cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanman Selada (Lactuca Sativa L.) Yuhdil Anhar; Agus Halim; Rika Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24147

Abstract

Abstrak. Daun tanaman selada, Lactuca sativa L., digunakan sebagai lalapan dan salad. Dalam kebanyakan kasus, selada ditanam di dataran tinggi pada suhu antara 15 dan 25 derajat Celcius dan dengan cahaya sedang. Pemilihan varietas juga menentukan hasil produksi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Puuk. Kecamatan Pidie. Kabupaten Pidie. Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan April 2022. Perlakuan media tanam yang terbaik diperlihatkan pada parameter luas daun dengan kriteria sangat berpengaruh nyata terhadap perlakuan media tanam, yaitu  pada media tanaman M2 (tanah dan sekam padi) dengan total  4,11 cm. Perlakuan pemberian pupuk organik cair terbaik di perlihatkan oleh parameter tinggi tanaman 14 HST dengan kriteria nyata, yaitu pada perlakuan P3(75 ml L-1) dengan total  4,39 cm dan luas daun dengan kriteria sangat nyata, perlakuan terbaik terdapat pada tanaman P0 (0 ml/L) dengan total 49,35 cm2. Terdapat interaksi antar pemeberian pupuk organik cair dan media tanama pada pengamatan tinggi tanaman 14 HST dan tinggi tanaman 28 HST.Effect of Planting Media Types and Liquid Organic Fertilizer Concentration from Banana Peel Waste on the Growht Land Results of Lettuca (Lactuca Sativa L.)Abstract. The leaves of the lettuce plant, Lactuca sativa L., are used as fresh vegetables and salads. In most cases, lettuce is grown in high altitudes where temperatures are between 15 and 25 degrees Celsius and with moderate light. Selection of varieties also determines the yield of crop production. This research was conducted in Puuk Village. Pidie District. Pidie District. Aceh Province. The research was conducted from February to April 2022. The best treatment of the growing media was shown in the leaf area parameter with the criteria of having a very significant effect on the treatment of the planting media, namely M2 plant media (soil and rice husk) with a total of 4.11 cm. The best treatment of liquid organic fertilizer was shown by the parameter of plant height 14 HST with real criteria, namely in treatment P3 (75 ml L-1) with a total of 4.39 cm and leaf area with very significant criteria, the best treatment was in plants P0 ( 0 ml/L with a total 49,35 cm There was an interaction between administration of liquid organic fertilizer and the planting medium in the observation of plant height at 14 HST and plant height at 28 HST. 
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku-Pakuan (Pteridophyta) Terrestrial di Kawasan Rainforest Lodge Kedah Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Sukma Hayati; Teti Arabia; Saida Rasnovi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23309

