cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Berwirausaha Pada Mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Syiah Kuala Indah Suci Ramadhani; Agus Nugroho; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.327 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19960

Abstract

Entrepreneurship is very important for the development of a country. This study aims to determine how the impact of entrepreneurship education on entrepreneurial intentions and to determine the factors that influence entrepreneurial intentions in Agribusiness students at Syiah Kuala University. Respondents taken in this study amounted to 77 respondents using the Taro Yamane formula and simple random sampling technique. The data that has been obtained is processed using ordinal logistic regression. The results of the analysis showed that the variables of entrepreneurship education and social media had a significant effect on students' intentions to become entrepreneurs. However, for several other variables such as gender and parental occupation, there was no significant effect on students' intentions to become entrepreneurs.
Pertambahan Berat Badan Domba Ekor Tipis Jantan Yang Diberikan Bungkil Inti Sawit Sebagai Substitusi Dedak Padi Dengan Pakan Basal Rumput Odot Kering dan Limbah Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Amoniasi Muhammad Luthfi; Mira Delima; Asril M.Rur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.338 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19561

Abstract

Abstrak. Domba ekor tipis merupakan salah satu domba dari sekian banyak jenis domba yang dibudidayakan di Indonesia. Pakan dari limbah dari hasil ikutan pertanian dan perkebunan  merupakan prospek yang baik bagi peternak karena  digunakan sebagai pakan penguat untuk ternak ruminansia, salah satunya limbah bungkil inti sawit yang telah diambil minyak kelapa sawit. Tujuan Pelaksanaan penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh  mana pertambahan berat badan domba ekor tipis jantan yang diberikan bungkil inti sawit sebagai substitusi dedak padi. Penelitian  ini dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2021 sampai dengan 08 Mei 2021. Analisis proksimat dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Nutrisi Ternak. Pembuatan pakan amoniasi dan pemeliharaan ternak dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan 4 ekor domba yang berumur 1,5- 2 tahun dengan bobot badan 20-25 kg. Penelitian ini menggunakan bungkil inti sawit untuk substitusi dedak padi yang diberikan pada domba dengan persentase yang berbeda yaitu R0 (0% bungkil inti sawit), R1 (10% bungkil inti sawit ), R2 (20% bungkil inti sawit) dan R3 (30% bungkil inti sawit ). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bungkil inti kelapa sawit  dengan level 0%, 10%, 20%, dan 30% tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan konversi pakan domba ekor tipis jantan.  Namun Konsumsi pakan tertinggi pada R3 790,74 gr/ekor/hari dan  terendah R0 adalah 754,41±140,37 gr/ekor/hari. Pertambahan berat badan dengan nilai tertinggi pada perlakuan R0  sebesar  76,96 gr/ekor/hari dan terendah pada R1 20,54 gr/ekor/hari . Nilai konversi  pakan terendah terdapat pada perlakuan R0 = 11,09 dan yang tertinggi pada perlakuan R3 = 152,04.Weight Gain of Male Thin-Tailed Sheep Given Palm Kernel Flour as a Substitute for Rice Bran with Basal Feed of Dried Odot Grass and Ammonia of Lemongrass Waste (Cymbopogon nardus)Abstract. Thin-tailed sheep is one type of sheep that is widely cultivated in Indonesia. Feed from agricultural and plantation by-product waste is a good prospect for breeders because it is used as ruminant feed one of which is palm kernel flour which has been extracted from palm oil The purpose of this study was to determine the extent of body weight gain of lean rams given palm kernel cake as a substitute for bran This research was conducted on February 12 - 2021 to May 08 - 2021 The proximate analysis was carried out at the Laboratory of Animal Nutrition and Science The manufacture of  ammonia feed and livestock rearing were carried out at the Animal Husbandry Field Laboratory Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture Syiah Kuala University This study used 4 sheep aged 1 5-2 years with a body weight of 20-25 kg This study used palm kernel cake as a substitute for bran given to sheep with different percentages namely R0= ( 0% palm kernel flour) R1= (10% palm kernel flour)  R2= (20% palm kernel flour) and R3= (30% palm kernel flour) The research design used was Latin Square Design RBSL with 4 treatments and 4 replications Parameters observed were feed consumption body weight gain and feed conversion The results showed that the provision of palm kernel cake at the levels of  0% , 10% , 20% and 30% had no significant effect P 0,05 on feed consumption body weight gain and ration conversion of lean male sheep.  Meanwhile, the highest ration consumption was at R3= 790,74 g head day and the lowest R0 was 754,41±140,37 g/ head /day. Bodyweight gain with the highest value in the R0 treatment was 76,96 g /head/day and the lowest was at R1 20,54 g/ head/ day. The lowest feed conversion value was found in the treatment R0= 11,09 and the highest in the treatment R3= 152,04. 
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) Kalidin Kalidin; Mardhiah Hayati; Trisda Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.765 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18399

