cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Minyak Nilam Di Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya Muhammad Khalil Rizki; Mustafa Usman; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.546 KB)

Abstract

Provinsi Aceh merupakan penghasil minyak nilam  terbaik  diseluruh  dunia karena mutunya diakui di tingkat Internasional. Minyak nilam banyak dibutuhkan oleh berbagai  industri di  berbagai  belahan dunia salah satunya sebagai bahan baku dalam pembuatan parfum.  Usaha pengolahan terna nilam  menjadi  minyak nilam skala industri koperasi terdapat di Kabupaten Aceh Jaya yang diusahakan oleh KINA (Koperasi Industri Nilam Aceh). Besarnya  permintaan  terhadap  produksi  minyak nilam  dan  keterbatasan  modal  oleh  Koperasi Industri Nilam Aceh menjadi permasalahan yang harus dihadapi.  Penelitian  strategi  pengembangan usaha agroindustri minyak nilam yang  bertujuan untuk  mengetahui  faktor -faktor  internal  dan  eksternal  apa  yang  mempengaruhi pengembangan  agroindustri,  serta  untuk  mengetahui  strategi  pengembangan  yang menjadi alternatif pada Koperasi Industri Nilam Aceh. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  yang  menjadi  faktor  kunci  internal  pada kekuatan  yang  dimiliki  adalah  sumberdaya  manusia   berkompeten,  manajemen  usaha yang  teratur,  produk  yang  dihasilkan  berkualitas,  jaringan  pemasaran  luas  dan  baik , produk  unggulan,  memiliki  inovasi  varian  wangi  dan  faktor  kunci  internal  pada kelemahan  terdiri  dari  permodalan  yang  masih  kurang,  keterbatasan  bahan  baku, kapasitas  produksi   yang   terbatas,  lokasi  usaha   kurang  strategis,  dan  teknologi   kurang modern. Faktor eksternal pada   peluang adalah   pangsa pasar  yang besar,  adanya dukungan pemerintah,  permintaan  pasar   tinggi,  komunikasi  dengan konsumen terjalin dengan baik,  tidak  ada nya pesaing  produk  sejenis,  kondisi  lingkungan   yang  kondusif  aman  dan  faktor  eksternal pada  ancaman  terdiri  dari  hubungan  dengan  pemasok,  harga  bahan  baku  terus meningkat, ekonomi masyarakat   belum stabil, produk subsitusi dan keadaan iklim yang mempengaruhi bahan baku. Strategi  yang  dapat  diterapkan  Koperasi Industri Nilam Aceh dalam  pengembangan usahanya berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran I yang berarti strategi agresif (strategi SO) yaitu strategi memperluas jaringan pemasaran dengan pemanfaatan pangsa pasar  dan  strategi penetrasi  pasar  dengan  meningkatkan  mutu/kualitas  produk dan  terdapat  5  strategi  pengembangan,  yaitu  :  1) meningkatkan  kapasitas  produksi  dengan  menambah  permodalan;  2)  memperluas jaringan  pemasaran;  3)  menciptakan  inovasi  baru  dan  produk  turunan;  4)  melakukan penetrasi pasar; dan 5) menjaga kerjasama dan hubungan dengan berbagai pihak terkait.
Kajian kedalaman Penggunaan Bajak Singkal Terhadap Perubahan Sifat Fisika-Mekanika, Kapasitas Lapang dan Kebutuhan Bahan Bakar Dea Nizatillah; Ramayanty Bulan; Yuswar Yunus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.606 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10381

