cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 270 Documents
PERUBAHAN NILAI INDEKS PLASTISITAS DAN KUAT GESER TANAH AKIBAT PENAMBAHAN CALCIUM CARBIDE RESIDUE (CCR) PADA TANAH DESA SONGGOKERTO Pawestri, Yuniar Eka; Suwarno, Eko
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i7.2024.1

Abstract

Abstrak: Pada pekerjaan konstruksi, tanah memiliki fungsi penting sebagai penopang konstruksi yang berdiri diatasnya. Berdasarkan hasil uji pendahuluan tanah asli Desa Songgokerto Kota Batu didapati nilai tanah lolos saringan no.200 sebesar 38 persen dan nilai IP sebesar 35,78 persen. Menurut klasifikasi AASHTO tanah Desa Songgokerto masuk kedalam kategori A-7-6 (7), sehingga tanah tersebut masuk kedalam jenis tanah lempung buruk sebagai tanah dasar. Untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut, diperlukan adanya upaya stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait perubahan nilai Indeks Plastisitas dan Kuat Geser Tanah akibat penambahan Calcium Carbide Residue (CCR). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Penelitian yang dilakukan menggunakan CCR dengan persentase 0 persen, 10 persen, 12,5 persen, dan 15 persen dari berat tanah dan dilakukan pemeraman selama 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi Uji Batas Cair, Uji Batas Plastis, dan Uji Direct Shear Test. Hasil dari pengujian ini didapati penurunan nilai Indeks Plastisitas pada tanah asli sebesar 35,78 persen menjadi setelah penambahan CCR 15 persen. Sedangkan untuk nilai Kuat Geser Tanah, didapati nilai terbaik pada penambahan CCR 12,5 persen, dimana nilai kuat geser tanah asli sebesar kg/cm2 dapat naik menjadi kg/cm2.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa CCR dapat memperbaiki nilai Indeks Plastisitas dan Kuat geser Tanah pada tanah Desa Songgokerto Kota Batu.
KENYAMANAN PENCAHAYAAN LABORATORIUM TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS NEGERI MALANG Nuryadin Dewanto, Raden Muhammad Raihan; Alfianto, Imam; Dewi, Cynthia Permata
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i7.2024.5

Abstract

Abstrak : Kenyamanan pencahayaan berhubungan dengan intensitas cahaya yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu 500 lux. Penelitian oleh Etty Kurniawati pada 2012 menunjukkan bahwa seluruh laboratorium Teknik Sipil Universitas Negeri Malang, termasuk Laboratorium Struktur D19 R. 101, Laboratorium Perkerasan Jalan D19 R. 106, Laboratorium Pengujian Bahan D19 R. 101, dan Laboratorium Hidrolika B9 R. 206, belum memenuhi standar ini karena intensitas cahayanya masih di bawah 500 lux. Untuk mencapai standar tersebut, dilakukan pemodelan desain ulang tata pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux evo 11. Langkah pertama adalah mengubah warna material dinding menjadi traffic white dengan reflection factor 88 persen. Jika intensitas masih belum mencapai 500 lux, spesifikasi lampu ditingkatkan menjadi Philips 2X TL-D58W. Jika masih kurang, dilakukan penataan dan penambahan jumlah titik lampu. Hasilnya, Lab. Struktur mencapai 505 lux dengan penambahan 5 titik lampu baru. Lab. Perkerasan Jalan mencapai 512 lux dengan penambahan 3 titik lampu baru. Lab. Pengujian Bahan mencapai 503 lux dengan penambahan 7 titik lampu baru. Lab. Hidrolika mencapai 505 lux dengan penambahan 2 titik lampu baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenyamanan pencahayaan di laboratorium Teknik Sipil UM telah tercapai, karena semua laboratorium kini memiliki tingkat intensitas pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan SNI, yaitu 500 lux.
IMPLEMENTASI METODE AHP DAN MOORA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENENTUAN KREDIT PADA KSPPS AMANAH INSANI MAKMUR BANTUL Nuraska, Dina; Dewa, Weda Adistianaya; Sophia, Evy
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i4.2024.5

