cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Fenotipe F1 Hasil Persilangan Galur Padi C3 dan Varietas Koshihikari Chairunnisa Chairunnisa; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.153 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18337

Abstract

Abstrak. Galur C3 merupakan galur hasil persilangan varietas Cantik Manis dan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Galur ini memiliki kelebihan seperti arsitekturnya yang pendek, jumlah anakan yang tinggi, aroma yang khas. Kelemahan yang terdapat pada galur ini adalah umur panennya yang masih agak dalam yaitu 135 hari. Umur genjah merupakan salah satu karakter penting yang dapat meningkatkan produksi. Kelemahan tersebut dapat diperbaiki dengan dilakukannya persilangan dengan varietas introduksi Koshihikari yang berasal dari Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fenotipe F1 hasil persilangan galur padi C3 dan varietas Koshihikari. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh sejak bulan November 2020 hingga Juli 2021. Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah F1 C3/Kh serta tetua galur C3 dan varietas Koshihikari. Benih yang telah disemai ditanam ke dalam pot yang telah diberi 2 lubang tanam, dan masing-masing ditanam 1 bibit. Berdasarkan data analisis fenotipe 22 tanaman F1 C3/Kh yang ditanam, terdapat perbedaan karakter antara F1 C3/Kh dengan tetua galur C3. Sebanyak 8 tanaman memiliki arsitektur yang lebih pendek dibandingkan tetua galur C3 yaitu berkisar antara 96-101,5 cm.Phenotypic Analysis of F1 Result of Crossing between C3 Rice Lines and Koshihikari VarietiesAbstract. The C3 rice line is the result of a cross between the Cantik Sweet variety and the introduced Yinzhan variety from China. This strain has advantages such as short architecture, high number of tillers, distinctive aroma. The weakness of this line is that the harvest age is still rather deep, which is 135 days. Early maturity is one of the important characters that can increase production. This weakness can be corrected by crossing with the introduced variety Koshihikari from JapanThis research aims to learn the F1 phenotype resulting from a cross between the C3 rice lines and the Koshihikari variety. This research was carried out at the Screen House of Experimental Gardens and the Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to July 2021. The seeds used in this study were F1 C3/Kh and the parents of the C3 line and the Koshihikari variety. The seeds that have been sown are planted in pots that have been given 2 planting holes, and 1 seed is planted in each. Based on the phenotype analysis data of 22 F1 C3/Kh plants planted, there were differences in characters between F1 C3/Kh and C3 line parents. A total of 8 plants had a shorter architecture than the C3 line parents, which ranged from 96-101.5 cm.
Kajian Laju Iinfiltrasi pada Berbagai Penggunaan Lahan dan Jenis Tanah di Kecamatan Blang Jeurango RM Adjie Prakasa; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.807 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17655