Abstract

Abstrak: Pengolahan tanah dengan traktor menyebabkan terjadinya pemadatan tanah yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kedalaman penggunaan bajak singkal terhadap sifat fisika-mekanika tanah, kapasitas lapang dan konsumsi bahan bakar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman penggunaan singkal dan kecepatan kerja berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, pF 2.0, permeabilitas dan stabilitas agregat, akan tetapi perlakuan kedalaman penggunaan singkal tidak berpengaruh nyata terhadap pF 2,54 dan tahanan penetrasi tanah. Kapasitas lapang memberi pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Efisiensi lapang terbaik terdapat pada pengolahan tanah dengan kedalaman pembajakan 20 cm, yaitu 81,33 %. Konsumsi bahan bakar paling irit untuk pembajakan tanah adalah menggunakan kedalaman pembajakan tanah 20 cm, yaitu sebesar 2,83 L/Jam. Terdapat hubungan antara kedalaman penggunaan bajak singkal dengan perubahan sifat fisika-mekanika tanah dan kapasitas lapang serta kebutuhan bahan bakar. Bobot isi tanah, kadar air pada pF 2.0 dan pF 2,54 pada setiap kedalaman pembajakan tanah memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap kebutuhan bahan bakar. Porositas total, permeabilitas, stabilitas agregat dan ketahanan penetrasi tanah pada setiap kedalaman pembajakan tanah memiliki hubungan yang sedang terhadap kebutuhan bahan bakar. Sedangkan perlakuan kedalaman pembajakan tanah dengan kapasitas lapang memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap konsumsi bahan bakarDepth study of the use of a pirate against changes in physical-mechanical properties, field capacity and fuel requirementsAbstract. Soil plowing with tractors causes soil compaction which ultimately affects crop productivity. The purpose of this study was to find out how the plowing depth of use of pirate plows on soil physical-mechanical properties, field capacity and fuel consumption. The method used in this study is an experimental method using a non factorial randomized block design (RBD). The results showed that the depth of use of the screen and work speed significantly affected the weight of the content, porosity, pF 2.0, permeability and aggregate stability, but the treatment of the depth of use of the cassava had no significant effect on pF 2.54 and soil penetration resistance. Field capacity influences fuel consumption. The best field efficiency is found in tillage with a depth of 20 cm piracy, which is 81.33%. The most economical fuel consumption for land hijacking is using a 20 cm soil plowing depth, which is 2.83 L / Hour. There is a relationship between the depth of use of a plow with changes in physical-mechanical properties of the soil and field capacity and fuel requirements. The weight of the soil, the water content at pF 2.0 and pF 2.54 at each depth of land piracy has a very weak relationship with fuel requirements. Total porosity, permeability, aggregate stability and soil penetration resistance at every depth of soil piracy have a moderate relationship to fuel requirements. While the treatment of the depth of land piracy with field capacity has a very strong relationship to fuel consumption.
Kajian Fraksionasi Fosfor (P) Pada Beberapa Pola Penggunaan Lahan Kering Ultisol di Desa Jalin Jantho Aceh Besar Duana Erisa; Zuraida Zuraida; Munawar Khalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.747 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7499

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fraksi fosfor (P) pada beberapa pola penggunaan lahan kering Ultisol di Desa Jalin Jantho Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang didasarkan pada pengamatan ciri - ciri tanah dilapangan dan analisis tanah di laboratorium. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kandungan P-tersedia tanah paling tinggi di jumpai pada penggunaan lahan sawah lapisan permukaan (1,6 ppm), Kandungan P-total tertinggi dijumpai pada penggunaan lahan hutan sekunder lapisan bawah permukaan (76 ppm). Bentuk fosfor yang paling diminan dijumpai berupa fraksi Fe-P kemudian diikuti oleh Al-P dan Ca-P. Nilai Fraksi Fe-P tertinggi terdapat pada lapisan bawah permukaan  hutan sekunder (2141,59 ppm), Nilai fraksi Al-P tertinggi terdapat pada lapisan permukaan padang rumput (12,32 ppm), Nilai Ca – P hanya dijumpai  pada penggunaan lahan hutan sekunder lapisan atas permukaan (413,61 ppm) dan  lapisan bawah permukaan (2141,56 ppm) The Study of Phosphorus (P) Fractionation on some Patterns the Use of Ultisol Dry Land in Jalin Jantho, Aceh BesarAbstract. This study aims to determine the composition of the phosphorus fraction (P) in some patterns in the use of Ultisol dry land in Jalin Jantho, Aceh Besar. This research uses descriptive method based on observation of soil characteristics in the field and soil analysis in the laboratory. The analysis of research  indicated that the highest P-content was encountered  on the topsoil wetland  (1.6 ppm), the highest total P-content was found in the use of subsoil secondary forest (76 ppm). The most visible phosphorus form  is found  in the Fe-P fraction followed by Al-P and Ca-P. The highest Fe-P fraction value is found in the subsoil secondary forest  (2141,59 ppm). The highest Al-P fraction  is found on the grassland topsoil (12,32 ppm), Ca-P value is only found in the use of topsoil (413.61 ppm) and subsoil secondary forest (2141.56 ppm) 
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe) Auzan Syahmi; Irwan Irwan; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.455 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4097