Abstract

Abstrak. Penelitian bermaksud supaya memahami respon perkembangan serta hasil bawang merah akibat perbedaan takaran pupuk kandang serta jenis mulsa, ada tidaknya interaksi antara takaran pupuk kandang serta bermacam mulsa pada pertumbuhan serta hasil tanam bawang merah. Telah terlaksana di Sektor Timur, kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala, Banda Aceh mulai November sampaike Februari 2021. Rancangan telah dipakai di peneliti ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti ialah takaran pupuk  kandang yang tertara dari 3 taraf yaitu P1 = 10 ton ha-1 (1 kg bedeng-1), P2 = 20 ton ha-1 (2 kg bedeng-1) dan P3= 30 ton ha-1 (3 kg bedeng-1). Faktor kedua adalah  jenis mulsa (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu  M1= sereh wangi, M2=jerami padi, M3= plastik hitam perak. Didapatkan 9 kombinasi perlakuan pada 3 kali ulangan singa terdapat 27 ulangan riset  yang masing-masing tarter dari 5 tanaman sampel. Hasil uji F menunjukan takaran pupuk kandang ada pengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman diumur 2, 4, 6 serta 8 MST, jumlah anakan per rumpun umur 2, 4, 6, serta 8 MST, jumlah perumpun umbi, diameter umbi, berat basah berangkasan umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering berangkasan per rumpun, berat umbi kering  per rumpun, hasil per plot netto serta potensi hasil tanaman bawang merah.Effect of Manure Dosage and Type of Mulch on Growth  and Yield of Shallots (Allium ascalonicum L.)Abstract. The aim of the study was to understand the developmental response and yield of shallots due to differences in the dose of manure and the type of mulch, whether or not there was an interaction between the dose of manure and various mulch on the growth and yield of shallots. It has been implemented in the East Sector, experimental garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from November to February 2021. The design used in this research is a 3x3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications. The factor studied was the measured amount of manure from 3 levels, namely P1 = 10 tons ha-1 (1 kg bed-1), P2 = 20 tons ha-1 (2 kg bed-1) and P3 = 30 tons ha-1 (3 kg bed-1). The second factor is the type of mulch (M) which consists of 3 levels, namely M1 = citronella, M2 = rice straw, M3 = silver black plastic. There were 9 treatment combinations in 3 replications of the lion, there were 27 research replications, each of which was tarter from 5 sample plants. The results of the F test showed that the dose of manure had no significant effect on plant height at 2, 4, 6 and 8 WAP, number of tillers per clump at 2, 4, 6, and 8 WAP, number of tuber clumps, tuber diameter, tuber root wet weight. per clump, wet weight of tubers per clump, dry weight of dry tubers per clump, dry weight of tubers per clump, yield per net plot and potential yield of shallots.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Kopra Di Indonesia Fransisca Putri Dwiyani; Akhmad Baihaqi; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.226 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18058

