cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Efektifitas Dosis Biofungisida Pelet Trichoderma sp. Untuk Mencegah Perkembangan Jamur Ganoderma boninense Pada Pembibitan Kelapa Sawit ikhsan ikhsan; hartati oktarina; Tjut Chamzurni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.698 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11702

Abstract

Abstrak. Ganoderma boninense adalah jamur patogen yang mengakibatkan tanaman yang belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan pada kelapa sawit menjadi layu dan mati. Alternatif pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan jamur G.boninense pada bibit kelapa sawit adalah pengendalian biologis biofungisida pelet yang mengandung spesies Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens. Faktor yang menentukan berhasilnya bioungisida pelet adalah dosis yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif biofungisida pelet untuk mencegah penyakit BPB. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Tiap unit terdiri dai 4 bibit yang masing-masing ditanam pada 1 kg/polibag. Perlakuannya menggunakan dosis biofungisida pelet spesies T. harzianum dan T. Virens yaitu 0, 1.5, 2.5 dan 3.5 g/polybag. Data pengamatan yang diperoleh dari hasil analisis sidik ragam akan dilakukan uji lanjut Beda nyata terkecil (BNT) apabila perlakuan berbeda nyata. Hasil penelitian dari uji beberapa dosis biofungisida pelet spesies T. harzianum dan T.  virens pada masa inkubasi dan Persentase tanaman terserang menunjukkan pengaruh sangat nyata dalam mencegah jamur G. boninense. Pada jumlah daun  120 HSI juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap beberapa dosis biofungisida pelet Trichoderma dan pengaruh faktor usia dari kelapa sawit.Effectivity Doses of Pellet biofungicides Trichoderma sp.To Prevent Fungal Development of Genoderma boninense In Oil Palm NusreriesAbstract. Ganoderma boninense is pathogenic fungi that attacks immature plants and plants producing oil palm be withered and died. Alternative control that can be done to prevent basal stem rot disease (BPB) which is caused by G. boninense on oil palm seeds is biological control of pellet biofungicides including T. harzianum  and  T. Virens species. The factor that determines the success of pellet biofungicide is the dose used. This study aims to determine the effective dosage of pellet biofungicides to prevent BPB. This research was using a Non Factorial Completely Randomized Design consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatment used doses of pellet biofungicide of T. harzianum and T. Virens species which are 0, 1.5, 2.5 and 3.5 g / polybag. Observation data was obtained from the results of the using variance that will be carried out by the least significant differences (LSD)  if the treatment is significantly different. The study results of several doses of pellet biofungicide T.  harzianum and T. Virens species during the incubation period and the percentage of attacked plants showed a very significant influence in preventing G.boninense fungi. The number of leaves  120 HSI also showed a significant effect on several doses of Trichoderma pellet biofungicide and the influence of age factors from oil palm.
Kajian Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Santan Kelapa Weza Hafidhitama; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Yanti Meldasari Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.82 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1525

Abstract

Abstrak. Es krim merupakan jajanan yang digemari sehingga memiliki segmen pasar yang luas. Namun tidak semua orang bisa mengomsumsi es krim yang berasal dari susu karena tidak suka dengan aromanya atau menderita alergi susu. Salah satu solusinya yaitu pembuatan es krim nabati, yang pada penelitian ini digunakan bahan nabati berupa ubi jalar ungu dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan es krim berbahan baku pati ubi jalar dan santan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan faktor yang dikaji adalah jumlah skim (persentase kapasitas serap air) (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu jumlah skim 200 % (K1), jumlah skim 400 % (K2), jumlah skim 600 % (K3), jumlah skim 800 % (K4) dan jumlah skim 1000 % (K5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu over run, kecepatan leleh, organoleptik (warna, teksturdan kecepatan leleh), serta analisis lemak, total antosianin, protein dan total mikroba pada sampel dengan perlakuan terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah skim berpengaruh sangat signifikan terhadap over run dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki over run berkisar 15,9 – 49,0 % dan kecepatan lelehnya 13,0 – 28,5 menit. Pada uji organoleptik, jumlah skim berpengaruh sangatnyata terhadap warna dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki warna berkisar dari ungu muda sampai ungu tua serta kecepatan lelehnya berkisar dari cepat sampai lambat. Berdasarkan uji Friedman, diperoleh es krim dengan perlakuan terbaik yaitu perlakuan jumlah skim 800 % (K4). Es krim dengan perlakuan terbaik memiliki kada protein 3,9 %, total antosianin 111,47 mg/L, lemak 7,2 % dan total mikroba 2 sel/ml. Kata kunci : Es Krim, Santan, Pasta Ubi Jalar, Kapasitas Serap Air, Over Run, Kecepatan Leleh
Analisis Respon Petani terhadap Kebijakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Di Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur Nova Maulida Anggriani; Edy Marsudi; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.336 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7021