Abstract

Abstrak . Lada merupakan salah satu  tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya Petani lada di Aceh saat ini sudah mulai memperhatikan lada untuk dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan kata lain, Lada menjadi komoditi primadona yang banyak diminati di perdagangan dunia. Karena berbagai negara menggunakan lada ini sebagai bumbu dapur masakan. Disisi lain disebabkan berkembangnya usaha makanan, berkembangnya industri farmasi, kosmetika yang menggunakan lada sebagai salah satu bahan baku, meningkatnya konsumsi dunia, konsumsi dalam negeri semakin meningkat dengan bertambahnya produk-produk industri makanan berbasis lada. Akibat permintaan lada yang tinggi menyebabkan terjadinya masalah bagi petani Aceh dalam keterbatasan produksi lada. Salah satunya lahan pertanian dikonversikan menjadi non pertanian seperti perumahan, gedung dan pertokoan. Sehingga lahan pertanian menjadi berkurang dan menjadi masalah bagi petani lada sendiri dalam mengembangkan lada. Penyebab masalah lain juga yang akibat hama dan penyakit terutama penyakit layu, penyakit keriting daun serta penyakit busuk pangkal batang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang diperhatikan pada pengembangan lada, serta mengetahui strategi pengembangan lada yang tepat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Teknik Pengumpulan data digunakan dengan pendekatan wawancara. Hasil analisis  menunjukkan faktor internal yang  mempengaruhi usaha pengembangan lada adalah bibit, pestisida, sumber daya alam, pupuk, dan sumber daya manusia. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah pemerintah, pasar, harga, pesaing, hama dan penyakit. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan nilai IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary)  sebesar 1,756 dan EFAS (Eksternal Strategic Factors Analysis Summary)  sebesar 2,773 berada pada kuadran I , maka  strategi pengembangan yang cocok untuk strategi pengembangan lada adalah  strategi agresif  yang artinya usaha tersebut sangat dimungkinkan untuk terus berkembang, meningkatkan pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal, dimana strategi agresif ini merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, peluang dan kekuatan begitu besar sehingga pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada secara maksimal.Strategy of pepper development (case study of indatu farmer group in blang panyang village sub-district estuary one, Lhokseumawe City) Abstract. Pepper is one of the most popular herbs from Aceh plantations. Especially pepper farmers in Aceh are now starting to pay attention to pepper to be developed with the aim of increasing income and welfare. In other words, Pepper became the most popular commodity in the world trade. Because various countries use this pepper as a spice cooking kitchen. On the other hand, due to the development of food business, the development of pharmaceutical industry, cosmetics using pepper as one of the raw materials, the increasing of world consumption, domestic consumption is increasing with the increase of pepper based food industry products. As a result of high pepper demand causes problems for Acehnese farmers in the limitations of pepper production. One of them agricultural land converted into non-agricultural such as housing, buildings and shops. So that agricultural land becomes reduced and become a problem for pepper farmers themselves in developing pepper. Other causes of problems are also caused by pests and diseases, especially wilt disease, leaf curling disease and stem rot disease. Research Objectives to determine the factors that are considered in the development of pepper, as well as to know the appropriate pepper development strategy. The research method used is case study method. Technique Data collection is used with interview approach. The results of the analysis show that the internal factors affecting pepper development are seeds, pesticide, natural resources, fertilizer and human resources. While on external factors that include government, markets,prices, competitors,pest and diseases. Based on the result of SWOT analysis, the value of IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) of 1.756 and EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) of 2.773 are in quadrant I, then a suitable development strategy for pepper development strategy is aggressive strategy which means the business is very possible To continue to grow, to increase growth and to achieve maximum progress, where aggressive strategy is a very favorable condition, opportunities and strength so large that business actors can take advantage of opportunities and strengths that exist maximally.
Pengembangan Sensor FT-NIR Melalui Transformasi Wavelet Untuk Evaluasi Kadar Gula Mangga Gadung (Mangifera Indica) Muhammad Ikhram; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.836 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3721

