cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Persepsi Nelayan Terhadap Peraturan Pelarangan Penggunaan Alat Bantu Tangkap Kompresor di Kabupaten Simeuleu Fandi Setiawan; Azhar Azhar; Monalisa Monalisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24016

Abstract

Abstrak. Indonesia merupakan komoditas lobster dengan nilai jual yang tinggi, dan Kabupaten Simeuleu merupakan penghasil lobster terkenal. Namun peraturan PERMEN-KP berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.) Kepiting (Scyla spp.) dan rajungan (Portunus spp.), secara signifikan mengurangi penangkapan lobster saat ini dari wilayah Republik Indonesia. Karena khawatir para nelayan lobster akan melanggar hukum. Masyarakat Simeulue menyebut lobster dengan sebutan Lahok. Dikarenakan larangan penggunaan kompresor sebagai alat selam sesuai dengan Pasal 9 Ayat 1 UU No. 45 Tahun 2009 yang dilakukan perubahan atas UU No. “setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat tang kap dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak kelestarian sumber daya ikan di atas kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia,” termaktub dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Padahal nelayan lobster hanya menggunakan kompresor saat mencari lobster di kedalaman 5 hingga 30 meter. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Persepsi Nelayan Terhadap Peraturan Pelarangan Penggunaan Alat Bantu Tangkap Kompresor di Kabupaten Simeuleu”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi nelayan terhadap regulasi larangan penggunaan alat bantu tangkap kompresor di Kabupaten Simeuleu.Fishermen's Perceptions of Regulations Prohibiting the Use of Compressor Catching Tools in Simeuleu DistrictAbstract. Indonesia is a lobster commodity with a high selling value, and Simeuleu Regency is a well-known lobster producer. However, the PERMEN-KP regulations are based on government policy through the Regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia number 56/PERMEN-KP/2016 concerning Prohibition of Catching and/or Exporting Lobsters (Panulirus spp.) Crabs (Scyla spp.) and blue swimming crabs (Portunus spp.), significantly reducing the current catch of lobsters from the territory of the Republic of Indonesia. Because they are worried that lobster fishermen will break the law. The Simeulue people call lobster as Lahok. Due to the prohibition on the use of compressors as diving equipment in accordance with Article 9 Paragraph 1 of Law no. 45 of 2009 which made changes to Law no. "everyone is prohibited from owning, controlling, carrying, and/or using fishing gear and/or fishing aids that disturb and damage the sustainability of fish resources on board fishing vessels in the fishery management area of the Republic of Indonesia," set forth in the Law Number 31 of 2004 concerning Fisheries. Even though lobster fishermen only use compressors when looking for lobsters at a depth of 5 to 30 meters. Therefore the authors are interested in conducting research entitled "Fishermen's Perceptions of Regulations Prohibiting the Use of Compressor Fishing Tools in Simeuleu District". This study aims to look at fishermen's perceptions of regulations prohibiting the use of compressor fishing aids in Simeuleu District.
Pengaruh Pemberian Kompos Paitan (Tithonia diversifolia) dan Pupuk Kandang Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays) pada Tanah Andisol di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah Tri Devi Rahmawati; Zainabun Zainabun; Munawar Khalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.23133