Abstract

Copra is one of the plantation commodity sub-sectors, a leading export commodity with a high production level. However, the high production of copra is not comparable to Indonesia's copra exports which are still very low. This study aims to determine what factors affect the volume of copra exports in Indonesia. The data used in this study is secondary data with the type of time series data from 2000-2019. This study uses multiple linear regression analysis. This study indicates that the volume of copra exports in Indonesia is influenced by domestic copra production, domestic copra prices, international copra prices, domestic copra demand, and exchange rates. The variables of domestic copra production, international copra prices, and domestic demand partially have a significant effect on the volume of copra exports in Indonesia. Meanwhile, the domestic copra price and the crucible exchange rate did not significantly affect the volume of copra exports in Indonesia. The domestic copra production variable is the most dominant variable affecting the volume of copra exports in Indonesia.
Analisis Kontribusi Subsektor Perkebunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara Fauziah Ramadhani; Suyanti Kasimin; Agustina Arida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.949 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16719

Abstract

North Sumatra Province's plantation sub-sector plays an important role in the economic growth of North Sumatra Province. The largest contributor category to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) value of the plantation sector is the plantation sub-sector. However, this value is not in line with the Farmers Exchange Rate (NTP) in the plantation sub-sector, which is lower than other subsectors. The purpose of this study is to analyze how much the contribution of the plantation sub-sector to the economic growth of North Sumatra Province, to analyze the main plantation commodities, and to analyze the GRDP trend of the plantation sub-sector. The methods used are contribution analysis, Location Quotient (LQ) analysis, analysis trend. The results of this study are the contribution of the plantation sub-sector to economic growth of 13.48%, the province's leading commodities, namely rubber, oil palm, cocoa, and tobacco, as well as the trend of GRDP of the plantation sub-sector increasing every year.  
Kajian Kondisi Eksisting Kawasan Suaka Margasatwa Gambut Rawa Singkil Zikri Wali; Yadi Jufri; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.055 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14844

Abstract

Abstract. Lahan gambut telah menjadi target perluasan lahan pertanian/perkebunan, karena lahan pertanian/perkebunan yang sudah semakin menipis. Seperti yang terjadi di Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, sudah banyak terjadinya deforestasi lahan gambut dan adanya kegiatan konversi lahan sehingga terganggunya fungsi gambut sebagai habitat untuk perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus pengatur tata air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting kawasan Suaka Margastwa Gambut Rawa Singkil . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui survei lapangan dan pengamatan lapangan. Tahapan awal yang dilakukan adalah analisis tutupan lahan dari hasil klasifikasi citra google earth 2019, selanjutnya Ground Check dan Meng-update/ memperbaiki/ memverifikasi peta yang telah dibuat. Berdasarkan hasil perbaikan peta gambut Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang telah dibuat maka didapat  Hutan rawa sekunder seluas 15.313,53 ha (87,75%), semak belukar rawa seluas 2.066,25 ha(11,84%), telah terjadi deforestasi lahan  seluas 62,50 ha (0,36%) dan terjadinya konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit seluas 8,51 ha (0,05%), dari luas kawasan Suaka Margasatwa gambut Rawa Singkil yaitu 17.450,79 ha.Study of Existing Condition of Rawa Singkil Peat Wildlife Reserve AreaAbstract. Peatlands have become a target for agricultural land, because agricultural land which dwindling. It was happened in the Rawa Singkil Wildlife Reserve Area, present day there is so many displacing peatland deforestation and land conversion so that the function of peat as a habitat for biological conversion as well as regulating the air system. The purpose of this study was to study the existing conditions of the Singkil Peat Swamp Margastwa Sanctuary. This research is using descriptive methods through field surveys and field observations. The initial stage is to analyze of land cover from the results of the 2019 google earth image classification, then ground check and updating / repairing / updating the maps that have been made. Based on the improvement of the Singkil Wildlife Reserve peat map that has been developed, a secondary swamp forest of 15,313.53 ha (87.75%), 2,066.25 ha (11.84%) of swamp shrubs has been successfully allocated 62,50 ha (0.36%) and conversion of forest to oil palm plantations of 8.51 ha (0.05%), from the area of the Rawa Singkil Peat Wildlife Reserve which is 17,450.79 ha.  
Bobot dan Persentase Lemak Abdomen dan Organ Luar Nonkarkas Ayam Broiler dengan Pemberian Tepung Limbah Ikan Leubim (Canthidermis maculata) Tanpa Fermentasi dan Fermentasi Nikita Anggraini; Zulfan Zulfan; Allaily Allaily
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.218 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13610

