cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2019): November 2019" : 44 Documents clear
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh Periode 2003-2018 Fatimatu Zahra; Irwan Irwan; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.084 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah sehingga pada akhirnya kemakmuran masyarakat meningkat. Bertambahnya produksi barang dan jasa tersebut sesuai dengan kemajuan teknologi penyesuaian kelembagaan dan ideologi yang diperlukan. Adapun beberapa indikator dalam mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu ekspor, investasi yang terdirir atas PMA dan PMDN dan pengeluaran pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk menganalisis pengaruh nilai ekspor, nilai investasi dan nilai pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh pada tahun 2003-2018. Data yang dihasilkan berupa data sekunder yang bersumber dari badan pusat statistik Aceh (BPS) dalam bentuk data runtun waktu (time series) tahun 2003 -2018. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda yang terdiri dari tiga variabel dengan menggunakan metodeOLS (Ordinary Stage Least Square). Empat  variable tersebut adalah ekspor, investasi yang terdiri dari penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan pengeluaran pemerintah Aceh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa nilai f pada Pvalue yaitu sebesar 0,000 jauh diambang batas sebesar 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa Ekspor, investasi dan pengeluaran pemerintah secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,000 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Nilai Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,521 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Aceh. Nilai Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,271 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel penanaman modal dalam negeri tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Nilai Pvaluepada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,014 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel pengaluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh.
Pendugaan Kadar Air Beras Ketan Putih Dengan Teknologi NIRS Menggunakan Metode Principal Component Regression (pretreatment De-Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate) Mardiantono Mardiantono; Fachruddin Fachruddin; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.996 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12773

Abstract

Abtrak. Kadar Air merupakan salah satu komponen penting dalam beras ketan putih yang dapat mempengaruhi kualitas dari beras ketan putih. Penelitian ini bertujuan menguji dan mengevaluasi teknologi NIRS sebagai metode cepat dan tepat dalam memprediksi kadar air beras ketan dengan metode Principal Component Regression (PCR) serta menentukan metode koreksi spektrum yang terbaik dan akurat untuk memprediksi kadar air beras ketan dengan menggunakan pretreatment De- Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate (SNV). Penelitian ini menggunakan beras ketan putih yang didapat dari pasar Rukoh Banda Aceh, yang berjumlah 35 sampel. Perlakuan yang diberikan adalah tanpa perendaman, dibasahi, dan perendaman selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Prediksi kadar air beras ketan dengan NIRS menggunakan alat self developed FT-IR IPTEK T-1516 dan metode referensi yang digunakan adalah metode gravimetri yang berdasarkan pada Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Pengolahan data menggunakan Unsclambers sofware® X version 10.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NIRS dengan metode PCR mampu menghasilkan model yang baik untuk pendugaan beras ketan. Penelitian ini menghasilkan empat model pendugaan kadar air beras ketan dimana satu model tergolong very good performance (RPD3) dan tiga model tergolong good model performance (RPD2) sehingga dapat dikatakan bahwa semua model yang dihasilkan layak dan baik untuk pendugaan kadar air beras ketan. Pretreatment terbaik pada penelitian ini adalah Standart Normal Variate (SNV) dengan nilai RPD 3,12, r sebesar 0,95, R2 sebesar 0,89, dan RMSEC sebesar 2,34.Estimation of White Gluttony Rice Rate With NIRS Technology Using Principal Component Regression Method (Pretreatment De-Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate)Abstract. Water content is one important component in white glutinous rice which can affect the quality of white glutinous rice. This study aims to test and evaluate NIRS technology as a fast and precise method for predicting glutinous rice water content with the Principal Component Regression (PCR) method and determine the best and accurate spectrum correction method for predicting glutinous rice water content using the De-Trending, Derivative pretreatment -2, and Standard Normal Variate (SNV). This study uses white sticky rice obtained from the Rukoh market in Banda Aceh, which amounted to 35 samples. The treatment given is without soaking, soaking, and soaking for 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. The prediction of glutinous rice moisture content with NIRS uses a self-developed FT-IR IPTEK T-1516 tool and the reference method used is the gravimetric method based on the Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Data processing using Unsclambers software X version 10.5. The results showed that NIRS with the PCR method was able to produce a good model for estimating glutinous rice. This study produced four models of estimation of glutinous rice water content where one model was classified as very good performance (RPD 3) and three models were classified as good model performance (RPD 2) so that it could be said that all the models produced were suitable and good for estimating rice water content sticky rice. The best pretreatment in this study is the Standard Normal Variate (SNV) with an RPD value of 3.12, r of 0.95, R2 of 0.89, and RMSEC of 2.34. 
Analisis Keberdayaan Masyarakat Pasca Dimulainya Implementasi Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Aceh Besar Muhammad Zulkarnaen; Edy Marsudi; Agussabti Agussabti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.929 KB)