Abstract

Abstrak. Dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas Crude Palm Oil (CPO), Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memberikan kebijakan terkait kriteria mutu panen Tandan Buah Segar (TBS) yang menjadi syarat masuknya TBS kedalam pabrik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon petani terhadap kebijakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani dan mengetahui tingkat pendapatan berdasarkan respon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kuesioner dengan analisis kualitatif (deskriptif), skoring serta kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan respon petani kelapa sawit terhadap kebijakan pabrik kelapa sawit di Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur berdasarkan penilaian 3 aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik adalah positif. Aspek kognitif sebanyak 32 petani (59,3%), aspek Afektif sebanyak 36 petani (66,7%) dan aspek psikomotorik sebanyak 35 petani (64,8%). Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap respon petani adalah usia dan pendidikan dimana nilai p-value nilai signifikansi yaitu untuk usia 0,019 0,05 dan untuk pendidikan 0,004 0.05 yaitu tolak H0 dan terima Ha. Sedangkan faktor pengalaman, luas lahan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh nyata terhadap respon petani. Tingkat pendapatan petani respon positif lebih tinggi dibandingkan petani respon negatif. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan rata-rata pendapatan petani, yaitu Rp 478.303/ha untuk petani respon positif dan Rp 183.433/ha untuk petani respon negatif.Farmer Response Analysis to Oil Palm Mill (OPM)Policy In Indra Makmu District, East Aceh DistrictAbstract. In an attempt to increase the qualities of Crude Palm Oil (CPO), Oil Palm Mill (OPM) provides a policy related to the harvest quality criteria of Fresh Fruit Bunches (FFB) which is the requirement of FFB entry into the factory. The purpose of this research is to determine the response of farmers to the policy of Oil Palm Mill (OPM) in Indra Makmur Sub-district, East Aceh Regency, to know the factors that influence the farmers response and to know the level of income based on the response. The research method used are interview method, observation and questionnaire with qualitative analysis (descriptive), scoring and quantitative. The results showed the response of palm oil farmers to the policy of Oil Palm Mill (OPM) in Indra Makmur sub-district, East Aceh Regency based on 3 aspects are cognitive, affective and psychomotor is positive. Cognitive aspect are as much as  32 farmers (59,3%), affective aspect are as much as 36 farmers (66,7%) and psychomotor aspect are as much as 35 farmers (64,8%). The factors have real effect to the farmer's response are age and education where p-value value of significance is for age 0,019 0,05 and for education 0,004 0.05 is reject to H0 and accept to Ha. Whereas the experience factor, the land of area and the number of dependents did not significantly affect to the response of farmers. Positive response level of farmer's income is higher than farmers negative response. This matter can be seen from the calculation of average farmer's incomeis Rp478.303/ha for farmers positive response and Rp183.433/ha for farmers negative response.
Evaluasi Kualitas Nutrisi Jerami Padi yang Difermentasi Menggunakan Saus Burger Pakan (SBP) Syam Shiddiq; Yunasri Usman; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5591