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan ransum komersil yang sebagian disubstitusi dengan tepung limbah ikan leubim fermentasi dan tanpa difermentasi terhadap bobot dan persentase  lemak abdomen dan organ luar nonkarkas ayam broiler.  Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (day old chick,  DOC).  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan,  4 kelompok,  dan 2 subsampel.  Setiap kelompok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam.  Ransum perlakuan adalah ransum komersil CP512 Bravo 100% (kontrol,  R1), tepung limbah ikan leubim tanpa difermentasi 6 dan 12% (R2 dan R3), dan tepung limbah ikan leubim difermentasi 6 dan 12% (R4 dan R5).   Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan ransum komersil yang disubstitusi dengan 6 dan 12% tepung limbah ikan leubim baik tanpa difermentasi maupun difermentasi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot dan persentase lemak abdomen dan organ luar nonkarkas  kecuali shank.  Bobot shank nyata (P0,05) lebih tinggi pada perlakuan R2‒R5.  Tidak ada perbedaan persentase lemak abdomen dan organ luar nonkarkas antara ayam yang diberi tepung limbah ikan leubim tanpa difermentasi dengan yang difermentasi.Weights and Percentages of  Abdominal Fat and External Noncarcass Organs of  Broiler Chickens Fed the Rations Containing Leubim Fish (Canthidermis maculata) Waste Meal without  Fermentation and FermentationAbstract.  The purpose of this research was to evaluate the effect of  feeding broiler chickens with the commercial rations partly substituted by leubim fish (Canthidermis maculata) waste meal processed by fermentation and without fermentation  to the weights and percentages of  abdominal fat and noncarcass external organs.  As many as 100 DOC of broiler chickens were used in this study.  This study was performed into block random design consisting of  5 treatments,  4 blocks,  and 2 subsamples.  The treatment was feeding broiler chickens with commercial rations partially substituted by feed ingredients containing leubim fish waste meal nonfermented and fermented both with the level of  6 and 12%.  The results of studies indicated that commercial rations replaced by feed ingredients containing 6 and 12% of leubim fish waste meal either fermented or not fermented (R2‒R5) did not significantly (P0.05) affect on abdominal fat and noncarcass external organs excluded shank.  The shank weights of  broilers fed the rations containing leubim fish waste meal either fermented or not  were significantly (P0.05) higher than control (R2).
Perbandingan Sifat Kimia pada Tanah Hutan dan Kebun Kelapa Sawit (Elaies guineensis jacq) di Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya Ade Baihaki; Zuraida Zuraida; Ilyas Ilyas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.714 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11007

Abstract

Abstrak.  Tanaman kelapa sawit memerlukan lahan yang cukup luas untuk dapat menghasilkan jumlah produksi yang tinggi. Hal ini berdampak terhadap pembukaan lahan hutan di beberapa daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat kimia pada tanah tersebut sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan maupun usaha-usaha konservasinya. Berdasarkan hasil penelitian pada lahan hutan dan kebun kelapa sawit yang berjenis tanah Ultisol terdapat perbedaan nyata kandungan bahan kimia yang diamati yaitu pH, C-organik, P-total, Al-dd, Fe, dan KB, dan tidak ada perbedaan nyata terhadap kandungan N-total, P-tersedia, K-dd, dan KTK. Comparison of Chemical Properties in Forest Land and Palm Oil Gardens (Elaies guineensis jacq) in Beutong Sub-District Nagan Raya RegencyAbstract. Palm oil plants require large enough land to produce high amounts of production. This has an impact on clearing forest land in several regions in Indonesia. This study aims to determine the comparison of the chemical properties of the soil so that it can be used as a reference in the management and conservation efforts. Based on the results of research on forest land and oil palm plantations which are of the type of Ultisol soil there are significant differences in the content of chemicals observed, namely pH, organic C, P-total, Al-dd, Fe, and KB, and there is no significant difference in N content -total, P-available, K-dd, and CEC. 
Penerimaan Konsumen terhadap Teh Celup Herbal Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) dengan Penambahan Bunga Kenanga (Cananga odorata) dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Ayu Sahfitri; Ryan Moulana; Heru Prono Widayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.037 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12515

