cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Aktivitas Ekstrak n-heksana Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Subfraksi B Pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Wahyu Ananda; Nurhayati Nurhayati; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.054 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22381

Abstract

Abstrak : Penggunaan herbisida umumnya dilakukan sebagai langkah praktis dalam mengendalikan gulma. Namun, penggunaan herbisida secara terus menerus dapat menyebabkan efek negatif terhadap lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menguji efektivitas senyawa bioherbisida ekstrak n-heksana babadotan (Ageratum conyzoides L.) subfraksi B pada beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola non faktorial dengan uji lanjut DNMRT pada taraf  5%. Konsentrasi ekstrak senyawa babadotan yang digunakan pada penelitian ini adalah 2, 4, 6, 8, dan 10%, dengan perlakuan kontrol positif (herbisida 2-4D) dan kontrol negatif (aquades). Hasil penelitian aplikasi senyawa bioherbisida ekstrak n-heksana babadotan subfraksi B memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi gulma, diameter batang, dan luas daun bayam duri. Ekstrak n-heksana babadotan subfraksi B pada konsentrasi 2% efektif menghambat pertumbuhan gulma bayam duri.Kata Kunci : A. conyzoides, Ekstrak, n-heksana, Konsentrasi. Activity of Extract of n-hexane Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Subfraction B at various cocentrations on the growth of Spinach Weed (Amaranthus spinosus L.)Abstract. The use of herbicides is generally done as a practical step in controlling weeds. However, the continuous use of herbicides can cause negative effects on the environment. The purpose of this study was to test the effectiveness of the bioherbicide compound extract of n-hexane babadotan (Ageratum conyzoides L.) subfraction B at several concentrations on the growth of spinach thorn weed (Amaranthus spinosus L.). This study used a completely randomized design with a non-factorial pattern with a further test of DNMRT at the 5%  level. The concentrations of babadotan extract used in this study were 2, 4, 6, 8, and 10%, with positive control treatment (2-4D herbicide) and negative control (aquades). The results of the study that the application of bioherbicide compounds in the extract of n-hexane babadotan subfraction B gave a very significant effect on the growth of weed height, stem diameter, and leaf area of thorn spinach. The n-hexane extract of babadotan subfraction B at a concentration of 2% was effective in inhibiting the growth of spinach thorn weed.Keywords : A. conyzoides, Extract, n-hexane, Concentration.
Analisis Hubungan Antara Sifat-Sifat Kimia Tanah dan Kualitas Kopi Arabika Gayo Reni Mahara; Yusnizar Yusnizar; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.051 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20976

Abstract

Abstrak. Kopi arabika Gayo telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama antara lain aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sifat-sifat kimia tanah dan kualitas kopi arabika Gayo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara observasi lapangan yang disertai pengambilan sampel tanah dan biji kopi untuk dilakukan analisis di Laboratorium. Sifat - sifat kimia tanah yang diamati adalah pH H2O, C-Organik, N-Total, P-Tersedia, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, KTK, dan KB dan parameter kualitas citarasa yang diamati adalah Aroma, Flavor, After Taste, Acidity, Body, Balance, Uniformity, Clean Up, Sweetness dan Overall. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode regresi dan korelasi berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat – sifat kimia tanah tidak berkorelasi positif terhadap citarasa kopi arabika.Analysis of the Relationship between Soil Chemical Properties and the Quality of Gayo Arabica CoffeeAbstract. Gayo Arabica coffee is known to the world because it has a distinctive taste with the main characteristics, including complex aromas and flavors and strong viscosity. This study aims to determine the relationship between soil chemical properties and the quality of Gayo Arabica coffee. The method used in this study is a survey method by means of field observations accompanied by soil and coffee bean sampling for analysis in the laboratory. The chemical properties of the soil observed were pH H2O, C-Organic, N-Total, P-Available, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, CEC, and KB and the parameters of the taste quality observed were Aroma, Flavor, After Taste, Acidity, Body, Balance, Uniformity, Clean Up, Sweetness and Overall. The data obtained were analyzed by regression and multiple correlation methods The results showed that the chemical properties of the soil were not positively correlated with the taste of Arabica coffee.
Dampak Ekonnomi dan Lingkungan di Kawasan Ekowisata Tangkahan Taman Nasional Gunung Leuser M. Ichwanul Alvin Hutasuhut; Martunis Martunis; Dahlan Dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.404 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18064