Abstract

Abstrak. Tanah dan lahan seringkali dianggap sama, padahal kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari bahan campuran mineral, bahan organik, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman. Tanah dianggap sebagai tubuh alam yang berdimensi (dalam dan luas) merupakan hasil kerja gaya pembangun dan penghancur dan merupakan tempat bagi tanaman. Sedangkan Lahan adalah permukaan bumi yang berupa tanah, batuan, mineral dan kandungan cairan yang terkandung didalamnya yang memiliki fungsi tersendiri yang dapat dimanfaatkan manusia, Blang jeurango merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Gayo Lues dengan berbagai jenis tanaman budidaya, berupa tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Dari berbagai penggunaan lahan, lahan tersebut memiliki kemampuan laju infiltrasi yang berbeda-beda yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap penyimpanan air dan ketersediaan air di dalam tanah. Kecamatan Blang jeurango rentan dengan terjadinya banjir karena laju infiltrasi daerah tersebut lebih kecil dari intensitas hujan. Besarnya banjir yang terjadi tergantung pada perbandingan kemampuan infiltrasi dan intensitas hujan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei deskriptif, yaitu dengan melakukan observasi di lapangan dengan pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan double ring infiltrometer. Pengamatan juga dilakukan terhadap beberapa parameter adalah: permeabilitas, bulk density, tekstur tanah, C-organik tanah, porositas, dan laju infiltrasi. Objek penelitian adalah Desa Blang Jerango di Kabupaten Gayo Lues. Nilai laju infiltrasi di Kecamatan Blang Jeurango memiliki klasifikasi laju infiltrasi agak cepat, sedang, dan agak lambat. Agak cepat (6,60 – 7,80 ) terdapat pada SPL 1,2, dan SPL 5, dan kriteria sedang (3,00 – 6,00 ) terdapat pada SPL 4, dan SPL 6, sedangkan agak lambat (0,60 – 1,80  terdapat pada SPL 3 dan SPL 7Kata kunci: Laju infiltrasi, penggunaan lahan, jenis tanahStudy Of Infiltration Rate On Various Land Use And Soil Types In Blang Jeurango DistrictAbstract. Land and land are often considered the same, even though the two terms have different meanings. Soil is a collection of natural objects on the earth's surface arranged in horizons, consisting of a mixture of minerals, organic matter, water and air, and is a medium for plant growth. Soil is considered as a natural body whose dimensions (deep and wide) are the result of the work of building and destroying forces and are a place for plants. While land is the surface of the earth in the form of soil, rocks, minerals and the liquid content contained therein which has its own function that can be utilized by humans, Blang jeurango is one of the sub-districts located in Gayo Lues Regency with various types of cultivated plants, in the form of food crops and plants. plantation. From various land uses, these lands have different infiltration rate capabilities which in turn will affect water storage and water availability in the soil. Blang Jeurango District is prone to flooding because the infiltration rate of the area is smaller than the intensity of the rain. The amount of flooding that occurs depends on the ratio of the infiltration capacity and the intensity of the rain. The method used in this study is a descriptive survey method, namely by making observations in the field by measuring the infiltration rate using a double ring infiltrometer. Observations were also made on several parameters, namely: permeability, bulk density, soil texture, C-organic soil, porosity, and infiltration rate. The object of research is Blang Jerango Village in Gayo Lues Regency. The value of the infiltration rate in Blang Jeurango Subdistrict has a classification of rather fast, medium, and rather slow infiltration rates. Slightly fast (6.60 – 7.80 )  is found in SPL 1,2, and SPL 5, and moderate criteria (3.00 – 6.00 )  found in SPL 4, and SPL 6, while a bit slower (0.60 – 1.80 ) was found in SPL 3 and SPL 7.Keywords: Infiltration rate, land use, soil type 
Pengaruh Beberapa Varietas dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah ( Allium ascolonicum) amsah amsah; Ainun Marliah; syamsuddin syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.417 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13656

Abstract

Abstrak,  Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang termasuk golongan sayuran rempah dan sebagai penyedap masakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor yang diteliti terdiri dari dua faktor yaitu varietas dan jarak tanam. Faktor pertama varietas yang terdiri dari 3 taraf yaitu varietas Bima Brebes, varietas Batu ijo dan varietas Gayo, sedangkan faktor kedua jarak tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu 20 cm x 10 cm, 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm dan 20 cm x 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam dan berat umbi basah  per plot, serta tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14, 21, 28 dan 42 hari setelah tanam, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, berat umbi kering per plot dan potensi hasil per hektar. Pertumbuhan tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam tertinggi terdapat pada varietas Bima Brebes yaitu 34.60 cm. Sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14, 21, 28, 35 hari setelah tanam, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, berat umbi basah per plot, berat umbi kering per plot, potensi hasil per hektar dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 hari setelah tanam. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik terdapat pada jarak tanam 20 cm x 20 cm. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara varietas dan jarak tanam terhadap tinggi tanaman umur 21 hari setelah tanam dan bobot umbi basah  per plot. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik terdapat  pada  kombinasi  perlakuan  varietas Bima Brebes dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm.Effect of several and plant spacing on the growth and yield of shallots (Allium ascolonicum)Abstract,   Shallot is a horticultural commodity which is included in the spice vegetable group and as a food flavoring. This research uses factorial randomized block design (RBD). The factors studied consisted of two factors, namely variety and spacing. The first factor is the variety consisting of 3 levels, namely Bima Brebes, Batu ijo, and Gayo variety, while the second factor is plant spacing consisting of 4 levels, namely 20 cm x 10 cm, 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm and 20 cm x 25 cm. The results showed that varieties significantly affected plant height at 35 days after planting and wet tuber weight per plot, and did not significantly affect plant height at 7, 14, 21, 28 and 42 days after planting, tuber wet weight per clump, weight dry bulbs per clump, dry tuber weight per plot and potential yield per hectare. The highest growth of plant age at 35 days after planting was found in the Bima Brebes variety, which was 34.60 cm.However, plant spacing treatment has very significant effect on plant height age 7, 14, 21, 28, 35 days after planting, number of tubers per clump, wet weight of tubers per clump, dry weight of tubers per clump, wet tuber weight per plot, dry tuber weight per plot, yield potential per hectare and no significant effect on plant height 42 days after planting. The best growth and yield of shallots are at a spacing of 20 cm x 20 cm. There was a very real interaction between varieties and planting distance to plant height at 21 days after planting  and wet tuber weight per plot. The best growth and yield of shallot plants  are  found in the combination of Bima Brebes varieties with a spacing of 20 cm x 20 cm.
Karakteristik Pengeringan Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L) dengan Alat Pengering Tipe Tray Dryer untuk Pembuatan Keripik Kulit Melinjo Durry Munawar; Dewi Sri Jayanti; Raida Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.886 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12681