Abstract

Strategi Pemerintah Indonesia menetapkan undang – undang Nomor. 6 tahun 2014 tentang desa sebagai prioritas pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa melalui program alokasi dana desa. Masyarakat merupakan objek yang berperan penting dalam implementasi alokasi dana desa, dan desa adalah subjeknya. Penelitian ini mengkaji tentang keberdayaan masyarakat pasca impelementasi alokasi dana desa di Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keberdayaan masyarakat pasca dimulainya implementasi alokasi dana desa, dan menganalisis faktor –faktor yang berpengaruh terhadap keberdayaan masyarakat. Pengambilan data diperoleh dari wawancara (survey) terhadap 120 responden yang menetap pada kecamatan terjauh dari pusat Ibukota Provinsi yaitu Kecamatan Kota Jantho, dan pada kecamatan terdekat dari pusat ibukota Provinsi yaitu Kecamatan Darul Imarah di Kabupaten Aceh Besar. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan model Skala Likert dan uji statistik Chi Square melalui program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan masyarakat pasca impelemntasi alokasi dana desa di Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori kurang berdaya atau sedang, dan faktor – faktor ketersediaan sumber daya, kondisi sosial, kondisi ekonomi, teknologi tepat guna, dan bantuan pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Dalam hal ini hanya berlaku untuk daerah penelitian, disebabkan karena kurangnya program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan kurangnya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat menyebabkan keberdayaan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar belum berada pada kategori berdaya. 
Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Kompos Limbah Kakao terhadap Kolonisasi Mikoriza, dan Pertumbuhan Bibit Kakao pada Ultisol Raina Muzlifa; Fikrinda Fikrinda; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.367 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12749

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan salah satu tanah marginal yang memerlukan pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan kesuburannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan kompos limbah kakao terhadap kolonisasi FMA, dan pertumbuhan bibit kakao pada Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis FMA yaitu tanpa FMA (F0), Glomus sp (F1), dan Glomus sp. + Gigaspora sp. (F2). Faktor kedua adalah dosis kompos yaitu 0 ton.ha-1 (K0), 20 ton.ha-1 (K1), dan 30 ton.ha-1(K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA berpengaruh nyata terhadap kolonisasi mikoriza, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman  pada 30, 60, 90 HST, diameter batang pada 30, 60, 90 HST, dan luas daun pada 90 HST.  Pemberian kompos limbah kakao berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 90 HST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 60 HST, diameter batang pada 30, 60 90 HST, dan luas daun pada 90 HST.  Kombinasi FMA dan kompos limbah kakao berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada 30 HST namun tidak berpengaruh  nyata terhadap tinggi tanaman pada 30, 60, 90 HST, diameter batang pada 60 dan 90 HST, dan luas daun pada 90 HST. Perlakuan FMA jenis Glomus sp. + Gigaspora sp. dan kompos 20 g.pot-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap kolonisasi mikoriza dan pertumbuhan tanaman. The effects of arbuscular mycorrhizal fungi and compost of cocoa waste on myccorrhiza colonization, and the cocoa seedling growth on UltisolAbstract. Ultisol is one of marginal soils which requires proper management to increase its fertility. This study aims to determine the administration of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA) and cocoa waste compost to FMA colonization, and the growth of cacao seedlings on Ultisols. This research used factorial randomized block design (RBD) with two treatment factors and three replications. The first factor is the type of FMA that is without FMA (F0), Glomus sp (F1), and Glomus sp. + Gigaspora sp. (F2). The second factor is the compost dose which is 0 tons.ha-1 (K0), 20 tons.ha-1 (K1), and 30 tons.ha-1 (K2). The results showed that FMA significantly affected mycorrhizal colonization, but did not significantly affect plant height at 30, 60, 90 HST, stem diameter at 30, 60, 90 HST, and leaf area at 90 HST. Cocoa waste compost has a significant effect on plant height at 90 HST, but no significant effect on plant height at 30 and 60 HST, stem diameter at 30, 60 90 HST, and leaf area at 90 HST. The combination of AMF and compost of cocoa waste significantly affected the stem diameter at 30 HST but did not significantly affect the plant height at 30, 60, 90 HST, stem diameter at 60 and 90 HST, and leaf area at 90 HST. Treatment of FMA type Glomus sp. + Gigaspora sp. and compost 20 g.pot-1 provides the best effect on mycorrhizal colonization and plant growth.   
Penerimaan Konsumen terhadap Teh Celup Herbal Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) dengan Penambahan Bunga Kenanga (Cananga odorata) dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Ayu Sahfitri; Ryan Moulana; Heru Prono Widayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.037 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12515