Abstract

Abstrak. Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang saat ini mendapatkan perhatian masyarakat karena memiliki daya tarik alami dengan memperhatikan aspek konservasi dari sumber daya alam. Ekowisata Tangkahan merupakan salah satu pariwisata unggulan yang ada di Sumatera Utara. Seiring berjalannya waktu, keberadaan ekowisata tentu dapat memberikan dampak ekonomi dan lingkungan, untuk mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji statistik t. Berdasarkan hasil wawancara dan kuisioner responden, diketahui keberadaan ekowisata berdampak nyata pada aspek ekonomi dan lingkungan masyarakat karena dengan adanya pengembangan Kawasan Ekowisata dapat merubah sumber mata pencaharian dan jumlah pendapatan masyarakat serta dapat merubah sistem pada pengelolaan hutan dan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat ke arah yang lebih baik.Dampak Ekonomi Dan Lingkungan Di Kawasan Ekowisata Tangkahan Taman Nasional Gunung LeuserAbstrak. Ekowisata adalah jenis pariwisata yang dengan cepat mendapatkan popul
UJI KEBUSUKAN BAKSO DAGING SAPI YANG DIBERIKAN PERSENTASE TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) YANG BERBEDA Maulidi Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.035 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.18153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebuskan awal yang diakibatkan oleh penambahan tepung kacang merah dalam pengolahan bakso daging sapi. Uji kebusukan awal dapat dilakukan dengan metode uji eber, H2S dan Postma. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pengolahan Daging, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, dimulai pada tanggal 10 Desember 2020 sampai dengan tanggal 25 Januari 2021. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan data menggunakan notasi positif (terjadi kebusukan awal) dan negatif (belum terjadi kebusukan awal) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 unit sampel percobaan. Persentase penggunaan tepung kacang merah yaitu 0%, 20%, 40% dan 60%. Berdasarkan hasil penelitian, bakso yang menggunakan persentase tepung kacang merah dengan tingkat 40% dan 60% lebih cepat mengalami kebusukan awal dibandingkan dengan penambahan tepung kacang merah 20% dan 0%. Semakin tinggi penambahan tepung kecang merah pada bakso maka protein juga menjadi lebih tinggi, pangan yang memiliki kandungan protein yang tinggi sangat cepat mengalami kebusukan  
Pengaruh Dosis Kompos Limbah Sereh Wangi dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) di Dataran Tinggi Gayo Lues Elisa Fitri; Jumini Jumini; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.387 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah sereh wangi dan pupuk NPK serta interaksi diantara kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran tinggi Gayo Lues. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan April 2021di Kampung Beranang Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium Dasar PSDKU Gayo Lues. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis kompos limbah sereh wangi yang terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, 10 ton ha-1 dan 20 ton ha-1 dan dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu 400 kg ha-1, 600 kg ha-1 dan 800 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos limbah sereh wangi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah siung umbi per rumpun dan diameter umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran tinggi Gayo Lues yang terbaik dijumpai pada dosis kompos limbah sereh wangi 20 ton ha-1. Perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah siung umbi per rumpun dan diameter umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran tinggi Gayo Lues yang terbaik dijumpai pada dosis pupuk NPK 800 kg ha-1. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis kompos limbah sereh wangi dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran tinggi Gayo Lues. The Effect of Citronella Waste Compost and NPK Fertilizer on Growth and Yield of Garlic (Allium sativum L.) in the Gayo Lues Highlands This study aims to determine the effect of the dose of citronella waste compost and NPK fertilizer and the interaction between the two treatments on the growth and yield of garlic plants in the Gayo Lues highlands. This research was conducted from January to April 2021 in Beranang Village, Kutapanjang District, Gayo Lues Regency and Gayo Lues PSDKU Basic Laboratory. The design used in this study was a 3 x 3 factorial randomized block design with 3 replications. The factors studied were the dose of citronella waste compost which consisted of 3 levels, namely control, 10 tons ha-1 and 20 tons ha-1 and the dose of NPK fertilizer consisted of 3 levels, namely 400 kg ha-1, 600 kg ha-1 and 800 kg ha-1. The results showed that citronella waste compost had a very significant effect on the number of bulbs per clump and tuber diameter. The best growth and yield of garlic in the Gayo Lues highlands was found at a dose of citronella waste compost of 20 tons ha-1. The dose of NPK fertilizer had a very significant effect on the number of bulbs per clump and tuber diameter. The best growth and yield of garlic in the Gayo Lues highlands was found at a dose of 800 kg ha-1NPK fertilizer. There was no significant interaction between the dose of citronella waste compost and NPK fertilizer on the growth and yield of garlic plants in the Gayo Lues highlands. 
Pemanfaatan Biochar dan Kompos Limbah Pertanian untuk Perbaikan Sifat Fisika Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Jagung pada Lahan Kering Navisa Hanim; Khairullah Khairullah; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.899 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18385