Abstract

Abstrak. Gayo Lues adalah salah satu kabupaten yang terletak di dataran tinggi Provinsi Aceh. Wilayah Kabupaten ini berada pada ketinggian 500 – 2.000 m dpl, dengan luas wilayah 5.719, 58 km². Hutan lindung yang terdapat di Kabupaten Gayo Lues salah satunya hutan lindung yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang dikenal dengan nama Rainforest Lodge Kedah. Rainforest Lodge Kedah terletak di Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjeranggo, Kabupaten Gayo Lues. Tumbuhan paku (Pteridophyta) terrestrial merupakan kelompok tumbuhan paku yang hidup di permukaan tanah termasuk di lantai hutan. Tumbuhan paku terrestrial memiliki peran penting dalam pembentukkan humus, melindungi tanah dari erosi, menjaga kelembapan tanah dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi terutama pada keindahannya sebagai tanaman hias.Tujuan penelitian ini mendata jenis tumbuhan paku-pakuan berdasarkan ketinggian di kisaran 1.300 – 1.600 m dpl, menghitung indeks nilai penting INP, indeks keanekaragaman jenis dan untuk menghitung indeks similaritas tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta) terrestrial berdasarkan ketinggian di Kawasan Rainforest Lodge Kedah Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Hasil dari penelitian ini Jenis tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta) terrestrial di Kawasan Rainforest Lodge Kedah terdapat sebanyak 28 jenis yang terdiri dari 16 famili, dengan jumlah individu secara keseluruhan sebanyak 2.377 individu. Indeks nilai penting paling tinggi adalah Dryopteris filix-mas (L.) Schott (13,54) dan yang paling rendah Angiopteris palmiformis (Cav.) C. Chr (0,16) dan Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm (0,16). Nilai rata-rata Indeks Keanekaragaman (1,36) dan nilai Indeks Kesamaan jenis paling tinggi pada ketinggian 1.300 – 1.400 m dpl dengan 1.400 – 1.500 m dpl dengan jumlah kesamaan jenis 82%. Diversity of Terrestrial Ferns Plant (Pteridophyta) in the Rainforest Lodge Kedah Gayo Lues Regency Aceh ProvinceAbstract. Gayo Lues is one of the districts located in the highlands of Aceh Province. The Regency area is at an altitude of 500 – 2,000 m above sea level, with an area of 5,719.58 km². One of the protected forests in Gayo Lues Regency is a protected forest which is directly adjacent to the Gunung Leuser National Park (TNGL), known as the Rainforest Lodge Kedah. Rainforest Lodge Kedah is located in Penosan Sepakat Village, Blangjeranggo District, Gayo Lues Regency. Terrestrial ferns (Pteridophyta) are a group of ferns that live on the soil surface, including on the forest floor. Terrestrial ferns have an important role in the formation of humus, protect the soil from erosion, maintain soil moisture and have high economic value, especially in terms of their beauty as ornamental plants. The purpose of this study was to record fern species based on altitude in the range of 1,300 – 1,600 m asl. , to calculate the IVI important value index, species diversity index and to calculate the similarity index of terrestrial ferns (Pteridophyta) based on altitude in the Rainforest Lodge Area of Kedah, Gayo Lues District, Aceh Province. The results of this study show that there are 28 types of terrestrial ferns (Pteridophyta) in the Rainforest Lodge area of Kedah, consisting of 16 families, with a total number of individuals of 2,377 individuals. The highest important value index is Dryopteris filix-mas (L.) Schott (13.54) and the lowest is Angiopteris palmiformis (Cav.) C. Chr (0.16) and Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm (0 , 16). The average value of the Diversity Index (1.36) and the highest Similarity Index value at an altitude of 1,300 – 1,400 m asl with 1,400 – 1,500 m asl with a total similarity of 82%.
Warna Seduhan Kopi Liberika (Coffea Liberica) Dengan Variasi Derajat Penyangraian dan Metode Penyeduhan Taskiyatun Nufus; Normalina Arpi; Eko Heri Purwanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24437

Abstract

Kopi liberika merupakan kopi jenis Liberoid yang berasal dari Liberia (pantai barat Afrika). Kopi liberika seringdisebut sebagai kopi nangka karena memiliki aroma khas yang mirip dengan aroma buah nangka. Penyangraian dan penyeduhan mempengaruhi warna dan citarasa kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui warna seduhan kopi liberika akibat variasi derajat penyanggraian dan metode penyeduhan. Penelitian ini dilakukan dengan analisis eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor. Masing-masing faktor terdiri dari tiga taraf dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah derajat penyangraian (P) yaitu P1= light (200⁰C,7 menit), P2= medium (200⁰C, 8 menit) dan P3= dark (200⁰C, 9 menit). Faktor kedua adalah metode penyeduhan(T) yaitu T1= espresso, T2= tubruk, dan T3= V60. Analisis yang dilakukan yaitu uji warna seduhan yang meliputi nilai L* (kecerahan), a* (kemerahan), b* (kekuningan). Hasil penelitian menunjukkan Nilai L* (kecerahan) seduhan kopi liberika menurun setiap kenaikan derajat penyangraian. Kopi liberika dengan derajat sangrai light dan metode V60 memiliki nilai L* (kecerahan) tertinggi, nilai a* terendah dan nilai b* tertinggi. 
Uji kompatibilitas kombinasi Bacillus thuringiensis dan Pseudomonas aeruginosa untuk mengendalikan Fusarium oxysporum pada pembibitan melon (Cucumis melo L.) Nuraida Masyitah; Hartati Oktarina; Tjut Chamzurni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23901