Abstract

Abstrak. Tanah Andisol merupakan salah satu jenis tanah yang relatif subur namun memiliki permasalahan menyangkut dengan sifat fisika dan kimia seperti tingkat jerapan P yang tinggi karena diikat oleh mineral Amorf seperti Alofan. Konsumsi jagung manis yang terus meningkat ditandai dengan meningkatnya import jagung manis itu sendiri. Penambahan bahan organik merupakan salah satu cara untuk melepaskan unsur P yang terjerap dan untuk meningkatkan produksi jagung manis. Bahan organik yang ditambahkan kedalam tanah dapat berupa kompos paitan dan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea Mays) pada tanah Andisol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan menggunakan 2 sumber bahan organik dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan 15 ton ha-1 kompos paitan berpengaruh nyata terhadap P tersedia, tinggi tanaman 60 HST, dan berat berangkasan kering, dan tidak berpengaruh nyata terhadap N total, P total, C Organik, K-dd. tinggi tanaman 30 HST dan 45 HST, berat tongkol, dan berat berangkasan basah.Effect of Paitan Compost (Tithonia diversifolia) and Goat Manure of Growt dan Production of Sweetcorn (Zea Mays) on Andisols in Atu lintang, Aceh TengahAbstract. Andisol is one type of soil that is relatively fertile but has problems related to physical and chemical properties such as high levels of P absorption because it is bounded by Amorphous minerals such as Allophane. The consumption of sweetcorn wich keep increasing signed by the increase of sweetcorn import itself. The addition of organic matter is one way to release the absorbed P and to increase the production of sweet corn. Organic matter added to the soil can be in the form of paitan compost and manure. The purpose of this research is to find out the effect of using of organic matter on the growth and production of sweetcorn (Zea Mays) on Andisol soils. This research uses the field experiment method using randomized block designed non factorial by using 2 sources of organic material with 7 treatment dan 3 time test. The results of the result showed on 15 tons of hectares paitan compost had a significant effect on P available, plant height 60 DAP, and the dry weight and hoes not effected on wet weight, total N, total P, C Organic, K-dd, plant height 30 DAP and 45 DAP, and the weight of cob.
Uji Aktivitas Ekstrak n-Heksana Teki (Cyperus rotundus L.) terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Hafidh Al Faridzi; Hasanuddin Hasanuddin; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23905

Abstract

Abstrak. Gulma adalah tumbuhan yang hidup di sekitar tanaman yang dibudidayakan yang keberadaannya tak diharapkan serta sangat merugikan bagi tanaman yang di budidayakan dan mempengaruhi hasil pertanian yang diusahakan manusia. Teki adalah gulma yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida, dengan adanya senyawa kimia yang dikandung oleh teki yang dapat mengendalikan tumbuhan gulma lainnya. Penelitian ini diharapkan mampu mengetahui pengaruh ekstrak n-heksana teki pada berbagai konsentrasi bagi pertumbuhan bayam duri. Penelitian ini dilangsungkan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dari Desember 2021 sampai Maret 2022. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 perlakuan yaitu 2,4 D 0,686 kg b.a ha -1 (kontrol positif); aquades (kontrol negatif); ekstrak etil asetat teki 5%; 10%; 15%; 20%, dengan 3 kali ulangan, total terdapat 18 satuan percobaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya aplikasi ekstrak n-heksana teki menghasilkan pengaruh yang sangat nyata bagi tinggi gulma, diameter batang, jumlah daun, serta persentase pengendalian gulma. Ekstrak n-heksana teki 20% mempunyai nilai persentase pengendalian gulma sebesar 53,33% dengan memberikan efek sedang terhadap pertumbuhan gulma bayam duri, namun berbeda dengan aplikasi herbisida sintesis (2-4D) yang memberikan nilai sebesar 100%. Kata Kunci: Bayam duri, gulma, n-heksana, teki. Activity Test of n-Hexana Nutsedge Extract (Cyperus rotundus L.) Against the Growth of Weed Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.)Abstract.Weeds are plants that live around cultivated plants whose existence is not expected and is very detrimental to the plants being cultivated and affects agricultural results cultivated by humans. The sedge is a weed that has the potential to be used as a bioherbicide, with the presence of chemical compounds contained in the sedge that can control other weeds. This research is expected to be able to determine the effect of n-hexane nut extract at various concentrations on the growth of spinach spines. This research was conducted at the Laboratory of Weed Science, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Laboratory of Chemical Analysis, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) and the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh, from December 2021 to March 2022. This research used a completely randomized design with no pattern factorial with 6 treatments, namely 2.4 D 0.686 kg b.a ha -1 (positive control); distilled water (negative control); nut ethyl acetate extract 5%; 10%; 15%; 20%, with 3 replications, a total of 18 experimental units. The results showed that the application of n-hexane nut extract had a very significant effect on weed height, stem diameter, number of leaves, and the percentage of weed control. The 20% n-hexane extract has a weed control percentage value of 53.33% with a moderate effect on the growth of spinach thorn weeds, however it is different from the application of synthetic herbicides (2-4D) which gives a value of 100%. Keywords: Spinach spines, weeds, n-hexane, puzzles.
The Effect of Giving Gotu Kola Leaf Extract on The Storability of Beef Sausages Teuku Haryanda Maulana; Amhar Abubakar; Zuraida Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24478

