cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017" : 23 Documents clear
Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Pelayanan dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Rumah Makan Aditya Jaya di Kabupaten Aceh Besar Era Savia; Edy Marsudi; T. Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.922 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2193

Abstract

Abstrak. Keputusan konsumen merupakan sebuah tindakan konsumen untuk membeli suatu produk yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kualitas produk, harga, pelayanan dan lokasi Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, pelayanan dan lokasi terhadap keputusan konsumen rumah makan Aditya Jaya di Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga, pelayanan dan lokasi terhadap keputusan konsumen rumah makan Adiya Jaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah para konsumen rumah makan Aditya Jaya. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel. Metode analisis yang digunakan yaitu model analisis Chi-Square dengan menggunakan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kualitas produk, harga dan pelayanan berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen sedangkan lokasi tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen rumah makan Aditya Jaya. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan beberapa faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan konsumen.An Analysis Of The Impact Of Product Quality, Price, Service And Location Toward Consumer Decision At Aditya Jaya Restaurant In Aceh Besar RegencyAbsract. The consumer decision is an act of consumers to buy a product that is affected by several factors such as product quality, price, service and location Decision-making is an activity of individuals who are directly involved in obtaining and using the goods offered. This study analyzes the influence of product quality, price, service and location toward consumers decision Aditya Jaya restaurant in Aceh Besar Regency. The purpose of this study was to determine the effect of product quality, price, service and location of the consumers of Aditya Jaya Restaurant. The method used is a survey method using questionnaires and interviews. The population in this study is the consumers of Aditya Jaya Restaurant. The samples taken as many as 100 respondents using the technique of Non-Probability Sampling with accidental sampling approach, sampling technique based on chance, who happened to meet with the researchers can be sampled. The analytical method used is the model Chi-Square analysis using SPSS. Based on the research that the quality of products, prices and services significantly affect consumer decisions while the location did not significantly affect consumer decisions Aditya Jaya Restaurant. For further research is expected to explain some of the other factors that influence consumer decisions.
Pemetaan Kemasaman Tanan dan Analisis Kebutuhan Kapur di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie Muhammad Nazir; Muyassir Muyassir; Syakur Syakur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.339 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2149

Abstract

Abstrak. Kemasaman tanah merupakan salah satu sifat yang penting, sebab terdapat hubungan pH dengan ketersediaan unsur hara juga terdapat beberapa hubungan antara pH dengan sifat-sifat tanah. Untuk mendapatkan kemasaman tanah di lapangan diperlukan peta pengambilan sampel. Setelah mendapatkan peta kemasaman tanah diperlukan adanya analisis kebutuhan kapur sehingga memperoleh hasil yang baik untuk perubahan kemasaman tanah menjadi netral. Untuk menetralkannya diperlukan pengapuran tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran kemasaman tanah di Kecamatan Keumala sekaligus mengetahui kebutuhan kapur di lahan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. Penelitian ini adalah metode grid yaitu dengan pengambilan sampel tanah pada luas 1 km2 per titik sampel dengan menggunakan bor tanah dan menggunakan GPS untuk menuju ketitik koordinat sampel tanah yang telah ditentukan. Dalam metode ini, pengamatan dilakukan dalam pola teratur pada interval titik pengamatan yang berjarak sama dalam kedua arah. Hasil analisis pH tanah di Kecamatan Keumala terdiri atas tiga kategori yaitu agak masam dengan pH berkisar (5,6-6,5), netral dengan pH berkisar (6,6-7,5), dan agak alkalis dengan pH berkisar (7,6-8,5). Sebaran luas areal lahan berdasarkan nilai pH tanah adalah lahan dengan pH agak masam seluas 171,05 ha, pH netral seluas 551,88 ha dan pH agak alkalis seluas 4.162,94 ha. Tanah pada Kecamatan Keumala tidak membutuhkan  kapur dikarenakan hasil pH tanah yang telah di uji di laboratorium didapatkan hasil, yaitu pH tanah yang ada di lahan tersebut adalah agak masam, netral dan agak alkalis, sedangkan yang mendominasi adalah pH agak alkalis. Hasil Al-dd tidak didapatkan pada saat uji di laboratorium tersebut.  Mapping Soil Acidity and Analysis of Lime Requirement InDistrict of Pidie District Keumala  Abstract. Soil acidity is one trait that is important, because there is a relationship of the pH with the availability of nutrient elements, there are some relationship between the pH with soil properties. To get the soil acidity in the field needed a map of sampling. After getting the map of soil acidity required the existence of a needs analysis of lime so as to obtain a good result for a change acidity the soil becomes neutral. Neutralization is required for liming the soil. This research aims to know the spread of soil acidity in district Keumala while knowing the needs of lime on agriculture land. This research was carried out in district of pidie regency keumala. This research is a method of the grid that is by sampling the soil at 1 km2 per sample point by using a drill ground and use the GPS to get to the point coordinates of the soil samples have been determined. In this method, the observations made in a regular pattern on the observation point of the interval is the same in both directions. The results of the analysis of the soil pH in Keumala consists of three categories. Somewhat Dour with the pH range (3.5-6.5), neutral with a pH range (6.6-7.5), and somewhat alkalis with pH ranges (7.6-8.5). The vast acreage of land distribution is based on the value soil pH is a land with a pH somewhat wry covering 171.05 ha, 551.88 ha area of neutral pH and pH is somewhat alkalis 4,162.94 ha. Land at distruct Keumala don't need lime because soil pH results that have been tested in the laboratory results are obtained, namely soil pH that is on the land is somewhat Dour, alkalis and rather neutral, whereas pH was somewhat dominating alkalis. The results of Al-dd is not obtained at the time of testing in the laboratory. 
Komparasi Efisiensi Pemasaran Sayur-sayuran di Daerah Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Ikramatul Fitria; Suyanti Kasimin; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.719 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2204