Abstract

Abstrak. Fusarium oxysporum merupakan cendawan patogen penyebab layu fusarium dengan gejala sistemik berupa layu pada tanaman yang terserang. F. oxysporum dapat menyerang tanaman melon pada fase vegetatif dengan kerugian mencapai 90%, sehingga patogen ini harus dikendalikan. Pengendalian patogen yang lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan agens hayati lebih diutamakan. Bacillus thuringiensis dan Pseudomonas aeruginosa telah dilaporkan mampu mengendalikan F. oxysporum penyebab penyakit pada tanaman. Dalam penelitian ini, diuji kemampuan kombinasi kedua agens hayati tersebut untuk mengendalikan F. oxysporum di pembibitan melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari empat perlakuan dengan enam kali ulangan. Perlakuan terdiri dari tanpa perlakuan antagonis, aplikasi B. thuringiensis dan P. aeruginosa secara tunggal serta kombinasi B. thuringiensis dan P. aeruginosa yang diaplikasikan dengan cara perendaman benih dan penyiraman. Parameter yang diamati meliputi kejadian penyakit, persentase perkecambahan benih melon, jumlah koloni bakteri awal dan akhir, tinggi tanaman dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kejadian penyakit terendah terlihat pada tanaman yang diberi perlakuan P. aeruginosa secara tunggal yaitu 15%. Insidensi penyakit lebih tinggi pada bibit melon dengan aplikasi kombinasi B. thuringiensis dan P. aeruginosa. Persentase perkecambahan benih melon paling tinggi terlihat pada tanaman dengan perlakuan B. thuringiensis dan P. aeruginosa secara tunggal dengan persentase perkecambahan benih yaitu 71,67% dan 71,67%. Sedangkan persentase perkecambahan benih melon kombinasi B. thuringiensis dan P. aeruginosa sebesar 66,67%. Perlakuan bakteri antagonis dapat meningkatkan jumlah koloni bakteri dari 41,5×10⁴ hingga 357×10⁴. Tanaman yang diberi perlakuan B. thuringiensis dan P. aeruginosa secara tunggal dapat meningkatkan tinggi tanaman secara berturut-turut 147,83 mm dan 151,87 mm. Perlakuan B. thuringiensis dan P. aeruginosa secara tunggal dapat meningkatkan bobot basah tanaman sebesar 16,78 g dan 13,92 g dibandingkan tanaman yang diaplikasi bakteri kombinasi dan tanaman control. Secara keseluruhan, kombinasi B. thuringiensis dan P. aeruginosa tidak memberikan efek sinergisme pada kemampuannya mengendalikan F. oxysporum.Compatibility test of Bacillus thuringiensis and Pseudomonas aeruginosa combination to control Fusarium oxysporum in melon (Cucumis melo L.) seedlingsAbstract. Fusarium oxysporum is a pathogenic fungus that causes fusarium wilt with systemic symptoms of wilting in affected plants. F. oxysporum infected melon plants in the vegetative phase cause 90%, loses make it an important plant pathogen. Environmentally friendly pathogen control, such as the use of biological agents, is preferred. Bacillus thuringiensis and Pseudomonas aeruginosa have been reported to be able to control F. oxysporum that causes disease in plants. In this study, the ability of the combination of the two biological agents to control F. oxysporum in melon nurseries was tested. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) consisting of four treatments with six replications. The treatments consisted of no antagonist treatment, single application of B. thuringiensis and P. aeruginosa and  combination of B. thuringiensis and P. aeruginosa that applied by soaking the seeds and watering. The parameters observed included disease incidence, percentage of melon seed germination, number of bacterial colonies before and after application of antagonists, plant height and plant wet weight. The results showed that the lowest percentage of disease incidence was seen in plants treated with P. aeruginosa alone at 15%. Disease incidence was higher in melon seedling with application of B. thuringiensis and P. aeruginosa combination. The highest percentage of melon seed germination was seen in plants treated with B. thuringiensis and P. aeruginosa singly with a seed germination percentage of 71.67% and 71.67%. While the percentage of melon seed germination with the combination of B. thuringiensis and P. aeruginosa was 66.67%. Antagonistic bacteria treatment can increase the number of bacterial colonies from 41.5×10⁴ to 357×10⁴. Plants treated with B. thuringiensis and P. aeruginosa singly can increase plant height by 147.83 mm and 151.87 mm, respectively. Treatment of B. thuringiensis and P. aeruginosa singly can increase plant wet weight by 16.78 g and 13.92 g compared to plants applied with combined bacteria and control plants. Overall, the combination of B. thuringiensis and P. aeruginosa did not give a synergism effect on their ability to control F. oxysporum.
Pengaruh Modal, Lama Usaha, Tingkat Pendidikan dan Implementasi Digital Marketing Terhadap Pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh Putri Melania; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24445

