cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Evaluasi Dukungan Masyarakat Terhadap Keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Desa Ie Mirah Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya Mulya Masthurri; Ali M Muslih; Ashabul anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24480

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan yang berdasarkan dari segi ekologis dan ekonomi akan lebih baik dari pada kawasan hutan yang dibiarkan terbuka begitu saja tanpa melakukan reboisasi kembali. Sistem rehabilitasi hutan dan lahan  yang jenis tanamannya bersifat lokal, karena harus sesuai dengan kondisi daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang disarankan oleh masyarakat kepada pihak BPDAS, KPH V dan pihak pengelola dilapangan, mengetahui peran masyarakat dalam mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat diberikan manfaat khususnya bagi pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juli sampai Desember 2019, tepatnya di Desa Ie Mirah Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat terkait evaluasi keberhasilan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan jenis tanaman apa yang disarankan oleh masyarakat kepada pihak pengelola. Tingkat partisipasi masyarakat dalam tahapan perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dapat dilihat dari keikutsertaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan, pertemuan yang dilakukan oleh pihak BPDAS dan pengelola dalam menyampaikan arhan atau tata cara-cara dalam pelaksanaan kegiatan penanaman yang akan dilakukan.Evaluation Of Community Support On The Success Of Forest And Village Land Rehabilitation Activities Ie Mirah Babahrot Sub-District, Southwest Aceh DistrictAbstract. The implementation of forest and land rehabilitation based on ecological and economic aspects will be better than forest areas that are left as they are without reforestation. Forest and land rehabilitation systems where plant species are local in nature, because they must be in accordance with local conditions. This study aims to determine the types of plants recommended by the community to BPDAS, KPH V and field managers, to determine the community's role in supporting forest and land rehabilitation activities. This research is expected to provide benefits especially for the government, both central government and local government. This research took place from July to December 2019 to be precise in Ie Mirah Village, Babahrot District, Southwest Aceh District. This study uses a qualitative method so that the data obtained from observations and interviews with the community is related to evaluating the success of forest and land rehabilitation activities for which types of plants are recommended by the community to the manager. The level of community participation in the planning stages of forest and land rehabilitation can be seen from community participation in carrying out activities, meetings held by BPDAS and managers in conveying directions or procedures for implementing planting activities to be carried out. 
Nilai Biomassa Dan Cadangan Karbon di Atas Permukaan Tanah Di Hutan Areal Penggunaan Lain Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues Ahmad Ganafi; Triaty Handayani; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24406

Abstract

Abstrak. Kecamatan Pantan Cuaca memiliki luas wilayah 29.507 ha (BPS 2021). Pantan Cuaca memiliki tutupan hutan areal penggunaan lain (Apl) yang terletak di beberapa Desa antara lain yaitu Desa Atu Kapur, Desa Seneren dan Desa Kuning Kurnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah nilai biomassa dan  cadangan karbon atas permukaan tanah. Alat dan bahan yang digunakan adalah meteran, klinometer, pita meter, GPS, Parang, tally sheet dan ATK. Penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling, yaitu metode pengambilan sampel secara acak sistematis, penentuan petak sampel ditetapakan pada hutan yang dominan untuk bisa mewakili lokasi penelitian dan dapat di jangkau saat penelitian. Penentuan sampel menggunakan intensitas sampling sebesar 0,12% dengan 25 plot sampel. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dengan luas lokasi penelitian 806 ha. Nilai total biomassa 438869,57kg  dan nilai total cadangan karbon tersimpan 230.617,10 tC.(Aboveground Biomass and Carbon Stock Values in Forest Areas for Other Uses, Pantan Cuaca District Gayo Lues Regency)Abstract. Pantan Cuaca District has an area of 29,507 ha (BPS 2021). Pantan Cuaca  has forest cover for other use areas (Apl) which are located in several villages namely Atu Kapur Village, Seneren Village and Kuning Kurnia Village. This study aims to determine the total value of aboveground biomass and carbon stocks. The tools and materials used are tape measure, clinometer, meter tape, GPS, machete, tally sheet and ATK. This study used a systematic random sampling method, namely a systematic random sampling method, determining the sample plots set in the dominant forest to be able to represent the research location and can be reached during the study. Determination of the sample using a sampling intensity of 0.12% with 25 sample plots. The results of research that has been carried out with an area of 806 ha research location. The total value of biomass is 438869.57 kg and the total value of stored carbon stock is 230,617.10 tC.
Aktivitas Antioksidan pada Sosis Daging Sapi dengan Penambahan Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Mulyani Mulyani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23031