Abstract

Abstrak. Cabai dan bawang merah merupakan salah satu jenis komoditas andalan untuk bahan pangan jenis holtikultura, peningkatan produksi kedua komoditas ini terus meningkat. Aktivitas pemasaran sangat penting agar komoditi hasil petani dapat sampai ke tangan konsumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efisiensi pemasaran dan kendala-kendala dalam pemasaran sayur-sayuran (cabai dan bawang merah) di daerah dataran tinggi (Kabupaten Bener Meriah) dan dataran rendah (Kabupaten Aceh Besar). Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dan Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dengan metode pengambilan sampel petani yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling dan Snowball sampling untuk pedagang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis margin pemasaran, efisiensi pemasaran, mengitung farmer’s share dan analisis deskriptif untuk mengetahui saluran pemasaran dan kendala-kendala dalam pemasaran. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai dan bawang merah dan hasil analisis efisiensi pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran pada cabai dan bawang merah di Kabupaten Aceh Besar dibukitkan dengan nilai efisiensi yaitu 2,35%, serta kurangnnya pasokan produk dari petani lokal dan berfluktuasinya harga menjadi kendala didalam pemasaran cabai dan bawang merah. Dapat diambil kesimpulan diketahui bahwa kedua jenis saluran pemasaran yang terbentuk sudah efisien. Abstract. Chili and onion are one of the mainstay commodity types for horticultural food, The increasing of both of these commodities is constantly ceaseless. Marketing activity is absolutely crucial in order to deliver those harvested commodities to the consumers. This study aims to compare the marketing efficiency with its obstacles in vegetables (chilli and onion) marketing process in the highlands (Bener Meriah) and lowland (Aceh Besar). The research was carried out in Bukit, Bener Meriah and Darussalam, Aceh Besar. The researcher applied stratified random sampling to pick the samples from farmers and snowball sampling for the traders. The method analysis that has been used in this research is marketing margin analysis, efficiency marketing, farmer’s share counting and descriptive analysis to investigate the marketing channels and the obstacles in the marketing. The results of the study revealed that there are two marketing channels chili and onions. and through efficiency analysis it can be understood that the most efficient marketing is a chilli marketing channel in Aceh Besar which was proven with a value 2.35%, a lack of supply from local farmers, and the price fluctuation has been becoming the obstacles in marketing both chili and onions. It can be concluded that both of the formed marketing channel types are efficient.
ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KAKAO DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA Dahrul Yani; Indra Indra; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.973 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2212