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pH dan TPC pada sosis daging sapi yang telah ditambahkan ekstrak daun pegagan selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Analisis pH dan TPC dilaksanakan di laboratorium Teknologi Pengolahan Susu Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial  (RALF) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu faktor A ekstrak daun pegagan: 1 ml (A1) dan 2 ml (A2) dan faktor B lama penyimpanan: 3 hari (B1), 5 hari (B2), dan 7 hari (B3), dengan 3 (kali) ulangan, sehingga diperoleh 18 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai pH tertinggi pada perlakuan A2B3 yaitu 5,88, dan nilai terendah pada perlakuan A1B2 yaitu 5,68. Secara statistik berpengaruh sangat nyata (P0.01) pada nilai pH sosis. Sedangkan rataan nilai TPC tertinggi pada perlakuan A2B3 yaitu 36,43, dan nilai terendah pada perlakuan A2B2 yaitu 22.03. Secara statistik tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap nilai TPC. Kesimpulan penelitian ini adalah  penambahan ekstrak daun pegagan pada sosis daging sapi dengan persentase dan lama penyimpanan berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH namun tidak berpengaruh terhadap nilai TPC. The Effect of Giving Gotu Kola Leaf Extract on The Storability of Beef SausagesAbstract. The purpose of this study was to determine the pH and TPC of beef sausages which had got gotu kola leaf extract added during storage. The research was carried out at the Meat Processing Science and Technology Laboratory, Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. pH and TPC analysis was carried out in the Milk Processing Technology laboratory, Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. This research was conducted using a completely randomized factorial design (RALF) which consisted of 2 (two) factors, namely factor A gotu kola leaf extract: 1 ml (A1) and 2 ml (A2) and factor B storage time: 3 days (B1), 5 days (B2), and 7 days (B3), with 3 (times) repetitions, so that 18 experimental units were obtained. The results showed that the highest average pH value was in the A2B3 treatment, namely 5.88, and the lowest value in the A1B2 treatment, namely 5.68. Statistically, it had a very significant effect (P0.01) on the pH value of the sausages. While the highest average TPC value was in the A2B3 treatment, namely 36.43, and the lowest value in the A2B2 treatment, namely 22.03. Statistically, it had no significant effect (P0.05) on the TPC value. The conclusion of this study is that the addition of gotu kola leaf extract to beef sausages with different percentages and storage times has a very significant effect on the pH value but has no effect on the TPC value.
Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Minyak Nilam Terhadap Kualitas Parfum secara sensori Wilda Hikmah; Yuliani Aisyah; F Fahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23912

Abstract

Abstrak. Atsiri Research Center (ARC) merupakan pusat riset komoditi atsiri di Universitas Syiah Kuala yang fokus meneliti dan mengembangkan tanamana nilam. Tanaman nilam di Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbesar di dunia. Penggunaan minyak atsiri saat ini telah banyak diaplikasikan dalam beberapa industri salah satunya yaitu parfum. Kualitas parfum dapat ditentukan dengan daya tahan lama aroma parfum dan kejernihan parfum. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan aroma parfum dilakukan dengan meningkatkan persentase bibit parfum dalam formulasi parfum. Pada pengujian warna/kejernihan parfum diperoleh hasil sampel I memiliki warna yang jernih, sampel II kuning jernih dan sampel III kuning keemasan. Uji organoleptik warna parfum sampel I, II dan III diperoleh hasil bahwa tingkat kesukaan warna berkisar antara 2,6 sampai dengan 3,1 yang berarti mengindikasikan suka. Uji organoleptik aroma diperoleh hasil sampel I memiliki aroma yang paling banyak disukai oleh panelis dengan kisaran angka 3,7 sedangkan sampel III memiliki aroma yang paling tidak disukai oleh panelis dengan kisaran angka 2. Pada uji ketahanan aroma diperoleh bahwa sampel II memiliki ketahanan aroma selama 72 jam. Pada uji kesukaan parfum diperoleh bahwa sampel parfum I paling banyak disukai oleh responden yaitu sebesar 47%.Comparison Effect of Patchouli Oil Concentration on Sensory Perfume QualityAbstract. Atsiri Research Center (ARC) is a research center for essential commodities at Syiah Kuala University which focuses on researching and developing patchouli plants. Patchouli plants in Indonesia are known as one of the largest essential oil producers in the world. The use of essential oils has now been widely applied in several industries, one of which is perfume. The quality of perfume can be determined by the longevity of the fragrance and the clarity of the perfume. Efforts were made to increase the longevity of perfume aroma by increasing the percentage of perfume seeds in perfume formulations. In testing the color/purity of the perfume, it was obtained that sample I had a clear color, sample II was clear yellow and sample III was golden yellow. The organoleptic test for the color of the perfume samples I, II and III showed that the level of preference for color ranged from 2.6 to 3.1 which means it indicates liking. The organoleptic aroma test showed that sample I had the most preferred aroma by the panelists with a range of 3.7, while sample III had the least preferred aroma by the panelists with a range of 2. In the aroma resistance test, it was found that sample II had an aroma resistance of 72 hour. In the perfume preference test, the result was that perfume sample I was most liked by respondents, with a percentage of 47%.
Alokasi Waktu Kerja dan Kontribusi Pendapatan Wanita sebagai Buruh Gudang Pinang terhadap Pendapatan Keluarga Tani di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Munira Munira; Irwan A Kadir; Anwar Deli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23290

