biopori (B) per tree consisting of B1 = 4 biopori per tree; B2= 3 biopori per tree; B3 = 2 biopori per tree and fertilization intensity (I) consists of I1 = fertilization 1 time per month; I2= fertilization 2 times per month; I3 = fertilization 3 times per month. The results showed that the intensity of fertilization 3 times per month significantly resulted in the highest fruit weight and sugar content. The fruit weights in the 2nd and 3rd measurements were 1.83 kg and 1.72 kg, respectively, the subsequent measurements were not significantly different, ranging from 1.1 to 1.3 kg, the intensity of fertilization 3 times per month also resulted in higher sugar content, namely 14 -15% brix. The combination of 4 biopore holes and fertilization intensity 3 times per month (B1I3) resulted in higher fruit weight at the 6th measurement, namely 1.33 kg. The intensity of fertilization and the use of biopori on the parameters of productive internodes and abnormal fruit did not show a significant difference.
Analisis Sosio-Ekonomi dan Perubahan Iklim Terhadap Tingkat Produksi Pertanian di Indonesia Mega Indah Sari; Kiky Indah Sari
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.451 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.77

Abstract

Sektor pertanian merupakan penyokong perekonomian dan pembangunan Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor pertanian menjadi lebih maju. Dalam proses pengembangannya juga perlu memerhatikan aspek sosio-ekonomi agar produksi pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator sosio-ekonomi dan perubahan temperatur terhadap tingkat produksi pertanian di Indonesia. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Food and Agriculture Organization (FAO) untuk periode 2001S1 – 2019S2. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosio-ekonomi dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap produksi pertanian di Indonesia. Namun, ketika terjadi guncangan pada perubahan temperatur dibutuhkan kebijakan yang lebih lanjut agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan. Kondisi ini dibutuhkan karena guncangan pada pangsa dan kredit pertanian tidak berdampak terlalu besar pada produksi jika dibandingkan dengan perubahan temperatur. Koordinasi antar beberapa pihak mulai dari petani sampai pihak pemerintah diperlukan agar produksi pertanian dapat tercapai sesuai dengan target yang diinginkan.

Page 4 of 30 | Total Record : 297