Abstract

Abstrak.Kakao merupakan tanaman tahunan yang menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor perkebunan, yang menjadi andalan  mata pencaharian masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan tingkat efisiensi produksi kakao di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner pada 40 petani kakao di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Model analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Cobb Douglas dan Efisiensi Produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, modal dan hama penyakit tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi  sedangkan variabel tenaga kerja dan teknologi tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kakao. Nilai R2 sebesar 0,91%, ini menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat sebesar 91% sedangkan sisanya sebesar 9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. Efisiensi faktor produksi 1 bahwa menunjukkan belum efisien.Oleh karena itu, diharapkan kepada para petani agar dapat meningkatkan hasil produksi usahatani kakao maka petani harus memperhatikan penggunaan teknologi dan penanggulangan terhadap serangan hama penyakit tanaman agar dapat menghasilkan produksi usahatani kakao yang tinggi.Kata Kunci: Usahatani, Kakao, Produksi, Efisiensi Abstract.Cocoa is an annual plant which became one of the main export commodities in the plantation sector, which becomes the people's livelihood. The purpose of this study to determine the factors that affect the production and efficiency level of cocoa production in the District of Bandar Baru Pidie Jaya Regency. The study was conducted by a questionnaire survey in 40 cocoa farmers in the sub-district of Bandar Baru Pidie Jaya Regency. The analysis model used is Regression Linier Cobb Douglas and Production Efficiency. The results showed that the factor of land area, capital and hpt (Plant Pests and Diseases) significantly affected the production while variable laborand technology did not significantly affect cocoa production. R2 value of 0.91%, this shows that the relationship between independent variables and the dependent variable of 91% while the remaining 9% is explained by other factors outside the model. Efficiency of production factors 1 that the show has not been efficient. Therefore, it is expected to farmers in order to increase production of cocoa farming, the farmer must pay attention to the use of technology and countermeasures against plant pests and diseases in order to produce a high cocoa farm production.Keywords: Farming, Cocoa, Production, Efficiency
Ukuran Populasi Koloni dan Daya Jelajah Rayap Coptotermes Curvignathus Holmgren di Pertanaman Pala di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Fachrizal Yusmar; Muhammad Sayuthi; Alfian Rusdy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.074 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2158

Abstract

Abstrak. Pala (M. fragans) merupakan salah satu komoditas rempah unggulan yang bernilai tinggi, sebagaimana Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia (70 – 75 %). Saat ini dalam membudidayakan tanaman pala, petani mengalami kendala yang salah satunya disebabkan oleh serangan rayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran populasi koloni dan daya jelajah rayap C. curvignathus pada tanaman pala (M. fragans) di kecamatan Meukek dengan menggunakan teknik triple mark recapture. Rayap C. curvignathus dikoleksi dari pertanaman pala (M. fragans) yang ditentukan dalam enam blok (I, II, III, IV, V, VI). Koleksi rayap diwarnai dengan neutral red 0,25% dan nile blue A 0,05% di laboratorium . Hasil pengamatan menunjukan bahwa Total ukuran populasi koloni sebesar 347719.06 individu dari 23 koloni yang tersebar dalam luas areal 7325 m². Rata-rata daya jelajah maksimum Rayap C. curvignathus sejauh 35 m yang diduga pengaruh dari beberapa faktor lingkungan terutama makanan (mengandung selulosa) yang tersedia sangat terbatas.Abstract. Nutmeg (M. Fragans) is one of commodity of superior spices which has high value, as Indonesia became one of the largest manufacturers in the world (70-75%).  Currently in cultivate a nutmeg crop, farmers faced some obstacles and termite attack is one of causes. The purpose of this research is to know the population size of colony and cruising termites C.Curvignathus on nutmeg crop (M. Fragans) in Meukek, South Aceh by using triple mark recapture technique. Termites C. Curvignathus collected from nutmeg crop (M. Fragans) which determined in six block (I, II, III, IV, V, and VI), the termites collection colored with neutral red 0.25% and nile blue A 0.05% in laboratory. The result of observation shows that total of population size of colony is 347.719,06 individual from 23 colonies scattered in the area of 7.325 m2.  The average of cruising termites C.Curnignathus as far as 35 m that suspected influence of some environmental factors especially a food (containing cellulose) very limited available.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS TERHADAP MUTU FISIK, DAN FISIKO-KIMIA KOPI ARABIKA GAYO (THE EFFECT OF LAND ALTITUDE AND VARIETIES ON PHYSICAL AND FISIKO-CHEMICAL QUALITY OF GAYO ARABICA COFFEE) Nur Al Qadry; Rasdiansyah Rasdiansyah; Yusya' Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.764 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2256

