cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Proximat Terhadap beberapa Jenis Biochar dari Limbah Pertanian Nova Nirlasari; Manfarizah Manfarizah; Darusman Darusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.812 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20097

Abstract

Abstrak. Limbah pertanian merupakan limbah sumber daya alam yang mudah dijumpai dan mempunyai nilai yang tinggi. Limbah pertanian tersebut dapat diolah sebagai bahan pembuatan biochar atau arang hayati. Untuk dijadikan energi, limbah ini perlu mendapatkan perlakuan pembakaran secara pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi komponen yang terkandung pada kulit durian, kulit kelapa muda dan kayu pohon cemara dengan analisis proximat. Pembuatan biochar dilakukan dengan menggunakan chamber muffle dengan suhu 700°C dengan durasi pembakaran selama 5 jam pada ketiga jenis limbah pertanian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan laboratorium fisika tanah  fakultas pertanian universitas syiah kuala pada bulan desember 2020 sampai dengan maret 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) non faktorial dengan 3 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali sehingga didapatkan 15 perlakuan. Parameter yang di analisis yaitu berupa analisis proximat untuk mengidentifikasikan kandungan komponen biochar yang terdiri dari kadar air, zat menguap, kadar abu dan karbon terikat. Selanjutnya dilakukan analisis kimia yaitu pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar limbah pertanian setelah dianalisis proximat berpengaruh terhadap semua parameter, yaitu pada kadar air, pH, zat menguap, kadar abu dan karbon terikat. Selanjutnya, biochar yang dihasilkan secara pembakaran pirolisis pada suhu temperatur 700°C  dengan lama pembakaran selama 5 jam menghasilkan pH biochar rata-rata 11.62 dengan kandungan karbon terikat bervariasi dari 17.62% - 57.50%. Pirolisis dengan suhu temperatur 700°C  dengan waktu pembakaran selama 5 jam menghasilkan kadar abu 0.00% untuk biochar limbah pertanian kulit durian dan kayu pohon cemara.Analysis of Proximate Against Several Types of Biochar from Agricultural WasteAbstract. Agricultural waste is easy to find and has a high value. The agricultural waste can be processed as material for making biochar or biological charcoal. To be used this waste needs to be treated with pyrolysis combustion. This study aims to determine the composition of the components contained in durian peel, young coconut skin and pine wood with proximate analysis. The production of biochar was carried out using a chamber muffle at a temperature of 700°C with a combustion duration of 5 hours on the three types of agricultural waste. This research was carried out in the experimental garden and soil physics laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from December 2020 to March 2021. This study used a non-factorial completely randomized design (RAL) with 3 treatments repeated 5 times so that 15 treatments were obtained. The parameters analyzed were in the form of proximate analysis to identify the content of biochar components consisting of water content, volatile matter, ash content and fixed carbon. Furthermore, chemical analysis is carried out, namely pH. The results showed that agricultural waste biochar after proximate analysis had an effect on all parameters, namely water content, pH, volatile matter, ash content and fixed carbon. Furthermore, biochar produced by pyrolysis combustion at a temperature of 700°C with a burning time of 5 hours produces an average biochar pH of 11.62 with fixed carbon content varying from 17.62% - 57.50%. Pyrolysis at a temperature of 700°C with a burning time of 5 hours produced an ash content of 0.00% for agricultural waste biochar from durian bark and pine tree wood.
Analisis Spasial Jasa Ekosistem Pendukung Pembentukan Lapisan Tanah dan Pemeliharaan Kesuburan Serta Siklus Hara untuk Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup di Kabupaten Simeulue Siti Olia Sari; Yulia Dewi Fazlina; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.386 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18402

