cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang ( Musa sp) Sebagai Substirusi Sebagian Ransum Komersil Terhadap Efisisensi Ekonomis Pemeliharaan Itik Peking Sri Wahyuni; Cut Aida Fitri; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5249

Abstract

Abstrak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement terhadap efisiensi ekonomis pemeliharaan itik peking.   Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 22 Februari‒19 April 2017.   Penelitian menggunakan 100 ekor anak itik peking  produksi PT  Charoen Pokphand, Medan.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK),  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok.   Tiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari lima ekor itik.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 0, 4, 8, dan 12%.   Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement selama periode finisher menurunkan biaya ransum dan menaikkan IOFC dan total income.   Ransum komersil paling layak dan menguntungkan jika disubstitusi dengan 8% tepung kulit pisang fermentasi + 5% bungkil kelapa + 1% minyak sawit + 1%  feed supplement selama periode finisher.  Kata Kunci:  itik, income, kulit pisang fermentasi    Effect of  Feeding Fermented Banana (Musa sp) Peel Meal as Partial Substitution of Commercial Diet to Economic Efficiency of Raising Peking DucksAbstract.    The aim of present study was to determine effect of substitution commercial diet with fermented banana peel meal + coconut meal + coconut oil to economic efficiency of raising duck during grower/finisher period.     The study was conducted in Field Laboratory of  Animal Husbandry,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  February  22 until April 19, 2017.The study used 100 Peking DOD  males, produced by  PT  Charoen Pokphand, Medan.   The study was performed into block randomized design with subsamples,  consisting of  4 treatments and 4  blocks. Each block was an experimental unit, each consisting of  five ducks.   The treatment was  inclusion  of  fermented banana peel meal as many as 0% (P1), 4(P2), 8% (P3), and 12% (P4),   respectively.   Results of study showed that  inclusion of  fermented banana peel meal  + coconut meal + coconut oil as partial substitution of  commercial duck  diet during grower/finisher periode  reduced cost and increased IOFC as well as total income. It was suggested that the best level of substitution of  finisher commercial  diet was 8% fermented banana peel meal + 5% coconut meal + 1% coconut meal + 1% feed supplement.Key words:  duck,  banana peel, fermentation, income  
Evaluasi Nilai Nutrisi dan Karakteristik Complete Feed Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda Rivaldi Fadhlul Lizar; Samadi Samadi; Mira Delima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1246

Abstract

Abstrak. Penggunaan bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian dan industri pertanian merupakan salah satu usaha untuk menekan biaya pakan. Penelitian tentang nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu dengan teknik berbeda telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pelakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 kontrol (Complete feed tanpa penambahan SBP dan tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi dengan SBP selama 14 hari kemudian dicampur menjadi Complete feed dan difermentasi hingga 21 hari), dan P3 (ampas sagu + Complete feed kemudian difermentasi menggunakan SBP selama 21 hari). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan bahan kering, serat kasar, protein kasar, lemak kasar, abu, BETN, serta karakteristik fisik pakan berupa tekstur, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi mempengaruhi nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu.  Evaluation of nutritive Values and Physical Charakteristics Complete Feed Based on Sago Residues by Application Different Technique FermentationAbstract. Utilization of feed coming from agricultural and agro-industrial by products is one of the efforts to reduce feed cost. The study about evaluation of nutritive values and physical characteristics complete feed based on sago residues by application different technique fermentations was conducted at Laboratory of Animal Nutrition, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The experiment was designed by using completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 5 replications. The treatments in this study were P1 as control (complete feed without fermentation), P2 (first sago residue was fermented for 14 days, then mixed with complete feed and fermented for 21 days), P3 (sago residue and complete feed were mixed and fermented for 21 days). Parameters observed in this study were dry matter, crude fiber, crude protein, crude fat, ash and N-free extract. In conclusion, different of technique fermentation influenced nutritive values and physical characteristic of fermented complete feed on the basis of sago residues.
Efek Agitasi Susu Probiotik yang ditambahkan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Uji Sensorik dan Total Plate Count Feby Zalika Parindra; Yusdar Zakaria; Yurliasni Yurliasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.241 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1169

