cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Ukuran Populasi Koloni dan Daya Jelajah Rayap Coptotermes Curvignathus Holmgren di Pertanaman Pala di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Fachrizal Yusmar; Muhammad Sayuthi; Alfian Rusdy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.074 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2158

Abstract

Abstrak. Pala (M. fragans) merupakan salah satu komoditas rempah unggulan yang bernilai tinggi, sebagaimana Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia (70 – 75 %). Saat ini dalam membudidayakan tanaman pala, petani mengalami kendala yang salah satunya disebabkan oleh serangan rayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran populasi koloni dan daya jelajah rayap C. curvignathus pada tanaman pala (M. fragans) di kecamatan Meukek dengan menggunakan teknik triple mark recapture. Rayap C. curvignathus dikoleksi dari pertanaman pala (M. fragans) yang ditentukan dalam enam blok (I, II, III, IV, V, VI). Koleksi rayap diwarnai dengan neutral red 0,25% dan nile blue A 0,05% di laboratorium . Hasil pengamatan menunjukan bahwa Total ukuran populasi koloni sebesar 347719.06 individu dari 23 koloni yang tersebar dalam luas areal 7325 m². Rata-rata daya jelajah maksimum Rayap C. curvignathus sejauh 35 m yang diduga pengaruh dari beberapa faktor lingkungan terutama makanan (mengandung selulosa) yang tersedia sangat terbatas.Abstract. Nutmeg (M. Fragans) is one of commodity of superior spices which has high value, as Indonesia became one of the largest manufacturers in the world (70-75%).  Currently in cultivate a nutmeg crop, farmers faced some obstacles and termite attack is one of causes. The purpose of this research is to know the population size of colony and cruising termites C.Curvignathus on nutmeg crop (M. Fragans) in Meukek, South Aceh by using triple mark recapture technique. Termites C. Curvignathus collected from nutmeg crop (M. Fragans) which determined in six block (I, II, III, IV, V, and VI), the termites collection colored with neutral red 0.25% and nile blue A 0.05% in laboratory. The result of observation shows that total of population size of colony is 347.719,06 individual from 23 colonies scattered in the area of 7.325 m2.  The average of cruising termites C.Curnignathus as far as 35 m that suspected influence of some environmental factors especially a food (containing cellulose) very limited available.
pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati (Jasminum sambac L.) Lian Titin Ruwenza; Elly Kesumawaty; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.968

Abstract

Pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman Melati (Jasminum sambac L.).Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Februari hingga Mei 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot). Petak utama adalah perlakuan tanaman yang dipangkas pucuk dan yang tidak dipangkas, sedangkan anak petak adalah dosis paclobutrazol yang terdiri atas 4 taraf, yaitu; 0, 100, 200 dan 300 ppm.Terdapat 8 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri atas tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri atas dua tanaman sampel sehingga di peroleh 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah bunga  mekar per tanaman  umur 33 dan 63 HST, berat bunga mekar per tanaman umur 63 HST. Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik diperoleh dengan perlakuan pemangkasan pucuk.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah kuncup umur 30 HST dan jumlah bunga mekar per tanaman pada umur 48 HST serta berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga mekar pada umur 48 HST.Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik dijumpai pada konsentrasi paclobutrazol 200 ppm.Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata terhadap parameter berat bunga mekar umur 48 HST.Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik djumpai pada kombinasi interaksi terbaik antara perlakuan pemangkasan pucuk dengan konsentrasi paclobutrazol 300ppm. Kata kunci : 
Peningkatan Kualitas Minyak Nilam Aceh Selatan dengan menggunakan Rotary Vacuum Evaporator Hayati Kautsarah; Juanda Juanda; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.919 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23267