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan kulit melinjo sebagai produk makanan olahan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Biasanya kulit melinjo tidak dimanfaatkan lagi dan dibuang begitu saja padahal kulit melinjo dapat diolah kembali menjadi beberapa produk makanan seperti keripik kulit melinjo, manisan, teh, pewarna makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan dan mutu dalam pembuatan keripik kulit melinjo dengan alat pengering tipe tray dryer pada suhu 35oC dan 45oC. Masing-masing suhu tersebut diulang sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 35oC kelembaban udara yang diperoleh adalah 70,50% dengan lama pengeringan 390 menit (6,5 jam) dan rata-rata laju pengeringan sebesar 1,08 bk/menit, sedangkan pada suhu 45oC kelembaban udara yang diperoleh adalah 60,72% dengan lama pengeringan 300 menit (5 jam) dan rata-rata laju pengeringan sebesar 1,32 bk/menit. Kecepatan aliran udara ruang pengering pada suhu 35oC dan 45oC adalah konstan (2,4 m/s). Rata-rata kadar air awal kulit melinjo adalah 82,26% sedangkan kadar air akhir adalah 21,36%. Susut bobot pada suhu 35oC adalah 77,56% dan pada suhu 45oC adalah 77,32%. Hasil uji organoleptik terbaik adalah pada suhu 35oC dengan skor 4,28 untuk warna, 4,50 untuk aroma, 4,53 untuk rasa dan 4,40 untuk tekstur.Characteristic Melinjo Peel (Gnetum gnemon L) Drying with Tray Dryer for Making Melinjo Peel ChipsAbstract. The use of melinjo peel as a processed food product is not widely known in the public. Melinjo peel is usually no longer used and thrown away even though the peel could be reprocessed into several food products such as melinjo peel chips, confectionery, tea, and food coloring. This research aimed to determine the characteristics of drying and quality in the making of melinjo peel chips with tray dryer at 35oC and 45oC. Each temperature is repeated twice. The results showed that at a temperature of 35oC, the humidity was 70.50% with a drying time was 390 minutes (6.5 hours) and the average of drying rate was 1.08 dw/minute, meanwhile at 45oC the humidity was 60.72% with a drying time was 300 minutes (5 hours) and an average of drying rate was 1.32 dw/minute. The airflow velocity of the drying chamber at 35oC and 45oC was constant (2.4m/s). The average of initial moisture of melinjo peel was 82.26% and final moisture was 21.36%. The weight loss at 35oC was 77.56% and at 45oC was 77.32%. The best results of organoleptic test was at temperature 35oC with score 4.28 for color, 4.50 for flavor, 4.53 for taste and 4.40 for texture.
Pengembangan Klasifikasi Berbagai Jenis Beras Dengan Menggunkan NIRS Metode PCA (Principal Component Analysis) Mufazzal Assayuti; Fachruddin Fachruddin; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.895 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13627