Abstract

Usaha gudang pinang menjadi peluang untuk menambah pendapatan wanita di di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Banyaknya kegiatan wanita di daerah penelitian terutama pada kegiatan rumah tangga, sebagai petani dan buruh tani menyebabkan adanya variasi waktu kerja wanita pada gudang pinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya curahan waktu kerja, besarnya kontribusi pendapatan wanita sebagai buruh gudang pinang terhadap pendapatan keluarga serta mengetahui keeratan hubungan antara alokasi waktu kerja dengan kontribusi pendapatan. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 54 orang yang diambil menggunakan sample random sampling. Data yang diperoleh dari kegiatan wawancara dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji hipotesis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata curahan waktu wanita sebagai buruh gudang pinang adalah 108,6 jam/bulan atau 15, 1%, sisanya 84,9% dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lainnya, pekerjaan rumah tangga, istirahat dan kegiatan lainnya. Pendapatan wanita sebagai buruh gudang pinang dapat memberikan kontribusi sebesar 19,2% (kategori rendah) terhadap pendapatan keluarga tani. Hasil analisis korelasi rank spearman diperoleh nilai signifikansi (0,000) α (0,05), yang artinya alokasi waktu kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kontribusi pendapatan. Nilai koefisien korelasi adalah 0,596 yang artinya kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat secara positif (searah), dimana jika terjadi kenaikan pada alokasi waktu kerja maka akan meningkatkan kontribusi pendapatan. Kata kunci : Alokasi waktu kerja, kontribusi pendapatan, buruh gudang pinang wanita
Uji In Vitro Isolat Rizobakteri Asal Kecamatan Montasik dan Kuta Cot Glie Aceh Besar terhadap Pertumbuhan Patogen Phytophthora capsici Tiara Rista Salsabila; Erida Nurahmi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24442