Abstract

Abstrak : Koperasi Simpan Pinjam Pola Syariah (SPSLC) Amanah Insani Makmur yang berlokasi di Gedongan, Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan kredit macet sebesar 32 percent akibat proses pengambilan keputusan yang kurang optimal, bersifat subjektif, dan tidak mempertimbangkan riwayat transaksi anggota. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perubahan kebijakan dalam pengambilan keputusan dengan pendekatan berbasis data, yaitu dengan menggabungkan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk pembobotan kriteria dan MOORA (Multi-Objective Optimization on the basis of Ratio Analysis) untuk pemeringkatan alternatif. Pengujian dengan 30 sampel data menunjukkan bahwa pendekatan gabungan ini menghasilkan penilaian kredit yang lebih realistis dan objektif.
ANALISIS EVALUASI MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE CPM, PERT, DAN TCTO PADA PELAKSANAAN LAPIS PONDASI ATAS (LPA) PROYEK JLS LOT 6 TULUNGAGUNG—TRENGGALEK Ali Putri, Dwi Eggyna; Bambang Revantoro, N; Suwarno, Eko
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i8.2024.4

Abstract

Abstrak : Permasalahan keterlambatan proyek terjadi pada pekerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) di Proyek JLS Lot 6 Tulungagung—Trenggalek, yang disebabkan oleh cuaca hujan, ketidaksesuaian tanah dasar, serta keterbatasan alat berat. Keterlambatan ini mencapai -6,361 persen atau sekitar Rp. 739.625.414,496 dengan 30 hari keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perhitungan waktu dan biaya pekerjaan LPA menggunakan metode CPM, PERT, dan TCTO serta menilai efisiensi penerapannya di lapangan untuk meminimalkan keterlambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CPM memprediksi waktu penyelesaian 112 hari, sedangkan metode PERT mempersingkatnya menjadi 109 hari dengan efisiensi waktu 2,67 persen. Total biaya proyek mencapai Rp. 3,482,951,413,50 dengan penyelesaian proyek sebesar 50,80 persen. Metode TCTO pada CPM dengan alternatif penambahan jam lembur dan alat berat menghasilkan deviasi 12 hari dan efisiensi waktu 10,7 persen, namun biaya meningkat sebesar Rp. 218,643,840,00 (kenaikan 6,27 persen). Pada metode PERT, TCTO mempercepat penyelesaian 13 hari dengan efisiensi 11,60 persen dan kenaikan biaya Rp. 119,217,586 (5,78 persen). Faktor utama keterlambatan mencakup cuaca, kondisi lapangan, kapasitas alat, kesiapan, kualitas, dan spesifikasi material. Metode PERT cocok diterapkan di lapangan karena menggunakan tiga estimasi waktu, sementara metode TCTO tepat untuk mempercepat pekerjaan yang tertunda dengan solusi alternatif.
UJI BEBAN STATIK UNTUK PEMENUHAN KRITERIA KELAIAKAN TEKNIS JEMBATAN WAY SEKAMPUNG Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Pradana, Roberto
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jembatan merupakan infrastruktur transportasi penting dengan fungsi sosial signifikan, sehingga harus dilakukan penyelenggaraan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan sesuai Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2022 tentang Keamanan Jembatan dan Terowongan. Parameter daya layan yang harus dipenuhi adalah tidak terlampauinya batas tegangan dan lendutan saat operasional termasuk saat beban maksimum terjadi. Untuk mengetahui perilaku saat beroperasi dilakukanlah uji pembebanan statik. Uji beban statik dilakukan dengan beban bertahap sampai dengan 66 percent UDL (120 ton) dengan kelipatan 16 percent (30 ton), dan selanjutnya beban dihilangkan secara bertahap. Lendutan terukur pada beban 66 percent UDL yaitu 8,698 mm yang diextrapolasi ke 100 percent UDL menjadi 17,888 mm masih di bawah batas lendutan ijin (L/1000 Equals 35.7 mm). Sejalan dengan itu regangan yang diekstrapolasi dari regangan 60 percentUDL yaitu 0,00013 juga masih di bawah batas regangan tarik yang berpotensi menyebabkan beton retak ( Equals 0,00015). Selama tahapan pengujian struktur menunukan bersifat linier elastin, dengan lendutan sisa maksimum 1.3 mm yang masih di bawah batas lendutan sisa ijin (17,4 mm). Berdasarkan parameter uji statik, maka jembatan laik difungsikan.
Mengulas Metode-Metode Yang Pernah Digunakan Untuk Merekomendasi Dan Implementasi Metode Collaborative Filtering Sebagai Recommender System Aji Saputra, Muhammad Firman
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v3.i4.2023.165-173