Abstract

Abstrak.  Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek agitasi susu probiotik yang ditambahkan buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada tanggal 29 April - 31 Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor, A, agitasi yaitu (A1) dan (A2) non agitasi. Dan faktor B yaitu konsentrasi buah naga merah (B1) 20%,  (B2) 25%,  B3 (30%) dan (B4) 35%. Parameter yang diamati adalah derajat keasaman (pH), total mikroba dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap derajat keasaman (pH) dan berpengaruh nyata terhadap total mikroba (P0,05) serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan. Sedangkan untuk uji organoleptik terdapat pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap kekentalan dan warna susu probiotik.  nilai derajat keasaman pH 4,03 - 4,11 dengan agitasi (pengadukan) masih sesuai dengan standar (SNI) 01-2981-1992. Sedangkan nilai total mikroba optimal terjadi pada penambahan buah naga sebanyak 30% baik agitasi maupun non agitasi. Effects of Milk Probiotic Agitation Added Red Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) on Sensory Test and Total Plate Coun Abstract.  A study about effects of milk probiotic agitation added red dragon fruit (Hylocereus Polyrhizus)  has been conducted to determine to test sensory and total plate count. This research was held at the Laboratory of Science and Milk Processing Technology, Agriculture Fakulty Syiah Kuala University on April 29 to May 31, 2016. This study used a completely randomized design (CRD) 2x4 factorial design with three replications consisting of two factors, A, agitation (A1) and (A2) non agitation. And factor B is the concentration of red dragon fruit (B1) 20%, (B2) 25%, B3 (30%) and (B4) 35%. The observed parameter is the degree of acidity (pH), total microbial and organoleptic tests. The results of the study indicate that the there is a  highly significant influence (P 0,01) to the degree of acidity (pH) and total significantly affected the total microbial (P 0.05), and there is interaction between the two treatments. As for organoleptic tests are highly significant effect (P 0.01) the thickness and color of probiotic milk. acidity pH value of 4.03 to 4.11 with agitation (stirring) is still in accordance with the standard (SNI) 01-2981-1992. While the total value of optimal microbial occurred upon addition of dragon fruit by 30% both agitation and non agitation
Analisis Efisiensi Pemasaran dan Nilai Tambah Komoditi Kacang Tanah di Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Raudlatul Jamilah; Agustina Arida; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.197 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24340

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemasaran kacang tanah sudah efisien, ditinjau berdasarkan farmer’s share, efisiensi pemasaran dan elastisitas transmisi harga serta untuk mengetahui pengolahan kacang tanah menjadi kacang gongseng dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Objek penelitian adalah petani kacang tanah, lembaga pemasaran dan petani yang melakukan pengolahan. Ruang lingkup penelitian ini terfokus pada pemasaran dan nilai tambah. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik penentuan sampel secara random sampling terhadap petani kacang tanah, lembaga pemasaran secara snowball sampling dan nilai tambah dengan metode sensus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yaitu 17 petani, 4 produsen kacang kupas/ pengolah, 21 pengecer dan 1 petani yang melakukan pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran kacang tanah pada saluran pemasaran I (Petani → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 100%, efisiensi pemasaran sebesar 2% dan nilai elastisitas transmisi harga sebesar 1.  Pada saluran pemasaran II (Petani → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,1% dan efisiensi pemasaran sebesar 5,14%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 8,004 belum efisien. Pada saluran pemasaran III (Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,17%, efisiensi pemasaran sebesar 7,9%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 1,38 belum efisien. Pada saluran pemasaran IV (Produsen kacang kupas/ pengolah desa → Pengecer → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,63%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,712 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 34,65%. Pada saluran pemasaran V (Produsen kacang kupas/ pengolah kecamatan → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,59%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,3559 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 37,46%. Sedangkan untuk nilai tambah kacang tanah diolah menjadi kacang gongseng mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan nilai tambah positif yaitu sebesar 73%.Analysis Of Marketing Efficiency And Added Value Of Commodities Of Peanuts In Gampong Baro, District Mesjid Raya, Aceh BesarAbstract. This study aims to find out if the marketing system for peanuts is efficient, reviewed based on farmer's share, marketing efficiency and price transmission elasticity and to find out that processing peanuts into gongseng beans can provide added value for farmers. The research method used is survey method. The object of research is peanut farmers, marketing agencies and farmers who do the processing. The scope of this research is focused on marketing and added value. Data collection techniques through the interview method. The type of research data is primary and secondary data. The technique of determining the sample by random sampling of peanut farmers, marketing agencies by snowball sampling and added value by the census method. The analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis. The sample in this study were 43 people, namely 17 farmers, 4 peeled peanut producers/processors, 21 retailers and 1 farmer who did the processing. The results showed that peanut marketing in marketing channel I (Farmers → Consumers) was efficient in terms of farmer's share of 100%, marketing efficiency of 2% and price transmission elasticity value of 1. In marketing channel II (Farmers → Retailers → Consumers) was efficient in terms of based on the farmer's share of 69.1% and marketing efficiency of 5.14%, while in terms of price transmission elasticity of 8.004 it is not yet efficient. In marketing channel III (Farmers → Collectors → Retailers → Consumers) it is efficient in terms of farmer's share of 69.17%, marketing efficiency of 7.9%, while in terms of price transmission elasticity of 1.38 it is not yet efficient. In marketing channel IV (peanut peel producer/village processor → Retailer → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.63%, price transmission elasticity of 0.712 and less efficient in terms of marketing efficiency of 34.65%. In the marketing channel V (Peanuts producer/district processor → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.59%, price transmission elasticity of 0.3559 and less efficient in terms of marketing efficiency of 37.46%. Meanwhile, the added value of peanuts processed into gongseng peanuts is able to provide high added value and a positive added value of 73%.
pengaruh Bioaktivator dalam Pupuk Organik Cair Kulit Pisang untuk Mengnendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Sriwahyuni Sriwahyuni; Hartati Oktarina; Tjut Chamzurni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.784 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23042