Abstract

Abstrak : Minyak nilam (patchouli oil) adalah salah satu minyak atsiri yang dihasilkan oleh tanaman nilam (Pogostemon cablin B). Salah satu indikator yang sangat menentukan mutu, kualitas dan harga minyak nilam yaitu kadar patchouli alcohol. Semakin tinggi kadar patchouli alcohol dalam minyak nilam, maka mutu minyak nilam akan semakin baik. Pembuatan bahan standar patchouli alcohol yang terkandung dalam minyak nilam dapat dilakukan dengan cara mengisolasi patchouli alcohol. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan distilasi fraksinasi. Proses fraksinasi adalah proses pemurnian zat/senyawa yang digunakan untuk memisahkan komponen dari campuran berdasarkan suhu titik didih. Proses distilasi fraksinasi nilam dapat dilakukan dengan alat rotary vacuum evaporator. Berdasarkan kadar patchouli alcohol, hasil dari distilasi fraksinasi minyak nilam dibedakan menjadi fraksi berat dan fraksi ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas minyak nilam Aceh Selatan sebelum dan sesudah dilakukan pemurnian menggunakan rotary vacuum evaporator. Penelitian ini dilakukan dengan analisis eksperimental. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi kualitas minyak nilam yaitu warna minyak, bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol, bilangan asam, bilangan ester, putaran optik, patchouli alcohol dan kadar besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kualitas minyak nilam sebelum dimurnikan sudah sesuai standar SNI, namun untuk kadar patchouli alcohol masih sangat rendah dan tidak sesuai dengan SNI. Proses pemurnian menggunakan rotary vacuum evaporator merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas minyak nilam khususnya patchouli alcohol. Minyak nilam hasil penyulingan dari petani dapat ditingkatkan kadar patchouli alcohol dari 25,32% menjadi 42,59%. Improving the Quality of South Aceh Patchouli Oil by using a Rotary Vacuum EvaporatorAbstract :Patchouli oil (patchouli oil) is one of the essential oils produced by the patchouli plant (Pogostemon cablin B). One indicator that determines the quality, quality and price of patchouli oil is the level of patchouli alcohol. The higher the patchouli alcohol content in patchouli oil, the better the quality of patchouli oil. The standard ingredient patchouli alcohol contained in patchouli oil can be prepared by isolating patchouli alcohol. One of the methods used is fractional distillation. The fractionation process is a process of purifying substances/compounds that is used to separate components from a mixture based on the boiling point temperature. Patchouli fractional distillation process can be carried out using a rotary vacuum evaporator. Based on the patchouli alcohol content, the results of fractional distillation of patchouli oil are divided into heavy fractions and light fractions. The purpose of this study was to determine the quality of South Aceh patchouli oil before and after purification using a rotary vacuum evaporator. This research was conducted by experimental analysis. The parameters observed in this study included the quality of patchouli oil, namely oil color, specific gravity, refractive index, solubility in ethanol, acid number, ester number, optical rotation, patchouli alcohol and iron (Fe) content. The results showed that the overall quality of patchouli oil before being refined was in accordance with SNI standards, but the patchouli alcohol content was still very low and not in accordance with SNI. The purification process using a rotary vacuum evaporator is an effective way to improve the quality of patchouli oil, especially patchouli alcohol. Patchouli oil distilled from farmers can increase the patchouli alcohol content from 25.32% to 42.59%.
Kinerja Pengelolaan Keuangan Petani Kelapa Di Kabupaten Bireuen Muhammad Ramadhani; Edy Marsudi; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.342 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22088

