cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor Berdasarkan Curah Hujan dan Geologi Menggunakan Metode Fuzzy Logic Di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar Rasyid Alkhoir Lubis; Muhammad Rusdi; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.27 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7506

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan menggunakan SIG dengan Metode Fuzzy Logic. Curah Hujan dan Geologi sebagai variabel input dan tingkat kerawanan longsor sebagai variabel output metode fuzzy logic. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam metode ini antara lain : fuzzyfication, inferensi dan defuzzyfication. Secara umum, tahapan penelitian persiapan, pra analisis data, analisis data dan output.. Penelitian ini dilakukan karena Kecamatan Leupung berbukit, berlereng, tersusun dari material sedimen termasuk batuan pegunungan dan memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di lingkup Kabupaten Aceh Besar.Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa Kecamatan Leupung didominasi dengan tingkat kerawanan longsor kategori rendah dan sedang. Tingkat kerawanan longsor rendah seluas 16.486,01 ha (97,97 %) dan tingkat kerawanan longsor sedang seluas 342,37 ha (2,03 %). Kedua faktor yaitu curah hujan dan geologi saling mempengaruhi sehingga membedakan nilai defuzzyfication serta kelas kerawanan longsor. Abstract. This study aims to determine the level of landslide vulnerability in Leupung District, Aceh Besar District. This research was conducted using GIS with Fuzzy Logic Method. Rainfall and Geology as input variables and landslide vulnerability as output variables fuzzy logic method. Some of the steps performed in this method include: fuzzyfication, inference and defuzzyfication. In general, the stages of preparatory research, pre-data analysis, data analysis and output. This research was conducted because the hilly Leupung District, the slopes, composed of sedimentary materials including mountainous rocks and had higher rainfall compared to other sub-districts in Aceh Besar .The result of this research is that Leupung District is dominated by low and medium category avalanche vulnerability. Low landslide vulnerability of 16,486.01 ha (97.97%) and moderate landslide vulnerability of 342.37 ha (2.03%). Both factors are rainfall and geology influence each other so as to distinguish the defuzzyfication value and the class of landslide vulnerability.
Analisi Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah yang Menggunakan Pupuk Hayati Cair di Blang Cut Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar syukran syukran; ismayani ismayani; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.171 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5553

Abstract

Abstrak. Hasil produksi padi sawah yang rendah diakibatkan oleh kerusakan tanah, kerusakan tanah disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia secara terus – menerus. Produksi tersebut mengakibatkan menurunnya pendapatan petani padi sawah. Terdapat inovasi terbaru mengenai cara pemupukan untuk membantu penyuburan tanah. Salah satu inovasi tersebut adalah pupuk hayati cair, penggunaan pupuk hayati cair dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia sehingga dapat menurunkan biaya pemupukan kimia. Pengimplementasian pupuk ini dapat meningkatkan hasil produksi padi sawah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa besar penurunan biaya pemupukan kimia saat menggunakan pupuk hayati cair serta untuk mengetahui peningkatan pendapatan petani padi sawah setelah menggunakan pupuk hayati cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pupuk hayati cair dapat menekan biaya pemupukan kimia serta dapat meningkatkan hasil produksi padi dan pendapatan petani padi sawah.ANALYSIS OF PRODUCTION AND REVENUES OF PADDY FARMERS WHO USE LIQUIDE BIO - FERTILIZER IN VILLAGE BLANG CUT SUBDISTRICT SUKA MAKMUR DISTRICT ACEH BESARAbstract.Low production of paddy caused by defective soil. Devective soil caused by using chemical fertilizer continously. Low production of paddy caused decreasing income of paddy farmers. There was innovation about how to aid and fertilize the defective soil. One of the innovation is liquid bio-fertilizer. Application of liquid bio-fertilizers could provide less using chemical fertilizers. With the result that reduce chemical fertilizer oprational cost. Liquid bio-fertilizer not only fixing contexture of soil but also increasing production of paddy. Hence, this research purpose to show the magnitude of reducing chemical fertilizer oprasional costs along with using liquid bio- fertilizer and to find out the increasing of paddy farmers income afterwards. The result showed that by using liquid bio-fertilizer had reduced the cost of using chemical fertilizers, increased production, and increasing the income of paddy farmers. 
Kajian Keseragaman Kualitas Pengeringan Cabai Merah dengan Menggunakan Alat Pengering Tipe Hohenheim Edi Saputra; Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.197 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5451