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isolat rizobakteri asal Kecamatan Montasik dan Kuta Cot Glie Aceh Besar terhadap pertumbuhan koloni patogen Phytophthora capsici dan berpotensi  menjadi pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan 19 isolat rizobakteri dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 57 satuan percobaan. Isolat rizobakteri berpengaruh sangat nyata terhadap daya hambat pertumbuhan koloni patogen P. capsici dengan daya hambat terbaik pada perlakuan AD 6/1, AD 6/3, AD 7/1,AD 7/2, AD 7/3, AD 8/2, AD 8/3, IA 7/4 dan IA 8/1. Laju penghambatan pertumbuhan patogen berpengaruh sangat nyata dengan laju pertumbuhan terbaik dijumpai pada perlakuan AD 7/1 sebesar 0,69 mm/hari. Kemampuan isolat rizobakteri dalam memproduksi HCN dijumpai pada perlakuan IA 7/1 dan IA 7/3 dengan jumlah produksi HCN sedang (++= coklat tua). Isolat rizobakteri yang diuji pada parameter uji gram terdapat 5 isolat rizobakteri yang mempunyai reaksi positif yaitu AD 6/3, AD 7/1, AD 7/2, AD 7/3 dan AD 8/1. 14 isolat rizobakteri lainnya bereaksi negatif. Isolat rizobakteri yang diuji dapat memproduksi IAA dengan nilai absorban berkisar 0,52-0,07 (µg/ml filtrat). Semua isolat rizobakteri mampu melarutkan fosfat dan berpotensi menjadi pemacu pertumbuhan tanaman.  In Vitro Test of Rizobacterial Isolates from Montasik and Kuta Cot Glie Districts Aceh Besar against the Growth of Pathogen Phytophthora capsiciAbstract. This study has purpose to determine the effect of rhizobacterial isolates from Montasik and Kuta Cot Glie Districts of Aceh Besar on the growth of Phytophthora capsici pathogen colonies and the potential for plant growth promotion. This study used a completely randomized design (CRD) non-factorial pattern with 19 isolates of rhizobacteria with 3 replications so that 57 experimental units were obtained. Rhizobacterial isolates had a very significant effect on the growth inhibition of P. capsici pathogen colonies with the best inhibition in the AD 6/1, AD 6/3, AD 7/1, AD 7/2, AD 7/3, AD 8/2, AD 8/3, IA 7/4 and IA 8/1 treatments. The rate of inhibition of pathogen growth was very significant with the best growth rate found in treatment AD 7/1 at 0.69 mm/day. The ability of rhizobacterial isolates to produce HCN was found in treatments IA 7/1 and IA 7/3 with moderate HCN production (++= dark brown). There were 5 rhizobacterial isolates tested on gram test parameters that had positive reactions, namely AD 6/3, AD 7/1, AD 7/2, AD 7/3 and AD 8/1. 14 other rhizobacterial isolates reacted negatively. The tested rhizobacterial isolates can produce IAA with absorbance values ranging from 0.52-0.07 (µg/ml filtrate). All rhizobacterial isolates are able to dissolve phosphate and have the potential to be plant growth promoters.
Hubungan antara Karakteristik Lahan dan Produksi Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah Zuhdi Amelca Arief; Muhammad Rusdi; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23282

Abstract

Abstrak. Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu wilayah penghasil kopi Arabika di Provinsi Aceh. Kopi Arabika umumnya dapat tumbuh optimal pada ketinggian di atas 800 m dpl. Rata – rata produktivitas kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah belum optimal, yaitu berkisar antara 600-800 kg/ha/tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik lahan dan produksi kopi Arabika. Metode yang digunakan pada penelitian adalah survei lapangan untuk mendapatkan data karakteristik lahan di Kabupaten Bener Meriah. Tapak pengamatan ditentukan berdasarkan SPL yang dibentuk melalui hasil overlay peta jenis tanah, ketinggian tempat, kemiringan lereng dan peta kebun kopi eksisting di Kabupaten Bener Meriah. Kesesuaian lahan kopi Arabika diperoleh dengan cara membandingkan data karakteristik lahan yang diperoleh di lapangan dengan persyaratan tumbuh kopi Arabika milik Pujianto (1991).  Data produksi kopi Arabika diperoleh dengan cara taksasi produksi, yaitu menghitung jumlah gelondong merah pada tanaman kopi contoh untuk. Untuk mendapatkan data hubungan antara karakteristik lahan dan produksi dilakukan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kelas kelas kesesuaian lahan kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah adalah S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas kurangnya unsur hara seperti C- Organik, P-tersedia dan N-total dan tingkat kelerengan yang curam. Rata-rata produksi kopi Arabika 828,85 kg/ha biji bersih. Hasil analisis regresi linier berganda antara karakteristik lahan dan produksi menunjukkan sangat kuat dengan nilai 0,857.Correlation between Land Characteristic  and  Arabica  Coffee Production in Bener Meriah DistrictAbstract. Bener Meriah Regency is one of the Arabica coffee producing areas in Aceh Province. Arabica coffee can generally grow optimally at altitudes above 800 m above sea level. The average productivity of Arabica coffee in Bener Meriah Regency is not optimal, which ranges from 600-800 kg/ha/year. The research aims to determine the relationship between land characteristics and Arabica coffee production. The method used in this study was a field survey to obtain data on land characteristics in Bener Meriah Regency. The observation site was determined based on the SST formed by overlaying a map of soil type, altitude, slope and map of existing coffee plantations in Bener Meriah Regency. Land suitability for Arabica coffee was obtained by comparing land characteristic data obtained in the field with the requirements for growing Arabica coffee belonging to Pujianto (1991). Arabica coffee production data was obtained by means of production estimation, namely counting the number of red spindles on the sample coffee plants. To obtain data on the relationship between land characteristics and production, multiple linear regression analysis was performed. The results showed that the Arabica coffee land suitability classes in Bener Meriah Regency were S3 (suitable marginal) with limiting factors for lack of nutrients such as C-Organic, P-available and N-total and steep slopes. The average Arabica coffee production is 828.85 kg/ha of net beans. The results of the multiple linear regression analysis between land characteristics and production showed a very strong value of 0.857.
Evaluasi Sistem Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber Daya Manusia di Rumah Potong Hewan Lambaro Mona Lita; Zikri Maulina Gaznur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.25059