Abstract

ABSTRAKJerami padi memiliki kualitas yang rendah, hal ini karena jerami padi memiliki kadar protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi serta lignin dan silika tinggi, mineral, kecernaan dan palatabilitas yang rendah. Peningkatan daya guna jerami padi untuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maka perlu dilakukan perbaikan kualitas nutrisi pakan dan kecernaannya. Sebagai limbah tanaman tua, jerami padi mengalami lignifikasi lanjut yang menyebabkan terjadinya ikatan kompleks antara lignin, selulosa dan hemiselulosa yang disebut lignoselulosa (Eun et al., 2006). Pengolahan jerami dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: amoniasi, fermentasi dan gabungan amoniasi dan fermentasi (amofer). Pengolahan jerami padi dengan cara fermentasi adalah pengolahan yang dilakukan secara biologi dengan penambahan mikroba yang bekerja secara anaerob. Proses fermentasi biasanya menggunakan mikroba aktif yang berfungsi untuk mempercepat proses penguraian bahan dan meningkatkan nilai nutrisi bahan, salah satunya dengan menggunakan Saus Burger Pakan (SBP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas nutrisi jerami padi yang difermentasi dengan Saus Burger Pakan, yang meliputi bahan kering, serat kasar, protein kasar dan kadar abu.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Syah Kuala, yang dilakukan  pada bulan April 2017 sampai dengan bulan Juni 2017. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami padi dan Saus Burger Pakan (SBP) dengan penambahan 5% molases, tepung sagu 3% dan 0,1% urea secara homogen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan JP0  merupakan kontrol tanpa SBP (0% SBP), perlakuan JP1 (2% SBP), perlakuan JP2 (3% SBP) dan JP3 (4% SBP). Parameter yang diamati adalah persentase bahan kering, serat kasar, protein kasar dan abu dengan menggunakan metode analisis proksimat. Data yang diperoleh ditabulasi, kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam/Analysis of Variance (ANOVA) yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diuji. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT) (Steel dan Torrie, 1998).Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan Saus Burger Pakan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap persentase bahan kering dan serat kasar serta terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan Saus Burger Pakan, sedangkan terhadap persentase protein dan abu memperlihatkan tidak adanya pengaruh nyata (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Saus Burger Pakan dalam jerami padi  sampai dengan 4% belum optimal, hal ini dikarenakan aktivitas mikroba dalam proses fermentasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi dari substrat itu sendiri maupun nutrisi yang ditambahkan ke dalam media fermentasi sehingga dalam pemenuhan nutrisi untuk pertumbuhannya masih kurang. Penggunaan Saus Burger Pakan untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia belum efesien ditinjau dari persentase bahan kering, serat kasar dan abu yang masih tinggi, sedangkan persentase protein kasarnya masih cenderung rendah. 
Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium cepa) di Desa Lam manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Nurida Arafah; Elvira Iskandar; T. Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.451 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2259

Abstract

Bawang merah merupakan  komoditi holtikurtura yang tergolong sayuran  rempah di mana komoditi ini cukup penting sebagai sumber penghasilan petani dan pendapatan  Negara. Itu artinya  produk  bawang merah sangat besar kontribusinya untuk masyarakat dan Negara, karena selain di pasarkan didalam  negeri komoditi ini juga diekspor. Desa Lam Manyang merupakan daerah sentra penghasil bawang merah di Kecamatan Peukan Bada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis saluran pemasaran, besarnya margin dan efisiensi pemasaran bawang merah di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode analisis margin dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran bawang merah menggunakan saluran satu tingkat dan saluran dua tingkat; (2) Margin pemasaran bawang merah pada Tipe I sebesar Rp.25.140 per kg dan pada Tipe II sebesar Rp.25.000 per kg; (3) Efisiensi pemasaran bawang merah pada Tipe I sebesar 55,86%%  dan pada Tipe II 55,55%.Marketing Analysis Onion (Allium Cepa) In The Village Of Lam Manyang Sub-District Of Peukan Bada Aceh Besar RegencyOnion is a vegetable horticulture classified as herbs, where commodities is quite important as a source of farmers' income and state revenue. That means that the product is very large onion contribution to society and the state, because in addition to the domestic market this commodity is also exported. The village of Lam Manyang an onion-producing centers in the sub-district of Peukan Bada. The purpose of this study was to determine the type of marketing channels, the amount of margin and marketing efficiency onion in the village of Lam Manyang sub-district of Peukan Bada. This study was conducted by survey method. The analytical method used is descriptive analysis method margin and marketing efficiency. The results of study showed that: (1) Onion marketing channel using channel one and channel two-tier level; (2) Marketing margin onion on Type I Rp. 25 140 per kg and the Type II Rp. 25,000 per kg; (3) Marketing efficiency of onion by 55.86 % of Type I and Type II at 55.55%.
Uji In Vitro Isolat Rizobakteri Asal Kabupaten Aceh Barat terhadap Pertumbuhan Patogen Phytophthora capsici Putri Sadila Aderni; Ainun Marliah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.593 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24338