Abstract

Hasil penelitian pengeringan cabai merah menunjukkan bahwa pada perlakuan tanpa blansir terdapat suhu rata-rata dalam ruang alat pengering pada hari pertama yaitu sebesar 54°C dan pada hari kedua yaitu sebesar 46,6°C,sedangkan suhu rata-rata pada perlakuan diblansir yaitu sebesar 58,6°C. Kelembaban relatif rata-rata dala ruang alat pengering pada perlakuan tanpa blansir pada hari pertama yaitu sebesar 40,2% dan kelembaban relatif rata-rata pada hari kedua yaitu sebesar 51%, sedangkan kelembaban relatif rata-rata pada perlakuan di blansir yaitu sebesar 35,7%. Kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu =9,84%, =10,50%, =10,06%, =9,84%,=10,28% dan =9,62%. Sedangkan Kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu =9,74%, =9,74%, =10,36%, =10,15%,=9,74% dan =9,53%. Kandungan vitamin C didapat pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu =39,33%, =43%, =45,6%, =44,93%,=41,27% dan =37,73%. Sedangkan kandungan vitamin C akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu =34,13%, =37,4%,=40,8%, =38,87%,=36,07% dan =33,36%.Uji organoleptik Cabai merah kering menunjukkan bahwa panelis lebih banyak menyukai dengan perlakuan diblansir.Study The Uniformity Of Drying Quality Of Red Peppers Using Hohenheim Type DryersAbstract. From the results of red pepper cultivation research showed that on treatment without blancing there is average temperature in the dryer room on the first day that is equal to 54%°C and on the second day that is equal to 46,6°C, while the average temperature at the blancing treatment that is equal to 58,6°C. The average relative humidity in the drying chamber on the bluffing treatment on the first day is 40,2% and the average relative humidity on the second day is 51%, while the average relative humidity at the blancing treatment is 35,7%. The final water content of dried red pepper with bluff treatment is P1 = 9,84%, P2=10,50%, P3=10,06%, P4=9,84%, P5=10,28% and P6=9,62%. While the final water content of dried red pepper with blancing treatment is P1=9,74%, P2=9,74%, P3=10,36%, P4=10,15%, P5=9,74% and P6=9.53%. The content of vitamin C was found in dry red chilli with the treatment without blancing that is P1=39,33%, P2=43%, P3=45,6%, P4=44,93%, P5=41,27% and P6=37,73%. While the final vitamin C content of dried red pepper with blancing treatment is P1=34,13%, P2=37,4%, P3=40,8%, P4=38,87%, P5=36,07% and P6=33.36%. The red pepper organoleptic test showed that the panelists preferred the treatment in blancing.
Pertumbuhan dan produktivitas beberapa galur tanaman padi (Oryza sativa L.) pada musim tanam gadu ahmad amri; Sabaruddin Sabaruddin; Marai Rahmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.411 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1006

Abstract

Abstract. This research aims to know the growth and productivity of some strains of rice plant on dry planting season. This research was carried out in a BBT paddy fields (Integrated Seed Hall) Samahani Kuta Malaka, Aceh Besar Regency of Aceh Province, from Mai to October 2015. This study used a Randomized Design Group- nonfactor with 3 strains of rice that is: 14 1002 E, 11S3 E, 14 1009 and each repeated 3 times, so there are 9 units of the experiment. The observed variables are plant height  and tillers of 2, 3, 4, 5, 6, and 7 weeks after planting, flowering age, age of harvest, panicle length, the weight of 1000 grains of paddy, the percentage of grain contains per clump, the percentage of empty grain per tiller, heavy grain contains per clump, heavy grain contains per plot, and potential yield. There is a difference in growth and high productivity of plants, the length and weight of1000 the panicle. The tallest plants found in strain14E1002, longest panicle found in strains of 11S3 and a weight of 1000 grains found in the highest strain 11S3. Strain 14E1009 in achieving higher per hectare results 7.43 tonnes per hectare at dry planting season. Keywords: growth, productivity, rice,strain,  dry planting season
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kakao Pada Perkebunan Rakyat Di Kabupaten Pidie Jaya Ikhsan Ikhsan; Agustina Arida; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.114 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1330

Abstract

Abstrak - Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia. Luas lahan perkebunan rakyat di Provinsi Aceh mencapai 75.130 hektar (Ha) sedangkan perkebunan swasta hanya 3.670 hektar (Ha) yang tersebar di delapan kabupaten sentra komoditas kakao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu metode penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrument utama untuk mengumpulkan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kakao yang menjual hasil kakaonya di koperasi yang ada. di Kabupaten Pidie Jaya yang berjumlah sebanyak 300 orang. Dari hasil penelitian  diperoleh bahwa Secara serempak produktivitas kakao  pidie jaya di pengaruhi oleh faktor luas lahan, tenaga kerja, modal, jumlah batang kakao, pupuk Urea dan Npk.Kata Kunci : Kakao, Produktivitas, Produktivitas kakao.
Penilaian Kesehatan Pohon dengan Metode Forest Health Monitoring di Agroforestri Kopi Kawasan Lindung Desa Kekuyang Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah Fauziah Ariesta Siregar; Tuti Arlita; Essy Harnelly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.219 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24397