Abstract

Rumah Potong Hewan menurut Permentan No.13/OT.140/1/2010, adalah bangunan kompleks dengan rancangan dan kriteria tertentu yang diaplikasikan sebagai tempat untuk menyembelih ternak. RPH Lambaro tergolong RPH Jenis 1 yang merupakan usaha milik pemerintah dan dikelola oleh pemerintah serta sebagai bentuk pelayanan umum yang telah berdiri sejak tahun 1985. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemotongan ternak dan kesesuaian daya manusia di RPH Lambaro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan observasi untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi RPH Lambaro Aceh Besar dengan membandingkan ketentuan yang berlaku yaitu sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/OT.140/2010 tentang RPH. Berdasarkan hasil evaluasi nilai Prosedur Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber daya manusia di Rumah Potong Hewan Lambaro, kelayakan operasional RPH Lambaro dalam menghasilkan daging yang ASUH sudah layak berdasarkan sumber daya manusia di RPH Lambaro termasuk kategori sesuai (S) dengan jumlah nilai kesesuaian (NK) 225 dan prosedur pemotongan ternak RPH Lambaro sesuai dengan jumlah nilai kesesuaian (NK) 295 yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 413 Tahun 1992 sebagai pedoman pelaksana kegiatan pemotongan. Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa nilai Prosedur Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber daya manusia di rumah potong hewan Lambaro sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 413/310/7/1992 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/OT.140/2010 yaitu sudah melakukan pemeriksaan ante- mortem,pemeriksaan post- mortem dan proses pemotongan.
Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Nurul Ashri; Lola Adres Yanti; Fikrinda Fikrinda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.24031

Abstract

Abstrak. Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pantai yang keberadaannya bergantung pada aliran air laut dan air sungai atau muara. Kecamatan Batee memiliki kawasan mangrove yang informasi tentang keberadaan dan kondisinya masih sangat sedikit dijumpai. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendapatkan data jenis dan komposisi vegetasi mangrove yang ada di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 25 unit plot. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis mangrove di Kecamatan Batee. Strata vegetasi yang mendominasi adalah tingkat pertumbuhan semai (56,2%) diikuti pancang (31,7%) dan pohon (12,1%). Individu dengan jumlah tertinggi adalah Rhizophora mucronata (47,5 %) sedangkan yang terendah adalah Ceriops decandra (0,3%). Hasil ini menunjukkan bahwa jenis Rhizophora mucronata mendominasi keseluruhan jenis mangrove di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie Provinsi Aceh.Structure and Composition of Mangrove Vegetation in Batee Sub-districts Pidie District Aceh ProvinceAbstract. Mangrove forest is a forest that grows in coastal areas whose existence depends on the flow of seawater and river or estuary water. Batee sub-district has mangrove areas, and their existence and condition still poor information. This research was to obtain data on mangrove vegetation in Batee Sub-district, Pidie District. The research method used purposive sampling. The results showed that there were 12 types of mangroves in Batee Sub-district. The vegetation strata dominated were seedlings (56.2%), sapling (31.7%), and trees (12.1%). The individual with the highest number was Rhizophora mucronata (47.5%), while the lowest was Ceriops decandra (0.3%). It showed that Rhizophora mucronata dominates all type of mangroves in Batee Sub-district, Pidie District, Aceh Province.

Page 100 of 103 | Total Record : 1028