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis isolat rizobakteri asal Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat terhadap pertumbuhan patogen Phytophthora capsici dan peranannya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman secara in vitro. Penelitian ini dimulai pada November sampai dengan Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 15 perlakuan rizobakteri dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya isolat BPS 8/4 memiliki penghambatan tertinggi yakni 79,92%. Sedangkan laju penghambatan pertumbuhan patogen tertinggi  dimiliki isolat BPS 7/1 dan BPS 8/2 dengan nilai 3,75 mm/hari. Isolat TPS 6/1 dengan produksi HCN tinggi (+++ HCN) yakni isolat yang mampu menghasilkan HCN. Kemampuan rizobakteri untuk menghasilkan IAA dan melarutkan fosfat menunjukkan fungsinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Produksi IAA lebih tinggi pada isolat rizobakteri TPS 6/3 dengan nilai rata-rata 0,721 µg/ml filtrat.In Vitro Test of Rhizobacteria Isolates From West Aceh District on Growth of Pathogen Phytophthora capsici Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of the type of rhizobacterial isolates from Kaway XVI District, West Aceh Regency on the growth of the pathogen Phytophthora capsici and its role as a promoter of plant growth in vitro. This study started from November to December 2022. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 15 rhizobacterial treatments and was repeated 3 times. The results showed that BPS 8/4 isolate had the highest inhibition, namely 79.92%. Meanwhile, the highest inhibition rate of pathogen growth was found in BPS 7/1 and BPS 8/2 with a value of 3.75 mm/day. TPS 6/1 isolate with high HCN production (+++ HCN) are isolates capable of producing HCN. The ability of rhizobacteria to produce IAA and dissolve phosphate indicates its function as a plant growth promoter. IAA production was higher in TPS 6/3 rhizobacterial isolate with an average value of 0.721 µg/ml filtrate.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani Terhadap Teknologi Combine Harvester Widya Rizki Rahmatunnisa; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Agussabti Agussabti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.909 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22350