Abstract

Abstrak. Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman perkebunan dengan areal terluas di Indonesia.  Komoditi ini sudah dikenal sejak lama dan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik secara ekonomi maupun sosial. Provinsi Aceh memiliki luas areal tanaman kelapa mencapai 102.951 Ha dan pada Kabupaten Bireuen memiliki luas areal kelapa rakyat pada tahun 2021 adalah sebesar 16.570 Ha (15,8%) dengan produksi tertinggi yang dihasilkan yaitu sebesar 15.417 ton (10,3%). Usahatani kelapa sangat berkontribusi terhadap pendapatan yang diterima masyarakat diwilayah tersebut sehingga diperlukannya kinerja pengelolaan keuangan yang merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang ketika mengelola keuangan yang dimilikinya dengan sesuai untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja pengelolaan keuangan petani kelapa di Kabupaten Bireuen. Teknik pengambilan sampel dengan metode slovin berjumlah 100 petani kelapa. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan gambaran tindakan pengelolaan petani kelapa di Kabupaten Bireuen dalam kategori baik dengan persentase 48% atau 48 petani kelapa dari keseluruhan responden yang diteliti dimana telah memjawab 7 dari 12 pernyataan mengenai kinerja pengelolaan keuangan sering dilakukan oleh petani kelapa. Parameter indikator kinerja pengelolaan keuangan (1) Segi konsumsi menunjukkan petani sering mempertimbangkan kepentingan suatu barang sebelum dibeli dan membandingkan harga sebelum membeli sesuatu (2) Segi manajemen arus kas menunjukkan masih terdapat petani kelapa di Kabupaten Bireuen yang belum sepenuhnya menyusun rancangan uang untuk masa depan (3) Segi investasi dan tabungan 60% petani kepala di Kabupaten Bireuen kadang-kadang menyisihkan pendapatannya untuk ditabung secara rutin (setiap hari,minggu atau bulan) (4) Segi manajemen arus kas menunjukkan petani kelapa di Kabupaten Bireuen sering mengalokasikan hutang yang diterima terhadap keperluan (memenuhi keperluan usaha tani kelapa, membayar uang sekolah anak, dll) dibandingkan memenuhi keinginannya.Coconut Farmer Financial Management Performance In Bireuen RegencyAbstract.. Coconut (Cocos nucifera L.) is a plantation crop with the largest area in Indonesia. This commodity has been known for a long time and has a very important role in the lives of Indonesian people, both economically and socially. Aceh Province has an area of coconut plantations reaching 102,951 Ha and in Bireuen Regency the area of smallholder coconut in 2021 is 16,570 Ha (15.8%) with the highest production of 15,417 tons (10.3%). Coconut farming greatly contributes to the income received by the community in the area so that financial management performance is needed which is an ability that a person has when managing his finances appropriately to fulfill his daily life. This study aims to describe the financial management performance of coconut farmers in Bireuen Regency. The sampling technique using the slovin method amounted to 100 coconut farmers. This research uses descriptive statistical analysis method. The results of this study show a description of the management actions of coconut farmers in Bireuen Regency in the good category with a percentage of 48% or 48 coconut farmers from all respondents studied which have answered 7 out of 12 statements regarding financial management performance that are often carried out by coconut farmers. Parameters of financial management performance indicators (1) In terms of consumption, farmers often consider the importance of an item before buying it and compare prices before buying something (2) In terms of cash flow management, it shows that there are still coconut farmers in Bireuen Regency who have not fully prepared a money plan for the future ( 3) In terms of investment and savings 60% of the head farmers in Bireuen Regency sometimes set aside their income for regular savings (every day, week or month) (4) The cash flow management aspect shows that coconut farmers in Bireuen Regency often allocate the debt they receive towards their needs. (fulfilling the needs of coconut farming, paying children's school fees, etc.) rather than fulfilling their wishes. 
Karakteristik Hasil Tanaman Kedelai Akibat Aplikasi Berbagai Dosis Herbisida Oksifluorfen dan Pendimethalin Uti Novita Saputri; Siti Hafsah; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.398 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14833