Abstract

Abstrak. Biochar merupakan padatan berupa arang yang kaya karbon (C) melalui proses pembakaran tidak sempurna dengan minimum oksigen (pyrolisis). Penambahan bahan organik dapat mempercepat proses pemulihan kualitas lahan serta meningkatkan kekuatan tanah memegang air sehingga kandungan unsur hara juga meningkat. Pemanfaatan kompos berpengaruh terhadap pasokan hara tanah, perubahan sifat fisik, biologi, dan kimia tanah, karena syarat tanah sebagai media tumbuh tanaman membutuhkan kondisi fisik dan kimia yang baik. Aplikasi biochar dan kompos dilakukan untuk meningkatkan kesuburan dan ketersediaan air tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman.Pada penelitian ini digunakan tanaman jagung (Zea mays L) sebagai indikator tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola Non Faktorial terdiri dari kombinasi biochar dan kompos limbah pertanian dengan 9 perlakuandan 3 kali ulangan, maka didapatkan 27 bedengan percobaan. Hasil di lapangan didapatkan pemberian biochar dan kompos limbah pertanian tidak berpengaruh terhadap perbaikan sifat fisika tanah pada lahan kering diduga karena sifat fisika yang sulit berubahdalam waktu yang singkat, namun pemberian biochar dan kompos limbah pertanian dapat meningkatkan atau berpengaruh terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung yang mana nilai tertinggi terdapat pada perlakuan A8 (15 ton ha -1 biochar dan 20 ton ha -1 kompos imbah pertanian) hal ini diduga pada dosis tersebut pemberian kompos menyumbangkan unsur hara yang cukup bagi tanaman.Utilization of Biochar and Agricultural Waste Compost to Improve Soil Physical Properties, Growth and Yield of Corn on Dry LandAbstract. Biochar is a solid in the form of charcoal rich in carbon (C) through an incomplete combustion process with a minimum of oxygen (pyrolysis). The addition of organic matter can accelerate the process of restoring land quality and increase the strength of the soil to hold water so that the nutrient content also increases. The use of compost affects the supply of soil nutrients, changes in the physical, biological, and chemical properties of the soil, because the soil requirements as a medium for plant growth require good physical and chemical conditions. Applications of biochar and compost are carried out to increase fertility and availability of groundwater to meet plant needs. In this study, maize (Zea mays L) was used as plant indicator. This study used a Randomized Block Design (RBK) with a non-factorial pattern consisting of a combination of biochar and agricultural waste compost with 9 treatments and 3 replications, so 27 experimental beds were obtained. The results in the field showed that the application of biochar and agricultural waste compost did not affect the improvement of the physical properties of the soil on dry land, presumably due to the physical properties that were difficult to change in a short time, but the application of biochar and agricultural waste compost could increase or affect the growth and yield of maize plants. where the highest value was found in the A 8 treatment (15 tons ha -1 biochar and 20 tons ha -1 agricultural waste compost).
Penggunaan Kayu Bakar Untuk Penyulingan Sere Wangi Dengan Luasan Hutan Pinus di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues Jamaludin Jamaludin; Martunis Martunis; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.543 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i1.16724