Abstract

Teh herbal biasanya dibuat dari bagian tumbuhan seperti daun, bunga, biji, akar dan kulit kayu yang diseduh dengan air mendidih. Teh celup merupakan teh yang dibungkus dengan kertas yang memiliki pori-pori halus yang tahan panas. Pengolahan teh herbal celup yaitu dengan dilakukan penyotiran bahan baku, pengeringan dengan dijemur dibawah sinar matahari hingga kering, penghalusan bahan, pengayakan, pembungkusan atau pengemasan bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dari pembuatan teh celup herbal daun ruku-ruku dengan penambahan bunga kenanga dan stevia serta  untuk mengetahui  tingkat penerimaan  konsumen terhadap teh celup herbal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 adalah yaitu Formulasi ruku-ruku dan Kenanga (K) dan faktor 2 adalah penambahan stevia (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi daun ruku-ruku dengan penambahan bunga kenanga (K) dan daun stevia (S)  tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air dan nilai organoleptik pada uji hedonik yaitu warna, rasa. Penambahan stevia (S) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar abu, sedangkan perbandingan percampuran ruku-ruku dan bunga kenanga (K) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji organoleptik (hedonik) aroma. Hasil dari penerimaan konsumen yang paling bagus pada perlakuan K3S3 (ruku-ruku =2g:kenanga =0,4g: Stevia=0,7g) yaitu 6,85%. 
Pengaruh Waktu Inkubasi Kapur dan Abu Sekam Terhadap Perubahan Beberapa Sifat Kimia Ultisol Wirza Emaliana; Munawar Khalil; Ilyas Ilyas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.318 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5517

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu inkubasi kapur dan abu sekam terhadap perubahan beberapa sifat kimia Ultisol dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang dilakukan pada tanah yang sama, dengan 2 bahan yang berbeda yaitu kapur dan abu sekam. Dosis diberikan sebanyak 4 taraf dan diulang 4 kali sehingga terdapat 8 perlakuan dan 32 satuan percobaan dengan waktu inkubasi selama 2, 4 dan 6 minggu. Untuk melihat perbedaan hasil perlakuan digunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama inkubasi kapur dan abu sekam maka kemasaman tanah (pH), Kapasitas Tukar Kation (KTK), P-tersedia semakin meningkat dan Al-dd semakin menurun. Inkubasi 6 minggu merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan pH, KTK dan meningkatkan P-tersedia, kecuali pada pH pemberian abu sekam waktu yang tepat adalah inkubasi 4 minggu. Sedangkan Al-dd pada inkubasi 2 minggu kapur dan abu sekam sudah hilang dan tak terukur. Dapat disimpulkan bahwa, kapur dolomit dan abu sekam pada Ultisol memberikan perbedaan yang sangat nyata pada pH, P-tersedia, KTK dan Al-dd. The Effect of Incubation Time of Calcium and Husk Ash on Changes in Some Chemical Properties of UltisolAbstract. This study aims to examine the effect of incubation time of calcium and husk ash on changes in some chemical properties of Ultisol by using a non-factorial Completely Randomized Design (RAL) performed on the same soil, with 2 different materials which were calcium and husk ash. The dose was given 4 levels and repeated 4 times so that there were 8 treatments and 32 experimental units with incubation time for 2, 4 and 6 weeks. To see the differences of treatment result, F test continued with test (BNT0,05) were used. The results showed that the longer incubation of calsium and husk ash acidity (pH), Cation Exchange Capacity (CEC) and P-available increased and Al-dd decreased. The 6 weeks incubation was the exact time to increase pH, CEC and increase P-available, except the exact time for pH of husk ash, i.e which was 4 weeks incubation. While Al-dd on 2 weeks incubation, calcium and husk ash had been disappeared and immeasurable. It can be concluded that dolomite calcium and husk ash on Ultisol showed a very significant difference in pH, P-available, CEC and Al-dd. 

Page 38 of 103 | Total Record : 1028