Abstract

Abstrak. Jasa ekosistem merupakan suatu solusi permasalahan dalam penyusunan dan penetapan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup secara lengkap dan menyeluruh sehingga sangat penting digunakan dalam inventarisasi khususnya pada jasa ekosistem pendukung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik analisis spasial menggunakan overlay intersect. Data atribut yang di overlay berupa peta ekoregion dan peta tutupan lahan yang sebelumnya masing-masing telah diisi dengan nilai pakar dari jasa ekosistem pendukung. Hasil overlay tersebut berupa nilai indeks jasa ekosistem yang sebelumnya di peroleh menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jasa ekosistem pendukung pembentukan lapisan tanah dan pemeliharaan kesuburan untuk daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kabupaten Simeulue didominasi oleh kelas sangat tinggi mencapai 173.190,78 ha (81,50%)  Sedangkan yang memiliki luas wilayah terkecil berada pada kelas sedang dengan luas mencapai 68,08 ha (0,03%) dari wilayah keseluruhan Kabupaten Simeulue. Sedangkan pada jasa ekosistem pendukung siklus hara untuk daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kabupaten Simeulue didominasi oleh kelas sangat tinggi mencapai 173.455,98 ha (81,62%) dari wilayah keseluruhan Kabupaten Simeulue. Abstract. Ecosystem services are a solution to problems in the preparation and determination of the carrying capacity and capacity of the environment in a complete and thorough manner so it is very important to use in inventory, especially in supporting ecosystem services. The study used descriptive analysis methods with spatial analysis techniques using overlay intersects. Attribute data overlayed in the form of ecoregion maps and land cover maps that have previously each been filled with expert value from supporting ecosystem services. The overlay results are in the form of ecosystem service index values that were previously obtained using a predetermined formula. The results of the analysis showed that ecosystem services supporting soil layer formation and fertility maintenance for carrying capacity and environmental capacity in Simeulue Regency were dominated by a very high class reaching 173,190.78 ha (81.50%) while those with the smallest area were in the moderate class with an area reaching 68.08 ha (0.03%) of the overall area of Simeulue Regency. While thereare nutrient cycle supportecosystem services for carrying capacity and environmental capacity in Simeulue Regency dominated by a very high class reaching 173,455.98 ha (81.62%) of the overall area of Simeulue Regency.
Palatabilitas Pakan Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Taman Rusa Sibreh, Aceh Besar Dea Hemassandia; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.666 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18184

Abstract

Abstrak. Rusa sambar termasuk dalam empat jenis rusa endemik di Indonesia. Akibat perburuan liar dan semakin tingginya degradasi habitat aslinya membuat jumlah populasinya terus berkurang membuat rusa termasuk hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Diperlukan pengelolaan yang baik untuk menjaga kelestarian populasi rusa guna pemanfaatan hasil tetap berlangsung agar kepunahan dan pemanfaatan rusa secara optimal dan berkelanjutan dapat dilakukan melalui penangkaran. Penelitian palatabilitas pakan rusa sambar menggunakan metode palatabilitas dan deskripsi. Mengetahui tingkat kesukaan terhadap pakan maka dengan cara menghitung palatabilitas berat pakan yang dimakan rusa sambar dengan jumlah sampel 5 ekor rusa (2 jantan dan 3 betina) dan waktu pengamatan selama 14 hari dengan waktu pemberian pakan sehari dua kali pada pukul 08.00-10.00 dan 16.00-18.00 WIB.Feed palatability of the Sambar Deer (Cervus unicolor) in Sibreh Deer Park, Aceh BesarAbstract. The sambar deer is included in four species of deer endemic to Indonesia. Due to poaching and the increasing degradation of their natural habitat, the number of their population continues to decrease, making deer including animals protected by law. Good management is needed to maintain the sustainability of the deer population so that the utilization of the results continues so that the extinction and optimal and sustainable use of deer can be carried out through captivity. Research on palatability of sambar deer feed using palatability and description methods. Knowing the level of preference for food, by calculating the palatability of the weight of the feed eaten by the sambar deer with a sample of 5 deer (2 males and 3 females) and observation time for 14 days with feeding time twice a day at 08.00-10.00 and 16.00- 18.00 WIB.
Laju Pertumbuhan Kebun Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues M. Ichwanul Afgan Hutasuhut; Ryan Moulana; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.791 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.15877