Abstract

Abstrak.Pembangunan pertanian memiliki tugas utama yang salah satunya adalah menemukan metode atau cara bagi pertanian untuk dapat dipraktikkan secara efektif oleh petani. Pembangunan pertanian merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi dan masyarakat pada umumnya. Struktur Produk Domestik Bruto Aceh menurut lapangan usaha berdasarkan harga berlaku pada tahun 2021 masih didominasi pertanian sebesar 30,06%. Pertanian tanaman pangan khususnya padi menjadi salah satu bagian penyumbang dari pertumbuhan ekonomi Aceh. Perkembangan teknologi pertanian diciptakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. Salah satu teknologi pertanian adalah Combine Harvester, pemanen padi dilengkapi dengan alat yang dapat memotong, merontokkan, dan mengangkut beras dalam satu operasi dan dioperasikan oleh operator. Pengetahuan tentang teknologi yang diperoleh petani, apapun metode dan medianya, petani dapat memilih menggunakan atau menolak teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usahataninya. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan Combine Harvester yang dapat membantu petani untuk mengadopsi teknologi tersebut sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan serta mengurangi kehilangan hasil panen. Penelitian bertujuan melihat persepsi petani terhadap teknologi Combine Harvester dan faktor-faktor yang mempengaruhi petani mengadopsi teknologi Combine Harvester di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie Jaya. Dilaksanakan di 16 desa di Kabupaten Aceh Besar dan 10 desa di Kabupaten Pidie Jaya. Menggunakan metode quota sampling dengan sampel 60 orang. Metode analisa data menggunakan skala Likert dan Binary Logistic Regression. Hasil penelitian menunjnukkan bahwa persepsi petani padi di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie Jaya terhadap teknologi Combine Harvester adalah sebesar 73,3% yang termasuk dalam kategori baik. Secara serentak variabel umur, tingkat pendidikan, luas lahan, pendapatan petani, partisipasi kelompok dan kontak dengan penyuluh berpengaruh signifikan terhadap adopsi Combine Harvester oleh petani. Secara parsial variabel umur, tingkat pendidikan dan luas lahan memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap adopsi Combine Harvester. Variabel partisipasi kelompok dan kontak dengan penyuluh memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap adopsi Combine Harvester. Sedangkan variabel pendapatan usahatani tidak berpengaruh secara tidak signifikan. Factors Affecting Farmers' Adoption of Combine Harvester TechnologyAbstract. Agricultural development has one of the main tasks is to find methods for agriculture to be practiced by farmers effectively. Agricultural development is an important part of economic development and for society. The structure of Aceh's Gross Domestic Product according to business fields based on current prices in 2021 is still dominated by agriculture at 30.06%. Food crop agriculture, especially rice, is one of the contributors to Aceh's economic growth. The development of agricultural technology was created to improve the quality and quantity of agricultural production. One of the agricultural technologies is Combine Harvester, a rice harvester equipped with a tool that can cut, thresh, and transport rice in one operation and is operated by an operator. Knowledge of technology obtained by farmers through any method and media, farmers can choose to use or reject technology that suits their farming needs. It is hoped that the good public perception of the use of the Combine Harvester can help farmers to adopt this technology so that it can increase farmers' production and income and reduce yield losses at harvest. This study aims to look at farmers' perceptions of Combine Harvester technology and the factors that influence farmers to adopt Combine Harvester technology in Aceh Besar District and Pidie Jaya District. The research was conducted in 16 villages in Aceh Besar District and 10 villages in Pidie Jaya District. Using quota sampling method with a sample of 60 people. The data analysis method uses a Likert scale and Binary Logistic Regression. The results of the study show that the perception of rice farmers in Aceh Besar and Pidie Jaya districts on Combine Harvester technology is 73.3% which is belong to good category. Simultaneously, the variables of age, education level, land area, farmer's income, group participation and contact with extension workers have a significant effect on the adoption of Combine Harvester by farmers. Partially, the variables of age, education level and land area have a significant positive effect on the adoption of Combine Harvester. Variables of group participation and contact with extension workers have no significant negative effect on Combine Harvester adoption. While the farm income variable does not have an insignificant effect.
Uji Aktivitas Bioherbisida Ekstrak N-Heksana Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Subfraksi C pada Berbagai Konsentrasi terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Mariah Nasrina Mardhatillah; Erida Nurahmi; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.115 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22248