Abstract

The recommendation is a way for someone to tell others about something that can be trusted. The recommendation can also be interpreted as a way for someone to suggest something to others. However, recommendations are not only made by someone, but a system also makes recommendations with different methods. Some methods used for recommendations include fuzzy, collaborative filtering, content-based filtering, hybrid recommender systems, genetics, and decision trees. As mentioned earlier, this study will review various recommendation methods proposed in the literature and journals. Also, this study will compare various methods, both the advantages of each method and its disadvantages. Rekomendasi merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk memberitahu kepada orang lain tentang sesuatu yang dapat dipercaya. Rekomendasi juga dapat diartikan sebagai cara seseorang untuk menyarankan suatu hal kepada orang lain. namun rekomendasi tidak hanya dilakukan oleh seseorang saja, melainkan rekomendasi juga dilakukan oleh sebuah sistem dengan metode yang berbeda-beda. Beberapa metode yang pernah digunakan untuk rekomendasi diantaranya, fuzzy, Collaborative filtering, content base filtering, hybrid recommender system, genetika, dan Decision tree. Pada penelitian ini akan mereview berbagai macam metode rekomendasi yang telah diusulkan dalam literatur dan jurnal seperti yang telah disebutkan tadi. Dan juga, pada penelitian ini akan menyajikan perbandingan dari berbagai macam metode baik kelebihan yang di miliki masing-masing metode maupun kekurangannya.
LEVEL OF HEAVY METAL ACCUMULATION IN SOILS AND PLANTS WITHIN RESIDENTIAL DUMPSITES IN EZEAGU LOCAL GOVERNMENT AREA OF ENUGU STATE, NIGERIA A.C, Okoro; L.C, Orakwe; CP, Nwachukwu; K.C, Ugwu
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heavy metal accumulation in soils and plants poses serious environmental threat to people who live and engage into vegetable farming within these areas. This study aims at determining the accumulation of heavy metals in soil and Talinum triangulare at selected dumpsites at Ezeagu L.G.A of Enugu State. Soil samples were collected from four (4) locations, three dumpsites and a control site at 0-15cm and 16-30cm depths respectively. A total of twenty-four (24) soil samples were collected in triplicate, Six (6) from each of Iwollo-Oghe, Amansiodo and Akama-Oghe dumpsites and ESPOLY field (control). Each soil sample were collected using soil auger and were put in a labeled transparent polythene bag and transported to the laboratory for analytical procedure. Twenty-four plant (Talinum triangulare) samples were also collected from the four locations. The soils samples were analysed for their heavy metal content, physical and chemical properties while the plant samples were analysed for their heavy metal contents. The result of the soil analysis showed that heavy metal accumulation at 0-15cm soil depth had significant difference(p<0.05) for Boron and Zinc, but no significant difference(p<0.05) was observed in Iron(Fe) across the four treatment locations and that heavy metal accumulation at 16-30cm soil depth, significant difference(p<0.05) were observed in the heavy Metals-Iron(Fe), Boron(B) and Zinc(Zn) across the four treatment locations. Iron, Zinc and Boron values in the soil were found to be within the set critical concentration values. Zinc and Boron concentrations in Talinum triangulare were found to be higher above the set critical concentration values. It is recommended that vegetable crops should not be planted within dumpsites to avert food poisoning from heavy metals
SUSTAINABILITY APPLICATIONS OF CORNCOB ASH FOR COMPOSITE APPLICATIONS: A REVIEW: Corn cob ash Oluwaseyi Omotayo, Taiwo; Frank, Okoyeh; Samuel-Mary, Obiorah; Somtochukwu, Ojiyi Binah; Darlington, Amadi