Abstract

Abstrak. Pendapatan merupakan suatu penambahan aset perusahaan yang berdampak pada peningkatan kekayaan pemilik perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta kesejahteraan karyawan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu modal, lama usaha, tingkat pendidikan  dan implementasi digital marketing. Terdapat perbedaan antara pelaku UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan pelaku UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh modal, lama usaha, tingkat pendidikan dan implementasi digital marketing terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh dan menganalisis perbedaan pendapatan UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji mann whitney. Metode penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Populasinya sebanyak 525 orang, responden yang mengimplementasikan digital marketing sebanyak 23 responden dan responden yang tidak mengimplementasikan digital marketing sebanyak 20 responden. Hasil dari penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel modal dan implementasi digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Sedangkan variabel lama usaha dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Hasil analisis uji mann whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh.The Influence of Capital, Length of Business, Education Level and Implementation of Digital Marketing on MSME Income in Banda Aceh CityAbstract. Revenue is an addition to company assets that has an impact on increasing the wealth of company owners with the aim of improving company performance and employee welfare. The factors that affect income are capital, length of business, level of education and implementation of digital marketing. There is a difference between MSME actors who implement digital marketing and MSME actors who do not implement digital marketing in their business. This study aims to determine the effect of capital, length of business, education level and implementation of digital marketing on MSME income in Banda Aceh City and analyze the differences in the income of MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh City. This study was analyzed using multiple linear regression analysis and the Mann Whitney test. The sampling method was carried out using purposive sampling. The population is 525 people, respondents who implement digital marketing are 23 respondents and respondents who do not implement digital marketing are 20 respondents. The results of the multiple linear regression analysis study show that the variables of capital and digital marketing implementation have a significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh City. While the variables of length of business and education level have no significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh City. The results of the Mann Whitney test analysis show that there is a significant difference between MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh City.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica) Terhadap Kualitas Sosis Daging Sapi Mujiburrahman Mujiburrahman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan pegagan terhadap kualitas sosis yang terdiri atas kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu P0 = tanpa penambahan ekstrak pegagan (0%), P1 = penambahan ekstrak pegagan (5%), P2 = penambahan ekstrak pegagan (10%), dan P3 = penambahan ekstrak pegagan (15%). Parameter kualitas yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Lanjut Berganda Duncan. Penambahan esktrak pegagan pada sosis daging sapi tidak berpengaruh terhadap nilai kadar abu, protein dan karbohidrat, namun berpengaruh nyata (P0,05) terhadap nilai kadar air, dengan nilai terbaik terdapat pada P2 (penambahan ekstrak pegagan 10%) menghasilkan kadar air terrendah yaitu 34.56 %. Kesimpulannya penambahan ekstrak pegaganan pada sosis menyebabkan perubahan kadar protein dan  kadar abu. Kualitas sosis daging sapi dengan  penambahan ekstrak pegaganan memenuhi syarat mutu sosis berdasarkan SNI.
Peran Kelompok Wanita Tani pada Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Terhadap Pengembangan Life Skill Anggota Kelompok di Kabupaten Aceh Besar Tasyarah Tasyarah; Elly Susanti; Elvira Iskandar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23367