Abstract

Abstrak. Serai Wangi (Cymbopogon nardus) adalah tanaman yang menghasilkan Minyak Atsiri yang didapatkan dari hasil penyulingan daunnya. Seiring dengan terus meningkatnya harga Minyak Serai Wangi akan menyebabkan terus meningkatnya pembukaan lahan untuk kawasan pertanian khususnya Perkebunan Serai Wangi yang menjadi komoditi primadona di Kabupaten Gayo Lues. Laju pertumbuhan luas Perkebunan Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues dalam rentan waktu tahun 2009 sampai tahun 2019 adalah sebesar -1.48%. Berdasarkan pencetakan Perkebunan Serai Wangi baru terdapat penambahan luas 3.867 Ha dan 4.857 Ha lahan yang terkonversi dari Perkebunan Serai Wangi.Growth Rate of Serai Wangi Plantation in Gayo Lues RegencyAbstract. Lemongrass (Cymbopogon nardus) is a plant that produces Essential Oil which is obtained from the distillation of its leaves. Along with the continuing increase in the price of Lemongrass Oil, it will cause the increase in land clearing for agricultural areas, especially the Serai Wangi Plantation which is the belle commodity in Gayo Lues Regency. The growth rate of Serai Wangi Plantation in Gayo Lues Regency in the vulnerable period of 2009 to 2019 is -1.48%. Based on the printing of the new Serai Wangi Plantation, there is an additional area of 3,867 hectares and 4,857 hectares of land converted from the Serai Wangi Plantation.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Hayati Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) pada Tanah Andisol Lembah Seulawah Aceh Besar Ahmad Mizan Matondang; Jumini Jumini; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.832 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.15025

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk hayati mikoriza yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah pada tanah Andisol Lembah Seulawah Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar,  Rumah Kaca, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh yang berlangsung sejak bulan Mei sampai dengan Oktober tahun 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan kombinasi 3 x 3 dengan 3 ulangan sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan mencakup 27 unit percobaan. Faktor yang diteliti yaitu  jenis pupuk hayati mikoriza yang terdiri dari 3 taraf yaitu Glomus mosseae, Gigaspora sp. dan Campuran (Glomus mosseae dan Gigaspora sp.) dan dosis mikoriza yang terdiri dari 3 taraf yaitu 5, 10 dan 15 g per tanaman dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang 15 HSPT dan panjang buah serta berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 15 HSPT, diameter batang 45 HSPT, jumlah cabang produktif, berat buah, persentase kolonisasi mikoriza dan potensi hasil. Perlakuan jenis mikoriza dari pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik dijumpai pada jenis mikoriza campuran. Pada perlakuan dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman 30 dan 45 HSPT, diameter batang 30 HSPT, jumlah cabang produktif, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar, berat kering akar, berat buah, panjang buah, jumlah buah, persentase kolonisasi akar dan potensi hasil serta berpengaruh nyata pada diameter batang 45 HSPT. Perlakuan dosis mikoriza dari pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik dijumpai pada dosis mikoriza 10 g per tanaman. Terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jenis dengan dosis mikoriza terhadap jumlah cabang produktif tanaman cabaiEffect of Mycorrhizal Biofertilizer Type and Dosage Against Growth and Yield of Chilli (Capsicum annuum L.) on Andisol Soil Valley in Aceh BesarAbstract. This research aims to understand the type and doses of fertilizer biological mycorrhiza on growth and crop yield on the ground chili in the Andisol Seulawah valley Aceh Besar. This research was conducted in the Seulawah valley district of Aceh Besar, Greenhouse The Science and Technology Seeds and Laboratory of Plant Physiology, Syiah Kuala University Faculty of Agriculture Banda Aceh Darussalam held since october 2019. Data analysis used in this study is the random groups (shelf) factorials patterns by a combination with 3 x 3 test until they reached 9 combination treatment and 27 unit experiment. The research of fertilizer biological mycorrhiza consisting 3 kinds of standard that were Glomus mosseae, gigaspora sp. And blend (Glomus mosseae and gigaspora sp.) and dosage mycorrhiza consisting of 3 standard that were 5, 10, 15 g / plant and continued with the Smallest Significant Difference  test at the 5% level . The results of this research were the treatment of mycorrhiza type had a very significant effect on plant height parameters stem diameter 15 DAP and fruit length and this research had a significant effect on plant height parameters 15 DAP, stem diameter 45 DAP, number of productive branches, fruit weight, percentage of root colonization and yield potential. The best mycorrhiza treatment of growth and yield of chili plants is found in mixed mycorrhiza types. In the treatment of dosage has a very significant effect on plant height parameters 30 and 45 DAP, stem diameter 30 DAP, number of productive branches, plant fresh weight, plant dry weight, root fresh weight, root dry weight, fruit weight, length fruit, number of fruits, percentage of root colonization and yield potential. The best mycorrhiza dose treatment of chili growth and yield was found on mycorrhiza dose of 10 g per plant. The interaction between the treatment of mycorrhiza types and dosage have a very significant on number of productive branches. 
Pengaruh Residu Pembenah Tanah terhadap Serapan Hara dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Desy Bardiana; Ainun Marliah; Sabaruddin Sabaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.426 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13836