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental awareness about possible adverse effects has substantially expanded, and, consequently, recycling or utilizing agricultural and industrial waste by-products has become an increasingly desirable option for waste disposal. Corncob ash, a byproduct of agricultural processing, has gained attention in recent years for its potential as a sustainable material in composite applications. This review article provides an overview of the utilization of corncob ash in composite materials, focusing on its properties, influence on mechanical properties of composites, and environmental benefits. Additionally, challenges and future directions for the sustainable application of corncob ash in composite materials are addressed. Overall, this study underscores the increasing critical role of corn cob ash in advancing sustainability in composite production
OPTIMIZATION OF PROCESS PARAMETERS FOR ENHANCING THE PROPERTIES OF BREADFRUIT SEED COAT-REINFORCED LOW-DENSITY POLYETHYLENE COMPOSITE Okolie, Paul Chukwulozie; Nnaemeka, Ezenwa Obiora; Princewill Odeh, Calistus; Ndubuisi Okoye, Chibuzo; Augustine Uzodinma , Madumere; Nwachinemere, Chima Bright
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the optimization of process parameters to enhance the properties of breadfruit seed coat-reinforced low-density polyethylene composite ceiling boards. The research focused on assessing the effects of mixing ratio, press temperature, pressure, and press time on key material properties, including water absorption (WA), thermal conductivity (K), flexural strength (FS), and fire performance (FP). Breadfruit seed coats (BSCs) were treated with sodium hydroxide (NaOH) and acetic acid (CH₃COOH) to modify their surface properties before being mixed with kaolin (as a fire retardant) and low-density polyethylene (LDPE) to form composite boards through hydraulic pressing. The study also statistically analyzed and optimized the fabrication parameters using Response Surface Optimal Design (RSOD). The results demonstrated that kaolin content and mixing ratio significantly influenced WA, K, FS, and FP, while press temperature, pressure, and time had varying degrees of impact. The optimized parameters (20% mixing ratio, 180°C press temperature, 15 MPa press pressure, and 10 min press time) gave the optimal moisture resistance, thermal insulation, superior mechanical strength, and fire resistance. The findings highlight the potential of breadfruit seed coat composites as sustainable, cost-effective, and eco-friendly alternatives to conventional ceiling materials. This study contributes to agricultural waste recycling in composite manufacturing, promoting environmental sustainability while meeting modern construction demands
DEVELOPMENT AND CHARACTERIZATION OF FIRE-RESISTANT CEILING BOARDS FROM LOW-DENSITY POLYETHYLENE-REINFORCED BREADFRUIT SEED COATS Chukwulozie Okolie, Paul; Nnaemeka, Ezenwa Obiora; Princewill Odeh, Calistus; Ndubuisi Okoye, Chibuzo; Augustine Uzodinma , Madumere; Nwachinemere, Chima Bright
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing demand for sustainable composite materials has led to the exploration of agricultural waste as an alternative to wood-based particleboards. This study develops and characterizes a fire-resistant composite ceiling board using breadfruit seed coats (BSCs) reinforced with low-density polyethylene (LDPE) and kaolin. The study investigated the effects of mixture ratio, press temperature, pressure, and time on water absorption, thermal conductivity, flexural strength, and fire performance. Results showed that the lowest water absorption (2.941 percent) was achieved at 60 wt percent BSCs, 200°C, 15 MPa, and 10 min, ensuring resistance to moisture-related deterioration. The lowest thermal conductivity (0.106 Wm⁻¹K⁻¹) was recorded at 80 wt percent kaolin, 190°C, 11 MPa, and 15 min, indicating superior insulation properties. Flexural strength was highest (0.833 MPa) at 0 wt percent kaolin, while increased kaolin content significantly improved fire resistance, with a maximum Time to Ignition (224 sec) and lowest heat release rate (103 kW/m²) at 80 wt percent kaolin, 190°C, 11 MPa, and 15 min. The optimal processing conditions were 190°C, 11 MPa, and 15 min. These findings demonstrated the potential of breadfruit seed coat-based composites as fire-resistant, moisture-resistant, and thermally insulating ceiling boards, providing a sustainable alternative to conventional materials.