Abstract

Abstrak. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari limbah seperti limbah rumah tangga, sisa tanaman, dan berbagai produk limbah lainnya. Bioaktivator yang digunakan adalah EM4, EM4 mengandung beberapa jenis bakteri seperti bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp., Streptomices sp., ragi (yeast), dan Actinomycetes. Lactobacillus sp. dan Streptomyces sp. yang telah dilaporkan mampu mengendalikan patogen F. oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kemampuan POC kulit pisang dengan dan tanpa penambahan bioaktivator untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial. Limbah pisang yang digunakan adalah kulit pisang kapok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC kulit pisang dengan penambahan bioaktivator cenderung labih baik terhadap masa inkubasi dan panjang diskolorasi xylem yang terbentuk (mm) pada tanaman tomat jika dibandingkan dengan perlakuan POC tanpa bioaktivator. Penambahan bioaktivator ke dalam POC kulit pisang dapat meningkatkan populasi mikroba dalam tanah dan mengurangi kejadian penyakit layu fusarium (%). Dengan penambahan bioaktivator populasi mikroba tanah meningkat dari 13x103 menjadi 18,83x103 untuk cendawan dan dari 95x103 menjadi 494,33x104 untuk bakteri, mengurangi kejadian penyakit layu fusarium denga rata-rata 33,33%. Effect of Bioactivator in Banana Peel Liquid Organic Fertilizer to Control Fusarium Wilt Disease in Tomato Plants (Solanum lycopersicum)Abstract. Organic fertilizers are fertilizers derived from waste such as household waste, crop residues, and various other waste products. The bioactivator used is EM4, EM4 contains several types of bacteria such as photosynthetic bacteria, Lactobacillus sp., Streptomices sp., yeast, and Actinomycetes. Lactobacillus sp. and Streptomyces sp. which has been reported to be able to control the pathogen F. oxysporum. This study aims to determine the ability of banana peel POC with and without the addition of bioactivators to control fusarium wilt in tomato plants. This research was conducted at the Laboratory of  Plant Diseases and in the Screening House of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from February to August 2022. This study used a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern. The banana waste used is kapok banana peel. The results showed that the application of POC banana peels with the addition of bioactivator tended to be better on the incubation period and length of xylem discoloration formed (mm) in tomato plants when compared to the POC treatment without bioactivator. The addition of bioactivators into the POC of banana peels can increase the microbial population in the soil and reduce the incidence of fusarium wilt (%). With the addition of bioactivators the soil microbial population increased from 13x103 to 18.83x103 for fungi and from 95x103 to 494.33x104 for bacteria, reducing the incidence of fusarium wilt by an average of 33.33%.
Menghitung Jumlah Erosi di Sub DAS Krueng Jreu Menggunakan Metode USLE Afrida Ningsih Nasution; T Ferijal; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.113 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21421