Abstract

Abstrak. Daging sapi segar merupakan salah satu komoditas ternak yang mudah rusak danbusuk karena perubahan kimiawi dan kontaminasi mikroba. Upaya yang dapat dilakukanuntukmengatasikerusakandagingsegardenganmelakukan proses pengolahan daging, misalnya mengolah daging menjadi sosi. Sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halusyang mengadung daging tidak kurang dari 75% dengan tepung atau tanpa penambahan bumbudan bahan tambahan lain. Pada proses pembuatan sosis, antioksidan yang sering ditambahkan ialahantioksidan sintetik yang diperbolehkan dalam produk pangan. Pemakaian antioksidan sintetik dalam jangka panjang dengan kandungan BTH, BHA,TBHQ yang beresiko bagi kesehatan, untuk menanggulangi permasalah tersebut pada pengolahan daging menjadi sosis digunakan antioksidan alami yang bersumber dari tanaman herbal. Salah satu tumbuhan yangbanyak kandungan antioksidan dan dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan dagingadalah kecombrang (Etlingera elator). Kecombrang adalah tumbuhan alami yang banyak digunakan karena mengandung antioksidan dan minyakatsiri sehingga dimanfaatkan untuk memperpanjang masa simpansosis. Meskipun tanaman kecombrang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, tetapi penambahan ekstrak kecombrang pada proses pengolahan sosis daging sapi belum banyak diteliti, sehingga penelitian ini layak dilakukan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kecombrangterhadap antioksidan sosis daging sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging untuk proses sosis daging. Uji kualitas sosis dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kalipengulangan, perbandingan daging dan kecombrangyangterdiri dari 4 level yaitu P0(0%), P1 (5%), P2(10 %)dan P3 (15 %) dan didapat 20 satuanpercobaan. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan padadagingsapi dengan penambahan ekstrak kecombrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kecombrang pada sosisdaging sapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan.Hal tersebutdisebabkan karena aktioksidan memiliki sifat yang tidak stabil terutama terhadap panas danpH, dimana semakin tinggi suhu pemanasan maupun pH maka kadar antioksidan semakin menurun. Kesimpulannya adalah penambahan ekstrak bunga kecombrangpada konsentrasi 5-15% pada proses pembuatan sosis daging sapi tidak menyebabkan perubahan kandungan antioksidan sosis daging sapi yang dihasilkan.Antioxidant activity in Beef Sausage with the addition of Kecombrang Flower Extract (Etlingera elatior)Abstract. Fresh beef is one of the livestock commodities that are easily damaged and spoiled due to chemical changes and microbial contamination. Efforts that can be done to overcome damage to fresh meat by carrying out meat processing processes, for example processing meat into sausage. Sausage is a food product obtained from a mixture of fine meatthat contains meat not less than 75% with flour or without the addition of marinadesand other additives. In the process of making sausages, antioxidants are often added synthetic antioxidants that are allowed in food products. The use of synthetic antioxidants in the long term with the content of BTH,BHA, TBHQ are at risk to health, to overcome these problems in the processing of meat into sausages used natural antioxidants sourced from herbal plants. One of the plants that contain a lot of antioxidants and can be used in meat processing is kecombrang (Etlingera elator). Kecombrang is a natural plant that is widely used because it contains antioxidants and minyakatsiri so used to extend the simpansosis. Although kecombrang plant has potential as a source of antioxidants, but the addition of kecombrang extract in beef sausage processing has not been widely studied, so this study is feasible. The purpose of this study was to determine the effect of the use of kecombrangterhadap antioxidant beef sausage. This research was conducted in the Laboratory of Science and Technology of meat processing for meat sausage process. Sausage quality test was conducted at the Laboratory of Animal Nutrition, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The study was conducted in May 2022. This study used the basic design of complete randomization (RAL) with 4 treatments and 5 times repetition, comparison of meat and kecombrangyangconsisting of 4 levels of P0(0%), P1 (5%), P2(10%) and P3 (15%) and obtained 20 satuanpercoba. The parameters observed in this study is the antioxidant activity padadagingsapi with the addition of kecombrang extract. The results showed that the addition of kecombrang extract to beef sausage did not have a significant effect on antioxidant activity.It is caused because aktioksidan has properties that are not stable, especially against heat andph, where the higher the heating temperature and pH of the antioxidant levels decreased. The conclusion is the addition of kecombrang flower extract at a concentration of 5-15% in the process of making beef sausage does not cause changes in the antioxidant content of beef sausage produced.
Pengaruh Pemberian Kompos Trembesi terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) Maulidia AR; Ilyas Ilyas; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22771