Abstract

Teh herbal biasanya dibuat dari bagian tumbuhan seperti daun, bunga, biji, akar dan kulit kayu yang diseduh dengan air mendidih. Teh celup merupakan teh yang dibungkus dengan kertas yang memiliki pori-pori halus yang tahan panas. Pengolahan teh herbal celup yaitu dengan dilakukan penyotiran bahan baku, pengeringan dengan dijemur dibawah sinar matahari hingga kering, penghalusan bahan, pengayakan, pembungkusan atau pengemasan bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dari pembuatan teh celup herbal daun ruku-ruku dengan penambahan bunga kenanga dan stevia serta  untuk mengetahui  tingkat penerimaan  konsumen terhadap teh celup herbal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 adalah yaitu Formulasi ruku-ruku dan Kenanga (K) dan faktor 2 adalah penambahan stevia (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi daun ruku-ruku dengan penambahan bunga kenanga (K) dan daun stevia (S)  tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air dan nilai organoleptik pada uji hedonik yaitu warna, rasa. Penambahan stevia (S) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar abu, sedangkan perbandingan percampuran ruku-ruku dan bunga kenanga (K) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji organoleptik (hedonik) aroma. Hasil dari penerimaan konsumen yang paling bagus pada perlakuan K3S3 (ruku-ruku =2g:kenanga =0,4g: Stevia=0,7g) yaitu 6,85%. 
Strategi Pengembangan Pabrik Pakan Ternak Ayam Ras Petelur Di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar (Studi Kasus Pada Pabrik Pakan Ternak UPTD Balai Ternak Non Ruminansia) Muhammad Nizam Auza; Teuku Fauzi; Otto Nur Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.115 KB)