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model pendugaan keaslian beras Aceh menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Penelitian ini menggunakan beras Sigupai, beras Tangse, beras IR-64, beras Thailand, dan beras Vietnam. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 110 sampel. Spektrum yang diambil pada penelitian ini berasal dari beras murni tanpa pencampuran dan beras dengan pencampuran 75% dan 25% untuk masing-masing beras Aceh dan beras BULOG. Pengambilan spektrum beras menggunakan Self developed FT-IR IPTEK T-1516. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu: (1) NIRS dengan metode PCA mampu membedakan beras Aceh dengan beras BULOG baik dalam keadaan tanpa pencampuran maupun dengan pencampuran. (2) Analisis spektrum NIRS beras menunjukkan keberadaan kandungan karbohidrat pada panjang gelombang 4297cm-1 – 4462 cm-1. Protein terletak pada panjang gelombang 4698 cm-1  - 4879 cm-1.  Kadar air terletak pada panjang gelombang 5087 cm-1 –  5188 cm-1. Puncak gelombang 5708 cm-1 – 5805 cm-1  dan 8196 cm-1 – 8389 cm-1  menunjukkan senyawa kimia lemak. Panjang gelombang 6827 cm-1 – 6969 cm-1 menunjukkan senyawa kimia protein dan kadar air.Development classification of various types rice using NIRS PCA (Principal Component Analysis) methodAbstract. The purpose of this research is to develop a model for estimating the authenticity of Aceh rice using the Principal Component Analysis (PCA) method. This research uses Sigupai rice, Tangse rice, IR-64 rice, Thai rice, and Vietnamese rice. The number of samples used in this study was 110 samples. The spectrum taken in this study was 100% of each rice, and mixing of 75% and 25% rice between Aceh rice and BULOG rice. Intake of rice spectrum using Self-developed FT-IR IPTEK T-1516. The results obtained in this study are: (1) NIRS with PCA method is able to group Aceh rice with BULOG rice both in a state without mixing or by mixing. (2) Analysis of the rice NIRS spectrum showed the presence of carbohydrate content at wavelengths of 4297cm-1 - 4462 cm-1. Protein content at wavelength 4698 cm-1 - 4879 cm-1. Water content at a wavelength of 5087 cm-1 - 5188 cm-1. Wavelength of 5708 cm-1 - 5805 cm-1 and 8196 cm-1 - 8389 cm- 1 shows the fat content. Wavelength 6827 cm-1 - 6969 cm-1 shows the protein and water content.
Analisis Produksi Dan Pendapatan Tambak Udang Windu Di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya Salsabila Salsabila; Indra Indra; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.863 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh Jaya menjadikan usaha budidaya udang windu sebagai salah satu komoditas perikanan unggulan. Budidaya udang windu di daerah ini cukup menjanjikan didukung dengan tersedianya lahan tambak. Namun produksinya masih sangat kecil bila di bandingkan dengan Kabupaten lainnya di Aceh Sehingga harus lebih ditingkatkan lagi mengingat  potensi pengembangan tambak udang di Aceh jaya masih sanggat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  tingkat produksi tambak udang windu dan faktor apa saja yang mempengaruhi produksi tambak udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya serta untuk mengetahui apakah budidaya tambak udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya sudah menghasilkan pendapatan yang layak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan metode analisis fungsi Cobb-Douglass dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan luas tambak, jumlah benur, tenaga kerja dan pupuk berpengaru nyata terhadap produksi. Sedangkan jumlah pakan dan obat-obatan tidak berpengaruh nyata terhdapa jumlah produksi udang windu di Kecamatan Jaya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa besarnya pendapatan dari usaha udang windu adalah Rp. 54.867.043,-/panen. Dan nilai R/C = 2,87 yang artinya usaha tambak udang di Kabupaten Aceh Jaya Kecamatan Jaya layak dan menguntungkan untuk di usahakan oleh petani tambak.
Tingkat Penerimaan panelis Terhadap Yoghurt Dengan Perlakuan Lama Fermentasi, Jenis susu dan Lama penyimpanan yang Berbeda Tursina Tursina; Irfan Irfan; Sri Haryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.333 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11637