Abstract

Abstrak. Inceptisol merupakan tanah yang baru berkembang, memiliki tekstur yang beragam dari kasar hingga halus, tergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya (Munir,1996). Secara umum, Inceptisol memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah, namun dapat ditingkatkan jika menggunakan upaya yang tepat dengan cara penambahan bahan organik seperti kompos trembesi dan eco farming. Sampah daun trembesi dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama, untuk mempercepat proses dekomposisi maka dapat ditambahkan eco farming sebagai bioaktivator. Eco farming mengandung unsur hara lengkap dan bakteri positif yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, seperti tanaman jagung. Produksi rata-rata jagung saat ini masih tergolong rendah sehingga pemenuhan kebutuhan jagung terus meningkat. Sehingga perlu dilakukan percobaan pemberian pupuk kompos trembesi dan pupuk hayati untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos trembesi dan pupuk hayati terhadap sifat kimia tanah Inceptisol serta pertumbuhan jagung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu (K0):kontrol, (K1):Kompos trembesi 0,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K2):Kompos trembesi 1 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K3):Kompos trembesi 1,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K4):Kompos trembesi 10 t ha-1, (K5):Kompos trembesi 20 t ha-1, dan (K6):Kompos trembesi 30 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh nyata terhadap pH tanah namun berpengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia tanah lain yang dicoba dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan 30 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang.  Effect of Trembesi Compost on Changes in Chemical Properties of Inceptisol Soil and Corn Plant Growth (zea mays)Abstarct. Inceptisols are newly developed soils, have textures that vary from coarse to fine, depending on the level of weathering of the parent material (Munir, 1996). In general, Inceptisols have relatively low soil fertility, but can be increased if using the right efforts by adding organic matter such as trembesi compost and eco farming. Trembesi leaf waste can decompose naturally, but it takes a long time, to speed up the decomposition process, eco farming can be added as a bioactivator. Eco farming contains complete nutrients and positive bacteria that can increase soil fertility and plant growth, such as corn. The average production of corn is still relatively low so that the fulfillment of corn needs continues to increase. So it is necessary to experiment with the application of trembesi compost and biological fertilizers to determine the effect of giving trembesi compost and biological fertilizers on the chemical properties of Inceptisol soil and the growth of maize. This study used a non-factorial randomized block design (RAK), consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatments are (K0):control, (K1):Trembesi compost 0,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K2):Trembesi compost 1 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K3):Trembesi compost 1,5 t ha-1  + eco farming 250 ml polybag-1, (K4):Compost trembesi 10 t ha-1, (K5):Compost trembesi 20 t ha-1, and (K6 ):Compost trembesi 30 t ha-1. The results showed that the application of organic matter had a significant effect on soil pH but had no significant effect on the chemical properties of other soils tested and had a significant effect on plant height 15 DAP and 30 DAP but had no significant effect on stem diameter.
Pengaruh Amandemen Tanah dan Varietas Terhadap Aktivitas Antioksidan Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Kondisi Cekaman Salinitas Uyun Nur; Ainun Marliah; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24324