Abstract

Abstrak: Sebelum adanya uji non-destruktif pada mangga untuk mengetahui kandungan kadar gula pada buah mangga selalu dilakukan metode destruktif yaitu dengan cara mangga diperas sari buahnya dan dilihat oBrix dengan menggunakan alat refraktometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument berbasis teknologi sensor FT-NIR melalui transformasi wavelet (wavelet segmentation) sehingga diharapkan dapat membantu mendeteksi cepat kualitas buah mangga. Penelitian ini menggunakan alat FT-NIR dengan sensor photodiode. Penelitian ini menggunakan model prediksi yang dibangun dengan menggunakan metode Partial least square dengan metode koreksi baseline correction. Setelah itu untuk mendeteksi data pencilan menggunakan metode analisa PCA dan hotelling T2 ellips sehingga data prediksi tidak ada noise (gangguan). Kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium untuk mendapatkan nilai acuan dalam membangun model prediksi. Dalam membangun model prediksi Parameter statistika yang biasa digunakan untuk mengevaluasi model yang dihasilkan adalah Nilai Error (RMSEC), Nilai Koefisien Korelasi (r), Nilai Koefisien Determinasi (R2), dan RPD. Hasil penelitian menunjukan bahwa self developed FT-NIR mampu mendeteksi zat organik kadar gula dengan kisaran gelombang 2137 nm – 2333 nm, spektrum yang telah dikoreksi menggunakan baseline correction diperoleh nilai parameter statistiknya adalah R2 = 0,881, nilai r = 0,939, nilai RPD = 2,149, nilai error (RMSEC) sebesar 0,782. model yang dihasilkan adalah model prediksi yang bagus (good model performance) karena nilai RPD berada pada kisaran 2 - 2,5.Development of Fourier Transform Near InfraRed Spectroscopy (FT-NIR) Through Wavelet Transformation For Sugar Content Evaluation Mango Gadung (Mangifera Indica)Abstrack : Before the existence of non-destructive test on mango determine of sugar content in mango fruit always destructively by way of mango squeezed juice and seen Brix by using tool of refractometer. This research aims to develop intrument based on FT-NIR sensor technology through wavelet transformation (wavelet segmentation) so it is expected to help detect the quality of mango fruit fast. This research uses FT-NIR tool with photodiode sensor. This research uses prediction model which established by using partial least square method with correction method of baseline correction. Then proceed with laboratory analysis to obtain the reference value in building predictive model. In constructing the prediction model the usual statistical parameters used to evaluate the resulting model are error value (RMSEC), correlation coefficients (r), coefficient of determination (R2), and RPD. The results showed that self developed FT-NIR was able to detect organic subtance of sugar content with wave range 2137 nm - 2333 nm, the corrected spectra using baseline correction obtained statistic parameter value is R2 = 0,881, r = 0,939, value RPD = 2,149, error value (RMSEC) to 0,782. The model produced is a good model of performance (good model performance) because the value of RPD is in the range between 2 and 2,5.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS TERHADAP MUTU FISIK, DAN FISIKO-KIMIA KOPI ARABIKA GAYO (THE EFFECT OF LAND ALTITUDE AND VARIETIES ON PHYSICAL AND FISIKO-CHEMICAL QUALITY OF GAYO ARABICA COFFEE) Nur Al Qadry; Rasdiansyah Rasdiansyah; Yusya' Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.764 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2256