Abstract

Abstrak. Kopi dengan rasa yang khas akan diperoleh bila varietas tertentu ditanam pada hamparan ketinggian tertentu tanpa tercampur dengan varietas lainnya dan diolah dengan cara pengolahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan varietas terhadap kualitas citarasa kopi Arabika Gayo serta memetakan kualitas citarasanya berdasarkan varietas dan ketinggian tempat tumbuh. Varietas dan ketinggian tempat tumbuh kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo diduga mempengaruhi mutu fisik dan organoleptik kopi yang dihasilkan. Varietas kopi arabika gayo yang dijadikan sebagai sampel adalah varietas Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), dan Ateng Super (V3) dan Multi Varietas (V4) yang di tanam pada tiga ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yaitu dibawah 1.100 (T1) m dpl, antara 1.100 s.d 1.500 (T2) m dpl, dan diatas 1.500 (T3) mdpl. Parameter yang diamati adalah: kualitas fisik, dan  analisis pH. Hasil analisis ukuran biji menghasilkan persentase ukuran biji besar terbanyak adalah varietas Borbor pada ketinggian tempat tumbuh diatas 1.500 mdpl yaitu 50,35 %. Dan varietas Borbor menghasilkan persentase ukuran biji yang tidak layak terkecil daripada yang lainnya. Sedangkan, varietas Ateng Super di ketinggian tempat tumbuh di bawah 1.100 m dpl menghasilkan biji yang tidak layak paling besar yaitu, 2,65 %. Hasil analisis menunjukkan biji cacat (Triage) kopi dengan varietas yang tumbuh di bawah 1.100 mdpl lebih tinggi nilai cacatnya dengan persentase 27,10% dibandingkan dengan yang tumbuh di atas 1.100 m dpl. dan kopi yang tumbuh di atas 1.500 mdpl memiliki biji cacat dengan persentase terendah (4,90 %).Abstract . Coffee with a special taste will be found if certain single variety was planted on certain  fields altitude and processed by wet  hulling. The purposed of the research this was to study the effect of coffee land altitude on quality of Gayo Arabica coffee. Varities and land altitude of arabica coffee were assumed to affect the physical quality of coffee. The sample of Gayo Arabica Coffee varieties taken were Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), Ateng Super (V3), and Multi Varieties (V4) which planted  on there different altitude at Bener Meriah and Aceh Tengah District, Province of Aceh. The altitude  were under 1.100  m ASL (above sea level) (T1), between 1.100-1.500  m ASL (T2) and above 1.500 m ASL (T3). The parameters observed were; physical quality and pH. The result show that the lasgest beans size was from Bor-Bor varieties at land altitude higher than 1.500 m ASL (the percentage was 50,35). Bor-Bor varieties also had the least broken beans compared to others. Ateng Super grown on land under 1.100 m ASL had the most broke beans with of percentage 2,65. The triage of coffee varities planted on land under 1.100 m ASL  have higher triage than those planted  on land above 1.100 m ASL (the percentage was 27,10). The coffee planted on land above 1.500 m ASL show the least percentage of triage higher (the percentage was 4,90).
Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium cepa) di Desa Lam manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Nurida Arafah; Elvira Iskandar; T. Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.451 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2259