Abstract

Abstrak. Program pembangunan yang dapat memberdaya wanita untuk lebih produktif dan berkembang adalah program pekarangan pangan lestari. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tingkat life skill anggota KWT pada program pekarangan pangan lestari di Kabupaten Aceh Besar dan bagaimana peran KWT pada program P2L terhadap pengembangan life skill anggota kelompok di Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini adalah survey dengan melakukan pendekatan secara deskriptif. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan chi square. Penelitian ini menggunakan kuesioner berbentuk skala likert yang mengungkapkan data tentang peran KWT dan life skill anggota KWT. Respondennya ialah 90 orang, populasinya sebanyak 2160 orang. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa: 1) Secara umum tingkat life skill anggota KWT di Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori sedang. 2) Secara umum peran KWT berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan life skill anggota kelompok di Kabupaten Aceh Besar. Secara parsial peran KWT sebagai wahana kerjasama dan unit produksi berpengaruh signifikan terhadap pengembangan Life Skill anggota kelompok di Kabupaten Aceh Besar. The Role of Women Farmers Groups in the Sustainable Food Yard Program on the Development of Life Skills for Group Members in Aceh Besar DistrictAbstract. A development program that can empower women to be more productive and develop is a sustainable food garden program. This study aims to find out how the level of life skills of KWT members in the sustainable food garden program in Aceh Besar District and what is the role of KWT in the P2L program in developing the life skills of group members in Aceh Besar District. This research method is a survey with a descriptive approach. This research was analyzed using quantitative descriptive analysis and chi square. This study used a questionnaire in the form of a Likert scale which revealed data about the role of the KWT and the life skills of KWT members. Respondents are 90 people, the population is 2160 people. The results of the study concluded that: 1) In general, the life skill level of KWT members in Aceh Besar District is in the moderate category. 2) In general, the role of KWT significantly influences the development of the life skills of group members in Aceh Besar District. Partially the role of KWT as a vehicle for cooperation and production units has a significant effect on the development of the Life Skills of group members in Aceh Besar District.
Karakteristik Sensori Campuran Teh Cascara Berdasarkan Perbedaan Metode Pengolahan Kopi Asmaul Husna; Zaidiyah Zaidiyah; Syarifah Rohaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24439