Abstract

Abstrak. Pembenah tanah adalah bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan alami untuk mempercepat pemulihan atau perbaikan kualitas tanah dan permasalahan yang ada pada tanah. Penelitian ini di laksanakan 21 September sampai 14 Desember 2018 di kebun percobaan dan Laboratorium Tanaman dengan menggunakan Varietas Dena 1. Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang dicobakan adalah residu pembenah tanah. Parameter yang diamati adalah berat berangkasan basah perrumpun, berat berangkasan kering perrumpun, serapan hara, berat biji kedelai perplot, berat 100 biji, jumlah dari polong berisi perrumpun, jumlah polong hampa perrumpun, berat biji normal perrumpun, berat biji kisut perrumpun, jumlah biji normal perrumpun, jumlah biji kisut perrumpun persentase biji normal perrumpun dan potensi. Hasil dari penelitian residu pembenah tanah sangat berpengaruh pada berat biji normal perrumpun, berat biji kisut perrumpun, jumlah biji normal perrumpun, jumlah biji kisut perrumpun, jumlah polong berisi perrumpun dan berpengaruh tidak nyata terhadap berangkasan basah perrumpun, berat berangkasan kering perrumpun, serapan hara, jumlah polong hampa perrumpun, berat kedelai perplot, berat 100 biji dan potensi hasil kedelai. Hasil yang terbaik terdapat pada residu pembenah tanah kotoran sapi 20 ton ha-1 + N dan K.Effect of Soil Amendment Residues on Nutrient Uptake and Yield of Soybean (Glycine max L. Merrill)Abstract. Soil amandment are organic materials that can be used as natural ingredients to accelerate soil recovery or improvement in soil quality and soil problems. So as to increase plant growth. This research was on 21 September of 14 December 2018 in the experimental field soil and plant Laboratory by using variety Dena 1. This research uses a non factorial randomized block. The factor that was tried was the soil remover residue. The parameters observed were weight perclump, dry weight perclump, nutrient uptake, soybean seed weight perplot, weight 100 seeds, number offilled pods perclump, number of empty pods perclump, normal seed weight perclump, seed weight wrinkles perclump, number of normal seeds perclump, number of abnormal seeds perclump percentage of normal seeds perclump and potential yield. The results of residue research soil amendment showed that the treatment of soil amendment very significant effect on the weight of  normal seeds perclump, the weight of abnormal seeds perclump, number of normal seeds perclump, number of abnormal seeds perclump and number offilled pods perclump but no significant effect on fresh weight plant perclump, dry weigh the plant perclump, nutrient uptake, number of empty pods perclump, soybean weight perplot, weight of 100 seeds and soybean yield. Results the best are found in the residues of soil amendment cow manure 20 tons ha-1 + N and K.
Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Kompos Limbah Kakao terhadap Kolonisasi Mikoriza, dan Pertumbuhan Bibit Kakao pada Ultisol Raina Muzlifa; Fikrinda Fikrinda; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.367 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12749