Abstract

Abstrak: Susu didefinisikan sebagai salah satu bahan pangan bernutrisi tinggi yang baik berperan sebagai asupan penting untuk, pertumbuhan kesehatan dan kecerdasan. Walaupun susu memiliki nilai gizi yang sangat baik namun untuk sebagian orang konsumsi dapat menimbulkan masalah berupa terjadinya lactose intolerance yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa yang terdapat didalam susu. Hal ini dapat diatasi dengan mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa dengan cara fermentasi. Salah satu produk fermentasi berbasis susu adalah yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh  lama fermentasi dan jenis susu yang digunakan dalam pembuatan yoghurt terhadap sensori yoghurt selama masa penyimpanan. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 faktor, faktor pertama yaitu lama fermentasi (F) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: F1 = 10 jam, F2 = 16 jam. Faktor kedua yaitu jenis susu yang digunakan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: S1 = susu sapi dan S2 = susu kambing. Faktor ketiga yaitu lama penyimpanan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: P1 = 0 minggu, P2 = 2 minggu, P3 = 4 minggu. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik secara hedonik meliputi atribut warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil uji organoleptik (hedonik) menunjukkan bahwa secara umum panelis lebih menyukai yoghurt perlakuan jenis susu sapi dengan fermentasi 10 jam dan lama penyimpanan 3 hari (minggu ke-0). Abstract: Milk is determined as one of the high nutritious kind of foods that are good for important consumption, health and intelligence growth. Because milk has a very good nutritional value for most people who can spend problems because of lactose intolerance which is the body's inability to digest lactose in milk.This problem can be overcome by converting lactose to glucose and galactose by fermentation. One of the milk-based fermented products is yogurt. This study aims to investiage the effect of fermentation time and the type of milk used in making yogurt on the sensory yogurt during the storage period. This study was conducted using a Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 factors, the first factor was the duration of fermentation (F): F1 = 10 hours, F2 = 16 hours. the second factor was the type of milk used which consists of twolevels, namely: S1 = cow's milk and S2 = goat's milk. The third factor is the storage time which we: P1 = 0 weeks, P2 = 2 weeks, P3 = 4 weeks. the analysis carried out were a hedonic test covering attributes of color, aroma, taste and texture. The organoleptic (hedonic) test result showed that in general all panelists preferred yogurt which was made by cow milk with 10 hours fermentation and 3 days of storage time (week 0).Abstract: Milk is determined as one of the high nutritious kind of foods that are good for important consumption, health and intelligence growth. Because milk has a very good nutritional value for most people who can spend problems because of lactose intolerance which is the body's inability to digest lactose in milk.This problem can be overcome by converting lactose to glucose and galactose by fermentation. One of the milk-based fermented products is yogurt. This study aims to investiage the effect of fermentation time and the type of milk used in making yogurt on the sensory yogurt during the storage period. This study was conducted using a Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 factors, the first factor was the duration of fermentation (F): F1 = 10 hours, F2 = 16 hours. The second factor was the type of milk used which consists of two levels, namely: S1 = cow's milk and S2 = goat's milk. The third factor is the storage time which we: P1 = 0 weeks, P2 = 2 weeks, P3 = 4 weeks. The analysis carried out were a hedonic test covering attributes of color, aroma, taste and texture. The organoleptic (hedonic) test results showed that in general all panelists preferred yogurt which was made by cow milk with 10 hours fermentation and 3 days of storage time (week 0).
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaaan Warung Kopi Di Kota Banda Aceh Aufar Rivqi; Suyanti Kasimin; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.24 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9351

Abstract

Abstrak : Persepsi seseorang pada suatu objek di pengaruhi oleh 3 faktor yaitu faktor individu, target dan situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap keberadaan warung kopi di Kota Banda Aceh. Penarikan sample diperoleh dengan metode Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan masyarakat memiliki persepsi bahwa keberadaan warung kopi sekarang ini menjadi salah satu ruang publik yang mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang ditawarkan dan berbagai menu makanan/minuman. Namun beberapa masyarakat memiliki persepsi bahwa dengan adanya warung kopi masyarakat menjadi lupa waktu hingga 3-5 jam berada di warung kopi dan bahkan tidak menggunakan fasilitas sebagai mana mestinya terutama bagi kalangan mahasiswa.Public Perception Of Coffee Shop Presence In Banda Aceh CityAbstract. A person's perception of an object is influenced by 3 factors, namely individual factors, targets and situations. This study aims to find out how people's perceptions of the existence of coffee shops in the city of Banda Aceh. Sample withdrawal is obtained by Accidental Sampling method with a total sample of 50 respondents. The method used is descriptive qualitative and quantitative. The results of this study indicate that the community has a perception that the existence of coffee shops is now one of the public spaces that can meet all the needs of the community with various facilities offered and various food / beverage menus. However, some people have the perception that with the community coffee shop, they will forget about 3-5 hours in a coffee shop and not even use the facilities as they should, especially for students.
Analisa Ekonomi Penggemukan Sapi Lokal Jantan yang Diberi Pakan Subtitusi Kulit Kacang Tanah Fermentasi muhammad panca nugraha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.7501