Abstract

Abstrak. . Salah satu cara memelihara kelestarian kawasan lindung melalui kesehatan hutan. Kawasan lindung Desa Kekuyang Kecamatan Ketol yang memiliki luas 3.814,1 ha merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki banyak persebaran pohon. Tindakan penilaian kesehatan hutan perlu dilaksanakan untuk mengetahui kesehatan dan kerusakan pohon. Pemantauan kesehatan pohon menghasilkan status kesehatan hutan yang terdiri dari persen hidup tanaman, organisme penyebab kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penilaian kesehatan pohon penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon di agroforestri kopi di kawasan lindung Desa Kekuyang Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. Manfaat dari kesehatan pohon adalah sebagai alat untuk mengetahui status, perubahan, dan kecenderungan kondisi suatu hutan serta memberikan rekomendasi kepada para pengelola hutan untuk pengambilan keputusan berdasarkan data yang sudah ada. Pengambilan data indikator kesehatan kawasan  lindung dilakukan dengan metode forest health monitoring (FHM). Penggunaan metode ini dilakukan dengan membuat plot untuk menentukan sampel yang dapat mewakili populasi. Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah GPS (global positioning system), meteran,  pita meter, kamera, kalkulator, alat tulis, dan papan ujian. Bahan yang akan digunakan adalah lembar pengamatan tally sheet. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi kesehatan pohon di agroforestri kurang sehat.Tree Health Assessment Using Forest Health Monitoring Method in Protected Area Of Kekuyang Village, Ketol Sub-District, Central Aceh District.Abstract. One way to preserve protected areas is through forest health. The protected area of Kekuyang Village, Ketol Sub-district, which has an area of 3,814.1 ha, is a nature conservation area that has a lot of tree distribution. Forest health assessment measures need to be implemented to determine the health and damage of trees. Tree health monitoring produces a forest health status consisting of percent plant life, organisms that cause damage, severity of damage, and factors that influence it. The benefits of tree health are as a tool to determine the status, changes, and trends in the condition of a forest and provide recommendations to forest managers for decision making based on existing data. Data collection on protected area health indicators was conducted using the forest health monitoring (FHM) method. The use of this method is done by making plots to determine samples that can represent the population. The tools that will be used in this research are GPS (global positioning system), meter, tape meter, camera, calculator, stationery, and exam board. The material to be used is a tally sheet observation sheet. The conclusion that can be obtained from this research is that the health condition of trees in agroforestry is less healthy.
Pengaruh Beberapa Media Tanam dan Varietas terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensies Jacq.) Selama Masa Pre-Nursery Bob Made Indra Kurniawan; Hasanuddin Hasanuddin; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.119 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.24006

Abstract

Pengaruh komposisi media tanam dan jenis varietas terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit selama masa pre-nursery merupakan tujuan dari penelitian ini dan telah dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2022 di Balai Penelitian Pertanian/ Gardu Induk Kebun Organik Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 menggunakan tiga ulangan. Faktor yang diteliti ada 2 faktor yaitu media tanam yang terdiri dari media tanam top soil, top soil : kompos, dan top soil : cocopeat serta 3 jenis varietas yaitu varietas topaz 1, topaz 2, dan dumpy. Terdapat interaksi yang sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman umur 30, 60, 90, dan 120 HST dengan kombinasi perlakuan terbaik ditemukan pada media top soil : kompos dengan varietas topaz 1. Serta terdapat interaksi yang nyata pula terhadap peubah diameter batang umur 90 dan 120 HST, dan peubah bobot berangkasan basah dengan kombinasi terbaik pada media top soil : kompos dengan varietas topaz 2.The Influence of Several Planting Media and Varieties on the Growth of Oil Palm (Elaeis guineensies Jacq.) Seedlings During the Pre-Nursery PeriodThe effect of the composition of the planting medium and the type of variety on the growth of oil palm seedlings during the pre-nursery period is the goal of this research and was carried out from February to May 2022 at the Agricultural Research Institute/Organic Garden Substation, Syiah Kuala Darussalam University Banda Aceh and the Plant Physiology Laboratory. The design used was a 3x3 factorial randomized block design (RBD) using three replications. The factors studied were 2 factors, namely the planting media which consisted of top soil, top soil: compost, and top soil: cocopeat and 3 types of varieties, namely topaz 1, topaz 2, and dumpy varieties. There was a very significant interaction with the variable plant height aged 30, 60, 90, and 120 DAP with the best treatment combination found in top soil media: compost with topaz variety 1. Also there was a significant interaction with the variable stem diameter aged 90 and 120 DAP, and wet tree weight variables with the best combination on top soil media: compost with topaz variety 2.
Perkiraan Erosi dan Sedimen Menggunakan Erosion Potential Method (EPM) Pada Sub DAS Krueng Jreu Intan Aryani; Ichwana Ichwana; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.914 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21822