Abstract

Abstrak. Erosi dapat dikatakan sebagai proses terlepasnya butiran tanah dari induknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atau angin kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terangkut di tempat yang lain. Erosi permukaan terjadi pada lapisan tipis permukaan tanah yang terkikis oleh kombinasi air hujan dan limpasan permukaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah erosi yang terjadi di Sub DAS Krueng Jreu selama 5 tahun (2016-2020). Pada penelitian ini analisis yang digunakan untuk perhitungan jumlah erosi menggunakan metode USLE. Parameter yang digunakan yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan penggunaan lahan (P). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu jumlah erosi di Sub DAS Krueng Jreu pada tahun 2016 yaitu sebesar 1162,76 ton/ha/tahun, pada tahun 2017 1849,57 ton/ha/tahun, pada tahun 2018 yaitu sebesar 970,39 ton/ha/tahun, pada tahun 2019 sebesar 1186,47 ton/ha/tahun dan pada tahun 2020 sebesar 1193,54 ton/ha/tahun. Calculating The Amount of Erosion in Krueng Jreu Watershed Area Using USLE MethodAbstract. Erosion can be said as the process of releasing soil grains from their parent in one place and the material being transported by water or wind movements followed by the deposition of material transported in another place. Sheet erosion occurs when a thin layer of the soil surface is eroded by a combination of rainwater and run-off. The purpose of this study was to determine the amount of erosion that occurred in the Krueng Jreu sub-watershed for 5 years (2016-2020). In this study, the analysis used to calculate the amount of erosion using the USLE method. The parameters used are rain erodibility (R), soil erodibility (K), slope (LS), crop management (C) and land use (P). The results obtained from this study are the amount of erosion in the Krueng Jreu sub-watershed in 2016 which was 1162.76 tons/ha/year, in 2017 it was 1849.57 tons/ha/year, in 2018 it was 970.39 tons/year. ha/year, in 2019 it was 1186.47 tons/ha/year and in 2020 it was 1193.54 tons/ha/year.
Pengaruh Beberapa Konsentrasi H2SO4 Terhadap Pematahan Dormansi dan Vigor Benih Mucuna (Mucuna bracteata D.C) Aldiva Imbiri; Siti Hafsah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.903 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22533

Abstract

Abstrak. Riset ini bertujuan untuk melihat beberapa pengaruh konsentrasi H2SO4 yang terbaik untuk pematahan dormansi dan vigor benih Mucuna. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian berlangsung sejak tanggal 15 Agustus sampai dengan 10 September 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial 8 taraf perlakuan, yaitu K0: Kontrol (+), tanpa H2SO4, K1:0,5% H2SO4, K2: 1% H2SO4,  K3:1,5% H2SO4, K4: 2% H2SO4, K5: 2,5% H2SO4 , K6: 3,0 % H2SO4, dan K7: 3,5% H2SO4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan H2SO4 berpengaruh sangat nyata terhadap parameter Potensi Tumbuh Maksimum dan Daya Berkecambah Perlakuan terbaik dijumpai pada H2SO4 konsentrasi 3,5%.Effect of Several Concentrations of H2SO4 on Breaking Dormancy and Vigor of Mucuna Seeds (Mucuna bracteata D.C)Abstract. This research aims to see some of the effects of the best concentration of H2SO4  for breaking dormancy and vigor of Mucuna seeds. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The study took place from August 15 to September 10, 2021. The research design used was a Non-Factoral Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatment levels, namely K0: Control (+), without H2SO4, K1: 0.5 % H2SO4, K2: 1% H2SO4,  K3:1.5% H2SO4, K4: 2% H2SO4, K5: 2.5% H2SO4 , K6: 3.0 % H2SO4, and K7: 3.5% H2SO4. The results showed that the treatment with H2SO4 had a very significant effect on the parameters of Maximum Growth Potential and Germination Power. The best treatment was found at 3.5% H2SO4 concentration.
Karakteristik Organoleptik Es Krim Dengan Penambahan Pewarna Alami Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Nur Agustina; Ryan Maulana; Heru Prono Widayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.507 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20052

Abstract

Pemanfaatan bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung antosianin sehingga berpotensi dijadikan pewarna alami pada produk pangan, terutama pada produk es krim. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh produk es krim dengan penggunaan konsentrasi ekstrak pewarna alami dari bunga telang terhadap parameter organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan). Penelitian ini dirancang mengggunakan rancangan acak lengkap (RAL) nonfactorial. Faktor penelitian ini ialah ekstrak bunga telang (B) dengan 3 taraf (20%,25%, dan 30%). Berdasarkan uji rangking perlakuan terbaik penelitian ini yaitu es krim dengan penggunaan pewarna bunga telang sebanyak 30% dapat menghasilkan karakteristik es krim yaitu seperti warna (suka); aroma (suka); rasa (suka); tekstur (sangat suka); keseluruhan (suka).
Analisis Indeks Stabilitas Agregat Tanah pada Beberapa Kelas Lereng dan Penggunaan Lahan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Irma Fadila; Khairullah Khairullah; Manfarizah Manfarizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.124 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20121