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekaman salinitas, varietas, dan pembenah tanah terhadap aktivitas antioksidan tanaman padi. Tiga ulangan digunakan dalam plot faktorial split 3x2x2 dalam penelitian ini. Faktor primer adalah penambahan biochar (A1), kompos (A2), dan campuran biochar, kompos, dan mycotricho (A3) ke dalam tanah. Variasi anak petak dengan dua tingkat (Inpari 42 dan Sigupai) merupakan faktor kedua. Subplot atau anak-anak salinitas yang memiliki dua taraf (8000 ppm dan 10000 ppm) merupakan faktor ketiga. Amandemen tanah berdampak signifikan pada nilai IC50 dan berat basah, menurut temuan tersebut. Nilai IC50, tinggi tanaman (8 MST), panjang daun (6 MST), dan bobot gabah kering sangat dipengaruhi oleh varietas. Nilai IC50, berat kering, dan berat gabah kering semuanya sangat dipengaruhi oleh salinitas.EFFECT OF SOIL AMENDMENT AND VARIETY ON ANTIOXIDANT ACTIVITY OF RICE (Oryza sativa L.) IN SALINITY STRESS CONDITIONSAbstract. The purpose of this study was to determine the effect of salinity stress, varieties, and soil conditioners on the antioxidant activity of rice plants. Three replicates were used in the 3x2x2 split factorial plot in this study. The primary factor was the addition of biochar (A1), compost (A2), and a mixture of biochar, compost and mycotricho (A3) into the soil. Variation of two-level subplots (Inpari 42 and Sigupai) is the second factor. Salinity subplots or children with two levels (8000 ppm and 10000 ppm) are the third factor. Soil amendments significantly impact IC50 values and wet weight, according to the findings. IC50 value, plant height (8 WAP), leaf length (6 WAP), and dry grain weight were strongly influenced by varieties. The IC50 value, dry weight and dry grain weight are all highly influenced by salinity.
Analisis Perubahan Garis Pantai di Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur dengan pendekatan Visual on Screen Safriadi Safriadi; Manfarizah Manfarizah; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.21746

Abstract

Abstrak. Garis pantai merupakan suatu titik pertemuan antara daratan dan lautan di pantai, yang mana garis pantai tersebut mengalami pergerakan sedimen akibat dari terjangan dan hempasan gelombang laut yang mengarah ke daratan yang membentuk gelombang pecah. Perubahan garis pantai yang diakibatkan oleh abrasi dan akresi bisa dipantau dengan menggunakan metode Visual on Screen. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk memetakan perubahan garis pantai dengan metode Visual on Screen. Hasil analisis metode Visual on Screen menunjukan bahwa akresi tertinggi berada di Kecamatan Simpang Ulim sepanjang 320,53 m. Akresi yang terjadi disebabkan oleh sedimentasi Krueng Arakundo hingga munculnya tanah timbul disertai pertambahan mangrove.Kata kunci: Garis Pantai, Kabupaten Aceh Timur, Visual on Screen, Akresi.Abstract. The shoreline is a meeting point between land and sea on the coast where the shoreline experiences sediment movement due to the brunt and crash of ocean waves that lead to the land which forms breaking waves (Arief et al., 2011). Shoreline changes caused by abrasion and accretion can be monitored using the Visual on Screen method. This study aims to map changes in the shoreline using the Visual on Screen method. The Visual on Screen method analysis shows that the highest accretion is in Simpang Ulim District along 320,53 m. The sedimentation of Krueng Arakundo caused the accretion until the land appeared, accompanied by the addition of mangroves.Keywords: Shoreline, East Aceh District, Visual on Screen, Accretion
Kajian Pemilihan Alternatif Pembelahan Buah Pinang Fhauzie Andrea Sahfitri; Muhammad Dhafir; Ramayanty Bulan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.24259