Abstract

Abstrak. Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kesatuan ekosistem yang saling berinteraksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Hal tersebut tidak terlepas dari keseragaman biofisik yang dimiliki. Karakteristik biofisik akan memberikan pengaruh terhadap respon curah hujan yang jatuh pada DAS, hal tersebut menjadi pertimbangan dalam melakukan perkiraan limpasan permukaan, erosi, dan laju sedimentasi, sehingga mampu memberikan keseimbangan pada sistem DAS. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan erosi dan sedimen yang terjadi pada Sub DAS Krueng Jreu menggunakan metode perkiraan Erosion Potential Method (EPM). Dengan menganalisis data sekunder, seperti data iklim selama 10 tahun (2012-2021), dan data spasial terdiri dari peta administrasi Sub DAS Krueng Jreu, peta geologi, peta kemiringan lereng, peta penggunaan lahan, peta jaringan sungai, peta DEM SRTM wilayah Aceh. Data tersebut digunakan untuk menganalisis Koefisien Intensitas Erosi (Z), Koefisien Suhu (T), dan Koefisien Sedimentasi (RU). Selanjutnya dilakukan perhitungan Volume Erosi tahunan (WSP), Laju Sedimen Spasial (GSP), dan Laju Sedimen Total (GS) pada wilayah Sub DAS Krueng Jreu. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa geologi dan penggunaan lahan memberikan tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap hasil koefisien intensitas erosi (Z), tetapi kemiringan lereng yang berbeda tidak mempengaruhi. Besar atau kecilnya suhu dan curah hujan berbanding lurus terhadap volume erosi tahunan (WSP) dan laju sedimen spasial (GSP), namun tingkat sensitivitas yang dimiliki curah hujan lebih besar daripada suhu. Volume erosi tahunan dan laju sedimen spasial terendah pada tahun 2019 sebesar 64.965,41 m3/km2/tahun dan 58.206,18 m3/km2/tahun. Sedangkan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 101.500,71 m3/km2/tahun dan 90.940,21 m3/km2/tahun. Sehingga volume erosi dan laju sedimen pada Sub DAS Krueng Jreu memiliki hubungan yang sangat erat dengan curah hujan. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil nilai koefisien determinasinya (R2) yaitu sebesar 0,9996 atau 99,96 %. Estimation of Erosion and Sediment Using the Erosion Potential Method (EPM) in Krueng Jreu WatershedAbstract. Watershed is an ecosystem unit that interacts with living things and their environment. This is inseparable from the biophysical uniformity it has. Biophysical characteristics will have an influence on the response of rainfall that falls on the watershed, this is a consideration in making estimates of surface runoff, erosion, and sedimentation rates, so as to provide a balance to the watershed system. This study aims to estimate the erosion and sediment that occurred in the Krueng Jreu sub-watershed using the Erosion Potential Method (EPM) estimation method. By analyzing secondary data, such as climate data for 10 years (2012-2021), and spatial data consisting of administrative maps of the Krueng Jreu watershed, geological maps, slope maps, land use maps, river network maps, DEM SRTM maps for the Aceh region. The data is used to analyze the Erosion Intensity Coefficient (Z), Temperature Coefficient (T), and Sedimentation Coefficient (RU). Subsequently, the annual Erosion Volume (WSP), Spatial Sediment Rate (GSP) and Total Sediment Rate (GS) were calculated in the Krueng Jreu sub-watershed area. The calculation results show that geology and land use provide a high level of sensitivity to the results of the coefficient of erosion intensity (Z), but different slopes do not affect. The size of the temperature and rainfall is directly proportional to the annual erosion volume (WSP) and the spatial sediment rate (GSP), but the sensitivity level of rainfall is greater than temperature. The lowest annual erosion volume and spatial sediment rate in 2019 were 64,965.41 m3/km2/year and 58,206.18 m3/km2/year. While the highest will occur in 2021 at 101,500.71 m3/km2/year and 90,940,21 m3/km2/year. So, the erosion volume and sediment rate in the Krueng Jreu sub-watershed have a very close relationship with rainfall. This is shown from the results of the coefficient of determination (R2) which is equal to 0.9996 or 99.96%.
Kajian Literatur Pembuatan Avocado Fruit Butter (Margarin Buah Alpukat) Annisa Humaira; - Asmawati; Sri Haryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.981 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20767