Abstract

Abstrak. Indeks stabilitas agregat tanah merupakan merupakan ukuran dari kemampuan agregat tanah dalam bertahan terhadap gaya yang merusak agregat tersebut. Lereng dan penggunaan lahan dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap stabilitas agregat tanah. Semakin curam keadaan suatu lahan maka resiko bahan organik tererosi juga semakin besar, dimana bahan organik memiliki fungsi sebagai salah satu pengikat antar agregat tanah. Tutupan lahan yang baik dapat melindungi tanah dari tumbukan butir hujan sehingga dapat melindungi agregat tanah agar tidak mudah rusak, selain itu vegetasi pada suatu lahan dapat menyumbang bahan organik. Penelitian ini mengkaji bagaimana lereng dan penggunaan lahan dapat mempengaruhi indeks stabilitas agregat tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah pada lereng 0 - 8%, 8 - 15%, 15 - 25 % pada penggunaan lahan kebun kopi dan kebun campuran. Penelitian ini mengamati empat parameter yaitu kemantapan agregat dan faktor pendukung berupa C-organik, tekstur dan struktur tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun campuran cenderung memiliki indeks stabilitas agregat tanah yang lebih tinggi meskipun masih dalam satu kriteria yang sama yaitu agak stabil. Indeks stabilitas agregat tanah tertinggi terdapat pada SPL 6 sedangkan indeks stabilitas agregat tanah terendah terdapat pada SPL 2.The analysis of The Stability of Soil Aggregates on Some Classes of Slope and Land Use in the District of Bukit Regency Bener MeriahAbstract. The aggregate stability of the soil is a measure of the ability of soil aggregates in enduring style that spoil the aggregate. The slope and land use can provide different influences on the stability of soil aggregates. The more steep the state of a land then the risk of organic matter eroded is also greater, where the organic material has a function as one of the fastener between soil aggregates. Land cover can better protect the ground from the collision of grains of rain so it can protect the soil aggregates that are not easily damaged, in addition the vegetation on the land can be accounted for organic materials. Penany years of research examines how the slopes and land use can affect the stability of soil aggregates. This research was conducted in the District of Bukit Regency Bener Meriah on the slopes 0 - 8%, 8 - 15%, 15 - 25 % on land use coffee plantation and gardens mixture. This study observed the four parameters namely aggregate stability and supporting factors in the form of C-organic, soil texture and structure. The results showed that the mixed gardens tend to have an index of aggregate stability of the soil is high, although still in the same criteria that is somewhat stable. The aggregate stability of the soil was highest in the SPL 6 (land unit) while the stability of soil aggregates lowest SPL 2 (land unit).
Teknologi Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) dan Metode Kemometri untuk Deteksi Pemalsuan Minyak Nilam Qurratul Zulmi; Agus Arip Munawar; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.123 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18839

Abstract

Abstrak: Minyak nilam adalah salah satu produk yang banyak diekspor oleh Indonesia. Banyak terjadi kecurangan-kecurangan dalam dunia perdagangan minyak atsiri jenis ini, salah satunya adalah pemalsuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model keaslian minyak nilam yang dicampur dengan minyak goreng sawit kemasan menggunakan teknologi NIRS (Near Infrared Reflectance Spectroscopy) dengan bantuan metode Linear Discriminant Analysis (LDA) Quadratic dan pretreatment Standar Normal Variate (SNV). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan bahan yaitu MN, MS, MC75, MC80, dan MC90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi NIRS dengan bantuan metode Linear Discriminant Analysis (LDA) Quadratic dapat dijadikan solusi baru yang lebih efektif untuk menduga pemalsuan minyak nilam yang dicampur minyak goreng sawit kemasan. Metode LDA Quadratic dengan pretreatment Standar Normal Variate (SNV) berhasil membedakan minyak nilam murni dengan selain minyak nilam  murni dengan tingkat akurasi sebesar 100%.Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Technology and Chemometric Methods to Detection of Adulteration Patchouli OilAbstract: Patchouli oil is one of the products that are widely exported by  Indonesia. There are many frauds in the world of trading this type of essential oil, one of which is counterfeiting. The purpose of this study was to build a model of the authenticity of patchouli oil mixed with packaged palm cooking oil using NIRS (Near Infrared Reflectance Spectroscoopy) technology by using the  Linear Discriminant Analysis (LDA) Quadratic  method and Standar Normal Variate (SNV) pretreatments. This study used 5 treatment materials, namely MN, MS, MC75, MC80, and MC90. The results showed that NIRS technology with Linear Discriminant Analysis (LDA) Quadratic method could be used as a new, more effective solution to suspect patchouli oil counterfeiting mixed with packaged palm cooking oil. The LDA Quadratic method with Standard Normal Variate (SNV) pretreatment succeeded in distinguishing pure patchouli oil from other than pure patchouli oil with an accuracy rate of 100%.

Page 16 of 103 | Total Record : 1028