Abstract

Bawang merah merupakan  komoditi holtikurtura yang tergolong sayuran  rempah di mana komoditi ini cukup penting sebagai sumber penghasilan petani dan pendapatan  Negara. Itu artinya  produk  bawang merah sangat besar kontribusinya untuk masyarakat dan Negara, karena selain di pasarkan didalam  negeri komoditi ini juga diekspor. Desa Lam Manyang merupakan daerah sentra penghasil bawang merah di Kecamatan Peukan Bada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis saluran pemasaran, besarnya margin dan efisiensi pemasaran bawang merah di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode analisis margin dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran bawang merah menggunakan saluran satu tingkat dan saluran dua tingkat; (2) Margin pemasaran bawang merah pada Tipe I sebesar Rp.25.140 per kg dan pada Tipe II sebesar Rp.25.000 per kg; (3) Efisiensi pemasaran bawang merah pada Tipe I sebesar 55,86%%  dan pada Tipe II 55,55%.Marketing Analysis Onion (Allium Cepa) In The Village Of Lam Manyang Sub-District Of Peukan Bada Aceh Besar RegencyOnion is a vegetable horticulture classified as herbs, where commodities is quite important as a source of farmers' income and state revenue. That means that the product is very large onion contribution to society and the state, because in addition to the domestic market this commodity is also exported. The village of Lam Manyang an onion-producing centers in the sub-district of Peukan Bada. The purpose of this study was to determine the type of marketing channels, the amount of margin and marketing efficiency onion in the village of Lam Manyang sub-district of Peukan Bada. This study was conducted by survey method. The analytical method used is descriptive analysis method margin and marketing efficiency. The results of study showed that: (1) Onion marketing channel using channel one and channel two-tier level; (2) Marketing margin onion on Type I Rp. 25 140 per kg and the Type II Rp. 25,000 per kg; (3) Marketing efficiency of onion by 55.86 % of Type I and Type II at 55.55%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MINYAK GORENG CURAH DAN MINYAK GORENG KEMASAN ( Studi Kasus Pasar Peunayong Kota Banda Aceh) Farah Zakia; Safrida Safrida; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.446 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2251

Abstract

Abstrak.Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari, berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan adalah produk, harga dan promosi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan di Banda Aceh.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus dengan metode pengambilan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling yaitu Pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul.Hasil penelitian ini diketahui bahwa produk, harga dan promosi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan berpengaruh nyata terhadap perilaku konsumen minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan di pasar Peunayong Kota Banda Aceh.Kata Kunci: Minyak Goreng Curah, Minyak Goreng Kemasan, Perilaku Konsumen,    Produk, Harga, PromosiAbstract. Oil meal is one of the basic needs of people in order to meet daily needs, a variety of factors that influence consumer behavior in purchasing bulk meal oil and meal oil packaging are product, price and promotion. This study aims to determine the factors that influence consumer behavior in purchasing bulk meal oil and meal oil packaging in Banda Aceh. The method used in this research is a case study with the sampling method accidental sampling is done by sampling was based on the fact that they happen to appear. The results of this research note that the product, price and promotion of bulk meal oil and meal oil packaging significantly affect consumer behavior meal oil, bulk and packaged meal oil in the Peunayong market Banda Aceh.Keywords: Bulk Meal Oil, Meal Oil Packaging, Consumer Behavior, Product, Price, Promotion 
Profil Usahatani Jeruk Pamelo Giri Matang (Citrus maxima (Burm.) Merr) Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen Andya Safrizal; Ahmad Humam Hamid; Irwan A Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.647 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2240

Abstract

Abstrak - Profil usahatani jeruk pamelo giri matang merupakan suatu gambaran  mengenai keberadaan usahatani komoditas tanaman jeruk pamelo kultivar giri matang (putih manis) berdasarkan skala budidaya tertentu, jumlah populasi berdasarkan stadia umur tanaman, luas tanam, status kepemilikan tanaman dan seluruh aspek kegiatan pembudidayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar ideal usahatani, rantai saluran pemasaran, dan jenis pendapatan yang diperoleh rumah tangga petani dari usahatani jeruk pamelo giri matang di Kecamatan peusangan Siblah Krueng. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani jeruk pamelo giri matang belum memenuhi standar usahatani ideal, karena sebagian besar rumah tangga petani belum menerapkan kegiatan usahatani sesuai dengan standar. Pemasaran jeruk pamelo giri matang menggunakan saluran pemasaran 0 dan 1 tingkat. Usahatani jeruk pamelo giri matang bukan merupakan  sumber pendapatan utama rumah tangga petani, karena kontribusinya tergolong dalam kategori rendah yaitu sebesar 16% dengan rata-rata pendapatan Rp 11.511.003/tahun.Farming Profile of Giri Matang Pummelo (Citrus maxima (Burm) Merr.) in Peusangan Siblah Krueng District, Bireuen RegencyAbstract – Farming profile of giri matang pummelo is an illustration of the existence of pummelo crops farming commodity of giri matang (sweet white) cultivar based on a certain scale cultivation, the number of population by crop age stadia, acreage, ownership status of plants and all the aspect of cultivation. This study aims to determine how the ideal standard of farming, marketing channel chain, and the type of farmer household income derived from the farming of giri matang pummelo in Peusangan Siblah Krueng distric. The results showed that the farming of giri matang pummelo has not met the ideal standard of farming, because most of farmers household do not apply farming activities in accordance with the standard. Giri matang pummelo marketing using marketing channels 0 and 1 levels. Farming of giri matang pummelo is not the main source of income of farmer households, for his contributions classified in the low category at 16% with an average income of Rp 11,511,003/year.
Desain dan Pengujian Alat Tanam Benih Jagung Muhammad Iskandar; Mustaqimah Mustaqimah; Syafriandi Syafriandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2385