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tanaman kedelai akibat aplikasi herbisida oksifluorfen dan pendimethalin. Penelitian ini telah dilaksanakan dari Mei hingga Agustus 2019 di Desa Rumpeet dan Laboratorium Ilmu Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Desain penelitian ini menggunakaan rancangan acak kelompok faktorial 2 x 5 dengan 3 ulangan. Faktor-faktor yang diteliti adalah jenis herbisida yakni terdapat 2 taraf (Oksifluorfen dan Pendimethalin) dan dosis herbisida yakni terdapat 5 taraf (Kontrol, 0,5, 1, 1,5 dan 2 kg b.a ha-1). Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwa jenis herbisida dan dosis herbisida tidak mempengaruhi peubah jumlah polong per tanaman, berat biji per tanaman, berat 100 biji, dan hasil biji kering. Tidak ditemukan interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap peubah yang diamati. Saran untuk selanjutnya perlu dilakukan penelitian mengenai berbagai variasi jenis dan dosis herbisida lainnya terhadap hasil kedelai.Characteristics of Soybean Yields Due to Application of Various Dosages of Herbicides oxyfluorphene and pendimethalinAbstract. This research aims to determine the yield of soybean plants due to the application of oxyfluorphene and pendimethalin herbicides. This research was conducted in May to August 2019 in Rumpeet Village and Weed Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The design used was a Randomized Factorial Block Design 2 x 5 with 3 replications. The factors observed were the type of herbicide consisting of 2 levels (Oxyfluorphene and Pendimethalin) and the dosages of the herbicide consisting of 5 levels (Control, 0,5, 1, 1,5 and 2 kg a.i ha-1). The results of research conducted by researchers prove that the type of herbicide and dosage of herbicide does not affect the number of pods per plant, weight of seeds per plant, weight of 100 seeds, and yield of dried seeds. No interaction was found between these two factors with the observed variables. Suggestions for further research needs to be done on a variety of types and dosages of other herbicides on soybean yields. 
Pengaruh Dosis Mulsa Ampas Tebu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Samsia Nst; erita Hayati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.737 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.7449

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mulsa ampas tebu dan varietas bawang merah serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Juli sampai September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis mulsa ampas tebu dengan 3 taraf  (5, 10 dan 15 ton/ha). Faktor kedua adalah varietas dengan 3 taraf (Bima Brebes, Vietnam dan Bangkok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mulsa ampas tebu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 10, 20 dan 30 HST, berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi per rumpun, jumlah anakan per rumpun, diameter umbi, bobot berangkasan basah, bobot basah umbi, bobot berangkasan kering, bobot kering umbi, serta potensi hasil bawang merah. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada dosis mulsa ampas tebu 15 ton/ha. Varietas bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Penggunaan varietas terbaik dijumpai pada varietas Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis mulsa ampas tebu dengan varietas bawang merah terhadap semua peubah.Effect of Dose Bagasse Mulch on The Growth and Yield Some varieties of  Shallot (Allium ascalonicum L.)Abstract. This study aimed to determine the effect of best dose mulch bagasse, varieties and interaction between the bagasse mulch with variety to growth and yield of the shallot. This research was conducted in Experimental Farm Agricultural Faculty of Syiah Kuala University, from July toSeptember 2017. This study used a randomized block design factorial 3 x 3 with three duplications. The first factor is the dose bagasse mulch 3 levels (5, 10 and 15 t ha-1). The second factorvariety of shallot 3 levels (Bima Brebes, Vietnam and Bangkok). The results showed that the dose of bagasse mulch very significant effect on plant height age 10, 20 and 30 DAP, not significant effect on number of tillers per clump, number of bulb, bulb diameter, wet stover weight, wet bulb weight, dry stover weight, dry bulb weight , anda potential yield. The growth and yield of the best shallot seen in dose bagasse mulch 15 t ha-1. The variety of shallot has very significant effect on all variables. The best use of variety is found in Vietnam varieties. The result showed that there was no significant interaction between the bagasse mulch withvariety against all variables.
Karakterisasi Tanah Salin di Wilayah Pesisir Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang Nurlia Nurlia; Zainabun Zainabun; Darusman Darusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.524 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13832