Abstract

Abstrak. Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh dengan luas wilayah seluas 571.958 Ha yang terdiri dari 11 kecamatan dan 136 kampung. Sekitar 40% masyarakat Gayo Lues bergantung hidup dari sere wangi, salah satunya adalah masyarakat di Kecamatan Blangjerango. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiran berapa luas hutan pinus yang di manfaatkan sebagai sumber kayu bakar bagi penyulingan minyak sere wangi. Penelitiaan ini dilakukan di Kecamatan Blangjerango khususnya yang memiliki kebun sere wangi yaitu di  Kampung Peparik Gaib, Penosan dan Sekuelen. Pengambilan dan pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 127 titik ketel penyulingan yang masih aktif beroperasi di ketiga lokasi peneltian sehingga menghabiskan kayu bakar sebanyak 2.667 m3 dan 444.500 kg sere wangi atau setara dengan 4,3 Ha lahan hutan pinus dan 51 Ha lahan sere wangi. Dengan mengambil kayu bakar dari hutan pinus tentunya akan menyebabkan tegakan pinus berkurang dan banyaknya pembukaan lahan untuk penanaman sere wangi.Abstract. Gayo Lues is one of the regencies located in Aceh Province with an area of 571,958 hectares which consists of 11 sub districts and 136 villages about 40% of the Gayo Lues community depends on sere wangi life, one of which is the people in the Blangjerango sub district, this study aims to determine the approximate extent of pine forests that are used as a source of firewood for the refining of citronella oil. This research was conducted in Blangjerango sub district especially those with sere wangi gardens namely in the villages of Peparik Gaib, Penosan and Skuelen. Retrieval and date collection using purposive sampling method. There are 127 refineries are still actively operating in the three research locations so that they use up 2,667 m3 of firewood and 444,500 kg of sere wangi or the equvalent of 4,3 hectares of sere wangi land. By taking firewood from the forest, of couse, willcause less pine stands and more land clearing for planting sere wangi. 
Penggunaan Data DEM SRTM untuk Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Roby Arnando; Muhammad Rusdi; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.103 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14850

Abstract

Abstrak. Banjir merupakan masalah umum di sebagian daerah yang ada di Indonesia, terutama pada daerah yang memiliki topografi yang rendah di bagian hilir sungai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daerah yang sering dilanda banjir dengan hubungan peta daerah rawan banjir di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Kondisi topografi Kecamatan Lhoksukon dengan kelandaian yang curam dibagian hulu namun landai dibagian hilir, sehingga keadaan topografi ini dapat menyebabkan aliran air mengalir dengan kecepatan yang rendah pada daerah hilir. Keadaan topografi tersebut menggambarkan bahwa secara fisik Kecamatan Lhoksukon merupakan daerah yang rawan terhadap banjir. Berdasarkan hasil analisis kerawanan banjir di Kecamatan Lhoksukon dibagi 3 kelas yaitu kelas kerawanan sangat rawan banjir diperoleh 642,30 hektar, kelas rawan banjir 11.544,70 hektar dan kelas tidak rawan banjir seluas 1.542,57 hektar.Use Of Demographic Data For Mapping Flood-Prone Areas in Lhoksukon Sub-District, North Aceh RegencyAbstract. Flooding is a common problem in some regions in Indonesia, especially in areas that have low topography in the downstream river. This study aims to look at areas that are often hit by floods with the flood-prone areas in Lhoksukon Sub District, North Aceh District. The topographic condition of Lhoksukon District is which steep slope in upstream but sloping in the downstream, so that topography can caused run off at a low speed in the downstream area. The topographical situation illustrates that physically Lhoksukon District is an area prone to flooding. Based on the results of the analysis of flood vulnerability in Lhoksukon Sub District divided into 3 classes: 642.30 ha of highly hazard-prone, 11,544.70 ha of flood-prone and 1,542.57 ha of non-flood-prone.
Performa Domba Lokal Jantan yang Diberikan Limbah Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Fermentasi sebagai Pengganti Sebagian Pakan Basal Muhammad Al Kindi; Sitti Wajizah; Didy Rachmadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.406 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13608