Abstract

Abstrak. Alat tanam merupakan suatu alat yang digunakan untuk menempatkan benih tanaman yaitu biji-bijian, bibit, batang atau sebagian tubuh tanaman lain diatas atau dibawah permukaan tanah. Alat tanam didesain memiliki fungsi untuk mempercepat proses penanaman pada lahan jagung dan mempermudah serta tidak memakan waktu yang lama. Tugal ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan perkebunan yaitu keterbatasan waktu. Cara kerja tugal penanam jagung semi  mekanis menggunakan pegas pada saat  mata tugal  masuk ke dalam tanah. Pengatur pengeluaran benih tertekan  keatas oleh permukaan tanah. Kemudian mendorong tangkai pegas,  sehingga  lubang  benih  terbuka  dan  benih  pun  terjatuh  ke  bawah yang dibuat oleh mata tugal. Selanjutnya pada saat tugal diangkat dari permukaan tanah, tugal kembali pada posisi semula karena kerja dari pegas.Pengujian kapasitas kerja tugal semi mekanis ditentukan dengan kecepatan penanaman. Pada pengujian ini untuk jarak benih perbaris menggunakan jarak yang umum digunakan yaitu 50 cm. Pengambilan data kecepatan kerja alat dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pada jarak 17 meter. Dengan asumsi sepanjang 17 meter bila jarak antar benih tiap baris 50 cm maka sebanyak 36 lubang tanam. Dari hasil perhitungan kapasitas kerja tugal penanam ini yaitu 0.02 ha/jam. Hasil kedalaman tanam pada pengulangan ke 1 kedalaman tanam benih rata-rata jatuh pada lubang tanam adalah 4,08 cm. Pada pengulangan ke 2 kedalaman tanam benih rata-rata jatuh pada lubang tanam adalah 3,94 cm. Sedangkan pada pengulangan ke 3 kedalaman tanam benih rata-rata jatuh pada lubang tanam adalah 4,05 cm. Design and Testing Tools Planting Corn SeedsAbstract. A planting tool is a tool that is used to place the seed crop is grain, seed, stem or any part of the body other plants above or below the ground surface. A planting tool designed to have a function to accelerate the process of planting the corn field and enables easy and does not take a long time. A planting tool is expected to overcome the problems of plantation that time constraints workings drill corn planter mechanically using spring when the eyes drill into the ground. Regulatory seed depressed spending upwards by the soil surface. Then push the stalk of the spring, so that the holes open seeds and seeds also fell down created by the drill eye. Furthermore, when the drill is lifted from the ground, drill back to its original position due to the work of the working capacity spring. Examination semi mechanical drill is determined by the speed of planting. In this test for distance using a distance line seeds commonly used is 50 cm. Speed data retrieval tool work done 3 times a repetition at a distance of 17 meters. Assuming a 17-meter when the distance between seeds in each row 50 cm by 36 planting holes. From the calculation of working capacity drill this planter is 0.02 ha / hour. Planting depth results on repeatability to 1 seed planting depth average on hole fall planting is 4.08 cm. on repetition to 2 seed planting depth average on hole fall planting is 3.94 cm. while at repetition to 3 seed planting depth average on hole fall planting is 4.05 cm.

Page 1 of 3 | Total Record : 23