Abstract

Abstract. Coastal land located in the District of Kota Mulia directly adjacent to the sea is thought to have suffered salinization due to the tide. Indicated by the presence of water sources (such as wells, and wells drilled) were salted and morphological disruption of plants that grow in the region. The purpose of this study was to determine the morphological characteristics, physical and chemical soil saline and memetakanya with quantitative descriptive method based on field observations and laboratory analyzes. Salinity measurement results based on the value of electrical conductivity (EC) of land in this area has five criteria, namely non copy, the copy is very low, slightly saline and highly saline. Land categorized the copy is a criterion rather copy, copy and highly saline, with a base element that dominates is Na and Mg. Saline soils in this region has a highly acidic pH, SAR values of tranquility and saturation Na generally 15%.Characterization of Salin in the Coastal Region of Banda Mulia District, Aceh Tamiang RegencyAbstract. The coastal land located in the Banda Mulia Subdistrict which is directly adjacent to the sea is thought to have undergone salinization due to tides. Indicated by the presence of salty water sources (such as wells and drilled wells) and the morphological disturbance of plants growing in the region. The purpose of this study was to determine the morphological, physical and chemical characteristics of saline soil and map it with quantitative descriptive methods based on field observations and laboratory analysis. Salinity measurement results based on the value of Electrical Conductivity (EC) of lands in this region have five criteria, namely non-saline, very low saline, near saline and very saline. Saline is categorized as a rather saline, saline and very saline, with the basic elements dominating are Na and Mg. Saline soils in this region have very acidic pH, low SAR value and Na saturation in general 15%. 
Strategi Pengembangan Usaha Susu Kambing Di UD. Atjeh Livestock Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Rizky Utami; Widyawati Widyawati; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.161 KB)

Abstract

UD. Atjeh Livestock merupakan salah satu unit usaha penghasil susu kambing di Kota Banda Aceh. Permintaan terhadap produk susu kambing yang selalu meningkat belum dapat terpenuhi karena keterbatasan modal yang mengakibatkan keterbatasannya produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal apa saja yang dihadapi dalam pengembangan usaha Susu kambing pada UD. Atjeh Livestock, dan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha susu kambing yang dapat diterapkan pada UD. Atjeh Livestock. Metode analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal yang dihadapi dalam pengembangan usaha susu kambing di UD. Atjeh Livestock ialah kekuatan faktor internal yaitu 1).Manajemen sumber daya manusia yang baik, 2).Kualitas dan mutu produk terjamin, 3).Lokasi usaha yang strategis, 4) Harga produk yang terjangkau, 5) Tersedianya variasi produk dan 6) Lancarnya promosi produk. Sedangkan kelemahannya terdiri dari 1) Modal usaha yang masih kurang , 2) Produksi yang terbatas, 3) Teknologi yang kurang modern, 4) Belum adanya label/merek pada kemasan dan 5) Tidak adanya fasilitas antar/delivery bagi konsumen. Sedangkan peluang faktor eksternal yaitu : 1) Adanya pangsa pasar, 2) Daya beli masyarakat, 3) Permintaan yang semakin meningkat, 4) Pertumbuhan penduduk, 5) Sosial masyarakat akan pentingnya kesehatan dan 6) Hubungan yang terjalin baik dengan konsumen. Sedangkan ancaman terdiri dari 1) Harga bahan baku pakan ternak yang meningkat  dan , 2) Persaingan produk. Berdasarkan hasil dari diagram analisis SWOT posisi usaha Produksi Susu kambing UD. Atjeh Livestock berada pada kuadran I yaitu strategi pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy) dengan nilai 1,950:1,317. Strategi yang disarankan dan diterapkan kepada pemiliki usaha adalah strategi agresif S-O (Strenghts-Opportunities) dengan meningkatkan jumlah produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen dan penetapan harga produk sehingga terjalin hubungan baik dengan konsumen. 
Ekstraksi Antosianin dari Buah Senggani (Melastoma polyanthum BI.) dengan Variasi Rasio Bahan dengan Pelarut dan Konsentrasi Asam Sitrat Trysia Zulfina; Novi Safriani; Nida El Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.759 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.5471