Abstract

Abstrak.Suatu penelitian tentang performa domba lokal jantan yang diberikan limbah serai wangi (Cymbopogon nardus) fermentasi sebagai pengganti sebagian pakan basal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Ilmu dan Teknologi Ternak Potong Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, berlangsung selama 86 hari mulai dari tanggal 12 Mei sampai dengan 05 Agustus 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa domba local jantan yang diberikan limbah serai wangi yang difermentasi dengan inokulum EM4 sebagai pengganti sebagian pakan basal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 ekor domba local jantan ekor tipis dengan umur 18-24 bulan dan berat badan 23kg-26kg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan  4 perlakuan dan 4 periode. Perlakuan R0 adalah tanpa pemberian limbah serai wangi fermentasi (kontrol), perlakuan R1 pemberian limbah serai wangi fermentasi (10%),  perlakuan R2 pemberian limbah serai wangi fermentasi (20%), perlakuan R3 pemberian limbah serai wangi fermentasi (30%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian dan Konversi Pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah serai wangi fermentasi 10%-30% tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian dan Konversi Pakan. Performance of Male Local Sheep Feeding Fermented Lemongrass Waste (Cymbopogon nardus) as Partly Basal Feed Subtitution Abstract. A study of the performance of local male sheep given fermented lemongrass (Cymbopogon nardus) waste as a partial replacement for basal feed. This research was conducted in the Field Science and Technology Laboratory of Cattle Slaughtering, Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh, lasted for 86 days starting from May 12 until August 5, 2019. The objective of this study was to determine the performance of local sheep fed with lemongrass waste. fragrant fermented with EM4 as a microbial catalysator of feed fermentation. The material used in this study were 4 local male thin tailed sheep with ages 18-24 months and body weight of 23 kg-26 kg and using the Latin Square Design (RBSL) with 4 treatments and 4 periods. The R0 treatment was without the provision of fermented lemongrass waste (control), the treatment of R1 was the provision of fermented lemongrass waste (10%), the treatment of R2 was the provision of fermented lemongrass (20%), the treatment of R3 was the provision of fermented lemongrass waste (30%). The research data obtained were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). Parameters observed were feed consumption, daily body weight gain and feed conversion. The results showed that the provision of 10% -30% fermented lemongrass waste did not significantly affect (P 0.05) on feed consumption, daily body weight gain and feed conversion.
Perubahan Tutupan Lahan Setelah 14 Tahun Bencana Tsunami (Studi Kasus di Kecamatan Baitussalam) Nadya Faizah; Muhammad Rusdi; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.102 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10440

Abstract

Abstrak. Perubahan tutupan lahan mengakibatkan beberapa penggunaan lahan menjadi berubah, terutama pada lahan pertanian yang berubah menjadi non-pertanian. Perubahan penggunaan lahan saat ini sudah sering terjadi di beberapa daerah terutama pada lahan pertanian yang berubah menjadi lahan non-pertanian. Pasca Tsunami daerah yang terkena bencana dilakukan rehabilitasi dan rekontruksi, semua aktivitas tersebut berdampak kepada perubahan tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan diperoleh dari overlay dengan kaedah union mulai dari tahun 2004 hingga tahun 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan selama kurun waktu 14 tahun pasca Tsunami terbesar terjadi pada pemukiman, yaitu mengalami peningkatan sebesar 550,14 ha (76,96%). sedangkan Perubahan tutupan lahan terkecil yaitu semak belukar sebesar 66,41 ha (5,06%).Land Cover Changes after 14 years of the Tsunami Case Study at Kecamatan BaitussalamAbstract. Changes in land cover have caused some land use to change, especially on agricultural land that has turned into non-agricultural land. Post-tsunami areas affected by rehabilitation and reconstruction, all of these activities have an impact on land cover change. Changes in land cover were obtained from overlays with the unification method from 2004 to 2018. The results of the analysis showed that changes in land cover for 14 years after the Tsunami occurred mostly in settlements, which increased by 550.14 ha (76.96%). while the smallest land cover change is shrubs covering an area of 66.41 ha (5.06%).

Page 23 of 103 | Total Record : 1028