Abstract

Abstrak. Cascara adalah produk samping dari buah kopi yaitu kulit kopi yang sudah dikeringkan. Cascara merupakan kulit kopi yang memiliki cita rasa fruity yang kuat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor P adalah metode pengolahan kopi, terdiri dari 2 taraf yaitu P1= metode basah P2= metode kering. Faktor J adalah campuran cascara dengan perbandingan 1:1, terdiri dari tiga taraf yaitu J1 = arabika:robusta, J2 = arabika:liberika, J3 = robusta:liberika. Data hasil penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Bila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata antar perlakuan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan jenis campuran cascara dan metode pengolahan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji deskripsi warna teh campuran cascara. perlakuan metode pengolahan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji deskripsi aroma dan rasa teh campuran cascara, sedangkan jenis campuran cascara interaksi metode pengolahan tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji deskripsi aroma dan rasa teh campuran cascara. Tingkat intensitas pada warna teh campuran cascara berkisar 1,65 (lemah) – 3,81 (kuat) dengan rataan 2,59 (netral). Pada aroma tingkat intensitas berkisar 2,33 (lemah) – 4,01 (kuat) dengan rataan 3,14 (netral). Rasa yang dihasilkan memperoleh tingkat intensitas 2,24 (lemah) – 4,04 (kuat) dengan rataan 3,09 (netral).Sensory Characteristics of Cascara Tea Blends Based On Differences in Coffee Processing MethodsAbstract. Cascara is a by-product of the coffee berry, namely the dried coffee skin. Cascara is coffee skin which has a strong fruity taste. This study used a randomized block design (RBD) with a factorial pattern. The P factor is the coffee processing method, consisting of 2 levels, namely P1= wet method P2= dry method. The J factor is a mixture of cascara with a ratio of 1:1, consisting of three levels, namely J1 = arabica:robusta, J2 = arabica:liberika, J3 = robusta:liberika. The research data obtained were then analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If the results of the analysis show a significant effect between treatments, then a follow-up test is performed using the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The type of cascara mixture and the processing method had a significant effect (P 0.05) on the aroma and taste description test of mixed tea cascara. The intensity level of the cascara mixed tea color ranges from 1.65 (weak) – 3.81 (strong) with an average of 2.59 (neutral). In aroma intensity levels range from 2.33 (weak) – 4.01 (strong) with an average of 3.14 (neutral). The resultingtastehasanintensity levelof2.24(weak) –4.04(strong) withanaverageof3.09(neutral).
Kajian Konflik Masyarakat dengan Satwa Liar di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Riska Riska; Misdi Misdi; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24405

Abstract

Abstrak. Masyarakat Desa Ketambe memiliki lahan yang sempit untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan ekonomi keluarga. Lokasi Desa Ketambe berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), sehingga masyarakat sangat berpotensi melakukan kegiatan perambahan dalam usaha meningkatkan pendapatan dengan memperluas lahan garapan khususnya sektor perkebunan. Lokasi perkebunan masyarakat Desa Ketambe yang berbatasan dengan TNGL yang dihuni oleh banyak jenis satwa liar juga berpotensi untuk terjadinya konflik akibat gangguan yang ditimbulkan oleh satwa liar. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan data penyebab terjadinya konflik antara masyarakat dengan satwa liar, bagaimana persepsi masyarakat terhadap konflik tersebut, dan bagaimana karakteristik masyarakat Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2022 dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua masyarakat mengalami konflik dengan satwa liar. Penyebab terjadi konflik antara masyarakat dengan satwa liar akibat perambahan untuk memperluas kebun, kuranganya pakan satwa liar di dalam hutan  pada musim tertentu, hasil perkebunan masyarakat dapat menjadi pakan kesukaan satwa liar, berubahnya kebiasaan mencari makan di dalam hutan dari satwa liar akibat aktivitas memberi makan oleh manusia yang melintasi jalan negara yang berbatasan dengan TNGL. Masyarakat berpendapat bahwa kerusakan akibat satwa liar tersebut mengakibatkan kurangnya hasil panen, mengalami kerugian bahkan sebagian masyarakat gagal panen. Upaya yang dilakukan masyarakat Desa Ketambe untuk mencegah terjadinya konflik adalah mengusir satwa liar kembali ke habitatnya dengan membuat bunyi-bunyian dari drum bekas, petasan, membuat ular-ularan dari ban bekas, menyediakan anjing penjaga dan mebuat pagar pembatas untuk memberi efek jera terhadap satwa liar agar tidak kembali lagi menganggu tanaman masyarakat.(Study of Community Conflict with Animals in Ketambe Village, Southeast Aceh District)Abstract.  The people of Ketambe Village have limited land to meet their family's economic and subsistence needs.  The location of Ketambe Village is directly adjacent to the Gunung Leuser National Park (TNGL) communities have the potential to carry out encroachment activities in an effort to increase income by expanding arable land, especially the plantation sector.  The location of the community plantations in Ketambe Village, which borders the TNGL which is inhabited by many types of wild animals, also has the potential for conflict due to disturbances caused by wild animals.  Therefore research is needed to obtain data on the causes of conflicts between communities and wild animals, how are people's perceptions of these conflicts, and what are the characteristics of the people of Ketambe Village, Southeast Aceh District.  This research was conducted from May to November 2022 using observation and interview methods.  The results of this study indicate that almost all communities experience conflict with wild animals.  The causes of conflict between communities and wild animals due to encroachment to expand gardens, lack of wild animal feed in the forest in certain seasons, community plantation products can become favorite food for wild animals, changing habits of foraging in the forest of wild animals due to feeding activities by  people crossing state roads bordering TNGL.  The community believes that the damage caused by wild animals results in a lack of crop yields, losses and even some people fail to harvest.  Efforts made by the people of Ketambe Village to prevent conflicts from occurring are, driving wild animals back to their habitat, by making sounds from used drums, firecrackers, making snakes from used tires, providing guard dogs and making guardrails to give a deterrent effect to animals,  wild so as not to return to disturb the community's plants.
Kajian Karakteristik Hidrologi DAS Jambo Aye Nana Adhani; Purwana Satriyo; Syahrul Syahrul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23183