Abstract

Abstrak. Kopi dengan rasa yang khas akan diperoleh bila varietas tertentu ditanam pada hamparan ketinggian tertentu tanpa tercampur dengan varietas lainnya dan diolah dengan cara pengolahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan varietas terhadap kualitas citarasa kopi Arabika Gayo serta memetakan kualitas citarasanya berdasarkan varietas dan ketinggian tempat tumbuh. Varietas dan ketinggian tempat tumbuh kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo diduga mempengaruhi mutu fisik dan organoleptik kopi yang dihasilkan. Varietas kopi arabika gayo yang dijadikan sebagai sampel adalah varietas Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), dan Ateng Super (V3) dan Multi Varietas (V4) yang di tanam pada tiga ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yaitu dibawah 1.100 (T1) m dpl, antara 1.100 s.d 1.500 (T2) m dpl, dan diatas 1.500 (T3) mdpl. Parameter yang diamati adalah: kualitas fisik, dan  analisis pH. Hasil analisis ukuran biji menghasilkan persentase ukuran biji besar terbanyak adalah varietas Borbor pada ketinggian tempat tumbuh diatas 1.500 mdpl yaitu 50,35 %. Dan varietas Borbor menghasilkan persentase ukuran biji yang tidak layak terkecil daripada yang lainnya. Sedangkan, varietas Ateng Super di ketinggian tempat tumbuh di bawah 1.100 m dpl menghasilkan biji yang tidak layak paling besar yaitu, 2,65 %. Hasil analisis menunjukkan biji cacat (Triage) kopi dengan varietas yang tumbuh di bawah 1.100 mdpl lebih tinggi nilai cacatnya dengan persentase 27,10% dibandingkan dengan yang tumbuh di atas 1.100 m dpl. dan kopi yang tumbuh di atas 1.500 mdpl memiliki biji cacat dengan persentase terendah (4,90 %).Abstract . Coffee with a special taste will be found if certain single variety was planted on certain  fields altitude and processed by wet  hulling. The purposed of the research this was to study the effect of coffee land altitude on quality of Gayo Arabica coffee. Varities and land altitude of arabica coffee were assumed to affect the physical quality of coffee. The sample of Gayo Arabica Coffee varieties taken were Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), Ateng Super (V3), and Multi Varieties (V4) which planted  on there different altitude at Bener Meriah and Aceh Tengah District, Province of Aceh. The altitude  were under 1.100  m ASL (above sea level) (T1), between 1.100-1.500  m ASL (T2) and above 1.500 m ASL (T3). The parameters observed were; physical quality and pH. The result show that the lasgest beans size was from Bor-Bor varieties at land altitude higher than 1.500 m ASL (the percentage was 50,35). Bor-Bor varieties also had the least broken beans compared to others. Ateng Super grown on land under 1.100 m ASL had the most broke beans with of percentage 2,65. The triage of coffee varities planted on land under 1.100 m ASL  have higher triage than those planted  on land above 1.100 m ASL (the percentage was 27,10). The coffee planted on land above 1.500 m ASL show the least percentage of triage higher (the percentage was 4,90).
Analisis Perkembangan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Garam Di Provinsi Aceh Fakhrul Razi; Ismayani Ismayani; Elvira Iskandar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.837 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1331