Abstract

Provinsi Aceh melakukan impor pakan dari luar daerah, khususnya dari Medan.Dikarenakan ketergantungan pakan yang berasal dari luar daerah, Aceh tidak dapat mengontrol harga pakan yang beredar sehingga harga pakan yang ada berfluktuasi. Pasar pakan sendiri dikuasai oleh dua perusahaan besar, Seperti yang di kutip dari dinas peternakan Aceh. Harga pakan di aceh yaitu sebsar 7.200 rupah per kilogramnya. UPTD Balai Ternak Unggas Non Ruminansia yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 dengan total anggaran untuk pembangunan pabrik sebesar 4,5 miliar rupiah.Maka dari itu perlu dilakukannya pengembangan terhadap pabrik dengan mengetahui strategi-strategi yang tepat, guna keberlansungan untuk terus bereproduksi. Penelitian strategi pengembangan pabrik pakan ternak bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal apa yang mempengaruhi pengembangan pabrik pakan, serta untuk mengetahui strategi pengembangan yang menjadi alternatif pada Pabrik Pakan Ternak Ayam Ras Petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci internal pada kekuatan yang dimiliki adalah keuangan/modal yang mencukupi, manajemen usaha yang teratur, bahan baku yang telah tercukupi, kualitas dan mutu produk yang mempuni, lokasi usaha yang strategis, promosi melalui media cetak dan faktor internal pada kelemahan terdiri dari sumberdaya manusia yang masih kurang, produksi yang terbatas, belum adanya label, dan merek dan harga yang belum ditetapkan. Faktor Ekstrnal pada peluang adalah pangsa pasar yang besar, kerjasama dengan pemasok, harga bahan baku yang stabil, kebijakan pemerintah yang sangat mendukung, sosial ekonomi masyarakat dan hubungan yang baik dengan konsumen dan faktor eksternal pada ancaman terdiri dari permintaan yang belum bisa disanggupi, persaingan yang banyak, kurangnya bahan konsentrat dan perubahan selera konsumen. Pabrik pakan ternak dalam pengembagan usahanya berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran I yang berarti strategi agresif (Sstrategi SO)  yaitu strategi memperluas jaringan dan pemanfaatan pangsa pasar. Dan strategi ini terdapat 5 strategi pengembangan, yaitu : 1) Menggunakan modal dengan efektif dan meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar yang besar; 2) Memperat kerjasama dengan produsen dan konsumen sehingga pabrik dapat beroprasi dengan stabil; 3) Menetapkan harga jual karna stabilnya harga bahan baku; 4) Meningkatkan kualitas dan mutu produk agar dapat bersaing dengan produk lainnya; 5) Meningkatkan produksi untuk dapat memenuhi permintaan konsumen.
Penilaian Lahan untuk Budidaya Tanaman Kurma (Phoenix dactylifera L.) di Lembah Barbatee, Aceh Besar Muhammad Aziz; Zainabun Zainabun; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.229 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12718

Abstract

Abstrak. Provinsi Aceh tepatnya di Lembah Barbatee, Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Mesjid Raya, Indrapuri dan Montasik potensi perkebunan tanaman kurma mulai dikembangkan. Hasil observasi di lapangan menujukan bahwa belum adanya kajian ilmiah mengenai penilaian lahan pada kawasan pengembangan perkebunan tersebut, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa komiditas kurma tersebut sesuai untuk di kembangkan secara baik. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang optimal serta keberelanjutan, maka setiap aspek budidaya perlu dilakukan kajian terhadap lahan melalui karakteristik lahan seperti aspek morfologi, kimia dan fisika tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik survai deskriptif yang didasarkan pada hasil observasi lapangan dengan metode pencocokan (matching) antara karakteristik lahan dan syarat tumbuh tanaman kurma. Pengamatan data morfologi lahan dan pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak/random (random sampling) pada masing-masing satuan peta lahan (SPL). Hasil penilaian lahan pontensial berdasarkan indeks lahan menunjukan status lahan tidak sesuai marginal (N1) untuk pengembangan kurma dan masih dapat dilakukan perbaikan adalah seluas 8365,8 ha (41,49%). Status lahan yang tidak dapat di lakukan perbaikan dengan status lahan tidak sesuai (N2) adalah seluas 11795,31 ha (58,80%). Sedangkan untuk hasil perbandingan antara penilaian indeks lahan dan faktor pembatas yang dapat dikembangkan kurma dengan stasus sesuai marginal (S3) adalah seluas 9572,56 ha (47,48%), dan dengan stastus tidak sesuai (N) adalah seluas 10588,60  ha (52,51%), dari total luas kesesuain lahan tersebut diketahui seluas 20.161,16 ha.Land Assesment of Date Palm (Phoenix dactylifera L) in Lembah Barbatee’s Date Garden, Aceh Besar DistricAbstract. The potential for date plantation has started to develop in Barbatee Valley, Aceh. Literature review showed that there is no study regarding the land assessment of the concerned area. Hence, it could not be concluded that date could be cultivated properly on the land itself. To achieve optimum production, growth, and continuity, each cultivation aspect of the land must be tested through its land characteristics such as soil morphology, chemistry and physics.  Methods used in this research is descriptive surveying techniques based on the results of field observation by utilizing Matching method between the characteristics of the land and the cultivation requirements of date. Morphologic data analysis and sampling is conducted randomly on each Land Unit (Satuan Peta Lahan). The test result, in accordance to the land index, shows that 8365,8 ha (41,49%) of the total area status is marginally not suitable (N1) for date cultivation with possible reparation. A total area of  11795,31 ha (58,80%) is considered not suitable (N2) without possible reparation. On the other hand, the ratio between the scoring index and the limiting index of the land, where date could be cultivated, shows that 9572,56 ha (47,48%) of the total land area are marginally suitable (S3) whereas 10588,60  ha (52,51%) of the total land area are not suitable, with the total land area of 20.161,16 ha.
Analisis Pendapatan Usaha Pengolahan Kopi Bubuk Di Kota Banda Aceh (Studi Kasus Pada Usaha Kopi Bubuk Solong Kopi) Mohd. Rizki Noviansah; Agustina Arida; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.208 KB)