Abstract

Abstrak. Karakteristik hidrologi suatu daerah sangat bergantung pada kondisi geologi dan geografis daerah tersebut. DAS Jambo Aye sebagai salah satu DAS terbesar di Provinsi Aceh perlu untuk diperhatikan keluaran yang terkendali untuk meminimalisir terjadinya bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik hidrologi pada DAS Jambo Aye. Data yang digunakan adalah debit aliran, curah hujan, kejadian banjir, penggunaan air irigasi dan non-irigasi untuk menentukan parameter hidrologi koefisien regim sungai, koefisien aliran permukaan, kejadian banjir dan indeks penggunaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien aliran permukaan pada tahun 2016 sebesar 0,08299 meningkat menjadi 0,08434 pada tahun 2017 dan kembali meningkat pada tahun 2018 sebesar 0,08448 dan yang tertinggi pada tahun 2020 sebesar 0,08502. Koefisien regim sungai pada tahun 2017 meningkat menjadi 3,8 dibandingkan tahun 2016 sebesar 2,7, dan kembali meningkat pada tahun 2018 sebesar 4,9, dan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 5,3. Kejadian banjir setiap tahunnya terjadi rata-rata dua kali setahun. Dengan nilai parameter yang terus meningkat dalam beberapa kurun waktu, menunjukkan bahwa karakteristik hidrologi DAS Jambo Aye cenderung memburuk dari waktu ke waktu.Study on Hydrological Characteristics of Jambo Aye WatershedAbstract. The hydrological characteristics of an area are very dependent on the geological and geographical conditions of the area. The Jambo Aye Watershed as one of the largest watersheds in Aceh Province needs to pay attention to controlled outputs to minimize the occurrence of disasters. This study aims to examine the hydrological characteristics of the Jambo Aye watershed. The data used are flow rate, rainfall, flood events, irrigation and non-irrigation water use to determine the hydrological parameters of river regime coefficients, surface runoff coefficients, flood events and water use index. The results showed that the surface runoff coefficient in 2016 was 0.08299, increasing to 0.08434 in 2017 and increasing again in 2018 by 0.08448 and the highest in 2020 was 0.08502. The river regime coefficient in 2017 increased to 3.8 compared to 2016 of 2.7, and increased again in 2018 to 4.9, and the highest increase occurred in 2020 which was 5.3. Floods occur annually on average twice a year. With parameter values that have continued to increase over several periods of time, it shows that the hydrological characteristics of the Jambo Aye watershed tend to get worse over time.