Abstract

Abstrak. Proses pembelahan buah pinang yang di lakukan olah masyarakat kebanyakan masih menggunakan cara manual yang sangat lambat dan beresiko terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kajian pemilihan alternatif pembelahan buah pinang yang ditinjau berdasarkan aspek ergonomika, aspek ekonomi dan aspek teknis. Analisa data meliputi analisa dari aspek ergonomika, aspek ekonomi dan aspek teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek ergonomika analisa gerak dan waktu pembelahan pinang metode manual membutuhkan waktu 12 menit 31 detik dengan dua gerakan sedangkan dengan menggunakan mesin hanya membutuhkan waktu paling lama 1 menit 23 detik dengan tiga gerakan. Dari analisa beban kerja pada metode manual kalori terbesar yang dikeluarkan adalah 208,5 Kkal/jam kategori sedang dan dengan mesin pembelah buah pinang mencapai 248,65 Kkal/jam juga kategori sedang. Dari analisa denyut jantung berdasarkan IRHR work dengan metode manual IRHR work tertinggi adalah 1,6 tergolong pekerjaan sedang sedangkan dengan menggunakan mesin pembelah buah pinang IRHR work tertingginya hanya 1,47 termasuk pekerjaan ringan. Dari aspek ekonomi dengan metode manual biaya total untuk operasional adalah Rp. 794,90/kg. Pembelahan buah pinang dengan menggunakan mesin pembelah buah pinang biaya, biaya total untuk operasional adalah Rp. 201,119/kg. Dari aspek teknis, rata-rata persentase pembelahan sempurna mencapai  95,185%. Dan rata-rata persentase pembelahan sempurna dengan mesin hanya 87%. Kapasitas rata-rata mesin adalah 81,800 kg/jam. Kapasitas rata-rata metode manual hanya adalah 7,915 kg/jam. Dari penelitian analisis dari tiga aspek dapat disimpulkan bahwa alternatif terbaik pembelahan buah pinang adalah dengan menggunakan mesin pembelah buah pinang.Studi of alternative selection of Betel Nutt CleavageAbstract. The process of cleavage of areca nut which is carried out by most people still uses the manual method which is very slow and has a high risk of accidents. The purpose of this study was to look at the study of alternative choices of areca nut splitting which were reviewed based on ergonomic aspects, economic aspects and technical aspects. Data analysis included analysis of ergonomic aspects, economic aspects and technical aspects. The results showed that from the ergonomics aspect of motion analysis and the manual method of splitting areca nut it took 12 minutes 31 seconds with two movements while using a machine it only took 1 minute 23 seconds with three movements. From the analysis of the workload on the manual method, the largest calorie spent was 208.5 Kcal/hour in the moderate category and with the areca nut splitting machine it reached 248.65 Kcal/hour, also in the moderate category. From the heart rate analysis based on IRHR work with the manual method, the highest IRHR work is 1.6 which is classified as moderate work, while using a areca splitter machine the highest IRHR work is only 1.47 including light work. From the economic aspect, the manual method, the total cost for operations is Rp. 794,90/kg. The cost of splitting areca nuts using a betel splitting machine, the total cost for operations is Rp. 201.119/kg. From a technical aspect, the average percentage of perfect cleavage reaches 95.185%. And the average percentage of perfect cleavage with machines is only 87%. The average machine capacity is 81,800 kg/hour. The average capacity of the manual method is only 7.915 kg/hour. From the research analysis of the three aspects, it can be concluded that the best alternative for slicing areca nuts is to use a slicing machine for areca nuts.
Studi Etnobotani Jenis Tumbuhan Obat pada Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya Nurjannah Nurjannah; Ali Muhammad Muslih; Saida Rasnovi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22816

Abstract

Abstrak. Etnobotani memiliki arti sebagai studi tentang penggunaan tumbuhan yang digunakan oleh suku tertentu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, termasuk untuk obat-obatan. Studi etnobotani jenis tumbuhan obat penting dilakukan untuk mengungkap pengetahuan masyarakat lokal Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional dan untuk meningkatkan upaya pelestarian jenis tumbuhan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan sumber perolehan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 64 spesies yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang digunakan untuk mengobati 37 penyakit. Adapun sumber perolehan tumbuhan obat masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya adalah dari areal sekitar rumah (56,38%), kebun/ladang (28,72%), pasar (9,57%) dan hutan (5,32%).Ethnobotanical Study of Medicinal Plants in The Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District.Abstract. Ethnobotany has a meaning as a study of the use of plants used by certain tribes to meet their daily needs, including for medicine. Ethnobotanical studies of medicinal plant species are important to carry out to reveal the knowledge of the local community of Beutong Ateuh Banggalang Sub-District in utilizing plants as traditional medicine and to increase efforts to preserve the plant species used. The purpose of this study was to determine the types and sources of medicinal plants used by the people of Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District. Data collection was carried out using the method of observation, interviews and documentation. The sampling method used purposive sampling and the selection of respondents was carried outby snowball sampling method. The data obtained were analyzed descriptively and presented in the form of tables and figures. The results showed that there were 64 species that were used as traditional medicines used to treat 37diseases. The sources of obtaining medicinal plants for the community in Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District are from the area around the house (56.38%), gardens/fields (28.72%), markets (9.57%) and forests (5.32%).
Pengaruh Modal, Lama Usaha, Tingkat Pendidikan dan Implementasi Digital Marketing Terhadap Pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh Putri Melania; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24545