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan salah satu tanah marginal yang memerlukan pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan kesuburannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan kompos limbah kakao terhadap kolonisasi FMA, dan pertumbuhan bibit kakao pada Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis FMA yaitu tanpa FMA (F0), Glomus sp (F1), dan Glomus sp. + Gigaspora sp. (F2). Faktor kedua adalah dosis kompos yaitu 0 ton.ha-1 (K0), 20 ton.ha-1 (K1), dan 30 ton.ha-1(K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA berpengaruh nyata terhadap kolonisasi mikoriza, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman  pada 30, 60, 90 HST, diameter batang pada 30, 60, 90 HST, dan luas daun pada 90 HST.  Pemberian kompos limbah kakao berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 90 HST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 60 HST, diameter batang pada 30, 60 90 HST, dan luas daun pada 90 HST.  Kombinasi FMA dan kompos limbah kakao berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada 30 HST namun tidak berpengaruh  nyata terhadap tinggi tanaman pada 30, 60, 90 HST, diameter batang pada 60 dan 90 HST, dan luas daun pada 90 HST. Perlakuan FMA jenis Glomus sp. + Gigaspora sp. dan kompos 20 g.pot-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap kolonisasi mikoriza dan pertumbuhan tanaman. The effects of arbuscular mycorrhizal fungi and compost of cocoa waste on myccorrhiza colonization, and the cocoa seedling growth on UltisolAbstract. Ultisol is one of marginal soils which requires proper management to increase its fertility. This study aims to determine the administration of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA) and cocoa waste compost to FMA colonization, and the growth of cacao seedlings on Ultisols. This research used factorial randomized block design (RBD) with two treatment factors and three replications. The first factor is the type of FMA that is without FMA (F0), Glomus sp (F1), and Glomus sp. + Gigaspora sp. (F2). The second factor is the compost dose which is 0 tons.ha-1 (K0), 20 tons.ha-1 (K1), and 30 tons.ha-1 (K2). The results showed that FMA significantly affected mycorrhizal colonization, but did not significantly affect plant height at 30, 60, 90 HST, stem diameter at 30, 60, 90 HST, and leaf area at 90 HST. Cocoa waste compost has a significant effect on plant height at 90 HST, but no significant effect on plant height at 30 and 60 HST, stem diameter at 30, 60 90 HST, and leaf area at 90 HST. The combination of AMF and compost of cocoa waste significantly affected the stem diameter at 30 HST but did not significantly affect the plant height at 30, 60, 90 HST, stem diameter at 60 and 90 HST, and leaf area at 90 HST. Treatment of FMA type Glomus sp. + Gigaspora sp. and compost 20 g.pot-1 provides the best effect on mycorrhizal colonization and plant growth.   
Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida Di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan Riski Pratama; Fajri Fajri; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.32 KB)

Abstract

Abstrak. Perkembangan usahatani jagung dari segi luas tanam dan produksinya mengalami kenaikan dan penurunan dalam 5 tahun terakhir. Dampak tidak setabilnya dikarenakan petani dihadapkan dengan berbagai kendala seperti permsalahan peningkatan produksi, produktifitas dan mutu hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kelayakan usahatani usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan menggunakan R/C, BEP dan ROI. Hasil penelitian dari 32 sampel petani menunjukkan bahwa usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan ini menguntungkan dengan rata-rata total keuntungan sebesar Rp12.579.888. Dari perhitungan BEP, diperoleh BEP produksi yaitu 2.910/Kg , BEP harga Rp1.486 /Kg, nilai ROI sebesar 113 % dari suku bunga yang berlaku yaitu 7% dan nilai R/C sebesar 2,13 1 dan dari aspek teknis dapat dijelaskan bahwa petani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan cenderung sudah cukup baik dilihat dari prosedur pengolahan, lokasi lahan yang sangat mendukung, pemilihan bibit unggul dan penggunaan tenaga kerja. Maka dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan layak dan menguntungkan untuk diusahakan.
Prospek Pengembangan Usaha Budidaya Udang Vannamei Di Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Cut Miranti Kemala; Teuku Fauzi; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.065 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.857