Abstract

Abstrak.  Senggani (Melastoma polyanthum BI.) adalah tanaman hias yang tumbuh pada lahan semak dan memiliki buah dengan ukuran kecil yang berwarna ungu atau merah muda. Warna ungu pekat pada buah senggani berasal dari kandungan senyawa antosianin yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber zat warna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rasio bahan dengan pelarut dan konsentasi asam sitrat terhadap intensitas warna dari ekstrak buah senggani. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah rasio bahan dengan pelarut (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: P1=1:5, P2=1:10, P3=1:15, P4=1:20. Faktor kedua adalah konsentrasi asam sitrat (A) yang terdiri dari 2 taraf yaitu: A1=0,4%, A2=20%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa Rasio bahan : pelarut berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap aktivitas antioksidan, derajat keasaman (pH), intensitas warna ekstrak buah senggani. Konsentrasi asam sitrat berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap total antosianin, aktivitas antioksidan, intensitas warna. Berdasarkan hasil analisis intensitas warna ekstrak buah senggani, perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan antara rasio bahan : pelarut 1:5 dan konsentrasi asam sitrat 20% (P1A2) dengan karakteristik ekstrak memiliki intensitas warna 0,57. Abstract. Senggani (Melastoma Polyanthum BI.) is an ornamental plant that grows on a bushland and has a fruit with a small size that is purple or pink. The colour of the fruit comes from anthocyanin compound that is potential to be used as a source of natural dyes. This study aimed to determine the effect of the ratio between material and solvent and the concentration of citric acid on the color intensity of the senggani fruit extract. Randomized Block Design (RAK) of factorial pattern consisting of 2 (two) factors was used. The first factor was the ratio between material and the solvent (P) consisted of 4 levels: P1 = 1: 5, P2 = 1: 10, P3 = 1: 15, P4 = 1: 20. The second factor was the concentration of citric acid (A) consisted of 2 levels: A1 = 0.4%, A2 = 20%. Each treatment was repeated 3 times to obtain 24 units of experiment. The results showed that the ratio between material and solvent has an effect (P≤0.01) on the antioxidant activity, the degree of acidity (pH), the intensity of the extract color of the fruit of senggani. Citric acid concentration was highly significant (P≤0.01) to total anthocyanin, antioxidant activity, and colour intensity. Based on the analysis of the intensity of the extract color of the senggani fruit, the best treatment was obtained from the combination between the ratio of the ingredient: solvent 1: 5 solvent and 20% citric acid concentration (P1A2) where the extract has the color intensity of 0.57.Keywords: Senggani, Melastoma polyanthum BI., colour intensity, citric acid.
Saluran Distribusi Dan Penetapan Harga Sayuran Pada Pedagang Besar Dan Pedagang Pengecer Kota Banda Aceh Dani Gunawan; Ismayani Ismayani; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.434 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9423

Abstract

Abstrak,Saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketergantungan penetapan harga sayuran terhadap saluran distribusi pada pedagang besar dan pedagang pengecer kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, disebabkan banyaknya pedagang maka penelitian ini dilakukan dengan metode pengambilan sampel yang mewakili populasi dan dilakukan sumber informasi yang dapat menggambarkan keadaan masyarakat didaerah penelitian. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) X2hitung X2tabel dan α ≥ pvalue­ yang menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak, artinya saluran distribusi berpengaruh tidak nyata terhadap penetapan harga. (2) Contigency coefficient (r) memiliki hasil 0,707 yang berarti saluran distribusi memiliki keterkaitan yang kuat dengan penetapan harga sayuran pada pedagang besar dan pedagang pengecer di Kota Banda Aceh. (3) Biaya pemasaran pedagang besar lebih besar dibandingkan biaya pemasaran pedagang pengecer, yaitu masing-masing Rp.46.307.200/tahun dan Rp.41.250.000/tahun.(Distribution Channel And Determination Of Vegetable Prices In Wholesaller And Retailers In Banda Aceh City)Abstact, Distribution channels are distributor institutions or channeling institutions that have activities to distribute or deliver goods or services from producers to consumers. This study aims to determine the dependence of vegetable pricing on distribution channels on wholesalers and retailers in the city of Banda Aceh. The method used in this study is a survey method, due to the large number of traders so this study was conducted with a sampling method that represents the population and carried out information sources that can describe the condition of the community in the research area. The results in this study are (1) X2count X2 table and α ≥ pvalue ¬ which shows that Ha is accepted and H0 is rejected, meaning that the distribution channel has no significant effect on pricing. (2) Contigency coefficient (r) has a result of 0.707 which means that the distribution channel has a strong connection with the determination of vegetable prices at wholesalers and retailers in the city of Banda Aceh. (3) The marketing costs of wholesalers are greater than the marketing costs of retailers, namely Rp.46,307,200 / year and Rp.41,250,000 / year.

Page 18 of 103 | Total Record : 1028