Abstract

Abstrak - Provinsi Aceh adalah salah satu daerah yang memiliki garis pantai yang luas. Produksi garam di Provinsi Aceh belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri dengan baik dikarenakan teknologi yang belum memadai dan keadaan cuaca yang tidak menentu, meskipun Aceh memiliki daerah penghasil garam. Akan tetapi Provinsi Aceh masih mengimpor garam dari luar Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitan kuantitatif dengan menggunakan jenis data sekunder. Data yang digunakan menggunakan data runtun waktu (time series) yang merupakan data tahunanselama 11 tahun terakhir. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Perkembangan impor garam di Provinsi Aceh positif meningkat setiap tahunnya sebesar 6.581.232 Kg/Tahun dan secara serampak factor jumlah penduduk, permintaan garam, produksi garam, biaya impor garam dan harga garam impor memiliki pengaruhi terhadap impor garam di Provinsi Aceh.Kata kunci :Garam, Impor garam, Garam Aceh.
Amandemen Organik dan Trichoderma Meningkatkan Pertumbuhan Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) pada Andisol Aceh Besar Nanda Adatia; Muyassir Muyassir; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.327 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24393

Abstract

Abstrak. Andisol merupakan tanah yang dikatagiorikan subur karena sifat kimia dan fisiknya sangat cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman, namun yang menjadi kedala pada tanah ini adalah tingginya kapasitas retensi fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amandemen organik + Trichoderma terhadap pertumbuhan kedelai edamame pada Andisols Aceh Besar. Percobaan dilaksanakan di Rumah Kasa menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 (delapan) perlakuan pemberian amandemen organik berbeda jenis (kompos, biochar, dan pupuk kandang) dan dosis (0, 5, dan 10 t ha-1) yang dikombinasi dengan pemberian Trichoderma 10 g per tanaman. Setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 40 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian amandemen organik + Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman tinggi tanaman, diameter batang, dan berat biomassa kedelai edamame. Kompos, Biochar, dan Pupuk Kandang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan kedelai edamame baik diberikan secara tunggal maupun kombinasi. Kombinasi amandemen organik + Trichoderma yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dan diameter batang adalah pemberian Biochar 5 t ha-1 + Pupuk kandang 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g /tanaman, sedangkan terhadap biomassa adalah pemberian Kompos 5 t ha-1 + Pupuk kandang 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g /tanaman.Organic Amendments and Trichoderma Improve the Growth of Edamame Soybeans (Glycine max (L) Merril) in Aceh Besar AndisolsAbstract. Andisols are fertile soils because their chemical and physical properties are suitable for planting various types of plants, but the problem with this soil is the high capacity of phosphate retention. This study aims to determine the effect of organic amendments + Trichoderma on the growth of edamame soybeans in Aceh Besar Andisols. The experiment was carried out at Screen House using a randomized block design (RBD) consisting of 8 (eight) treatments of organic amendments of different types (compost, biochar, and manure) and doses (0, 5, and 10 t ha-1) combined by giving Trichoderma 10 g per plant. Each treatment was repeated 5 times so that there were 40 experimental units. The results showed that the administration of organic amendment + Trichoderma had a very significant effect on plant growth of plant height, stem diameter, and weight of edamame soybean biomass. Compost, Biochar, and Manure can be used to increase the growth of edamame soybeans either singly or in combination. The combination of organic amendments + Trichoderma that has the best effect on plant height and stem diameter is Biochar 5 t ha-1 + Manure 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g / plant, while for biomass is compost 5 t ha-1 + Manure 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g / plant
Pengaruh Jenis Mikoriza Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Tanah Entisol Aceh Teuku Hidayatullah Husaira; Syamsuddin Syamsuddin; syafruddin syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.859 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23530