Abstract

Abstrak. Digital marketing merupakan bentuk pemasaran modern yang dapat mencapai tujuan dengan cara yang lebih mudah dan lebih cepat. Penggunaan digital marketing juga dapat membantu pelaku UMKM mempromosikan dan mampu memperluas pasar. Terdapat perbedaan antara pelaku UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan pelaku UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh modal, lama usaha, tingkat pendidikan dan implementasi digital marketing terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh dan menganalisis perbedaan pendapatan UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji mann whitney. Metode penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Populasinya sebanyak 525 orang, responden yang mengimplementasikan digital marketing sebanyak 23 responden dan responden yang tidak mengimplementasikan digital marketing sebanyak 20 responden. Hasil dari penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel modal dan implementasi digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Sedangkan variabel lama usaha dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Hasil analisis uji mann whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh.The Influence of Capital, Length of Business, Education Level and Implementation of Digital Marketing on MSME Income in Banda Aceh CityAbstract. Digital marketing is one of the modern marketing techniques that can help entrepreneurs achieve their goals of increasing sales efficiently and faster. Digital marketing can also help MSME entrepreneur to promote and expand their market. There is a difference between MSME entrepreneurs who implement digital marketing and MSME entrepreneurs who do not implement digital marketing in their businesses. This study aims to determine the business capital, how long the business has been running, education level and implementation of digital marketing on MSME income in Banda Aceh City and analyze the differences in the income of MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh. This study was analyzed using multiple linear regression analysis and the Mann-Whitney test. In this study, purposive sampling is the sampling method with a population of 525 people. The respondents can be divided into two groups: (1) those who implement digital marketing are 23 respondents and (2) those who do not are 20. The results of the multiple linear regression analysis studies show that the variables of the business capital and digital marketing implementation significantly affect the income of MSMEs in Banda Aceh. At the same time, the variables of the duration of business and education level have no significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh. The Mann-Whitney test analysis results show significant differences between MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh.
Preferensi Pakan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) Di Pusat Latihan Gajah Holiday Resort Aek Raso Sumatera Utara Suci Indah Sari; Ali Makmur; Erdiansyah Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23226

Abstract

Abstrak. Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi yang populasinya semangkin menurun dan termasuk kedalam kategori keritis (critically and dangered/ CR). Dalam memilih habitat, gajah sumatera memperhitungkan berbagai faktor kondisi habitat misalnya ketersediaan tempat mecari makan, satwa liar ini juga memperhitungkan waktu melakukan berbagai aktivitas harian. Perilaku gajah sumatera meliputi perilaku individu dan perilaku sosial. Perilaku individu pada gajah meliputi perilaku makan, minum, berkubang, menggaram dan aktivitas indivudu gajah lainya. Perilaku sosisal gajah merupakan perilaku hidup dengan pola matriarchal, yaitu hidup berkelompok yang dipimpin betina dewasa dengan ikatan social yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbahan pakan dan preferensi pakan gajah di pusat latihan gajah holiday resort. Jenis tumbuhan yang terdapat di pusat latihan gajah holiday resort dari hasil pengamatan pada tiga lokasi yang berbeda di peroleh 17 jenis pakan alami gajah dari 8 famili. Tumbuhan tersebut yaitu  Famili Cyperaceae tiga spesies, Famili Poaceae empat spesies,Famili Fabaceae tiga spesies, Famili Euphorbiaceae dua spesies, Famili Moraceae dua spesies, Famili Arecaceae satu spesies, Famili Musaceae satu spesies, Famili Gleicheniaceae satu spesies.Feed Preferensi For Sumatra Elephants (Elephas maximus sumatranus) In Holiday Resort Elephant Training Center Aek Raso North SumatraAbstract. The Sumatran elephant is a protected animal whose population is decreasing and is included the critically and dangered CR category. In choosing the habitat of the Sumatran elephant, it takes into account varios factors of habitat conditions, such as the availability of places to forage for food, this wild animal also takes into account the time to carry out various daily activies. Sumatran elephant beharvior includes individual behavior and social behavior. Individual behavior in elephant includes eating, drinking, salting, and other elephant activities. The social behavior of elephants is a living behavior with a matriarchal pattern, namely living in groups led by adult females with strong social ties. The types of plants found in the holiday resort elephants training center from observations at three different locations obtained 17 types of natural food for elephants from 8 families. The plants are Family Cyperaceae with three species, Family Poaceae with four species, Family Fabaceae with three species, Family Euphorbiaceae with two species, and Family Moraceae with two species. Family Arteaceae one species, Family Musaceae one species. The Family Gleicheniaceae is one species.