Abstract

Provinsi Aceh istilah “jep kupi” merupakan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun temurun sejak zaman dahulu. Salah satu kopi yang dikonsumsi masyarakat di Aceh untuk kopi robusta adalah kopi ulee kareng. Biji kopi Ulee Kareng dihasilkan dari biji kopi pilihan berkualitas yang berasal dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Biji-biji kopi tersebut diproduksi oleh usaha-usaha kecil menengah. Oleh penduduk setempat, bubuk kopi yang berkualitas tinggi ini kemudian diproses secara unik, sejak dari penggilingan hingga disaring menjadi secangkir minuman dengan cara yang tersendiri. Inilah sebabnya kopi Aceh, terutama kopi Ulee Kareng ini kemudian menjelma menjadi ikon Aceh itu sendiri. Kedahsyatan aroma kopi Aceh ini sudah sejak lama melegenda di Indonesia, dan saat ini sudah pula mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari kalangan pekerja internasional yang dating dan tinggal di Aceh selama bertahun-tahun untuk merekonstruksi Aceh pasca tsunami.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Penelitian studi kasus memusatkan diri secara intensive terhadap suatu objek tertentu, dengan cara mempelajarinya sebagai suatu kasus. Penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Hasil penelitian menunjukkan Usaha kopi bubuk Solong Kopi di Kota Banda Aceh menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan R/C ratio sebesar 1,59 yaitu lebih besar dari 1. Pendapatan yang diperoleh pengusaha kopi pada waktu penelitian sebesar Rp. 86.051.250/bulan.
Identifikasi Fraksi Fe, Al, dan Si Amorf pada Beberapa Ordo Tanah di Lahan Kering Aceh Besar dengan Ekstraksi Ammonium Oksalat Ikhwani Fitri; Teti Arabia; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.993 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12689