Abstract

Abstrak. Gulma dikatakan sebagai tumbuhan yang kehadirannya tidak diharapkan pada lahan budidaya dan keberadaannya dapat merugikan manusia secara langsung ataupun tidak langsung. Penggunaan herbisida secara terus-menerus dapat memberikan efek negatif bagi lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian salah satunya menggunakan potensi metabolit sekunder (alelokimia) yang terdapat pada tumbuhan disebut sebagai bioherbisida. Gulma babadotan diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan melalui ekstraksi senyawa menggunakan pelarut n-heksana karena bersifat stabil, mudah menguap, transparan, selektif, lalu difraksinasi dengan kromatografi kolom. Tujuan penelitian ini untuk yaitu mengetahui uji aktivitas ekstrak babadotan subfraksi C n-heksana terhadap tanaman indikator gulma bayam duri menggunakan berbagai konsentrasi. Penelitian berlangsung dari Januari sampai dengan Juli 2022 di Kebun Percobaan 2 Fakultas Pertanian USK. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan tujuh perlakuan, terdiri dari B1=Ekstrak babadotan subfraksi C konsentrasi 2%, B2= Ekstrak babadotan subfraksi C konsentrasi 4%, B3= Ekstrak babadotan subfraksi C konsentrasi 6%, B4= Ekstrak babadotan subfraksi C konsentrasi 8%, B5= Ekstrak babadotan subfraksi C konsentrasi 10%, KNB=Kontrol negatif (Aquades), KPB= Kontrol positif (2,4-D) dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak babadotan subfraksi C n-heksana berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi gulma bayam duri, jumlah daun gulma bayam duri dan diameter batang gulma bayam duri. Ekstrak babadotan subfraksi C n-heksana konsentrasi 4% dapat menurunkan tinggi gulma, jumlah daun, dan diameter batang tanaman indikator gulma bayam duri pada 7 HSA.Bioherbicide Activity Assessment of Billygoat Weed (Ageratum conyzoides L.) C Subfraction Extract on Various Concentrations on the Growth of Spiny Amaranth Weed (Amaranthus spinosus L.)Abstract. Weeds are said to be plants whose presence is not expected on cultivated land and their presence can harm humans directly or indirectly. The continuous use of herbicides can make a negative effect on the environment, so an alternative control is needed, one of which is using potential secondary metabolites (alelochemicals) found in plants called bioherbicides. Billygoat weed is known to have secondary metabolites produced by extracting compounds using n-hexane as solvent because it is stable, volatile, transparent, selective, then fractionated by column chromatography. The purpose of this study was to determine the activity test of billygoat weed extract of subfraction C n-hexane against spiny amaranth weed indicator plants using various concentrations. The research took place from January to July 2022 at Experimental Garden 2, USK Faculty of Agriculture. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern with seven treatments, consisting of B1 = Billygoat weed extract subfraction C concentration of 2%, B2 = Billygoat weed extract subfraction C concentration 4%, B3 = Billygoat weed extract subfraction C concentration 6%, B4= Billygoat weed extract subfraction C concentration 8%, B5= Billygoat weed extract subfraction C concentration 10%, KNB=Negative control (Aquades), KPB= Positive control (2,4-D) with 3 replications, so there are 21 experimental units. The results showed that the billygoat weed extract of the subfraction C n-hexane had a very significant effect on the parameters of spiny amaranth weed height, leaf number of spiny amaranth weed and stem diameter of spiny amaranth weed. Billygoat weed extract subfraction C n-hexane with a concentration of 4% can reduce weed height, number of leaves, and stem diameter of spiny amaranth weed indicator at 7 DAA.
Judul Skripsi: Kecernaan Ransum pada Domba Ekor Tipis Jantan yang diberikan Bungkil Inti Sawit sebagai Substitusi Dedak Padi dengan Pakan Basal Rumput Odot Kering dan Limbah Serai Wangi Amoniasi (Cymbopogon nardus) Amoniasi Bella Ayunda; Sitti Wajizah; Asril Asril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.002 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20352

Abstract

Abstrak. Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia, tetapi ketersediaan hijauan semakin berkurang. Limbah serai wangi merupakan limbah perkebunan yang mudah didapatkan serta efisiensi penggunaannya sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan melalui proses amoniasi. Bungkil inti sawit dapat menyumbang protein dalam ransum ruminansia sehingga dijadikan pakan pengganti hijauan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin dengan menggunakan empat perlakuan dan masing-masing empat periode ulangan di mana R0 (kontrol) yaitu pemberian pakan perlakuan bungkil inti sawit 0% + dedak padi 40% + odot kering 30% + limbah serai wangi amoniasi 30%), R1 (Pemberian pakan perlakuan bungkil inti sawit 10% + dedak padi 30% + odot kering 30% + limbah serai wangi amoniasi 30%), R2 (Pemberian pakan perlakuan bungkil inti sawit 20% + dedak padi 20% + odot kering 30% + limbah serai wangi amoniasi 30%), R3 (pemberian pakan perlakuan bungkil inti sawit 30% + dedak padi 10% + odot kering 30% + limbah serai wangi amoniasi 30%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian bungkil inti sawit sebagai substitusi dedak padi dengan pakan basal rumput odot kering dan limbah serai wangi amoniasi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). (Ration Digestibility of Thin-tailed Rams Feeding Palm Kernel Cake as a Substitute for Rice Bran with Dried Dwarf Elephant Grass and Ammoniated Citronella (Cymbopogon nardus) Waste as Basal Feed) Abstract. Forage is the main feed for ruminants, but the availability of forage is decreasing. Citronella waste is plantation waste that is easily obtained and the efficiency of its use as animal feed can be increased through the ammonia process. Palm kernel cake can contribute protein in ruminant rations so that it can be used as a substitute for forage feed. The design used was a Latin square design using four treatments and four replicate periods in which R0 (control) was feeding with 0% palm kernel cake treatment + 40% rice bran + 30% dry pulp + 30 % ammoniated citronella waste. %), R1 (Feeding 10% palm kernel cake + 30% rice bran + 30% dry mussel + 30% citronella waste ammonia), R2 (Feeding 20% palm kernel cake treatment + 20% rice bran + dry mussel 30% + 30% ammoniated citronella waste), R3 (feeding 30% palm kernel cake treatment + 10% rice bran + 30% dried citronella waste + 30% ammoniated citronella waste). The test results showed that the provision of palm kernel cake as a substitute for rice bran with dry grass grass basalt and ammoniated citronella waste had no significant effect (P0.05) on feed consumption, dry matter digestibility (KcBK) and organic matter digestibility (KcBO). 
Studi Keanekaragaman Jenis Burung Di Perkebunan Desa Cinta Damai Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara Lita Mardiani; Martunis Martunis; Arif Habibal Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.721 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18457