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang analisa ekonomi penggemukan sapi lokal jantan yang diberi pakan substitusi kulit kacang tanah fermentasi telah dilakukan di gampong cot teube kecamatan gandapura kabupaten bireuen dan di gampong data gaseeh kecamatan jantho kabupaten Aceh besar, yang di mulai pada bulan Maret 2017 sampai dengan Mei 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat pengaruh subtitusi kulit kacang tanah fermentasi sebagai ransum ternak terhadap kelayakan usaha pemeliharaan ternak sapi lokal jantan.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kelompok. R0 adalah perlakuan kontrol/ransum tanpa penambahan kulit kacang tanah fermentasi, R1 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 5%, R2 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 10%, R3 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 15%, sedangkan R4 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 20%. Parameter yang diukur adalah pertambahan berat badan, konsumsi pakan, biaya produksi, hasil produksi, nilai hasil produksi, keuntungan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kacang tanah yang difermentasi dengan Enzimax berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap konsumsi ransum dan tidak berpengaruh nyata (P0,05) tehadap pertambahan bobot badan. Tingkat keuntungan dan penerimaan semua perlakuan dalam penelitian ini mendapatkan keuntungan. Hal ini disebabkan karena perolehan penerimaan yang tinggi karena tingginya hasil produksi atau pertambahan berat badan. Rasio manfaat biaya yang diperoleh perlakuan R0 (1.10), perlakuan R1 (1.08), perlakuan R2 (1.11), perlakuan R3 (1.11) dan perlakuan R4 ( 1,09) menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan ini layak dilanjutkan.  Analisis Ekonomi Penggemukan Sapi Pria Lokal Fed dengan Substitutionof fermentasi kacang PeelAbstrak .The aim of present study was to determine the effect of substitution of fermented peanut peel as cattle feed on business feasibility of local male cattle fattening. The study was conducted in Cot Teube, Gandapura, Bireuen and Data Gaseeh, Jantho, Aceh Besar from march 2017 until may 2017.The study was performed into block randomized design (BRD), consisted of  5 treatments and 4  blocks.The treatment was the substitution of fermentedpeanut peel with the level of 0% (R0), 5% (R1), 10% (R2), 15% (R3) and 20% (R5), respectively. The parameters observed were body weight gain, feed consumption, production cost, production rate, production value, profit, and business feasibility.The results of study showed that the substitution of peanut peel fermented with Enzimaxwere highly significant effect (P0.01) on feed consumption and not significant effect (P0.05) on body weight gain. The rate of profit and income on all treatments in this experiment gave significant profit. This is because the acquisition of the high acceptance as a result of high production or weight gain. Return cost ratio obtained treatment R0 (1.10), treatment R1 (1.08), treatment R2 (1.11) treatment R3 (1:11), and treatment R4 (1,09) It demonstrate that the business is run to be continued.
PERAN WANITA TANI TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR Muhammad Ichsan; Sofyan Sofyan; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.51 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2870

Abstract

 Abstrak; Kemiskinan dan ketahanan pangan merupakan dua fenomena yang saling berkaitan, bahkan dapat disebut sebagai hubungan sebab akibat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keadaan ketahanan pangan yang rentan dapat menjadi sumber kemiskinan, sebaliknya kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan rumah tangga wanita tani, mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga wanita tani dan mengetahui peran wanita tani terkait pendapatan dan pendidikan dalam ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga responden dengan kategori kurang pangan sebesar 45% dan rumah tangga kategori rawan pangan sebesar 55%. Nilai PPH rumah tangga respoden adalah 58,6 menunjukkan tidak seimbangnya mutu gizi rumah tangga responden. Peran wanita tani dalam ketahanan pangan rumah tangga kurang terlihat dikarenakan rendahnya pendapatan dan rendahnya tingkat pendidikan wanita tani. Variable yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat ketahanan pangan adalah pendapatan kepala keluarga. Sementara faktor lainnya seperti pendidikan wanita tani, pendapatan wanita tani dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh secara signifikan.Abstract; The Role of Female Farmers on Food Security Poor Households at Simpang Tiga District in Aceh Besar Regency                     Poverty and food security are the two phenomena that are linked each other, it is also called a causal relationship. It can be said that vulnerable food security condition are the source of poverty, in the other hand, poverty could  cause a person does not have a food security.This study aims to determine the condition of household food security of women farmers, to know the factors which influence food security at the women farmers household level and to know the role of women farmers related to income and education in household food security in Simpang Tiga District Aceh Besar Regency. The results show that the household respondents with less food category by 45% and household food insecurity category by 55%. PPH value of household respondents was 58.6, this  indicates an imbalance in the nutritional quality of the respondent's household. The Role of women farmers in household food security is less visible due to low income and low educational levels of women farmers. The head of  households income is significant variable that influence the level of food security is. While the educational factors, income of women farmers, and number of household members is not significant.

Page 17 of 103 | Total Record : 1028