Abstract

Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Fe, Al, dan Si amorf pada tanah ordo Andisol di lahan kering Aceh Besar berkisar dari 0,61 – 0,65%, kandungan Fe amorf tertinggi terdapat pada horizon Ap sebesar 0,65%, sedangkan kandungan terendah terdapat pada horizon Bw 0,61%. Untuk kandungan Al amorf berkisar dari 5,20 – 3,02%, kandungan Al tertinggi terdapat pada horizon AB sebesar 5,20% sedangkan kandungan terendah terdapat pada horizon Ap 3,02%. Untuk kandungan Si amorf berkisar dari 6,81 – 5,92%, untuk kandungan Si tertinggi terdapat pada horizon Ap sebesar 6,81%, untuk kandungan terendah terdapat pada horizon Bw dengan kandungan 5,92%. Pola distribusi Fe, Al, dan Si amorf pada ordo Andisol di lahan kering Aceh Besar, kandungan Fe pada kedalaman 20 - 60 cm relatif stabil, untuk kandungan Al cenderung naik dari kedalaman 20 - 60 cm, kemudian untuk pola Si juga terjadi penurunan dari kedalaman 20 - 60 cm. Untuk kandungan Fe, Al, dan Si amorf pada ordo Oxisol berkisar dari 0,16 - 9,03%. Kandungan Fe berkisar dari 0,19 – 1,65% kandungan Fe tertinggi pada Oxisol terdapat pada horizon BA yaitu 1,65% dan kandungan terendah terdapat pada horizon Bo1 yaitu 0,16%, untuk kandungan Al berkisar dari 3,48 – 6,44% kandungan Al tertinggi terdapat pada horizon A yaitu 6,44% dan kandungan terendah terdapat pada horizon Bo1 yaitu 3,48%. Pada Si kandungannya berkisar dari 6,37 – 9,03%, kandungan Si tertinggi pada Oxisol terdapat pada horizon Bo1 yaitu 9,03% dan kandungan terendah terdapat pada horizon A yaitu 6,37%. Pola distribusi Fe, Al, da Si Oxisol di lahan kering Kabupaten Aceh Besar, kandungan Fe terjadi penurunan dari kedalaman 10 cm sampai kedalaman 104 cm, dan pada kandungan Al terjadi penurunan dari kedalaman 10 cm sampai kedalaman 104 cm. Kemudian untuk kandungan Si kandungannya relatif tetap.Fe, Al, and Si Amorf  in Andisol and in the Seulawah Valley Dryland, Aceh Besar DistrictAbstrac: The results showed that the content of Fe, Al, and Si amorphous in the Andisol order in dry land in Aceh Besar ranged from 0.61 to 0.65%, the highest amorphous Fe content was found in the Ap horizon of 0.65%, while the lowest content was at the Bw horizon of 0.61%. For the amorphous Al content ranges from 5.20 - 3.02%, the highest Al content is in the AB horizon of 5.20% while the lowest content is in the Ap 3.02% horizon. For the amorphous Si content ranges from 6.81 - 5.92%, for the highest Si content is in the Ap horizon of 6.81%, for the lowest content is found in the Bw horizon with 5.92% content. Amorphous Fe, Al, and Si distribution patterns in the Andisol order in Aceh Besar drylands, Fe content at a depth of 20 - 60 cm is relatively stable, for Al content tends to rise from a depth of 20 - 60 cm, then for the Si pattern there is also a decrease from a depth of 20 - 60 cm. For the content of Fe, Al, and Si amorphous in the Oxisol order ranges from 0.16 to 9.03%. The Fe content ranges from 0.19 - 1.65%, the highest Fe content in Oxisol is found on the BA horizon, which is 1.65% and the lowest content is on the Bo1 horizon, 0.16%, for Al content ranges from 3.48 - 6, 44% of the highest Al content is on the A horizon which is 6.44% and the lowest content is on the Bo1 horizon which is 3.48%. In Si content ranges from 6.37 - 9.03%, the highest Si content in Oxisol is in the Bo1 horizon which is 9.03% and the lowest content is in horizon A which is 6.37%. The distribution pattern of Fe, Al, and Si Si Oxisol in Aceh Besar Dryland District, Fe content decreased from a depth of 10 cm to depth 104 cm, and in the Al content decreased from a depth of 10 cm to a depth of 104 cm. Then for the womb the content is relatively fixed.
Skala Usaha Yang Menguntungkan Peternak Sapi Potong Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Cut Rohana Niar Fitri; Sofyan Sofyan; Irwan Irwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.45 KB)

Abstract

Usaha sapi potong di Kecamatan Ingin Jaya masih tergolong usaha skala kecil, dimana usaha sapi potong tersebut belum sepenuhnya memberi kotribusi untuk memenuhui kebutuhan keluarga peternak. Karakteristik sosial ekonomi peternak dapat menentukan sikap dan pandangan peternak  terhadap usaha peternakan sapi potong. Selain itu, tidak adanya pembukuan usaha membuat rugi-laba tidak diketahui oleh peternak sapi potong mengakibatkan  peternak tidak dapat  memperkirakan tingkatan skala usaha yang dapat menguntungkan peternak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengindentifikasi karakteristik peternak sapi potong dan menetukan skala usaha (ekor) peternakan sapi potong yang memberikan keuntungan bagi peternak di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Analisis yang  digunakan adalah analisis deskriptif dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik peternak sapi potong di Kecamatan Ingin jaya Kabupaten Aceh Besar adalah sebagai berikut: berusia dengan kisaran umur 46-60 tahun, berpendidikan SD dan SMA, sudah berkeluarga dengan jumlah tanggungan anggota keluarga 1-3 orang, hanya diusahakan oleh laki-laki, pengalaman berternak selama 5-10 tahun dan paling banyak menjadikan usaha peternakan sapi potong sebagai pekerjaan Sampingan sebesar 53,3%. Usaha peternak sapi potong di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar belum berada pada titik impas, peternak akan menguntungkan jika melakukan usaha mulai dari skala usaha 8 ekor.