Abstract

Olesan buah yangsering dibuat atau sering dikonsumsi adalah selai buah (jam), marmalade, jelly, preserves, conserves dan fruit butter. Fruit butter (margarin buah) merupakan salah satu jenis olesan dengan bahan dasar dari buah yang digunakan sebagai olesan roti. Pembuatan fruit butter biasanya memakai gula dengan kadar lebih rendah dibandingkan selai pada umumnya. Pembuatan fruit butter dapat dimodifikasi dengan penambahan lemak atau minyak sebagai penambah nilai kalori dan penambah rasa gurih. Buah alpukat memiliki kandungan lemak yang sehat sehingga baik diolah menjadi olesan buah dibandingkan fruit butter dari buah lainnya. Penstabil juga diperlukan untuk memperbaiki tekstur dan penampakan fruit butter.(Literature Review Of Making Avocado Fruit Butter)Fruit spreads that are often made or often consumed are fruit jam, marmalade, jelly, preserves, conserves and fruit butter. Fruit butter is one type of spread with the basic ingredients is  fruit and or vegetable and  used as a spread for bread. Preparation of fruit butter usually uses sugar with lower levels than jam in general. The production of fruit butter can be modified by adding fat or oil to add caloric value and add savory taste. Avocado has a healthy fat content so it is beneficial to be processed into fruit spread. Stabilizers are  usually needed to improve the texture and appearance of fruit butter.
Pendugaan Cadangan Karbon di Hutan Mangrove Gampong Baro Sayeung Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya Islahul Umam; Subhan Subhan; Dahlan Dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.543 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20153

Abstract

Abstrak. Penelitain ini bertujuan menduga volume dan cadangan karbon tersimpan pada tegakan mangrove di Gampong Baro Seyeung, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya seluas ±329,44 ha, dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2021. Metode pengambilan data stratified random sampling dan dianalisis dengan persamaan alometrik , kerapatan, volume dan pendugaan cadangan karbon pada hutan mangrove. Jenis mangrove yang ditemukan pada semua tingkat vegetasi sebanyak 5 jenis yaitu Avicennia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa yang didominasi oleh jenis Rhizophora apiculata. Pada tingkat semai ditemukan 137 jenis, 178 jenis tingkat pancang, 520 jenis tingkat tiang dan total individu yang ditemukan sebanyak 1.045 individu. Berdasarkan Kepmen LH Nomor 201 Tahun 2004 kondisi kerapatan hutan mangrove pada tingkat pertumbuhan termasuk dalam kategori sangat baik. Adapun total volume yang tersimpan di Gampong Baro Sayeung sebesar 57.736,54 m3/ha dan total cadangan karbon sebesar 89.157,71 ton/ha. Besarnya cadangan karbon pada setiap tingkat vegetasi dipengaruhi oleh kerapatan suatu jenis dan besarnya volume serta jumlah vegetasi yang terdapat pada setiap vegetasi hutan.Estimasi Stok Karbon di Hutan Mangrove Desa Baro Sayeung Kecamatan Setia Bakti Aceh JayaAbstract.This study aims to estimate the volume and carbon stock stored in mangrove stands in Baro Seyeung Village, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency covering an area of ±329.44 ha, carried out from August to September 2021. The data collection method is stratified random sampling and analyzed by allometric equations. , density, volume and estimation of carbon stocks in mangrove forests. There were 5 tJenis mangrove yang ditemukan pada semua tingkat vegetasi yaitu Avicennia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa yang didominasi oleh Rhizophora apiculata. Pada tingkat semai ditemukan 137 jenis, tingkat pancang 178 jenis, tingkat tiang 520 jenis dan total 1.045 individu. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 Tahun 2004, kerapatan hutan mangrove pada laju pertumbuhannya termasuk dalam kategori sangat baik. Total volume yang tersimpan di Desa Baro Sayeung adalah 57.736,54 m3/ha dan total stok karbon adalah 89.157,71 ton/ha. Besarnya simpanan karbon pada setiap tingkat vegetasi dipengaruhi oleh kerapatan suatu spesies serta volume dan jumlah vegetasi yang terdapat pada setiap vegetasi hutan.

Page 36 of 103 | Total Record : 1028