Abstract

Abstrak-Udang vannamei sebagai komoditas alternatif yang saat ini diminati petambak. Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe merupakan salah satu tempat yang berpotensi untuk mengembangkan udang vannamei. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha budidaya udang vannamei di Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe jika ditinjau dari aspek teknis, aspek finansial, dan aspek pemasaran. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan kriteria investasi dan analisis sensitivitas. Berdasarkan hasil analisis bahwa prospek pengembangan usaha budidaya udang vannamei di Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe bila ditinjau dari aspek finansial layak diusahakan dengan nilai NPV Rp451.186.947,-, Net B/C 3,336,  IRR 76%, dan BEP terjadi pada Tahun ke-3 Bulan ke-9.Kata Kunci : Budidaya UdangVannamei, Prospek Pengembangan. Abstract - Vannamei shrimp as an alternative comodity that currently attracts farmers’ interest at   Ujong Blang village Banda Sakti district of Lhokseumawe is a potential area to develop vannamei shrimp. The purpose of this study was to determine the development prospects of vannamei shrimp cultivation at Ujong Blang village Banda Sakti district of Lhokseumawe from the technical, financial, and marketing aspects. The analytical methods used in this research were the investment criteria and sensitivity analyzes. The result of analysis showed that the development prospects of vannamei shrimp cultivation in the village of Ujong Blang Banda Sakti district of Lhokseumawe from the financial aspects worth cultivating with a NPV value Rp 451,186,947, -, Net B / C 3.336, IRR 76%, and BEP occured in the 3rd year the 9th  month. Keywords : Vannamei Shrimp Cultivation, Development Prospects.
Kajian Penggunaan Boraks dan Formalin pada Produsen Mi Basah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Teuku Muchlis Mz; Rini Ariani Basyamfar; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.922 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1119

Abstract

Abstrak.  Mi merupakan salah satu produk olahan yang sangat digemari oleh masyarakat. Saat ini penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet pada mi basah telah membuat masyarakat terutama pihak konsumen menjadi resah, hal ini disebabkan mengkonsumsi mi basah yang mengandung boraks dan formalin akan berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks dan formalin pada mi basah yang berada di kota Banda Aceh dan Aceh Besar dan menggali pengetahuan produsen dan konsumen terhadap pemakaian boraks dan formalin. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada produsen mi basah dan masyarakat tentang bahaya penggunaan boraks dan formalin yang dilarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey yang bersifat deskriptif atau tinjauan yang mengkaji sejumlah sampel mi yang akan diambil dari beberapa produsen mi basah yang ada di sekitar kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Metode survey dilakukan dengan metode wawancara dengan produsen di lokasi pengambilan sampel. Wawancara dilakukan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disusun, pertanyaan yang ditanyakan bersifat terbuka berupa kuisioner. Berdasarkan hasil survey, pengetahuan produsen terhadap bahaya penggunaan boraks dan formalin sudah cukup baik, hal ini dapat dibuktikan dengan hampir seluruh responden produsen menjawab pertanyaan kuisioner dengan benar. Pada umumnya pengetahuan responden (produsen mi basah) terhadap boraks dan formalin tergolong cukup baik, tetapi tidak mengurangi keinginan responden untuk tetap menggunakan boraks dan formalin. Abstract. Noodle is one of processed products which is highly favored by people. Nowadays, the use of borax and formaldehyde as preservatives in wet noodles has made public especially the consumers restless because consuming a wet noodle containing borax and formaldehyde will be harmful to the health. This study aimed to identify the content of borax and formaldehyde in wet noodles in the city of Banda Aceh and Aceh Besar and to gain the knowledge of producers and consumers about the use of borax and formaldehyde. This research was then expected to provide the knowledge about dangers of using prohibited borax and formaldehyde to the wet noodles manufacturers and the public. This research used a descriptive survey approach or a review that examined numbers of noodles taken from several wet noodles manufacturers around the city of Banda Aceh and Aceh Besar. Survey methods was conducted by interviewing the producers at the sampling sites. Interviews were conducted based on a list of structured questions and open-ended questions were asked in a questionnaire form. Based on the survey results, the knowledge of producers against the dangers of using borax and formaldehyde were fairly good. This could be proved by almost all respondents answering the questions correctly. In general, the knowledge of the respondent (wet noodles manufacturers) on borax and formaldehyde was fairly good, but it did not reduce the willingness of the respondents to keep using borax and formaldehyde.

Page 37 of 103 | Total Record : 1028