Abstract

Abstrak Desa Cinta Damai adalah sebuah desa yang dekat dengan pegunungan terdapat di Provinsi Aceh, yaitu di daerah Aceh Tenggara Kecamatan Bambel. Desa Cinta Damai memiliki wilayah paling luas di Kecamatan Bambel mencapai 190 Ha. salah satu daerah menjadi habitat bermacam jenis burung dalam keadaan lingkungan telah menyediakan adanya kehidupan untuk burung baik serupa pakan serta buah dan serangga kecil jadi sumber pakan untuk burung. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis, indeks keanekaragaman jenis, morfologi, kelimpahan dan dominan burung yang terdapat di perkebunan Desa Cinta Damai. Hasil ini di harapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar mengenai keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai sebagai acuan pengelolaan jenis burung untuk masyarakat sekitar dan pemerintah dapat mengetahui keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai Kecamatan Bambel. Metode kombinasi antara metode titik hitung (Point Count) dan metode jalur (Transect). Dari 25 jenis burung tedapat 2 jenis burung dilindungi menurut Peraturan pemerintah No.P106 2018 adalah Elang Tikus (Elanus caeruleus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dan Status keterancaman menurut daftar merah IUCN yaitu 1 spesies yaitu Kerah Kerbau (Acridotheres javanicus) Vulnerable (rentan). Indeks keanekaragaman spesies burung di lokasi penelitian tergolong sedang, yang ditandai dengan indeks keanekaragaman burung H’= 2,6805. Burung yang dominan yang berada pada perkebunan Desa Cinta Damai merupakan dominan sedang dengan jumlah 0,1053. Kata Kunci : Keanekaragaman Jenis Burung Di Perkebunan Desa Cinta Damai AbstrakDesa Cinta Damai merupakan sebuah desa yang dekat dengan pegunungan di Provinsi Aceh yaitu di wilayah Aceh Tenggara Kecamatan Bambel. Desa Cinta Damai memiliki wilayah terluas di Kecamatan Bambel mencapai 190 ha. Suatu kawasan yang menjadi habitat berbagai jenis burung dalam keadaan lingkungan telah memberikan kehidupan bagi burung baik yang sejenis sebagai pakan maupun buah-buahan dan serangga kecil sebagai sumber pakan bagi burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis, indeks keanekaragaman jenis, morfologi, kelimpahan dan burung dominan yang terdapat di perkebunan Desa Cinta Damai. Hasil ini diharapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar tentang keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai sebagai acuan pengelolaan jenis burung bagi masyarakat sekitar dan pemerintah dapat mengetahui keanekaragaman jenis burung di Desa Damai Kecamatan Bambel. Penelitian dilakukan pada tanggal 31 Januari sampai dengan 28 Februari 2021. Kombinasi metode hitung titik dan metode jalur (Transect). Dari 25 jenis burung tersebut, 2 jenis burung yang dilindungi menurut PP No.P106 2018 adalah Elang Tikus (Elanus caeruleus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dan Status isolasi menurut daftar merah IUCN 1 jenis yaitu Kerah Kerbau (Acridotheres javanicus) Rentan (rentan). Indeks keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian relatif sedang, yang dicirikan oleh H'= indeks keanekaragaman burung sebesar 2,6805. Burung yang dominan di perkebunan Desa Cinta Damai adalah burung yang dominan sedang dengan jumlah 0.1053. Kata kunci : Keanekaragaman Jenis Burung di Perkebunan Desa Cinta Damai

Page 24 of 103 | Total Record : 1028