Abstract

Abstrak. Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) termasuk tanaman herba yang menghasilkan minyak atsiri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil nilam pada tanah entisol serta mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, pola faktorial 3 x 2 serta dengan 3 ulangan, hingga terdapat 6 kombinasi perlakuan dan 18 pot percobaan. Adapun faktor yang diamati ialah jenis mikoriza yang terdiri dari tiga taraf, diantaranyamikoriza Glomus mosseae, mikoriza Gigaspora sp., serta mikoriza campuran (Glomus mosseae + Gigaspora sp.), perlakuan varietas nilam, terdiri 2 taraf yaitu varietas Sidikalang dan Tapak Tuan. Hasil penelitian menampilkan bahwa jenis mikoriza menunjukkan pengaruh sangat nyata pada jumlah daun 15 HST, tinggi tanaman 45 HST dan persentase akar yang terkolonisasi mikoriza pada 90 HST. Perlakuan varietas menunjukkan pengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 45 HST, diameter dan persentase akar yang terkolonisasi mikoriza 90 HST. Terdapat interaksi antara jenis mikoriza dengan beberapa varietas nilam menunjukkan pengaruh nyata pada tinggi tanaman 45 HST, persentase akar terkolonisasi mikoriza 90 HST. The Effect Of Mycorrhizal Types And Varieties On The Growth And Yield Of Patchouli (Pogostemon cablin Benth) On Entisol Aceh Besar) Abstract. Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is a herbaceous plant that produces essential oils. The aim of the study was to determine the effect of mycorrhizal species and varieties on the growth and yield of patchouli on entisol soil and to determine the interaction between the two factors. This study used a randomized block design, factorial pattern 3 x 2 and with 3 replications, so there were 6 treatment combinations and 18 experimental pots. The factors observed were the type of mycorrhizae which consisted of three levels, including Glomus mosseae mycorrhizae, Gigaspora sp. mycorrhizae and mixed mycorrhizae (Glomus mosseae + Gigaspora sp.), patchouli variety treatment, consisting of 2 levels namely Sidikalang and Tapak Tuan varieties. The results showed that the type of mycorrhizae showed a highly significant effect on the number of leaves at 15 HST, plant height at 45 HST and the percentage of roots colonized by mycorrhizae at 90 HST. Varietal treatment showed a highly significant effect on plant height at 45 HST, diameter and percentage of roots colonized by mycorrhizae at 90 HST. There was an interaction between mycorrhizal species and several varieties of patchouli showing a significant effect on plant height 45 HST, the percentage of mycorrhizal colonized roots 90 HST.
Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Tingkat Kekeringan dan NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Wingga Surich Mahfira; Agus Halim; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.064 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21607

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan organik, tingkat kekeringan dan NPK terhadap pertumbuhan sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca II, Laboratorium Hortikultura dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dimulai dari bulan Januari – Mei 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak – Petak Terbagi (RPPT) RAK faktorial 3 x 2 x 2 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama media tanam sebagai petak utama, terdiri dari 3 taraf (Tanah, Kompos dan Biochar). Faktor kedua kekeringan sebagai anak petak yang terdiri dari 2 taraf (50% kapasitas lapang dan 100% kapasitas lapang). Faktor ketiga dosis pupuk NPK sebagai anak – anak petak, terdiri dari 2 taraf (600 kg.ha-1 dan 750 kg.ha-1). Dilakukan uji DNMRT (Duncan New Multiple Range Test) jika parameter menunjukkan pengaruh. Berdasarkan penelitian pemberian kompos dan biochar 10 t.ha-1 pada tingkat kekeringan 50% dengan pemupukan 600 kg.ha-1 menjadi 750 kg.ha-1 mampu meningkatkan penambahan jumlah daun.Effect of Organic Matter, Drought and NPK on Growth of Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench)Abstract. This study aims to determine the response of growth and yield of sorghum to the type of planting media and NPK fertilization under drought stress conditions. This research was conducted in Greenhouse II, Horticulture Laboratory and Germination Science and Technology Laboratory from January – May 2022. The design used was a factorial divided plot - plot  design (RPPT) of 3 x 2 x 2 RAK with 3 replications. The first factor is the planting medium as the main plot, consisting of 3 levels (Soil, Compost and Biochar). The second factor was drought as a sub-plot which consisted of 2 levels (50% field capacity and 100% field capacity). he third factor was the dose of NPK fertilizer as sub – sub plots, consisting of 2 levels (600 kg.ha-1 and 750 kg.ha-1). The DNMRT (Duncan New Multiple Range Test) test is performed if the parameters show an effect. Based on the research, giving compost and biochar 10 t.ha-1 at 50% drought level with fertilization from 600 kg.ha-1 to 750 kg.ha-1 was able to increase the number of leaves

Page 21 of 103 | Total Record : 1028